cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,219 Documents
Memupuk Nasionalisme Dalam Industri Pertahanan Manan Manan; Gathut Imam Gunadi; George Royke Deksino
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3025

Abstract

AbstrakDalam mewujudkan komitmen dalam membangun kapabilitas dalam bidang pertahanan, Indonesia melakukan berbagai upaya dalam menetapkan sasaran pokok jangka panjang untuk membangun kemandirian industri pertahanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerbitkan UU no. 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Tidak hanya itu saja, Pemerintah juga sudah membentuk Komite Kebijakan Industri pertahanan atau sering disebut dengan KKIP yang bertugas mewujudkan kemandirian Industri pertahanan yang menghubungkan kedua belah pihak yang mmbutuhkan yaitu Alpalhankam dan bagian pengembangan industri strategis dalam negeri. Nasionalisme dalam bidang Industri pertahanan mempunyai kemampuan memproduksi Alpalhankam yang tidak bergantung pada negara lain merupakan target pemerintah Indonesia dalam bidang industri pertahanan yang ada di Indonesia. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan dalam pemenuhan kebutuhan militer dengan melihat kapasitas industri pertahanan yang ada di Indonesia. Salah satu strategi lainnya adalah dengan membangun dan menanamkan nilai nasionalisme dalam industri pertahanan sehingga upaya tersebut dapat membangun industri pertahanan nasional yang tidak hanya mengembangkan Alpalhankam melalui pengadaan namun juga melalui pemberdayaan industri pertahanan dengan cara penanaman rasa nasionalisme dan bela negara.Kata Kunci: Nasionalisme, Industri Pertahanan, Alpalhankam AbstractIndonesia is currently trying to realize its commitment to building defense capabilities by setting long-term main goals to build the independence of the defense industry. In addition to issuing Law no. 16 of 2012 concerning the Defense Industry, the government also established the Defense Industry Policy Committee (KKIP) which is tasked with realizing the independence of the defense industry by bridging the needs of Alpalhankam and the development of domestic strategic industries. The military embargo imposed by the United States from 1995 to 2005 has made the Indonesian government aware of the importance of the nationalism of strategic industries for the defense system. The nationalism of the defense industry or the ability to produce its defense and security equipment without relying on other countries is one of the targets of the Indonesian government in the defense sector. Nevertheless, there are still some challenges in meeting military needs with the capacity of the defense industry. One strategy in responding to these challenges is to build and instill the values of nationalism in the defense industry so that efforts to empower the national defense industry will not only develop defense equipment through procurement but also through empowering the defense industry by inculcating the values of nationalism in the people involved. in the whole process of activities in the defense industry to state revenue.Keywords: Nationalism, Defense industry, Alpalhankam.
Peran Doktrin Pertahanan Negara Dalam Menghadapi Ancaman Krisis Energi Dan Perubahan Iklim Di Indonesia Muhammad Dicky Alghaffar; Susilo Adi Purwantoro; Yanif Dwi Kuntjoro
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3030

Abstract

AbstrakIndonesia saat ini sedang menghadapi krisis yang dapat mengancam keamanan manusia. Salah satu bentuk ancaman non militernya adalah krisis energi. Krisis energi yang dimaksud adalah krisis energi fosil. Tidak hanya mengalami krisis energi, masalah lain yang timbul ialah dampak dari penggunaan energi fosil yaitu perubahan iklim yang tentunya akan mengganggu keamanan manusia. Oleh karena itu, diperlukan doktrin yang kuat guna melindungi dan mengolah sumber daya alam yang berlimpah dengan baik dan benar. Terlebih lagi pada sektor energi, adanya ancaman krisis energi. Perlu adanya tindakan lebih lanjut untuk berkelanjutan energi yakni dengan transisi ke energi baru terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah dan pangkalan yang berada di 3T.Kata Kunci: Doktrin, Krisis Energi, Perubahan Iklim AbstractIndonesia is currently facing a crisis that could threaten human security. One form of non-military threat is the energy crisis. The energy crisis in question is the fossil energy crisis. Not only experiencing an energy crisis, another problem that arises is the impact of the use of fossil energy, namely climate change which will certainly interfere with human security. Therefore, a strong doctrine is needed to properly and correctly protect and cultivate abundant natural resources. Moreover, in the energy sector, there is a threat of an energy crisis. Further action is needed to be sustainable, namely by transitioning to new renewable energy to meet energy needs in areas and bases located in 3T.Keywords: Doctrine, Energy Crisis, Climate Change
Peran Guru Fasilitasi Pembelajaran Daring Untuk Memotivasi Siswa Dalam Kegiatan Belajar PKn Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 20 Ambon Yolanda C. Kiriwenno; Aisa Abas; Jumiati Tuharea
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3031

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Guru Fasilitasi Pembelajaran Daring untuk Memotivasi Siswa dalam Kegiatan Belajar Pkn Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 20 Ambon. Selanjutnya yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana Upaya Peran Guru Fasilitasi Pembelajaran Daring untuk Memotifasi Siswa dalam kegiatan Belajar PKN Pada Siswa Kelas VII di SMP. N 20 AMBON? Dan 2) Bagaimana Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Guru Fasilitasi pembelajaran Daring untuk Motivasi Siswa dalam kegiatan Belajar PKN pada Siswa Kelas VII di SMP. N 20 AMBON? Hasil penelitian yang ditemukan adalah Upaya Peran Guru memfasilitasi Pembelajaran Daring Untuk Memotivasi Siswa Dalam Kegiatan belajar Siswa Kelas VII Pada SMP Negeri 20 Ambon bahwa peran guru dalam memfasilitasi siswa agar termotivasi dalam pembelajaran daring itu sangat penting yaitu bagi dalam pembelajaran dapat berlangsung dengan timbulnya rasa nyaman dikelas dan bagi guru hal itu penting dalam mengembangkan peran guru sebagai motivator. Proses memfasilitasi siswa agar termotivasi dalam pembelajaran daring terjadi di SMP Negeri 20 Ambon dengan siswa merasakan fasilitas dengan mendapatkan akses internet, buku teks dan bahan ajar yang diberikan guru dan fasilitas yang disiapkan oleh guru yaitu suatu kesatuan yang sudah dirancangkan dalam RPP. Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Guru memfasilitasi Pembelajaran Daring untuk Memotivasi Siswa Dalam Kegiatan Belajar PKn Siswa Kelas VII Pada SMP Negeri 20 Ambon bahwa faktor tersebut yaitu fasilitas pembelajaran daring seperti akses internet dan kepemilikan HP androit, Selain itu, faktor penghambat guru memfasilitasi pembelajaran daring untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran daring yaitu faktor seperti : Jaringan tidak baik, siswa tidak memiliki HP, tidak serius siswa saat pembelajaran daring berlangsungKata Kunci: Peran, Guru, Fasilitas, Pembelajaran Daring AbstractThis study aims to describe the role of online learning facilitation teachers to motivate students in Civics Learning Activities for Class VII Students at SMP Negeri 20 Ambon. Furthermore, the formulation of the problem in this research is 1) How the Efforts of the Role of Online Learning Facilitation Teachers to Motivate Students in PKN Learning Activities for Class VII Students in Junior High Schools. N 20 AMBON? And 2) What are the Supporting and Inhibiting Factors for the Role of Teachers in Facilitating Online Learning to Motivate Students in PKN Learning Activities for Class VII Students in Junior High Schools. N 20 AMBON?. The results of the research found were the role of the teacher in facilitating online learning to motivate students in class VII student learning activities at SMP Negeri 20 Ambon that the teacher's role in facilitating students to be motivated in online learning was very important, namely for learning to take place with the emergence of a sense of comfort in class. and for teachers it is important in developing the teacher's role as a motivator. The process of facilitating students to be motivated in online learning takes place at SMP Negeri 20 Ambon where students feel the facilities by getting internet access, textbooks and teaching materials provided by the teacher and the facilities provided by the teacher, which is a unit that has been designed in the lesson plans. Supporting and Inhibiting Factors The Role of Teachers Facilitating Online Learning to Motivate Students in Civics Learning Activities for Class VII Students At SMP Negeri 20 Ambon that these factors are online learning facilities such as internet access and ownership of Android cellphones. students in online learning are factors such as: The network is not good, students do not have cellphones, students are not serious when online learning takes placeKeywords: Roles, Teachers, Facilities, Online Learning
Pengaruh Pengunaan Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Forehand Dan Backhand Tenis Meja Melalui Modifikasi Pantulan Dinding Di SMK Kesehatan Kader Bangsa I Bagus Endrawan; Aang Oktavianus
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3032

Abstract

AbstrakPermasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran tenis meja adalah kondisi meja untuk permainan tenis meja sudah tidak layak. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan penggunaan video pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik materi pukulan forehand dan backhand di SMK Kader Bangsa Palembang. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Farmasi SMK Kader Bangsa Palembang yang berjumlah 30 Orang yang terdiri dari 26 perempuan dan 4 laki-laki. Hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa hipotesis Ha dapat diterima atau thitung > ttabel (22,37 > 1,721). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat terdapat pengaruh penggunaan video pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik materi pukulan pantulan dinding forehand dan backhand di SMK Kader Bangsa Palembang.Kata Kunci: Video Pembelajaran, Tenis meja AbstractThe problem found in learning table tennis is that the condition of the table for the game of table tennis is not feasible. The aim of this research is to find out the significant effect of using learning videos on student learning outcomes for forehand and backhand strokes at SMK Kader Bangsa Palembang. This type of research is quasi-experimental with the research design used is One Group Pretest-Posttest Design. The subjects in this study were students of class XI Pharmacy SMK Kader Bangsa Palembang, totaling 30 people consisting of 26 women and 4 men. The results of research and data analysis, it can be concluded that the hypothesis Ha can be accepted or tcount > ttable (22.37 > 1.721). This, it can be concluded that there is an effect of using learning videos on student learning outcomes for forehand and backhand wall bouncing materials at SMK Kader Bangsa Palembang.Keywords: Learning Video, Table Tennis
Analisis Penanganan Penumpang Kebutuhan Khusus (Ibu Hamil, Lansia, Dan Unaccompained Minor) Pada Maskapai Citilink Bandara Internasional Adi Soemarmo Ardhi Setya Budi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3036

Abstract

AbstrakDalam penanganan penumpang biasanya setiap airline akan mengalihkan wewenangnya kepada jasa ground handling, karena pihak airline senidiri hanya bertindak sebagai operasionalnya. Salah satunya adalah penanganan terhadap penumpang yang membutuhkan perhatian khusus atau special passanger seperti (Ibu Hamil, Lansia, dan Unaccompained Minor), dimana penanganan penumpang yang termasuk dalam kategori ini di butuhkan ketelitian antara lain dalam pengurusan dokumen, sarana yang di butuhkan serta prosedur penanganan manual yang ditetapkan berdasarkan standar operasional. Penelitian dengan judul “ Analisis Penanganan Penumpang Kebutuhan Khusus (Ibu Hamil, Lansia, dan Unaccompained Minor) Pada Maskapai Citilink di Bandara Internasional Adi Soermarmo “, dengan metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan dokumen pada Maskapai Citilink di Bandara Adi Soemarmo. Analisis data menggunakan kualitatif deskriptif untuk mengetahui bagaimana cara penanganan penumpang apakah sudah sesuai atau belum dan faktor apa saja yang mempengaruhi pada penumpang berkebutuhan khusus (Ibu Hamil, Lansia, dan Unaccompained Minor) di Bandara Internasional Adi Soemarmo.Kata Kunci : Penanganan Penumpang Kebutuhan Khusus, Faktor Pengaruh, Maskapai Citilink, Bandara Internasional Adi Soemarmo AbstractIn handling passengers, usually each airline will transfer its authority to ground handling services, because the airline only acts as its operation. One of them is the handling of passengers who require special attention or special passangers such as (Pregnant Women, Elderly, and Unaccompained Minor), where the handling of passengers who fall into this category requires accuracy, including in handling documents, facilities needed and manual handling procedures set based on operational standards. The research with the title "Analysis of Handling of Special Needs Passengers (Pregnant Women, Elderly, and Unaccompained Minors) on Citilink Airlines at Adi Soermarmo International Airport", with qualitative methods. The source of the data obtained through observations, interviews, documentation, and documents at Citilink Airline at Adi Soemarmo Airport. Data analysis uses descriptive qualitative to find out how to handle passengers whether it is appropriate or not and what factors affect passengers with special needs (Pregnant Women, Elderly, and Unaccompained Minors) at Adi Soemarmo International Airport.Keywords : Handling of Special Needs Passengers, Influence Factors, Citilink Airlines, Adi Soemarmo International Airport
Analisis Penanganan Unit Lost And Found Dalam Kasus Damage Baggage Pada Saat Tiba Di Arrival Station Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya Periode Agustus-Oktober 2021 Wickhal Arga Putra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3037

Abstract

AbstrakIndustri penyedia layanan jasa Ground Handling berupaya menaikan mutu, terutama sarana dan pelayanan guna memenuhi kebutuhan penumpang. Berbagai macam metode dilakukan guna memperoleh keyakinan dan kepuasan penuh dari penumpang yang mempunyai keperluan akan jasa layanan transportasi udara. Penyimpangan layanan bagasi penumpang biasanya terjadi pada saat penumpang tiba di bandar udara tujuan atau pada saat Post Flight Services. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dari penanganan dari Damage Baggage pada Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya dan faktor penyebab terjadinya kasus Damage Baggage pada Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya. Penelitian ini menggunakan jenis peneltian kualitatif yang pengambilan datanya bersumber dari data penumpang yang mengalami kerusakan bagasi pada saat tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya. Sumber kedua berasal dari penggalian sumber data melalui wawancara secara semi terstruktur kepada narasumber Supervisor unit Lost and Found dan Assistant Operational unit Lost and Found. Selain itu, data dalam penelitian ini dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi berupa pengambilan gambar yang bertujuan sebagai penguat data penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa prosedur penanganan dari Damage Baggage yang dilakukan oleh unit Lost And Found adalah memeriksa seta mendata kerusakan dari bagasi penumpang ke dalam PIR (Property Irregularity Report) rangkap 3 (putih, merah, dan hijau) yang kemudian ditanda-tangani oleh penumpang serta staf dari unit Lost And Found. Jika ditemukan atau terdapat kasus yang menyatakan penumpang berhak mengajukan kompensasi atas kerusakan bagasi yang didapatkan. Faktor terjadinya kerusakan bagasi disebabkan oleh perlakuan petugas yang kurang hati-hati dalam proses pengangkutan dari Make Up Area menuju Compartment Area, selain itu juga diketahui bahwa berat, isi, serta label dari bagasi penumpang tidak sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh maskapai penerbangan.Kata Kunci : Proses Penanganan, Damage Baggage, Lost and Found, Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya AbstractThe Ground Handling service provider industry seeks to improve quality, especially facilities and services to meet passenger needs. Various methods are used to obtain full confidence and satisfaction from passengers who have a need for air transportation services. Passenger baggage service deviations usually occur when passengers arrive at the destination airport or at Post Flight Services. This study aims to determine the process of handling Damage Baggage at Tjilik Riwut Airport, Palangkaraya and the factors causing the Damage Baggage case at Tjilik Riwut Airport, Palangkaraya. This study uses a type of qualitative research whose data collection is sourced from data on passengers who experience baggage damage upon arrival at Tjilik Riwut Airport, Palangkaraya. The second source came from extracting data sources through semi-structured interviews with the supervisor of the Lost and Found unit and the Assistant Operational of the Lost and Found unit. In addition, the data in this study is equipped with observations and documentation in the form of taking pictures which aim to strengthen the research data. Based on the results of the research, it is known that the procedure for handling Damage Baggage carried out by the Lost And Found unit is to check and record the damage from passenger baggage into PIR (Property Irregularity Report) in 3 copies (white, red, and green) which is then signed by passengers and staff from the Lost And Found unit. If it is found or there is a case where the passenger has the right to apply for compensation for damage to the baggage obtained. The factor of baggage damage was caused by the careless treatment of officers in the transportation process from the Make Up Area to the Compartment Area, besides that it was also known that the weight, contents, and labels of passenger baggage did not comply with the regulations set by the airline.Keywords : Handling Process, Damage Baggage, Lost and Found, Palangkaraya Tjilik Riwut Airport
Keefektifan Metode Matematika Gasing Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Perkalian Dua Digit Untuk Siswa Kelas VI SD Olifvia Rizky Lestari; Agustina Tyas Asri Hardini
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3038

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan metode Matematika Gasing dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dalam materi perkalian dua digit. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil tes harian Matematika khususnya pada materi perkalian dua digit di kelas VI A dan VI B SDN Bokong 2. Hasil dari tes harian ini sebanyak 66% siswa mendapat nilai tidak tuntas KKM dari jumlah seluruh siswa 30 anak. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa masih rendah terutama dalam konsep perkalian. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Quasi Experimental Design dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Instrumen dalam penelitian ini berupa hasil tes belajar siswa topik perkalian dua digit dan observasi pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode Matematika Gasing dengan metode konvensional. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan rata-rata nilai posttest kelas VI A yang menggunakan metode konvensional sebesar 29,73 dengan kelas VI B yang menggunakan metode Gasing sebesar 35,00. Dengan kata lain, metode Matematika Gasing efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa terutama pada materi perkalian dua digit.Kata Kunci: Matematika Gasing, Kemampuan pemahaman konsep matematis, Perkalian dua digit AbstractThis study aims to test the effectiveness of the Mathematical Gasing method in improving students' ability to understand mathematical concepts in two-digit multiplication material. This research was motivated by the low results of the daily Mathematics test, especially in the double-digit multiplication material in grades VI A and VI B SDN Bokong 2. The results of this daily test were 66% of students scored incomplete KKM out of a total of 30 students. This shows that students' ability to understand mathematical concepts is still low, especially in the concept of multiplication. The type of research used is Quasi Experimental Design with the research design of Nonequivalent Control Group Design. The instruments in this study were the results of student learning tests on the topic of double-digit multiplication and observations of the implementation of learning using the Gasing Mathematics method with conventional methods. The results of this study there is a difference in the average posttest value of class VI A using the conventional method of 29.73 with class VI B using the Gasing method of 35.00. In other words, the Mathematical Gasing method is effectively used to improve students' ability to understand mathematical concepts, especially in the two-digit multiplication material.Keywords: Math Gasing, Ability to understand mathematical concepts, Multiplication of two digits
Komunikasi, Informasi Dan Edukasi (KIE) HIV/AIDS Pada Remaja Dalam Upaya Promotif Dan Preventif Di STKIP Paracendekia NW Sumbawa Saraswati Haylian Chiani; Furqanul Hakim; Nabilah Nurul Ilma; Yosefa Sarlince Atok
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3039

Abstract

AbstrakDi Indonesia, angka kejadian orang yang terjangkit HIV pada tahun 2019 mencapai angka 50.282 kasus dan untuk AIDS sebanyak 7.036 kasus dimana untuk angka kasus HIV dan AIDS ini mengalami peningkatan selama sebelas tahun terakhir ini. Sementara itu, data penderita HIV di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada tahun 2019 mencapai angka 258 kasus dan pada tahun 2020 terdapat kasus baru penderita HIV sebanyak 125 kasus dimana kelompok umur yang paling banyak terdapat kasus HIV berada pada kelompok umur 25-49 tahun dan berdasarkan jenis kelamin mayoritas penderita HIV terdapat pada jenis kelamin laki-laki sebanyak 81 orang (64,8%). tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan memberikan KIE tentang HIV pada remaja adalah untuk memberikan pengetahuan kepada remaja sebagai salah satu upaya preventif dan promotif terhadap HIV dan meminimalkan penularan HIV yang terjadi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2022 di Aula STKIP Paracendekia NW Sumbawa dengan melibatkan 71 peserta dan metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan menampilkan materi dalam bentuk powerpoint dan video. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan perilaku peserta terhadap HIV/AIDS yang didapat dari hasil pre test dan post test peserta.Kata Kunci: Komunikasi, Informasi, Edukasi, HIV/AIDS, Remaja AbstractIn Indonesia, the people with HIV in 2019 reached into 50,282 cases and for AIDS as many as 7,036 cases means the number of HIV and AIDS cases has increased over the last eleven years. Meanwhile, data on HIV sufferers in West Nusa Tenggara Province in 2019 reached into 258 cases and in 2020 there were 125 new cases of HIV sufferers where the age group with the most HIV cases was in the 25-49 year age group and based on gender. The sex of the majority of HIV sufferers is male as many as 81 people (64.8%). The purpose of this community service activity by providing IEC about HIV to adolescents is to provide knowledge to adolescents as one of the preventive and promotive efforts against HIV and minimize the transmission of HIV that occurs. This activity was held on 18 December 2022 at STKIP Paracendekia NW Sumbawa Hall involving 71 participants and the method used was lectures and discussions by presenting material in the form of powerpoints and videos. The result of this activity is an increase of the knowledge and behaviour of participants towards HIV/AIDS which is obtained from the results of the pre-test and post-test of the participants.Keywords: Comunication, Information, Education, HIV/AIDS, Teenager
Meningkatkan Keterampilan Sosial Kerjasama Siswa Kelas VB Melalui Permainan Tradisional Gobak Sodor Di SD Negeri 4 Plangka Kota Palangka Raya Meisi Alvionita; Roso Sugiyanto; Ichyatul Afrom
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3042

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh sistem pembelajaran yang dilakukan secara daring yang diakibatkan oleh pandemic covid-19 membuat siswa hanya bisa belajar dari rumah dan tidak dapat bertemu serta berinteraksi langsung dengan guru dan teman-temannya di sekolah. Hal ini membuat keterampilan sosial siswa menjadi kurang dalam bekerjasama dengan teman-temannya di kelas ketika sekolah sudah mulai dilakukan dengan tatap muka. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan sosial kerjasama siswa V B melalui permainan tradisional gobak sodor di SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau classroom action research, menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri atas 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V B SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya yang terdiri dari 10 siswa. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus, masing-masing siklus 2 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional gobak sodor dapat meningkatkan keterampilan sosial kerjasama siswa, hal ini dibuktikan pada kegiatan pra siklus secara keseluruhan presentase keterampilan sosial kerjasama siswa yaitu sebesar 45,62%, pada siklus I pertemuan 1 meningkat menjadi 50%, pada kegiatan siklus I pertemuan 2 meningkat menjadi 63,75%, pada siklus II pertemuan 1 keterampilan sosial kerjasama siswa mencapai 77,25%, dan pada siklus II pertemuan 2 yang meningkat menjadi 85,62% sehingga diperoleh peningkatan dari kegiatan pra siklus sebesar 45,62% hingga kegiatan siklus I sebesar 63,75% terdapat peningkatan sebesar 18,13 poin. Adapun dari kegiatan siklus I sebesar 63,75% hingga kegiatan siklus II sebesar 85.62% terdapat peningkatan sebesar 21,87 poin. Keberhasilan penerapan permainan tradisional gobak sodor dipengaruhi oleh setiap pertemuan siswa mulai terbiasa bermain bersama dengan menggunakan permainan tradisional gobak sodor. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional gobak sodor terbukti dapat meningkatkan keterampilan sosial kerjasama siswa kelas V B SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya.Kata Kunci: Keterampilan Sosial, Kerjasama, Permainan Tradisional Gobak Sodor AbstractThis research is backgrounded by the online learning system caused by the Covid-19 pandemic, making students only able to learn from home and unable to meet and interact directly with their teachers and friends at school. This makes students' social skills less in collaborating with their peers in the classroom when school has started to be done face-to-face. The purpose of this study was to improve the social skills of V B students' cooperation through the traditional game of gobak sodor at SDN 4 Palangka, Palangka Raya City. This research method is classroom action research (PTK) or classroom action research, using the Kemmis and Mc Taggart models which consist of 4 stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The subject of the study was a grade V B student of SDN 4 Palangka, Palangka Raya City, consisting of 10 students. The study was conducted in 2 cycles, each cycle 2 times the meeting. Data collection techniques use observation, interviews, and documentation. The results of this study show that the traditional game of gobak sodor can improve the social skills of student cooperation, this is evidenced in the pre-cycle activities as a whole the percentage of student cooperation social skills is 45.62%, in the first cycle of meeting 1 it increases to 50%, in the first cycle activities of meeting 2 increases to 63.75%, in cycle II of meeting 1 student cooperation social skills reach 77.25%,  and in cycle II of meeting 2 which increased to 85.62% so that an increase was obtained from pre-cycle activities of 45.62% to cycle I activities of 63.75% there was an increase of 18.13 points. Meanwhile, from cycle I activities of 63.75% to cycle II activities of 85.62% there was an increase of 21.87 points. The successful implementation of the traditional game of gobak sodor is influenced by every meeting students begin to get used to playing together using the traditional game of gobak sodor. Thus, it can be concluded that the traditional game of gobak sodor is proven to be able to improve the social skills of cooperation of class V B students of SDN 4 Palangka Kota Palangka Raya. Keywords: Social Skills, Cooperation, Traditional Games of Gobak Sodor
Strategi Pemerintah Dalam Menghadapi Proxy War Sebagai Salah Satu Penyebab Gerakan Separatisme di Indonesia Nurwulansari Nurwulansari; Panji Suwarno; Syamsunasir Syamsunasir; Pujo Widodo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3043

Abstract

AbstrakGerakan separatisme banyak menimbulkan kekhawatiran di berbagai belahan dunia. Salah satu penyebabnya adalah Proxy War. Proxy War menjadi salah satu hal yang harus diwaspadai karena ancamannya yang tidak terasa tapi sangat merusak keutuhan bangsa Indonesia. Proxy War dianggap lebih murah dan tidak terlalu memakan banyak korban bagi negara penyelenggara. Oleh karena itu, Proxy War dianggap lebih efektif dibandingkan strategi pada zaman dahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Peneliti mengambil data dari studi pustaka dan mengamati perkembangan saat ini melalui media. Banyak strategi yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam upaya mencegah Proxy War diantaranya adalah dengan membangun kekuatan beraasarkan sumber daya alam dan budaya dan dengan upaya pembangunan karakter warga negara Indonesia.Kata Kunci : Proxy war, Gerakan Separatisme, Pembangunan Karakter Bangsa, Pengembangan Kekuatan dari Sumber Daya Alam dan Budaya AbstractThe separatist movement raises a lot of concerns in various parts of the world. One of the causes is Proxy War. Proxy War is one of the things that must be watched out for because the threat is not felt but is very damaging to the integrity of the Indonesian nation. Proxy War is considered cheaper and less costly for the host country. Therefore, Proxy War is considered more effective than the strategy in the past. The research method used is descriptive qualitative. Researchers took the data from literature studies and observe current developments through the media. There are many strategies that can be taken by the government in an effort to prevent Proxy War by developing the strength based on natural resources and cultural of Indonesia and character buiding.Keywords: Proxy war, Separatism Movement, Character Building, Developing Natural Resources and Cultural