cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,213 Documents
Kewaspadaan Nasional Dalam Menghadapi Ancaman Kelangkaan Minyak Goreng Sebagai Bentuk Perwujudan Bela Negara Hazen Alrasyid; Kasim Kasim; George Royke Deksino
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2664

Abstract

AbstrakIndonesia adalah negara dengan penghasil sawit terbesar di dunia. Sebagai negara penghasil minyak sawit, minyak kelapa sawit Indonesia tidak hanya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri namun juga merambah ke pasar internasional untuk kegiatan ekspor. Dengan status sebagai negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, hal ini tentu harus mempertimbangkan unsur kewaspadaan nasional, sebagai upaya dalam melakukan kesiapsiagaan dini dalam menghadapi ancaman. Termasuk ancaman kelangkaan minyak goreng karena dengan kenaikan harga jual minyak goreng akhir-akhir ini, menjadikan minyak goreng sebagai pusat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab fenomena kelangkaan minyak goreng dan mengetahui bagaimana seharusnya regulasi pemerintah, pelaku industri dan kondisi masyarakat dalam menyikapi fenomena kelangkaan minyak goreng bila dikaitkan dengan unsur kewaspadaan nasional sebagai perwujudan sikap bela Negara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Kewaspadaan Nasional adalah konsep yang harus terus hadir dalam sistem penyelenggaraan negara atau sistem nasional kita, dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, termasuk dalam menghadapi ketidaksiapan dalam penanganan kelangkaan minyak goreng. Sikap Bela Negara sudah seharusnya menjadi dasar dan semangat dalam setiap tindakan. Mental bela Negara diharapkan mampu mengurangi pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi kelangkaan minyak goreng untuk kepentingan dan keuntungan pribadi, tetapi sebaliknya kondisi kelangkaan minyak goreng menjadi momentum untuk saling bahu membahu dan bergotong royong menyelesaikan persoalan dari berbagai elemen masyarakat sesuai dengan profesi masing-masing.Kata kunci: Bela Negara, Kelangkaan Minyak Goreng, Kewaspadaan NasionalAbstractIndonesia is the second-largest supplier of palm oil. As the largest palm oil producing country in the world, Indonesian palm oil is not only intended to fulfill the domestic needs but also to fulfill the international market for export activities. With the status as the largest palm oil producing country in the world, this certainly must consider the element of national vigilance, as an effort to take early preparedness in the face of threats. Including the threat of scarcity of cooking oil due to the recent increase in the selling price of cooking oil, making cooking oil the center of attention. This research aims to determine the factors causing the cooking oil scarcity phenomenon and to find out how government regulations, industry players and community conditions should respond to the cooking oil scarcity phenomenon when associated with elements of national vigilance as a manifestation of the attitude of national defense. The method used in this research is a qualitative approach. The data collection technique uses literature study. The results of the research obtained are that National Vigilance is a concept that must continue to be present in the state administration system or our national system, in the encounter of various threats, included in the encounter of unpreparedness in handling the scarcity of cooking oil. The attitude of National Defense should be the basis and spirit in every action. The mental National Defense is expected to be able to reduce parties who take advantage of the scarcity of cooking oil for personal interests and gains, but in another hand, the condition of the scarcity of cooking oil becomes a momentum to help each other and work together to solve problems from various elements of society according to their respective professions.Keywords: National Defense, Scarcity of Cooking Oil, National Precautions
Peran Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Pada PenangananWarga Negara Indonesia Yang Masuk Wilayah Indonesia Melalui Terminal Internasional Bandar Udara Internasonal I Gusti Ngurah Rai Di Era New Normal Covid-19 Yu Wendah Mahesti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2665

Abstract

AbstrakPada saat ini adanya virus COVID-19 yang telah mewabah di Indonesia yang berpengaruh dalam sisi perekonomian dan kesehatan melahirkan salah satu tantangan para pemerintah dalam menjaga dan meminimalisir tingkat positif terpapar virus COVID-19 di zona Indonesia. Pengawasan dari imigrasi sebagai salah satu rangka daya pemerintah untuk memandu dinamika tiap orang masuk zona Indonesia khususnya warga negara Indonesia (WNI) memintasi Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) terminal internasional bandar udara I Gusti Ngurah Rai. Tujuan penelitian untuk menemukan peran,kebijakan baru dan kendala yang dialami kantor imigrasi kelas I khusus TPI Ngurah Rai dalam penanganannya agar tidak terjadi lonjakan angka positif terpaparnya virus COVID-19. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan merupakan teknik triangulasi data berupa mengamati secara langsung, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini direalisasikan pada tanggal 20 April-13 Mei 2022 di kantor imigrasi kelas I khusus TPI Ngurah Rai.Hasil penelitian peran kantor imigrasi kelas I khusus TPI Ngurah Rai dalam penggarapan warga negara Indonesia (WNI) yang masuk zona Indonesia melalui terminal internasional bandar udara internasional I Gusti Ngurah Rai yaitu sesuai dengan Undang-Undang No.6 Tahun 2011 tentang keimigrasian pada point peran imigrasi dalam penggarapan warga negara Indonesia (WNI) yang masuk zona Indonesia dan kebijakan baru yang diterapkan fokus pada penanganan meminimalisir penyebaran virus COVID-19 sesuai dengan SE SATGAS COVID No.17 Tahun 2022 tentang program kesehatan perjalanan luar negeri masa pandemi dan addendum SE SATGAS COVID No.17 Tahun 2022 tentang program kesehatan perjalanan luar negeri masa pandemi, serta terdapat kendala namun tidak berpengaruh signifikan yang berakibat fatal yang dihadapi oleh kantor imigrasi kelas I khusus TPI Ngurah Rai.Kata Kunci: Peran, Imigrasi, Penanganan warga negara Indonesia (WNI), New normal COVID-19 Abstract At this time the COVID-19 virus which has been endemic in Indonesia which has an impact on the economy and health has given birth to one of the challenges for the government in maintaining and minimizing the positive level of exposure to the COVID-19 virus in the Indonesian zone. Supervision of immigration is one of the government's power frameworks to guide the dynamics of each person entering the Indonesian zone, especially Indonesian citizens (WNI) crossing the Immigration Checkpoint (TPI) at the international terminal of I Gusti Ngurah Rai airport. The purpose of the study was to find the role, new policies and obstacles experienced by the class I immigration office specifically for TPI Ngurah Rai in handling it so that there would be no spike in the positive number of exposure to the COVID-19 virus. This research utilizes qualitative methods of primary data and secondary data. The data collection technique used is a data triangulation technique in the form of direct observation, interviews and documentation. This research was realized on April 20-13 May 2022 at the immigration office class I specifically for TPI Ngurah Rai. The results of the research on the role of the first class immigration office specifically for TPI Ngurah Rai in the cultivation of Indonesian citizens (WNI) who enter the Indonesian zone through the international terminal of the I Gusti Ngurah Rai international airport, which is in accordance with Law No. 6 of 2011 concerning immigration at the point of the role of immigration. in the cultivation of Indonesian citizens (WNI) who enter the Indonesian zone and the new policies implemented focus on handling minimizing the spread of the COVID-19 virus in accordance with SE SATGAS COVID No. 17 of 2022 concerning health programs for overseas travel during the pandemic and addendum to SE SATGAS COVID No 17 of 2022 regarding the health program for overseas travel during the pandemic, and there are obstacles but no significant effect that has fatal consequences for the class I immigration office specifically for TPI Ngurah Rai.Keywords: Role, Immigration, Handling Indonesian citizens (WNI), New normal COVID-19
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Solusi Dari Tantangan Generasi Milenial Asti Widiastuti; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2666

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan deskripsi mengenai implementasi nilai Pancasila terhadap tantangan yang terjadi dikalangan generasi milenial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif berbasis studi literatur dengan mencari, membaca dan menganalisis berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel dan sumber-sumber lainnya yang dapat dipertanggungjawabkan. Seperti yang kita ketahui bahwa minimnya penerapan dan pengaplikasian nilai-nilai Pancasila dikalangan generasi milenial itu disebabkan oleh berbagai tantangan pada generasi milenial itu sendiri yang membuat generasi milenial tidak mengimlementasikan atau menerapkan nilai-nilai Pancasila dengan baik dan benar dalam kehidupannya. Nilai-nilai Pancasila yang seharusnya dijunjung tinggi dan dijadikan sebagai pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat, saat ini sudah mulai pudar bahkan ditinggalkan dan diacuhkan. Dapat dilihat pada generasi milenial yang cenderung hidup individu, lebih menyukai dan tertarik pada hal-hal baru yang bahkan mereka tidak tahu apakah itu hal yang baik atau buruk untuk dirinya, dan juga generasi milenial cenderung lebih sering berinteraksi dengan menggunakan ponsel pintarnya. Jika hal ini dibiarkan begitu saja dan dianggap sebagai hal yang wajar, maka nilai-nilai Pancasila akan dengan mudah tergantikan oleh ideologi dan aliran-aliran baru lainnya yang datang dari luar. Untuk itu agar mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, perlu diadakannya upaya atau cara untuk mengubah prilaku dan kebiasaan buruk serta menangani tantangan yang ada pada generasi milenial.Kata kunci: Generasi Milenial, Implementasi, Nilai-nilai Pancasila AbstractThe purpose of this study is to provide a description of the implementation of Pancasila values to the challenges that occur among the current-=;millennial generation. The research method used in this study is a qualitative method based on literature study by searching, reading and analyzing various sources such as books, journals, articles and other sources that can be accounted for. As we know that the lack of application and application of Pancasila values among the millennial generation is caused by various challenges to the millennial generation itself which makes the millennial generation not implement or apply Pancasila values properly and correctly in their lives. The values of Pancasila, which should be upheld and used as a way of life in social life, are now starting to fade, even being abandoned and ignored. It can be seen in the millennial generation who tend to live individually, prefer and be interested in new things that they don't even know whether it's a good or bad thing for themselves, and also the millennial generation tends to interact more often using their smart phones. If this is left unchecked and considered as a natural thing, then the values of Pancasila will be easily replaced by other ideologies and new sects that come from outside. For this reason, in order to prevent unwanted things from happening, it is necessary to make efforts or ways to change bad behavior and habits and deal with the challenges that exist in the millennial generation.Keywords: Millennial Generation, Implementation, Pancasila values
Generasi Milenial Sebagai Penerus Bangsa Dalam Perspektif Nilai-Nilai Pancasila Syifa Dilla Khansa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2667

Abstract

AbstrakKemajuan dalam suatu bangsa sangat berkaitan erat dengan peran pemudanya bagaimana ia produktif dalam kegiatan kemajuan bangsanya. Dengan begitu maksud dari penerus  bangsa ini mengartikan bahwa peranan pemuda sangat berkaitan dan bergantung pada peranan pemuda tersebut, yang menjadikan satuan komponen penting pada proses pembangunan bangsa Indonesia maupun penerus bangsa. Dengan cara berprilaku tersebut dalam pernan fungsi sosialnya pun berjalan dan saling berkaitan. Fungsi sosial milenial sangat erat kaitannya dengan lingkungannya dan perilaku dari generasi tersebut, serta dimana seluruh generasi milenial adalah sebagai  (sistem sosial dan jaringan sosial)  memenuhi kebutuhan dasar, memainkan peran sosial, dan  tekanan (shock and stress). (sedang dihadapi). Kemampuan kaum milenial dalam menjalankan fungsi sosial. Dan kita sebagai generasi penerus bangsa harus pandai dalam menjaga dan menyaring apa saja yang dapat mempengaruhi pelunturan dari nilai nilai pancasila tersebut. Dengan begitu kita paham betul sikap apa yang harus di tunjukan dan di lakukan pada kegiatan sehari hari kita sebagai generasi penerus bangsa agar dapat memajukan bangsa Indonesia tercinta.Kata Kunci: generasi milenial, nilai nilai pancasila Abstractprogress in a nation is closely related to the role of its youth how productive in the activities of the progress of the nation. Thus, the intention of the successor of this nation means that the role of youth is very important and useful to make the role of the youth, which is an important component unit in the process of nation building and the nation's successor. With this way of behaving in the role of social functions, it runs and is interrelated. The social function of millennials is very closely related to the environment and behavior of that generation, and where all millennials are (social systems and social networks) meeting basic needs, playing social roles, and stressing (shock and stress). (being faced). Millennials' ability to carry out social functions. And we as the nation's next generation must be good at maintaining and filtering anything that can affect the values of Pancasila. That way we understand very well what attitude we must show and do on a daily basis as the next generation of the nation in order to advance our beloved Indonesian nation.Keywords: millennial generation, Pancasila values
Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Upaya Pembangunan Karakter Bangsa Di Era Globalisasi Modern Serli Malini; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2668

Abstract

AbstrakNilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dan acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sangat logis bahwa nilai-nilai tersebut disebarluaskan melalui banyak sektor dan kelas masyarakat. Di zaman modern atau era globalisasi seperti sekarang ini, banyak sekali dampak negatif yang ditimbulkan oleh suatu negara salah satunya hilangnya nilai-nilai luhur yang melekat pada suatu negara, dan hal ini juga yang terjadi di Indonesia saat ini, dengan banyak pengaruh globalisasi, salah satunya adalah pengaruh budaya asing yang tidak sesuai. dampak negatif globalisasi. Implementasi pendidikan berbasis Pancasila di antara siswa sangat penting karena bertujuan untuk memperkuat moralitas sesuai dengan kepribadian bangsa di Pancasila. Menerapkan nilai-nilai Pancasila kepada siswa, di era globalisasi ini dapat dicapai pada waktu yang tepat. Seperti saat memperingati Hari Sumpah Pemuda, Hari Kemerdekaan, Hari Pahlawan dan hari libur nasional lainnya. Seseorang dengan kepribadian berarti karakter dan kepribadian. Sementara mendidik karakter adalah pendidikan bertujuan untuk melatih karakter, menanamkan karakter moral dan mulia dan untuk perilaku terlarang terkait Normanorma. Pancasila dianggap mampu melakukan perannya dalam karakter pelatihan pada siswa, setelah lulus dari sekolah, direncanakan tidak hanya memiliki intelektual yang hebat, tetapi juga satu moralitas yang baik dan moralitas yang baik dalam peran mereka dalam peran mereka dalam masyarakat.Kata Kunci: Pancasila, Pendidikan Karakter, Bangsa Indonesia AbstractPancasila values become guidelines and references in the life of the nation and state. It is logical that these values are propagated through many sectors and classes of society. In modern times or the era of globalization as it is today, there are many negative impacts caused by a country, one of which is the loss of noble values inherent in a country, and this is also happening in Indonesia today, with many influences of globalization, one of which is is an inappropriate foreign cultural influence. negative impact of globalization. Implementation of Pancasila-based education among students is very important because it aims to strengthen morality in accordance with the nation's personality in Pancasila. Applying Pancasila values to students, in this era of globalization can be achieved at the right time. Such as when commemorating Youth Pledge Day, Independence Day, Heroes Day and other national holidays. A person with personality means character and personality. While educating character is education that aims to train character, instill moral and noble character and for forbidden behavior related to norms. Pancasila is considered capable of carrying out its role in character training in students, after graduating from school, it is planned not only to have great intellectuals, but also a good morality and good morality in their role in their role in society.Keywords: Pancasila, Character Education, Indonesian Nation
Menerapkan Nilai Pancasila Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Dengan Tujuan Membangun Karakter Anak Bangsa Zulfa Ishmah Rahadatul Aisy; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2669

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun karakter anak bangsa untuk menjadi generasi penerus yang lebih baik dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik dilingkungan keluarga, lingkunagn sekolah maupun lingkungan masyarakat melalui pendidikan kewarganegaraan. Pancasila adalah lima dasar yang berperan sebagai dasar negara dan pandangan atau pedoman hidup warga negara Indonesia. Dengan adanya Pancasila diharapkan kita sebagai warga negara dapat mengimplementasikan dengan baik agar menjadi warga negara yang menaati peraturan yang diberikan dan menjadi warga yang berkarakter dalam bermasyarakat, berbangsa maupun bernegara.Kata kunci: Nilai-Nilai Pacasila, Pendidikan Kewarganegaraan, Karakter Anak Bangsa AbstractThe purpose of this research is to build the character of the nation's children to become a better future generation by applying the values of Pancasila in everyday life, both in the family environment, school environment and community environment through civic education. Pancasila are five principles that serve as the basis of the state and the views or life guidelines of Indonesian citizens. With the existence of Pancasila, it is hoped that we as citizens can implement it well so that we become citizens who obey the given regulations and become citizens with character in society, nation and state.Keywords: Pancasila Values, Civic Education, Character Of The Nation’s Children
Peran Penggunaan Ground Support Equipment (GSE) Terhadap Kelancaraan Operasional Sisi Udara (Airside) Di Bandar Udara Mozes Kilangin Fransisca Angela Wallong
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2671

Abstract

AbstrakDalam dunia penerbangan bukan hanya tentang pilot dan ATC, tetapi pesawat udara pasti membutuhkan sebuah peralatan penunjang yang akan memberikan pelayanan terhadap pesawat selama berada di darat atau di bandar udara. Ground Support Equipment (GSE) atau peralatan pendukung merupakan bagian penting dalam tercapainya kelancaran kegiatan operasional Bandara udara pada sisi udara karena Ground Support Eqiupment mempunyai tugas untuk mempersiapkan keperluan pesawat udara pada saat mendarat (landing), lepas landas (take off), atau saat melakukan penurunan atau pemuatan penumpang kargo. Tujuan pada penelitian ini ialah untuk mengetahui apa saja kendala dalam penggunaan Ground Support Equipment (GSE) di Bandar Udara Mozes Kilangin dan juga untuk mengetahui apa saja peran Ground Support Equipment (GSE) dalam mencapai kelancaraan operasional sisi Udara (Airside) di Bandar Udara Mozes Kilangin. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dimana teknik pengumpulan datanya menggunakan triangulasi. Teknik triagulasi yaitu wawancara mendalam, obeservasi langsung, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dalam beberapa tahap yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa masih terdapat beberapa petugas yang tidak taat menggunakan ear plug,dan terdapat beberapa alat GSE yang macet dan rusak akibat pemakian oleh operator saat sedang beroperasi yang dapat membuat terjadi hambatan terhadap kelancraan operasional di sisi udara (Airside), peranan Ground Support Equipment juga sangat penting untuk kegiatan operasioanl pada sisi udara (airside) mulai dari pesawat landing dan take off.Kata Kunci: ground support equipment, kendala operasional, kendaraan AbstractIn aviation, it's not just about pilots and ATCs, but airplanes definitely need a supporting equipment that will provide services to the aircraft while on the ground or at the airport. Ground Support Equipment (GSE) or supporting equipment is an important part in achieving smooth airport operational activities on the air side because Ground Support Eqiupment has the task of preparing aircraft needs at the time of landing, take off, or when disembarking or loading cargo passengers. The purpose of this study is to find out what are the obstacles in the use of Ground Support Equipment (GSE) at Mozes Kilangin Airport and also to find out what are the roles of Ground Support Equipment (GSE) in achieving airside operational smoothness at Mozes Kilangin Airport. The method used in this study is a descriptive qualitative method, where the data collection technique uses triangulation. Triagulation techniques include in-depth interviews, direct obeservation, and documentation. Data analysis techniques are carried out in several stages, namely data reduction, data display, and data verification. The results in this study show that there are still some officers who do not obey using ear plugs, and there are some GSE tools that are stuck and damaged due to erosion by the operator while in operation which can create obstacles to operational difficulties on the airside (Airside), the role of Ground Support Equipment is also very important for operational activities on the airside side starting from landing and take off aircraft.Keywords: ground support equipment, operational constraints, vehicles
Dialetika Pendidikan Pesantren Di Tengah Era Society 5.0 Ahmad Nurul Huda; Fauzi Fauzi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2673

Abstract

AbstrakEra society 5.0 hari ini telah mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia, dimana terdapat transformasi digital yang menghasilkan nilai-nilai baru dan membawa perubahan signifikan terhadap perilaku hidup masyarakat. Gejolak disrupsi gelombang transformasi digital  yang berpotensi mempengaruhi secara negatif pada masyarakat perlu diantisipasi, maka  era society 5.0 harus menjadi pilar kebijakan baru seluruh elemen  masyarakat termasuk elemen lembaga pendidikan pesantren yang merupakan salah satu soko guru pendidikan di Indonesia. Guna memahami sejauhmana kebijakan era society 5.0 pada pendidikan pesantren, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam tentang praktik  era society 5.0 pada Pondok Pesantren Anwarush Sholihin yang berada di Jl. Arsadimeja RT 01/XII Kelurahan Teluk Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tujuan agar mampu  mendapatkan data yang lebih akurat mengenai sistem pembelajaran di Pondok Pesantren Anwarush Sholihin dalam perannya sebagai santri maupun kyai/ustadz dalam menghadapi era society 5.0. Adapun analisis data  menggunakan model Miles dan Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan di pesantren Anwarush Sholihin mampu membekali dengan ilmu agama (Tafaqquh Fiddin) dan mampu mengantisipasi pengaruh negatif era society 5.0 dengan wujud santri yang memiliki kepribadian islami yang kuat. Namun dalam pemanfatan teknologi untuk mengadaptasi era society 5.0 masih lemah dilihat dari infrastruktur ICT, kurikulum, kapasitas pemahaman ICT maupun networking.Kata kunci: ICT, Pondok Pesantren, Society 5.0 AbstractThe era of society 5.0 today has colored the lives of Indonesian people, where there is a digital transformation that produces new values and brings significant changes to people's behavior. The disruption of the digital transformation wave that has the potential to negatively affect society needs to be anticipated, so the era of society 5.0 must become a new policy pillar for all elements of society, including elements of Islamic boarding schools which are one of the pillars of Soko guru in Indonesia. To understand the extent of the society 5.0 era policy on pesantren education, this study aims to describe in-depth the practice of society 5.0 era at Anwarush Sholihin Islamic Boarding School which is located on Jl.Arsadimeja RT 01/XII Teluk Village, South Purwokerto District, Banyumas Regency, Central Java Province. This study uses a qualitative descriptive method to be able to obtain more accurate data about the learning system at Anwarush Sholihin Islamic Boarding School in its role as santri and kyai/ustadz in facing the era of society 5.0. The data analysis uses the Miles and Hubberman model. The results showed that education at the Anwarush Sholihin Islamic boarding school was able to provide religious knowledge (Tafaqquh Fiddin) and was able to anticipate the negative influence of the era of society 5.0 with the form of students who had a strong Islamic personality. However, the use of technology to adapt to the era of society 5.0 is still weak in terms of ICT infrastructure, curriculum, capacity for understanding ICT and networking.Keywords: ICT, Islamic Boarding School, Society 5.0
Implementasi Nilai-Nilai Bela Negara Dalam Kehidupan Bermasyarakat Syakila Amalia Lihawa; Corleone AK Bangun; Angela Dewita Ayu; Satino Satino
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2674

Abstract

AbstrakPenelitian memiliki fokus dengan menjelaskan lebih jauh tentang bela negara, mendeskripsikan bagaimana poin-poin dalam bela negara diimplementasikan dalam lingkungan masyarakat yang luas, dan peranan mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat dalam upaya bela negara. Untuk memperoleh hasil penelitian yang relevan dengan tujuan, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif. Setelah melakukan penelitian dapat dipaparkan bahwa bela negara memiliki tiga landasan hukum berupa landasan operasional (Pancasila), landasan konvensional (UUD 1945), dan landasan idiil (TAP MPR). Indonesia memiliki empat bentuk upaya dalam melakukan bela negara yaitu pendidikan wawasan kebangsaan, edukasi dasar kemiliteran, mengemban tugas sebagai personel Tentara Nasional Indonesia secara wajib maupun sukarela, maupun bekerja sesuai dengan profesinya. Upaya bela negara memiliki nilai-nilai yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat dapat melakukan bela negara di dalam maupun luar kampus dengan cara menolak paham radikalisme dan masih banyak lagi.Kata kunci: Bela Negara, Masyarakat, Pancasila AbstractThis study focused on explaining further about defending the country, describe how the values of defending the country are implemented in people's lives, and the role of students as part of society in defending the country. Researchers employed descriptive research methods in this study, and the sort of research used was qualitative. The results showed that defending the state has three legal foundations, namely the operational basis (Pancasila), the conventional basis (UUD 1945), and the ideal basis (TAP MPR). Indonesia has four efforts in defending the country, namely civic education, basic military training, voluntary or mandatory duties as soldiers of the Indonesian National Army, and working according to their profession. Efforts to defend the state have values, that can be implemented in people's lives. Students as part of the community can defend the country on and off campus by rejecting radicalism and much more.Keywords: Defending Country, Pancasila, Society
Strategi Untuk Menumbuhkan Nilai Pancasila Pada Karakter Generasi Penerus Bangsa Nisagita Octavia; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2675

Abstract

AbstrakNilai-nilai pancasila yang berasal dari 5 dasar yaitu terdiri dari ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan yang bersifat universal dan objektif dimana nilai-nilai tersebut berisi makna yang menetap dan dapat diimplementasikan dan diakui oleh seluruh dunia. Nilai-nilai pancasila ini berfungsi sebagai pedoman kehidupan agar menjadi satu kesatuan yang utuh untuk mencapai tujuan yang sama. Seperti yang kita ketahui di era globalisasi dan modernisasi saat ini negara indonesia dihadapkan dengan tantangan mengenai solusi apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan pancasila sebagai dasar negaranya. Hal itu disebut tantangan bagi negara kita karena mempertahankan pancasila bukan hal yang mudah untuk dilakukan oleh seluruh warga Negara Indonesia. Sebagai generasi penerus bangs akita harus memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme yang tertanam dalam diri kita. Dampak negatif yang dihasilkan oleh arus globalisasi dan modernisasi membuat generasi penerus bangsa mengalami kerusakan moral. Sangat disayangkan sekali dan harus mendapat perhatian khusus kepada generasi muda karena seharusnya sebagai generasi muda mereka bisa meneruskan jasa para pahlawan yang sudah memperjuangkan untuk membangun indonesia merdeka. Oleh karena itu perlunya menumbuhkan nilai yang terkandung dalam pancasila pada generasi penerus bangsa. Penelitian ini dilakukan oleh penulis dengan menggunakan metode kualitatif  yang  bertujuan  untuk membahas tentang “Strategi Untuk Menumbuhkan Nilai Pancasila Pada Karakter Generasi Penerus Bangsa” yang mengkaji dari beberapa jurnal dan buku-buku.Kata kunci: Nilai-nilai Pancasila, Globalisasi, Modernisasi                  AbstractPancasila values derived from 5 basics, which consist of divinity, humanity, unity, democracy, and justice which are universal and objective where these values contain permanent meanings and can be implemented and recognized by the whole world. These Pancasila values function as life guidelines so that they become a unified whole to achieve the same goal. As we know, in the current era of globalization and modernization, the Indonesian state is faced with the challenge of what solutions must be taken to maintain Pancasila as the basis of its country. This is called a challenge for our country because maintaining Pancasila is not an easy thing for all Indonesian citizens to do. As the next generation of our nation, we must have a sense of nationalism and patriotism embedded in us. The negative impact generated by the currents of globalization and modernization makes the next generation of the nation experience moral damage. It is very unfortunate and special attention must be paid to the younger generation because as the younger generation they should be able to continue the services of the heroes who have fought to build an independent Indonesia. Therefore, it is necessary to cultivate the values contained in Pancasila in the next generation of the nation. This research was conducted by the author using a qualitative method which aims to discuss the "Strategy to Grow Pancasila Values in the Character of the Next Generation of the Nation" which examines several journals and books.Keywords: Pancasila values, Globalization, Modernization