cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Tantangan Pengembangan Industri Pertahanan Indonesia Wirandita Gagat Widyatmoko; Hikmat Zakky Almubaroq; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.696 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3633

Abstract

AbstrakPelaksanaan upaya pembangunan pertahanan negara merupakan kewajiban dari setiap negara, oleh karena itu pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mencantumkan pembangunan pertahanan melalui Industri Pertahanan sebagai salah satu agenda pembangunan nasional. Peningkatan kemampuan Industri Pertahanan dalam negeri akan mendorong kemandirian negara untuk memenuhi kebutuhan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang dibutuhkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk melakukan tugas pokok dan fungsinya. Industri Pertahanan yang dapat memenuhi kebutuhan akan mengurangi ketergantungan Indonesia akan alutsista hasil impor dari luar negeri. Namun dalam realisasinya, Indonesia menemui sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Dalam penelitian, sumber data penelitian artikel yang ditulis didapatkan melalui sumber beragam, meliputi buku, jurnal, dan berita di internet. Hasil penelitian artikel ini menunjukkan bahwa tantangan dalam mengembangkan industri pertahanan demi membangun kemampuan pertahanan masih banyak yang harus dibenahi. Untuk itu, perlu sinergi dari berbagai lini utama, khususnya dalam hal riset dan pengembangan teknologi. Selain itu, pemerintah perlu menjalin sinergitas dengan pelaku industri dalam perencanaan kebutuhan alutsista.Keywords: Tantangan, Industri Pertahanan, Indonesia AbstractThe implementation of the country's defense development efforts is an obligation of every country, therefore the government through the National Medium-Term Development Plan (RPJMN) lists defense development through the Defense Industry as one of the national development agendas. Increasing the capability of the domestic Defense Industry will encourage the country's independence to meet the needs of the Main Weapon System Equipment (Alutsista) needed by the Indonesian National Army (TNI) to perform its main duties and functions. The defense industry that can meet the needs will reduce Indonesia's dependence on defense equipment imported from abroad. However, in its realization, Indonesia encountered a number of challenges that needed to be overcome. In research, the sources of research data for articles written are obtained through various sources, including books, journals, and news on the internet. The results of this article's research show that the challenges in developing the defense industry in order to build defense capabilities are still many that must be addressed. For this reason, synergy from various main lines is needed, especially in terms of research and technology development. In addition, the government needs to establish synergy with industry players in planning defense equipment needs.Keywords: Challenges, Defense Industry, Indonesia
Peranan Dinas Sosial Dalam Rehabilitasi Sosial Anak Terlantar di Kabupaten Karawang Andry Yeremia; Maulana Rifai; Dadan Kurniansyah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.792 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3636

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan peneliti terhadap masih mudahnya ditemui Anak Terlantar di sudut sudut kota Kabupaten Karawang,dimana Anak yang semestinya masih mendapatkan perlindungan orangtua dan bersekolah sudah harus merasakan hidup di jalanan untuk mencari uang dengan cara mengamen, mengemis hingga berjualan. Dimana stigma masyarakat masih menganggap negatif dengan adanya Anak Terlantar,akan tetapi di sisi lain peran pemerintah diperlukan untuk memperhatikan dan melindungi Anak Terlantar ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengidentifikasi peran Dinas Sosial dalam Rehabilitasi Sosial Anak Terlantar Di kabupaten Karawang. Peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara,observasi,dokumentasi dan triangulasi. Data diambil dari narasumber yang ditetapkan berdasarkan sampel nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini terdiri dari Kepala Bidang Rehabilitasi,Kepala Seksi Rehabilitasi Anak Terlantar dan Lanjut Usia. Peneliti menggunakan teori Peranan menurut Levinson yaitu Norma, Konsep, dan Perilaku. Hasil penelitian menunjukkan masih kurangnya sosialisasi terkait program sehingga menyebabkan program yang Diadakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Karawang belum mampu mengurangi jumlah Anak Terlantar dan belum mampu merehabilitasi Anak Terlantar sesuai target Dinas Sosial.Kata Kunci: Anak Terlantar, Rehabilitasi Anak Terlantar, Peranan Dinas Sosial AbstractThe study is backed up by researchers’ observation of abandoned children in the corner of the city of khanewal district,where children who should still be given parental protection and go to school must live on the streets to make money by fishing,begging to selling. Where the stigma of society still treats its negative impact on displaced children ,however,on the other hand,the role of government is required to observe and and protect these displaced children. The purpose of this study was to analyze and identify the role of the Social Service in the Social Rehabilitation of Neglected Children in Karawang district. Researchers used a descriptive method with a qualitative approach. The data collection technique is done by interview, observation, documentation and triangulation. The data were taken from selected sources based on nonprobability sampling with purposive sampling technique. The informants in this study consisted of the Head of Rehabilitation, the Head of the Rehabilitation Section for Neglected Children and the Elderly. . Researchers used the Role theory according to Levinson namely Norms, Concepts, and Behaviors. The results showed that there is still a lack of socialization related to the program, causing the program held by the Social Service of Karawang Regency to not be able to reduce the number of children and not be able to rehabilitate abandoned children according to the target of the Social Service.Keywords: Neglected Children, Rehabilitation of Neglected Children, Role of Social Service
Bagaimana Pengembangan Instrumen Deteksi Dini Perkembangan Sosial Anak ? Annisa Dena Salsabila; Sima Mulyadi; Edi Hendri Mulyana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.18 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3637

Abstract

AbstrakDeteksi dini merupakan sebuah upaya penjaringan yang dilakukan secara menyeluruh untuk menemukan penyimpangan pada tumbuh Kembangan anak dan mengetahui serta mengenal faktor dan resiko anak yang mengalami penyimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen deteksi dini perkembangan sosial anak usia 4 tahun, menghasilkan instrumen deteksi dini sosial anak usia 4 tahun dan terbentuknya perkembangan instrument deteksi dini perkembangan sosial anak usia 4 tahun untuk kepentingan pendidikan anak usia dini. Adapun rancangan penelitian ini menggunakan Educational Design Research (EDR) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk merancang pengembangan instrument deteksi dini perkembangan sosial anak usia 4 tahun. Tahap analisis dan eksplorasi menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara kepada guru kelompok A. Instrumen deteksi dini perkembangan sosial anak usia 4 tahun merupakan menjaring permasalahan perkembangan sosial anak dan untuk mengoptimalkan perkembangan sosial anak.Kata Kunci: Instrumen, Deteksi Dini, Perkembangan Sosial AbstractEarly detection is a comprehensive screening effort to find deviations in the growth and development of children and to know and recognize the factors and risks of children experiencing deviations. This study aims to develop an instrument for early detection of social development for children aged 4 years, produce instruments for early detection of social development for children aged 4 years and the development of instruments for early detection of social development for children aged 4 years for the benefit of early childhood education. The research design uses Educational Design Research (EDR) which is a research method used to design the development of an early detection instrument for the social development of children aged 4 years. The analysis and exploration phase uses observation techniques and interview techniques to group A teachers. The instrument for early detection of social development of children aged 4 years is to capture problems of children's social development and to optimize children's social development.Keywords: Instrument, Early Detection, Social Development
Pengawasan Pemilihan Umum Indonesia di Era Kemajuan Teknologi Informasi Fuad Fuad; Ontran Sumantri Riyanto; Kelik Endro Suryono
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.032 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3639

Abstract

AbstrakCiri paling mendasar dari sebuah demokrasi adalah adanya hak pilih yang transparan dan demokratis secara universal. Seiring waktu, pelaksanaan pemilihan umum harus dipantau. Penting untuk membahas masalah penggunaan teknologi informasi dalam melakukan pemilihan umum, karena hampir setiap negara modern telah memakai teknologi informasi dalam pelaksanaan pemilu untuk mencapai pemilihan yang berkualitas. Oleh karena itu, teknologi informasi harus digunakan untuk mendukung fungsi pengawasan dalam penyelenggaraan pemilu umum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data sekunder melalui penelusuran pustaka, menelaah bahan-bahan yang diambil dari literatur yaitu undang-undang, jurnal, buku dan berita online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendorong optimalisasi pemantauan pemilu umum dengan menggunakan teknologi informasi. Penggunaan teknologi informasi dalam pemilu umum menjadi isu penting, terutama terkait pengawasan. Penyelenggaraan pemilu legislatif di era kemajuan teknologi informasi yang berkembang saat ini diperlukan sumber daya manusia yang profesional dalam hal untuk mempermudah kinerja penyelenggara pemilu umum dan meminimalisir kesalahan data baik di tingkat daerah maupun pusat. Proses pengawasan pemilu saat ini sudah berjalan baik, namun karena keterbatasan sumber daya manusia, jangkauan yang luas dari lembaga pemantau pemilu, berbagai upaya kecurangan, dan kurangnya sosialisasi yang optimal dalam penggunaan dan pemantauan teknologi informasi hal tersebut menjadi merupakan kelemahan dalam pengawasan.Kata Kunci: Pemilihan Umum, Pengawasan, Teknologi Informasi AbstractThe most fundamental feature of a democracy is the existence of universally transparent and democratic suffrage. Over time, the conduct of elections should be monitored. It is necessary to discuss the issue of using information technology in conducting elections, because almost every modern country has used information technology in the conduct of elections to achieve quality elections. Therefore, information technology must be used to support supervisory functions in the holding of general elections. This research uses normative juridical methods by using secondary data collection techniques through literature searches, examining materials taken from literature, namely laws, journals, books and online news. The purpose of this study is to encourage the optimization of general election monitoring using information technology. The use of information technology in general elections is an important issue, especially related to supervision. The implementation of legislative elections in the era of advances in information technology that is developing today requires professional human resources in terms of facilitating the performance of general election organizers and minimizing data errors both at the regional and central levels. The election supervision process is currently running well, but due to limited human resources, the wide reach of election monitoring agencies, various fraud efforts, and the lack of optimal socialization in the use and monitoring of information technology, these are weaknesses in supervision.Keywords: Elections, Surveillance, Information Technology
Pengaruh Motivasi Kerja PT. Gapura Angkasa Terhadap Kualitas Pelayanan Penumpang di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Bintang Akbar Maulana; Nuning Agustina Ambarsari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.309 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3641

Abstract

AbstrakKualitas pelyanan berarti tingkat layanan yang terkait dengan harapan dan kebutuhan pelanggan. Yang mana ini berarti bahwa perusahaan dapat dikatakan mampu menyediakan produk baik barang ataupun jasa, jika sesuai dengan keinginan pelanggan. Jika pelanggan merasa puas dengan produk serta pelayanan perusahaan, berarti kualitas pelayanan dikatakan baik. Kinerja pelayanan kebandarudaraan perlu meningkatkan kualitas pelayanan yang efektif dan efisien, sehingga bandar udara mampu bersaing dalam kancah regional dengan menghasilkan produk pelayanan bermutu dan biaya relatif terjangkau oleh para pengguna jasa. penulis tertarik mengambil judul “Pengaruh Motivasi Kerja Gapura Angkasa Terhadap Kualitas Pelayanan Penumpang Di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang”. memiliki rumusan masalah Apakah motivasi kerja Gapura Angkasa berpengaruh terhadap kualitas pelayanan penumpang di Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif atau metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat potivisme. Adapun sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, data primer data yang di dapat dari karyawan PT. Gapura Angkasa yang dimintai tanggapan melalui kuesioner yang diberikan, tentang variabel penelitian yang meliputi variabel Motivasi Kerja dan variabel Kualitas pelayanan penumpang. Berdasrkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa variabel motivasi kerja (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel kualitas pelayanan kepada penumpang (Y) dan sumbangan antara variabel motivasi kerja terhadap kualitas pelayanan penumpang memberikan kontribusi sebesar R square terdapat angka 0,126 artinya bahwa variabel motivasi kerja  (X) memberikan kontribusi sebesar 0,126  atau 12,6% terhadap kualitas pelayanan kepada penumpang.Kata Kunci: Motivasi Kerja, Kualitas Pelayanan Penumpang, PT. Gapura Angkasa. AbstractService quality means the level of service related to customer expectations and needs. Which means that the company can be said to be able to provide products, both goods and services, if it is in accordance with the wishes of the customer. If the customer is satisfied with the company's products and services, it means that the quality of service is said to be good. The performance of airport services needs to improve the quality of services that are effective and efficient, so that airports are able to compete in the regional arena by producing quality service products and relatively affordable costs for service users. The author is interested in taking the title "The Effect of Gapura Angkasa's Work Motivation on the Quality of Passenger Service at Ahmad Yani International Airport, Semarang". has a problem formulation Does Gapura Angkasa's work motivation affect the quality of passenger service at Ahmad Yani International Airport, Semarang. This research uses quantitative methods or research methods based on the philosophy of potivism. The data sources used are primary data and secondary data, primary data data obtained from employees of PT. Gapura Angkasa were asked for responses through a questionnaire that was given, regarding research variables which included work motivation variables and passenger service quality variables. Based on the data analysis carried out, it was concluded that the work motivation variable (X) had a significant effect on the variable quality of service to passengers (Y) and the contribution between the work motivation variable on the quality of passenger service contributed to R square there was a number 0.126, meaning that the work motivation variable (X) contributed 0.126 or 12.6% to the quality of service to passengers.Keywords: Work Motivation, Passenger Service Quality, PT. Space Gate.
Menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045 Melalui Pendidikan Karakter Berbasis ISEQ Gufanta Hendryko Purba; Cici Fitri Bety
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.512 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3642

Abstract

AbstrakPendidikan karakter berbasis IESQ merupakan suatu sistem pendidikan gabungan dari beberapa karakter kecerdasan, yakni kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Keseimbangan IESQ semestinya diterapkan dalam praktik pendidikan di Indonesia. Selain itu, untuk menyukseskan Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan karakter ini juga memerlukan partisipasi dan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya dari pemerintah saja tetapi dari seluruh elemen yang ada dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur yang berhubungan dengan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) yang kemudian dikombinasikan menjadi suatu kesatuan basis pendidikan karakter yang disebut sebagai IESQ. Konsep ini bisa menjadi sebuah solusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, IESQ, Indonesia Emas 2045 AbstractIESQ-based character education is a combined education system of several intelligence characters, namely intellectual intelligence (IQ), emotional intelligence (EQ), and spiritual intelligence (SQ). The balance of IESQ should be applied in educational practices in Indonesia. In addition, to succeed Indonesia Emas 2045 through character education also requires participation and support from various parties, not only from the government but from all elements in the community. This study aims to analyze literature related to intellectual intelligence (IQ), emotional intelligence (EQ), and spiritual intelligence (SQ) which are then combined into a unified character education base referred to as IESQ. This concept can be a solution to realize Indonesia Gold 2045.Keywords: Character Education, IESQ, Indonesia Gold 2045
Peran Guru IPS dalam Menanamkan Sikap Empati dan Kepedulian Sosial Siswa Kelas XI MA Sunan Ampel Kamalkuning Krejengan Probolinggo Diyaul Badri; Abu Yazid Adnan Quthny; Achmad Zurohman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.725 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3645

Abstract

AbstrakLatar belakang Penelitian ini ialah Pendidikan moral yang menjadi wadah dalam mencetak generasi penerus bangsa yang memiliki budi pekerti yang baik. Nilai-nilai tradisi yang menjunjung tinggi akan moralitas saat ini sudah sedikit demi sedikit mulai bergeser seiring adanya dampak dari era globalisasi dan teknologi. Penelitian ini mempunya tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran guru ips dalam menanamkan sikap empati dan kepedulian sosial siswa di MA Sunan Ampel Kamalkuning Krejngan Probolinggo. Dan jenis Penelitian ini menggunakan Penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Adapun subjek dalam Penelitian ini adalah Kepala Sekolah,guru ips, TU, dan siswa Kelas XI. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Peran guru IPS dalam menanamkan sikap empati dan kepedulian sosial siswa di kelas XI MA Sunan Ampel Kamalkuning Krejengan sudah bisa dikatakan bagus dalam menerapkannya kepada siswa.Kata Kunci: Guru IPS, Sikap empati, kepedulian sosial. AbstractThe background of this research is moral education which is a forum for printing the next generation of the nation who has good character. Traditional values that uphold morality are now gradually starting to shift along with the impact of the era of globalization and technology. This study aims to describe the role of social science teachers in instilling empathy and social care in students at MA Sunan Ampel Kamalkuning Krejngan Probolinggo. And this type of research uses field research using qualitative methods. The subjects in this study were the principal, social science teacher, TU, and class XI students. The results of this study indicate that the role of social science teachers in instilling empathy and social care in students in class XI MA Sunan Ampel Kamalkuning Krejengan can be said to be good in applying it to students.Keywords: Social Studies teacher, Attitude of empathy, social care.
Implementasi Vaksinasi Covid-19 Bagi Narapidana di Lapas Kelas 1 Bandar Lampung Risti Dwi Ramasari; Rizka Nabila Z.A
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.705 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3656

Abstract

AbstrakWarga binaan memang merupakan seseorang yang telah melanggar hukum. Namun tidak berarti bahwa hak-hak asasi yang melekat pada dirinya hilang dan dapat diperlakukan secara tidak manusiawi oleh pihak lain untuk menebus kesalahannya. Warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau penghuni rutan dan lapas di Indonesia termasuk di tempat-tempat penahanan bukan rutan/lapas harus menjadi bagian dari prioritas pemberian vaksin, tidak hanya untuk petugas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian skripsi ini ialah pendekatan yuridis normatif dan pendekatan empiris. Pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan dan studi lapangan.Pelaksanaan program vaksinasi covid-19 di Lapas Kelas IA Bandar Lampung sudah optimal dan diharapkan komunitas narapidana dan tahanan dapat membentuk kekebalan imunitas dalam suatu kelompok atau yang biasa disebut herd immunity. Sehingga, penularan virus covid-19 di Lapas dapat ditekan. Kendala dalam pelaksanaan pemberian Vaksin Covid-19 di Lapas Kelas 1 Bandar Lampung antara lain yaitu Narapidana dan tahanan tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Nomor Induk Kependudukannya tidak tercatat di bagian register Lapas Kelas IA Bandar Lampung; Narapidana dan tahanan enggan untuk di suntik vaksinasi; Narapidana dan tahanan memiliki riwayat penyakit ataupun tidak memenuhi standard kesehatan yang telah ditetapkan.Kata Kunci: Vaksinasi, Covid-19, Narapidana, Lapas Kelas 1 Bandar lampung. AbstractThe inmates are indeed someone who has violated the law. However, it does not mean that the human rights attached to him are lost and can be treated inhumanely by other parties to make amends for their mistakes. Correctional inmates (WBP) or inmates of detention centers and prisons in Indonesia, including those in non-rutan/prison detention places, must be part of the priority in administering vaccines, not only for officers. The research method used in this thesis research is a normative juridical approach and an empirical approach. Data collection is based on literature studies and field studies. The implementation of the covid-19 vaccination program at the Class IA prison in Bandar Lampung is optimal and it is hoped that the inmates and prisoners community can form immunity in a group or what is commonly called herd immunity. Thus, the transmission of the Covid-19 virus in prisons can be suppressed. Obstacles in administering the Covid-19 Vaccine at Class 1 Lapas Bandar Lampung, among others, are prisoners and detainees who do not have an Identity Card (KTP) or their Population Identification Number is not recorded in the register section of the Class IA prison in Bandar Lampung; Inmates and prisoners are reluctant to be vaccinated; Inmates and detainees have a history of illness or do not meet established health standards.Keywords: Vaccination, Covid-19, Inmates, Class 1 Prison in Bandar Lampung.
Pertimbangan Hakim dalam Perkara PMH oleh Prumnas Way Halim Akibat Kelalaian Pembuatan Sertifikat Tanah Ferdi Irawan; Erlina B; Melisa Safitri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.979 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3657

Abstract

AbstrakSertifikat merupakan surat tanda bukti hak milik atas suatu benda, seperti misalnya tanah, bangunan, dan lain-lain. Permasalahan dalam penelitian ini faktor penyebab terjadinya perbuatan melawan hukum oleh prumnas way halim akibat kelalaian pembuatan sertifikat hak atas tanah dan apakah yang menjadi pertimbangan hakim dalam perkara perbuatan melawan hukum oleh prumnas way halim. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian skripsi ini ialah pendekatan yuridis normatif dan pendekatan empiris. Pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan dan studi lapangan. Narasumber dalam penelitian ini adalah Hakim pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang. Dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan perkara perbuatan melawan hukum oleh prumnas way halim dikabulkan sebagian dan yang menjadi dasar pertimbangan tindakan Tergugat yang telah melakukan perbuatan melawan hukum yang mana mengakibatkan timbulnya kerugian terhadap Penggugat disebabkan tindakan Tergugat yang tidak memiliki arsip dokumen atas tanah objek sengketa yang diperkuat dengan keterangan saksi dan bukti-bukti surat dalam persidangan maka tuntutan kerugian adalah patut dan wajar, dan beralasan hukum untuk dikabulkan. Perumnas Way Halim, Developer perumahan dan Perusahaan yang bergerak dalam bidang pengadaan perumahan untuk senantiasa mentaati segala undang-undang maupun peraturan yang berlaku di Indonesia serta harus beritikad baik dalam menjalankan aktivitas usahanya.Kata Kunci: Pertimbangan Hakim, PMH, Sertifikat Tanah. AbstractA certificate is a letter of proof of property rights to an object, such as land, buildings, and others. The problem in this study is the factor causing the occurrence of unlawful acts by prumnas way halim due to negligence in making land rights certificates and what is considered by the judge in cases of unlawful acts by prumnas way halim. The research methods used in this thesis research are normative juridical approaches and empirical approaches. Data collection is based on literature studies and field studies. The resource person in this study was a Judge at the Tanjung Karang District Court. The basis for the judge's consideration in passing the judgment of the case of unlawful acts by prumnas way halim is partially granted and which is the basis for consideration of the actions of the Defendant who has committed an unlawful act which results in the occurrence of losses against the Plaintiff due to the actions of the Defendant who does not have a document archive on the land of the object of dispute which is strengthened by the testimony of witnesses and evidence of letters in the trial, the claim for loss is appropriate and it is reasonable, and it is reasonable for the law to be granted. Perumnas Way Halim, a housing developer and company engaged in housing procurement to always comply with all applicable laws and regulations in Indonesia and must have good faith in carrying out their business activities.Keywords: Judge Considerations, PMH, Land Certificates.
Tektualitas dan Kontektualitas Pancasila dalam Paradigma Kehidupan Berbangsa Fatkhul Muin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.573 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3658

Abstract

AbstrakRelasi utama dalam tektual dan kontekstual Pancasila selalu berkorelasi dengan hakikat kehidupan berbangsa dan kehidupan bernegara. Pluralitas, multikulturalias dalam aktualisasi Pancasila dalam sila-sila yang termaktub dalam batang tubuh Pancasila menjadi hakikat anatomi dari paradigma kehidupan bangsa Indonesia. reflekesi dan realitas Pancasila harus mendorong perubahan fundamental kebangsaan, kerusakan dan kehancuran akibat dari Tindakan-tindakan sistemik yang dilakukan oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab terhadap eksistensi Pancasila. Pemahaman terhadap akomodasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi jalan tengah untuk menciptakan tatanan bernegara bangsa Indonesia, dimana rumusan Pancasila sebagai rumusan sumber hukum dan jalan tengan akomodasi bagi kehidupan bangsa Indonesia tergambar dalam dialektika Pancasila dengan rumusan-rumusan universalitas dengan doktrin utama nusantara.Kata Kunci: Paradigma, Tektualitas, Kontektualitas, Pancasila AbstractThe main relationship in the textual and contextual context of Pancasila is always correlated with the nature of national life and state life. Plurality, multiculturalism in the actualization of Pancasila in the precepts embodied in the body of Pancasila is the anatomical nature of the paradigm of the Indonesian nation's life. the reflection and reality of Pancasila must encourage fundamental national changes, damage and destruction as a result of systemic actions carried out by groups who are not responsible for the existence of Pancasila. The understanding of the accommodation of Pancasila in the life of the nation and state is a middle way to create a state order for the Indonesian nation, where the formulation of Pancasila as the formulation of the source of law and the middle way of accommodation for the life of the Indonesian nation is reflected in the dialectic of Pancasila with the formulations of universality with the main doctrine of the archipelago.Keywords: Paradigm, Factuality, Contextuality, Pancasila

Page 79 of 168 | Total Record : 1679