cover
Contact Name
Lukman
Contact Email
putrasanggar231@gmail.com
Phone
+6282339832420
Journal Mail Official
putrasanggar231@gmail.com
Editorial Address
http://ejournal.iaimbima.ac.id/index.php/pelangi/about/contact
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 2655593     EISSN : 27456439     DOI : -
Core Subject : Education,
Fokus jurnal ini adalah studi akademik dilingkup TK/PAUD dalam berbagai perspektif yang berupa artikel hasil pemikiran dan penelitian pendidikan PAUD/TK.Ruang lingkup jurnal ini mengkhususkan pada pendidikan dasar terutama dilingkup Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah dalam berbagai disiplin ilmu dan perspektif, meliputi isu-isu sebagai berikut: 1. Kurikulum Pembelajaran PAUD/TK 2. Metodologi Pembelajaran PAUD/TK 3. Pembelajaran IPA PAUD/TK 4. Pembelajaran Bahasa PAUD/TK 5. Pembelajaran matematikan PAUD/TK 6. Assessment Pembelajaran Siswa PAUD/TK 7. Budaya dan Nilai Kaarifan Lokal di PAUD/TK
Articles 350 Documents
MENGHIDUPKAN DOA DI USIA DINI: STUDI KASUS DUKUNGAN ORANG TUA TERHADAP PEMBIASAAN DOA HARIAN ANAK DI TK KANISIUS KURMOSARI SEMARANG Endajanitra, Patricia Inez
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.5982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dukungan orang tua terhadap pembiasaan doa harian anak usia dini di TK Kanisius Kurmosari Semarang serta memahami bagaimana kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam menghidupkan praktik doa sejak dini. Penelitian ini berangkat dari fenomena menurunnya minat dan kebiasaan anak dalam berdoa di rumah, yang disebabkan oleh kesibukan orang tua dan perubahan pola hidup modern. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, serta beberapa orang tua peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan doa harian di sekolah dilakukan secara rutin pada tiga momen utama, yaitu doa pagi, doa sebelum dan sesudah makan, serta doa sebelum pulang. Guru berperan aktif membimbing anak dalam berdoa dan memberi keteladanan melalui pembiasaan yang konsisten. Dukungan orang tua terlihat melalui teladan doa di rumah, pengawasan kegiatan rohani anak, serta komunikasi intensif dengan guru melalui grup kelas. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi faktor kunci dalam menumbuhkan karakter religius dan spiritualitas anak. Pembiasaan doa harian tidak hanya membangun kedisiplinan spiritual, tetapi juga membentuk rasa syukur, empati, dan moralitas anak sejak usia dini. Kesimpulan penitian ini adalah dukungan orang tua berperan signifikan dalam menghidupkan budaya doa anak di lingkungan keluarga dan sekolah.
PENGARUH KEGIATAN EKSPERIMEN SEDERHANA TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI 5 - 6 TAHUN DI TK ANNITA KAB. TAKALAR Hotimah, Khusnul
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.5638

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan kognitif anak usia dini. Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui gambaran kemampuan kognitif anak sebelum dan sesudah diberikan metode eksperimen sederhana (2) mengetahui gambaran kemampuan kognitif anak sebelum dan sesudah diberikan metode eksperimen sederhana pada kelompok kontrol dan (3) mengetahui pengaruh metode eksperimen sederhana terhadap kemampuan kognitif anak di TK Annita Kab. Takalar. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif anak pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan setelah perlakuan, dimana skor rata-rata meningkat dari 20,14 menjadi 24,64. Sedangkan pada kelompok kontrol peningkatan kemampuan kognitif tidak signifikan, skor hanya berubah dari 20,29 menjadi 20,82. Uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi 0,001 pada kelompok eksperimen, mengindikasikan pengaruh positif dan nyata dari kegiatan eksperimen sederhana. Kesimpulannya, metode eksperimen sederhana efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini di TK Annita Kab. Takalar melalui pembelajaran berbasis pengalaman langsung yang menyenangkan dan interaktif
ANALISIS POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL PADA KELOMPOK B DI TK MARGOSARI Islahunnisa, Hikmah; Diyah, Dwi Prasetiyawati; Purwadi, Purwadi
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.5783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam hubungan dan pengaruh antara variasi pola asuh orang tua dengan tingkat kecerdasan emosional (KE) yang dimiliki oleh anak-anak Kelompok B di TK Margosari. Kecerdasan emosional, yang mencakup kemampuan mengenali, memahami, mengelola emosi diri, dan berinteraksi secara efektif, merupakan fondasi krusial bagi kesiapan sosial dan akademik anak usia dini. Konteks permasalahan utama yang diangkat adalah adanya indikasi perbedaan signifikan pada kemampuan regulasi emosi dan interaksi sosial anak, yang diduga kuat berkorelasi dengan perbedaan cara orang tua dalam memberikan pengasuhan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam dengan orang tua dan guru, serta studi dokumentasi, dengan fokus pada pemetaan jenis pola asuh (otoritatif, permisif, atau otoriter) yang dominan dan korelasinya terhadap dimensi-dimensi KE anak (seperti kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial). Hasil analisis menemukan bahwa pola asuh Demokratis yang cenderung hangat, responsif, dan menetapkan batasan yang jelas, berkorelasi positif dengan tingkat kecerdasan emosional yang tinggi, ditunjukkan dengan kemampuan anak yang lebih baik dalam mengatasi frustrasi, menunjukkan empati, dan berhasil dalam negosiasi sosial. Sebaliknya, pola asuh Otoriter cenderung menghasilkan anak dengan tingkat pengendalian emosi yang rendah dan kesulitan dalam mengungkapkan perasaan secara verbal, sementara pola asuh Permisif berkorelasi dengan kurangnya disiplin diri dan regulasi emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran orang tua sebagai model utama dalam pembentukan kecerdasan emosional anak di TK Margosari adalah faktor yang sangat menentukan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PjBL) TERHADAP KREATIVITAS DAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI KELOMPOK B DI TK BINA TAMA Rizqiana, Mei Lutfi; Sugiharti, Endah Wahyu
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.6858

Abstract

Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam mengembangkan kreativitas dan kemandirian. Namun, kegiatan pembelajaran di taman kanak-kanak masih sering menggunakan metode konvensional yang berpusat pada guru, sehingga membatasi kesempatan anak untuk bereksplorasi, berkreasi, dan belajar secara mandiri. Kondisi ini menyebabkan anak kurang mendapatkan pengalaman belajar yang aktif dan bermakna dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang lebih inovatif, salah satunya Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PjBL dalam meningkatkan kreativitas dan kemandirian anak kelompok B di TK Bina Tama. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Subjek penelitian terdiri dari anak usia 5–6 tahun dan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mampu meningkatkan kreativitas anak yang terlihat dari munculnya ide yang beragam, keberanian bereksperimen, serta variasi hasil karya yang dihasilkan. Selain itu, PjBL juga meningkatkan kemandirian anak dalam memilih alat dan bahan, menyelesaikan tugas secara mandiri, serta bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan proyek memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar melalui pengalaman langsung. Dengan demikian, PjBL dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kreativitas dan kemandirian anak usia dini.
PENINGKATAN MOTORIK KASAR ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL LOMPAT TALI KARET PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK NEGERI SANGIA KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA Hendrawati, Astuti; Irwan, Irwan; Annafi, Nurfidianty; Lukman, Lukman
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.6883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan keterampilan motorik kasar anak usia 5-6 tahun melalui penerapan permainan tradisional lompat tali karet di TK Negeri Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah anak-anak kelompok usia 5-6 tahun yang terdaftar di TK Negeri Sangia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan lompat tali karet secara signifikan meningkatkan keterampilan motorik kasar anak-anak, yang terlihat dari peningkatan keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan fisik mereka. Selain itu, permainan ini juga membantu meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif anak dalam kegiatan fisik. Berdasarkan temuan ini, disimpulkan bahwa permainan tradisional lompat tali karet efektif sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru di pendidikan Anak Usia Dini untuk meningkatkan keterampilan motorik kasar.
PENGARUH PEMBELAJARAN DILUAR KELAS TERHADAP SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI DI KB BINA LESTARI DUSUN SRITEN Rusmiati, Endang; Sugiharti, Endah Wahyu
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol 8 No 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v8i1.6884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran di luar kelas (outdoor learning ) terhadap perkembangan sosial emosional Anak Usia Dini di KB Bina Lestari Dusun Sriten. Stimulasi yang tepat sangat krusial bagi perkembangan holistik anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Fokus penelitian meliputi inovasi kegiatan seperti pengamatan warna pelangi di alam dan pengecekan fenomena alam siang hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran di luar kelas memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan sosial dan regulasi emosi anak. Melalui interaksi langsung dengan lingkungan dan teman sebaya, anak-anak menunjukkan peningkatan dalam kemampuan bekerja sama, berbagi, rasa percaya diri, serta kemandirian. Selain itu, metode ini terbukti efektif mengatasi kejenuhan anak terhadap aktivitas akademik di dalam kelas. Meskipun terdapat kendala seperti cuaca dan kontrol fokus anak, secara keseluruhan kegiatan ini berhasil mencapai tujuan pengembangan sosial emosional. Hasil penelitian ini merekomendasikan agar pembelajaran di luar kelas dijadikan program prioritas dalam kurikulum pendidikan anak usia dini untuk mendukung perkembangan aspek lainnya secara komprehensif.
PERAN BAHASA IBU TERHADAP KECERDASAN BAHASA TARGET ANAK USIA 4 - 5 TAHUN DI PAUD DARUSSALAMAH BARUH SAMPANG Khoirul Anam
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i1.275

Abstract

This study is entitled The Role of Mother Language on Target Language Intelligence of Children 4-5 Years Old in Darussalam PAUD Baruh Sampang. With the aim of the study is to find out the role of mother tongue on the target language intelligence of children in using language and responding to effective words of communication, both verbally and in writing. The method used is a type of descriptive qualitative approach. Data collection techniques were used observation techniques, direct communication interview techniques and documentation study techniques. The scope and limitations of this study are children who study in Early Childhood Education (PAUD) Darussalamah in the village of Baruh, Sampang Regency. Data sources which are the main subjects of this study are; First, students who study in Darussalam PAUD. Second, the teachers as correctors and children’s language motivators. Third, parents are the children’s languageenvironment. The results of this research are those children who use Indonesian as the target languages in communication are adopted from the mother tongue first and the target language later. This is where the role of mother tongue as a corrector to correct children’s language errors in using the target language,especially the teachers and parents can help the language errors of children to improve their language correctly. In this study the authors assume that mother tongue can also contribute to children’s target language intelligence.
AKTUALISASI MULTIPLE INTELLIGENCES PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN OUTBOUND DI TAMAN KANAK-KANAK ISLAM PELANGI ANAK NEGERI YOGYAKARTA Lukman Lukman
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i1.277

Abstract

This research is titled the actualization of multiple intelligences in children aged 5-6 years through outbound games in the Rainbow Islamic Kindergarten of Yogyakarta State Children. With the aim of analyzing and knowing the results of developing the multiple intelligences approach. This research is expected to contribute positively to the development of Early Childhood learning, especially in multiple intelligences learning in outbound games for Early Childhood, as well as reference material for Rainbow IslamicKindergarten, Yogyakarta Children and the wider community. This type of research is research (field research), namely researchers conduct direct research on the object under study and data collection found in the field. This research includes the type of qualitative research, namely research that intends to understand the phenomenon of what is experienced by the subject of research such as behavior, perceptions, motivations, actions, and others. Data collection techniques were carried out by observing passive participation, through observation, interviews and documentation, and triangulation. After the data is obtained, it checks the validity of the data, analyzes the data with steps of data reduction, data presentation, conclusions, and verification of data. Development of outbound learning is designed sothat children do not feel bored receiving learning in the classroom. The results of the research findings are: first, children can explore and express multiple intelligence in each playing activity using four types of steps,namely; (a) at the time of environmental arrangement, (b) on the footing before playing (circle time1), (c) during playing activities, (d) when stepping after playing (circle time 2 / recalling). Every outbound game always provides communication, counting, gesture, social, cooperation, naturalist, and moral values for children’s development. Second, supporting factors in the actualization of multiple intelligences in Early Childhood Through Outbound Games include; a conducive Taman Kanak environment, creative teachers, game tools that are already available, then supplemented with adequate facilities and infrastructure. While the inhibiting factors in the actualization of multiple intelligences in Early Childhood throughoutbound games include; the absence of good cooperation between teachers and parents of students, community environment, family environment, the presence of social media, and technological sophistication, so that children are very difficult to monitor.
PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF MELALUI BERMAIN PLAYDOUGH Endang Susilowati; Sumiyati Sumiyati; Subawi Subawi
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i1.280

Abstract

This study entitled “Cognitive Capability Enhancement Through Playdough Play For Group B Children at Tunas Bhakti Kindergarten in Tlogosari Village, Tlogowungu District, Tlogowungu District, Pati District 2016/2017. With the aim of: 1) To know cognitive abilities in TK Tunas Bhakti, TlogosariVillage, Tlogowungu District, Pati District, and 2) To find out through playing Playdough can improve cognitive abilities for group B children in Tunas Bhakti Kindergarten, Tlogosari Village, Tlogowungu District, Pati Regency . The method used is classroom action research, which consists of pre-cycle, cycle I and cycle II. In cycle I playing playdough with large groups and cycle II playing playdough with small groups. For this reason the teacher includes Playdough as an additional activity in cognitive development.His research findings are that media used namely media playdough little by little the cognitive of children increasingly grow and develop well. This is proven by the achievement of indicators of children’s success thatresearchers apply that is cognitive students change from stage to stage. The criteria developed very well from the pre cycle as many as 6 children or 33.33% in the first cycle were still 6 children or 33.33% and became 10 children or 55.56%. For categories developed according to expectations of 2 children or 11.11% in the first cycle to 5 children or 27.78% and in the second cycle to 8 children or 44.44%. While for the category began to develop in the pre-cycle number of 2 children or 11.11% then dropped to 1 child or 5.56%. In the second cycle there were no children who entered the category began to develop or 0%. In the undeveloped category in the pre-cycle number 8 or 44.44%, then in the first cycle it was reduced to 6 children or 33.33% and in the second cycle not the children who entered the undeveloped category or 0%. Based on all classroom action research activities ( PTK) it can be concluded that through playdough games can improve children’s cognitive.
PERMAINAN TRADISIONAL MBOJO-BIMA TUTU KALI KU MA..MA.. UNTUK MENSTIMULASI KETRAMPILAN SOSIAL ANAK USIA DINI Masita Masita; Ihwan Ihwan
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v1i1.281

Abstract

This article is titled: Traditional Games of Tutu Kali Ku ma..ma .. To Stimulate Early Childhood Social Skill in Mboj-Bima, with the aim being to get the traditional Mbojo-Bima Tutu Kali game ma ma ... ma ... to stimulateskills social early childhood.The form of the traditional game Mbojo-Bima Tutu Kali Ku ma..ma ... is itMy tutu is ma ... ma ...Sa anggonggo wa’i le le..leu .....La Jami mpako ka dui ma mpekeI want to go to the gopa cave ina na’e gepu .....Wio wao salaja waoKido, salaja kodoI asked you to go gopa ina nae gepuThen the palms are arranged then the group leader chooses to take the hands to be pinched or ears while being lifted up to the height of the height so that it will hurt so much by saying the words: Waura do you know ...Then answered: wauraa .......Ngaha kai uta au ??????????Ngaha Kai Uta KarambaThen once the group leader asked by pinching harderNgaha ka uta au ???????????Ngaha kai uta kahoro ma roci hori ..........After that the group leader quickly removes his hand that picks his hand or ear is up to what is chosen by the leader of the game group.After that the game is done, which is hiding in places that are considered not easy for the game keeper to know, saying: Wauraa ...... ?????Waura ........ ?????Waura ....... ?????Waura ....... ?????Then answered: WauraaThen the leader of the game group sees it and says:Akaku waura eda know reThen that’s all that is done until the game is finished and you get who will be punished. The punishment was whether it was pinched, hit by the palm of his hand. Then finished my tutu times ... bro ... Traditional children’s games are born of culture. the game is a heritage, inheritance from our ancestors. So that by preserving it as the culture of our ancestors. But inheritance itself always changes according to the times and the development of culture. The relevance of the traditional game of Mojo-Bima Tutu My time is ma..ma ... to stimulate the skills of early childhood is my tutu game ma ... ma ... has a strong relationship with the growth and development of early childhood especially. With these games, it will help stimulate early childhood. So that the horizons of thinking become very broad, advanced and creative and most importantly the children will feel happy, happy and happy without any burden as a child. Children will be more open to playing with their friends and will increase intimacy between one child and another. Especially if the child has returned to their home, the socialrelations of the community with their friends are not interrupted. Usually children will always remember what they did when at kindergarten school together with their friends, then if their house is close together the children will come to their friend’s house to play again, repeating the game that has been done at the school. So that his social relations are not only with his peers but with his friends ‘brothers, his friends’ siblings, his friends ‘parents, and also his friends’ neighbors. So that social relations have beennurtured and fostered starting from this early age. When they go up to children, adolescents and adults, the lessons and experiences that they have passed through as children will affect their lives later.