cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 226 Documents
AGAMA LOKAL SUNDA WIWITAN KOMUNITAS SUKU BADUY KENEKES KECAMATAN LUWIH DAMAR, KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Jazuli, Mohamad; Nasution, Ahmad Yani
Tajdid Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5164

Abstract

Abstrak Suku Baduy dikenal sebagai penganut agama Sunda Wiwitan yaitu suatu kepercayaan lokal. yang mempercayai adanya Tuhan dan malaikat serta para nabi. Kehidupan masyarakat Baduy sangat sederhana dan selalu menjaga kelestarian alam karena, hal tersebut menjadi salah satu cara ibadah dan rukun Sunda Wiwitan. Lokasi penelitian adalah Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, dipilih karena masyarakat Baduy di sana masih kuat menjalankan tradisi adat mereka. Penelitian ini mengulas nilai-nilai dalam Sistem Kepercayaan Sunda Wiwitan suku Baduy di Banten. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami realitas sosial dengan lebih mendalam. Penelitian berfokus pada analisis pada kepercayaan Baduy dengan penekanan pada unsur-unsur yang memengaruhinya. Untuk memastikan validitas data, teknik triangulasi sumber dan teori digunakan, meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Secara akademis, penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan secara ilmiah dan akademis terhadap khazanah pengembangan ilmu sosial terlebih dalam masalah yang ada di masyarakat. Dan selanjutnya diharapkan pula penelitian ini dapat dikembangkan kembali bagi peneliti yang tertarik lebih lanjut mengkaji penelitian ini. Kesimpulan penelitian ini: Ajaran Sunda Wiwitan yang dianut oleh Suku Baduy merupakan suatu bentuk Agama sinkretik. Mereka meyakini keberadaan Tuhan Yang Maha Esa, yang mereka sebut Gusti nu Maha Suci Allah nu Maha Kuasa, sebagai pencipta seluruh alam dan isinya. Di samping itu, mereka juga mengimani adanya malaikat serta nabi-nabi, seperti Nabi Adam dan Nabi Muhammad. Keyakinan mereka kepada Allah tampak dalam pengucapan kalimat syahadat baduy, sementara praktik ritual keagamaan mereka berlandaskan pada pikukuh yaitu aturan adat dan ketaatan pada buyut yang dijaga turun menurun oleh puun. Bentuk kepercayaan Sunda Wiwitan mendorong mereka untuk menjaga keharmonisan hutan, sungai, dan gunung, sedangkan bentuk ritual mereka terlihat di antaranya dalam pelaksanaan ritual ibadah di Sasaka Domas, tempat suci masyarakat Baduy Luaran penelitian utama penelitian ini yaitu artikel ilmiah yang dimuat pada jurnal nasional terindeks sinta. Kata kunci: Agama Lokal, Sunda Wiwitan.
PENGUATAN NILAI-NILAI SPIRITUAL MASYARAKAT PADA TRADISI SELAKARAN DALAM PERSFEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Syafrowi, M. Mualla; Silmiati, Silmiati; Fibrianto, Sutrisno; Sayuti, Sadip Indra Irawan
Tajdid Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai spiritual dalam tradisi Selakaran serta relevansinya dengan pendidikan Islam. Tradisi Selakaran merupakan bentuk ritual keagamaan kolektif masyarakat Sasak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis dari perspektif pendidikan Islam. Hasil penelitian, ditemukan Selakaran memiliki fungsi ganda, yakni sebagai ritual spiritual sekaligus sarana pembinaan karakter religius masyarakat. Tradisi ini menanamkan nilai-nilai utama pendidikan Islam seperti keimanan, keikhlasan, kasih sayang, ketawadhuan, ukhuwah Islamiyah, serta ketaatan kepada orang tua dan penghormatan kepada tokoh agama. Nilai-nilai tersebut secara tidak langsung diinternalisasi melalui praktik kolektif dan tradisi lisan yang diwariskan secara turun-temurun. Selain itu, tradisi Selakaran juga mampu memperkuat kesadaran sosial dan kebersamaan melalui semangat gotong royong, menjadikannya relevan sebagai metode pendidikan karakter dalam konteks pendidikan Islam. Selakaran tidak hanya mencerminkan warisan budaya lokal, tetapi memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk spiritualitas dan moral masyarakat
KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM Hijrah, Lalu Akmal
Tajdid Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5242

Abstract

Artikel ini membahas tentang Konsep Manajemen Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif dan studi kepustakaan, penelitian ini menyoroti bagaimana mengembangkan pendidikan secara efektif dan efisien dengan mengedepankan keprntingan bersama dengan cara panda islam. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam konsep islam dalam manajemen pendidikan yaitu dengan cara (POAC) planning, organizing, actuating, dan controlling. Keempat komponen tersebut membutuhkan proses dalam tahapan implementasi program-program organisasi.
MODEL IDEAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM INKLUSIF BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS: ATTENTION DEFICIT DISORDER (ADD) AND SLOW LEARNERS Ulum, Miftahul; Kholik, Nur; Arifah, Selvia Nur; Heriadi, Heriadi
Tajdid Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model manajemen pembelajaran Pendidikan Islam yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya penderita Attention Deficit Disorder (ADD) dan Slow Learner. Menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan analisis isi dan tematik, penelitian ini mengkaji literatur terkait strategi pedagogis, nilai-nilai Islam, dan manajemen pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model ideal pendidikan inklusif yang efektif bagi anak (ADD) dan Slow Learner yang harus dibangun diantarannya seprti; perencanaan kurikulum adaptif, penyusunan modul ajar diferensiatif, serta penyediaan sarana dan prasarana yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Adapun dalam praktik pembelajaran perlu menekankan tahapan identifikasi kebutuhan, penyesuaian strategi, implementasi partisipatif, dan evaluasi berbasis progres individu. Selain itu, dalam integrasi nilai-nilai Islam, seperti kesabaran, kedisiplinan, dan musyawarah, mampu memperkuat dimensi spiritual dan sosial anak berkebutuhan khusus sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri. Disinilah model ideal manajemen pembelajaran inklusif tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menjadi kerangka integratif yang menghubungkan sekolah, keluarga, dan komunitas dalam membangun lingkungan pendidikan yang adil, humanis, dan berkelanjutan.
OPTIMALISASI KOMPETENSI GURU PAI UNTUK MEWUJUDKAN METODE TA’LIM RASULULLAH SAW (Studi Q.S al-Baqarah: 129) Fazal Maula Kamal, Muhammad; Aisyah, Uly Nuha; Perawironegoro, Djamaluddin; Astari, Rika
Tajdid Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5279

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting sebagai pendidik yang menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik. Oleh karenanya penting bagi guru PAI untuk memiliki Kompetensi-kompetensi tertentu agar proses pembelajaran PAI dapat berjalan efektif dan menciptakan generasi yang memiliki pemahaman yang baik tentang ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk membahas kompetensi-kompetensi yang menjadi syarat tercapainya pembelajaran PAI yang sesuai dengan cara pendidikan Rasulullah. Dalam penelitian ini, digunakan metode kualitatif studi literatur untuk menggali informasi terkait kompetensi yang harus dimiliki oleh guru PAI. Sumber primer dalam penelitian ini adalah ayat Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 129, sumber sekunder dari penelitian ini adalah buku, artikel, dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI harus memiliki beberapa kompetensi, antara lain: kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, sosial, kepemimpinan, literasi keagamaan, dan akhlak.
PENDIDIKAN TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA BERBASIS BUDAYA LOKAL: STUDI KASUS SELAMETAN KEMATIAN DI DESA PLAJAN PAKIS AJI JEPARA Najib, Ainun; Rohman, Fathur
Tajdid Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5290

Abstract

Pendidikan toleransi antara umat beragama berbasis budaya lokal di desa plajan. Pendidikan toleransi desa ini mempunyai kebiasaan yang unik yaitu dalam satu desa terdapat beberapa agama namun saling mereka saling menghormati terlebih pada acara selametan kematian. acara selametan sebagai wadah terjalinya toleransi yang kuat antara umat islam kristen hindhu di desa plajan.Penelitian ini mengunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang diteliti dalam penelitian ini ialah masyarakat desa plajan Kabupaten jepara Jawa tengah . Wawancara dilakukan terhadap tokoh dan masyarakat desa plajan. dari wawancara itu diharapkan memperoleh informasi yang relevan dan mencukupi terkait dengan inti pembahasan dalam penelitian ini. Ada dua jenis data yang digunkan dalam penelitian ini, yaitu data primer dan data sekunder. hasil dari pembahasan ini meliputi tiga aspek yaitu sebagai bahan pembelajaran langsung ( content integration sebagai tempat nilai praktek toleransi secara langsung ( laboratorium sosial ), sebagai pengalaman pendidikan adil dan setara (equity integration ).
TINGKAT MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA KELAS XI PADA PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Silmiati, Silmiati; Syafrowi, M. Mualla; Fibrianto, Sutrisno; Saputra, Angga
Tajdid Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5299

Abstract

Motivasi belajar siswa belum sepenuhnya tumbuh dalam pembelajaran pendidikan agama Islam (PAI) di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat motivasi belajar siswa kelas XI di SMA NW Narmada pada pembelajaran PAI di era Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan angket kemudian dianalisi berdasarkan indikator motivasi belajar siswa menurut Adinda Lestari (2025). Hasil analisis data menunjukkan bahwa masing-masing indikator yakni indikator 1 sebanyak 62,5% menjawab “Ya” dan 37,5% menjawab “Tidak”, indikator 2 sebanyak 67,5% menjawab “Ya” dan 32,5% menjawab “Tidak”, indikator 3 sebanyak 75% menjawab “Ya” dan 25% menjawab “Tidak”, indikator 4 sebanyak 60% menjawab “Ya” dan 40% menjawab “Tidak”, dan indikator 5 sebanyak 60% menjawab “Ya” dan 40% menjawab “Tidak”. Rata-rata hasil analisis indikator motivasi siswa menjawab “Ya” adalah 65% sedangkan rata-rata yang menjawab “tidak” sebanyak 35%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat literasi siswa pada pembelajaran PAI di era Revolusi Industri 4.0 berada pada tingkatan tinggi
IMPLEMENTASI METODE DISCOVERY DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Hamzah, Muhamad; Khodijah, Khodijah
Tajdid Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5337

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat memerlukan metode yang tepat dalam proses pembelajaran agar siswa lebih paham materi Pendidikan Agama Islam melalui penerapan metode tersebut, agar kegiatan belajar mengajar akan melahirkan interaksi unsur-unsur manusiawi sebagai suatu proses dalam mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Guru berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif di kelas agar siswa bersemangat untuk selalu belajar dan belajar, terutama mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang relatif banyak pembahasan materinya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi metode discovery dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Randudongkal, Faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat penerapan metode discovery dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Randudongkal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi metode discovery dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Randudongkal, untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat penerapan metode discovery dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Randudongkal. Kegunaan penelitian dapat menambah ilmu pengetahuan serta membangkitkan semangat dan kreatifitas guru dalam belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah studi lapangan (field research). Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian ini observasi, interview, dan dokumentasi. Adapun dalam menganalisis data peneliti menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: implementasi metode discovery leraning pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Randudongkal dibagi menjadi tiga tahapan: Pertama, kegiatan pendahuluan, Kedua kegiatan inti, Ketiga, kegiatan penutup. Pada kegiatan inti, metode pembelajaran discovery learning dibagi menjadi lima tahapan yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi dan mengkomunikasi. Adapun evaluasi pembelajaran discovery learning ini prosesnya dilakukan dengan tiga jenis yaitu penilaian proses, penilaian produk dan penilaian sikap. Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat metode pembelajaran discovery learning secara umum berdasarkan observasi di lapangan dan hasil wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam yang bersangkutan ialah: Peserta didik, guru, sarana prasarana dan strategi pembelajaran.
MEMBANGUN KARAKTER DAN TOLERANSI MELALUI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL DAN INKLUSIF Nasaruddin, Nasaruddin; Ilham, Ilham; Ahmad, Ahmad
Tajdid Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan strategi implementasi pendidikan Islam multikultural dan inklusif dalam membangun karakter serta toleransi peserta didik di era global. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya tantangan sosial akibat konflik intoleransi dan pergeseran nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat yang semakin beragam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan (library research), melalui penelusuran berbagai sumber ilmiah seperti buku, jurnal, artikel akademik, dan kebijakan pendidikan yang relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk menemukan pola, makna, dan hubungan antar konsep dalam literatur yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam multikultural memiliki peran penting dalam memperkuat karakter peserta didik melalui penanaman nilai keadilan, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan. Sekolah berfungsi sebagai miniatur masyarakat yang mempraktikkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin melalui budaya inklusif dan kegiatan kolaboratif yang menumbuhkan solidaritas sosial. Kepala sekolah berperan dalam menciptakan kebijakan dan iklim pendidikan yang mendukung penerapan nilai multikultural, sedangkan guru menjadi agen utama dalam mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran. Pemanfaatan teknologi juga menjadi faktor penting yang memperluas akses pengetahuan lintas budaya serta menumbuhkan sikap terbuka terhadap keberagaman.
PERAN AKHLAK TASAWUF DALAM PEMBENTUKAN MASYARAKAT DAMAI DAN BERADAB Ulfa, Maria; Nurhayati, Eneng
Tajdid Vol 9 No 2 (2025): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i2.5449

Abstract

Akhlak tasawuf merupakan dimensi spiritual Islam yang menekankan penyucian jiwa, pengendalian nafsu, dan pembentukan moral yang luhur. Dalam konteks sosial, nilai-nilai tasawuf seperti keikhlasan, kasih sayang, tawadhu‘, sabar, dan toleransi memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang damai dan beradab. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi akhlak tasawuf terhadap pembentukan tatanan sosial yang harmonis dan beretika. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah karya-karya klasik para sufi serta literatur kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai tasawuf mampu menumbuhkan kesadaran spiritual individu yang berimplikasi pada perilaku sosial yang humanis, empatik, dan saling menghormati. Dengan demikian, akhlak tasawuf dapat menjadi fondasi moral dalam membangun masyarakat yang damai, adil, dan berkeadaban di tengah tantangan modernitas dan krisis moral global.