cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 533 Documents
REFLEKSI NAFS DALAM KISAH NABI YUSUF AS DAN ZULAIKHA: ANALISIS TAFSIR AL-MISHBAH KARYA QURAISH SHIHAB M. Sulhan; Eva Latipah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1165

Abstract

The story of the Prophet Yusuf as ahsanul qashas (the best story) which is enshrined in the Qur'an. The story of the Prophet Yusuf is a story that has a wealth of meaning and learning in all aspects of life. This article attempts to analyze the richness of meaning contained in surah Yusuf which is related to the levels and expressions of the nafs. The research method in this article uses descriptive qualitative with a library research approach. Theoretical analysis uses the perspective of Tafsir Al-Mishbah by Quraish Shihab. The purpose of this research is to answer how the expression of nafs and levels of nafs are contained in the story of Prophet Yusuf and Zulaikha. The results of the study show that the nafs in the story of Prophet Yusuf and Zulaikha are distinguished by two tendencies: First, the level of anger in Zulaikha's personality and behavior which is depicted in obedience to lust and following the devil's temptations. Second, the levels of muthmainnah and radhiyah nafs in Yusuf's personality which are described by calm, obedience, peace, and fortitude in going through every test given by Allah SWT. The study in this research is limited to the story of persuasion planned by Zulaikha.
METODE PENGAJARAN DALAM PERSPEKTIF Al-QURAN (TINJAUAN Q.S. AN-NAHL AYAT 125) Nasaruddin Nasaruddin; Fathani Mubarak
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1190

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam merupakan sumber rujukan paling utama, tentunya di dalam al-Qur’an juga memuat nila-nilai pendidikan dan metode pengajaran untuk memberikan kemudahan kepada pengajar dan peserta didik. Tulisan ini bertujuan untuk mendapatkan dan mengkaji Metode pengajaran dalam perspektif al-Quran (tinjaun QS. An-Nahl ayat 125). Dan dapat memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan, baik itu untuk para pembaca terlebih husus bagi para pendidik dan kaum cendikiawan. Metodelogi penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah penelitian kepustakaan (library research). atau studi teks yakni pengumpulan data dapat dilakukan melalui pencarian literatur ilmiah secara sistematis pada artikel-artikel, buku-buku, dan dokumen yang membahas secara signifikan dan memiliki keterkaitan dengan tema penelitian. Metode pengajaran dalam QS. An-nahal ayat 125 yakni metode hikmah (perkataan yang bijak), metode mau’idhzah hasanah (nasehat yang baik), dan metode jidal (debat).
HUMANISME RELIGIUS PERSPEKTIF AL-QUR’AN (Titik Temu Agama dan Filsafat) Muhammad Aminullah
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1193

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan secara deskriptif analitis tentang teori humanisme religius dalam sudut pandang Al-Qur’an. Sebagai upaya kritik terhadap konstruksi pemikiran humanisme Barat yang sekuler dan anti agama, spitualitas, serta nilai transenden. Humanisme religius merupakan rumusan yang integratif dan menjadi titik temu bagi filsafat dan agama. Filsafat dan agama tidak dapat dianggap sebagai dua kutub yang berseberangan. Nilai-nilai yang diperjuangkan oleh humanisme religius sangat sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sebagai basis nilai etika dan moral agama (Islam); kebebasan, persaudaraan, dan kesetaraan atau persamaan. Hanya saja perbedaannya, humanism religius qur’anik mendasarkan perjuangannya pada prinsip dan wahyu. Kajian ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan konteks keindonesiaan yang sangat majemuk, sehingga bisa membangun kesadaran masyarakat tentang etika sosial dalam pergaulannya.
Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam: Tinjauan Aplikasi Interaktif Al-Qur'an Digital Zumhur Alamin; Randitha Missouri; Lukman Lukman
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.1202

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi, khususnya aplikasi interaktif Al-Qur'an digital, telah menjadi perhatian dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran agama Islam. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pemanfaatan aplikasi interaktif Al-Qur'an digital dalam pengembangan materi pendidikan agama Islam. Melalui analisis konten dan studi literatur, fitur-fitur utama yang ditawarkan oleh aplikasi-aplikasi tersebut dieksplorasi, serta potensi dan tantangan dalam implementasinya di lingkungan pendidikan. Beberapa aplikasi populer di Google Play Store, seperti Muslim Pro, Al-Qur'an Digital, dan Quran.com, dijelaskan sebagai contoh yang memperkaya pengalaman pembelajaran Al-Qur'an. Ditemukan bahwa beberapa aplikasi tersebut memberikan akses lebih besar kepada para peserta didik untuk mempelajari dan memahami ajaran agama Islam, dengan fitur-fitur seperti terjemahan, tafsir, catatan, dan audio bacaan Al-Qur'an. Namun, tantangan terkait ketersediaan teknologi, integrasi dalam kurikulum, dan kualitas konten juga harus diperhatikan dalam mengoptimalkan manfaat dari aplikasi tersebut. Diharapkan artikel ini dapat memberikan pemahaman yang komprehensif bagi para praktisi pendidikan agama Islam dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran agama Islam.
METODOLOGI PENDIDIKAN HASYIM ASY’ARI (NAHDATUL ULAMA) Rafik Rafik; Kaharuddin Kaharuddin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1204

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tentang metodologi pendidikan (Nahdatul Ulama). Pendekatan kajian diprogram dengan pendekatan kepustakaan, dimana data investigasi dihimpun dari sumber literature. Untuk pengambilan data yaitu dengan menghimpun rujukan tentang ranah kajian, selanjutnya menelisik karya pihak yang diteliti, kemudian megumpulkan karya dari sumber dan pihak lain berkenaan pandangan pihak yang diteliti. Setelah terkumpul selanjutnya data penelitian diulas memakai pendekatan interpretasi atau analisis konsep. Kesimpulan penelitian ini menyebutkan pandangan Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari tentang metodologi pendidikan (Nahdatul Ulama) dan pengaplikasianya dapat ditinjau dalam: Pertama, metodologi pendidikan. Kedua, proses dan evaluasi pengajaran pendidikan Islam. Ketiga, tujuan pendidikan Islam dan konsep pendidikan menurut Hasyim Asy’ari. Keempat, kurikulum dan bahan ajar metodologi pendidikan Hadratus syaikh Hasyim Asy’ari.
ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN : TIPOLOGI ISLAMISASI ILMU ISMA’?L RAJI AL-F?RUQ? Abdul Mukit; Solehodin Solehodin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1227

Abstract

Islamisasi Ilmu merupakan langkah yang ditempuh oleh beberapa pakar dalam mengkritisi ilmu pengetahuan yang mengesampingkan aspek-aspek keagamaan. Seiring dengan hal ini, maka penelitian ini dalam rangka membahas tentang Islamisasi ilmu menurut Isma>'i>l Raji al-Fa>ruqi>, salah satu cendikiawan Muslim yang menguraikan aspek-aspek Islamisasi ilmu. al-Fa>ruqi> merumuskan aspek-aspek Islamisasi Ilmu berangkat dari dasar beberapa dalil agama, hingga kemudian mencetuskan metode serta cara kerja. Dalam tujuan yang ingin dicapai untuk membaca konsep tersebut, pada penelitian ini diuraikan secara analitis, dari sumber data primer dan sekunder. Tulisan ini menyimpulkan bahwa Islamisasi ilmu berfungsi sebagai filter,model dialog dan konfirmasi ilmu dan agama. Sehingga menciptakan sebuah gagasan bahwa aspek ilmu dan agama bukanlah hal yang terpisah, melainkan berada dalam ranah yang sama bersifat dialogis. Islamisasi ilmu berusaha menyaring ilmu-ilmu dengan nilai-nilai Islam. Ini juga merupakan bentuk tipologi dialog antara ilmu pengetahuan modern dan nilai-nilai religius. Selain itu, dilihat sebagai bentuk konfirmasi ilmiah Islam, al-Fa>ruqi> merumuskan Islamisasi Ilmu atas Asas Islam yaitu Tawh } id . Cara kerjanya mengacu pada lima prinsip tawh } idatau keesaan, yaitu: keesaan Tuhan, kesatuan alam semesta, kesatuan kebenaran dan kesatuan ilmu, kesatuan kehidupan dan kesatuan umat manusia, dengan keyakinan bahwa dari semua tujuan akhir, kehendak dan keinginan yang dibangun oleh manusia bermuara akhirnya adalah Tuhan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA Nur Syawalia Fitri; Siti Masyithoh
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1327

Abstract

The reason for this research is to; (1). Knowing the causes of decreased student motivation; (2). Knowing the implications of parenting patterns on students' learning motivation, and (3). Analyzing the urgency of parenting parents to student learning motivation. This study uses qualitative methods and descriptive analysis research types. Sources of data were obtained from literature studies by citing theories from various scientific journals, printed books, and e-books. Research Results Show (1). Parenting style is divided into three; authoritarian, permissive, authoritative (2). The application of each parenting pattern has a positive and negative impact on student learning motivation (3). Student motivation is further increased in the application of authoritative parenting
Studi Literature : Muhammadiyah Dalam Tinjauan Historis, Teologis, dan Sosiologis: Indonesia Muhammad Nawir; irdansyah irdansyah; Dahlan Lamabawa
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1618

Abstract

Muhammadiyah sebagai organisasi masyarakat islam terbesar di indonesia kondisi bangsa yang mengalami keterbelakangan menjadi lahirnya organisasi ini untuk membebaskan masyarakat dari berbagai praktik agama islam yang menyimpang dari ajaran islam. Metode penelitian menggunakan kualitatif studi literature dari sumber buku, Jurnal, prosiding yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian KH. Ahmad pergi haji kedua kalinya dan pulang ke Indonesia mulai melakukan pemurnian ajaran islam, dengan kondisi masyarakat yang terbelakang membuat ahmad dahlan mendirikan organisasi Muhmmadiyah tanggal 8 Zulhijah 1330 H./ 18 November 1912 M di Kauman Yogyakarta atas kondisi umat islam tidak sesuai ajaran nabi Muhammad saw seperi Takhayul, Bid’ah, dan Khurafat, tujuanya untuk dakwah amar maaruf nahi mungkar, surat al maun sebagai teologi muhammadiyah tidak hanya berhenti pada praktik ritual keagamaan juga terlibat dalam berbagai aktivitas sosial untuk membantu yang membutuhkan. Keseimpulan muhammadiyah dibentuk oleh KH Ahmad dahlan di kauman Yogyakarta setelah pulang haji melihat kondisi masyarakat islam melenceng dari A-Quran dan Sunnah, teologi al maun sebagai landasan dakhwahnya untuk membantu yang membutuhkan lewat amal
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM SISTEM PENDIDIKAN MERDEKA BELAJAR Muammar Khadafie
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1757

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses generasi muda untuk dapat menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, pada penelitian ini mengkaji tentang bagaimana penerapan metode pendidikan agama islam dalam sistem merdeka belajar. Pada penelitian in ditemukan bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam sistem pendidikan merdeka belajar menjadi bagian dari kunci terwujudnya tujuan pendidikan. Pendidikan Agama Islam memainkan peran penting dalam sistem pendidikan Merdeka Belajar di Indonesia. Dalam konteks ini, implementasi Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama Islam, mengembangkan kecerdasan spiritual, dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan siswa. Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa digunakan dalam implementasi PAI, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman dan menginternalisasi ajaran agama secara aktif. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi juga menjadi bagian integral dari implementasi ini, dengan guru PAI menggunakan media digital, sumber daya elektronik, dan platform pembelajaran daring untuk meningkatkan interaktivitas dan aksesibilitas pembelajaran PAI. Pendekatan inklusif dan berkeadilan juga diterapkan, dengan mempertimbangkan keberagaman siswa dalam pembelajaran PAI. Diharapkan implementasi PAI dalam sistem pendidikan Merdeka Belajar akan memungkinkan siswa memperoleh pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama Islam, mengembangkan kecerdasan spiritual, menggunakan teknologi dengan efektif, menghargai keberagaman, dan mengintegrasikan ajaran agama dengan konteks pembelajaran yang lebih luas.
Pengembangan Kecerdasan Emosional dalam Proses Pendidikan di Taman Pendidikan Al-Qur'an Adib Nur Aziz
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1758

Abstract

Kecerdasan emosional menjadi hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan termasuk pada Taman Pendidikan Al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan konsep pengembangan kecerdasan emosional menurut TPA, menjelaskan pelaksanaan pengembangan kecerdasan emosional di TPA dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan kecerdasan emosional di TPA. Jenis penelitian ini adalah penelitian field research, di mana pengumpulan data dilaksanakan di lapangan dan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah adalah hasil wawancara, observasi dan dokumen. Analisis data dengan model Miles dan Huberman secara runtut, yaitu: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi. Hasilnya, konsep pengembangan kecerdasan emosioanal yang terwujud dalam pendidikan akhlaqul karimah menurut TPA adalah pembentukan sikap, perilaku dan karakter yang mulia kepada orang lain melalui pengajaran dan praktek sekaligus. Hal ini dilaksanakan dalam bentuk menonton video, makan bersama, cerdas cermat, outbound, renang, mendengarkan dongeng, kegiatan game, tukar kado, bersosialisasi dengan lingkungan sekitar dan bakti sosial. Faktor-faktor yang mendukung yaitu kekompakan para pengasuh, konsistensi contoh, sarana prasarana, aturan yang tegas, lingkungan yang nyaman dan jadwal yang teratur. Faktor-faktor yang menjadi kendala yaitu penanaman kedisiplinan yang belum seragam, hubungan wali santri dengan pengasuh dan santri yang belum sejalan, kurangnya apresiasi dan lingkungan yang kurang baik.