TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles
533 Documents
KEMANUSIAAN DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DALAM PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORER
Edo Alvizar Dayusman;
Alimudin Alimudin;
Taufik Hidayat
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1759
Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep kemanusiaan dan kesejahteraan sosial dalam pemikiran Islam kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer diambil dari buku buku-buku yang membahas tentang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial dalam pemikiran kontemporer. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini berupa buku-buku, artikel jurnal, dan situs yang membahas terkait kemanusiaan dan kesejahteraan sosial dalam pemikiran kontemporer serta referensi yang mendukung dalam penelitian ini. Kemanusiaan dan kesejahteraan sosial merupakan konsep penting dalam pemikiran Islam kontemporer. Dalam pemikiran Islam kontemporer, kemanusiaan dan kesejahteraan sosial saling melengkapi dan saling mendukung. Penerapan pemikiran Islam tentang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial memiliki dampak positif dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, mengatasi ketimpangan sosial, menghormati hak asasi manusia, dan memperhatikan kebutuhan kelompok rentan. Dalam konteks masa kini, pemikiran Islam tentang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial memiliki implikasi dan relevansi yang signifikan dalam mencapai kesejahteraan sosial yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Dengan menerapkan pemikiran ini dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan dapat terwujud masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai Islam tentang kemanusiaan dan kesejahteraan sosial.
PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PENDUKUNG PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL
Zumhur Alamin;
Randitha Missouri
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1769
Pendidikan agama Islam membutuhkan pendekatan yang inovatif dan adaptif dalam menyampaikan pesan agama kepada generasi muda di era digital ini. Media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari banyak individu, terutama generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi potensi penggunaan media sosial sebagai sarana pendukung pembelajaran agama Islam di era digital. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yang melibatkan tinjauan terhadap literatur, penelitian, dan artikel yang relevan tentang penggunaan media sosial dalam pendidikan agama Islam. Data yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan deskriptif untuk mengeksplorasi potensi dan tantangan dalam penggunaan media sosial sebagai sarana pendukung pembelajaran agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial sebagai sarana pendukung pembelajaran agama Islam memiliki potensi yang signifikan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Media sosial dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memfasilitasi interaksi antara siswa dan pendidik, serta memperkaya konten pembelajaran melalui berbagai format seperti teks, gambar, audio, dan video. Selain itu, media sosial juga dapat menjadi wadah bagi diskusi, kolaborasi, dan pertukaran informasi antara siswa dalam konteks agama Islam.
FROM PRIOR KNOWLEDGE ABOUT HUMAN DEVELOPMENT TO STUDENTS’ UNDERSTANDING ABOUT CHILDREN'S DEVELOPMENT IN SCHOOL
Liah Rosdiani Nasution
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1788
This research explores the relationship between prior knowledge of human development and students' understanding of teacher candidates regarding child development issues in schools. 366 student teacher candidates from various teaching programs at UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary became participants in this study. Data regarding prior knowledge of human development and understanding of child development issues in schools were collected through a scale-based questionnaire which was then analyzed through Pearson Product Moment analysis. The results of the analysis show that the relationship between the variable prior knowledge about the stages of human development and the variable understanding of child development issues at school is strong and significant (significance level = 0.99, p value <0.05). From these results, it can be concluded that student teacher candidates who have better knowledge about the stages of child development tend to have a better understanding of the developmental issues faced by children in the school environment.
”Tafsir Ayat-Ayat Kemasyarakatan” Implementasi Nilai-Nilai Kemanusiaan dalam Kehidupan Modern
Moh. Safrudin;
Nasaruddin Nasaruddin;
Ihwan Ihwan
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 1 (2023): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v7i1.1851
Tafsir ayat-ayat kemasyarakatan dalam Al-Quran menjadi semakin relevan dalam konteks kehidupan modern yang kompleks. Artikel ini membahas pentingnya pendekatan tafsir ayat-ayat kemasyarakatan sebagai sarana untuk mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam Al-Quran ke dalam kehidupan sehari-hari. Melalui metode analisis kualitatif, artikel ini mengidentifikasi ayat-ayat Al-Quran yang berhubungan dengan interaksi sosial, tanggung jawab kolektif, dan kepedulian terhadap sesama. Artikel ini juga menyoroti urgensi nilai-nilai kemanusiaan tersebut dalam menanggapi tantangan kompleks seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan krisis lingkungan. Dengan memahami makna ayat-ayat kemasyarakatan secara komprehensif, masyarakat modern dapat mengadaptasi dan mengaplikasikan prinsip-prinsip universal dari Al-Quran untuk membentuk masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan berempati. Hasil dari penelitian ini memberikan kontribusi berarti dalam pengembangan studi tafsir dan pemikiran Islam kontemporer. Selain itu, artikel ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana Al-Quran dapat menjadi sumber inspirasi bagi solusi sosial dan kemanusiaan dalam tantangan-tantangan global yang dihadapi umat manusia pada era modern ini.
OTAK RASIONAL, EMOSIONAL DAN SPIRITUAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Nadya Erchan;
Suyadi Suyadi
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.1904
Sejauh ini penelitian tentang kecerdasan rasional, kecerdasan emosional dan juga kecerdasan spiritual sudah banyak di ulas oleh para peneliti. Namun, penelitian tentang otak rasional itu sendiri belum banyak di ketahui. Dalam hal ini penggunaan tiga fungsi otak diharapkan mampu menjadi wajah baru dalam upaya memperluas insan cendikiawan yang memiliki daya nalar optimal. Artikel jurnal ini menggunakan metode studi literatur menggunakan berbagai macam sumber, jurnal buku dan juga internet yang mengkaji tentang daya fungsi otak terhadap pendidikan agama Islam. Artikel ini mengulas berbagai tindakan pelaksanaan yang dilakukan dalam upaya menggunakan tiga fungsi otak secara optimal dalam pembelajaran ilmu agama Islam. Optimalisasi daya fungsi otak ini diharapkan mampu menjadi pemicu perkembangan ilmu pendidikan Islam yang lebih luas lagi serta menjadikan pembelajaran agama Islam sebagai pembelajaran yang menarik dan diminati.
BAITUL HIKMAH SEBAGAI PUSAT PERADABAN INTELEKTUAL PADA MASA DINASTI ABBASIYAH
Khaeruddin Khaeruddin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.1918
Baitul Hikmah merupakan Akademi Ilmiah, yang merupakan pusat kegiatan ilmiah dari penelitian hingga penerjemahan , hingga Pendidikan dan menjadi perpustakaan terbesar pada masa madya abad kesembilan. Baitul Hikmah yang terletak di kota Baghdad menjadi pusat kebangkitan intelektual pada masa Dinasti Abbasiyah dan berhasil membawa Islam ke puncak kesuksesan. Dibentuk oleh Khalifah Harun al-Rasyid, Baitul Hikmah berawal bernama Khizanah al-Hikmah. Perpustakaan dan pusat penelitian kemudian mencapai puncaknya di bawah kepemimpinan khalifah al-Ma’mun. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pendorong munculnya Baitul Hikmah dan juga untuk menganalisis bagaimana peranan Baitul Hikmah sebagai pusat peradaban intelektual di masa dinasti Abbasiyah. Kajian ini ialah golongan penelitian kualitatif yang menerapkan kaidah penelitian kepustakaan (library research), dimana penghimpunan data dibuat melalui rekontruksi berbagai sumber-sumber pustaka seperti buku, jurnal dan riset terdahulu. Adapun hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa faktor pendorong munculnya Baitul Hikmah dorongan dari kehendak untuk bercermin lembaga besar yang didirikan kaum Kristen Nestorian yang aktif menerjemahkan karya-karya Yunani. Selain itu Baitul Hikmah banyak berperan dalam kebangkitan peradaban intelektual di masa Dinasti Abbasiyah yang di tandai dengan lahirnya para tokoh ilmuwan tertinggi, baik dalam ilmu umum maupun ilmu agama. Hal tersebut tidak terlepas dari fungsi Baitul Hikmah sebagai pusat kegiatan pembelajaran tempat para peneliti bertemu dan berdiskusi, serta menjadi dokumentasi serta layanan laporan ilmiah kepada masyarakat
RELASI AGAMA DAN BUDAYA DALAM HUBUNGAN SOSIAL MASYARAKAT ISLAM DI BIMA
Nazar Naamy
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v6i2.2023
Posisi Bima sebagai sebuah daerah kota dengan warisan sejarah yang kaya dan identitas keagamaan yang kuat, menyediakan landasan yang unik untuk memahami bagaimana agama dan budaya saling terkait dalam membentuk struktur sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus mengungkapkan dinamika hubungan sosial Masyarakat Islam di Bima dalam konteks relasi agama dan budaya. Dinamika hubungan sosial masyarakat Islam di bima ini menunjukkan dua pola relasi, yaitu relasi agama dan budaya bima, sert , yaitu relasi agama dan budaya bima sebagai strategi menjaga kerukunan. Studi ini mengungkapkan bahwa dalam masyarakat Islam di Bima, agama dan budaya tidak dapat dipisahkan secara tegas. Keyakinan keagamaan membentuk norma-norma sosial dan etika masyarakat, sementara budaya lokal menginformasikan praktik-praktik keagamaan yang dijalankan oleh individu dan kelompok. Ditemukan bahwa ada hubungan yang kompleks antara tradisi adat, praktik keagamaan, dan identitas sosial. Masyarakat Islam di Bima mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal ke dalam ibadah mereka, menciptakan bentuk agama yang unik dan sangat lokal. Dalam kedua relasi tersebut kohesi sosial yang paling kuat dalam hubungan intern umat Islam adalah relasi agama dan tradisi local budaya Bima dengan pendekatan paradigma atau pendekatan yang dialogis-integratif atau istilah lain dengan pendekatan negosiasi.
Implementasi Pembelajaran PAI Elemen Al-Quran Hadis Integratif Berbasis Project Based Learning di SMP
Afrina Yesi Gusman
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2175
Pendidikan Agama Islam memiliki peranan penting dalam pembentukan karakter dan moral generasi muda. Dalam lembaga dunia pendidikan Pendidikan Agama Islam (PAI) dijadikan sebagai mata pelajaran di setiap jenjang pendidikan yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Salah satu pendekatan inovatif yang semakin diterapkan dalam pembelajaran PAI ditingkat SMP adalah pendekatan integrative berbasis Project Basic Learning (PjBL). Salah satu elemen utama dalam pendekatan ini adalah penggunaan Al-Quran dan Hadis sebagai pedoman inti, yang digabungkan dengan prinsip-prinsip proyek berbasis pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran PAI, PjBL memungkinkan siswa untuk menggali makna Al-Quran dan Hadis dalam situasi kehidupan nyata. Implementasi pembelajaran PAI berbasis PBL dengan elemen Al-Quran dan Hadis ini membawa manfaat ganda. Pertama, siswa mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang agama Islam, Kedua, mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kerjasama, dan pemecahan masalah, yang akan berguna dalam kehidupan mereka di masa depan. Artikel ini merupakan penelitian kualitatif yaitu menggunakan teknik analisis deskriptif melalui penelitian kepustakaan (library research). Literatur yang ditinjau terdiri dari buku-buku dan artikel penelitian yang diterbitkan sehubungan dengan Implementasi Pembelajaran PAI Elemen Al-Quran Hadis Integratif Berbasis Project Based Learning di SMP.
KOMPARASI PEMIKIRAN TEOLOGI K.H HASYIM ASY`ARI DAN K.H AHMAD DAHLAN
SULTAN GHOLAND ASTAPALA
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 7 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52266/tadjid.v7i2.2225
Artikel ini bermaksud mengkaji ulama ternama di Indonesia KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy'ari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. KH. Ahmad Dahlan mengatakan teol ogi terbagi menjadi tiga. Yang pertama dan terpenting, Keyakinan yang membahas tentang kesurgawian hendaknya terlihat dari nalarnya bahwa ia boleh saja tanpa membahas masalah agama, karena cukuplah ia beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kedua, Islam, Ahmad Dahlan secara umum menyinggung Al-Qur'an dan Sunnah, bagi Ahmad Dahlan tidak ada sumber hukum yang lebih hakiki selain Al-Qur'an, selain itu Ahmad Dahlan tidak mengabaikan proporsi. Ketiga, Ihsan, Ahmad Dahlan merupakan ahli tasawuf amali, hal ini terlihat dari amalan yang dilakukannya. Sedangkan KH. Hasyim Asy'ari menyatakan, ada tiga derajat tauhid atau keesaan Allah yang harus dipahami setiap umat Islam. Yang pertama adalah derajat pujian terhadap keesaan Tuhan. Kedua, informasi dan pemahaman tentang keesaan Tuhan. Ketiga, keakraban dzaq dengan juri yang tiada tara atau Al-Haq.