cover
Contact Name
Fera Lestari
Contact Email
fera_lestari@teknokrat.ac.id
Phone
+6282278817826
Journal Mail Official
jsendi@teknokrat.ac.id
Editorial Address
Jl. Zainal Abidin Pagaralam, No.9-11, Labuhan Ratu, Bandarlampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal SENDI
ISSN : -     EISSN : 27747174     DOI : https://doi.org/10.33365/sendi
Core Subject : Engineering,
Jurnal SENDI adalah jurnal berkala publikasi ilmiah dari hasil studi dan penelitian asli dalam ilmu Teknik Sipil. Jurnal SENDI dibangun dengan tujuan untuk memperluas dan menciptakan konsep inovasi, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam ilmu Teknik Sipil. Artikel-artikel yang diterbitkan dalam Jurnal SENDI dapat menjadi hasil pemikiran konseptual, ide, inovasi, kreativitas, praktik terbaik, ulasan buku, dan hasil penelitian yang telah dilakukan. Jurnal SENDI merupakan jurnal yang berisi artikel ilmiah yang memiliki topik meliputi bidang teknik sipil yaitu geoteknik, struktur, hidroteknik,transportasi dan manajemen konstruksi selain itu juga penelitian berkaitan dengan teknik sipil di bidang lingkungan dan desain infrastruktur.
Articles 34 Documents
PENGARUH LEBAR SAYAP TERHADAP KEKUATAN GESER BALOK BETON BERTULANG BERPENAMPANG I TANPA TULANGAN SENGKANG Nofriadi - -
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/sendi.v2i01.781

Abstract

Secara teoritis nilai kekuatan geser balok beton bertualang dapat dihitung berdasarkan peraturan-peraturan yang ada. Namun pada peraturan yang ada pada saat ini belum banyak peraturan yang mengatur tentang kapasitas geser balok dalam berbagai bentuk penampang. Selama ini peraturan yang ada masih terfokus balok beton berpenampang persegi.Dalam perkembangannya balok tidak hanya persegi, sekarang berbagai macam balok telah dibuat seperti balok berpenampang T, lingkaran dan I. Geometri penampang pada balok sangat mempengaruhi kapasitas geser dari suatu elemen struktur, karena luasan daerah efektif dalam melawan beban geser akan berbeda disetiap bentuk penampang. Balok berpenampang I yang memiliki sayap (flange) pada bagian atas dan bawah, belum ada peraturan yang detail untuk menghitung kapasitas geser dengan menambahkan fungsi dari sayap. Pada studi ini dilakukan pengujian eksperimental terhadap balok beton bertulang berpenampang I yang diberi beban lateral.Eksperimen dilakukan terhadap 9 sampel balok berpenampang I tanpa tulangan sengkang. Dalam penelitian ini menggunakan variasi lebar sayap  dengan ukuran 150 mm, 250 mm, dan 350 mm. Sedangkan rasio tulangan longitudinal yang masing-masingnya menggunakan tulangan diameter 13 mm, 16 mm, dan 19. Pengujian sampel dilakukan dengan beam test menggunakan 2 beban terpusat monotonik hingga runtuh. Selama pengujian nilai beban yang menyebabkan retak serta beban maximum yang mampu ditahan oleh benda uji dicatat sejalan dengan pertambahan lendutan yang tejadi. Perbandingan kabasitas geser dengan variasi lebar sayap disajikan dalam bentuk grafik dan tabel. Berdasarkan hasil eksperimental tersebut dapat disimpulkan bahwa variasi lebar sayap memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap kapasitas geser balok beton bertulang berpenampang I.
PENGARUH SUHU PEMADATAN TERHADAP STABILITAS CAMPURAN HRS-WC DENGAN FILLER ABU SINABUNG Wirdatun Nafiah Putri; Efri Debby Ekinola Ritonga
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/sendi.v2i01.792

Abstract

Stabilitas aspal berkaitan dengan kekuatan struktur perkerasan untuk dapat bertahan dengan beban lalu lintas tanpa mengalami perubahan deformasi yang berarti. Inti dari stabilitas berada pada kekuatan interlocking agregat dan daya lekat aspal dalam campuran aspal dimana hal ini merupakan salah satu persyaratan agar campuran aspal dikategorikan sebagai campuran yang baik. Suhu merupakan faktor penting dalam proses pengolahan campuran karena aspal mempunyai sifat thermoplastic, dimana salah satu penyebab kerusakan perkerasan lentur adalah proses pemadatan dilakukan tidak pada temperatur yang tepat. Campuran HRS (Hot Rolled Sheet) sering digunakan di Indonesia sebagai lapis permukaan atau lapisan aus, karena mempunyai kelenturan sehingga nyaman untuk dilalui kendaraan serta daya tahan yang relatif tinggi.  Penggunaan filler pada campuran aspal mempunyai efek khusus untuk mempengaruhi karakteristik campuran. Meletusnya Gunung Sinabung menghasilkan material vulkanik yang menjadi satu jenis bahan alami untuk dijadikan alternatif  filler.  Penelitian ini dilakukan,menggunakan aspal pen 60-70 dan  filler abu vulkanik Gunung Sinabung dengan variasi kadar aspal 5,5%; 6,0%; 6,5%; 7%  dan variasi suhu pemadatan yang diambil yaitu 90°C, 100°C, 120 °C . Berdasarkan hasil  pengamatan nilai stabilitas campuran HRS-WC dan pendekatan uji karakteristik marshall  dengan variasi suhu pemadatan 90 °C, 100°C dan 120 °C dan  benda uji dengan berat 1185 gr, 1188 gr dan 1188,2 gr menghasilkan nilai stabilitas sebesar 750 kg, 804 kg dan 1010 kg, yang mana nilai ini  sudah memenuhi nilai stabilitas campuran HRS-WC yaitu 600 kg
PENGARUH WAKTU PERJALANAN BETON READY MIX TERHADAP UJI SLUMP TEST DAN PENGECORAN Bagas Ubaidi
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/sendi.v2i01.769

Abstract

Salah satu bahan utama dalam pembuatan gedung tinggi berupa beton. Penggunaan beton yang dipakai pada suatu gedung tidak lepas dari nilai uji pada beton. Slump test merupakan suatu metode dalam uji beton yang akan digunakan pada pengecoran. Sebelum pelaksanaan pengecoran akan diambil uji sampel yang dimana sampel akan digunakan untuk uji slump. Saat sebelum pengecoran akan diambil sampel beton yang dimana pengambilan sampel dilakukan untuk mengetahui nilai slump dari beton yang akan digunakan. Penggunaan vendor dilakukan untuk memepercepat pekerjaan sekaligus menjaga mutu dari beton yang digunakan
PERHITUNGAN DEBIT BANJIR PADA SPILLWAY EMBUNG GUNUNG RAYA KECAMATAN PAGELARAN UTARA, KABUPATEN PRINGSEWU Destiana Safitri
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/sendi.v2i01.768

Abstract

Desa Gunung Raya merupakan wilayah yang mengalami kekurangan ketersediaan pasokan air untuk irigasi ketika musim kemarau serta banjir yang menggenangi area persawahan disaat musim penghujan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder yang didapat dari BBWS Mesuji Sekampung. Dilakukan perhitungan debit banjir rencana. Dari perhitungan didapatkan hasil debit banjir rencana sebesar 8,7870 m 3 /dt.
MONITORING TUTUPAN LAHAN MENGGUNAKAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGIDERAAN JAUH DI KABUPATEN SITUBONDO Dina Tri Septiningtiyas
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/sendi.v2i01.785

Abstract

Dalam setiap kurun waktu terjadi perubahan tutupan lahan. Perubahan tersebut terjadi karena adanya pertumbuhan penduduk. Kabupaten Situbondo merupakan salah satu kabpaten di Jawa Timur yang memilki laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,61 pada Tuhun 2001- 2015. Bertambahnya jumlah penduduk menyebabakan kebutuhan akan lahan pemukiman, industri, sarana dan prasarana dalam menunjang kehidupan juga semakin meningkat. Hal tersebut menimbulkan banyak lahan yang berubah fungsi. Untuk memonitoring tutupan lahan di Kabupaten Situbodno digunakan pemanfaatan penginderaan jauh yang dapat menjaungkau daerah yang luas. Data citra yang digunakan yaitu data citra Landsat tahun 2001, 2003, dan 2014. Dari hasil kalisfikasi tak terselia dengan tutupan lahan yang terbagi menjadi 6 bentuk tutupan lahan yaitu sawah, hutan, pemukiman, tanah kosong, badan air, dan industri diperoleh luas pemukiman juga berubah dari sebesar 13903,22 ha pada tahun 2001 menjadi 18150,12 ha pada tahun 2014.
PERHITUNGAN DAYA DUKUNG TIANG PANCANG PROYEK PENAMBAHAN LINE CONVEYOR BATUBARA UNIT PELAKSANAAN PEMBANGKITAN SEBALANG Catra Editya Kusuma; Fera Lestari
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/sendi.v2i01.798

Abstract

Studi perhitungan daya dukung tiang pancang di area darat yang dilakukan pada proyek Pembangunan Penambahan Line Conveyor Batubara PLN (Persero) Unit Pelaksana Pembangkitan Sebalang bertujuan untuk adalah mengetahui kapasitas daya dukung dan penurunan pondasi tiang pancang. Metode yang digunakan adalah Metode Friction. Material yang digunakan untuk pemancangan menggunakan tipe tiang pancang concrete pile atau bisa disebut juga spun pile diameter 400 mm, panjang 10m. Struktur bawah (Sub Structure) direncanakan dengan menggunakan konstruksi pondasi tiang pancang dengan bahan bertulang dengan mutu beton f’c = 30 Mpa dan mutu baja fy = 400 Mpa. Di tulisan ini, dijelaskan secara singkat bagaimana mencari daya dukung tiang pancang dengan beberapa metode seperti Meyerhof dan juga menggunakan rumus Converse-labarre. Daya dukung tiang individu (single pile) Qsp = 166,807 ton. Daya dukung tiang pancang ultimate Pult = 126,440 ton.
KOEFISIEN PERMEABILITAS CAMPURAN ASPAL PORUS AKIBAT PENAMBAHAN GILSONITE Tetra Oktaviani
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/sendi.v2i01.787

Abstract

Aspal porus merupakan campuran aspal dengan rongga yang lebih banyak dibandingkan dengan campuran aspal lainnya dari suatu lapis permukaan struktur perkerasan lentur umumnya. Campuran aspal porus memiliki beberapa kelebihan, yaitu rongga yang terdapat pada campuran aspal porus berfungsi untuk membantu mengalirkan air secara vertikal dan horizontal, memberikan ketahanan terhadap selip yang lebih besar. Selain kelebihan tersebut, kekurangan pada campuran aspal porus adalah rendahnya nilai stabilitas yang diakibatkan oleh banyaknya rongga pada campuran aspal porus. Oleh karena campuran aspal porus memiliki banyak keuntungan, maka untuk meningkatkan nilai stabilitas campuran aspal porus, salah satu cara yang digunakan adalah dengan menambahkan gilsonite. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan skala labortorium. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini berupa pengujian falling head. Campuran aspal porus pada penelitian ini menggunakan 2 gradasi yaitu gradasi Jepang dan Australia. Adapun kadar aspal yang digunakan sebesar 4,5%, 5,0%, 5,5%, dan 6,0%, sedangkan kadar gilsonite yang digunakan adalah kadar gilsonite maksimum sebesar 5,5% dan 0% sebagai control. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kadar aspal dan kadar gilsonite optimum diperoleh sebesar 5,5% terjadi penurunan nilai koefisien permeabilitas pada campuran aspal porus modifikasi dalam kisaran 0,1 cm/detik sampai dengan 0,3 cm/ detik. 
MENGHITUNG KEBUTUHAN BETON PADA PEKERJAAN KOLAM PROYEK REHABILITASI MAHAN AGUNG (RUMAH DINAS GUBERNUR LAMPUNG) Muhammad Fikri Murad
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 01 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/sendi.v2i01.771

Abstract

Kolam adalah perairan di daratan yang lebih kecil ukuranya dari pada danau, kolam terbentuk secara alami atau dapat di buat oleh manusia. Fungsi kolam dalam Rehabilitasi Mahan Agung adalah sebagi taman yang berada di depan bangunan Mahan Agung, Jenis pondasi yang dipakai dalam pembuatan kolam Mahan Agung adalah pondasi tapak, karena mampu menahan beban dari puluhan atau ratusan ton. Dalam perhitungan ini menggunakan rumus sederhana yang terdapat di bawah, luas Kolam yang harus di hitung dalam proyek Rehabilitasi Mahan Agung adalah 50m x 12m. Rumus yang digunakan :P×L×T×T  Keterangan: panjang x lebar x tinggi x tebal. Panjang Kolam memiliki ukuran 50 m. Lebar Kolam memiliki ukuran 12 m. Tinggi Kolam memiliki ukuran 0,41 cm.
PENGARUH PARAMETER ALIRAN TERHADAP LETAK AWAL LONCAT AIR MELALUI PINTU SORONG TEGAK (SLUICE GATE) Bambang Sujatmoko
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 02 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/sendi.v2i02.1261

Abstract

Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada loncat air melalui pintu sorong tegak (sluice gate) adalah penentuan letak awal loncat air. Penelitian ini membahas cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian karakteristik loncat air melalui pintu sorong tegak dilakukan dengan menggunakan model pintu sorong tegak yang diletakkan pada model saluran terbuka (flume) dengan lebar saluran 0,078 m. Debit aliran yang disimulasikan ada 5 variasi, yaitu : 0,001633 m3/det, 0,001705 m3/det, 0,001783 m3/det, 0,00185 m3/det dan 0,001955 m3/det, dengan 5 variasi bukaan pintu untuk masing-masing debit: 0,028 m, 0,025 m, 0,023 m, 0,020 m dan 0,018 m. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis dimensi metode Buckingham sehingga diperoleh hasil dalam bentuk bilangan tak berdimensi dan digambarkan dalam bentuk grafik hubungan antar parameter. Hasil penelitian dan analisis grafik menunjukkan bahwa hubungan antar parameter terhadap letak awal loncat air tidak linier. Letak awal loncat air dipengaruhi oleh muka air hilir (y3/a) dan tipe loncat air dan debit (a5.g/Q2) yang ditunjukkan dengan hubungan logaritma dan eksponensial. Dari hasil verifikasi antara hasil grafik dengan hasil penelitian di laboratorium diperoleh tingkat kesalahan lebih kecil dari 10 %.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG PARKIR (STUDI KASUS: AREA PARKIR ICT UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA) Bertarina Bertarina; Waras Arianto
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 02 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/sendi.v2i02.1454

Abstract

Parkir merupakan kendaraan dalam keadaan tidak bergerak atau diam karena ditinggalkan oleh pengemudinya untuk sementara waktu. Fasilitas parkir sangat dibutuhkan terutama pada kampus atau perguruan tinggi, salah satunya yaitu Universitas Teknokrat Indonesia. Sebagian besar mahasiswa, dosen, serta staf karyawan datang dengan menggunakan kendaraan pribadi roda dua (sepeda motor). Analisa untuk area parkir ICT Universitas Teknokrat Indonesia dengan luas kurang lebih 1300.61 m2 dapat menampung kendaraan sebanyak 642 sepeda motor. Dengan memperhatikan volume yang memasuki area parkir ICT Universitas Teknokrat Indonesia, semakin bertambah jumlah mahasiswa maka akan meningkat pula kebutuhan ruang parkir yang diperlukan untuk menampung seluruh kendaraan. Penelitian tahap pertama yaitu dilakukan pengukuran luas lahan parkir, kemudian penelitian selanjutnya yaitu melakukan survei dengan mencatat jumlah kendaraan yang masuk atau keluar dari area parkir ICT Universitas Teknokrat Indonesia. Untuk kondisi saat ini dengan luas area parkir kurang lebih 1300.61 m2, digunakan ruang seluas 963 m2 untuk memarkir kendaraan dan ruang seluas 337.61 m2 untuk jalur sirkulasi parkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang parkir masih memenuhi kebutuhan parkir yang ada saat ini. Hal ini dilihat dari volume kendaraan maksimum yang memasuki area parkir sebanyak 555 sepeda motor, sedangkan area parkir ICT dapat menampung sebanyak 642 kendaraan. Dari hasil analisa penggambaran kebutuhan parkir untuk beberapa tahun kedepan, area parkir ICT masih dapat memenuhi kebutuhan parkir dalam waktu 5 (lima) tahun kedepan.

Page 2 of 4 | Total Record : 34