cover
Contact Name
Mukhamad Irfan
Contact Email
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Phone
+6281802668223
Journal Mail Official
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Laboratory
ISSN : 26554887     EISSN : 26551624     DOI : 10.22146/ijl.v3i1
Jurnal ini bersifat open acces, bertujuan untuk membantu pengembangan profesi bagi Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia. Adapun ruang lingkupnya meliputi: 1. Bidang Agrokompleks dan Biologi, meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, kehutanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian dan biologi 2. Bidang Kesehatan, meliputi bidang disiplin ilmu farmasi, keperawatan, kedokteran dan kedokteran gigi 3. Bidang Sains (MIPA), meliputi bidang disiplin ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam dan geografi, 4. Bidang Teknik, meliputi bidang disiplin ilmu arsitektur, komputer, teknologi informasi, elektro, kimia, industri, nuklir, permesinan, dan geodesi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3 Tahun 2023" : 15 Documents clear
Pembuatan Desinfektan Menggunakan Metode Elektrolisis Larutan Garam Puspasari, Deny; Wijayanti, Evi; Fitri, Norani Setyo
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i2.85976

Abstract

Bakteri atau virus dapat dibasmi menggunakan cairan yang disebut desinfektan. Secara umum, ada dua jenis desinfektan, berbasis alkohol dan berbasis air (hipoklorit). Dari segi ketersedian bahan baku dan biaya produksinya hipoklorit lebih murah dan bahan bakunya tersedia secara luas. Salah satu cara sintesis hipoklorit adalah menggunakan elektrolisis larutan garam (NaCl). Elektrolisis merupakan suatu proses reaksi oksidasi-reduksi dengan perantara elektroda yang tercelup dalam larutan elektrolit yang diberi tengangan tertentu pada tiap tiap elektroda.  Larutan garam yang digunakan dalam penelitian ini divariasi dari 5%, 10% dan 20%. Sedangkan pada proses elektrolisisnya, digunakan variasi tegangan dari 6V, 12V, dan 20V. Dari hasil penelitian diperoleh, produk Natrium hipoklorit maksimal diperoleh dari proses elektrolisis menggunakan larutan garam dengan konsentrasi 5% pada tegangan 12V dengan laju alir 11ml/s pada detik ke-55 sudah terbentuk NaOCl dengan konsentrasi Chlorine 200ppm. Sedangkan pada konsentrasi larutan garam 20% tidak terbentuk Chlorine sama sekali walau dengan variasi tegangan manapun. Larutan NaOCl yang dihasilkan kemudian diuji ketahanan bakteri dan jumlah bakteri untuk mengetahui kemampuan NaoCl sebagai desinfektan dalam membunuh bakteri. Dari hasil uji terhadap bakteri Gram positif dan negatif dapat menghambat proses pertumbuhan bakteri.Dalam penelitian ini diharapkan dapat membuat desinfektan dari bahan yang murah dengan proses produksi yang sederhana dan efisien dengan menggunakan larutan garam sebagai larutan elektrolitnya.
Pengaruh Lembar Data Keselamatan Bahan Berbasis Kartu Referensi Cepat (Quick Reference Card) Terhadap Perilaku Aman (Safety Behaviour) Pengguna Laboratorium Pendidikan Susanto, Abiyyu Naufal; Satibi, Lambang; Prasetyaningtyas, Dwi Yuliastuti
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.87902

Abstract

Mengelola keamanan penggunaan bahan laboratorium di perguruan tinggi menjadi sangat penting mengingat banyaknya kecelakaan di laboratorium pendidikan yang telah dilaporkan di seluruh dunia melibatkan para pengguna laboratorium pendidikan. Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) perlu disajikan dalam satu bentuk yang lebih mudah dipahami pengguna laboratorium pendidikan dalam waktu yang singkat. Studi ini terutama ditujukan untuk mengkaji bagaimana Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) berbasis Quick Reference Card (QRC) secara langsung dapat mempengaruhi perilaku aman (safety behaviour) di laboratorium pendidikan bagi kalangan mahasiswa keperawatan. Penelitian ini menerapkan pre-experimental one-group pre test post test design dengan hanya melibatkan satu kelompok yang diintervensi. Studi ini didasarkan pada total sampling dari 144 mahasiswa tingkat akhir yang berasal dari dua program studi di Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus V Magelang. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Keperawatan Magelang Poltekkes Kemenkes Semarang pada bulan Mei 2023. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik nonparametrik wilcoxon karena data tidak terdistribusi normal. Metode LDKB berbasis QRC terbukti memiliki efektivitas tinggi dalam meningkatkan perilaku keselamatan (safety behaviour) responden karena nilai rata-rata (mean) dari N Gain Score lebih besar sama dengan 0,7 yaitu sebesar 0,7944. Temuan uji wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,000 atau <0.05 sehingga terdapat pengaruh LDKB berbasis QRC terhadap perilaku keselamatan (safety behaviour) mahasiswa di laboratorium pendidikan keperawatan. 
Analisis Cek List Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Biologi Laut Helvitri, Helvitri; Firda, Firda
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.88524

Abstract

Tingginya potensi kecelakaan di laboratorium, maka keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium perlu diperhatikan. Bahan kimia, peralatan, fasilitas tambahan, dan personel adalah beberapa dari banyak komponen yang ditemukan di laboratorium yang digunakan untuk mengevaluasi risiko kecelakaan. Mengingat tingginya kemungkinan terjadinya kecelakaan, teknik peninjauan dan penilaian harus digunakan dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian ini menggunakan checklist keselamatan dan kesehatan kerja untuk mengkaji kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium Biologi Laut. Data di sajikan dalam bentuk tabel dan grafik, statistik deskriptif digunakan untuk analisis. Hasil analisis informasi berdasarkan nilai normatif adalah x ≥ 262, 5 (jenis sangat baik), 175≤ s/d 262, 5 (jenis baik), 88≤ s/d 175 (jenis lumayan baik) serta x≤ 88 (jenis tidak baik). Dengan skor rata-rata sebesar 245,33, didapat hasil pemeriksaan check list keselamatan dan kesehatan kerja laboratorium Biologi Laut secara keseluruhan masuk dalam kategori baik. Matriks acuan daftar periksa keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium, yang mencakup tata letak kantor, laboratorium, APD, perlengkapan kebersihan, peralatan darurat, bahan kimia, peralatan gelas, dan sistem kelistrikan, semuanya membuktikan hal ini.
Perbedaan Hasil dan Akurasi Peta Kemiringan Lahan Berdasarkan Metode Geodesi dan Planar pada Materi Analisis Raster Andhika, Yosi
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.89132

Abstract

Analisis data raster dengan menggunakan data spasial berupa Digital Elevation Model (DEM) dapat menghasilkan beberapa data turunan seperti kemiringan lereng, aspek lereng, garis kontur, kurvatur serta hillshade. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat tingkat akurasi dan waktu yang dibutuhkan untuk membuat data kemiringan lereng praktikum analisis raster.  Pembuatan peta kemiringan lereng dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu metode planar dan geodesi. Pemilihan metode yang tepat diperlukan dalam kegiatan praktikum mahasiswa agar mahasiswa dapat memahami proses pembuatan peta kelerengan meskipun dalam waktu yang relatif singkat. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS) dengan resolusi 8,25m. Skala yang masih relevan yang bisa dilakukan adalah tingkat Kabupaten atau lebih kecil lagi dengan durasi proses mencapai 30-47 detik. Tingkat akurasi dalam pembuatan peta kelerengan yang tebaik adalah dengan menggunakan metode geodesi dengan nilai RMSE sebesar 3,96. Durasi proses yang singkat dengan nilai RMSE yang tergolong rendah, maka metode geodesi lebih cocok digunakan untuk pembuatan peta kelerengan dalam kegiatan praktikum.
Evaluasi Sensoris Kukis Tepung Mocaf dengan Substitusi Puree Labu Kuning (Cucurbita moschata) Rohmatningsih, Rini Nuraini; Ahmadi, Tyasto Prima
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.89318

Abstract

Salah satu upaya untuk menggantikan terigu adalah diversifikasi olahan pangan dengan tepung mocaf. Produk kukis berbahan dasar tepung mocaf dengan penambahan puree labu kuning menghasilkan flavour khas yang dapat mempengaruhi tingkat kesukaan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variasi konsentrasi kukis mocaf puree labu kuning terhadap parameter rasa, kemudahan digigit, kemudahan dikunyah dan overall. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan yaitu perlakuan A (mocaf 85% dan puree labu kuning 15%), perlakuan B (mocaf 70% dan puree labu kuning 30%), dan perlakuan C (mocaf 50% dan puree labu kuning 50%). Parameter yang diamati meliputi rasa, kemudahan digigit dan dikunyah, serta overall. Hasil pengujian menunjukkan untuk varian yang dapat diterima oleh panelis dari atribut rasa dan overall didapatkan dari sampel A (mocaf 85 % dan puree labu kuning 15%). Sedangkan perlakuan yang dapat diterima panelis untuk atribut kemudahan digigit dan dikunyah didapatkan dari sampel B (70% mocaf dan 30% puree labu kuning).
Efektifitas Larutan Pengawet pada Sampel Plankton pada Pemeriksaan di Laboratorium Winarsih, Lies; Susanto, Dedi; Duya, Novia
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.89737

Abstract

Biota air dan kualitas air merupakan interaksi yang kuat. Biota air biasanya terdiri dari plankton, bentos dan berbagai jenis ikan. Dalam pengambilan sampel untuk pemeriksaan plankton di laboratorium biasanya dilakukan pengawetan.Dalam beberapa penelitian sebelumnya pengawetan sampel menggunakan (a) Formalin 4%, (b) Formalin 4 % ditambah Gliserin, (c) Formalin 2–5 % ditambah Natrium/Kalsium Karbonat,(d) Formalin 5 % ditambah CuSO4, (e) Lugol 4 %, (f) Lugol dalam Asam Acetat.  Pengambilan sampel plankton dilakukan pada zona permukaan dengan cara mengambil sampel air dengan ember volume 20 liter kemudian disaring dengan menggunakan plankton net. Hal ini dilakukan sebanyak 5 kali sehingga volume yang tersaring  berkisar 100 liter, air yang tertampung dalam botol plankton net dipindahkan ke dalam botol sampel dan diberikan pengawet berturut turut dengan (a) Formalin 5 %,(b) Formalin 4% ditambah Gliserin, (c) Formalin 4 % ditambah Na/K Karbonat, (d ) Formalin 5 % ditambah CuSO4, (e) Lugol 4 %, dan (f) Lugol dalam Asam Asetat. Kondisi faktor abiotik dari air terjun Pengantin tergolong baik dan optimal untuk pertumbuhan organisme perairan yaitu DO sebesar 9 mg/L, suhu sebesar 230C,  pH sebesar 7,05, sebesar 14,27 cm/detik, serta TSS dan TDS sebesar 15,33 mg/l dan 83,33 mg/l, sedangkan dari hasil pemeriksaan BOD,COD didapat hasil 4,52 mg/l dan 27,45 mg/l. Dari masing masing larutan pengawet yang digunakan dalam sampel diperoleh kehadiran plankton yang berbeda untuk pengawet (a) Lugol Asam Asetat diperoleh 21 spesies dengan 401 individu, (b) formalin 4% ditambah Gliserin  diperoleh 18 spesies dengan 403 individu, (c) Lugol 4% diperoleh 13 spesies dengan 190 individu, (d) Formalin 4% dan CaCO3 sebanyak 13 spesies dengan 172 individu, (e) Formalin 5% dan CuSO4 diperoleh  11 spesies dengan 104 individul dan (f) Formalin  4% sebanyak 15 spesies dengan 77 individu .
Pengembangan Kinerja Phantom Nasogastric Tube Menggunakan Sensor Pendeteksi Warna Mulia, Putra; Valencia, Trivini; Alamsyah, Qodry
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.90093

Abstract

Penggunaan phantom pada praktikum pemasangan nasogastric tube (NGT)  bertujuan agar mahasiswa mendapatkan pengalaman simulasi mendekati kondisi klinis di rumah sakit. Namun, kekurangan penggunaan phantom tersebut tidak bisa menunjukkan respon fisiologis dan indikator-indikator yang menandakan selang NGT telah masuk sesuai organ sasaran (lambung). Hal ini menyulitkan mahasiswa untuk memastikan ketepatan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kinerja phantom NGT setelah ditambahkan sensor. Desain penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) berdasarkan Borg and Gall Steps Scheme. Sensor yang digunakan yaitu sensor pendeteksi warna TCS3200 dengan sistem operasi ardiuno. Sampel penelitian ini adalah 25 orang mahasiswa dan 4 dosen pengampu praktikum NGT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sensor dapat membantu mahasiswa dan dosen memastikan ketepatan pemasangan selang NGT. Nilai uji coba lapangan didapatkan hasil 90,6 % dengan kualifikasi sangat baik dan tidak perlu revisi. Kesimpulan penelitian bahwa pengembangan phantom NGT menggunakan sensor pendeteksi warna dapat membantu mahasiswa dan dosen pada praktikum NGT di Laboratorium. 
Pengaruh Penggunaan Video Tutorial Merangkai Alat Praktikum Terhadap Pemahaman dan Pengetahuan Mahasiswa pada Praktikum Isolasi dan Sintesis Senyawa Organik Surani, Surani
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.90342

Abstract

Laboratorium kimia organik dan biokimia (LKOB) merupakan bagian dari laboratorium yang ada di Departemen Pendidikan Kimia Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Salah satu praktikum yang ada di LKOB adalah praktikum Isolasi dan Sintesis Senyawa Organik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh diberikannya video tutorial merangkai alat terhadap pemahaman dan pengetahuan mahasiswa . Subyek pada penelitian ini adalah mahasiswa prodi pendidikan kimia sebanyak 39 orang(kelas kontrol) dan prodi kimia 32 orang(kelas eksperimen). Pada penelitain ini instrumen yang digunakan berupa pertanyaan yang harus dijawab oleh mahasiswa dalam bentuk pre-test sebanyak 3 soal dan pos-test 3 soal. Dari data yang dihasilkan untuk kelas kontrol rata – rata nilai pre-test 59,07 dan nilai pos-test 59,62, sedangkan untuk kelas eksperimen rata-rata nilai pretes 62,97 dan nilai postes 72,5 . Berdasarkan hasil uji t  tes dihasilkan data untuk kelas kontrol  nilai –p = 0,954 > 0,025 artinya tidak ada perbedaan antara rata-rata pre-tes dan post-test. Untuk kelas eksperimen niali –p = 0,104 > 0,025 aritnya tidak ada perbedaan yang berarti antara rata-rata pre-test dan post-test , meskipun untuk kelas eksperimen terdapat kenaikan nilai rata-rata dari pre-test 62,97 dan nilai post-test 72,5 (terdapat selisih sebesar 9.53) akan tetapi perbedaannya belum berpengaruh secara berarti terhadap pemahaman dan pengetahuan mahasiswa.
Pembuatan Preparat Awetan Embrio Utuh Burung Puyuh (Cortunix - Cortunix Japonica) Aprira, Aprira; Edward, Edward; Lestari, Dian Fita
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.90730

Abstract

Salah satu materi praktikum Embriologi Pekembangan Hewan adalah kegiatan pengamatan pekembangan embrio hewan kelas Aves. Pada praktikum ini mahasiswa menggunakan salah satu bahan yang berupa preparat awetan yang tersedia di laboratorium. Kegiatan praktikum meliputi pengamatan dari perkembanagn embrio ayam usia 18,24,36, 48,60, 72 dan 96 jam. Sediaan preparat awetan dari spesies aves yang berbeda diperlukan sebagai perbandingan perkembangan embrio. Salah satu spesies aves yang cukup mudah didapatkan sediaan telur dengan waktu perkembangan embrio yang cukup berbeda dibandingkan dengan ayam adalah burung dari jenis cortunix-cortunix japonica atau burung puyuh. Sedian preparat awetan embrio utuh ini sangat penting untuk meningkatkan kelancaran dan peningkatan pengetahuan mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membuat preparat awetan utuh embrio burung puyuh pada masa inkubasi 24,36,48,60,72,84 dan 96 jam. Sampel yang digunakan adalah telur puyuh fertil  yang diinkubasi pada suhu 380C. Embrio akan dipisahkan dari kuning telur, lalu embrio dibersihkan, di warnai dan dijernihkan dengan menggunakan alkohol bertingkat dan xylol sehingga perkembangan dari masing masing embrio terlihat jelas. Dapat disimpulkan yaitu telur burung puyuh fertil yang diinkubasi dengan masa inkubasi 24,36,48,60,72,84, dan 96 jam, embrionya dapat dipisahkan dan dapat dibuat preparat utuh serta dapat diamati di mikroskop Preparat dari embrio burung puyuh perkembangannya hampir mirip dengan embrio ayam tetapi pada umur inkubasi yang sama embrio burung puyuh telah mengalami tehapan perkembangan yang lebih lanjut dari pada embrio ayam.
Pengaruh Metode Penyimpanan terhadap Penurunan Kadar Air dan Kemampuan Tumbuh Stek Akar Sonokeling (Dalbergia Latifolia) di Laboratorium Silvikultur dan Agroforestry sebagai Bahan Praktikum Jito, Jito Jito
Indonesian Journal of Laboratory Vol 6 No 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v1i3.91280

Abstract

Keberhasilan suatu kegiatan praktikum pada acara pembudidayaan stek tanaman seperti stek akar sonokeling (Dalbergia latifolia) tidak lepas dari kondisi bahan sebelum dIgunakan, pembudidayaan stek sering mengalami kegagalan yang disebabkan oleh kondisi bahan stek sudah kering sebelum digunakan yaitu terjadinya penyusutan kadar air. Kondisi bahan stek merupakan kunci keberhasilan dalam pembudidayaan suatu stek tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar air dan kemampuan tumbuh pada stek akar sonokeling sebelum digunakan sebagai bahan praktikum. Penelitian ini menggunakan metode penyimpanan secara konvensional dengan menggunakan icebox, karung goni yang dibasahi, kulit pohon pisang dan kontrol selama 15 hari, dengan setiap metode penyimpanan terdiri dari 4 perlakuan sehingga terdapat 16 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri 20 stek, sehingga di perlukan 260 stek. Hasil dari kombinasi perlakuan menunjukkan penyimpanan bahan stek menggunakan icebox memperoleh rerata pengurangan berat dan kadar air paling kecil yaitu sebesar 0,95 gr dan 2,98%. Waktu penyimpanan bahan stek yang paling efektif yaitu tanpa penyimpanan dan penyimpanan selama 5 hari. Kondisi stek yang masih segar ketika disimpan menunjukkan keberhasilan pertumbuhan tunas yang tinggi.

Page 1 of 2 | Total Record : 15