cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DAN TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI BALITA Hashifah Dzihniyah Zhafirah; Lailatul Muniroh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19688

Abstract

Status gizi merupakan gambaran keadaan tubuh sebagai akibat dari penyerapan dan penggunaan zat gizi. Status gizi merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara berat badan lahir dan tingkat kecukupan zat gizi makro dengan status gizi pada balita Suku Tengger di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan didapatkan total sampel sebesar 100 balita. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengukuran antropometri. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 7% balita memiliki riwayat berat badan lahir rendah, 1% balita dengan riwayat berat badan lahir lebih, 9% balita dengan status gizi yang tergolong kurang dan 9% balita tergolong status gizi berlebih. Sebagian besar balita memiliki tingkat kecukupan energi, lemak, dan karbohidrat yang tergolong defisit sebesar 88%, 78%, dan 97%, tingkat kecukupan protein sebagian besar responden tergolong berlebih sebesar 49%. Analisis uji menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara berat badan lahir (p=0,026) dan tingkat kecukupan energi (p=0,023) dengan status gizi balita, serta tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan protein (p=0,654), lemak (p=0,150), dan karbohidrat (p=0,171) dengan status gizi balita. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara berat badan lahir dan tingkat kecukupan energi dengan status gizi balita, serta tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan protein, lemak, karbohidrat dengan status gizi balita Suku Tengger.
PREVALENSI ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA ANAK KURANG GIZI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOJA TAHUN 2017-2019 Nisrina Artanti Prasetiani; Marina Maria Ludong
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19698

Abstract

Kurang gizi adalah salah satu faktor penyebab dari anemia defisiensi besi pada anak. Menurut WHO prevalensi kejadian anemia defisiensi besi pada anak di seluruh dunia mencapai angka 42% dan di Indonesia sebesar 28,1%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mengetahui prevalensi anemia defisiensi besi pada anak dengan status gizi kurang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan desain deskriptif cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 1-18 tahun yang mengalami kurang gizi, dengan anemia yang melakukan pemeriksaan kadar serum ferritin. Data dikumpulkan menggunakan teknik non-random sampling melalui data rekam medis dan hasil pemeriksaan laboratorium pada pasien anak yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Koja dan data diolah menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian didapatkan anak dengan anemia defisiensi besi terbanyak merupakan anak perempuan sebanyak 36 orang (65,5%) dan anak pada kelompok usia 13-18 tahun sebanyak 28 orang (63,6%). Pada penelitian ini juga didapatkan rerata kadar Hb sebesar 6,84 g/dL dan rerata kadar serum ferritin 4,46 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa prevalensi anemia defisiensi besi terbanyak terdapat pada anak dengan rentang usia 13-18 tahun yaitu sebanyak 28 orang (63,6%) yang didominasi oleh anak perempuan sebanyak 36 orang (65,5%), sehingga diharapkan para orang tua untuk ikut serta memperhatikan kandungan gizi dalam setiap makanan yang dikonsumsi oleh anak dan bagi anak perempuan yang sudah mengalami menstruasi diharapkan untuk mengonsumsi tablet Fe untuk mencegah anemia defisiensi besi.
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PUSKESMAS TANRALILI KABUPATEN MAROS TAHUN 2022 M, Nur Hidayah; Alam, Syamsu; Multazam, A. Muhammad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.19735

Abstract

Tujuan penelitian untuk menganalisa hubungan budaya organisasi terhadap kinerja Puskesmas Tanralili. Metode penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan “cross sectional study”, Hasil penelitian ini menunjukkan pada jalur model 1: variabel inovasi dan pengambilan resiko, perhatian terhadap detail, orientasi terhadap tim memiliki nilai sign < 0,05 yang berarti berhubungan terhadap budaya organisasi di Puskesmas.  Variabel perhatian terhadap detail, orientasi hasil, orientasi individu, agresivitas dan stabilitas memiliki nilai sign. 0,009 < 0,05 yang berarti tidak berhubungan terhadap budaya organisasi di Puskesmas. Pada jalur model 2: Variabel inovasi dan pengambilan resiko, orientasi individu dam budaya organisasi memiliki nilai sign. < 0,05 yang berarti berhubungan terhadap kinerja pengelolaan Puskesmas. Variabel perhatian terhadap detail, orientasi hasil, orientasi terhadap tim, agresivitas dan stabilitas memiliki nilai sign. 0,785 > 0,05 yang berarti perhatian terhadap detail tidak berhubungan terhadap kinerja pengelolaan Puskesmas. Kesimpulan: Inovasi dan pengambilan resiko, perhatian terhadap detail, orientasi hasil, orientasi individu, orientasi terhadap tim, agresivitas, stabilitas berhubungan secara langsung terhadap kinerja melalui variabel intervening budaya organisasi Diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat menambah faktor-faktor lain yang berhubungan dengan kinerja pegawai seperti motivasi, promosi, lingkungan kerja dan lain-lain.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA PASALAE GORONTALO UTARA Waraney Dirk Siahaan; Nancy Silvia Bawiling; Lucyana L. Pongoh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19746

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu indikator kesejahteraan bagi suatu bangsa di samping indikator ekonomi dan indikator Pendidikan. Selama pandemi COVID-19, cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi turun drastis. Ada sekitar lebih dari 1,7 juta bayi yang belum mendapat imunisasi dasar selama periode 2019-2021. Adanya pandemi COVID-19 mengakibatkan pelaksanaan imunisasi rutin tidak dapat berjalan optimal. Adanya pandemi COVID-19 mengakibatkan pelaksanaan imunisasi rutin tidak dapat berjalan optimal. Data beberapa tahun terakhir menunjukan terjadinya penurunan cakupan imunisasi rutin, baik itu imunisasi dasar maupun imunisasi lanjutan, yang cukup signifikan. Hal ini menyebabkan jumlah anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap sesuai usia semakin bertambah banyak. Dampak dari penurunan cakupan tersebut dapat kita lihat dari adanya peningkatan jumlah kasus PD3I dan terjadinya Kejadian Luar Biasa atau KLB PD3I seperti campak, rubella dan difteri di beberapa wilayah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Desa Pasalae Gorontalo Utara.  Jenis penelitian yang digunakan yang digunakan adalah penelitian observasional menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study dengan jumlah sampel 30 responden. Data primer dikumpulkan melalui kuisioner hubungan pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dan kelengkapan imunisasi dasar (p=0.141). kesimpulannya, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelengkapan imunisasi dasar dipengaruhi pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar.
LAPORAN KUNJUNGAN KASUS SKABIES AN. AA DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA DI CIKUPA Christopher Martinus Susanto; Zita Atzmardina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19771

Abstract

Kedokteran keluarga adalah spesialisasi medis yang memberikan kelanjutan dan komprehensif perawatan kesehatan bagi individu dan keluarga. Penyakit menular merupakan penyakit yang dapat berpindah-pindah dari satu manusia ke manusia lainnya. Skabies merupakan salah satu penyakit menular disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var, hominis, dan produknya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) prevalensi skabies pada tahun 2020 sekitar 0,2% hingga 71% dan diprediksi dapat mempengaruhi lebih dari 200 juta orang setiap saat. Prevalensi skabies di Indonesia berdasarkan Depkes RI masih menjadi masalah penyakit menular yang serius dan menduduki urutan ke-3 dari 12 penyakit kulit. Tujuan intervensi adalah sembuhnya penyakit yang diderita oleh An. AA sehingga kualitas hidup menjadi baik. An. AA, berusia 4 tahun telah menderita skabies selama 3 bulan di dan tidak mengalami perbaikan. Diketahui bahwa lingkungan sekitar pasien yang tidak memadai dan sanitasi yang buruk.  Intervensi melalui kunjungan dokter keluarga menunjukkan berkurangnya rasa gatal di seluruh tubuh. Pasien dan keluarganya memahami pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Hasil kunjungan dokter keluarga  menunjukkan rasa gatal berkurang diseluruh tubuh dan perilaku hidup bersih dan sehat. Diharapkan pasien tetap mengikuti saran yang diberikan sehingga tidak terjadi komplikasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTO BARU KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN 2023 Susilawati Susilawati; Sri Andar Puji Astuti; Hafiza Hafiza
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19779

Abstract

Tuberkulosis Di Kabupaten Dharmasraya 367 Kasus, Jumlah Kasus Tuberkulosis Yang Ditemukan sebanyak 430 Orang , Jumlah Yang Terkena Tuberkulosis Ditemukan sebanyak 302 (70,2%) Kasus Tuberkulosis Pada Laki-Laki Dan 128 (29,8%)Kasus Tuberkulosis Pada Perempuan Dan Jumlah Anak Yang Terkena Tuberkulosis berjumlah 21. Cakupan Penemuan Tuberkulosis Di Puskesmas Koto Baru Terdapat 67 kasus. Salah Satu Gejala Tuberkulosis Adalah Batuk Berdahak Selama 2-3 Minggu Atau Lebih. Batuk Dapat Diikuti Dengan Gejala Tambahan Yaitu Dahak Bercampur Darah, Batuk Darah, Sesak Nafas, Badan Lemas, Nafsu Makan Menurun, Berat Badan Menurun, Malaise, Berkeringat Malam Hari Tanpa Kegiatan Fisik, Demam Meriang Lebih Dari Satu Bulan Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tuberkulosis Di Puskesmas Koto Baru Kabupaten Dharmasraya.Jenis Peneliian Ini Adalah Studi Analitik Dengan Pendekatan Cross Sectional Study Yang Dilakukan Pada Tahun 2023.Sampel dalam penelitian ini adalah 30 Responden, Hasil olah Data Univariat diperoleh sebagian besar memiliki riwayat kontak tuberkulosis. sejumlah 25 orang (83,3%) Hampir keseluruhannya menjadi perokok sejumlah 25 orang (83,3%), sebagian besar kepadatan hunian yang memenuhi syarat sejumlah 13 (43,3%). Hasil olah data bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan riwayat kontak tuberkulosis dengan kejadian. Hasil Olah Data Bivariat Didapatkan Ada Hubungan Riwayat Kontak Tuberculosis (P vulue 0,000 0,05), Perilaku Perokok ( P vulue 0,022 0,05 ), Kepadatan Hunian (P value 0,036 ).Kesimpulannya Ada Hubungan Hubungan Riwayat Kontak Tuberculosis, Riwayat Perokok, Kepadatan Hunian Dengan Tuberkulosis.
PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI VAKSINASI COVID-19 BOOSTER DI DESA KALASEY II KABUPATEN MINAHASA Finna Novi Anantya; Chreisye K. F Mandagi; Ardiansa A.T Tucunan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19800

Abstract

Masih banyak masyarakat yang belum melakukan vaksinasi booster dikarenakan kekhawatiran masyarakat akan vaksinasi covid-19 booster. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai vaksinasi booster di Desa Kalasey II Kabupaten Minahasa dan mengetahui  hasil crosstab karakteristik responden dengan persepsi menggunakan teori health belief model. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan metode proporsional sampling, instrumen kuesioner, serta analisis data univariat. Responden berusia 18-65 tahun dan minimal sudah mendapatkan vaksinasi dosis primer lengkap.  Masyarakat Desa Kalasey II memiliki persepsi kerentanan positif 78%, persepsi keparahan positif 93%, persepsi manfaat positif 51%, persepsi hambatan negatif 64%, isyarat bertindak negatif 59% dan  memiliki efikasi diri negatif 56%. Masyarakat Desa Kalasey II paling banyak memiliki persepsi positif pada persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat mengenai vaksinasi booster sedangkan untuk persepsi hambatan, isyarat bertindak, efikasi diri paling banyak memiliki persepsi negatif dan hasil crosstab responden yang sudah melakukan vaksinasi booster cenderung memiliki persepsi positif dibandingkan dengan yang belum melakukan vaksinasi booster.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG DAMPAK PERNIKAHAN DINI TERHADAP KESEHATAN REPRODUKSI Herlan Adiwijaya; Dede Sopiandy; Farid Wajdi; Amisbah Ramly
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19814

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan pada remaja dibawah usia 20 tahun yang seharusnya belum siap untuk melaksanakan pernikahan atau sedang mengikuti pendidikan di sekolah menengah atas. Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta fungsi dan prosesnya. Adapun tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi di SMAN 2 Kolaka. Variabel dependent yaitu pengetahuan tentang dampak pernikahan, variabel independent yaitu tingkat pendidikan orang tua (ibu) dan sumber informasi. Dengan jumlah populasi 60 siswi, sehinggal sampel yang digunakan sebanyak 38 siswi. Jenis penelitian yang digunakan survey deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel aksidental sampling. Hasil penelitian diperoleh pengetahuan remaja putri SMAN 2 Kolaka tentang dampak pernikahan dini sebanyak 8 responden (21%) berpengetahuan baik, 18 responden (47%) berpengetahuan cukup, serta 12 responden (32%) berpengetahuan kurang. Pendidikan terakhir ibu terbanyak yaitu SMA 19 (50%) dan yang paling sedikit pendidikan terakhir S1 2 (5,3%). Serta sumber informasi yang paling banyak digunakan responden yaitu media online sebanyak 18 (47%) sedangkan sumber informasi yang tidak didapatkan responden yaitu penyuluhan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan remaja putri masih tergolong kurang. Oleh sebab itu, diharapkan responden mencari informasi lebih banyak lagi tentang pernikahan dini serta mengikuti kegiatan ekstrakulikuler kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang diadakan sekolah untuk menambah wawasan dan pengalaman.
KEPATUHAN CAIRAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT HARAPAN SIANTAR TAHUN 2023 Jagentar Parlindungan Pane; Linda F. Tampubolon; King Deston Sitanggang; Tiarma T. Simanjuntak
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19823

Abstract

Kepatuhan merupakan cara perilaku pasien berdasarkan instruksi yang dianjurkan dalam pembatasan cairan, diet dan pengobatan lainnya. Jika pasien mengalami ginjal kronik akan memerlukan terapi berupa cuci darah (hemodilisis) dan lama menjalani terapi akan berdampak terhadap psikologis pasien. Kontribusi kegagalan hemodialisa berkaitan dengan kepatuhan pasien dalam menjalani program dalam pengontrolan. Pengontrolan kepatuhan diet dan membatasi asupan cairan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan tingkat kesehatan dan kesejahteraan pasien yang menjalani tindakan hemodialisa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan pembatasan cairan pasien gagal ginjal kronik di unit hemodialisa rumah sakit Harapan Pematang Siantar Tahun 2023. Jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel total sampling, berjumlah 48 orang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani tindakan hemodialisa yang rutin 2 kali seminggu, di unit Hemodialisa rumah sakit Harapan Pematang Siantar. Instrumen penelitian diadposi dari penelitian Tatu Hirmawaty (2014). Hasilnya mayoritas responden patuh terhadap pembatasan cairan sebanyak 38 responden (79.2%) dan yang tidak patuh sebanyak 10 responden. Kesimpulan perlu diteliti dukungan keluarga dan kelompok serta penyedia layanan kesehatan dengan kepatuhan pasien dalam pembatasan cairan.
PENGARUH INSENTIF, MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KECAMATAN NANGGALO KOTA PADANG Alfa Harryoga Darwin; Afriva Khaidir
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19834

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah “Kinerja Pegawai  Di Kecamatan Nanggalo Kota Padang Adapun variabel penelitian ini adalah pengaruh  Insentif, Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja (sebagai variabel bebas) dan  Kinerja Pegawai (sebagai variabel terikat).  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan, Pengaruh Insentif, Motivasi Kerja, dan Disiplin Kerja secara langsung dan secara tidak langsung terhadap  Kinerja Pegawai Pegawai  Di Kecamatan Nanggalo Kota Padang. Hasil Penelitian variabel insentif terhadap Kinerja ASN (P1y) sebesar 4,84%, Motivasi kerja terhadap Kinerja ASN (P2y) sebesar 9,49%, disiplin kerja terhadap Kinerja ASN (P3y) yaitu sebesar 10,96%. Insentif terhadap Disiplin kerja (P1X3) sebesar 6,2%,  Motivasi kerja terhadap Disiplin kerja (P2X3) sebesar 45,1%  dengan residual sub struktur jalur 1 (e1) sebesar 55,7% dan residual sub struktur jalur 2 (e2) sebesar 65,2%. Dari hasil pengujian sobel tes terhadap insentif  (X1) sebesar 2,002 dan motivasi kerja (X2) sebesar 2,056 terhadap Kinerja Pegawai (Y) melalui disiplin kerja (X3) didapat nilai Z hitung yang lebih kecil dari Z tabel > 1,98 yang berarti variabel disiplin kerja (X3) mampu memediasi variabel insentif  (X1) dan motivasi kerja (X2)  terhadap Kinerja Pegawai (Y). Kesimpulan dari penelitian bahwa Hipotesis secara langsung dan tidak langsung dari  variabel  Insentif, Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai, variabel disiplin kerja menjadi variabel antara dalam mempengaruhi kinerja pegawai   Di Kecamatan Nanggalo Kota Padang.