cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
ANALISIS PENERAPAN ELECTRONIC MEDICAL RECORDS (RME) DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN DAN MUTU PELAYANAN DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Annisa, Audrey Yuninda Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43617

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan yang penting. Rumah sakit berfungsi sebagai penyedia layanan medis dan non-medis kepada masyarakat. Manajemen dokumen menggunakan sistem komputer/elektronik di bidang kesehatan yang sedang populer secara global adalah Electronic Medical Records (EMR). Implementasi Electronic Medical Records (EMR) memiliki potensi besar untuk meningkatkan kepuasan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan. Melalui penelitian ini akan dilakukan analisis sejauh mana penerapan rekam medis elektronik (RME) dalam meningkatkan kepuasan pasien dan mutu pelayanan di rumah sakit. Metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah tinjauan literatur. Penulis memilih 5 artikel yang dianggap sesuai. Penelitian dikaji berdasarkan teori Donabedian (1968) yang terbagi menjadi 3 pendekatan, input (struktur), proses, dan output. Hasil dari literature review ini adalah sebagai berikut. 1) Implementasi EMR di berbagai negara meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan kesehatan dengan mengurangi biaya operasional dan meningkatkan standar pelayanan medis. 2) Penerapan EMR telah terbukti meningkatkan kepuasan pasien melalui peningkatan perhatian dokter, kualitas penjelasan pengobatan, dan waktu yang dihabiskan bersama pasien. 3) EMR memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan dengan fokus pada integrasi layanan, kualitas komunikasi dokter-pasien, dan efisiensi proses.
ANALISIS HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF DENGAN PNEUMONIA BALITA DI JAWA TIMUR (2021-2023) Normaningtyas, Intan Ayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43645

Abstract

Pnemonia merupakan penyebab kematian terbesar pada anak di seluruh dunia yang mana 14% penyebab kematian balita di tahun 2019 adalah pneumonia. Pada tahun 2021 pneumonia juga menjadi penyebab kematian tertinggi pada balita di Indonesia. Salah satu faktor penyebab dari pneumonia balita adalah ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan terhadap cakupan ASI eksklusif dan kasus pnemunia balita dan melakukan analisis hubungan antara keduanya di Jawa Timur tahun 2021-2023. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain studi ekologi. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2021-2023. Pemetaan menggunakan aplikasi Q-GIS dan analisis hubungan menggunakan uji spearman dengan aplikasi R studio. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 2021 mayoritas wilayah di Jawa Timur telah mencapai target cakupan ASI eksklusif dan ada 2 wilayah yang tidak mencapai target yaitu Blitar (42,1%) dan Sumenep (44,2%). Pada tahun 2022 terdapat 6 wilayah yang tidak memenuhi target capaian, antara lain Ngawi (49%), Sumenep (47%), Bangkalan (32%), Pasuruan (25%), Ponorogo (24%), dan Sampang (12%). Tahun 2023 terdapat 21 wilayah yang tidak mencapai target cakupan ASI eksklusif. Uji statistik menunjukkan hubungan negatif yang sangat lemah antara cakupan ASI eksklusif dan pneumonia balita (r value= -0,0027), hubungan positif yang sangat lemah di tahun 2022 dan 2023 (r value= 0,1377 dan 0,2947). Hubungan yang lemah tersebut disebabkan oleh adanya faktor lain yang dapat mempengaruhi kejadian pneumonia balita.  
KORELASI CAKUPAN IMUNISASI MR DENGAN INCIDENCE RATE SUSPEK CAMPAK DI JAWA TIMUR TAHUN 2021-2023 Rahmadani, Yasmin Nuriyah; Zumaroh, Zumaroh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43658

Abstract

Penemuan kasus suspek campak di Provinsi Jawa Timur mengalami peningkatan dari tahun 2021-2023. Pada tahun tersebut, cakupan imunisasi MR juga mengalami peningkatan dan penurunan dari tahun ke tahun. Cakupan imunisasi MR menjadi salah satu faktor risiko terjadinya penyakit campak. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan analisis korelasi cakupan imunisasi MR dengan Incidence Rate (IR) suspek campak untuk mengetahui dinamika secara dini pengaruh cakupan imunisasi MR terhadap kecepatan penyebaran suspek campak pada populasi di Provinsi Jawa Timur tahun 2021-2023. Sumber data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari publikasi Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2021-2023. Penelitian ini menggunakan unit analisis populasi kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Data tersebut dilakukan analisis korelasi menggunakan uji spearman untuk data tidak berdistribusi normal dan uji pearson untuk data yang berdistribusi normal. Hasil analisis dalam penelitian ini diperoleh nilai sig. > 0.05 yang artinya bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan atau tidak ada perbedaan yang bermakna antara cakupan imunisasi MR1 dan MR2 dengan incidence rate suspek campak di Provinsi Jawa Timur tahun 2021-2023. Koefisien korelasi antara cakupan imunisasi MR1 dan MR2 terhadap incidence rate suspek campak pada tahun 2021 masing-masing adalah -0.042 dan 0.193; Pada tahun 2022 masing-masing sebesar -0.236 dan -0.282; Pada tahun 2023 masing-masing sebesar 0.095 dan -0.157. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaaan yang bermakna antara cakupan imunisasi MR1 dan cakupan imunisasi MR2 terhadap incidence rate suspek campak dengan kekuatan hubungan sangat lemah.
ANALISIS IMPLEMENTASI BEHAVIOR BASED SAFETY DAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UNSAFE BEHAVIOR (STUDI PADA PEKERJA BAGIAN GUDANG DI PT X SIDOARJO) Khoiriyah, Miftahul; Ernawati, Meirina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43659

Abstract

Penerapan Behavior Based Safety menjadi penting dalam industri untuk meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan mengurangi risiko kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi BBS serta faktor-faktor yang berhubungan dengan unsafe behavior pada pekerja di Bagian Gudang PT X Sidoarjo. Faktor yang dianalisis meliputi predisposing factors (awareness, persepsi, pengetahuan, dan motivasi), enabling factor (ketersediaan APD), dan reinforcing factor (peran pengawas safety). Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan metode observasional. Sampel penelitian adalah seluruh pekerja Bagian Gudang PT X Sidoarjo yang berjumlah 47 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi spearman untuk mengidentifikasi hubungan antara faktor-faktor yang diteliti dengan unsafe behavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara unsafe behavior dan awareness (r=-0,878, p<0,001), persepsi (r=-0,461, p=0,001), pengetahuan (r=-0,850, p<0,001), motivasi (r=-0,431, p=0,002), ketersediaan APD (r=-0,699, p<0,001), serta peran pengawas safety (r=-0,500, p<0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi faktor-faktor tersebut, semakin rendah tingkat unsafe behavior pekerja. Berdasarkan analisis implementasi BBS, ditemukan bahwa program keselamatan kerja di Bagian Gudang PT X Sidoarjo telah sesuai dengan regulasi yang berlaku. Namun, masih terdapat peluang perbaikan dalam penerapan BBS dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang berhubungan dengan unsafe behavior.
PERAN PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM KESADARAN GIZI SEIMBANG PADA REMAJA Alina, Atamma Dzun Nun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43661

Abstract

Permasalahan gizi pada remaja di Indonesia, seperti gizi kurang, anemia, dan obesitas, masih menjadi tantangan serius yang dapat berdampak pada kesehatan dan produktivitas mereka. Pendidikan kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran gizi seimbang, namun efektivitas pendekatan yang digunakan masih perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan kesehatan dalam meningkatkan kesadaran gizi seimbang pada remaja di Indonesia melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan meninjau berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah terakreditasi dan laporan penelitian dengan fokus pada efektivitas metode edukasi gizi yang diterapkan pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan yang dilakukan secara terstruktur, interaktif, dan berkelanjutan dapat meningkatkan pemahaman serta mengubah pola makan remaja menjadi lebih sehat. Faktor pendukung keberhasilan edukasi gizi meliputi keterlibatan keluarga, dukungan sekolah, serta kebijakan pemerintah yang mendukung program kesehatan remaja. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan kesehatan yang inovatif dan berbasis bukti dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran gizi dan mencegah berbagai permasalahan kesehatan pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan metode pendidikan yang lebih menarik dan adaptif guna mengatasi tantangan dalam implementasi program kesehatan gizi di Indonesia.
UJI AKURASI TEGANGAN KELUARAN RADIASI PADA PESAWAT SINAR-X MERK FDR SMART X DI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Salsabila, Shelvira; Utami, Asih Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur uji akurasi tegangan tabung pesawat sinar-X menggunakan alat Raysafe dan membandingkan hasil pengujian apakah sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Subyek dari penelitian adalah pesawat sinar-X merk FDR Smart X di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Objek penelitian ini adalah data dari pengujian tegangan keluaran radiasi  (kVp) yang dihasilkan oleh pesawat sinar-X merk FDR Smart X di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah pengambilan data primer dengan eksperimen, dan studi kepustakaan. Eksposi dilakukan dengan menetapkan arus tabung (mA) dan waktu (s) secara konstan pada 20 mAs atau dalam rentang waktu 0,1–0,2 detik. Uji akurasi tegangan dilakukan dengan mengekspos pesawat sinar-X pada beberapa variasi nilai kVp yaitu 60,70,80,90, dan 100. Hasil dari pengujian tersebut dianggap memenuhi standar dan Hasil uji akurasi tegangan pada pesawat sinar-X merk FDR Smart X menunjukkan bahwa nilai kVp-ukur hampir sama dengan nilai kVp-set pada seluruh pengaturan. Error yang terjadi berada dalam batas toleransi yang diterima, yaitu kurang dari 1%. Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Tenaga Nuklir Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022, akurasi kVp pada alat sinar-X seharusnya memiliki toleransi error kurang dari 10%. Toleransi error yang kecil ini menunjukkan bahwa pesawat sinar-X di RS PKU Muhammadiyah Bantul memiliki performa yang baik dalam menghasilkan tegangan keluaran radiasi yang sesuai dengan pengaturan yang diinginkan
PENGARUH AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENGURANGI NYERI PADA PERSALINAN LISMASARI, DEVI; Anggriani, Yunita; Febriyanti, Hellen
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43696

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Data WHO 2019 mencatat 295.000 kematian ibu global, dengan AKI Indonesia mencapai 305 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 24 per 1.000 kelahiran hidup. Salah satu upaya menekan AKI dan AKB adalah melalui pelayanan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care) yang mencakup asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, serta konseling keluarga berencana (KB). Tujuan asuhan kebidanan ini yaitu asuhan kebidanan berkelanjutan mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, KB dengan intervensi komplementer gym ball untuk mengurangi nyeri punggung dan aromaterapi lavender untuk mengurangi nyeri persalinan. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dalam rangkaian asuhan kebidanan berkelanjutan yang dilakukan di PMB Masna Dewi, S.Tr.Keb. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi rekam medis. Hasil asuhan kebidanan ini menunjukkan bahwa gymball efektif dalam mengurangi nyeri punggung yang dialami oleh Ny. Y dilihat dari skor penilaian nyeri menggunakan NRS saat pretest 5 dan saat posttest 3. Selain itu, aromaterapi lavender juga memiliki pengaruh terhadap penurunan nyeri persalinan kala 1 fase aktif dilihat dari skor nyeri sebelum diberikan intervensi adalah 6 dan setelah diberikan intervensi menurun menjadi 3. Disarankan hasil laporan asuhan kebidanan Contenuity Of Care (COC) ini dapat menambah pemberian asuhan kebidanan komplementer guna mengatasi permasalahan dengan masing-masing orang secara berkelanjutan terutama masalah nyeri punggung dan nyeri persalinan kala 1 fase aktif.
PENGARUH TERAPI AAKTIVITAS KELOMPOK MEWARNAI DENGAN PASIR WARNA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES PADA LANSIA DI BALAI PANTI SOSIAL YOGYAKARTA pambudi, krisnanto agung; Kartinah, Kartinah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43715

Abstract

Stres yang tinggi pada lansia di Balai Panti Sosial Tresna Wredha Yogyakarta mendorong peneliti untuk melaksanakan intervensi guna mengurangi tingkat stres melalui teknik seni mewarnai menggunakan pasir berwarna. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental. Responden yang terlibat dalam penelitian terdiri dari 7 orang lansia berusia di atas 60 tahun, dipilih dengan metode purposive sampling. Selama 13 hari, data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel, yang berisi 10 pertanyaan, dilakukan dua kali, sebelum dan setelah intervensi. Pengujian data dilakukan dengan teknik paired sample t-test untuk membandingkan tingkat stres responden. Hasil analisis menunjukkan nilai signifikan sebesar 0.000, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dalam tingkat stres sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi berbasis seni mewarnai efektif dalam menurunkan tingkat stres lansia. Penelitian ini juga menyediakan bukti bahwa metode kreatif seperti ini dapat menjadi alternatif yang menjanjikan dalam manajemen stres. Dengan tantangan yang dihadapi oleh populasi lansia, penelitian ini membuka jalan bagi pengembangan intervensi serupa yang dapat diterapkan lebih luas dan mendalam di masa depan. Diharapkan hasil penelitian ini akan menjadi referensi penting untuk penelitian selanjutnya serta meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan mental lansia di masyarakat.
GAMBARAN IKLIM KESELAMATAN PERUSAHAAN PERTAMBANGAN PT X Razipradata, Mohammad Farrel
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43724

Abstract

Peningkatan kesadaran pekerja terhadap keselamatan kerja dapat dilakukan melalui penerapan iklim keselamatan yang baik. Iklim keselamatan mencerminkan bagaimana kebijakan dan prosedur keselamatan diterapkan serta dipersepsikan oleh pekerja di tempat kerja. Pengukuran iklim keselamatan penting untuk memahami sejauh mana sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja telah diterapkan dengan efektif. Salah satu metode yang digunakan dalam pengukuran iklim keselamatan adalah Nordic Occupational Safety Climate Questionnaire (NOSACQ-24), yang menilai berbagai dimensi persepsi pekerja terkait keselamatan di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan iklim keselamatan kerja di perusahaan pertambangan PT X. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner NOSACQ-24 yang disebarkan kepada pekerja di berbagai divisi dan kontraktor di PT X. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode skoring berdasarkan kategori NOSACQ-24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, iklim keselamatan kerja di PT X berada dalam kategori cukup hingga baik. Beberapa dimensi menunjukkan hasil yang optimal, sementara aspek lain, seperti Prioritas, komitmen, dan kompetensi keselamatan manajemen, dan Kepercayaan terhadap efektivitas sistem keselamatan masih perlu ditingkatkan. Penerapan iklim keselamatan yang baik diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pekerja terhadap prosedur keselamatan serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan kondusif.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR LINGKUNGAN FISIK DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOTOBOI KECIL KECAMATAN KOTAMOBAGU SELATAN Mamonto, Ayun Kusuma; Asrifuddin, Afnal; Nelwan, Jeini Ester
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43730

Abstract

Demam berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis Aedes Aegypti. Penyakit ini tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan umum di Indonesia, dengan tingkat penyebarannya termasuk yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara faktor lingkungan fisik dan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kuantitatif observasional dengan desain kontrol kasus. Populasi yang diteliti terdiri dari 82 responden, di mana jumlah sampel yang digunakan adalah 41 untuk kasus dan 41 untuk kontrol. Alat yang digunakan dalam penelitian mencakup persetujuan yang diinformasikan, kuesioner identitas responden, peralatan pengukur seperti thermohygrometer dan lux meter, serta kamera untuk dokumentasi. Hasil analisis data menggunakan alternatif Chi square menunjukkan terdapat tiga variabel yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD), yaitu suhu ruangan, dengan nilai p = 0,007 (≤ 0,05), pencahayaan ruangan, dengan nilai p = 0,015 (≤ 0,05), dan keberadaan jentik di tempat penampungan air, dengan nilai p = 0,043 (≤ 0,05). Sedangkan satu variabel yang tidak menunjukkan hubungan signifikan adalah kelembaban ruangan, dengan nilai 0,129 (>0,05). Maka dari itu, puskesmas melakukan sosialisasi dan memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk menggunakan jenis pencahayaan yang memenuhi standar kesehatan, serta mendorong masyarakat agar menjalani kegiatan harian yang menggambarkan pola hidup bersih dan sehat.