cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENERAPAN KEBIJAKAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT DI INDONESIA : LITERATURE REVIEW Mawo, Florianus Hans Matheus; Dwiseli, Firmita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44014

Abstract

Lingkungan rumah sakit merupakan tempat yang kompleks dan dinamis, di mana berbagai kegiatan medis, paramedis, dan non medis saling berinteraksi, sehingga implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) menjadi suatu keharusan untuk memastikan keamanan dan kesehatan semua pihak yang terlibat. Potensi bahaya ini dapat berupa risiko infeksi, paparan bahan kimia berbahaya, risiko radiasi, serta bahaya fisik dan ergonomis lainnya. Pemerintah Indonesia menyadari betapa pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan telah menerbitkan peraturan tertang Sistem Manajemen K3 Rumah Sakit (SMK3RS) dalam Permenkes Nomor 66 Tahun 2016.  Meskipun banyak rumah sakit telah menerapkan SMK3, implementasi dan efektivitasnya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kurangnya keterlibatan tenaga kerja, kurangnya dukungan manajemen serta perubahan lingkungan kerja. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SMK3RS berdasarkan Permenkes Nomor 66 Tahun 2016 serta mengidentifikasi faktor utama yang memengaruhi efektivitas dan faktor penghambat implementasinya. Data diperoleh dari Google Scholar dengan pertimbangan mudah diakses dan jangkauan laus, dengan menggunakan kata kunci “Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja" AND "Rumah Sakit" OR “SMK3RS” . Hasil review menunjukkan bahwa secara umum, penerapan SMK3RS di Indonesia masih belum optimal sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016. Berbagai hambatan seperti minimnya pemahaman, kurangnya dukungan manajemen, keterbatasan sumber daya, serta minimnya pelatihan, menjadi faktor utama yang menghambat implementasi SMK3RS.
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN JENJANG KARIR PERAWAT DALAM MENDUKUNG PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT: LITERATURE REVIEW Argianti, Viska
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44030

Abstract

Rumah sakit memiliki kewajiban dalam menyediakan layanan medis yang bermutu tinggi serta bertanggung jawab terhadap masyarakat, khususnya di wilayah operasionalnya yang menjadi cakupan utama pelayanan kesehatan. Namun, kenyataannya tidak semua rumah sakit telah mengadopsi sistem jalur karir bagi tenaga keperawatan. Masih terdapat banyak rumah sakit milik pemerintah maupun swasta yang baru mulai menerapkan sistem tersebut secara bertahap, bahkan ada yang belum mengimplementasikannya sama sekali hingga saat ini. Padahal, pengembangan jenjang karir bagi tenaga keperawatan merupakan suatu mekanisme yang sangat penting dan strategis, karena bertujuan untuk mengoptimalkan potensi sesuai dengan bidang tugasnya melalui peningkatan keterampilan dan kompetensi. Hal ini dilakukan agar dapat menghasilkan tenaga keperawatan yang benar-benar profesional serta memiliki kinerja yang optimal dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan. Tinjauan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan jenjang karir perawat dalam mendukung pelayanan keperawatan di rumah sakit secara menyeluruh. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review untuk mendapatkan data yang relevan dan mendalam. Peneliti mengidentifikasi sebanyak 2.080 artikel yang terdiri dari 1.000 artikel dalam database Crossref dan 1.080 artikel dalam database Google Scholar. Setelah melalui seluruh tahapan seleksi yang ketat dan sistematis, sebanyak 9 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut dalam penelitian ini. Strategi dalam pengembangan jenjang karir perawat di rumah sakit difokuskan pada peningkatan keterampilan dan kapabilitas tenaga perawat melalui sistem jenjang profesional berbasis Perawat Klinis (PK), proses kredensial, serta pemberian insentif yang disesuaikan dengan kinerja masing-masing individu.
GAMBARAN MUTU JASA PELAYANAN KESEHATAN RAWAT JALAN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI PUSKESMAS KAKAS kandouw, valentsia; Rumayar, Adisti A.; Tucunan, Ardiansa A. T.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44049

Abstract

Mutu jasa pelayanan kesehatan rawat jalan mengacu pada kualitas pelayanan yang diberikan pada pasien yang tidak memerlukan rawat inap. Melalui observasi awal di Puskesmas Kakas ditemukan masalah yakni pada dimensi bukti fisik (tangibles) dan masalah pada dimensi kehandalan (reliability). Puskesmas yang berkolaborasi dengan BPJS kesehatan berkewajiban dalam memberi pelayanan yang bermutu untuk pasien. Untuk mengukur tingkat kepuasan pasien, maka dipakai SERVQUAL (service quality) yakni ada 5 (lima) dimensi mutu pelayanan kesehatan diantaranya kehandalan (Reliability), jaminan (Assurance), bukti fisik (tangibles), empati (empathy) serta daya tanggap (Responsiveness). Penelitian ini tujuannya supaya tahu terkait gambaran mutu jasa pelayanan kesehatan rawat jalan peserta JKN di Puskesmas Kakas. Jenis penelitian yang dipakai yaitu kuantitatif deskriptif yang memakai metode survei dengan pendekatan studi potong lintang. Populasi pada penelitian ini yaitu pasien rawat jalan peserta jaminan kesehatan nasional (BPJS) di Puskesmas Kakas yang berjumlah 7.960 jiwa. Teknik pengambilan sampel yaitu memakai quota sampling dan penentuan jumlah sampel memakai rumus lemenshow dan jumlah sampel sebesar 96 responden. Hasil penelitian dari kelima dimensi mutu jasa pelayanan kesehatan rawat jalan peserta JKN menunjukkan bahwasanya, dari hasil kuesioner, sebagian besar responden memberikan penilaian positif. Dimana, kebanyakan responden memilih jawaban setuju dan sangat setuju ketimbang jawaban tidak setuju dan sangat tidak setuju pada setiap pernyataan.
PENGARUH MEDIA BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI bakkara, queen Widiyasnara; Agrina, Agrina; Arneliwati, Arneliwati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44063

Abstract

Remaja merupakan tahapan kehidupan saat seseorang berada dalam usia 10-19 tahun, dan mulai menunjukan ciri perkembangan seksual sekunder dan mengalami kematangan secara seksual. Pada tahapan usia remaja, terjadi banyak perubahan yang berisiko terhadap penyimpangan perilaku seperti seks bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media buku saku terhadap pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 1 Tandun dan merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan desain quasi eksperiment one group pretest posttest. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 40 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi yang sudah valid dan reliabel. Analisis yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Terdapat peningkatan pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan media buku saku. Berdasarkan perhitungan statistik didapatkan pemberian intervensi buku saku efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi dengan nilai hasil P value 0,000 (< α 0,05). Media buku saku berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi. Diharapkan buku saku dapat digunakan remaja sebagai media untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan tindakan terkait kesehatan reproduksi.
KEBIJAKAN DESENTRALISASI KESEHATAN DI INDONESIA : DAMPAK DAN TANTANGAN DALAM PENGELOLAAN KESEHATAN DAERAH Azmi, Fathul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44065

Abstract

Desentralisasi kesehatan di Indonesia yang diimplementasikan lebih dari dua dekade telah mentransformasi tata kelola sistem kesehatan dari sentralistik menjadi terdesentralisasi melalui pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan desentralisasi terhadap tata kelola dan kinerja sistem kesehatan daerah, mengidentifikasi faktor determinan yang mempengaruhi variasi keberhasilan implementasi, serta merumuskan rekomendasi strategis untuk optimalisasi kebijakan desentralisasi kesehatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka melalui penelusuran literatur terkait desentralisasi kesehatan Indonesia yang diterbitkan dalam rentang waktu 2020-2025, dianalisis menggunakan pendekatan tematik dengan kerangka konseptual yang mencakup dimensi ruang keputusan, kapasitas daerah, dan akuntabilitas. Hasil penelitian menunjukkan variasi signifikan dalam alokasi anggaran kesehatan antar daerah (5%-18% dari APBD), disparitas distribusi tenaga kesehatan (rasio dokter per 100.000 penduduk di Jawa-Bali 30-45, Indonesia Timur 8-18), serta kesenjangan capaian indikator kesehatan yang dipengaruhi interaksi kompleks antara faktor kontekstual, sistem, dan tata kelola. Tantangan koordinasi pusat-daerah mencakup perbedaan persepsi prioritas masalah, keterbatasan ruang fiskal, ketidaksesuaian timeline perencanaan, dan rigiditas standar nasional. Dapat disimpulkan bahwa desentralisasi kesehatan perlu dipandang sebagai proses dinamis yang membutuhkan penyesuaian berkelanjutan dengan memperkuat kapasitas pemerintah daerah, mengembangkan mekanisme transfer fiskal berbasis kinerja, serta membangun forum koordinasi multi-level untuk mencapai keseimbangan antara standardisasi kualitas dan fleksibilitas adaptasi lokal dalam mewujudkan sistem kesehatan yang adil, berkualitas, dan responsif.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT MANEMBO-NEMBO BITUNG Kambey, Miracle Abygail Yolwan; Wowor, Ribka E.; Tucunan, Ardiansa A. T.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44079

Abstract

Pelayanan kesehatan yang berkualitas sangat bergantung pada kinerja tenaga kesehatan, khususnya perawat. Karena menjadi seorang tenaga kesehatan yang langsung berinteraksi terhadap pasien, mempunyai fungsi krusial untuk memberikan pelayanan yang optimal dan memastikan pasien mendapatkan pelayanan sesuai dengan kondisinya. Pada observasi awal yang dilangsungkan peneliti dengan melakukan pengamatan di RS Manembo-Nembo Bitung menunjukkan bahwa adanya masalah yang berkaitan dengan motivasi kerja perawat seperti kurangnya hubungan antara rekan kerja, Selain itu, terdapat juga masalah yang berkenaan terhadap gaya kepemimpinan transformasional dimana pemimpin kurang mengembangkan kepercayaan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja perawat di RS Manembo-Nembo Bitung. Jenis studi ini ialah studi kuantitatif melalui desain survei analitik menggunakan pendekatan cross sectional study. Populasi pada studi ini ialah perawat yang beroperasi diruangan rawat inap dengan total populasi 137 perawat. Pada studi ini, sampel diambil melalui penerapan metode non-probability sampling, dengan Teknik Quota Sampling, dan jumlah sampel yang didapat sebanyak 60 perawat. Studi ini menerapkan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dan menggunakan metode analisis univariat dan analisis bivariat dalam pengolahan data. Berdasarkan analisis bivariat pada variabel motivasi kerja dengan kinerja diperoleh skor p-value = 0,039, dan pada variabel gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja diperoleh nilai p-value = 0,011. Ada hubungan antara motivasi kerja dan gaya kepemimpinan transformasional dengan kinerja perawat di RS Manembo-Nembo Bitung.
PENGARUH PEMBERIAN JUS JAMBU BIJI MERAH TERHADAP ANEMIA DALAM KEHAMILAN Fitriana, Alfira; Stianto, Mitayakuna; Fatimah, Siti; Fatma, Inge Devita; Santika, Tifani Hani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44122

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian jus jambu biji merah dan tablet Fe terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil trimester II dan III yang mengalami anemia. Penelitian ini menggunakan quasi-experiment dengan model pre-test dan post-test dengan kontrol group. Populasi adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang mengalami anemia. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 56 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang dibagi menjadi 28 kelompok eksperimen dan 28 kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur kadar Hb sebelum dan Setelah dilakukannya pemberian jus jambu biji dengan tablet fe sebanyak 250ml/hari selama 14 hari pada kelompok eksperimen dan mengukur kadar Hb sebelum dan setelah dilakukannya pemberian tablet Fe saja selama 14 hari pada kelompok kontrol. Hasil analisis menggunakan uji t dependent menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kadar hemoglobin (Hb) sebelum dan sesudah pemberian tablet Fe dan jus jambu biji merah pada ibu hamil di Puskesmas Tambakrejo Jombang. Hasil analisis rata-rata Hb pada ibu hamil kelompok intervensi sebelum diberikan jus jambu biji merah dan tablet Fe sebesar 10.39 gr/dl dan sesudah diberikan jus jambu biji merah plus tablet Fe sebesar 11.67 gr/dl. Sedangkan rata-rata Hb pada ibu hamil kelompok kontrol sebelum diberikan tablet Fe sebesar 10.45 gr/dl dan sesudah diberikan tablet Fe sebesar 11.31 gr/dl. Analisis bivariat didapatkan nilai p-value 0.000 (p<0.05). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara konsumsi jus jambu biji merah dan tablet Fe terhadap peningkatan kadar Hb ibu hamil trimester II dan III yang mengalami anemia di wilayah kerja Puskesmas Tambekrejo Kabupaten Jombang.
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA ORGANISASI DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT MANEMBO-NEMBO BITUNG wowor, syalomita Tesalonika; Wowor, Ribka E.; Mandagi, Chreisye K. F.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44128

Abstract

Pelayanan kesehatan yang baik memiliki keterkaitan erat dengan sumber daya manusia kesehatan, ada beberapa kategori SDMK di rumah sakit salah satunya yaitu perawat. Dalam melakukan pelayanan kesehatan, perawat harus melakukan tugas yang berat sehingga diperlukan kinerja yang optimal. Dari hasil observasi awal di Rumah Sakit Menembo-Nembo Bitung menunjukkan adanya masalah yang menyangkut aspek budaya organisasi yakni hubungan interpersonal yang kurang baik, dikarenakan komunikasi kurang efektif antara beberapa perawat dan terdapat pula masalah menyangkut aspek kepuasan kerja, yakni kurangnya pengakuan atas prestasi kerja dari perawat. Studi ini bertujuan guna mengetahui bagaimana kepuasan kerja serta budaya organisasi berhubungan dengan kinerja perawat di RS Manembo-Nembo di Bitung. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian survei analitik memakai metode studi potong lintang. Adapun jumlah populasi pada studi ini terdiri atas 137 perawat yang bekerja di unit rawat inap, sementara jumlah sampel yang ditentukan sebanyak 60 responden. Metode penelitian yaitu non-probality sampling, dengan teknik quota sampling. Penelitian ini memakai dua jenis analisis univariat dan analisis bivariat. Pengujian chi square mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dan kinerja perawat, dengan skor p-value = 0,044 serta adanya hubungan antara kepuasan kerja dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Manembo-Nembo Bitung dengan skor p-value= 0,025. Terdapat hubungan antara budaya organisasi dan kepuasan kerja dengan kinerja perawat di RS Manembo-Nembo Bitung.
KEPUASAN PELAYANAN KESEHATAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SUDIANG RAYA Fadilla, Alifah Raihan; Lestari, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44129

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang menjadi salah satu tantangan besar dan harus dihadapi Indonesia saat ini yang terjadi di pelayanan kesehatan primer. Menurut laporan Kemenkes, penyebab kematian nomor 3 di Indonesia yaitu hipertensi setelah stroke dan tuberkulosis, mencapai 6,7% proporsi kematian dari populasi semua umur. Puskesmas, atau Pusat Kesehatan Masyarakat, merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang berperan dalam melaksanakan upaya kesehatan masyarakat serta pelayanan kesehatan individu pada tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat kepuasan pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Sudiang Raya. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan usia, jumlah pasien yang mengunjungi puskesmas Sudiang Raya pada rentang 51-60 tahun. Kepuasaan pasien menunjukkan bahwa dari keempat dimensi pelayanan semua dimensi  Kualitas (p-value < 0,05) atau (0,001<0,05),dimensi Kenyamanan (p-value < 0,05) atau (0,004<0,05), dimensi Pelayanan (p-value < 0,05) atau (0,025<0,05), dan dimensi Manajemen (p-value < 0,05) atau (0,003<0,05) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pasien.Hal ini menunjukkan bahwa semua dimensi mempunyai peran yang  besar dalam meningkatkan kepuasan pasien. Dari keempat variabel diatas , dimensi Pelayanan mempunyai pengaruh yang lebih besar terhadap kepuasan pasien dengan nilai OR sebesar 1.025.
STUDI PEMBUATAN KUE MOCHI SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) SEBAGAI ALTERNATIF SNACK UNTUK BALITA UNDERWEIGHT Aji, Dewi Nurindah; Satriani, Satriani; Fajar, Ibnu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44133

Abstract

Masalah gizi pada balita dengan prevalensi yang tergolong tinggi adalah gizi kurang (underweight). Kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk menanggulangi permasalahan tersebut adalah melalui inovasi pengembangan produk pangan yang sesuai dengan kebutuhan gizi balita. Salah satu inovasi makanan yang banyak digemari adalah mochi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai gizi dan nilai daya terima pada formulasi mochi tepung daun kelor dan tepung mocaf. Penelitian dilakukan pada bulan November 2024. Panelis pada penelitian berjumlah 25 orang panelis tidak terlatih. Jenis penelitian ini bersifat Eksperimen Murni dengan design Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat 4 perlakuan dan 3 kali pengulangan. Analisis Kuantitatif menggunakan Uji Kruskal Wallis dilanjutkan Uji Mann Whitney dan nilai gizi diperoleh melalui perhitungan Yield Factor dan Retention Factor. Pada semua perlakuan, perlakuan F3 memiliki nilai gizi tertinggi, yaitu energi 364,4 kkal, protein 6,5 gram, lemak 8,8 gram, dan karbohidrat 60,6 gram. Uji hedonik warna dan tekstur tertinggi pada perlakuan F3 3,55 dan 3,79. Uji hedonik aroma dan rasa tertinggi pada perlakuan F0 3,44 dan 3,47. Uji mutu hedonik warna dan tekstur tertinggi pada perlakuan F3 3,55 dan 3,87. Uji mutu hedonik aroma dan rasa tertinggi pada perlakuan F0 3,44 dan 3,47. Formulasi mochi tepung mocaf dan tepung daun kelor dapat dijadikan alternatif snack bernilai gizi tinggi untuk balita underweight dinilai dari nilai gizi empiris dan organoleptik.