cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA WARGA ≥50 TAHUN KELURAHAN JATIRASA BEKASI Tarcisia, Twidy; Siswoto, Kevin Pratama Diliano; Wahyuni, Octavia Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44202

Abstract

Beberapa tahun terakhir angka kejadian obesitas di Indonesia meningkat dari 10,5% (2017) menjadi 21,8% (2018). Obesitas sebagai major modifiable risk factor penyakit kardiovaskuler memegang peranan dalam meningkatkan angka kejadian penyakit kardiovaskuler. Penyakit kardiovaskular adalah penyakit jantung-pembuluh darah dengan patofisiologi utama penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis). Aterosklerosis adalah deposit lemak, fibrin, platelet, kalsium dan debris seluler pada endotel pembuluh darah yang dapat menyumbat lumen pembuluh darah sehingga menyebabkan kematian. Aterosklerosis merupakan penyebab tersering kematian dengan peningkatan angka kejadian pada usia ≥ 50 tahun. Indikator untuk menilai adanya aterosklerosis pada individu adalah menilai ada tidaknya PAP pada individu tersebut. Pemeriksaan yang digunakan untuk melihat adanya PAP adalah pemeriksaan ABI, sedangkan pemeriksaan untuk menilai status obesitas individu adalah pemeriksaan IMT. Maka dari itu kami ingin meneliti hubungan IMT dan ABI pada warga ≥50 Tahun Kelurahan Jatirasa Bekasi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan teknik non-randomized consecutive sampling. Data yang terkumpul di uji normalitas dengan analisis hubungan antar variabel menggunakan uji Fisher. Hasil penelitian kami menunjukkan tingginya angka kejadian IMT tidak diikuti dengan tingginya angka kejadian ABI tidak normal. Ditemukan hubungan tidak bermakna antara nilai IMT dan ABI (p value 1,84). Hal ini terjadi karena peranan ABI dalam menentukan resiko penyakit kardiovaskular lebih dikaitkan dengan status lemak viseral (CI) dibandingkan status obesitas (IMT).
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI KLINIK JULIA LIKUPANG Molenaar, Emmanuela Ranita; Mawo, Florianus Hans Matheus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44218

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak usia balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu determinan penting yang memengaruhi kejadian ISPA pada balita adalah status gizi. Anak dengan gizi buruk memiliki sistem imun yang melemah, sehingga lebih rentan terserang infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA pada balita usia 0–5 tahun di Klinik Julia Likupang, Sulawesi Utara. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diambil dari rekam medis seluruh balita (n=196) yang berobat ke Klinik Julia Likupang sepanjang tahun 2024 dengan menggunakan teknik total sampling. Status gizi dikategorikan berdasarkan indikator antropometri Berat Badan menurut Umur (BB/U), sementara data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentasi balita yang mengalami ISPA sebanyak 49%. Prevalensi ISPA paling tinggi ditemukan pada kelompok balita dengan status gizi kurang (74%) dan sangat kurang (67%). Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status gizi dan kejadian ISPA dengan nilai χ² = 7,87 dan p = 0,0488 (p < 0,05). Dari hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita di Klinik Julia Likupang.
PENERAPAN TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PROSES KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Nugraha, Ari; Oktavia, Nur; Marseliana, Rohayati; Alia, Salma; Marsya, Shofi; Ridwan, Heri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44222

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dalam dunia kesehatan telah mendorong transformasi signifikan dalam layanan keperawatan di rumah sakit. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi adalah tingginya risiko kesalahan medis dan meningkatnya beban administratif yang dialami perawat, yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana penerapan teknologi dapat meningkatkan kualitas proses keperawatan di lingkungan rumah sakit. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan sistematis. Populasi yang dikaji adalah perawat rumah sakit dengan intervensi berupa penggunaan berbagai teknologi keperawatan dibandingkan dengan metode konvensional. Strategi pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci “penerapan teknologi,” “proses keperawatan,” dan “teknologi keperawatan.” Kriteria inklusi mencakup artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2025 serta tersedia dalam format full text. Artikel yang tidak relevan, duplikat, atau tanpa metode penelitian yang jelas dieliminasi. Dari hasil seleksi, diperoleh empat artikel yang memenuhi kriteria. Temuan menunjukkan bahwa penerapan Electronic Health Records (EHR), Clinical Decision Support Systems (CDSS), Mobile Nursing Systems, dan Artificial Intelligence (AI) berkontribusi positif dalam meningkatkan efisiensi kerja, akurasi dokumentasi, pengambilan keputusan klinis, serta keselamatan pasien. Kesimpulannya, penerapan teknologi terbukti mampu meningkatkan kualitas keperawatan di rumah sakit, namun keberhasilannya bergantung pada faktor pelatihan, kesiapan infrastruktur, serta penerimaan dan adaptasi tenaga keperawatan terhadap inovasi tersebut.
HUBUNGAN PERSONAL HYGIENE, PERILAKU KONSUMSI JAJANAN DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 143 KOTA JAMBI Labibah, Sovia; Kasyani, Kasyani; Hidayati, Fajrina; Perdana, Silvia Mawarti; Azhary, Muhammad Rifqi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44223

Abstract

Diare merupakan salah satu masalah kesehatan Masyarakat yang menjadi perhatian serius terutama pada kelompok usia anak sekolah. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), diare menempati peringkat ketiga sebagai penyebab utama kematian pada anak usia 0–9 tahun dengan estimasi 494.683 kematian setiap tahunnya. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 mencatat prevalensi diare sebesar 8,8% pada anak-anak, dengan cakupan pelayanan kesehatan yang masih rendah, yaitu hanya 31,7%. Di Provinsi Jambi, jumlah kasus diare meningkat dari 98.315 kasus pada tahun 2021 menjadi 100.259 kasus pada tahun 2023. Kota Jambi tercatat sebagai wilayah dengan kasus tertinggi, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu, dengan 510 kasus yang didominasi oleh kelompok usia 5–12 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene, perilaku konsumsi jajanan, dan status gizi dengan kejadian diare pada siswa SDN 143 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan teknik total sampling terhadap 46 responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 43,5% siswa mengalami diare. Terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian diare (p=0,003), sedangkan perilaku konsumsi jajanan (p=0,372) dan status gizi (p=1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa personal hygiene merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada siswa sekolah dasar.
DETERMINAN ISPA PADA BALITA DENGAN EKONOMI RENDAH DI INDONESIA (SKI 2023) Aprilianti, Dewi; Sitanggang, Hendra Dhermawan; Syukri, Muhammad; Butar, Marta Butar; Fitri, Adelina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44224

Abstract

ISPA adalah penyakit akut yang menyerang saluran pernapasan atas dan bawah. Hampir 20% angka kematian pada balita di seluruh dunia disebabkan oleh ISPA. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis determinan yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita dengan status ekonomi rendah di Indonesia. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data SKI 2023 dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2024 – Februari 2025 dengan sampel penelitian sebanyak 32.334 balita diperoleh dengan teknik Total Sampling. Analisis data menggunakan Rstudio versi 4.4.2 menggunakan uji satistik Chi-Square untuk menguji hubungan antara dua variabel kategorik, P-value < 0,05 dianggap signifikan secara statistik. Proporsi ISPA pada balita dengan status ekonomi rendah di Indonesia adalah 32,2% (95% CI: 31,3 – 33,1). Faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan kejadian ISPA: Status Gizi Underweight (p = 0,000), status gizi overweight (p = 0,013). Status Imunisasi (p = 0,000). BBLR (p = 0,002). Kepadatan Hunian (p = 0,015). Jenis Dinding (p = 0,000). Kebiassan Merokok (p = 0,013). Bahan bakar memasak (p = 0,002). Pendidikan Ibu (p = 0,001), dan pekerjaan ibu (p = 0,029). Determinan yang belum terbukti berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita dengan status ekonomi rendah di Indonesia adalah Usia, Jenis Kelamin, Status ASI dan Jenis Lantai. Determinan tersebut dapat memengaruhi risiko ISPA pada balita dengan ekonomi rendah. Intervensi kesehatan yang fokus pada perbaikan gizi, pemberian ASI eksklusif, dan peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal dapat efektif menurunkan angka kejadian ISPA pada balita.
HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UJUNGPANGKAH Aprilia, Cicik Sechah; Diyanah, Khuliyah Candraning; Pawitra, Aditya Sukma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lingkungan fisik rumah dengan kejadian tuberkulosis paru di wilayah Puskesmas Ujungpangkah. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel penelitian terdiri dari 33 kasus penderita tuberkulosis paru dan 66 kontrol yaitu bukan penderita tuberkulosis paru dengan total sampel 99 responden. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling untuk sampel kasus dan metode purposive sampling untuk kelompok kontrol. Variabel yang diteliti meliputi suhu, kelembapan, pencahayaan, dan kepadatan hunian yang dikategorikan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan.. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan pengukuran langsung menggunakan thermohygrometer, lux meter, dan roll meter. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian tuberkulosis paru dengan suhu rumah (P=0,044; OR=3,625), kelembapan rumah (p=0,038; OR=5,378), pencahayaan (p=0,037; OR=3,415), dan kepadatan hunian (p=0,001; OR=6,923). Kondisi lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat dapat mendukung pertumbuhan bakteri mycobacterium tuberculosis sehingga dapat meningkatkan risiko penularan tuberkulosis paru. Tenaga kesehatan diharapkan untuk meningkatkan program penyuluhan kesehatan terkait pentingnya rumah sehat dan cara menciptakan lingkungan fisik rumah yang memenuhi syarat.
HUBUNGAN POLUTAN UDARA AMBIEN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA Inayah, Nadya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44236

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan, baik bagian atas maupun bawah. Infeksi saluran pernapasan akut, khususnya pneumonia, masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada bayi dan balita di seluruh dunia. Balita memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dibandingkan kelompok usia lainnya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menelusuri berbagai sumber ilmiah yang relevan. Dari berbagai penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa faktor lingkungan dan sosial-ekonomi turut berperan dalam meningkatkan risiko ISPA dan pneumonia pada balita. Kondisi rumah yang buruk, kurangnya ventilasi, serta kebiasaan penggunaan bahan bakar yang tidak ramah lingkungan menjadi faktor utama dalam meningkatkan paparan polusi udara dalam rumah. Polusi udara dan faktor lingkungan meningkatkan risiko ISPA pada balita, terutama di daerah perkotaan dan sekitar industri dengan pencemaran tinggi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami sejauh mana polusi udara mempengaruhi terjadinya ISPA pada balita. Studi ini menyoroti pentingnya menjaga polusi udara serta lingkungan untuk mengurangi terjadinya penyakit ISPA.  
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DM TIPE 2 DI PUSKESMAS MATANI KOTA TOMOHON Anggela, Jelsy; Kandou, Grace Debbie; Asrifuddin , Afnal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44246

Abstract

Menurut WHO penyakit diabetes menimbulkan 1 kematian  tiap detiknya serta menyebabkan 6,7 juta kematian. Indonesia pada tahun 2021 menempati urutan kelima dengan kasus terbesar yakni 19,5 juta dan bisa mencapai 28,6 juta pada tahun 2045. Dilansir dari data SKI 2023, kasus diabetes melitus sebesar 1,7% dan Provinsi Sulawesi Utara menempati posisi kelima dengan prevalensi 2,1% dengan kasus diabetes melitus tipe 2 42,2%. Puskesmas Matani merupakan puskesmas penyumbang kasus terbanyak di Kota Tomohon sebesar 890 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah penderita  diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Matani Kota Tomohon. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional study. Populasi terdiri dari seluruh pasien di Puskesmas Matani Kota Tomohon yang mengidap penyakit DM tipe 2. Sampel yang diambil menggunakan rumus Lemeshow populasi tidak diketahui sebesar 107 sampel serta menggunakan teknik accidental sampling. Variabel penelitian terdiri dari kualitas tidur (variabel bebas) dan kadar glukosa darah (variabel terikat). Alat pengumpulan data berupa kuesioner yang kemudian digunakan uji korelasi yaitu uji chi square  (α = 0,05). Hasil yang diperoleh dari penelitian yakni p-value 0,000 < α 0,05 sehingga dapat disimpulkan kualitas tidur memiliki hubungan dengan kadar glukosa darah penderita DM tipe 2 di Puskesmas Matani Kota Tomohon
HUBUNGAN RIWAYAT HIPERTENSI, STATUS GIZI, TINGKAT KECEMASAN DENGAN PREEKLAMPSIA BERAT PADA IBU HAMIL Permata, Febriwirma; Febriyani, Putri Agus; Novita, Astrid
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44254

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan Kasus Preeklampsia di RSUD Jampang Kulon pada Periode Januari – Juni Tahun 2024 adalah sebanyak 142 Kasus dari total 1299 (11%), hal ini diketahui meningkat jika dibandingkan dengan jumlah preeklampsia yang hanya 125 kasus. Hasil dari rekam medis pasien menunjukkan bahwa pada preeklampsia berat, komplikasi maternal yang paling sering terjadi adalah koagulopati (gangguan pembekuan darah) sebanyak 10 kasus, solusio plasenta (terlepasnya plasenta sebelum waktunya) sebanyak 20 kasus, dan eklampsia (kejang akibat preeklampsia) sebanyak 22 kasus dari total 142 kasus. Jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan kunjungan rawat inap. pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Teknik penentuan jumlah sampel dengan rumus lameshow. Pada penelitian ini analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara masing-masing variabel. Penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil uji chi square didapatkan nilai p value 0.014 dimana p value < 0.05 yang artinya ada hubungan antara riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Hasil uji chi square didapatkan nilai p value 0.003 dimana p value < 0.05 yang artinya ada hubungan antara status gizi dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Hasil uji chi square didapatkan nilai p value 0.007 dimana p value < 0.05 yang artinya ada hubungan antara kecemasan dengan kejadian preeklampsia pada ibu hamil. Hasil penelitian ini dapat memberikan pengetahuan bagi ibu hamil, suami dan keluarga tentang tanda, gejala dan bahaya preeklampsia.
MEKANISME KERACUNAN MAKANAN PADA TUBUH MANUSIA AKIBAT BAKTERI SALMONELLA Wardiani, Zahraisyya Wardiani; Khoirunnisa, Hasna; Sopiah, Popi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44271

Abstract

Keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri adalah salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi di seluruh dunia. Makanan adalah kendaraan untuk infeksi penyakit yang dapat memberikan mikroorganisme patogen ke lokasi kolonisasi di dalam tubuh. Salah satu patogen yang menyebabkan kontaminasi makanan adalah bakteri Salmonella. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan proses infeksi yang terjadi dalam tubuh serta menganalisis gejala klinis yang timbul akibat infeksi bakteri Salmonella. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah scoping review dengan memasukkan kata kunci bakteri Salmonella, keracunan makanan, dan mekanisme di database Google Schoolar, PubMed, dan Semantic Schoolar pada 2019-2024. Artikel kemudian diperiksa berdasarkan judul yang sesuai dan judul terkait, artikel diperiksa berdasarkan abstrak, dan akhirnya artikel dibaca dalam makalah lengkap, dengan hasil akhir menerima 7 artikel yang sesuai dengan topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Salmonella menginfeksi tubuh melalui saluran pencernaan, menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan, yang menyebabkan gejala klinis seperti diare, demam dan kejang perut. Pencegahan yang dapat diimplementasikan termasuk meningkatkan kebersihan makanan dan proses penanganan makanan yang benar. Studi ini diharapkan memberikan gambaran tentang proses infeksi dalam tubuh dan menganalisis gejala klinis yang terjadi karena infeksi Salmonella bakteri, serta persepsi publik mengenai pentingnya kebersihan makanan dan pencegahan kontaminasi Salmonella.