cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN BAGI TENAGA KERJA BUKAN PENERIMA UPAH DI BPJS KETENAGAKERJAAN KOTA JAMBI 2024 Simamora, Mutiara; Noerjoedianto, Dwi; Hubaybah, Hubaybah; Amir, Andy; Solida, Adila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43907

Abstract

BPJS Ketenagakerjaan berperan dalam menjamin hak dan kesejahteraan masyarakat. Di Kota Jambi, kasus kecelakaan kerja meningkat 20,64% dari 1.119 kasus (2022) menjadi 1.350 kasus (2023). Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi tenaga kerja Bukan Penerima Upah (BPU) di Kota Jambi untuk memberikan rekomendasi peningkatan efektivitas layanan. Penelitian kualitatif deskriptif dengan informan dari BPJS dan peserta BPU. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan telaah dokumen, serta dianalisis menggunakan NVivo dengan triangulasi data dan sumber. Hasil menunjukan dari aspek komunikasi masih ada beberapa tantangan yang perlu diperbaiki. Perubahan informasi yang kurang konsisten, serta ketergantungan peserta pada pihak BPJS untuk administrasi menunjukkan bahwa komunikasi belum sepenuhnya optimal. Jumlah SDM dan fasilitas dinilai cukup, tetapi masih ada keluhan terkait keterbatasan petugas pelayanan dan fasilitas meja pelayanan. Disposisi Sudah baik dilihat dengan keramah, kesopan, dan empati petugas dalam melaksanakan program. Struktur birokrasi telah berjalan sesuai prosedur namun kompleksitas administrasi sering menjadi hambatan bagi peserta, terutama dalam proses klaim yang memerlukan berbagai formulir serta keterlambatan penyelesaian akibat kendala teknis dan verifikasi dokumen. Implementasi program di BPJS Ketenagakerjaan Kota Jambi berjalan baik, terutama dalam aspek disposisi. Namun, tantangan muncul dalam aspek komunikasi, seperti perubahan informasi yang belum konsisten, dan ketergantungan peserta pada BPJS dalam administrasi. Meskipun SDM dan fasilitas cukup, keluhan terkait keterbatasan petugas dan fasilitas masih ada. Struktur birokrasi sesuai prosedur, namun kompleksitas administrasi dan kendala teknis dalam klaim perlu diperbaiki.
EVALUASI PENERAPAN KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK PADA TATANAN SEKOLAH DI MADRASAH ALIYAH LABORATORIUM KOTA JAMBI TAHUN 2024 Salsabila, Farah; Wardiah, Rizalia; Mekarisce, Arnild Augina; Sari, Rumita Ena
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43908

Abstract

Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan suatu area atau kawasan di mana tidak diperbolehkan untuk merokok dan tidak memperbolehkan seluruh aktivitas merokok. Data Riskesdas Provinsi Jambi tahun 2018, sebanyak 17,19% penduduk Kota Jambi merupakan perokok aktif dan kelompok usia dengan proporsi tertinggi yang pertama kali mencoba rokok adalah remaja berusia 15-19 tahun, dengan angka mencapai 54,05%. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi aspek komunikasi, aspek sumber daya, aspek disposisi dan aspek struktur biroraksi pada penerapan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di Madrasah Aliyah Laboratorium Tahun 2024. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik. Informan penelitian terdiri dari 12 orang yaitu 1 penanggung jawab KTR, 1 waka kesiswaan, 3 guru, 1 Staf TU, 1 Pedagang Kantin, dan 6 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Data analisis menggunakan bantuan software Nvivo dan di triangulasi menggunakan data yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek sumber daya, disposisi, dan struktur organisasi belum dilakukan dengan optimal. Hal ini dapat dapat dilihat pada SDM bahwa sekolah tersebut tidak memiliki petugas/tim khusus KTR, tidak tersedia anggaran khusus KTR, kurangnya fasilitas yang memadai, masih  terdapat oknum yang merokok di area KTR, serta tidak memiliki SOP khusus bagi seluruh warga sekolah. Kesimpulan penelitian yaitu spek sumber daya belum optimal, baik dari SDM, anggaran, sarana dan prasarana. Pada aspek disposisi belum optimal baik dari kesadaran pelaksana dan intensitas respon. Dan pada aspek struktur biroraksi belum optimal baik dari tidak tersedia SOP khusus dan struktur organisasi khusus.
ANALISIS FAKTOR RISIKO DAN PEMETAAN KASUS DIABETES MELLITUS DI PULAU SUMATERA (ANALISIS DATA SKI 2023) Siagian, Adelia Debora; Halim, Rd.; Fitri, Adelina; Syukri, Muhammad; Nasution, Helmi Suryani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43909

Abstract

Prevalensi Diabetes Mellitus terus meningkat di Indonesia, menunjukkan peningkatan di wilayah Pulau Sumatera. Proyeksi IDF menunjukkan bahwa pada tahun 2045, 1 dari 8 orang dewasa, atau sekitar 783 juta orang, akan hidup dengan diabetes, dengan peningkatan sebesar 46%. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran faktor risiko antara variabel konsumsi makanan manis, aktivitas fisik, obesitas sentral dan Pemetaan Kasus kejadian DM di Pulau Sumatera berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebesar 195.249 individu yang dipilih melalui teknik complex sampling, mencakup 154 kabupaten/kota di Pulau Sumatera. Analisis data menggunakan SPSS. Uji statistik menggunakan Chi-Square dan Regresi Logistik. Pemetaan dilakukan dengan Qgis. Hasil penelitian menunjukan proporsi penderita Diabetes Mellitus pada penduduk usia ≥15 tahun sebesar 1,6% (95% CI: 1,5–1,7%). Tiga variabel menunjukkan hubungan signifikan dengan DM, yaitu konsumsi makanan manis [POR = 0,39 (95% CI: 0,355–0,439)], aktivitas fisik [POR = 1,34 (95% CI: 1,054–1,717)], dan obesitas sentral [POR = 2,68 (95% CI: 2,416–2,987)]. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan signifikan antara konsumsi makanan manis, aktivitas fisik, dan obesitas sentral dengan kejadian DM. Oleh karena itu, variabel Konsumsi makanan manis, Aktivitas fisik, dan Obesitas sentral berperan dalam jumlah kasus DM dan diperlukan upaya yang efektif dalam penanganannya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PERILAKU PENGENDALIAN DBD DI KELURAHAN MAYANG MANGURAI KOTA JAMBI Albari, Rahmat Rafi; Lesmana, Oka; Syukri, Muhammad; Hidayati, Fajrina; Sari, Puspita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43910

Abstract

Infeksi Dengue dapat menyebabkan berbagai manifestasi klinis, mulai dari demam ringan hingga kondisi serius seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Sindrom Syok Dengue (SSD), yang berpotensi fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Kelurahan Mayang Mangurai di Kota Jambi merupakan salah satu wilayah dengan angka kejadian DBD yang tinggi, dengan peningkatan kasus dari 12 pada tahun 2022 menjadi 18 pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap kejadian DBD di wilayah tersebut dengan menggunakan metode kuantitatif dan desain cross-sectional serta teknik Systematic Random Sampling terhadap 96 responden. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan pencegahan DBD (p-value = 0.000, PR = 3.253; 95% CI = 2.034–5.203) dan antara sikap masyarakat dengan pencegahan DBD (p-value = 0.014, PR = 1.867; 95% CI = 1.152–3.026). Sebanyak 63,5% responden memiliki pengetahuan yang baik, namun 50% menunjukkan sikap negatif dan 44,8% memiliki perilaku pencegahan DBD yang tidak baik. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan DBD di Kelurahan Mayang Mangurai, Kota Jambi
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA LAKI-LAKI DI SMP NEGERI 23 MERANGIN TAHUN 2024 Gaol, Miranda Lumban; Butar, Marta Butar; Nasution, Helmi Suryani; Sari, Puspita; Putra, Ashar Nuzulul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43912

Abstract

The Tobacco Atlas 2023 mencatat tingkat merokok di kalangan pemuda dengan rentang usia  ≥15 tahun (laki-laki dan perempuan) tingkat prevalensi penggunaan tembakau di Indonesia, Myanmar, dan Timor-Leste masih tinggi. Remaja mulai merokok pada usia 12-14 tahun. Berdasarkan SKI 2023, perilaku merokok usia ≥15 tahun mencapai 24,7%, dengan rata-rata konsumsi 12-13 batang per hari. RPJMN 2020-2024 menetapkan target  pengurangan jumlah perokok pada kelompok usia 10-18 tahun sebesar 8,7%, sedangkan di Kabupaten Merangin masih 19,69%. Dari data awal pada 10 responden, hanya 4 laki-laki yang merokok, sehingga penelitian difokuskan pada remaja laki-laki. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari seluruh peserta didik laki-laki jenjang VII dan VIII (80 responden) menggunakan teknik total sampling. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, sikap, persepsi terhadap iklan rokok, keyakinan, peran orang tua, dan teman sebaya. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner self-administered dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta regresi logistik. Proporsi perilaku merokok sebesar 66,3%. Variabel yang tidak berhubungan signifikan dengan merokok adalah pengetahuan, persepsi iklan rokok, keyakinan, dan peran orang tua. Sementara itu variabel yang berhubungan secara signifikan adalah, sikap (p=0,012; PR 3,99 95% CI 1,16-13,76) dan teman sebaya (p=0,000; PR 9,27, 95% CI 2,77-30,99), dengan variabel teman sebaya sebagai faktor dominan
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENANGANAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN SKABIES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MELINTANG TAHUN 2024 Wulandari, Ariska; Kusumajaya, Hendra; Ardiansyah, Ardiansyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43914

Abstract

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiel var hominis. Penyakit ini biasanya terjadi di waktu malam hari, penyakit ini menyerang sebagian orang atau sekelompok orang, penyakit ini biasanya terjadi di area lipatan kulit yang bersuhu lembab, kulit yang tipis, serta kulit yang bersuhu cendrung hangat. Jumlah skabies di Puskesmas Melintang tahun 2020 sebanyak 99 kasus, tahun 2021 sebanyak 166 tahun 2022 sebanyak 208 kasus dan pada tahun 2023 sebanyak 236 kasus. Sehingga disimpulkan kejadian skabies di puskesmas melintang terjadi peningkatan tiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan penanganan keluarga terhadap kejadian skabies di wilayah kerja Puskesmas Melintang Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian studi Observasi analitik Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga pasien di wilayah kerja Puskesmas Melintang dari bulan Juli-Desember tahun 2023, yaitu sebanyak 98 orang, dengan sampel sebanyak 55 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2025. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan (p- value = 0,002) dengan nilai POR= 8,229, sikap dengan (p-value = 0,001) POR = 5,200 dan personal hygiene dengan (p-value = 0,008) dengan nilai POR = 6,000 dengan kejadian skabies. Kesimpulan dari penelitian ini adalah diketahui adanya hubungan antara pengetahuan, sikap dan personal hygiene dengan meningkatnya kejadian skabies di wilayah kerja puskesmas melintang tahun 2024.
ANALISIS HUBUNGAN MASA KERJA DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KELUHAN KELELAHAN KERJA DI PT ABC JAWA TIMUR Desianti, Ni Kadek Evi Putri; Dwiyanti, Endang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43922

Abstract

Kecelakaan kerja menjadi isu krusial dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan kerja adalah keluhan kelelahan kerja. Keluhan kelelahan kerja dapat disebabkan oleh masa kerja dan kualitas tidur. Gejala keluhan kelelahan kerja banyak dirasakan oleh pekerja produksi di PT ABC Jawa Timur. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan analisis hubungan antara masa kerja dan kualitas tidur dengan keluhan kelelahan kerja pada pekerja produksi di PT ABC Jawa Timur. Studi ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan rancang penelitian cross sectional. Pekerja produksi unit X dan Y di PT ABC Jawa Timur merupakan populasi penelitian ini. Sampel yang digunakan berjumlah 50 orang yang dihitung dengan rumus Lameshow. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel secara acak sederhana. Penelitian ini dilaksanakan pada November 2024 – Februari 2025. Pengumpulan data menggunakan kuesioner masa kerja, kuesioner Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI), serta kuesioner Industrial Fatigue Research Committee (IFRC). Analisis hubungan dilakukan dengan uji spearman rho dan memperoleh bahwa masa kerja (p-value = 0,001, r = - 0,446) dan kualitas tidur (p-value = 0,002, r = 0,428) berhubungan dengan keluhan kelelahan kerja pada pekerja produksi di PT ABC Jawa Timur dengan tingkat kuat hubungan termasuk sedang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keluhan kelelahan kerja pada pekerja di bagian produksi di PT ABC Jawa Timur berkorelasi dengan masa kerja dan kualitas tidur.
ANALISIS HUBUNGAN USIA DAN JARAK ANTAR KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Hasnita, Yenda; Oviana, Athica; Pitri, Zilfi Yola
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43937

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan ibu yang dapat berdampak buruk bagi ibu maupun janin, termasuk peningkatan risiko persalinan premature, berat badan lahir rendah, hingga dapat menyebabkan kematian pada ibu.  Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil sangat beragam, termasuk usia ibu dan jarak antar kehamilan. Faktor usia Ibu hamil menjadi salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kejadian anemia ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu hamil dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan studi analitik dengan desain cross-sectional dengan sampel ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di fasilitas kesehatan terhadap 30 ibu hamil. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dengan menggunakan lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antara usia ibu hamil dan jarak kehamilan dengan kejadian anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan kejadian anemia p=0,005 (p < 0,05). Selain itu, jarak kehamilan yang terlalu dekat (<2 tahun) juga berhubungan yang signifikan dengan peningkatan risiko kejadian anemia pada kehamilan p= 0.007 (p <0,05). Dapat disimpulkan bahwa usia ibu hamil dan jarak antar kehamilan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kejadian anemia. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi kepada calon ibu terkait perencanaan kehamilan yang sehat dan optimal untuk mencegah risiko terjadinya anemia selama kehamilan.
DETERMINAN PENGGUNAAN ROKOK ELEKTRIK PADA SISWA SMA NEGERI DI KOTA JAMBI hartadi, alvin febri; Ridwan, M.; Sari, Puspita; Halim, Rd.; Azhary, M. Rifqi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43940

Abstract

Saat ini penggunaan rokok elektrik secara global mengalami peningkatan dan dalam keadan booming, yaitu dari 58,1 juta pengguna meningkat menjadi 89,9 juta pengguna, hal tersebut sejalan dengan di indonesia yang mengalami peningkatan dalam 5 tahun terakhir yaitu dari 0,3% meningkat menjadi 3,2%. Serta untuk di Provinsi Jambi sendiri juga mengalami peningkatan penggunaan rokok elektrik dari tahun 2018-2023 yaitu 0,8% naik menjadi 1,9%, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan penggunaan rokoko elektrik pada siswa SMA Negeri di Kota Jambi Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kuantitatif. Dengan menggunakan desain Cross Sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah NonProbability Sampling yaitu teknik Accidental Sampling dengan jumlah sampel sebesar 411 siswa dengan menggunakan analisis Chi Square. Hasil uji analisis hubungan teman sebaya dengan penggunaan rokok elektrik didapatkan p-value= 0.254 (p>0.05), hasil uji analisis hubungan orang tua dengan penggunaan rokok elektrik didapatkan p-value= 0.647 (p>0.05), dan hasil uji analisis hubungan riwayat merokok konvensional dengan penggunaan rokok elektrik didapatkan p-value= 0.507 (p>0.05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap pengaruh teman sebaya, pengaruh orang tua dan riwayat merokok konvensional dengan.  
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI DESA BERINGIN KABUPATEN BENGKALIS Arvionita, Feni; Aifa, Wira Ekdeni; Rahmita, Hirza; Lisviarose, Lisviarose
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.43947

Abstract

Stunting merupakan indikator kekurangan gizi kronis akibat katidakcukupan asupan makanan dalam waktu yang lama yang ditandai dengan nilai indeks tinggi badan atau panjang badan menurut umur (TB/U atau PB/U) kurang dari -2 standar deviasi. Prevalensi stunting di Kabupaten Bengkalis pada tahun 2023 justru mengalami kenaikan sebesar 17,9% dibanding tahun 2022 hanya sebesar 8,4%. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan dengan kejadian stunting pada balita usia 12 – 59 bulan di Desa Beringin Kabupaten Bengkalis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita dengan usia 12 – 59 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 53 responden dan pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisa dengan menggunakan uji Chi-Square dengan nilai sig<0,05. Hasil penelitian didapatkan mayoritas balita memiliki tinggi badan normal mendapatkan pola makan yang tepat sebanyak 32 orang (60,4%). Sedangkan mayoritas balita dengan kategori pendek mendapatkan pola makan yang tidak tepat yaitu sebanyak 10 orang (18,9%), serta keseluruhan balita dengan kategori sangat pendek mendapatkan pola makan yang tidak tepat yaitu sebanyak 2 orang (3,8%). Hasil analisis statistik menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p=Value sebesar 0,000 dimana <0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan kejadian Stunting pada balita usia 12 – 59 bulan di Desa Beringin Kabupaten Bengkalis.