cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN KADAR UREUM, KREATININ, DAN HEMOGLOBIN DENGAN TINGKAT FATIGUE PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2024 Zahwani, Siti; Faizal, Kgs. M.; Lestari, Indri Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44145

Abstract

Penyakit Chronic Kidney Disease merupakan masalah serius di seluruh dunia. Penderita penyakit Chronic Kidney Disease harus menjalani terapi pengganti ginjal, seperti hemodialisa (HD). Masalah klinis yang sering ditimbulkan oleh Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisa yaitu Fatigue. Fatigue merupakan keluarnya energi diakibatkan proses terapi yang dijalankan pada saat hemodialisa  dan Fatigue juga sering kali berhubungan dengan penurunan kapasitas fisik dan mental pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar ureum, kreatinin, dan hemoglobin dengan tingkat fatigure pada pasien Chronic Kidney Disease di Rurmah Sakit Bakti Timah Pangkal Pinang tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross – sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunkan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah pasien Chronic Kidney Disease yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang pada bulan agustus tahun 2024 yang berjumlah 90 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu 48 responden.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara Kadar ureum (p – value = 0,000), Kadar kreatinin (p – value = 0,000), Kadar hemoglobin (p – value = 0,000) dengan tingkat Fatigue pasien Chronic Kidney Disease di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkapinang tahun 2024.Saran dari penelitian ini yaitu diharapkan perawat mampu memahami kondisi pasien secara komprehensif meliputi psikologis, sosial, lingkungan, komunikasi terbuka, pemantauan teratur, dan aktivitas.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TEH DAUN KELOR TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI DIWILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS KEMPAS JAYA KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Nulmizan. S1, Lisa; Ruspita, Rika; Aifa, Wira Ekdeni; Mardiya, Rizka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44150

Abstract

Menyusui merupakan proses alamiah, namun seringkali ibu-ibu tidak berhasil menyusui secara eksklusif atau menghentikan menyusui lebih dini. Persiapan laktasi memegang peranan penting dalam keberhasilan menyusui pada bayi. Hal ini sebaiknya disiapkan sejak akhir kehamilan, dan proses laktasi dimulai segera setelah bayi lahir pada proses Inisiasi Menyusui Dini. Ada beberapa tanaman yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi ASI antara lain adalah daun kelor, daun kelor memiliki kandungan yang dapat meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pemberian teh daun kelor dalam meningkatkan produksi ASI di wilayah kerja UPT Puskesmas Kempas Jaya, Kabupaten Indragiri Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, yang melibatkan 29 ibu menyusui yang diberikan teh daun kelor selama 7 hari. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam produksi ASI setelah pemberian teh daun kelor, dengan p-value 0,039, yang lebih kecil dari 0,05. Pembahasan menjelaskan bahwa daun kelor mengandung senyawa bioaktif yang dapat merangsang produksi ASI dan dapat menjadi alternatif yang baik untuk mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Temuan dari penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian lebih lanjut dan diharapkan dapat diterapkan dalam program kesehatan ibu menyusui di Puskesmas Kempas Jaya. Kesimpulannya, pemberian teh daun kelor terbukti efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui dan dapat diterapkan sebagai bagian dari program kesehatan di Puskesmas Kempas Jaya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI DESA KOTO PAIT BERINGIN KABUPATEN BENGKALIS Yanti, Kasnah; Tamberika, Fajar Sari; Yanti, Rifa; Aifa, Wira Ekdeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44152

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh terjadi akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang. Stunting dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lambat, rendahnya daya tahan tubuh dan kecerdasan yang kurang. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita. Penelitian ini adalah kuantitatif, adapun pendekatan yang digunakan dengan pendekatan cross sectional. Hasil analisi uji Chi-Square ada hubungan pengetahuan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap kejadian stunting pada balita dengan nilai (p=0,00 <0,05) yang berarti ibu dengan tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 21 (45,7%), baik sebanyak 16 orang (34,8%) dan yang kurang 9 (19,6%). Hasil analisi uji Chi-Square ada hubungan antara sikap ibu terhadap kejadian stunting pada balita dengan nilai (p=0,04 <0,05) yang berarti ibu dengan sikap positif sebanyak 24 (52,7%) dan yang negatif sebanyak 22 (47,8%). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah; Pengetahuan ibu terhadap stunting pada balita sebagian memiliki pengetahuan yang cukup pada balita yaitu sebanyak 21 (45,7%). Sikap ibu pada terhadap kejadian stunting pada balita sebagian yang memiliki sikap yang positif yaitu sebanyak 24 (52,2%). Kejadian stunting pada balita usia 12-59 bulan di Desa Koto Pait Beringin, Kabupaten Bengkalis di dapatkan hasil kategori balita pendek sebanyak 9 (19,6%) sedangkan balita sangat pendek sebanyak 2 (4,3%). Dari keselurahan jumlah yaitu 46 balita. Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu Terhadap Kejadian Stunting Pada Balita Pada Usia 12-59 Bulan di Desa Koto Pait Beringin Kabupaten Bengkalis menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu terhadap kejadian stunting pada balita.
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BERBASIS PANGAN LOKAL TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN BALITA GIZI KURANG DI UPT PUSKESMAS ENOK KABUPATEN INDRAGIRI HILIR Afrida Wahyuni; Tanberika, Fajar Sari; Lisviarose, Lisviarose; Fitria, Nurhidaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44153

Abstract

Salah satu upaya penanggulangan masalah gizi kurang adalah dengan pemberian makanan tambahan lokal. Selain bertujuan untuk meningkatkan status gizi balita gizi kurang, pemberian makanan tambahan lokal juga bertujuan sebagai sarana penyuluhan dan pemulihan anak balita gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dapat meningkatkan berat badan balita dengan gizi kurang di UPT Puskesmas Enok, Kabupaten Indragiri Hilir. Dengan menggunakan desain quasi-experimental dan rancangan pre-post test tanpa kelompok kontrol, penelitian ini melibatkan 19 balita yang mengalami gizi kurang sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PMT berbasis pangan lokal memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan balita. Perubahan Z-score sebelum dan setelah pemberian makanan tambahan menunjukkan perbaikan yang jelas. Uji statistik dengan paired t-test menghasilkan p-value lebih kecil dari 0,05 yang mengindikasikan bahwa pemberian PMT berbasis pangan lokal efektif untuk meningkatkan status gizi balita gizi kurang. Penelitian ini menggambarkan bahwa semua balita yang menerima makanan tambahan berbasis pangan lokal menunjukkan peningkatan berat badan yang signifikan selama periode intervensi, pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal terbukti efektif dalam meningkatkan status gizi balita dengan gizi kurang, penggunaan bahan pangan lokal dalam pemberian makanan tambahan terbukti berpengaruh memperbaiki status gizi balita. Berdasarkan temuan ini didapatkan kesimpulan bahwa penggunaan bahan pangan lokal dalam program PMT merupakan solusi yang terjangkau dan mudah diakses untuk memperbaiki status gizi balita.
ANALISIS PERILAKU TIDAK AMAN PADA PEKERJA INSTALASI RIG PT. PERTAMINA HULU ROKAN ZONA 1 FIELD JAMBI Rahmadani, Naya; Perdana, Silvia Mawarti; Aswin, Budi; Ridwan, M; Rini, Willia Novita Eka
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44158

Abstract

Perilaku tidak aman merupakan tindakan yang tidak mematuhi peraturan keselamatan kerja. Perilaku ini merupakan faktor utama penyebab kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk perilaku tidak aman serta faktor antecedent dan consequence yang mendasari perilaku tersebut. Penelitian ini merupakanenelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di RIG 94 PT. Pertamina Hulu Rokan Zona 1 Field Jambi. Variabel yang diteliti meliputi bentuk-bentuk perilaku tidak aman pekerja, faktor antecedent (kebijakan/peraturan K3, pengawasan, ketersediaan dan penggunaan APD), serta faktor consequence (reward dan punishment). Analisis data dilalukan dengan manual menggunakan matriks wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya perilaku tidak aman, seperti bekerja tidak sesuai prosedur, tidak menggunakan APD lengkap, penggunaan APD yang salah, menggunakan aksesoris saat bekerja, berada di area tidak aman, dan melakukan bypass. Faktor antecedent yang belum optimal meliputi pengawasan yang kurang maksimal dan distribusi APD yang belum efisien. Faktor consequence masih kurang, dengan pemberian hukuman yang belum efektif dan minimnya penghargaan bagi pekerja. Perilaku tidak aman yang dilakukan pekerja meliputi bekerja tidak sesuai prosedur, tidak menggunakan APD lengkap, penggunaan APD yang salah, menggunakan aksesoris saat bekerja, dan berada di area tidak aman. Penyebab perilaku tersebut terkait dengan faktor antecedent dan consequence, termasuk pengawasan, ketersediaan dan penggunaan APD, serta pemberian punishment dan reward yang masih belum optimal dan memerlukan evaluasi lebih lanjut.
PENERAPAN INTERVENSI MOBILISASI PROGRESIF LEVEL I TERHADAP TEKANAN DARAH, SATURASI OKSIGEN, DAN FREKUENSI NADI PADA PASIEN KRITIS DI RUANG ICU RSUD RADEN MATTAHER KOTA JAMBI Samosir, Natalia Ruthanaya; Oktarina, Yosi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44160

Abstract

Latar Belakang: Pasien kritis yang berada di ICU membutuhkan aktifitas fisik yang bertujuan untuk meningkatkan status hemodinamik dan morbiditas pasien. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk melakukan aktifitas fisik adalah mobilisasi progresif Level I. Mobilisasi progresif level 1 berpengaruh dalam meningkatkan pengembangan diafragma, meningkatkan kontraksi otot jantung, serta meningkatkan aliran udara yang akan memberikan pengaruh pada status hemodinamik pasien. Metode: Rancangan karya ilmiah akhir ners ini menggunakan desain studi kasus (case study). Subjek yang digunakan adalah 2 pasien kritis dengan penurunan kesadaran dengan nilai RASS -5. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan melihat perubahan tekanan darah, saturasi oksigen serta frekuensi nadi sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Hasil: Pada kedua pasien didapatkan adanya peningkatan pada tekanan darah, saturasi oksigen, dan frekuensi nadi setelah diberikan mobilisasi progresif level I. Kesimpulan: Penerapan mobilisasi progresif level 1 pada pasien kritis dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan untuk memperbaiki status hemodinamik pasien kritis yang secara spesifik berpengaruh pada tekanan darah, saturasi oksigen, dan frekuensi nadi. Latar Belakang: Pasien kritis yang berada di ICU membutuhkan aktifitas fisik yang bertujuan untuk meningkatkan status hemodinamik dan morbiditas pasien. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk melakukan aktifitas fisik adalah mobilisasi progresif Level I. Mobilisasi progresif level 1 berpengaruh dalam meningkatkan pengembangan diafragma, meningkatkan kontraksi otot jantung, serta meningkatkan aliran udara yang akan memberikan pengaruh pada status hemodinamik pasien. Metode: Rancangan karya ilmiah akhir ners ini menggunakan desain studi kasus (case study). Subjek yang digunakan adalah 2 pasien kritis dengan penurunan kesadaran dengan nilai RASS -5. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dengan melihat perubahan tekanan darah, saturasi oksigen serta frekuensi nadi sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Hasil: Pada kedua pasien didapatkan adanya peningkatan pada tekanan darah, saturasi oksigen, dan frekuensi nadi setelah diberikan mobilisasi progresif level I. Kesimpulan: Penerapan mobilisasi progresif level 1 pada pasien kritis dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan untuk memperbaiki status hemodinamik pasien kritis yang secara spesifik berpengaruh pada tekanan darah, saturasi oksigen, dan frekuensi nadi.
TERAPI BIOMEDICINE PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI : LITERATURE REVIEW Safarudin, Bachtiar; Widyastuti, Dwi; Alifa, Fasyadila Nur; Aulia, Ayu; Aryandi, Abdy; Deviana, Aulia; Nurjannah, Firyal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44161

Abstract

Salah satu penyebab utama kematian secara global adalah hipertensi atau yang disebut sebagai tekanan darah tinggi,  dengan sekitar 90 hingga 95 persen dari semua kasus disebabkan oleh hipertensi esensial. Di Indonesia, hipertensi merupakan faktor risiko paling signifikan dengan 10,2% dari semua kematian.Terapi farmakologi herbal (Biomedicine) menjadi pilihan untuk mengatasi permasalahan kesehatan lansia. Beberapa jenis terapi yang dapat diterapkan antara lain menggunakan bahan herbal seperti daun alpukat, jahe, mentimun, tomat, seledri, daun binahong serta bawang putih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian biomedicine secara rutin terhadap kesehatan fisik lansia dan mengevaluasi peran keperawatan gerontik dalam pengelolaan penyakit kronis, yaitu hipertensi pada lansia serta memberikan rekomendasi berbasis bukti untuk praktik keperawatan. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis terhadap sepuluh artikel penelitian yang melibatkan pendekatan eksperimental dan quasi-eksperimental. Hasil menunjukkan bahwa intervensi keperawatan gerontik memberikan dampak positif terhadap hasil kesehatan pasien. Pada pasien lansia, terdapat hipertensi. Keberhasilan intervensi ini dipengaruhi oleh keterlibatan aktif keluarga, edukasi berkelanjutan, serta dukungan sumber daya. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis keperawatan untuk meningkatkan standar hidup bagi individu yang menderita penyakit jangka panjang. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat bukti dan mengembangkan program intervensi yang adaptif terhadap kebutuhan individu dan konteks budaya.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM INOVASI RAMES SACETING (RAME-RAME SAKABEHE ASN CEGAH STUNTING) DI KELURAHAN KAGOK, KABUPATEN TEGAL Nurahmada, Dewi; Arso, Septo Pawelas; Nandini, Nurhasmadiar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44174

Abstract

Pemerintah Kabupaten Tegal telah membuat beberapa program dalam upaya percepatan penurunan stunting, salah satunya program kerja sama lintas sektor inovasi program Rames Saceting (rame-rame sakabehe ASN cegah stunting) tentang himbauan gerakan ASN pemerintah Kabupaten Tegal sebagai bentuk kontribusi dalam percepatan penurunan stunting. Dalam suatu program, diperlukan evaluasi untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan, kesesuaian, dan ketercapaiannya. Analisis evaluasi pelaksanaan program Rames Saceting di Kelurahan Kagok menggunakan metode evaluasi CIPP (konteks, input, proses, produk). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif, pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam secara langsung terhadap informan sesuai dengan pedoman wawancara yang telah disusun sebelumnya. Penentuan informan penelitian menggunakan teknik purposive dan didapatkan 4 informan utama dan 3 informan triangulasi. Metode analisis data dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pelaksanaan program Rames Saceting di Kelurahan Kagok telah terlaksana sesuai dengan kebutuhan, tujuan, dan sasarannya. Tenaga pelaksana dan anggaran sudah tercukupi, tidak terdapat sarana dan prasarana yang dibutuhkan dan disediakan. Tidak adanya pedoman dan rencana aksi berpengaruh pada proses pelaksanaan program dan penilaian capaian program. Pencatatan dan pelaporan telah dilaksanakan secara sistematis, dan dari hasil pelaksanaan program, tidak terdapat perubahan status gizi secara signifikan hanya ditemukan banyak sasaran program yang mengalami kenaikan tinggi badan sebesar 0,3 – 2 cm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa setiap aspek dalam CIPP saling berkaitan dan mempengaruhi.
DAMPAK PAJANAN DEBU BATUBARA BAGI KESEHATAN PEKERJA TAMBANG BATUBARA : TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Pasaribu, Gloria Cassandra; Susanto, Arif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44193

Abstract

Pertambangan batubara memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan pekerja dan masyarakat sekitar, namun tinjauan komprehensif mengenai dampak pajanan debu batubara masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak pajanan debu batubara terhadap kesehatan pekerja tambang. Penelitian menggunakan desain Systematic Literature Review dengan pendekatan PRISMA pada artikel yang dipublikasikan tahun 2021-2025. Pencarian dilakukan di basis data Google Scholar menggunakan kata kunci "dampak", "debu", "pekerja", dan "tambang batubara" dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Dari 257 artikel yang teridentifikasi, 5 artikel final dianalisis menggunakan kerangka PICO untuk mengekstraksi data secara sistematis. Faktor risiko utama teridentifikasi meliputi durasi kerja >5 tahun, intensitas pajanan tinggi (4,5 mg/m³ pada area pengeboran), penggunaan APD tidak konsisten, dan jarak tempat tinggal <500 meter dari lokasi tambang. Dampak kesehatan yang ditemukan berupa gangguan fungsi paru, Coal Worker's Pneumoconiosis dengan tingkat kematian 19,19%, PPOK dengan risiko kematian 93% lebih tinggi pada pekerja terpapar, serta peningkatan jumlah eosinofil pada 13,4% penduduk sekitar tambang yang mengindikasikan respons inflamasi sistemik. Pajanan debu batubara memiliki dampak kesehatan yang signifikan dan multidimensional, tidak hanya pada pekerja tambang tetapi juga masyarakat sekitar, sehingga diperlukan strategi pencegahan komprehensif yang meliputi pengendalian teknis, administratif, penggunaan APD, monitoring lingkungan rutin, dan mitigasi dampak lingkungan untuk melindungi kesehatan pekerja dan masyarakat sekitar area pertambangan batubara.
PEMBUATAN KOMPOS DENGAN METODE TAKAKURA MENGGUNAKAN STARTER TETES TEBU Arumdapta, Khansa Abida; Octavian, Adelia Rizky; Agita, Agita; Zahroh, Fatimatuz; Faradila, Putri Anisah; Abela, Rindi Mei; Salim, Shafa Fikriyyah; Hagai, Steven; Sulistyorini, Lilis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44196

Abstract

Sampah rumah tangga merupakan kontributor terbesar pencemaran lingkungan. Timbunan sampah yang dihasilkan dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan sampah untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu metode pengelolaan sampah yakni pengomposan metode Takakura dengan memanfaatkan sampah organik rumah tangga menjadi kompos. Penggunaan tetes tebu sebagai bioaktivator dapat mempercepat proses pengomposan dan menyediakan nutrisi bagi mikroorganisme pengurai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah pengomposan metode takakura dengan starter tetes tebu dan membandingkan hasil akhir kompos dengan standar kompos berdasarkan SNI 19-7030-2004 Tentang Spesifikasi Kompos dari Sampah Organik Domestik. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan membuat kompos takakura selama 4 minggu, data dikumpulkan melalui pengamatan kompos sebanyak 2 kali dalam seminggu dengan total 8 kali pengamatan yang mencakup pengamatan suhu, pH, kelembaban, warna, tekstur, bau, dan keberadaan binatang asing. Hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Selama proses pengomposan, setiap parameter mengalami fluktuasi bergantung pada kondisi kompos. Oleh karena itu, perlakuan terhadap kompos diperlukan untuk menetralkan dan menjaga setiap parameter agar memenuhi standar kompos karena kestabilan setiap parameter sangat menentukan keberhasilan proses pengomposan. Hasil akhir kompos untuk parameter pH dan kelembaban belum memenuhi standar kompos sesuai dengan SNI 19-7030-2004. Sedangkan suhu, warna, tekstur, dan keberadaan binatang asing pada kompos saat panen telah memenuhi standar kompos sesuai dengan SNI 19-7030-2004.