cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
PENGARUH PROPORSI TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) DAN PURE IKAN PATIN (PANGASIUS HYPOPHTHALMUS) TERHADAP MUTU SENSORI DAN MUTU KIMIA BROWNIES Afifah, Azizah Nur; Sajiman; Mas’odah, Siti; Andrestian, Meilla Dwi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30011

Abstract

Anemia zat besi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Prevalensi tertinggi yaitu balita (47,0%), yang dapat menyebabkan stunting. Kejadian tersebut dapat dicegah dengan memenuhi kebutuhan zat besi. Bahan alternatif meningkatkan asupan zat besi adalah daun kelor yang mengandung zat besi nonheme, sehingga membutuhkan protein hewani untuk meningkatkan penyerapan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung daun kelor dan pure ikan patin terhadap mutu sensori dan kimia brownies, Penelitian ini adalah true experimental. Data yang dikumpulkan adalah mutu sensori dengan metode hedonik scale di Laboratorium Organoleptik Poltekkes Banjarmasin, sedangkan  mutu kimia zat besi dengan SSA dan protein dengan kjeldahl di BARISTAND. Analisis mutu sensori dilakukan dengan Friedman dan mutu kimia dengan One Way Anova. Penelitian menunjukkan yang paling disukai terkait warna (57%), aroma (64%), dan rasa (83%) pada kontrol, sedangkan tekstur (53%) pada P3. Kadar zat besi tertinggi pada P3 (70,61 mg/kg) dan terendah kontrol (51,68%), sedangkan kadar Protein tertinggi pada P1 (8,04%) dan terendah P3 (6,71%).  Tidak ada pengaruh proporsi tepung daun kelor dan pure ikan patin terhadap tekstur brownies (p = 0,923). Namun, ada pengaruh terhadap warna, aroma, dan rasa brownies (p = 0,001; 0,000; 0,002). Ada pengaruh proporsi tepung daun kelor dan pure ikan patin terhadap zat besi (p = 0,028) dan protein (p = 0,001) brownies. 
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DAN KONSUMSI TEH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SANTRIWATI Salwa, Salwa; Sumarmi, Sri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30035

Abstract

Anemia terus menjadi isu kesehatan masyarakat karena tingkat prevalensinya yang tinggi dan konsekuensi negatifnya terhadap kesehatan. Prevalensi anemia menurut umur 15-24 tahun pada tahun 2018 mencapai angka 32%. Anemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk diantaranya konsumsi inhibitor zat besi dan memiliki kualitas tidur yang buruk. Remaja putri lebih beresiko untuk mengalami anemia dibandingkan dengan laki-laki karena mereka mengalami menstruasi pada setiap bulannya. Salah satu kelompok remaja yang lebih rentan mengalami anemia adalah santriwati yang tinggal di pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur, kebiasaan konsumsi teh dan konsumsi suplemen dengan kejadian anemia pada santriwati di Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 111 santriwati yang diperoleh menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengisian kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ), kuesioner konsumsi suplemen, dan dilakukan pula pemeriksaan kadar hemoglobin. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji korelasi chi-square, kemudian didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur (p=0,759) dengan kejadian anemia dan terdapat hubungan antara waktu (p=0,007), volume (0,000) dan frekuensi (p=0,010) konsumsi teh, serta jenis (p=0,036) dan frekuensi (p=0,010) konsumsi suplemen dengan kejadian anemia. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia. Namun, terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi teh dan konsumsi suplemen dengan kejadian anemia.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW : FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Bauty, Ghina Bayna Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30053

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif masih belum optimal di beberapa provinsi di Indonesia. Salah satu faktor yang mempengaruhi praktik pemberian ASI eksklusif adalah faktor sosiodemografi ibu bayi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor sosiodemografi yang mempengaruhi keputusan ibu dalam memberikan ASI eksklusif kepada balitanya. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review. Proses seleksi artikel dalam penelitian ini mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses dan terdiri atas beberapa tahapan, yaitu identifikasi, screening, evaluasi kualitas artikel, dan hasil dari tahapan evaluasi. Pencarian artikel dilakukan melalui basis data PubMed dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci “ASI eksklusif”, “ibu menyusui”, dan “balita”. Jumlah artikel yang ditemukan adalah sebanyak 15 artikel, tetapi hanya 5 artikel yang sesuai dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor sosiodemografi banyak berasal dari dalam diri individu ibu bayi. Oleh karena itu, upaya memahami peranan dukungan sosial dalam praktik pemberian ASI eksklusif merupakan kunci untuk meningkatkan kesejahteraan bayi dan ibu. Strategi kesehatan masyarakat berfokus pada upaya memperkuat dukungan sosial bagi ibu bayi dalam mempraktikkan pemberian ASI eksklusif. Dengan demikian, kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan, dan masyarakat sangat penting dalam mencapai target pemberian ASI eksklusif sebagai standar emas dalam pemberian makanan bayi.
The PEMBERIAN DIET DIABETES MELITUS RENDAH GARAM RENDAH LEMAK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS, STROKE INFARK TROMBOTIK, HIPERTENSI, DAN DISLIPIDEMIA Arumningtyas Krsitiyadi, Ruth Lestiya; Nasution, Anisa Zahra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30133

Abstract

Penderita stroke infark trombotik dengan kejadian hipertensi dan diabetes mellitus tipe II diberikan diet diabetes melitus tipe II rendah garam dan rendah lemak dengan kadar asupan natrium sebesar 200-400 mg. Pemberian diet ini bertujuan untuk menjaga kadar gula darah dalam keadaan normal, menurunkan kadar tekanan darah, dan mengurangi risiko komplikasi. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian diet diabetes melitus rendah garam dan rendah lemak pada pasien dengan komorbiditas diabetes mellitus, stroke infark trombotik, hipertensi, dan dislipidemia. Pengambilan kasus dilakukan pada bulan September 2023 selama tiga hari menggunakan metode observasi dan wawancara, serta monitoring dan evaluasi asupan makanan harian pasien selama di rumah sakit. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan antropometri, pemeriksaan biokimia, dan evaluasi kondisi fisik klinis pasien. Hasil menunjukkan bahwa asupan makan pasien sudah memenuhi target asupan harian, dengan kondisi fisik klinis yang membaik, yang ditunjukkan oleh penurunan tekanan darah menuju rentang normal. Pembatasan konsumsi natrium dan lemak yang diterapkan pada menu makanan rumah sakit pasien efektif dalam menurunkan kadar gula darah dan tekanan darah pasien. Dalam tiga hari pemantauan, kondisi fisiologis pasien mengalami peningkatan signifikan, ditandai dengan penurunan kadar tekanan darah menuju nilai normal dan asupan makan yang memenuhi target asupan harian. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa diet diabetes melitus rendah garam dan rendah lemak efektif dalam meningkatkan kondisi kesehatan pasien dengan komorbiditas diabetes mellitus, stroke infark trombotik, hipertensi, dan dislipidemia, serta dapat dijadikan strategi penting dalam pengelolaan penyakit kronis tersebut.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN EMOTIONAL EATING DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR Fadilah, Nurul; Muniroh, Lailatul; Zulkarnain, Shamarayunda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30163

Abstract

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan peningkatan masalah overweight dan obesitas pada individu 18 tahun ke atas dari 2007 hingga 2018. Meski mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat telah memperoleh pengetahuan tentang kesehatan dan gizi selama perkuliahan, permasalahan gizi masih terjadi. Penyusunan skripsi membawa kendala dan tuntutan, meningkatkan tingkat stres pada mahasiswa tingkat akhir. Makanan sering dijadikan pelarian untuk mengatasi tekanan, dan memicu perilaku makan emotional eating. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat stres, emotional eating dan status gizi pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini berjenis observasional dengan desain cross-sectional di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Sampel berjumlah 53, diambil melalui teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui Google-form yang mencakup karakteristik responden, kuesioner tingkat stres dan emotional eating. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson melalui SPSS versi 25. Hasilnya menunjukkan mayoritas responden mengalami tingkat stres sedang (54,3%), melakukan emotional eating (67,4%) dan 43,4% memiliki status gizi kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres (p=0,040) dan emotional eating (p=0,010) dengan status gizi. Kesimpulannya, mahasiswa tingkat akhir dengan status gizi kurang baik cenderung mengalami tingkat stres lebih tinggi dan melakukan emotional eating dibandingkan dengan yang memiliki status gizi normal. Disarankan bagi responden untuk melakukan manajemen stres, mengonsumsi makanan sehat, serta berolahraga teratur.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA EFFORT-REWARD IMBALANCE (ERI) DAN KEPUASAN BEKERJA DI ANTARA PETUGAS KESEHATAN DI RUMAH SAKIT H.L MANAMBAI ABDULKADIR SUMBAWA Ansyori, Rachmat; Putri, Yolli Eka; Maradita, Fendy
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30181

Abstract

Tenaga medis dan kesehatan merupakan petugas kesehatan yang berfungsi sebagai pilar utama pelayanan kesehatan di Indonesia. Jumlah petugas kesehatan di Indonesia masih sangat kurang dan menimbulkan beban kerja yang berat. Pemberian imbalan yang sesuai dapat berdampak pada kepuasan dalam bekerja. Rumah Sakit H.L Manambai Abdulkadir (RSMA) Sumbawa merupakan fasilitas kesehatan di Pulau Sumbawa memiliki inovasi dengan memberikan imbalan jasa setiap bulannya. Beban kerja dalam bentuk usaha dan imbalan yang diterima dihubungkan dengan kepuasan bekerja petugas kesehatan belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ketidakseimbangan usaha dan imbalan yang diterima petugas kesehatan dalam hubungannya dengan kepuasan bekerja di RSMA Sumbawa. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang, dilakukan dengan instrumen kuesioner kepada petugas kesehatan yang bekerja di RS H.L Manambai Abdulkadir, dianalisis dengan menggunakan software SPSS versi 20. Pada hasil penelitian didapatkan 120 responden, dengan Effort-Reward Ratio (ERR) < 1 sebanyak 74,17% responden, yang artinya tenaga medis dan kesehatan tersebut merasa memiliki beban kerja yang cukup (seimbang antara usaha dan imbalan). Rerata skor kepuasan bekerja didapatkan  71,52. Skor ini menunjukkan kepuasan bekerja yang tinggi. Korelasi antara ERR dengan kepuasan bekerja secara keseluruhan menunjukkan korelasi negatif sedang (r=-0,442,p=0,00) yang artinya semakin tinggi ERR, kepuasan bekerja semakin rendah. Simpulan yang dapat ditarik adalah bahwa petugas kesehatan di RS H.L Manambai Abdulkadir merasa memiliki keseimbangan usaha dan imbalan yang berhubungan dengan kepuasan bekerja secara keseluruhan. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat mendalami aspek keseimbangan usaha dan imbalan dengan kepuasan berdasarkan tiap jenis tenaga kesehatan.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN SUMBANGAN TINGKAT KONSUMSI FAST FOOD TERHADAP STATUS GIZI REMAJA PUTRI SMAN 1 GRESIK Kusuma, Anindita; Wirjatmadi, Bambang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30199

Abstract

Gizi lebih termasuk salah satu masalah gizi yang banyak dialami oleh remaja di Indonesia. Gizi lebih disebabkan ketidakseimbangan energi yang masuk dengan energi yang keluar dari tubuh. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tingkat stres dan pola makan. Pola makan remaja saat ini mengalami pergerseran dimana cenderung suka konsumsi makanan cepat saji (fast food). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat stres dan sumbangan tingkat konsumsi fast food dengan status gizi pada remaja putri SMA Negeri 1 Gresik. Jenis penelitian ini observasional analitik dengan desain case control. Sampel terdiri dari 44 siswi yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok status gizi overweight dan status gizi normal. Sampel dipilih dengan acak menggunakan simple random sampling. Analisis penelitian menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat konsumsi energi makanan total (p=0,000), tingkat konsumsi lemak makanan total (p=0,001), dan tingkat konsumsi karbohidrat makanan total (p=0,011) dengan status gizi. Sementara itu, tidak ada hubungan antara tingka stres (p=0,160), tingkat konsumsi protein makanan total (p=0,329), sumbangan energi fast food (p=0,620), sumbangan protein fast food (p=0,917), sumbangan lemak fast food (0,820), dan sumbangan karbohidrat fast food (p=0,367) dengan status gizi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berlebihnya asupan energi, lemak, dan karbohidrat dapat menyebabkan peningkatan status gizi pada remaja putri. Sebaiknya remaja putri memiliki batasan dalam konsumsi fast food serta menerapkan pola hidup sehat sesuai dengan pedoman gizi seimbang.
LITERATURE REVIEW PERBANDINGAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KELOR DAN PEGAGAN TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES febriana, debi sulisti; Nailufar, Yuyun
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30207

Abstract

Jerawat merupakan penyakit peradangan kronik pada unit polisebasea terdiri atas berbagai bentuk kelainan kulit seperti: komedo, nodul, papul, pustul dan jaringan parut. Jerawat muncul karena hiperkeratinisasi abnormal serta produksi sebum berlebihan dihasilkan kelenjar sebasea. Jerawat disebabkan oleh bakteri yang bernama Propionibacterium acnes. Jerawat dapat diobati dengan antibiotik. Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang akan memberikan efek samping bagi tubuh. Pengobatan alternatif lain dari tanaman obat seperti daun kelor dan daun pegagan yang dipercaya berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak kelor dan daun pegagan terhadap bakteri Propionibacterium acnes, mengidentifikasi senyawa aktif di dalam daun kelor dan daun pegagan. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review. Ekstrak daun kelor dan daun pegagan dapat menghambat pertumbuhan beberapa bakteri gram positif dan gram negatif. Pertumbuhan bakteri yang paling banyak dihambat oleh ekstrak kelor dan daun pegagan adalah bakteri Propionibacterium acnes. Daun kelor dan daun pegagan mengandung senyawa aktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Disimpulkan bahwa ekstrak daun kelor dan pegagan berpotensi sebagai antibakteri terhadap Propionibacterium acnes. Senyawa aktif yang dapat memberikan efek antibakteri pada ekstrak kelor merah dan daun pegagan antara lain flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, steroid, fenol dan triterpenoid.  
KORELASI CAKUPAN IMUNISASI MR DAN SUPLEMENTASI VITAMIN A TERHADAP KEJADIAN CAMPAK DI JAWA TIMUR TAHUN 2022 Sari, Rike Sinta Kurnia; Astutik, Erni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30213

Abstract

Kejadian campak yang terjadi di Provinsi Jawa Timur tahun 2022 merupakan salah satu kasus yang cukup menarik perhatian. Pada tahun tersebut, terjadi kenaikan jumlah insiden kasus campak yang cukup tinggi dari tahun sebelumnya, yaitu mencapai 2000 kasus. Beberapa penyebab yang menjadi sorotan adalah cakupan imunisasi dan suplementasi vitamin A yang menurun sejak terjadinya pandemi COVID-19. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini dilakukan analisis korelasi cakupan imunisasi MR dan cakupan pemberian suplemen vitamin A terhadap kasus campak di Jawa Timur tahun 2022 dengan menggunakan uji korelasi. Data yang dianalisis diperoleh dari laporan Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2022 dengan unit analisis populasi. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman untuk mengetahui korelasi antar variabel, Hasil analisis menunjukkan bahwa p-value antara kasus campak terhadap cakupan imunisasi MR1, MR 2, dan suplementasi vitamin A masing-masing adalah 0,039; 0,027; dan 0,063. Hasil analisis tersebut menyatakan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara cakupan suplementasi vitamin A dengan kejadian campak di Jawa Timur Tahun 2022. Koefisien korelasi antara imunisasi MR1 dan MR2 terhadap kasus campak di Provinsi Jawa Timur tahun 2022 masing-masing adalah -0.289 dan -0,316. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara kasus campak terhadap cakupan imunisasi MR1 dan MR2 dengan arah korelasi negatif, namun tidak terdapat korelasi antara kasus campak dengan cakupan suplementasi vitamin A pada balita.
TATALAKSANA PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PASIEN DENGAN SYSTEMIC LUPUS ERYTHEMATOSUS (SLE) Rachmaningsih, Sekar Ayu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.30231

Abstract

Systemic Lupus Erythematosus (SLE) terjadi ketika sel imun tubuh menyerang sel sehat yang menyebabkan terjadinya kerusakan sel pada organ. Umumnya pasien SLE mengalami perubahan metabolik yang meningkatkan risiko defisit mineral dan vitamin. Kualitas diet pada pasien dengan SLE sangat penting karena pasien SLE umumnya rentan mengalami penyakit kardiovaskular, memiliki risiko tinggi densitas mineral tulang yang rendah, kadar homosistein darah yang tinggi dan anemia. Sehinnga penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan proses asuhan gizi pasien dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dalam memenuhi kebutuhan gizi pasien selama fase katabolik. Penelitian ini merupakan studi kasus (case study) yang dilakukan di salah satu RS di Kota Surabaya pada bulan Oktober 2023. Penelitian dilakukan dengan mengobservasi asupan makan menggunakan food recall 3x24 jam, melakukan pengukuran antropometri, serta mengambil data hasil pemeriksaan biokimia dan fisik klinis dari rekam medis dan wawancara dengan pasien. Prinsip diet yang diberikan adalah Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP). Rata-rata asupan gizi pasien selama tiga hari terdiri dari energi, protein, lemak, karbohidrat, kalium, dan zat besi menandakan asupan makanan pasien termasuk baik karena persentase pemenuhan >80%. Hal ini dapat disebabkan oleh tidak adanya keluhan mual sehingga daya terima diet pasien meningkat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa target penerimaan asupan pasien terpenuhi seiring dengan kondisi fisiologis yang membaik.