cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
STUDI KUALITATIF : PROGRAM PENANGGULANGAN PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH DI KEMENTERIAN KESEHATAN RI Ramadhanti, Ismaya; Izzati, Mutiara Nur; Nurcandra, Fajaria; Apriningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29796

Abstract

Penyakit kardiovaskular menjadi salah satu penyebab kematian dan kesakitan di Indonesia dengan faktor yang dapat dicegah seperti hipertensi, obesitas, dislipidemia, dan kebiasaan merokok. Menyadari pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah sebagai salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, tujuan penelitian ini adalah untuk menelusuri secara mendalam terkait program pencegahan dan pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah di Kementerian Kesehatan. Penelitian kualitatif dengan desain rapid assessment test dan desain studi deskriptif. Data kualitatif berasal dari wawancara mendalam terhadap informan dari Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kota Depok dengan instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dibantu oleh pedoman wawancara, ATK, dan gadgets. Hasil wawancara disusun ke dalam transkrip dan matriks hasil wawancara. Validasi data dilakukan dengan triangulasi informan dan triangulasi data. Data agregat hasil skrining penyakit jantung dan pembuluh darah Kementerian Kesehatan terhadap 38 provinsi di Indonesia dianalisis untuk melihat persentase deteksi dini dan kasus. Program penanggulangan di Kementerian Kesehatan RI dilandaskan pada meningkatnya prevalensi PJPD sehingga diperlukan program skrining faktor risiko. Program dilaksanakan dengan koordinasi dari Kementerian Kesehatan hingga ke Puskesmas untuk menurunkan prevalensi PJPD. Hasil analisis univariat menunjukkan faktor risiko dan kejadian PJPD tertinggi berada pada Provinsi Jawa Barat. Program penanggulangan penyakit jantung dan pembuluh darah di Kementerian Kesehatan RI berfokus pada faktor risiko, yaitu skrining faktor risiko terutama hipertensi. Selain dilakukan skrining faktor risiko, dilakukan edukasi kepada masyarakat umum untuk meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat sebagai bentuk pencegahan terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KECENDERUNGAN ANOREXIA NERVOSA PADA SISWI SMA 2 SURABAYA Christa, Theresa Angelina; Muniroh, Lailatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29808

Abstract

Status gizi merupakan ukuran keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi dan penggunaan zat-zat gizi yang dikaitkan dengan berat badan dan tinggi badan seseorang. Masa remaja merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Masa remaja dapat dicirikan dengan adanya perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Pemenuhan nutrisi bagi remaja sangat penting diperhatikan untuk memiliki kondisi tubuh yang sehat dan terhindar dari kondisi-kondisi yang memicu seseorang kekurangan energi, salah satunya anorexia nervosa yang biasa terjadi pada remaja putri. Hal ini dikarenakan adanya krisis identitas sosial yang menjadi masalah utama yang harus dihadapi oleh remaja khususnya remaja putri dimulai dengan pembentukan awal kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan kecenderungan anorexia nervosa pada siswi di SMA 2 Surabaya. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 75 siswi, yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data mencakup pengukuran antropometri, pengisian kuesioner tentang pengetahuan Anorexia Nervosa, Body Shape Questionnaire-34 (BSQ-34), dan kuesioner kecenderungan Anorexia Nervosa. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank Correlation. Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kecenderungan anorexia nervosa dengan derajat cukup (r=0,556) dan arah hubungan positif, yang artinya semakin tinggi Z-score status gizi berdasarkan IMT/U pada remaja perempuan, maka semakin tinggi tingkat kecenderungan anorexia nervosa. Oleh karena itu, diperlukan adanya peningkatan awareness terhadap kecenderungan anorexia nervosa serta perlu dilakukannya deteksi dini terhadap kecenderungan anorexia nervosa pada remaja untuk mencegah terjadinya keparahan.
ASUHAN GIZI PASIEN OSTEOSARKOMA ON KEMOTERAPI, MODERATE MALNUTRITION, DAN ANEMIA MIKROSITIK HIPOKROMIK Aulia, Noni Angelina Tazky
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29815

Abstract

Osteosarkoma merupakan salah satu jenis kanker yang umum menyerang remaja dan mampu memicu malnutrisi sebagai akibat dari perubahan intake makanan. Oleh karena itu, pemberian asuhan gizi yang tepat untuk meminimalisasi defisiensi dan keparahan perlu dilakukan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui implementasi proses asuhan gizi terstandar pasien. Studi kasus dilaksanakan pada 26 s.d. 28 Oktober 2023 di Instalasi Rawat Inap Anak RS X Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan pengecekan rekam medis. Proses asuhan gizi yang dilaksanakan meliputi asesmen gizi, diagnosis gizi, intervensi gizi, dan monitoring serta evaluasi gizi. Asesmen gizi yang dilakukan meliputi pemeriksaan antropometri, pemeriksaan biokimia (berdasarkan hasil rekam medis pasien), pemeriksaan fisik/klinis (berdasarkan hasil rekam medis pasien dan observasi), dan pemeriksaan asupan makanan. Hasil observasi terhadap antropometri dan biokimia tidak menunjukkan adanya perubahan, hasil observasi terhadap kondisi fisik/klinis menunjukkan indikator adanya anemia dan munculnya efek samping akibat kemoterapi berupa mual. Sementara hasil observasi terhadap asupan gizi menunjukkan bahwa terapi diet tinggi energi tinggi protein (TETP) melalui pemberian makanan utama 1700 kkal dan full cream milk dengan frekuensi yaitu 3 kali makanan utama dan 3 kali makanan selingan mampu memperbaiki asupan makan pasien meskipun cenderung fluktuatif akibat efek samping kemoterapi. Oleh karena itu, pemberian terapi diet tinggi energi tinggi protein (TETP) pada pasien osteosarkoma on kemoterapi, moderate malnutrition, dan anemia mikrositik hipokromik dapat dilanjutkan seiring dengan pemberian edukasi lebih lanjut sebagai upaya untuk menjaga asupan harian agar tetap terpenuhi.
DAMPAK INTERVENSI MOBILE HEALTH TERHADAP MANAJEMEN DIRI PASIEN GAGAL JANTUNG : A SYSTEMATIC REVIEW DIANITA, Eka Mei; Praningsih, Supriliyah; Siswati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29837

Abstract

Gagal jantung merupakan penyakit kardiovaskular mempengaruhi 26 juta orang di dunia menyebabkan kematian. Mengelola dan memantau gejala gagal jantung penting untuk meningkatkan status kesehatan. Mobile health digunakan untuk memantau, mengelola gejala pada pasien gagal jantung, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Intervensi berfokus pada penatalaksanaan nonfarmakologis penting pada pasien gagal jantung. Manajemen diri terdiri dari pemantauan berat badan, pembatasan cairan, modifikasi pola makan, olahraga. Mobile health lebih terintegrasi untuk strategi pengelolaan secara mandiri. Penelitian bertujuan mengevaluasi efektivitas mobile health dalam manajemen mandiri pasien gagal jantung. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan sistematik dilakukan menggunakan PRISMA. Lima database digunakan penelitian ini: Pubmed, Proquest, Science Direct, Spinger, SAGE. Artikel antara tahun 2017-2022. Kata kunci digunakan “kesehatan seluler” DAN “manajemen mandiri” DAN “gagal jantung”. Hasil penelitian dari tiga belas artikel menunjukkan mobile health dapat diterapkan untuk meningkatkan manajemen diri pada pasien gagal jantung. Aplikasi mobile health berbasis buku harian, HF SMART, aplikasi kesehatan seluler Care4myHeart, HOM HEMP, aplikasi mAF dan aplikasi HeartMa. Meskipun intervensi yang berbeda mempunyai dampak yang berbeda terhadap hasil pengelolaan manajemen mandiri, penerapan kesehatan berpotensi dapat diterapkan di negara maju maupun berkembang. Penggunaan kombinasi intervensi mobile health dan tim multidisiplin untuk mencapai efek dan hasil optimal terkait manajemen mandiri pada pasien gagal jantung. Mobile health memberikan manfaat bagi penggunanya, khususnya perbaikan gejala pasien gagal jantung. Penyedia layanan kesehatan dapat secara efektif dan mendukung pasien gagal jantung dalam manajemen mandiri yang komprehensif.
PELAKSANAAN ASUHAN GIZI TERSTANDAR PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2, GANGREN PEDIS DAN HIPERTENSI Khasanah, Indi Julia Ridhatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29854

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 salah satu penyakit metabolik yang mengancam kesehatan manusia. Diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang pravelensinya meningkat di seluruh dunia. Diabetes mellitus yang tidak di kelola dengan baik dapat mengakibatkan komplikasi metabolik ataupun komplikasi vaskular jangka panjang, seperti mikroangiopati dan makroangiopati serta hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari pengimplementasian penatalaksanaan asuhan gizi terstandarpada pasien diabetes melitus, gangren pedis dan hipertensi. Studi kasus ini dilakukan berlokasi di salah satu RS X di Surabaya pada tanggal 10 November-12 November 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus dengan desain obseravsional analitik. Penatalaksanaan Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) meliputi asesmen, diagnosis gizi, intervensi, monitoring dn evaluasi. Pada asesmen hingga monitoring dan evaluasi data yang diperoleh meliputi asupan makan, hasil pengukuran antropometri, hasil lab biokimia dan pemeriksaan fisik klinis yang didapatkan melalui wawancara dan rekam medis pasien. Hasil dari penelitian ini melalui observasi selama 3 hari yang terdiri dari asupan makan pasien yang belum memenuhi target yang diberikan, hasil pemeriksaan biokimia terjadi kenaikan pada gula darah pasien dan hasil pemeriksaan fisik klinis menunjukkan perbaikan keluhan nyeri pada hari ketiga pengamatan. Kesimpulan dari penelitian ini pemulihan kondisi pasien berjalan dengan baik meskipun pada asupan makan pasien mengalami penurunan akibat adanya rasa mual yang mengakibatkan penurunan napsu makan pasien.
DETERMINAN DEMAND CREATION DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS : A LITERATURE REVIEW Carmelian, Laksita; Prayoga, Diansanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demand creation mengacu pada serangkaian upaya yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pelayanan kesehatan masyarakat yang tersedia dan mendorong masyarakat untuk mengaksesnya. Permintaan yang tinggi terhadap pelayanan kesehatan merupakan salah satu aspek penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mencapai tujuan pembangunan sektor kesehatan yang berkelanjutan. Demand creation akan pelayanan kesehatan tidak hanya didasarkan oleh kebutuhan medis, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal yang kompleks. Dengan adanya hal tersebut, pemahaman mengenai faktor-faktor yang menentukan demand creation akan pelayanan kesehatan menjadi hal yang sangat penting dalam merancang kebijakan yang sesuai serta mencapai pelayanan kesehatan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi demand creation dalam pelayanan kesehatan khususnya di puskesmas Studi ini menggunakan metode literature review yang dikumpulkan melalui basis data elektronik PubMed dan diseleksi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sehingga menghasilkan 5 artikel yang dianalisis secara komprehensif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi demand creation, meliputi pendidikan, pendapatan, mobilisasi, serta motivasi dalam pelayanan kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini, yakni pemahaman mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi demand creation terhadap pelayanan kesehatan akan membantu meningkatkan kesadaran dan permintaan masyarakat akan pelayanan kesehatan lebih awal tentu akan mengurangi dampak buruk kesehatan yang dapat terjadi kedepannya
HUBUNGAN POSISI KERJA DENGAN KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA BAGIAN KANTOR Novianto, Dwi; Ernawati, Meirina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29924

Abstract

Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal akibat dari ergonomi yang salah. Low Back Pain ini merupakan isu kesehatan dunia yang sangat umum terjadi yang mengakibatkan pembatasan aktivitas dan juga ketidakhadiran kerja. Salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat risiko ergonomi yang tinggi adalah pekerja kantor dengan menggunakan komputer/laptop pada pekerjaannya. Pada pekerja bagian kantor di perusahaan pertambangan X, sebesar 96,4% pekerja kantor mengalami risiko ergonomi sedang dan masuk pada kategori tindakan perbaikan “diperlukan” dengan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), selain itu para pekerja kantor memiliki tingkat keparahan keluhan agak sakit pada tubuh punggung bagian bawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara posisi kerja dengan keluhan low back pain pada pekerja bagian kantor di perusahaan pertambangan X. Penelitian ini merupakan penelitian observational dengan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini adalah seluruh pekerja bagian kantor di perusahaan pertambangan X dengan jumlah 30 orang. Teknik analisis data yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif terhadap setiap variabel dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi dan uji tabulasi silang dan korelasi kontingensi untuk melihat kuat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja berada pada posisi kerja yang berbahaya (67%), dan memiliki keluhan low back pain sedang (67%). Terdapat hubungan cukup kuat antara posisi kerja dengan low back pain (C=0,482). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara posisi kerja dengan low back pain pada pekerja bagian kantor di perusahaan pertambangan X.  
PENINGKATAN KESEHATAN REMAJA PUTRI DENGAN PROGRAM SOSIALISASI DAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH UNTUK MENCEGAH ANEMIA Ambari, Fatwa Kumala
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.29928

Abstract

Menurut data WHO pada tahun 2019 prevalensi anemia secara global pada wanita usia subur sebanyak 29,9% sedangkan prevalensi anemia pada wanita yang sedang hamil sebanyak 36,5%. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 prevalensi anemia di Indonesia mencapai 23,7 %. Kelompok umur 5– 14 tahun menunjukkan sebanyak 26,8% menderita anemia sedangkan kelompok umur 15–24 tahun sebanyak 32% menderita anemia. Melalui program penyuluhan diharapkan remaja putri di Desa Boboh dapat meningkat pengetahuannya mengenai anemia dan sadar akan pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah. Berikut ini merupakan metode pengabdian masyarakat dengan pendekatan quasi-eksperimental yang digunakan untuk upaya peningkatan kesehatan remaja putri melalui program pemberian tablet tambah darah untuk mencegah anemia di Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan menggunakan paired sample test menunjukkan nilai signifikan ,001 (p0,05) dimana terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah diberikan sosialisasi mengenai anemia pada remaja putri di Dusun Gantang. Berdasarkan hasil pretest diketahui bahwa masih banyak remaja yang bingung dan tidak tahu mengenai anemia. Berdasarkan hasil sosialisasi yang dilakukan menunjukkan bahwa remaja yang ada di Dusun Gantang Desa Boboh masih memiliki pengetahuan yang rendah mengenai anemia. Mereka juga tidak paham akan penggunaan obat tablet tambah darah yang diberikan oleh puskesmas. Setelah diadakan kegiatan sosialisasi ini mereka menjadi paham mengenai anemia dengan dibuktikan adanya peningkatan pengetahuan melalui posttest.
The PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PASIEN ANAK DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DAN BRONKITIS Rahmah, Aulia; Muniroh, Lailatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diet Tinggi Kalori dan Tinggi Protein (TKTP) dapat diberikan kepada pasien anak yang menderita penyakit infeksi seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan bronktis. Diet TKTP diberikan dengan jumlah energi dan protein tinggi sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita pasien dengan tujuan mencegah kerusakan jaringan akibat penyakit infeksi yang diderita oleh pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil implementasi tatalaksana Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien anak demam berdarah dan bronkitis. Studi kasus ini dilakukan di RS X di Surabaya selama tiga hari berturut-turut pada bulan September 2023. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan desain observasional analitik. Tatalaksana asuhan gizi yang dilakukan meliputi asesmen, diagnosis gizi, intervensi, monitoring dan evaluasi. Data yang diperoleh meliputi data identitas pasien, asupan makan, antropometri, biokimia, fisik/klinis, serta hasil monitoring dan evaluasi yang didapatkan melalui food recall, food record, visual comstock, wawancara, pengukuran antropometri, dan rekam medis pasien. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif. Hasil pemantauan selama tiga hari menunjukkan bahwa asupan pasien mengalami peningkatan dan beberapa zat gizi telah memenuhi target, hasil pemeriksaan biokimia menunjukkan beberapa parameter sudah mencapai nilai normal yang diharapkan, dan hasil pemeriksaan fisik/klinis pasien juga menunjukkan perbaikan dengan suhu tubuh normal, nadi normal, dan tidak muntah. Diet tinggi kalori dan tinggi protein dapat terus dilanjutkan dengan pengkajian ulang terhadap perkembangan kondisi pasien seiring waktu
PEMBERIAN DIET TINGGI ENERGI TINGGI PROTEIN DAN RENDAH LEMAK PADA PASIEN ANEMIA HEMOLITIK AUTOIMUN DENGAN KOMPLIKASI : SEBUAH LAPORAN KASUS Luthfiyah, Hanifah Hasna
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia Hemolitik Autoimun (AIHA) adalah kondisi di mana antibodi tubuh menyerang sel darah merah, menyebabkan hemolisis. Gejalanya berkisar dari yang asimtomatik hingga berat, termasuk jaundice, hepatosplenomegali, takikardia, dan angina. Pengelolaan gizi menjadi krusial dalam mengatasi kondisi ini. Sebuah studi kasus observasional dilakukan pada November 2023 di RS X, Jawa Timur, terhadap seorang pasien yang didiagnosis AIHA. Pasien ini menjalani perlakuan diet khusus selama satu bulan dengan pola makan yang tinggi energi, tinggi protein, dan rendah lemak. Evaluasi dilakukan melalui monitoring fisik rutin dan uji laboratorium untuk mengamati respons tubuh terhadap perubahan diet. Hasil dari studi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kondisi pasien sejak awal penerapan diet baru. Evaluasi laboratorium menunjukkan adanya perbaikan yang berkelanjutan dalam parameter biokimia yang terpantau. Meskipun terdapat tantangan dalam menjaga konsistensi asupan nutrisi karena kurangnya nafsu makan pada beberapa periode, perubahan positif dalam kondisi fisik pasien secara keseluruhan sangat terlihat. Perubahan jenis makanan dan cara pemberian yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasien berkontribusi pada pemulihan yang lebih baik. Pengelolaan nutrisi yang berfokus pada kebutuhan individu pasien AIHA mendorong kesimpulan bahwa pendekatan ini efektif dalam mendukung proses penyembuhan. Studi ini menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat dan penyesuaian kontinu dalam manajemen diet untuk memaksimalkan hasil klinis pada pasien dengan AIHA. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya menunjukkan manfaat dalam memperbaiki kondisi fisik dan biokimia, tetapi juga menggarisbawahi perlunya pendekatan yang personal dalam perawatan pasien dengan kondisi serupa, untuk memastikan pengelolaan yang optimal dan hasil yang lebih baik dalam jangka panjang.