cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
ANALISIS VOLUME KONTRAS ORAL MANNITOL BERDASARKAN BERAT BADAN PADA MRI ENTEROGRAFI DI RS BRAWIJAYA SAHARJO : SEBUAH STUDI OBSERVASIONAL Vivi Maynes Aprina; Eny Supriyaningsih; Eka Putra Syarif H
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54624

Abstract

Mannitol, agen kontras oral bifasik, umumnya digunakan, tetapi volumenya sering distandarisasi daripada diindividualisasi berdasarkan berat badan pasien. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan volume kontras oral manitol berdasarkan berat badan dalam pemeriksaan MRE. Studi observasional deskriptif dilakukan di Radiologi Rumah Sakit Brawijaya Saharjo. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Saharjo dari September hingga Oktober 2025. Lima relawan (60–70 kg) diberi larutan manitol 2,5% dengan dosis 20 mL/kg berat badan (maksimum 1.350 mL), diberikan secara bertahap selama 60 menit. MRE dilakukan menggunakan sekuens koronal T2 HASTE FatSat dan T1 Dixon Water Only. Data dikumpulkan melalui observasi prosedur dan wawancara dengan dokter ahli radiologi dan ahli radiografi. Relawan menerima volume manitol mulai dari 1.200 mL hingga 1.350 mL sesuai dengan berat badan mereka. Empat dari lima relawan menunjukkan distensi usus yang memadai hingga optimal, terutama di jejunum dan ileum. Umpan balik kualitatif dari dokter ahli radiologi menunjukkan bahwa pemberian dosis berdasarkan berat badan dapat dilakukan, nyaman bagi pasien, dan menghasilkan distensi yang dapat diterima secara diagnostik. Volume manitol oral berdasarkan berat badan (20 mL/kg) dapat diterapkan untuk MRE dan dapat memberikan distensi usus yang memadai sekaligus berpotensi meningkatkan kenyamanan pasien dibandingkan dengan protokol dosis tetap.
PENGARUH GENDER, LATAR BELAKANG PENDIDIKAN, USIA DAN LAMA BEKERJA TERHADAP KEPUASAN BEKERJA DAN KINERJA PEGAWAI Arisya Ruspina Putri; Aliefety Putu Garnida; Nurminingsih Nurminingsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54634

Abstract

Kepuasan kerja dan kinerja pegawai merupakan aspek penting bagi efektivitas dan efisiensi operasional rumah sakit, terutama dalam menjaga mutu pelayanan kepada pasien. Faktor demografis seperti gender, usia, pendidikan, dan lama bekerja diperkirakan mempengaruhi kedua aspek tersebut, namun kajian komprehensif di rumah sakit swasta daerah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gender, pendidikan, usia, dan lama bekerja terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai di RS Prima Pekanbaru dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh dari 224 pegawai melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, tetapi berpengaruh terhadap dimensi contextual performance, di mana laki-laki memiliki skor lebih tinggi. Tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan maupun kinerja. Usia juga tidak berpengaruh signifikan, meskipun kelompok usia 40–49 tahun cenderung memiliki performa tugas lebih tinggi secara deskriptif. Lama bekerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan maupun kinerja, meskipun pegawai dengan masa kerja 5–10 tahun memiliki rata-rata kepuasan sedikit lebih tinggi dibandingkan yang bekerja <5 tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara keseluruhan, faktor demografis menunjukkan pengaruh yang bervariasi namun cenderung tidak signifikan terhadap kepuasan kerja maupun kinerja pegawai. Temuan ini menekankan pentingnya strategi manajemen sumber daya manusia yang fokus pada pengembangan kompetensi, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, serta optimalisasi peran sosial pegawai untuk meningkatkan produktivitas.
ANALISIS PENERAPAN INTERVENSI TERAPI AKUPUNTUR TERHADAP MASALAH KEPERAWATAN NYERI AKUT PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS DI PRAKTEK MANDIRI LATU USADHA Komang Aprilio Kusuma Celagi; I Wayan Antariksawan; Gede Ivan Kresnayana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54639

Abstract

Osteoartritis merupakan penyakit sendi degeneratif atau kelainan sendi yang paling sering ditemukan dan kerapkali menimbulkan ketidakmampuan  (disabilitas) .Pada penderita osteoartritis, nyeri sendi merupakan gejala yang paling menonjol dan menjadi alasan yang paling sering bagi seorang penderita osteoartritis untuk memperoleh pengobatan medis. Jika keluhan nyeri ini tidak ditangani akan dapat mengganggu aktivitas individu yang mengalami nyeri. Untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien osteoarthritis dengan masalah keperawatan nyeri akut melalui pemberian intervensi inovasi akupuntur. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus yang mengidentifikasi suatu masalah asuhan keperawatan pada pasien osteoarthritis. Diagnosa keperawatan yang muncul pada kedua pasien yaitu Nyeri akut berhubungan dengan  agen pencedera fisik, Intervensi inovasi yang diberikan pasien yaitu dengan terapi akupuntur, dengan pemberian Implementasi keperawatan memberikan terapi akupuntur selama 15-30 menit, Evaluasi yang dharapkan  nyeri akut  menurun pada pasien osteoarthritis
ANALISIS PENERAPAN INTERVENSI TERAPI MUSIK RELIGI TERHADAP MASALAH KEPERAWATAN ANSIETAS PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) ON HD DI RUANG HEMODIALISA RSUD KLUNGKUNG Luh Putu Sri Devi Darmayani; Nuur Fadhilah; Mochamad Heri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54656

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) atau Chronic Kidney Disease (CKD) adalah gangguan fungsi ginjal yang berlangsung progresif, lambat, dan irreversible, yang menyebabkan kegagalan tubuh dalam menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, serta proses metabolisme. Akibatnya, pasien dapat mengalami kondisi serius seperti uremia atau azotemia. Untuk menjelaskan Analisis Penerapan Intervensi Terapi Musik Religi Terhadap Masalah Keperawatan Ansietas Pada Pasien CKD On HD Di Ruang Hemodialisa Subjek adalah Tn.S, laki-laki usia 60 tahun, yang mengeluhkan cemas dan khawatir saat proses hemodialisa dilaksanakan ,Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus yang mengidentifikasi suatu masalah asuhan keperawatan pada pasien chronic kidney disease. Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien yaitu  Ansietas berhubungan dengan kekhawatiran mengalami kegagalan dalam pengobatan, Intervensi inovasi yang diberikan yaitu dengan terapi musik religi, Implementasi keperawatan memberikan terapi musik religi selama 2 kali dalam 15  menit, Evaluasi tingkat kecemasan pada pasien menurun,klien tampak rileks dan nyaman. Pada pasien chronic kidney disease pemberian intervensi terapi music religi efektif dalam penanganan masalah ansietas pada pasien CKD ON HD.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN LIP BALM EKSTRAK SETANOL 96% BUNGA TELANG (CLOTORIAL TERNATEA L) DENGAN VARIASI BEESWAX Cut Rita Zahara; Erida Novriani; Roy Indrianto Bangat. S
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54831

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) mengandung antosianin dan senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif alami dalam sediaan kosmetik, khususnya lip balm. Namun, variasi konsentrasi ekstrak dan beeswax sebagai basis dapat memengaruhi karakteristik fisik sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi ekstrak bunga telang dan beeswax terhadap mutu fisik lip balm. Ekstrak diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% dan dilakukan skrining fitokimia. Sediaan diformulasikan dalam tiga formula dengan variasi konsentrasi ekstrak (6%, 8%, 10%) dan beeswax (7,5%, 10%, 15%). Evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH, titik lebur, dan daya oles, kemudian dianalisis menggunakan One Way ANOVA. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 22,5% dengan kandungan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Seluruh formula homogen, bertekstur halus, dan memiliki pH 3,83–4,02 yang aman untuk bibir. Variasi konsentrasi tidak berpengaruh signifikan terhadap daya sebar (p=0,133) dan pH (p=0,562), tetapi peningkatan beeswax meningkatkan titik lebur dari 50°C hingga 60°C. Formula dengan ekstrak 10% dan beeswax 15% menunjukkan kestabilan fisik dan termal terbaik serta nyaman digunakan. Disimpulkan bahwa ekstrak bunga telang berpotensi diformulasikan dalam lip balm dengan karakteristik fisik yang memenuhi persyaratan.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN LANJUT USIA DALAM MEMILIH FASILITAS KESEHATAN : SYSTEMATIC REVIEW Aprillia Dwi Ayu; Anggit Wirama Siwidati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54871

Abstract

Penuaan penduduk di Indonesia menyebabkan meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan pada masyarakat lanjut usia. Lansia merupakan kelompok rentan yang memiliki karakteristik khusus, seperti penurunan fungsi fisik, peningkatan penyakit kronis, serta ketergantungan pada dukungan sosial. Pemilihan fasilitas pelayanan kesehatan pada lansia tidak hanya didasarkan pada kebutuhan medis, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor individu, sosial, dan sistem pelayanan kesehatan. Namun, bukti ilmiah terkait faktor-faktor tersebut masih tersebar dan belum dirangkum secara sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain systematic review. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk artikel yang dipublikasikan pada tahun 2021–2026. Proses seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA dengan kriteria inklusi berdasarkan kerangka PIO. Sebanyak 29 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dan disintesis secara naratif. Hasil systematic review menunjukkan bahwa pengambilan keputusan lansia dalam memilih fasilitas kesehatan dipengaruhi oleh faktor individu, sosial, dan fasilitas atau sistem pelayanan kesehatan. Faktor individu meliputi usia, tingkat pendidikan, kondisi kesehatan, pengalaman sebelumnya, dan persepsi terhadap penyakit. Faktor sosial mencakup dukungan keluarga, peran caregiver, dan kondisi sosial ekonomi. Faktor sistem pelayanan kesehatan meliputi aksesibilitas, biaya, kepemilikan asuransi, kualitas pelayanan, serta interaksi tenaga kesehatan. Pemilihan fasilitas pelayanan kesehatan pada lansia merupakan proses pengambilan keputusan yang kompleks dan multidimensional.
HUBUNGAN TRIGLISERIDA DENGAN ESTIMATED GLOMERULAR FILTRATION RATE (eGFR) PESERTA PROLANIS PUSKESMAS RAWAT INAP WAY HALIM II Alfy Rizka Silfa Rosfita; Ade Yonata; Arif Yudho Prabowo; Iswandi Darwis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55007

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang dapat memicu kerusakan organ target, termasuk ginjal. Dislipidemia, khususnya peningkatan kadar trigliserida, diketahui berkontribusi pada penurunan fungsi ginjal melalui mekanisme lipotoksisitas, stres oksidatif, dan inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar trigliserida dengan Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) pada peserta Prolanis Hipertensi di Puskesmas Rawat Inap Way Halim II Bandar Lampung. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 91 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data sekunder berupa kadar trigliserida dan nilai eGFR diambil dari rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (72,5%) dan kelompok lansia berusia ³6o tahun (54,9%). Rata-rata nilai eGFR responden adalah 54,96 mL/menit/1,732, dengan kategori terbanyak berada pada G3a (45,1%) yang menunjukkan penurunan fungsi ginjal tingkat sedang. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan bermakna antara kadar trigliserida dan eGFR dengan nilai p = 0,039. Koefisien korelasi menunjukkan hubungan negatif yang lemah (r = -0,217), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi kadar trigliserida, maka semakin rendah nilai eGFR. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan secara statistik dengan arah negatif antara kadar trigliserida dan eGFR pada peserta Prolanis hipertensi. Tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan edukasi manajemen diet rendah lemak dan pemantauan profil lipid secara berkali guna mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MENINGKATNYA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKAL PINANG TAHUN 2025 Lioni Lioni; Hendra Kusumajaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55158

Abstract

Kasus demam berdarah dengue (dbd) di provinsi kepulauan bangka belitung selama 3 tahun terakhir (2022–2024) mengalami peningkatan. Peningkatan kasus dbd dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti persepsi, pengetahuan, dan perilaku masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi, pengetahuan, dan perilaku dengan meningkatnya kasus demam berdarah dengue (dbd) di rumah sakit bakti timah pangkalpinang tahun 2025. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan survey cross sectional dan uji chi-square dengan hasil berupa analisa univariat dan analisa bivariate. Dengan menggunakan Purposive Sampling. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang di ruang rawat inap di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkal Pinang. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 76 orang. Hasil penelitian ini diketahui ada hubungan yang bermakna antara Persepsi (P-Value = 0,003), Perilaku (P-Value = 0,000), Pengetahuan (P-Value = 0,000) dengan meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkal Pinang. Kesimpulan adanya hubungan persepsi dengan meningkatnya kejadian kasus meningkatnya Demam Berdarah Dengue (DBD) DI Rumah Sakit Bakti Timah Pangkal Pinang 2025. Saran dari peneliti adalah agar masyarakat meningkatka kesadaran terhadap bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara konsisten, terutama melalui pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila muncul gejala DBD.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP KEBERHASILAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SELINDUNG TAHUN 2025 Loly Anggelita; Agustin Agustin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55175

Abstract

Menurut World Health Organization, ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja tanpa tambahan makanan maupun minuman lain selama enam bulan pertama kehidupan bayi hingga anak berusia dua tahun atau lebih. Namun, masih banyak ibu yang belum memiliki pengetahuan yang baik mengenai manfaat dan pentingnya sehingga dapat memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Selindung Tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui di wilayah kerja Puskesmas Selindung Tahun 2025 yang berjumlah 592 orang. Sampel penelitian sebanyak 86 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi faktor pendidikan, faktor dukungan keluarga, faktor keterpaparan informasi, dan faktor psikologis, sedangkan variabel dependen adalah pengetahuan ibu terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada bayi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor pendidikan (p = 0,032), dukungan keluarga (p = 0,003), keterpaparan informasi (p = 0,000), dan faktor psikologis ibu (p = 0,01) dengan pengetahuan ibu terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Selindung Pangkalpinang Tahun 2025. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa faktor pendidikan, dukungan keluarga, keterpaparan informasi, dan faktor psikologis ibu berhubungan dengan pengetahuan ibu terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Selindung Tahun 2025.
PENGARUH EDUKASI MEDIA BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN PASCA IMUNISASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SELINDUNG TAHUN 2025 Erika Amelia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55217

Abstract

Imunisasi efektif mencegah penyakit menular, namun sering memicu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang menyebabkan kecemasan pada ibu. Pengetahuan ibu yang rendah dalam menangani KIPI dapat menghambat tindakan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu pengaruh edukasi media booklet terhadap pengetahuan ibu mengenai penanganan pasca imunisasi di Wilayah Kerja Puskesmas Selindung Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 27 ibu yang memiliki bayi, dipilih sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, dengan analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 8,70 ± 1,031 sebelum edukasi menjadi 10,52 ± 1,477 sesudah edukasi. Hasil uji statistik memperoleh p-value 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan pada tingkat pengetahuan ibu setelah diberikan intervensi. Dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan melalu media booklet berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang penanganan pasca imunisasi. Media booklet disarankan sebagai sarana edukasi yang efektif dan berkelanjutan dalam layanan kesehatan masyarakat.