cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN ANEMIA POSTPARTUM : STRATEGI DETEKSI DINI, NUTRISI, DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI Arum Dwi Anjani; Devy Lestari Nurul Aulia; Marchellya Syaira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56049

Abstract

Anemia postpartum merupakan salah satu masalah kesehatan maternal yang masih sering terjadi di Indonesia dan berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas ibu nifas. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh perdarahan saat persalinan, kekurangan zat besi selama kehamilan, serta asupan nutrisi yang tidak adekuat. Anemia postpartum ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin pada masa nifas yang dapat berdampak pada penurunan produksi ASI, kelelahan, gangguan pemulihan kesehatan ibu, serta meningkatnya risiko infeksi. Data dari World Health Organization menunjukkan anemia masih menjadi masalah kesehatan global pada wanita usia reproduktif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis penerapan manajemen asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan anemia postpartum serta mengidentifikasi bentuk penatalaksanaan yang efektif dalam mencegah komplikasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research melalui penelusuran literatur dari jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, serta regulasi kesehatan yang relevan dengan anemia postpartum dan asuhan kebidanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen asuhan kebidanan yang dilakukan secara sistematis melalui pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi mampu meningkatkan kondisi kesehatan ibu nifas dengan anemia postpartum. Intervensi yang efektif meliputi pemantauan kadar hemoglobin, pemberian tablet Fe, edukasi gizi, serta monitoring tanda vital ibu. Kesimpulannya, manajemen asuhan kebidanan komprehensif berperan penting dalam deteksi dini, pencegahan komplikasi, dan peningkatan kualitas kesehatan ibu nifas dengan anemia postpartum.
PENGARUH SIPEDAK (EDUKASI PENANGANAN KEGAWATDARURATAN TERSEDAK) TERHADAP PENGETAHUAN IBU PKK DI KELURAHAN SIDOARUM GODEAN SLEMAN YOGYAKARTA Siti Nuryanti; Aisyah Nur Azizah; Joko Murdiyanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56057

Abstract

Kegawatdaruratan tersedak atau choking sangat berbahaya apabila tidak segera ditangani dapat mengancam nyawa atau menyebabkan kecacatan permanen. Salah satu penyebab utama anak tersedak adalah kurangnya pemahaman orangtua tentang aturan pemberian makan (feeding rules), banyak orangtua memiliki kebiasaan menyuapi anaknya makan sambil berbicara dengan alasan agar anaknya mau makan, padahal pada saat anak makan sambil berbicara atau tertawa akan menyebabkan makanan masuk ke saluran pernapasan sehinggan akan menyebabkan resiko terjadinya tersedak pada anak. Salah satu makanan yang beresiko terjadinya tersedak adalah makanan daging dengan potongan besar dan permen karet. Penelitian ini menganalisis pengaruh SIPEDAK (Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Tersedak) terhadap pengetahuan ibu PKK di Kelurahan Sidoarum Godean Sleman Yoogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimen dengan metode Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan Purpose Sampling, berjumlah 36 responden berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi dengan kategori kurang 2 responden (5,6%), kategori cukup 21 responden (58,3%), dan sesudah diberikannya edukasi kategori baik 36 responden (100%). Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon didapatkan bahwa hasil p-value yaitu 0,000 yang artinya jika p-value <0,05 artinya terdapat pengaruh signifikan SIPEDAK (Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Tersedak) Terhadap Pengetahuan Ibu PKK di Kelurahan Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta.
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN JIWA DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN PESISIR BARAT Nadia Oktariana; Siti Julaiha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56122

Abstract

Gangguan jiwa adalah gangguan pada pikiran, perilaku, dan perasaan yang muncul dalam bentuk sekumpulan gejala dan perubahan perilaku yang signifikan, yang dapat menyebabkan penderitaan dan menghalangi orang tersebut untuk produktif secara sosial dan ekonomi. Jumlah kasus gangguan jiwa di Provinsi Lampung cukup tinggi yang terdiri dari 14.662 kasus.  Adapun kasus gangguan jiwa di Kabupaten Pesisir Barat terdiri dari 269 kasus gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa di puskesmas krui, karya penggawa, dan biha Tahun 2024. Kepatuhan minum obat pada pasien dengan gangguan jiwa sangat menentukan keberhasilan terapi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 39 responden penderita gangguan jiwa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis dan dianalisis secara statistik untuk melihat distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan jenis kelamin sebagian besar yang menderita gangguan jiwa dialami laki-laki (74,36%), berusia 36-45 tahun (33,33%), dengan Pendidikan terakhir SMA (69,23%), tidak bekerja (46,15%), durasi pengobatan >1 tahun (92,31%), jumlah item obat sebanyak 3 obat (66,67%), dengan gangguan mental psikotik (97,44%). Kepatuhan berdasarkan metode MMAS-8 yang paling tinggi jenis kelamin laki-laki (51,72%), usia 12-16 tahun (100%), Pendidikan sarjana (100%), pekerjaan PNS (100%), durasi pengobatan 1-3 bulan (100%), jumlah item obat 2 obat (61,54%), gangguan neuronik (100%).
SELAYANG PANDANG DIGITALISASI DATA MEDIS MENUJU REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI INDONESIA – SEBUAH KAJIAN REVIEW Fikri Rahmat Maulana; Achmad Jaelani Rusdi; Agus Syukron Ma'ruf
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56175

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan bagian penting dalam transformasi digital pelayanan kesehatan di Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi kerja, mutu pelayanan, serta integrasi dan keamanan data pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif manfaat, kendala, dan tantangan dalam implementasi RME di Indonesia. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel melalui Google Scholar menggunakan kata kunci terkait RME, manfaat, kendala, dan tantangan. Kriteria inklusi meliputi artikel yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025, berbahasa Indonesia, tersedia dalam teks lengkap, serta relevan dengan topik penelitian. Proses seleksi literatur dilakukan secara sistematis menggunakan pedoman PRISMA 2020 dan menghasilkan 12 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan RME memberikan manfaat berupa peningkatan efisiensi kerja tenaga kesehatan, percepatan pelayanan, serta peningkatan kualitas pelayanan melalui ketersediaan data yang lebih akurat, terintegrasi, dan mudah diakses. Namun, implementasi RME masih menghadapi kendala seperti gangguan jaringan, ketidakstabilan sistem, keterbatasan sarana dan prasarana, serta belum optimalnya kesiapan sumber daya manusia, termasuk kurangnya pelatihan dan tenaga teknologi informasi. Selain itu, tantangan yang dihadapi meliputi kebutuhan adaptasi dan peningkatan kompetensi SDM, optimalisasi dan pengembangan sistem agar lebih stabil dan user-friendly, serta keterbatasan anggaran dan dukungan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi melalui peningkatan kompetensi SDM, penguatan infrastruktur teknologi informasi, serta dukungan kebijakan untuk mendukung keberhasilan dan keberlanjutan implementasi RME di Indonesia.
ASUHAN AKUPUNKTUR PADA PASIEN OBESITAS DI GRIYA SEHAT MUTIARA 28 KABUPATEN BOGOR Dwi Rossa Nurmalita; Mayang Wulandari; Amal Prihatono; Leny Candra Kurniawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56205

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik, penyakit tidak menular, serta penurunan kualitas hidup. Kondisi ini umumnya dipengaruhi oleh pola makan yang tidak seimbang, konsumsi makanan tinggi kalori dan pedas, serta rendahnya aktivitas fisik. Berbagai pendekatan terapi digunakan untuk mengatasi obesitas, salah satunya adalah akupunktur sebagai terapi komplementer yang diketahui mampu membantu mengontrol nafsu makan, memperbaiki fungsi pencernaan, serta menyeimbangkan energi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asuhan akupunktur pada pasien obesitas dengan diagnosis sindrom panas di lambung. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan kualitatif pada satu pasien perempuan berusia 22 tahun yang menjalani terapi di Griya Sehat Mutiara 28 Kabupaten Bogor. Pemilihan partisipan dilakukan secara purposive sampling. Variabel yang diamati meliputi perubahan berat badan serta tanda dan gejala sindrom akupunktur. Pengumpulan data dilakukan melalui empat metode pemeriksaan akupunktur, yaitu inspeksi, auskultasi dan olfaksi, wawancara, serta palpasi, yang dilengkapi dengan pengukuran indeks massa tubuh dan dokumentasi perkembangan terapi. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pemeriksaan antar sesi terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah enam sesi terapi akupunktur terjadi penurunan berat badan sebesar 2,5 kg yang disertai dengan perbaikan kondisi klinis, seperti berkurangnya nafsu makan berlebih, meningkatnya kualitas tidur, serta menurunnya keluhan asam lambung. Temuan ini menunjukkan bahwa asuhan akupunktur dengan prinsip membersihkan panas lambung dan meregulasi Qi berpotensi membantu menurunkan berat badan pada pasien obesitas sebagai terapi komplementer yang relatif aman.
PENERAPAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP KECEMASAN IBU PRE SECTIO CAESAREA DI MAUMERE Maria Yasinta Tea; Regina Ona Adesta
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56286

Abstract

Persalinan adalah proses fisiologis yang menandai berakhirnya masa kehamilan, dengan keluarnya janin, plasenta, serta selaput ketuban dari uterus melalui jalan lahir. Secara umum, persalinan diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu persalinan normal melalui vagina dan persalinan dengan tindakan pembedahan yang dikenal sectio caesarea (SC). Namun tindakan sc sering muncul kecemasan pada pasien preoperatif yang memengaruhi kesiapan fisik dan psikologis ibu. Kecemasan yang tidak teratasi menyebabkan peningkatan frekuensi nadi, pernapasan, tekanan darah, serta ketegangan emosional berdampak pada proses pembedahan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan yang efektif dan nonfarmakologis, salah satunya adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan maternitas melalui intervensi  dalam menurunkan kecemasan pasien pra operasi sectio caesarea di RSUD dr. Tc. Hillers Maumere. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus melalui proses keperawatan dua klien dengan indikasi sectio caesarea elektif. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan observasi klinis dan skala Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi yang diberikan meliputi komunikasi terapeutik, edukasi preoperatif, serta latihan  selama 15–20 menit secara bertahap dan terarah. Penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan kedua klien dari kategori sedang menjadi ringan setelah diberikan intervensi. Selain itu, terjadi penurunan tanda vital seperti frekuensi nadi, pernapasan, dan tekanan darah, serta pasien tampak lebih rileks, tenang, dan kooperatif menghadapi tindakan operasi. Simpulan dari studi ini adalah bahwa  efektif dalam menurunkan kecemasan pasien pra operasi sc. Oleh karena itu,  direkomendasikan sebagai intervensi mandiri keperawatan untuk meningkatkan kesiapan psikologis pasien serta mutu pelayanan keperawatan maternitas di rumah sakit.
WORK FROM ANYWHERE (WFA) PADA IBU PEKERJA : IMPLIKASINYA PADA KESEHATAN MENTAL DAN KEBIJAKAN PERLINDUNGAN SOSIAL (SYSTEMATIC LITERATUR REVIEW) Nurul 'Afifah Hijami
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56290

Abstract

Transformasi digital dan kebijakan fleksibilitas kerja pascapandemi COVID-19 melahirkan tren Work from Anywhere (WFA) yang memberikan keleluasaan bagi pekerja, termasuk ibu bekerja (working mothers), untuk menyeimbangkan peran profesional dan domestik. Namun, dinamika ini juga menimbulkan tantangan baru terhadap perlindungan sosial dan kesejahteraan kerja, terutama bagi perempuan yang menghadapi beban ganda. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak WFA terhadap kesejahteraan ibu bekerja serta mengevaluasi relevansi dan kesenjangan kebijakan perlindungan sosial yang ada. Penelusuran sistematis dilakukan melalui database PubMed, Scopus, dan Web of Science menggunakan kata kunci: (“working mother” OR “female worker”) AND (“work from home” OR “remote work” OR “work from anywhere”) AND (“social protection” OR “social policy” OR “labor policy”). Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dan publikasi 10 tahun terakhir (2015–2025). Sebanyak 36 studi memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas penelitian menunjukkan bahwa WFA berpotensi meningkatkan fleksibilitas waktu dan partisipasi tenaga kerja perempuan, namun juga memperbesar risiko beban kerja ganda, stres psikosial, dan ketidaksetaraan akses terhadap jaminan sosial. Dukungan kebijakan berupa cuti berbayar, asuransi kesehatan, serta perlindungan kerja fleksibel masih terbatas dan tidak merata secara global. WFA dapat menjadi peluang bagi ibu bekerja untuk mencapai keseimbangan kerja–keluarga, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kebijakan perlindungan sosial yang adaptif dan berperspektif gender.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG JAJANAN SEHAT PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SDN GALIHPAWARTI Aprilia Rahmawati; Tonika Tohri; Metilda Metilda; Lisbet Octovia Manalu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56364

Abstract

Di Indonesia, hampir seluruh anak usia sekolah yakni 99%, diketahui terbiasa membeli dan mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah setiap hari. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan potensi terjadinya gangguan kesehatan, khususnya apabila jajanan yang dikonsumsi tidak memenuhi ketentuan keamanan pangan serta tidak memiliki kandungan gizi yang seimbang. Salah satu penyebab anak cenderung memilih jajanan dengan sembarang adalah minimnya pemahaman mengenai jajanan yang sehat, aman dan memiliki gizi baik. Masalah utama yang menonjol terletak pada masih rendahnya tingkat pengetahuan pada lapisan anak usia sekolah dalam menentukan pilihan jajanan yang sehat dan layak dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi pendidikan kesehatan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan mengenai jajanan sehat pada siswa usia sekolah di SDN Galihpawarti. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan pra-eksperimental pretest–posttest pada kelompok yang sama dan tanpa kelompok kontrol. Melalui teknik simple random sampling, sampel ditentukan sehingga menghasilkan 98 responden dari populasi 129 siswa berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan dengan cara memberikan pretest sebelum intervensi dilaksanakan, serta posttest setelah intervensi diberikan kepada responden. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi, serta secara bivariat dengan Uji Wilcoxon Signed Rank untuk menguji perbedaan keduanya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sesudah intervensi pengetahuan anak mengalami peningkatan dengan nilai p < 0,001 (p < 0,05). Pendidikan kesehatan tentang jajanan sehat secara signifikan meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah.
LITERATURE REVIEW : ANALISIS TANTANGAN KEAMANAN DATA PADA SISTEM REKAM MEDIS ELEKTRONIK DI FASILITAS KESEHATAN Mohammad Arfianova Febri Nashuha; Fita Rusdian Ikawati; Agus Syukron Ma’ruf
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56388

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan bagian dari transformasi digital yang bertujuan meningkatkan efisiensi layanan, mutu pelayanan, serta keamanan data pasien. Namun, implementasi RME juga menghadirkan berbagai tantangan, khususnya terkait aspek keamanan data yang meliputi kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan keamanan data dalam penerapan sistem RME di fasilitas kesehatan melalui pendekatan literature review. Proses pencarian literatur dilakukan menggunakan Google Scholar dengan kata kunci yang relevan, kemudian diseleksi berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 997 artikel teridentifikasi pada tahap awal, dan 11 artikel memenuhi kriteria untuk dianalisis lebih lanjut. Data diekstraksi dan disintesis berdasarkan tiga domain utama keamanan data, yaitu kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan. Hasil telaah menunjukkan bahwa aspek kerahasiaan masih menghadapi risiko kebocoran akibat lemahnya autentikasi, kontrol akses, serta praktik pengguna. Pada aspek integritas, sebagian besar fasilitas kesehatan telah menerapkan mekanisme audit trail dan pembatasan kewenangan, meskipun masih ditemukan risiko kesalahan input dan validasi data yang belum optimal. Sementara itu, aspek ketersediaan data menghadapi tantangan terkait keterbatasan infrastruktur teknologi informasi dan integrasi dengan sistem eksternal, seperti layanan klaim BPJS. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan perlunya penguatan sistem keamanan data RME melalui peningkatan infrastruktur, penerapan standar keamanan informasi, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia untuk menjamin perlindungan data pasien secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS SUBTITUSI GARAM BIASA DENGAN GARAM RENDAH NATRIUM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Maria Belen Sipahutar; Veni Dayu Putri; Candra Saputra; Gita Adelia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.56428

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi serius. Salah satu faktor yang berperan dalam peningkatan tekanan darah adalah konsumsi natrium yang berlebihan, terutama dari penggunaan garam dapur. Upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengendalikan tekanan darah adalah dengan melakukan subtitusi garam biasa dengan garam rendah natrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas subtitusi garam biasa dengan garam rendah natrium terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode quasi eksperimen menggunakan pendekatan pretest–posttest nonequivalent control group. Pasien hipertensi yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol, masing-masing sebanyak 15 responden, dengan teknik pengambilan sampel probability sampling. Tekanan darah diukur menggunakan sfigmomanometer sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik paired test dan independen test. Hasil uji statistik nilai p value tekanan darah sistolik yaitu 0,012 atau <0,05 yang berarti Ha diterima, dapat disimpulkan terdapat perbedaan posttest sistolik pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dan tekanan darah diastol 0,009 atau <0,05 artinya Ha diterima yang berarti terdapat perbedaan posttest diastolik kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada penderita hipertensi primer di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Adanya penurunan tekanan darah yang lebih signifikan pada kelompok yang mendapatkan subtitusi garam rendah natrium dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan garam biasa.garam rendah natrium efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.