cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
HUBUNGAN VARIASI MENU MAKANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN GIZI PADA PASIEN RAWAT INAP KELAS III Nur Alam; Nurfaidah Nurfaidah; Ishak Bachtiar; Fitri Ramadhani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55355

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya keluhan pasien rawat inap kelas III terhadap monotonnya variasi menu makanan rumah sakit yang berpotensi menurunkan tingkat kepuasan terhadap pelayanan giziVariasi menu makanan merupakan salah satu indikator mutu pelayanan gizi karena dapat memengaruhi selera makan, asupan zat gizi, serta persepsi pasien selama masa perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variasi menu makanan dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan gizi pada pasien rawat inap kelas III di Rumah Sakit Akademis Jaury Jusuf Putera, Kota Makassar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 43 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variasi menu makanan dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan gizi (p-value = 0,001). Pasien yang menilai variasi menu makanan baik cenderung memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Variasi menu makanan memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien terhadap pelayanan gizi. Peningkatan variasi menu makanan dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan mutu pelayanan gizi dan kepuasan pasien rawat inap kelas III. Disimpulkan bahwa variasi menu makanan memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan gizi. Variasi menu yang baik dapat meningkatkan penerimaan makanan, menjaga asupan gizi, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan gizi berbasis patient-centered care di rumah sakit.
ANALISIS SWOT, IFAS, DAN EFAS PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI PESISIR SUNGAI BANGKINANG nabila nabila; Herniwanti Herniwanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55364

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah permukiman pesisir sungai masih menjadi permasalahan kesehatan lingkungan yang kompleks, terutama di daerah pedesaan. Rendahnya ketersediaan sarana prasarana, kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai, serta lemahnya sistem pengelolaan berbasis komunitas berpotensi menurunkan kualitas lingkungan dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Sungai Tonang dengan pendekatan analisis SWOT yang dipadukan dengan IFAS dan EFAS sebagai dasar perumusan strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada tahun 2025–2026 di Desa Sungai Tonang, wilayah kerja UPT Puskesmas Sawah. Populasi penelitian meliputi masyarakat dan pemangku kepentingan terkait pengelolaan sampah, dengan informan dipilih secara purposive sampling. Variabel yang dikaji meliputi faktor internal dan eksternal pengelolaan sampah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif serta dilanjutkan dengan penyusunan matriks SWOT, IFAS, dan EFAS. Hasil analisis menunjukkan nilai IFAS sebesar 0,70 dan EFAS sebesar 0,85 yang menempatkan pengelolaan sampah rumah tangga Desa Sungai Tonang pada Kuadran I (strategi SO). Kondisi ini menunjukkan bahwa desa memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang mendukung pengembangan sistem pengelolaan sampah. Disimpulkan bahwa strategi agresif melalui penguatan peran pemerintah desa, puskesmas, dan tokoh masyarakat, pembentukan bank sampah dan kader lingkungan, serta pemanfaatan dukungan kebijakan dan pendanaan perlu dioptimalkan untuk meningkatkan pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MENINGKAT NYA KASUS NON INSULIN DEPENDENT DIABETES MEITUS PADA PASIEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAILIAT TAHUN 2025 Aura Thaskia; Hendra Kusumajaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55470

Abstract

Diabetes Meitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama Diabetes Meitus Tipe 2 atau Non Insulin Dependent Diabetes Melitus (NIDDM). Data Puskesmas Sungailiat menunjukkan peningkatan kasus NIDDM setiap tahun serta masih rendahnya kesadaran dan edukasi masyarakat terkait pencegahan dan pengendalian mealui perubahan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan meningkat nya kasus NIDDM di wilayah kerja Puskesmas Sungailiat tahun 2025. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seuruh pasien yang berkunjung dan terdata di Puskesmas Sungailiat, baik penderita maupun bukan penderita NIDDM. Sampe berjumlah 44 responden, terdiri dari 28 penderita NIDDM dan 16 bukan penderita, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabe dependen adalah NIDDM, sedangkan variabe independen meiputi gaya hidup tidak sehat, obesitas, riwayat keturunan, dan umur. Data dikumpulkan mealui wawancara menggunakan kuesioner dan peneusuran rekam medis. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Continuity Correction dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gaya hidup tidak sehat dengan kejadian NIDDM (p = 0,042), umur (p = 0,033), dan riwayat keturunan (p = 0,015), sedangkan obesitas tidak menunjukkan hubungan signifikan (p = 0,09). Kesimpulannya, gaya hidup tidak sehat, obesitas, riwayat keuarga, dan usia secara signifikan berhubungan dengan kejadian Diabetes Meitus Non-Insulin Dependen.
HUBUNGAN TINGKAT NYERI LUKA OPERASI DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PASIEN POST APENDEKTOMI DI RUMAH SAKIT ARUN LHOKSEUMAWE Nailatul Uhya; Muhammad Sayuti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55493

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan fisiologis dasar yang berperan penting dalam proses pemulihan pasca operasi. Pada pasien pasca apendektomi, nyeri luka operasi sering menjadi masalah utama yang dapat mengganggu kualitas tidur. Gangguan tidur yang tidak tertangani dapat memperlambat penyembuhan serta memengaruhi kondisi fisik dan psikologis pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat nyeri luka operasi dengan kualitas tidur pada pasien pasca apendektomi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh pasien pasca apendektomi, dengan sampel sebanyak 37 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel independen adalah tingkat nyeri luka operasi dan variabel dependen adalah kualitas tidur. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Visual Analogue Scale (VAS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square. Sebagian besar responden mengalami nyeri pada kategori sedang hingga berat dan memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,024 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat nyeri luka operasi dengan kualitas tidur. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat nyeri luka operasi dengan kualitas tidur pada pasien pasca apendektomi. Pengelolaan nyeri yang tepat diperlukan untuk meningkatkan kualitas tidur dan mendukung proses pemulihan pasien.
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PERAWAT DALAM MENGHADAPI AKREDITASI DI RUMAH SAKIT X KABUPATEN PURWAKARTA TAHUN 2025 Mohammad Haikhal Ramadhani; Afif Wahyudi Hidayat; Lyliana Endang Setianingsih; Emelia Kristina Hutagaol
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55602

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses akreditasi rumah sakit yang sering menimbulkan beban administratif, tekanan waktu, dan tuntutan kinerja tinggi, sehingga berpotensi menurunkan motivasi kerja perawat. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat dalam menghadapi akreditasi di Rumah Sakit X Kabupaten Purwakarta tahun 2025, dengan fokus pada gaji atau tunjangan, pengawasan, prestasi, tanggung jawab, pengembangan potensi individu, serta hubungan interpersonal. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian seluruh perawat berjumlah 378 orang, sedangkan sampel sebanyak 86 perawat diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur, lalu dianalisis melalui statistik deskriptif dan uji inferensial, khususnya uji chi-square untuk melihat hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan motivasi perawat mayoritas berada pada kategori kurang baik (55,8%). Secara bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara gaji atau tunjangan (p=0,000; OR=12,133), tanggung jawab (p=0,000; OR=5,961), dan hubungan interpersonal (p=0,000; OR=6,800) dengan motivasi perawat. Namun, pengawasan (p=1,000), prestasi (p=0,470), serta pengembangan potensi individu (p=1,000) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa faktor kompensasi yang sesuai, peningkatan rasa tanggung jawab, dan perbaikan hubungan interpersonal merupakan prioritas dalam meningkatkan motivasi perawat saat menghadapi akreditasi.
KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP PENERAPAN RME BERDASARKAN METODE EUCS DI RSUM SITI AMINAH Akhmad Mukhsin; Sri Indriyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55606

Abstract

Kepuasan pengguna merupakan aspek penting dalam menilai keberhasilan penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di rumah sakit. Penelitian ini dilaksanakan karena masih terdapat penggunaan rekam medis manual pada beberapa proses pelayanan di RSUM Siti Aminah, sehingga diperlukan evaluasi tingkat kepuasan pengguna. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan pengguna terhadap penerapan RME berdasarkan metode End User Computing Satisfaction (EUCS) yang mencakup dimensi content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga medis dan tenaga kesehatan pengguna RME di RSUM Siti Aminah sebanyak 353 orang. Sampel berjumlah 188 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik proportional random sampling. Instrumen berupa kuesioner skala Likert 1–4. Pengujian validitas dan reliabilitas dilakukan sebelum penelitian utama, kemudian data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase tanpa pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan pengguna pada dimensi content sebesar 92,55%, accuracy 92,02%, format 97,34%, ease of use 96,81%, dan timeliness 97,87%. Secara keseluruhan, tingkat kepuasan pengguna terhadap RME adalah 98,94% (186 responden) dengan kategori puas. Simpulan penelitian ini adalah penerapan RME di RSUM Siti Aminah telah memenuhi ekspektasi pengguna pada seluruh dimensi EUCS dan berada pada kategori sangat tinggi, sehingga layak dipertahankan dan dikembangkan melalui inovasi lanjutan.
HUBUNGAN TINGKAT KEAKTIFAN SENAM LANSIA DENGAN KEJADIAN MYALGIA PADA LANSIA DI POSYANDU CEMPAKA DESA SIDORAHAYU WAGIR Nadia Mey Saputri; Sih Ageng Lumadi; Sena Wahyu Purwanza
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55801

Abstract

Lansia rentan mengalami myalgia akibat penuaan, kelemahan otot, dan kurangnya aktivitas fisik. Senam lansia dapat membantu mencegah dan mengurangi nyeri, namun partisipasi masih rendah. Studi pendahuluan di Posyandu Cempaka, Desa Sidorahayu, lansia tidak rutin melakukan senam dan sering mengalami nyeri otot atau sendi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat keaktifan senam lansia dengan kejadian myalgia. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan retrospektif selama tiga bulan terakhir. Sampel penelitian terdiri dari 30 lansia dengan total sampling. Variabel independen adalah keaktifan mengikuti senam lansia, yang diukur melalui frekuensi kehadiran, sedangkan variabel dependen adalah kejadian myalgia, yang diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil analisis uji sperman rank didapatkan nilai p < =0,000 (ɑ=0,05) sehingga maka H0 ditolak atau H1 diterima, yang berarti ada hubungan tingkat keaktifan mengikuti senam lansia dengan kejadian myalgia pada lansia di Posyandu Cempaka Desa Sidorahayu Wagir. Nilai r (koefisien korelasi) 0,642, menunjukkan hubungan yang positif dengan kekuatan hubungan yang sedang/cukup, dimana semakin aktif senam lansia maka semakin rendah kejadian myalgia pada lansia di Posyandu Cempaka Desa Sidorahayu Wagir. Penelitian ini menggunakan variabel yang mempertimbangkan faktor lain seperti pola makan dan riwayat penyakit, serta mengkombinasikan metode kuantitatif untuk memahami hambatan partisipasi lansia dalam senam. Posyandu dan tenaga kesehatan untuk merancang program edukasi yang lebih spesifik terkait manfaat senam terhadap pengurangan nyeri otot pada lansia. Selain itu, perlu dilakukan pendekatan personal kepada lansia yang kurang aktif untuk meningkatkan partisipasi, seperti memberikan motivasi langsung.
KARAKTERISTIK PASIEN DAN TANTANGAN PENGOBATAN TUBERKULOSIS BERDASARKAN DATA SURVEILANS Uswatun Khasanah; Idhar Darlis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55895

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya pada kesinambungan pelayanan dari diagnosis hingga pengobatan. Salah satu celah penting adalah pre-treatment non-initiation, yaitu kondisi pasien yang telah terdiagnosis namun belum memulai terapi, sehingga meningkatkan risiko penularan, komplikasi, dan resistensi obat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pasien serta tantangan pengobatan TBC berdasarkan data surveilans di Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder rekam medis periode Januari–September 2025 dari beberapa kabupaten/kota dengan beban kasus tinggi. Variabel yang dianalisis meliputi umur, jenis kelamin, hasil foto toraks, kategori pasien, dan status pengobatan, yang selanjutnya dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian terhadap 44 pasien menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada kelompok umur 40–60 tahun (50%) dan didominasi oleh laki-laki (59%). Hasil foto toraks positif ditemukan pada 52% pasien, namun masih terdapat ketidaklengkapan data sebesar 45% yang tidak dilakukan atau tidak diketahui. Kategori pasien baru dan kambuh memiliki proporsi yang sama (48%). Tantangan utama ditemukan pada status pengobatan, yaitu 23% pasien meninggal sebelum memulai terapi, 20% menolak pengobatan, 5% belum memulai terapi, serta 20% dengan status pengobatan tidak diketahui. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengendalian TBC tidak hanya dipengaruhi oleh aspek klinis, tetapi juga faktor sosial, perilaku, akses layanan kesehatan, serta kelemahan dalam sistem pencatatan dan pemantauan pasien. Oleh karena itu, diperlukan penguatan skrining aktif, peningkatan edukasi untuk mengurangi stigma dan meningkatkan kepatuhan terapi, pendampingan pasien, serta perbaikan sistem informasi kesehatan guna meningkatkan keberhasilan pengobatan TBC.
ANALISIS KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KETIDAKLENGKAPAN PEMBERIAN IMUNISASI PADA ANAK USIA 0-24 BULAN Ariel Haruna; Dewi Modjo; Lenny N. Ali; Indrawati Indrawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55896

Abstract

Imunisasi merupakan strategi paling efektif dalam upaya perlindungan anak dari penyakit infeksi yang sangat menular dan berpotensi menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Ketidaklengkapan imunisasi merupakan tantangan serius dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Peran ibu sangat menentukan keberhasilan imunisasi karena ibu merupakan pengambil keputusan utama dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan karakteristik dan pengetahuan ibu dengan ketidaklengkapan pemberian imunisasi pada anak usia 0–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kota Tengah Kota Gorontalo. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 686 ibu yang memiliki anak usia 0–24 bulan, dengan sampel sebanyak 42 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Hasil penelitian didapatkan nilai p=0,002 < 0,05, p=0,004 < 0,05, p=0,000 < 0,05 dan p=0,001 < 0,05 maka dapat di simpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu, pendidikan, pekerjaan, dan pengetahuan ibu dengan ketidaklengkapan pemberian imunisasi pada anak usia 0–24 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa karakteristik dan pengetahuan ibu memiliki peran penting dalam menentukan kelengkapan imunisasi anak. Saran dari penelitian ini diperlukan peningkatan edukasi kesehatan yang berkesinambungan dan strategi promotif preventif yang melibatkan tenaga kesehatan dan keluarga guna meningkatkan cakupan imunisasi.
HUBUNGAN STATUS GIZI, TRICEPS SKINFOLD DAN PERSEN LEMAK TUBUH DENGAN USIA MENARCHE PADA REMAJA AWAL Qurrotu'ainii Salsabila Qothrunnada; Afiana Rohmani; Wijayanti Fuad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.55996

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, usia menarche pada remaja perempuan cenderung mengalami penurunan, yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan metabolik, hormonal, serta masalah kesehatan reproduksi di masa mendatang. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam fenomena ini adalah status gizi dan komposisi tubuh, termasuk tebal triceps skinfold dan persentase lemak tubuh. Peningkatan lemak tubuh dapat memicu sekresi hormon leptin yang berperan dalam aktivasi sumbu hipotalamus–hipofisis–ovarium sehingga dapat memengaruhi waktu terjadinya menarche. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 53 siswi kelas V, VI, dan VII di SD dan SMP Nurus Sunnah yang telah mengalami menarche, dengan teknik total sampling. Status gizi dinilai menggunakan indeks massa tubuh berdasarkan umur (IMT/U), tebal triceps skinfold diukur menggunakan skinfold caliper, dan persentase lemak tubuh diukur dengan metode Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Usia menarche diperoleh melalui wawancara langsung dengan responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan usia menarche (p > 0,05; r = -0,174), antara tebal triceps skinfold dengan usia menarche (p > 0,05; r = -0,062), maupun antara persentase lemak tubuh dengan usia menarche (p > 0,05; r = -0,116). Ketiga variabel tersebut secara simultan hanya mampu menjelaskan 4,6% variasi usia menarche (R² = 0,046). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi, tebal triceps skinfold, dan persentase lemak tubuh dengan usia menarche pada remaja awal dalam penelitian ini.