cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,916 Documents
TOXIC EPIDERMAL NECROLYSIS (TEN) PADA LAKI-LAKI DEWASA USIA 35 TAHUN : SEBUAH LAPORAN KASUS Ni Made Wiliantari; Tjokorda Dalem; Edward Edwin; Ariel Ekaputra; Dana Parama Julius
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.53696

Abstract

Toxic Epidermal Necrolysis (TEN) merupakan reaksi mukokutaneus berat yang mengancam jiwa, ditandai oleh pelepasan epidermis luas dan keterlibatan mukosa multipel. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh reaksi hipersensitivitas terhadap obat, terutama antiepileptik, antibiotik, dan antiinflamasi nonsteroid. Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan manifestasi klinis dan penatalaksanaan TEN yang diduga dipicu oleh karbamazepin dan tiamfenikol. Metode Laporan kasus ini disusun berdasarkan observasi klinis, pemeriksaan fisik, hasil pemeriksaan laboratorium, serta evaluasi respons terapi pada seorang pasien dengan diagnosis TEN yang dirawat di rumah sakit. Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang dengan keluhan demam disertai ruam eritematosa dan bula yang menyebar luas pada wajah, badan, dan ekstremitas. Pasien mengonsumsi karbamazepin satu minggu sebelumnya, diikuti tiamfenikol dan obat lain dua hari sebelum masuk rumah sakit. Beberapa jam kemudian muncul pruritus, sensasi panas pada wajah, serta lesi melepuh pada mukosa mulut. Pemeriksaan fisik menunjukkan erosi dan bula dengan tanda Nikolsky positif yang melibatkan sekitar 54% luas permukaan tubuh. Pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis, peningkatan enzim hati, dan hipokalemia. Pasien didiagnosis TEN dan diterapi dengan penghentian obat tersangka, metilprednisolon intravena, antihistamin, terapi topikal, serta perawatan suportif. Kondisi pasien membaik secara bertahap hingga dipulangkan dalam keadaan stabil. Diagnosis dini, penghentian segera obat penyebab, serta penatalaksanaan suportif yang optimal sangat penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas pada TEN.
IMPLEMENTASI LEAN MANAGEMENT DAN ELECTRONIC MEDICAL RECORD DALAM MENCAPAI STANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG FARMASI Tri Aji Pujo Sembodo; Bayu Wahyudi; Nining Handayani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.53706

Abstract

Klinik kesehatan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan medis dasar, di mana pelayanan farmasi menjadi komponen penting yang berpengaruh terhadap mutu layanan, keselamatan pasien, dan kepuasan pasien. Meskipun regulasi mewajibkan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal bidang farmasi, kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak klinik yang belum mencapai target SPM, khususnya pada indikator waktu tunggu pelayanan obat. Penelitian ini bertujuan manganalisis pengaruh implementasi Lean Management dan electronic medical record dalam mencapai standar pelayanan minimal bidang farmasi. Penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif dan desain before-after untuk mengevaluasi implementasi Lean Management dan electronic medical record (EMR) dalam mencapai standar pelayanan minimal (SPM) farmasi. Penelitian ini dilaksanakan di Klinik dr. M. Suherman Jember. Sampel kuantitatif: 364 pasien (populasi 4.000, simple random sampling). melalui purposive sampling. Data dianalisis dengan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil menunjukkan implementasi Lean Management dan EMR berpengaruh signifikan (p<0,001): waktu tunggu obat non-racikan berkurang dari 32,4 menjadi 24,3 menit (25%),obat racikan berkurang dari 58,7 menjadi 46,2 menit (21,3%), medication error turun 52,6%, kepuasan pasien naik 23,5%, formularium compliance naik 4,4%, effect size d=1,08-2,35. Kesuksesan implementasi diidentifikasi dengan tiga pilar: infrastruktur teknologi informasi (44,4%), eliminasi pemborosan lean (38,3%), dan pengembangan SDM (37,1%). Kesimpulan: Lean Management dan EMR berpengaruh dalam mencapai standar pelayanan minimal bidang farmasi.
ANALISIS TERAPI BEKAM BASAH TERHADAP PASIEN HIPERTENSI DENGAN NYERI AKUT Komang Yunitia Nirmalasari; Gede Ivan Kresnayana; I Wayan Antariksawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.53841

Abstract

Ketika tekanan darah sistolik dan diastolik masing-masing lebih dari 140 dan 90 mmHg, pasien dikatakan menderita hipertensi. "Pembunuh senyap" menggambarkan penyakit ini dengan baik; biasanya tidak terdeteksi sampai timbul masalah, dan gejalanya paling ringan. Penderita hipertensi mungkin mengalami ketidaknyamanan di leher sebagai salah satu gejalanya. Untuk mengurangi rasa sakit tanpa menggunakan obat-obatan, terapi bekam basah dapat digunakan. Perawatan pasien hipertensi yang mengalami ketidaknyamanan akut dengan terapi bekam basah menjadi fokus penelitian ini. Dengan menggunakan Skala Peringkat Numerik dan kerangka instrumen perawatan keperawatan keluarga, penelitian deskriptif-analitis ini berfokus pada satu pasien. Setelah tiga sesi terapi bekam basah selama 30 menit, intensitas nyeri klien turun dari 5 menjadi 3, menunjukkan bahwa terapi tersebut berhasil menurunkan nyeri pada individu hipertensi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi nonfarmakologis berupa terapi bekam basah berpotensi menjadi alternatif yang efektif dalam mengatasi nyeri pada pasien hipertensi. Selain itu, metode ini tergolong mudah untuk diaplikasikan, memiliki biaya yang relatif ekonomis, dan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pendekatan komplementer dalam praktik keperawatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah referensi intervensi keperawatan berbasis bukti, terutama dalam upaya meningkatkan kenyamanan pasien. Meskipun demikian, diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah responden yang lebih besar guna memperkuat hasil yang diperoleh serta memastikan efektivitas dan keamanan terapi secara lebih komprehensif.
PENERIMAAN APLIKASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK OLEH PEREKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN (PMIK) SERTA PERAWAT DI UNIT RAWAT JALAN RUMAH SAKIT SYARIF HIDAYATULLAH Rahmaningtyas Retno Pamungkas; Mulkan Syarif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54050

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) memerlukan penerimaan pengguna agar sistem dapat digunakan secara efektif dalam alur kerja pelayanan. Di Rumah Sakit Syarif Hidayatullah, penerimaan aplikasi RME oleh Perekam Medis dan Informatika Kesehatan (PMIK) serta perawat perlu dievaluasi karena masih terdapat variasi kesiapan dan pengalaman pengguna dalam penggunaan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan aplikasi RME oleh PMIK serta perawat di unit rawat jalan dengan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang dimodifikasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh PMIK dan perawat yang terlibat langsung dalam penggunaan RME di unit rawat jalan, dengan jumlah populasi sebanyak 36 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, sehingga seluruh populasi menjadi responden. Instrumen berupa kuesioner terstruktur skala Likert lima tingkat. Data dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan RME secara keseluruhan berada pada kategori baik sebesar 92% (33 responden), sedangkan 8% (3 responden) berada pada kategori tidak baik. Dimensi perceived usefulness memperoleh skor 89% (baik), perceived ease of use 81% (baik), minat perilaku 83% (baik), dan penggunaan aktual 86% (baik). Simpulan penelitian menyatakan bahwa sebagian besar pengguna menerima RME dengan baik, dan faktor kemanfaatan serta kemudahan menjadi penguat utama penerimaan. Namun, masih diperlukan pelatihan lanjutan untuk mengoptimalkan kendala teknis pada sebagian pengguna agar manfaat RME dapat dimaksimalkan.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP LANSIA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CILANDAK Titi Ika Safitri; Rima Berlian Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54052

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit tidak menular bersifat kronis yang menuntut pengelolaan jangka panjang. Pada lansia, DM tipe 2 berpotensi menimbulkan komplikasi serta beban psikologis dan sosial yang dapat menurunkan kualitas hidup. Oleh karena itu, diperlukan gambaran kualitas hidup lansia penderita DM tipe 2 sebagai dasar perencanaan intervensi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup lansia penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cilandak. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024 di wilayah kerja Puskesmas Cilandak, Jakarta Selatan. Populasi adalah seluruh pasien DM tipe 2 sebanyak 397 orang. Sampel berjumlah 80 responden dengan kriteria inklusi tertentu, menggunakan teknik sampling insidental. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner kualitas hidup yang mencakup aspek fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden didominasi perempuan (65,0%), umur 45–59 tahun (68,8%), pendidikan tinggi (45,0%), pekerjaan wiraswasta/pedagang (28,7%), dan lama DM >5 tahun (65,0%). Pada variabel kualitas hidup, sebagian besar responden memiliki kualitas hidup kategori tinggi yaitu 42 responden (52,5%), sedangkan 38 responden (47,5%) berada pada kategori rendah. Simpulan penelitian ini adalah kualitas hidup lansia penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Cilandak cenderung berada pada kategori tinggi, namun hampir separuh responden masih memiliki kualitas hidup rendah sehingga memerlukan perhatian dan dukungan berkelanjutan.
HUBUNGAN KESIAPAN MASYARAKAT DENGAN PEMANFAATAN APLIKASI KESEHATAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LIMBOTO Andra Andani Hanapi; Rona Febriyona; Andi Nur'aina Sudirman; Inne Ariane Gobel
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54331

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi signifikan dalam pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan aplikasi kesehatan digital. Meskipun demikian, kesiapan masyarakat dalam mengadopsi teknologi tersebut masih bervariasi dan berpotensi menimbulkan kesenjangan dalam pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kesiapan masyarakat dengan pemanfaatan aplikasi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Limboto, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan rancangan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang telah diuji validitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kesiapan yang baik (74,1%) serta pemanfaatan aplikasi kesehatan yang juga tergolong baik (74,1%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesiapan masyarakat dengan pemanfaatan aplikasi kesehatan (p-value = 0,000 < 0,05). Responden dengan kesiapan tinggi, baik dari aspek mental, pengetahuan, maupun keterampilan penggunaan teknologi, cenderung lebih optimal dalam memanfaatkan aplikasi kesehatan. Sebaliknya, responden dengan kesiapan rendah menunjukkan tingkat pemanfaatan yang lebih rendah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kesiapan masyarakat merupakan faktor determinan dalam optimalisasi pemanfaatan aplikasi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan strategi komprehensif berupa peningkatan literasi digital, edukasi kesehatan, serta pengembangan aplikasi yang inklusif, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan pemerataan layanan kesehatan berbasis teknologi.
PENGARUH KOMPRES HANGAT ZINGIBER OFFICINALE TERHADAP TINGKAT NYERI GOUT ARTHRITIS PADA LANSIA DI PUSKESMAS TALISE Delvi abas; Siti Yartin; Beny H.L Situmorang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54448

Abstract

ABSTRACT Background: According to World Health Organization data, the prevalence of gout is almost the same in Europe (30%) and North America (27%), while in Southeast Asia and New Zealand, the prevalence of gout is higher. The purpose of this study was to analyze the effect of warm compresses of Zingiber officinale on the level of gout arthritis pain in the elderly at the Talise Community Health Center. Methods: This study was quantitative with an analytical approach using a preexperimental design. The population in this study consisted of elderly patients treated at the Talise Community Health Center from January to March, totaling 82 individuals. The sample consisted of 29 respondents, selected using purposive sampling. Research Results: Based on the Wilcoxon statistical test results, the p-value was 0.000. This indicates that the p-value (probability) is lower than the p-value = 0.05. Conclusion: There is a significant effect of Zingiber Officinale warm compresses on the level of gout arthritis pain in elderly patients at the Talise Community Health Center. Suggestion: Health institutions such as the Talise Community Health Center are expected to consider implementing ginger warm compresses as a complementary nursing procedure in the care of patients with gout arthritis pain. Keywords: gout arthritis, zingiber officinale, compress;
HUBUNGAN PARITAS DAN USIA DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA DI RSUD AHMAD YANI KOTA METRO Raeshita Indrya Candra; Elisa Murti Puspitaningrum; Zenni Puspitarini
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54570

Abstract

Plasenta previa merupakan salah satu penyebab utama perdarahan antepartum yang berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi. Tahun 2020, angka kematian ibu menurut World Health Organization (WHO) pada 2020 adalah 223 per 100.00 kelahiran hidup. Di Indonesia plasenta previa menyumbang 15% kematian ibu. Jumlah kematian ibu di Provinsi Lampung 2022 akibat perdarahan sebanyak 24 kasus (25%). Plasenta previa dapat menyebabkan perdarahan mendadak tanpa rasa sakit, meningkatkan risiko anemia, syok, dan komplikasi bagi ibu dan janin. Faktor risiko plasenta previa termasuk usia ibu, paritas tinggi, dan riwayat prosedur inflamasi. Kejadian plasenta previa di RSUD Ahmad Yani Metro pada Tahun 2019-2023 sejumlah 46 kasus. Tujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan usia dengan kejadian plasenta previa di RSUD Ahmad Yani Metro Tahun 2019-2023. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan case control. Populasinya seluruh pasien obstetri pada tahun 2019-2023 di RSUD Ahmad Yani Metro berjumlah 2.725 orang dan sampel 105 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan data skunder dari rekam medik. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian bahwa sebagian besar responden berusia resiko rendah, yaitu 74 responden (70.5%), sebagian besar dengan usia tidak beresiko, yaitu 77 responden (73.3%) dan sebagian besar responden tidak mengalami plasenta previa, yaitu 70 responden (66.7%). Terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian plasenta previa (p-value 0.001). Terdapat hubungan antara usia dengan kejadian plasenta previa (p-value 0.008). Diharapkan bagi tenaga medis meningkatkan keahlian khusus dalam menangani kasus kehamilan dengan risiko tinggi sehingga tenaga kesehatan dapat meningkatkan kemampuan deteksi dini dan intervensi yang tepat.
IMPLEMENTASI REKAM MEDIK ELEKTRONIK TERHADAP EFEKTIVITAS PELAYANAN DI POLI RAWAT JALAN PUSKESMAS LAROMPONG Nurulhuda Mursalim; Arman Arman; Arni Risqiani Rusydi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54610

Abstract

Perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 mendorong transformasi digital dalam pelayanan kesehatan, salah satunya melalui implementasi Rekam Medik Elektronik (RME). Namun, penerapan RME di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas masih menghadapi berbagai kendala yang berpotensi mempengaruhi efektivitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi RME terhadap efektivitas pelayanan di Poli Rawat Jalan Puskesmas Larompong. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan pengguna RME di poli rawat jalan sebanyak 42 orang, dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan implementasi RME berpengaruh terhadap efektivitas pelayanan dengan nilai R sebesar 0,768 dan Adjusted R Square sebesar 0,545. Secara parsial, hanya variabel perceived usefulness yang berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pelayanan (p<0,05), sedangkan perceived ease of use, attitude toward using, dan behavioral intention to use tidak berpengaruh signifikan. Meskipun demikian, sebagian besar responden memiliki persepsi positif terhadap seluruh variabel yang diteliti. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi RME memiliki kontribusi terhadap efektivitas pelayanan, namun keberhasilannya lebih dipengaruhi oleh manfaat nyata yang dirasakan pengguna dibandingkan faktor persepsi lainnya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sistem dan dukungan infrastruktur perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan RME.
UBUNGAN LAMA BEKERJA DAN PENGGUNAAN MASKER TERHADAP KEJADIAN ISPA PADA PEMULUNG DI TPA II MUARA FAJAR KOTA PEKANBARU Zurni Seprina; Eliza Fitria; Betty Nia Rulen; Lia Fentia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.54618

Abstract

ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas penyakit infeksi menular di dunia, Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. Kondisi pengelolaan sampah yang tidak memadai berkontribusi terhadap meningkatnya paparan faktor risiko lingkungan, seperti debu, gas hasil dekomposisi, dan bioaerosol, yang selanjutnya dapat memicu terjadinya ISPA, khususnya pada kelompok yang beraktivitas langsung di lingkungan persampahan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan lama bekerja dan penggunaan masker kejadian ISPA pada pemulung di TPA II Muara Fajar Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain Cross Sectional Study. Populasi merupakan seluruh pemulung yang ada di TPA II Maura Fajar yaitu berjumlah 170 orang, penghitungan sampel menggunakan rumus Slovin dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 48 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara lama bekerja (p value: 0.007), dan tidak terdapat hubungan pengunaan masker (p value: 1.000) dengan dengan kejadian ISPA pada pemulung di TPA II Muara Fajar Kota Pekanbaru.