cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PERAN GANDA DAN LINGKUNGAN KERJA DENGAN KINERJA TENAGA KESEHATAN WANITA DI RSUD PROF. Dr. H. ALOEI SABOE Fidya Lestari Putri Abubakar; Windy Mariane Virenia Wariki; Jeini Ester Nelwan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.16120

Abstract

Kinerja dan sumber daya manusia dalam hubungannya dengan sarana pelayanan kesehatan merupakan salah satu domain yang banyak mendapatkan perhatian serius. Upaya peningkatan kinerja tenaga kesehatan sangat penting, terutama di rumah sakit yang merupakan tempat rujukan bagi masyarakat ketika sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan konflik peran ganda dan lingkungan kerja dengan kinerja tenaga kesehatan wanita di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan di RSUD Prof. H.  Dr. Aloei Saboe pada Agustus 2022. Kriteria inklusi sampel penelitian adalah tenaga kesehatan wanita yang sudah menikah, berprofesi sebagai bidan dan perawat aktif, dan berusia terbanyak 39-44 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling. Data diambil dengan menggunakan kuisioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasiPearson correlation. Total 81 tenaga kesehatan yang berpartisipasi dalam studi ini. Paling banyak responden adalah perawat wanita berusia antara 39-44 tahun dan berpendidikan sarjana. Hasil uji  korelasi pearson menunjukkanterdapat hubungan yang kuat kearah positif (r=0.601) dengan nilai signifikansi p <0,001 antara konflik peran ganda dan kinerja tenaga kesehatan wanita, begitu juga terdapat hubungan kuat yang berarah positif (r=0.641) dengan nilai signifikansi p<0.001antara variabel lingkungan kerja dan kinerja tenaga kesehatan wanita di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Tenaga kesehatan wanita yang mengalami konflik peranganda secara signifikan berhubunagn dengan meningkatnya kinerja. Selain itu,kinerja yang baik ini juga secara signifikan ditunjang dengan lingkungan kerja yang baik.
EVALUASI IMPLEMENTASI PERMENKES NOMOR 72 TAHUN 2016 TERHADAP MANAJEMEN PERENCANAAN, PENGADAAN DAN PENGENDALIAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA Feybe Ireine Kumayas; Fatimawali Fatimawali; Jimmy Posangi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.16132

Abstract

Rumah Sakit menurut WHO (World Health Organization) yaitu suatu bagian secara menyeluruh (integral) dari organisasi sosial dan medis, yang berfungsi untuk memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna baik kuratif maupun preventif kepada masyarakat. Instalasi Farmasi Rumah Sakit mempunyai peranan penting untuk melakukan pengelolaan obat seperti seleksi, perencanaan, pengadaan, penyimpanan, distribusi dan penggunaan obat. Penelitian ini adalah jenis penelitian observasional menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan informasi secara lengkap dan mendalam tentang implementasi Permenkes Nomor 72 tahun 2016 terhadap perencanaan, pengadaan dan pengendalian obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Utara.Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulawesi Utara pada bulan Januari – Mei  2023. Pengadaan obat di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Sulut, dilakukan dengan Surat Pesanan (SP) ke Perusahaan Besar Farmasi  (PBF) melalui koordinasi dengan dinas kesehatan. Pengendalian obat sudah mengacu pada Permenkes RI No 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit.Pengendalian obat dilakukan dengan metode Stock Opname, KFT berperan dalam pengendalian baik kuantitas maupun kualitas obat, namun masih terdapat beberapa item obat yang kadaluwarsa.
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU, STATUS GIZI, DAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BADUTA DI LOKUS STUNTING KOTA MALANG Indri Hapsari; Fitria Dhenok Palupi; Juin Hadisuyitno
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.16133

Abstract

Prevalensi stunting Kota Malang berada diatas provinsi jawa timur. Stunting dapat dikurangi melalui peningkatan pendidikan orang tua, status sosial ekonomi rumah tangga, sanitasi, akses ke layanan kesehatan, keluarga berencana, dan praktik pemberian makan yang baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu, status gizi, dan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada balita di Lokus Stunting Kota Malang. Penelitian menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian deskriptif analitik. Sampel penelitian adalah ibu balita yang memiliki balita berusia 6 – 24 bulan dengan resiko stunting sejumlah 65 orang. Penelitian dilakukan di 8 lokus stunting Kota Malang pada bulan September – Desember 2022. Hasil analisis chi-square karakteristik ibu menunjukkan adanya  hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan stunting balita 6 – 24 bulan (p = 0,013). Tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan stunting balita (p = 0,431) dan jenis kelamin balita dengan kejadian stunting 6 – 24 bulan (p = 0,518). Gambaran  pemberian MP-ASI menunjukkan bahwa sumber karbohidrat utama adalah nasi (98,7%), sumber protein hewani tertinggi berupa telur (50%) serta protein nabati berupa tahu (63,2%) dan tempe (61,8%). Sumber lemak tertinggi adalah minyak kelapa sawit (52,6%). Buah dan sayur yang dikonsumsi kurang bervariasi. Ada hubungan antara usia ibu dengan terjadinya stunting. Tidak terdapat hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi dan jenis kelamin balita. Diversifikasi konsumsi pangan pada pemberian MP ASI belum sepenuhnya diterapkan pada keluarga balita beresiko stunting.  
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PEMBERIAN AIR SUSU IBU PERAH (ASIP) PADA IBU BEKERJA DI KELURAHAN BALAI GADANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS AIR DINGIN PADANG Gina Muthia; Erda Mutiara Halida; Yulia Arifin; Putri Nelly Syofiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.16148

Abstract

Rekomendasi pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada bayi secara eksklusif selama enam bulan dapat menurunkan Angka Kesakitan dan Angka Kematian Bayi (AKB). Pelaksanaan pemberian ASI di Indonesia dirasakan masih belum optimal. Masalah pemberian ASI pada ibu bekerja yang merasa tidak mampu untuk memberikan ASI secara eksklusif masih dirasakan oleh ibu.. Cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan berdasarkan hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) sebesar 32% menunjukan kenaikan yang bermakna menjadi 42% pada tahun 2012. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian Air Susu Ibu Perah (ASIP) pada ibu bekerja di Kelurahan Balai Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang. Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian ini tela dilaksanakan di Desa Baringin Kelurahan Balai Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Padang pada tanggal 13-28 Juli 2018. Populasi adalah seluruh ibu bekerja yang memiliki bayi usia ? 2-11 bulan, sampel berjumlah sebanyak 32 orang ibu yang bekerja. Penelitian ini dianalisis dengan uji chi-square. Hasil : tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan dengan perilaku pemberian ASIP pada ibu bekerja dimana nilai p valuenya adalah 0,530 dan 0,188. Terdapat hubungan antara sikap dengan perilaku pemberian ASIP pada ibu bekerja di Kelurahan Balai Gadang Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Kota Padang dimana nilai p valuenya adalah 0,038.
PENETAPAN PRIORITAS PEMELIHARAAN FASILITAS EVAPORATOR LIMBAH RADIOAKTIF CAIR MELALUI STUDI HAZOP DAN FAILURE RATE Arie Budianti; Dadan Erwandi; Mochammad Romli
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.16153

Abstract

Risiko keselamatan dari operasi suatu fasilitas dapat terjadi dari adanya penuaan dari komponen/unit/sistem. Program pemeliharaan termasuk di dalamnya tindakan perbaikan dari komponen/unit/sistem merupakan tindakan pencegahan dan pengendalian dari risiko yang dapat terjadi. Namun tidak semua tindakan pencegahan dan/atau pengendalian dapat dilakukan karena adanya keterbatasan anggaran. Demikian pula kondisi yang terjadi di IPLR DPFK BRIN yang memiliki unit evaporasi untuk pengolahan limbah cair radioaktif yang sudah beroperasi sejak tahun 1989. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan prioritas pemeliharaan berdasarkan potensi bahaya yang dapat terjadi dari kegagalan suatu komponen dalam unit evaporasi.  Metode yang digunakan adalah dengan mengkuantifikasi hasil studi HAZOP dari system evaporasi dengan menggunakan skala konsekuensi dari SB 06-01 : 2019 tentang Penilaian Risiko K3 di BATAN serta perhitungan failure rate. Hasil studi menunjukkan bahwa V22071 adalah komponen yang harus diprioritaskan dalam program pemeliharaan, untuk menjamin keberlangsungan pengolahan limbah cair radioaktif dengan evaporator secara selamat.
HUBUNGAN MENOPAUSE DENGAN KUALITAS HIDUP WANITA Dara Nazila; Salami Salami; T. Aditya Kemal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.10215

Abstract

Perempuan umumnya mengalami fase menopause yang berdampak terhadap perubahan-perubahan yang terjadi akibat dari menurunnya produksi hormon estrogen dan progesterone sehingga menurunkan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan menopause dengan kualitas hidup di desa Tibang, desa Alue Naga, dan desa Deah Raya Kecamatan Syiah Kuala kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah deskripsi analitik. Sampel pada penelitian ini berjumlah 104 orang dengan menggunakan tehnik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer melalui peneliti melakukan wawancara berdasarkan kuesioner. Pada penelitian ini terdapat 50% yang memiliki kualitas hidup baik dan 50% memiliki kualitas hidup buruk. Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan nilai p- value (0,047) sehingga terdapat hubungan antara menopause dengan kualitas hidup Wanita. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara menopause dengan kualitas hidup Wanita.
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF Puja Maya Sari; Novia Dwijayanti; Siti Ainawati Mumtazah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.14730

Abstract

Nyeri bersalin terjadi karena kontraksi otot polos pada uterus yang menyebabkan hipoksia dimana kondisi kadar oksigen di dalam tubuh menurun, penekanan dan peregangan servik saat penipisan dan pembukaan servik, serta adanya peregangan lapisan peritoneum yang meliputi uterus. Terdapat 288 ibu bersalin, 41% diantarnya mengalami nyeri berat. Metode yang diterapkan oleh bidan dalam pelayanan kebidanan yaitu salah satunya kompres hangat. Kompres hangat adalah suatu metode non-farmakologi untuk menekan rasa nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian preeksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest posttest. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu sebanyak 30 ibu bersalin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar SOP (Standar Operasional Prosedur). Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed ranks. Sebelum dilakukan kompres hangat sebanyak 16 responden (53,3%) mengalami nyeri berat. Sesudah dilakukan kompres hangat 15 orang (50,0%)  mengalami nyeri sedang. Hasil analisis data mengguakan uji wilcoxon yaitu p value 0,001, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian kompres hangat  terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk merapkan kompres hangat  kepada ibu bersalin sehingga dapat dijadikan metode pengurangan rasa nyeri yang efektif khususnya pada ibu bersalin. Nyeri bersalin terjadi karena kontraksi otot polos pada uterus yang menyebabkan hipoksia dimana kondisi kadar oksigen di dalam tubuh menurun, penekanan dan peregangan servik saat penipisan dan pembukaan servik, serta adanya peregangan lapisan peritoneum yang meliputi uterus. Terdapat 288 ibu bersalin, 41% diantarnya mengalami nyeri berat. Metode yang diterapkan oleh bidan dalam pelayanan kebidanan yaitu salah satunya kompres hangat. Kompres hangat adalah suatu metode non-farmakologi untuk menekan rasa nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian preeksperimen dengan rancangan penelitian one group pretest posttest. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu sebanyak 30 ibu bersalin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar SOP (Standar Operasional Prosedur). Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed ranks. Sebelum dilakukan kompres hangat sebanyak 16 responden (53,3%) mengalami nyeri berat. Sesudah dilakukan kompres hangat 15 orang (50,0%)  mengalami nyeri sedang. Hasil analisis data mengguakan uji wilcoxon yaitu p value 0,001, sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian kompres hangat  terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk merapkan kompres hangat  kepada ibu bersalin sehingga dapat dijadikan metode pengurangan rasa nyeri yang efektif khususnya pada ibu bersalin.
MANAJEMEN MUTU PELAYANAN KESEHATAN ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Sumiati Sumiati; Aindah Safitri Dinata; Dewi Agustina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.14880

Abstract

Manajemen mutu pelayanan kesehatan meliputi rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan peningkatan mutu pelayanan. Ini melibatkan semua elemen sistem perawatan kesehatan, termasuk tenaga medis, administrasi, fasilitas, dan sistem informasi kesehatan. Penerapan manajemen mutu pelayanan kesehatan di era Jaminan Kesehatan Nasional untuk meningkatkan kepuasan pasien, mengurangi kesalahan medis, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan hasil kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Manajemen mutu pelayanan kesehatan juga melibatkan partisipasi aktif semua pemangku kepentingan, termasuk penyedia layanan kesehatan, pemerintah dan pasien. yang Analisis data Menganalisis data yang terkumpul untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan dan mengidentifikasi kekurangan atau area yang perlu ditingkatkan.Studi kasus: Mempelajari pengalaman dan praktik terbaik dari fasilitas kesehatan yang berhasil menerapkan manajemen mutu pelayanan kesehatan dengan baik dalam era JKN. Aksesibilitas yang lebih baik tujuan asuransi kesehatan adalah untuk memastikan akses yang lebih luas ke layanan kesehatan bagi semua orang. Dalam konteks manajemen mutu, hal ini dapat dicapai dengan memastikan ketersediaan dan aksesibilitas pelayanan kesehatan yang bermutu bagi semua penjamin kesehatan. Hal ini memerlukan perencanaan dan pengelolaan yang efektif dalam menyediakan layanan kesehatan yang memadai, memperkuat tenaga medis dan gawat darurat, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia. Meningkatkan kualitas pelayanan. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan kesempatan untuk meningkatkan manajemen mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.Manajemen mutu pelayanan kesehatan sangat penting dalam mencapai tujuan JKN, yaitu memberikan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada seluruh penduduk Indonesia.Manajemen mutu pelayanan kesehatan melibatkan perencanaan, implementasi, pengawasan, dan peningkatan berkelanjutan terhadap proses pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN OBESITAS DAN HIPERTRIGLISERIDEMIA DENGAN KEJADIAN PERLEMAKAN HATI PADA USIA 30-60 TAHUN Lina Sriwaningsi; Hendarto Natadidjaja; Verawati Sudarma; Elly Herwana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.14888

Abstract

Perlemakan hati non-alkoholik atau sering di dengar dengan istilah Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) merupakan kelainan hati dimana lipid terutama trigliserida terakumulasi di dalam hepatosit lebih dari 5% keseluruhan hepatosit dengan gambaran spektrum makrovesikuler atau mikrovesikular, fibrosis, hingga sirosis hati dan tanpa ada hubungannya dengan konsumsi alkohol. Faktor risiko NAFLD tersering adalah obesitas, diabetes melitus tipe 2 dan dislipidemia. Selain itu, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap kejadian NAFLD antara lain genetik, usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, obesitas dan hipertrigliseridemia dengan perlemakan hati. Jenis penelitian ini adalah analitik deskriptif dengan desain penelitian yang digunakan cross sectional. Sebanyak 104 data pasien dikumpulkan secara non probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Data yang dikumpulkan dengan melihat hasil medical check up pasien periode 2016 di RSAL dr. Mintohardjo Jakarta yang mayoritas pasien adalah TNI. Analisis statistik menggunakan uji chi-square dengan batas kemaknaan p<0,05, dengan menggunakan software SPSS for windows. Dari 104 pasien check up, 38 orang (36,5%) mengalami perlemakan hati. Pasien dengan perlemakan hati sebesar 45,2% yang berusia lebih atau sama dengan 45 tahun, 36,7% laki-laki, 36,0% perempuan, 52,5% mengalami obesitas dan 41,9% hipertrigliseridemia. Terdapat hubungan bermakna antara usia, IMT dengan perlemakan hati, sedangkan jenis kelamin dan kadar trigliserida tidak terdapat hubungan bermakna dengan perlemakan hati. Bahwa tidak menutup kemungkinan bahwa anggota TNI yang aktivitas fisiknya banyak bila mengalami obesitas tetap bisa menderita perlemakan hati.
BIOMARKER TERKINI SEBAGAI ALAT DIAGNOSIS DAN PROGNOSIS GAGAL GINJAL AKUT PADA ANAK: SEBUAH REVIEW Jermanyah DD Khairari; Dirga Asna Ceria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15121

Abstract

Gagal ginjal akut atau acute kidney injury (AKI) merupakan sindrom klinis yang mengancam jiwa disebabkan oleh gangguan fungsi ginjal secara mendadak. Pada anak, prevalensi AKI mencapai 10-20% pada pasien anak yang dirawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Sistem skoring yang sering dipakai adalah Pediatric Risk Injury Failure Loss End Stage (PRIFLE), Acute Kidney Injury Network (AKIN), dan Kidney Disease Improving Global Outcomes (KDIGO). Namun, penggunaan kadar kreatinin serum sebagai basis skoring tidak terlalu akurat untuk menggambarkan perubahan laju filtrasi glomerulus pada keadaan fungsi ginjal yang terus berubah, sehingga dibutuhkan biomarker yang lebih presisi untuk mendeteksi dini gagal ginjal akut. Tujuan penelitian untuk mengetahui biomarker terkini untuk mendeteksi dan memprediksi prognosis AKI pada anak. Metode penelitian tinjauan literatur dari tiga database PubMed, DOAJ, dan Cochrane yang diterbitkan dalam rentang waktu 5 tahun terakhir yaitu dari 2018-2022. Terdapat 41 literatur melaporkan biomarker yang efektif untuk mendiagnosis AKI pada anak, seperti NGAL, IL-18, Cystatin C urin dan serum, uNAG, IGFBP-7 dan TIMP-2, KIM-1.  Kadar uNGAL sangat dapat memprediksi AKI dengan interval kepercayaan 95% [(CI) 0,61-0,92]. Sensitivitas 72,7% dan spesifisitas 89,9%. Kesimpulan yaitu NGAL, IL-18, fosfat, Cystatin C urin dan serum, IGFBP-7 dan TIMP-2, KIM-1 serta uNAG dapat mendeteksi AKI lebih baik pada anak dengan penyakit kritis.

Page 46 of 435 | Total Record : 4346