Jurnal Kesehatan Tambusai
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles
4,346 Documents
GAMBARAN CANDIDA ALBICAN DALAM URINE PADA WANITA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI LINGKUNGAN PERUMAHAN RIVER PARK KELURAHAN MANGGA KECAMATAN MEDAN TUNTUNGAN
Fani Nuryana Manihuruk;
Liber Napitupulu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15205
Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dengan kadar glukosa puasa lebih tinggi dari 110 mg/dl. Kadar glukosa yang tinggi akan keluar bersama urine disebut dengan glukosuria. Keadaan glukosuria dapat memicu terinfeksi jamur. Gula yang terdapat dalam urine menumpuk di vulva yang akan menjadi makanan untuk pertumbuhan Candida albicans. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Candida albicans dalam urine pada wanita penderita Diabetes Mellitus di Lingkungan Perumahan River Park Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. Jenis Penelitian ini adalah deskriptif dengan metode mikroskopis, pemeriksaan glukosuria melalui darah kapiler dengan metode glukometer (strip glukosa) dan identifikasi Candida albicans menggunakan metode Germ-tube test. Hasil Penelitian Dari 10 penderita diabetes mellitus yang diperiksa, terdapat 4 orang (40%) penderita diabetes mellitus di dalam urine nya mengandung Candida albicans dan terdapat 6 orang (60%) penderita diabetes mellitus di dalam urine nya tidak mengandung Candida albicans. Berdasarkan umur dari 3 penderita DM yang berumur ? 50 tahun sebanyak 1 orang urinenya mengandung Candida albicans dan dari 7 penderita DM yang berumur ? 50 tahun sebanyak 3 orang urinenya mengandung Candida albicans. Berdasarkan pengontrolan penyakit, dari 4 penderita DM tidak terkontrol sebanyak 2 (50%) urinenya mengandung Candida albicans dan dari 6 pasien penderita DM terkontrol sebanyak 2 (33,3%) urinenya mengandung Candida albicans. Diharapkan untuk penderita DM untuk tetap mengontrol secara rutin agar terhindar dari penyakit komplikasi dan selalu menjaga hygiene genitalianya agar tidak dalam kondisi lembab yang dapat memicu berkembangnya Candida di area genital.
ASUHAN KEPERAWATAN DIET RENDAH GARAM DAN PROTEIN PADA TN. W DENGAN GAGAL GINJAL KRONIK
Bagus Tyas Anggoro;
Made Suandika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15248
Penyakit ginjal kronis merupakan kerusakan ginjal yang berlangsung lama dan ditandai dengan berkurangnya kemampuan ginjal untuk menyaring darah. Gagal ginjal kronis yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit ginjal stadium akhir. Selain itu, gagal ginjal kronis dapat menyebabkan penyakit lain, seperti penyakit jantung kronis. Pendekatan untuk mengobati gagal ginjal kronis adalah terapi nutrisi dengan menerapkan diet rendah garam dan protein. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manfaat diet rendah garam dan protein pada pasien gagal ginjal kronik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan study kasus dengan menggunakan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, penegakan diagnosa, perencanaan keperawatan, pelaksanaan dan evaluasi. Sampel yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu 1 pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik di ruang Asoka RSUD Margono Purwokerto. Kriteria pengambilan sampel adalah (1) pasien berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, (2) pasien yang mengalami penyakit gagal ginjal kronik dan (3) pasien yang bersedia menjadi responden penelitian. Variabel terdiri dari dua variabel faktor eksogen yaitu Diet Rendah Garam Dan Diet Rendah Protein, kemudian satu variabel endogen yaitu Gagal Ginjal Kronik. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa anamnesa, observasi dan pemeriksaan fisik, studi dokumentasi dan instrument. Data dianalisis menggunakan cara analisis deskriptif. Hasil studi kasus yaitu diet rendah garam dan protein dapat dijadikan intervensi untuk pasien pasien gagal ginjal kronik karena dapat membantu mengurangi berbagai keluhan pada penderita gagal ginjal kronik seperti mengurangi mual dan muntah, mengurangi edema pada kaki serta dapat membantu mengontrol tekanan darah.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN POLA SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA KESEHATAN PADA 3 UNIVERSITAS DI KOTA MEDAN
Huriya Al Humaira Siagian;
Cut Nasywa Kesuma Dany;
Sabila Pratiwi;
Anggi Tri Octavelia;
Ahmad Nur Hidayat
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15331
Swamedikasi merupakan upaya yang dilakukan suatu individu ketika mengidap suatu penyakit tertentu yang dilakukan dengan cara memilih atau membeli obat-obatan secara bebas tanpa pengawasan dokter yang bertujuan untuk mencapai kesembuhan, beberapa alasan terjadinya swamedikasi ini adalah adanya pengaruh dari budaya keluarga, kepercayaan pada pengobatan tradisonal, masalah privasi, jarak antara rumah dengan pelayanan kesehatan, biaya yang relatif lebih mahal. Pada pelaksanaannya, pengobatan terhadap diri sendiri atau disebut juga swamedikasi dapat menyebabkan masalah terkait obat (Drug Related Problem) akibat kurangnya pengetahuan tentang obat dan cara penggunaannya dan juga masalah baru lain yang berupa penyakit yang tidak kunjung sembuh karena adanya ketergantungan dan resistensi dari bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya, pengetahuan dan pola swamedikasi pada Mahasiswa jurusan kesehatan pada 3 Universitas di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan suatu penelitian kuantitatif deksriptif yaitu menggunakan metode survey. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuesioner via google form yang selanjutnya akan dianalisis untuk dapat dapat menggambarkan hasil penelitian. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dalam melakukan swamedikasi dari ketiga universitas tersebut termasuk kedalam kategori baik. Adapun upaya yang dilakukan oleh para mahasiswa tersebut adalah dengan membeli obat sesuai dengan keluhan yang dialami, kemudian responden bertanya kepada apoteker mengenai aturan obat yang dibeli. Obat jenis sirup, tablet, dan kapsul adalah jenis obat yang digemari oleh para mahasiswa dari ketiga universitas tersebut.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN SEPSIS NEONATORUM DI RUANG PERINATOLOGI RSUD BENGKULU
Nuril Absari;
Choralina Eliagita;
Mika Oktarina;
Sanisahhuri Sanisahhuri;
Prasetiawati Prasetiawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15460
Kejadian sepsis neonatorum di Indonesia, di Divisi Perinatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak RS. Cipto Mangunkusumo, sebanyak 15,5% dari kelahiran hidup, dimana angka kematian mencapai 13,68% pada periode Januari-September 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian sepsis neonatorum di Ruang Perinatologi RSUD Dr. M. Yunus Bengkuiu Tahun 2018. Penelitian pendekatan Survey Analitik dengan rancangan case control. Populasi bayi yang dilahirkan di RSUD dr. M. Yunus Bengkuiu Tahun sebanyak 541 bayi dirawat terdiri kasus 83 (sepsis neonatorum) diambil secara total sampling dan variabel kontrol 83 (tidak sepsis neonatorum) diambil secara systematik random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitumenggunakan data skunder dengan melihat data dokumentasi menggunakan cheklis. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square (X2), Uji Contingency Coefficient (C) dan Odd Ratio (OR). Hasil penelitian didapatkap: Ada hubungan yang signifikan antara KPD dengan kejadian sepsis neonatorum di Ruang Perinatologi RSUD dr. M. Yunus Bengkuiu, dengan kategori hubungan lemah; Ada hubungan yang signifikan antara asfiksia neonatorum dengan kejadian sepsis neonatorum di Ruang Perinatologi RSUD Bengkuiu, dengan kategori hubungan sedang dan, Ada hubungan yang signifikan antara partus prematur dengan kejadian sepsis neonatorum di Ruang Perinatologi RSUD Bengkuiu, dengan kategori hubungan lemah. Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk dapat melakukan skrining khsusunya pada ibu hamil yang berkunjung ke Poli kebidanan untuk melakukan deteksi dini kehamilan beresiko suapay dapat mengetahui lebih awal jika ibu mengalami komplikasi kehamilan.
ASOSIASI LINGKUNGAN FISIK RUMAH SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN TB PARU DI INDONESIA
Amelia Amelia;
Emelia Agustina;
Muhammad Azmiyannoor;
Rifaldi Rifaldi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15481
Lingkungan yang tidak terstandar kesehatan akan meningkatkan risiko penularan penyakit berbasis lingkungan seperti TB Paru. Lingkungan terdekat dari manusia adalah lingkungan rumah. TB Paru belum tereliminasi di Indonesia karena belum mencapai capaian global dan terjadi penurunan CNR akibat pandemi COVID-19. Komponen fisik rumah tidak memenuhi syarat standar kesehatan akan meningkatkan penularan TB Paru dalam rumah. Tujuan kajian literatur untuk menjelaskan asosiasi lingkungan fisik rumah sebagai faktor risiko kejadian TB Paru di Indonesia. Metode yang dilakukan menggunakan tinjauan literatur sistematis dengan studi terpublikasi pada tahun 2017-2022 dalam jurnal terakreditasi SINTA. Hasil tinjauan literatur bahwa terdapat 7 studi yang menyatakan komponen fisik rumah sebagai faktor risiko TB Paru. 6 dari 7 studi terinklusi menyatakan bahwa luas ventilasi merupakan faktor risiko TB paru. 5 dari 7 studi terinklusi menyatakan bahwa kepadatan hunian merupakan faktor risiko TB paru. 4 dari 7 studi terinklusi menyatakan bahwa kelembapan udara dan pencahayaan merupakan faktor risiko TB paru. 2 dari 7 studi terinklusi menyatakan bahwa jenis lantai merupakan faktor risiko TB paru. 1 dari 7 studi terinklusi menyatakan bahwa jenis lantai merupakan faktor risiko TB paru. Luas ventilasi menjadi faktor risiko dominan dalam kejadian TB Paru di Indonesia dikarenakan luas ventilasi dapat mempengaruhi pencahayaan, kelembapan udara dan suhu dari hunian rumah.
KEK PADA IBU HAMIL: FAKTOR RISIKO DAN DAMPAK
Kusumastuti, Tiara;
Presilia Putri, Dona;
Putri Eliza, Cintiya;
Nur Hanifah, Alya;
Nurcandra, Fajaria
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15777
Kurang energi kronis (KEK) adalah perihal di mana wanita yang sedang mengandung mengalami kekurangan makanan yang berlangsung lama. Kekurangan makanan ini menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu dan menyebabkan tidak terpenuhinya jumlah zat makanan yang dibutuhkan oleh ibu hamil. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk menggali data dari berbagai penelitian yang relevan mengenai faktor resiko dan dampak KEK pada ibu hamil. Masalah utama pada penelitian ini yaitu ibu hamil yang rentan untuk terkena KEK karena kebutuhan ibu hamil lebih besar daripada ibu yang tidak dalam keadaan hamil. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. systematic review dengan menggunakan 3 database yaitu Google Scholar, Scopus, dan Science Direct. Artikel diidentifikasi menggunakan metode PRISMA. Populasi pada penelitian ini adalah wanita yang sedang menjalani proses kehamilan. Artikel yang digunakan terbatas dari 2019 sampai 2023. Berdasarkan analisis hasil, faktor dari umur dan status pekerjaan dengan kejadian KEK pada ibu hamil membuktikan bahwa terdapat hubungan antara status pekerjaan ibu dengan KEK pada ibu hamil. Ibu pada kondisi KEK bisa berdampak atau menimbulkan gangguan pertumbuhan pada janin yang dikandung, seorang ibu juga dapat mengalami beberapa risiko persalinan sebagai dampak dari KEK. penelitian ini yaitu faktor risiko yang berakibat pada KEK yaitu faktor pekerjaan dan pada penelitian Teguh mengutarakan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Peluang kejadian KEK pada pendidikan rendah 2,3 kali lebih besar dibandingkan ibu hamil dengan tingkat pendidikan tinggi.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU, POLA ASUH DAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA
Mahbubah Qatrunnada;
Fathurrahman Fathurrahman;
Siti Mas’odah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15847
Prevalensi stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Cintapuri Darussalam pada 2021 adalah 50,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu, pola asuh, dan ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Cintapuri Darussalam. Populasi dalam penelitian adalah seluruh anak balita usia 24-59 bulan. Teknik pengambilan sampel dengan cara two stages (pengambilan sampel 2 tahap) didapat sebanyak 88 balita dan dilaksanakan pada bulan maret. Pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar balita memiliki ibu dengan pengetahuan kurang 48.95%, pola asuh cukup 54.4%, dan didominasi ketahanan pangan rumah tangga tergolong rawan pangan 84.1%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai p < 0.002, terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai p < 0.000, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ketahanan pangan rumah tangga dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai p < 0.292.
ANALISIS SPASIAL KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TALAWAAN TAHUN 2020-2022
Evalin Nadia Kaheming;
Eva M Mantjoro;
Angela F. C Kalesaran
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15872
Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat sampai saat ini. Kejadian kasus DBD yang mengalami fluktuasi di wilayah kerja puskesmas Talawaan dari tahun 2020-2022. Tahun 2020 terdapat 12 kejadian DBD, tahun 2021 terdapat 4 kejadian dan tahun 2022 terdapat 52 kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kejadian DBD menurut usia, jenis kelamin dan mengetahui gambaran spasial penyebaran kejadian DBD berdasarkan kepadatan penduduk, penyelidikan epidemiologi, dan fogging focus. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan studi pendekatan Sistim Informasi Geografis (SIG) dan ecological study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kejadian DBD yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Talawaan. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling yaitu seluruh penderita DBD berdasarkan data dari Puskesmas Talawaan tahun 2020-2022 sebanyak 68 kasus. Hasil penelitian didapatkan bahwa penyebaran kasus DBD dari tahun 2020-2022 paling banyak terdapat di Desa Mapanget. Usia penderita DBD paling banyak pada kelompok anak-anak usia 6-17 tahun (50%) dan jenis kelamin penderita DBD paling banyak pada laki-laki (66.6%). Gambaran spasial kepadatan penduduk menunjukkan meningkatnya kasus DBD pada wilayah yang sangat padat penduduk yang berada di Desa Mapanget. Kesimpulannya pelaksanaan penyelidikan epidemiologi meningkat dalam 3 tahun terakhir, namun untuk fogging focus yang masih kurang dilakukan pada wilayah yang terdapat kasus DBD paling banyak dari tahun 2020-2022. Kejadian DBD dari tahun 2020-2022 paling banyak berada di Desa Mapanget. Berdasarkan penelitian tersebut diharapkan dapat lebih memperhatikan program intervensi kesehatan yang dapat dilakukan disekitar wilayah penyebaran kasus DBD.
PERSONAL HYGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN DALAM PENGOLAHAN MAKANAN DI INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW
Elsa Pebrianti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15927
Penyelenggaraan pengolahan makanan di instalasi gizi rumah sakit merupakan kegiatan krusial yang perlu dilakukan sesuai persyaratan agar tidak menimbulkan masalah kesehatan lain. Di dalam praktiknya, penjamah makanan harus memperhatikan personal higiene dan sanitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan tinjauan mengenai personal higiene sanitasi penjamah makanan dalam pengolahan makanan di instalasi gizi rumah sakit. Penelitian literature review ini dilakukan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan mencari artikel-artikel dari hasil penelusuran pada dua sumber data, yaitu Google Scholar dan ResearchGate yang dilakukan selama rentang bulan Oktober–Desember 2021. Artikel penelitian yang sesuai dengan kriteria skrining kemudian dikumpulkan dan dianalisis dengan fokus pada tujuan dan hasil penelitian untuk menemukan persamaan dan perbedaan pada artikel terpilih. Sebanyak 11 dari 18 artikel yang ditemukan terpilih sesuai kriteria. Praktik higiene perorangan yang sering dan banyak dilakukan adalah mencuci tangan serta menjaga kebersihan tangan, kuku dan rambut. Sementara itu, praktik higiene perorangan yang kebanyakan tidak dilakukan adalah menggunakan pakaian lengkap dengan pelindung saat bekerja dan penggunaan sarung tangan atau alat ketika menjamah makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjamah makanan di instalasi gizi rumah sakit telah menerapkan praktik personal higiene sanitasi dengan baik, meskipun masih ada beberapa yang tidak sesuai dengan standar. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa dari seluruh instalasi gizi rumah sakit, tidak terdapat satu pun yang telah melaksanakan personal hygiene dan sanitasi dengan penilaian baik di seluruh aspek. Pengetahuan mengenai higiene dan sanitasi merupakan aspek yang perlu ditingkatkan agar penjamah makanan dapat menerapkan personal higiene dan sanitasi dengan baik.
GAMBARAN KEPUASAN PASIEN PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) TERHADAP MUTU JASA PELAYANAN RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK.III MANADO
Henry Simarmata;
Adisti A Rumayar;
Ribka E Wowor
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v4i3.15976
Kepuasan pasien merupakan gambaran akhir dari terlaksananya suatu pelayanan kesehatan yang telah diterima atau dirasakan oleh pasien. Kepuasan pasien bisa diukur dari mutu pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada pasien melalui 5 dimensi mutu pelayanan kesehatan diantaranya kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati serta bukti fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepuasan pasien peserta JKN sesuai 5 dimensi mutu layanan kesehatan terhadap pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Tk.III Manado. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Responden pada penelitian ini merupakan pasien rawat jalan peserta JKN yang berkunjung setiap bulannya berjumlah 3.087 pasien. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling dengan jumlah sampel 100 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Waktu penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2023. Hasil penelitian mengenai kepuasan pasien peserta JKN di RS Bhayangkara Tk.III Manado yaitu dimensi reliability pasien yang merasa puas berjumlah 70 responden (70%) dan tidak puas berjumlah 30 responden (30%), dimensi responsiveness pasien yang merasa puas berjumlah 52 responden (52%) dan tidak puas berjumlah 48 responden (48%), dimensi assurance pasien yang merasa puas berjumlah 74 responden (74%) dan tidak puas berjumlah 26 responden (26%), dimensi emphaty pasien yang merasa puas berjumlah 67 responden (67%) dan tidak puas berjumlah 33 responden (33%), dimensi tangible pasien yang merasa puas berjumlah 70 responden (70%) dan tidak puas berjumlah 30 responden (30%). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu kepuasan pasien masih belum terpenuhi secara keseluruhan dilihat dari lima dimensi mutu yang telah diukur.