cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
GAMBARAN TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DIABETES MELITUS DALAM MENGENDALIKAN KADAR GULA DARAH DI PUSKESMAS MANYARAN Navaline Aulia Hexendri; Sri Hartutik
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18781

Abstract

Ketidakpatuhan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mendukung sikap tidak patuh. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka komplikasi   Diabetes Mellitus   adalah   dengan   menggunakan empat pilar DM yaitu perencanan makan, latihan jasmani, pengobatan atau farmakologi, dan edukasi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, populasi sebanyak 1163 responden dengan jumlah sampel 92 responden dan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden berdasarkan usia mayoritas ?40 tahun sebesar (72,7%), jenis kelamin mayoritas perempuan sebesar (54,3%),pendidikan mayoritas SD sebesar (55,4%), pekerjaan mayoritas buruh petani sebanyak (63,0%), lama menderita mayoritas <5 tahun sebanyak (71,7%), lama menjalani pengobatan <2 tahun sebanyak (69,6%), tipe diabetes mayoritas DM tipe 2 sebanyak (92,4%) dan  kategori patuh sebanyak 35 responden (38,0%). Kesimpulannya adalah tingkat kepatuhan dalam mengendalikan kadar gula darah pada pasien DM di Puskesmas Manyaran dalam kategori cukup.
TINGKAT PENGETAHUAN DERMATITIS ATOPIK DI KELURAHAN SUKATANI KABUPATEN TANGERANG PRA DAN PASCA PENYULUHAN MENGGUNAKAN VIDEO EDUKASI Najwa Aurellya; Irene Dorthy Santoso
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18820

Abstract

Dermatitis atopik merupakan bentuk khusus dari eksim dan merupakan penyakit inflamasi kronis yang dapat kambuh dan terutama menyerang anak – anak. Etiologi dermatitis atopik sangat kompleks, melibatkan faktor genetik dan lingkungan yang berkontribusi pada gangguan epidermis dan sistem imun tubuh. Prevalensi dermatitis atopik di Indonesia masih cukup tinggi dan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Angka tertinggi kasus dermatitis atopik di Provinsi Kalimantan, yaitu 11,3% dan angka paling kecil terdapat di Provinsi Sulawesi Barat dengan presentase 2,57%. Tujuan penelitian adalah meningkatkan pengetahuan orang tua di Kelurahan Sukatani Kabupaten Tangerang terhadap dermatitis atopik dengan metode penyuluhan melalui video edukasi.  Jenis penelitian kuantitatif dengan desain pra – eksperimental one group pre – test dan post – test. Teknik simple random sampling digunakan dalam pengambilan sampel. Penelitian dilakukan pada bulan April – Mei 2023. Total sampel 103 responden. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis melalui uji Wilcoxon. Temuan penelitian menunjukan 3 responden (2,9%) berpengetahuan baik, 23 responden (22,3%) dengan pengetahuan cukup, dan 77 responden (74,8%) berpengetahuan kurang sebelum diberikan penyuluhan. Kemudian setelah diberikan penyuluhan menjadi 9 responden (9%) berpengetahuan baik, 71 responden (68,9%) dengan pengetahuan cukup, dan 23 responden (22,3%) berpengetahuan kurang. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam pengetahuan mengenai dermatitis atopik sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan melalui video edukasi (p – value = 0,000), dengan perbedaan rerata senilai 17,08.  Sehingga, bisa ditarik kesimpulan bahwasanya penelitian ini berhasil meningkatkan pengetahuan responden mengenai dermatitis atopik dengan pendekatan penyuluhan menggunakan video edukasi.
DAMPAK PROMOSI KESEHATAN BERBASIS VIDEO TERHADAP MANAJEMEN PERAWATAN DIRI PASIEN DM TIPE 2 Rima Tamara; Nur Sefa Arief Hermawan; Nana Novariana
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.18999

Abstract

Perawatan diri, sering disebut pengobatan mandiri, adalah pengelolaan kehidupan pribadi seseorang dalam hal meminum obat yang diresepkan sesuai jadwal dan mencegah perkembangan suatu kondisi. Mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan pasien untuk mempertahankan perawatan diri, salah satunya adalah dengan menonton video untuk mempelajari cara melakukan perawatan diri dengan tepat dan efektif. Tujuannya untuk mengetahui apakah perilaku pasien DM tipe 2 di Puskesmas Makarti Tama Gedung Aji Baru Tulang Bawang pada tahun 2023 dapat diubah dengan instruksi perawatan diri memanfaatkan video. Prosedur pretest dan posttest satu kelompok digunakan dalam penyelidikan. Sesuai dengan kriteria inklusi, pengambilan sampel purposif adalah metode pilihan, dan seluruhnya 92 responden memenuhi kriteria inklusi. Dalam analisisnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p value sebesar 0,05 (0,000 0,05) yang menunjukkan bahwa penggunaan video sebagai media pendidikan kesehatan memberikan dampak terhadap kemampuan pasien DM tipe 2 dalam merawat dirinya sendiri.
EFEKTIVITAS PENERAPAN ESI (EMERGENCY SEVERITY INDEX) TERHADAP RESPONSE TIME TRIAGE DI INSTALASI GAWAT DARURAT RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH Sitti Rachma; Elin Hidayat; Benny H.L Situmorang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.19038

Abstract

Meningkatnya angka kunjungan pasien di Instalasi Gawat Darurat setiap tahunnya menyebabkan keterlambatan dalam penanganan medis yang berdampak pada tingginya resiko kecacatan atau bahkan kematian. Ketepatan serta kecepatan dalam melakukan triase diharapkan dapat meningkatkan response time. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan penggunaan ESI  yang sesuai SOP terhadap response time triage. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif , jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu smua perawat IGD RSUD Undata yang berjumlah 43 orang dengan sampel 35 orang dengan tehnik pengambilan sampel non-probability sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilakukan dengan cara mengobservasi responden dalam melakukan penerimaan pasien baru pada 3 shift (pagi, sore, malam) dengan melihat kesesuaian penggunaan ESI dengan SOP Rumah Sakit dan lama waktu triase (response time). Berdasarkan uji fisher exact test didapatkan hasil pada shift pagi p=0,220, shift sore p=0,698 dan shift malam p=0,369. Hasil uji statistik menunjukan tidak ada hubungan penggunaan ESI yang sesuai SOP dengan response time karena nilai p value ? 0,05.  Dapat disimpulkan tidak adanya hubungan dari penelitian karena beberapa faktor baik itu dari perawat misalnya sikap acuh terhadap SOP maupun dari Rumah Sakit karena penggunaan ESI tergolong masih baru sehingga masih perlu untuk di evaluasi. Selain itu tidaknya teori yang mendasari dalam penelitian menyebabkan peneliti susah untuk menyimpulkan hasil penelitian secara pasti.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN DIET PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI UPT. RSUD BANGGAI LAUT Teguh Hadijaya; Moh. Malikul Mulki; Sintong H Hutabarat; Yohanes Tumewu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.19114

Abstract

Pengeliolaan diiet DM diapat menicegah terjaidinya koimplikasi. Kepaituhan diiet mierupakan sialah satiu kiunci keiberhasilan dialam penatalakisaan  peinyakit  DM.  Hial  teirsebut  diikarenakan peirencanaan miakan merupakain salaih satiu dairi 4 piliar utiama daliam pengeloliaan DM. ketitiidakpiatuhan terhiadap diiet DM, penderita DM masiih kiurang miengerti teintang makianan yaing dapiat meinyebabkan terjaidinya komiplikasi DM. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhann Diet  Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di UPT. RSUD Banggai Laut. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah sampel sebanyak 38 orang, pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan Uji Chi-Square.. Hasil Penelitian menunjukkan sebagian besar responden (50,0%) memiliki pengetahuan yang baik dengan kepatuhan yang baik. Hasil analisis bivariat dengan Uji Chi-Square diperoleh Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhann Diet  Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di UPT. RSUD Banggai Laut yaitu nilai p 0,000 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhann Diet  Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di UPT. RSUD Banggai Laut. Saran Bagi pasien dan keluarga diharapkan bisa mempertahankan dan mendorong terkait pengetahuan dengan kepatuhan diet pasien diabetes meilitus agar dapat mengontrol gula darahnya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEMAMPUAN PERAWAT DALAM PENATALAKSANAAN KEGAWATDARURATAN JALAN NAFAS PADA PASIEN CEDERA KEPALA BERAT DI IGD RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH Olivia Ningsih Aros; Juwita Meldasari; Vidya Urbaningrum; Yohanes Tumewu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.19115

Abstract

Kurangnya fasilitas dan sumber daya yang memadai, yang dapat menghambat profesional kesehatan dalam memberikan intervensi yang diperlukan yang sering berkontribusi terhadap kegagalan dalam menangani kasus-kasus darurat secara efektif. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan keahlian dalam menangani situasi darurat juga dapat berkontribusi. Selama observasi peneliti dari 7 orang perawat yang sudah mengikuti pelatihan BTCLS, 3 diantaranya yang mengikuti tetapi belum mampu melaksanakan Standar Operasional Prosedur penanganan pasien cedera kepala berat. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan pengetahuan  dengan kemampuan perawat dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan jalan nafas pada pasien cedera kepala di IGD RSUD Undata. Jenis penelitian ini kuantitatif  dengan pendekatan analitik menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah perawat pelaksana di IGD RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 43 orang. Sampel berjumlah 43 orang, dengan teknik pengambilan sampel total populasi. Hasil penelitian dari 77 responden yang menunjukkan kualitas pelayanan kesehatan baik sebanyak 39 responden (50,6%) dan yang kurang baik sebanyak 38 responden (49,4%). Minat berkunjung kembali sebanyak 49 responden (63,6%) dan  tidak berminat sebanyak 28 responden (36,4%), hasil uji Chi-Square nilai p value: 0,000 (p value ? 0,05). Simpulan ada hubungan pengetahuan  dengan kemampuan perawat dalam penatalaksanaan kegawatdaruratan jalan nafas pada pasien cedera kepala. Saran bagi RSUD Undata agar bisa membuat jadwal penyuluhan atau sosialisasi bisa memberikan penyegaran materi Bantuan Hidup Dasar
HUBUNGAN KEKERASAN VERBAL ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA 6-12 TAHUN DI DESA KULU KECAMATAN LARIANG Restika Restika; Agnes Erlita Distriani Patade; Meylani A’naabawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.19169

Abstract

Kekerasan verbal merupakan perkataan buruk yang sering diucapkan sehingga dapat mengakibatkan terganggunya perkembangan kognitif seperti kurangnya percaya diri, perasaan tertekan dan gangguan emosi. Dari hasil observasi peneliti pada tempat penelitian didapatkan beberapa anak mengalami kekerasan verbal dimana anak sering berkata kasar, menarik diri dari lingkungan dan anak mengalami penurunan prestasi disekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan kekerasan verbal orang tua dengan perkembangan kognitif anak usia 6-12 tahun di Desa Kulu Kecamatan Lariang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan  desain pendekatan dalam penelitian ini adalah desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 106 anak yang mengalami kekerasan verbal, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling menggunakan rumus slovin maka didapatkan sampel berjumlah 52 responden. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil penelitian ini menyatakan sebagian besar responden mendapatkan kekerasan verbal orang tua dengan kategori sedang sebanyak 31 anak dengan persentase 59,6% dan sebagian besar perkembangan kognitif anak usia 6-12 tahun di Desa Kulu Kecamatan Lariang berkategori baik sebanyak 30 anak dengan persentase 57,7% didapatkan p value 0,037 artinya kurang dari 0,05 maka Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan antara kekerasan verbal orang tua dengan perkembangan kognitif anak usia 6-12 tahun di Desa Kulu Kecamatan Lariang. Saran dari penelitian ini bagi masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kekerasan verbal orang tua dan perkembangan kognitif anak.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN KEKAMBUHAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD BANGGAI Siti Salmi Sombili; Wahyu Sulfian; Arini Arini; Yohanes Tumewu
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.19171

Abstract

Angka harapan hidup yang tinggi pada lansia menyebabkan risiko untuk mengalami berbagai penyakit termasuk hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan upaya pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia di Poli Penyakit Dalam RSUD Banggai Laut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien lansia dengan hipertensi yang berkunjung ke Poli Penyakit Dalam RSUD Banggai dengan besar sampel sebanyak 48 responden. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan uji alternative Chi Square dengan Contunity Correction yang menunjukkan hasil ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dengan upaya pencegahan kekambuhan hipertensi di Poli Penyakit Dalam RSUD dengan nilai p value 0.000 atau <0.05. Artinya, pasien lansia hipertensi dengan pengetahuan yang baik akan meningkatkan perilaku pencegahan kekambuhan hipertensi lebih besar dengan berperilaku positif dalam mencegah kekambuhan hipertensi. Simpulannya adalah ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Hipertensi terhadap upaya pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia di Poli Penyakit Dalam RSUD Banggai Laut. Saran bagi perawat dapat meningkatkan perannya sebagai edukator dan care giver dalam meningkatkan pengetahuan pada lansia dengan memberikan informasi mengenai gejala hipertensi, mengetahui faktor yang dapat mengendalikan kekambuhan hipertensi penatalaksanaan hipertensi, serta melakukan pemeriksaan darah secara berkala.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI Grace Natalia Ruung; Suryadi N. N. Tatura; Theresia M. D. Kaunang
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.19215

Abstract

Asi eksklusif sangat penting untuk proses pertumbuhan dan perkembangan bayi, karena Asi mengandung banyak nutrisi yang baik untuk bayi. Asi eksklusif adalah program yang direkomendasikan sendiri oleh World Health Ognisation (WHOAsi eksklusif  juga merupakan pemberian air susu ibu saja, dan tidak di tambah dengan cairan lainnya seperti susu formula, air putih, madu, air teh, maupun makanan lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif  analitik mempergunakan pendekatan Cross Sectional (Studi Potong Lintang). Penelitian ini dilaksanakan di poli rumah sakit siloam manado.Responden dalam penelitian ini sebanyak 96 responden. Menggunakan alat pengumpulan data berupa kuesioner dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden  yang bekerja 71.9%, yang memiliki penyakit covid 19 53.1%, persepsi positif dalam menyusui 59.4%, Dukungan suami yang positif (yang baik) 57.3% serta dukungan keluarga yang lainnya 58.3 % memiliki dukungan yang negatif). Hasil Analisa  bivariat faktor-faktor yang berhubungan dengan asi eksklusif adalah persepsi menyusui  (p=0,036), dukungan suami (p=0,00), dukungan keluarga yang lainnya (p=0,00), sedangkan faktor pekerjaan (p=0,218), Riwayat Covid19  (p=0.267)  tidak berhubungan dengan Asi eksklusif . Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa faktor dukungan keluarga paling berpengaruh pada asi eksklusif dengan nilai yang di dapatkan  (QR=26.939) pada step 1 dan (QR=26.964) pada step ke 2. Kesimpulan faktor faktor yang berhubungan dengan Asi eksklusif adalah persepsi menyusui,dukungan keluarga,dukungan suami dan yang paling mempengaruhi pemberian asi eksklusif adalah dukungan dari keluarga.
AKTIVITAS SEDIAAN SHAMPO ANTIKETOMBE DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) TERHADAP JAMUR CANDIDA ALBICANS Muhammad Akmal A Sukara; Nurfiddin Farid; Muh. Yusuf Wahyuni Hasniar
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.15649

Abstract

Ketombe merupakan masalah yang sering dialami di kulit kepala yang disebabkan oleh kelenjar minyak yang berlebih danmikroorganisme seperti jamur Candida albicans merupakan salah satu jamur yang menimbulkan masalah ketombe pada rambut.Tumbuhan Alam seperti Daun papaya salah satunya merupakan tanaman yang mengandung flavonoid yang bersifat sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) dapat diformulasikan dalam sediaan shampo antiketombe dan apakah formulasi sediaan shampo ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki aktivitas antiketombe terhadap pertumbuhan Candida albicans, serta mengetahui berapakah konsentrasi optimum formulasi sediaan shampo ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pengujian aktivitas antijamur menggunakan metode sumuran dengan cara melihat zona bening disekitar sumuran terhadap konsentrasi 5%, 10%, 15%, kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil penelitian sediaan shampo antiketombe ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) yaitu pada konsentrasi 5%, 10%, 15%, memenuhi syarat secara fisika dan kimia serta uji aktivitas antijamur terhadap jamur Candida albicans dengan zona hambat yang terbaik yaitu pada konsentrasi 15% yang dikategorikan dalam kategori sangat kuat. Dapat disimpulkan bahwa daun pepaya dapat di formulasikan sebagai shampo antiketombe yang memiliki aktivitas dalam menghambat jamur Candida albican penyebab ketombe pada konsentrasi optimum sebesar 15%.

Page 79 of 435 | Total Record : 4346