cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
DETERMINAN SOSIAL DEMOGRAFI PEMANFAATAN FASILITAS KESEHATAN UNTUK BEROBAT JALAN DI PROVINSI SUMATERA UTARA: ANALISIS DATA SUSENAS TAHUN 2019 Hanna Elisabet Lumbangaol; Mardiati Nadjib
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15532

Abstract

Penduduk Provinsi Sumatera Utara yang berobat jalan terkait adanya keluhan kesehatan dari tahun 2016 , 2017, dan 2018 mengalami peningkatan, yaitu 22,88%, 23,50%, dan 48,33%. Angka ini cenderung lebih rendah dari rata-rata persentase secara nasional dalam pemanfaatan fasilitas rawat jalan. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui determinan sosial demografi pemanfaatan fasilitas kesehatan untuk berobat jalan di provinsi Sumatera Utara. Penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang menggunakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2019. Analisis data menggunakan pendekatan ekonometrika dengan metode Binary Regression dengan model logit. Hasil regresi logit menunjukkan model mampu menjelaskan data sebesar 3,17%, dengan variabel gender, usia, pendidikan, status pernikahan, kepemilikan asuransi, wilayah tempat tinggal menunjukkan p-value dibawah 0,05. Faktor gender, usia, tingkat pendidikan, status pernikahan, kepemilikan asuransi, dan wilayah tinggal berkaitan dengan pemanfaatan fasilitas kesehatan berobat rawat jalan di Sumatera Utara.
PENGARUH ASUPAN GULA BERLEBIH TERHADAP AKNE VULGARIS PADA MAHASISWA KEDOKTERAN UNIVERSITAS TARUMANAGARA Ranindita Maulya Ismah Amimah; Olivia Charissa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15535

Abstract

Pada kalangan remaja salah satu penyakit kulit yang sering terjadi salah satunya adalah akne vulgaris. Munculnya akne vulgaris disebabkan oleh banyak faktor, salah satu diantaranya adalah faktor makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara makanan manis yang sering dikonsumsi pada masa kini sehingga menyebabkan asupan gula yang berlebih, dengan kejadian akne vulgaris. Analitik dengan desain cross sectional merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini dan dilakukan pada mahasiswa  Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Untuk berpartisipasi dalam penelitian ini, responden dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan total 280 responden dari berbagai usia, dengan sejumlah 72 responden adalah laki-laki dan sejumlah 208 responden adalah perempuan. Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) digunakan untuk memperoleh data konsumsi gula, sedangkan data akne vulgaris diperoleh dengan pemeriksaan fisik dan foto wajah dalam tiga posisi. Setelah dilakukan pengolahan data dengan chi-square, 133 (47,5%) terdapat akne dan 147 (52,5%) tidak terdapat akne, dengan mayoritas dari responden memiliki konsumsi gula lebih dari cukup. Nilai p-value = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara asupan gula yang berlebih dengan terjadinya akne vulgaris pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.
HUBUNGAN PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP KEBERHASILAN IMPLEMENTASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK ; TINJAUAN LITERATUR Leni Burhan; Mardiati Nadjib
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15536

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan inovasi teknologi guna mendukung integrasi sistem informasi dalam manajemen rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, efisien, efektif dan aman sesuai kebutuhan masyarakat. Implementasi RME tidak semudah membalikkan telapak tangan, penelitian di negara-negara yang sudah menerapkan RME menyebutkan penerapan RME menghadapi tantangan dari organisasi maupun pengguna. Studi literatur ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan profesional kesehatan terhadap keberhasilan implementasi RME sehingga bermanfaat bagi para pemangku kepentingan dalam menerapkan dan mengembangkan RME di kemudian hari. Pencarian artikel dilakukan melalui database Scopus, Sciencedirect, Proquest dan GoogleScholar. Dari kata kunci dan boolean operator yang digunakan diperoleh sebanyak 173 artikel, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi serta penilaian eligibilitas didapatkan 12 artikel yang sesuai. Hal utama yang terindentifikasi adalah persepsi manfaat dan persepsi kemudahan penggunaan berkaitan dengan penerimaan individu yang bisa dipengaruhi oleh variabel eksternal yaitu karakteristik individu dan faktor organisasi. Usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis profesi, masa kerja, serta departemen/unit kerja tidak berpengaruh terhadap penerimaan penggunaan dalam menentukan keberhasilan implementasi. Dukungan organisasi berupa pelatihan dan simulasi yang tepat sasaran, serta kebijakan dan standar prosedur yang jelas berpangaruh terhadap persepsi pengguna dalam menerima dan menerapkan RME dipekerjaannya sehari-hari. Penting bagi rumah sakit untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberhasilan implementasi RME, salah satunya adalah faktor pengguna yang menjadi kunci keberhasilan penerapan rekam medis elektronik karena berkaitan dengan mengubah kebiasaan, dibutuhkan pemikiran terbuka untuk mau menerima dan beradaptasi dengan perubahan budaya kerja.
PELAKSANAAN PROGRAM IMUNISASI DASAR ANAK PADA MASA PANDEMI COVID-19 Putri Octavia Sari; Mardiati Nadjib
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15537

Abstract

Situasi pandemi COVID-19 memberikan dampak terhadap berbagai sektor, termasuk sektor kesehatan. Dampak yang terjadi akibat pandemi COVID-19 terhadap sektor kesehatan salah satunya yaitu terganggunya pelayanan kesehatan dasar seperti pelayanan imunisasi rutin (Ranganathan et al., 2020). Imunisasi rutin merupakan salah satu bagian dari imunisasi program, yang mana imunisasi rutin dilaksanakan secara terus-menerus dan berkesinambungan yang terdisi atas imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) yaitu diantaranya hepatitis B, poliomyelitis, tuberculosis, difteri, pertusis, tetanus, pneumonia dan meningitis yang disebabkan oleh Hemophilus Influenza tipe B (HiB), serta campak). Dalam kajian literatur ini akan melihat bagaimana pengaruh pandemi COVID-19 yang memberikan dampak terhadap pelayanan imunisasi rutin serta faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur review dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari publikasi jurnal literatur terdahulu. Terdapat total 258 jurnal publikasi yang teridentifikasi berkaitan dengan topik yang dicari. Setelah dilakukan screening sesuai dengan PICO maka didapatkan 7 jurnal publikasi yang masuk dalam kategori PICO. Terdapat banyak factor yang mempengaruhi terhambatnya pelayanan Imunisasi rutin seperti Ketakutan masyarakat akan terinfeksi virus COVID-19, Ketidaksiapan Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Keterbatasan Mobilitas Masyarakat. Pelaksanaan imunisasi dasar harus tetap dilakukan dalam masa pandemi dengan memperhatikan berbagai kondisi agar tidak menimbulkan bencana penyakit infeksi di luar COVID-19 dan menjadi beban tambahan pada sistem kesehatan. Memberikan sarana dan prasarana yang aman bagi pengunjung, memberikan edukasi yang tepat kepada pasien.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN POLA SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA KESEHATAN DI KOTA MEDAN Wahyudi Wahyudi; Aisa Maharani Hasibuan; Regita Cahyani; Sri Rezky Gantina; Tia Munika
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15539

Abstract

Swamedikasi (pengobatan sendiri) adalah praktik seseorang untuk memilih dan menggunakan obat untuk mengatasi suatu penyakit atau gejala yang dilakukan tanpa pengawasan dokter. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan pola Swamedikasi pada Mahasiswa Kesehatan di Kota Medan. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif, dengan menggunakan metode survei melalui Google Forms untuk mendapatkan data dan informasi yang diperlukan. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan swamedikasi dari ketiga Universitas Kesehatan di Kota Medan menunjukkan kategori baik, yaitu sebesar 61% untuk Universitas A, 72% Universitas B, dan 67% Universitas C. Selanjutnya presentase dalam kategori sangat baik, yaitu sebesar 11% untuk Universitas A, 13% Universitas B, dan 12% Universitas C. Kemudian kategori kurang baik meliputi sebesar 26% untuk Universitas A, 15% universitas B, dan 16% universitas C. Kemudian mengenai upaya swamedikasi Mahasiswa dari masing-masing Universitas termasuk dalam kategori baik, yaitu sebesar 56% untuk Universitas A, 56% Universitas B, dan 63% Universitas C. Selanjutnya presentase dalam kategori sangat baik, yaitu sebesar 4% untuk Universitas A, 14% universitas B, dan 5% Universitas C. Kemudian kategori kurang baik meliputi sebesar 36% untuk Universitas A, 24% universitas B, dan 26% universitas C. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Universitas yang memiliki tingkat pengetahuan dan upaya swamedikasi yang paling baik yaitu Universitas B.
PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DALAM UPAYA PENINGKATAN CAPAIAN SPM HIV: STUDI KASUS DI PUSKESMAS KOTA X TAHUN 2022 Akhmad Ghozali; Mardiati Nadjib
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15540

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan hampir di seluruh dunia. Di Indonesia HIV/AIDS menginfeksi masyarakat usia produktif yang dapat menyebabkan dampak sosial dan ekonomi bagi penderitanya. Pemerintah berkomitmen untuk mengeliminasi HIV/AIDS pada Tahun 2030 dengan berbagai strategi Fast track, 3 Zero’s, STOP dan Standar Pelayanan Minimal. Namun pada pelaksanaannya, pemenuhan SPM HIV di daerah masih terkendala dengan ketersediaan anggaran untuk menjangkau populasi kunci maupun untuk promosi dan sosialisasi tentang penyakit HIV/AIDS. Capaian SPM HIV di Kota X selama tahun 2019-2021 masih dibawah standar yang ditetapkan yaitu sebesar 11%, 7,2%, dan 5,2% dari target sebesar 100%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengelolaan keuangan publik (public financial management) dengan capaian kinerja SPM HIV. Pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder dan kualitatif menggunakan data primer yaitu wawancara mendalam. Lokasi penelitian dan informan dipilih berdasarkan kriteria tertentu (purposive sampling) dengan mempertimbangkan kecukupan dan kesesuaian dengan metode telaah dokumen dan wawancara mendalam. Hasil wawancara lalu dianalisis dengan melakukan content analysis. Untuk menjaga keabsahan digunakan triangulasi metode dan sumber. Perbandingan alokasi anggaran total dengan alokasi untuk deteksi dini HIV sebesar PKM A (3,2%), PKM B (0,24%) dan PKM C (1,08%). Pencapaian kinerja keuangan dan kinerja program masing-masing PKM A (46,67% dan 38%), PKM B (100% dan 50%), PKM C (81,67% dan 24%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan publik di Puskesmas Kota X sudah dilaksanakan dengan transparan dan akuntabel, namun masih terdapat beberapa kelemahan terkait perumusan anggaran, pelaksanaan anggaran dan evaluasi anggaran.
PEMILIHAN FASILITAS KESEHATAN TEMPAT BERSALIN DI ERA JKN: ANALISA DATA SUSENAS 2019 Andre Yunianto; Atik Nurwahyuni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15559

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) tahun 2022 mencapai 207 per 100.000 kelahiran hidup. sedangkan Angka Kematian Bayi neonatal (usia 0-28 hari) mencapai 11,7 dari 1.000 bayi lahir hidup pada 2021. AKI ini berada di atas target Renstra yaitu 190 per 100.000 kelahiran hidup. Sebanyak 62% kedua kasus tersebut terjadi di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL). Meski masih memprihatikan namun ini menjadi penanda bahwa akses terhadap fasilitas kesehatan sudah lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh status ekonomi keluarga, kepemilikan jaminan kesehatan dan faktor lainnya dalam keputusan keluarga menentukan tempat ibu bersalin. Sampel pada penelitian ini adalah wanita usia 10 – 54 tahun; berstatus kawin atau pernah kawin. Sebanyak 43.545 responden diambil dari data Susenas tahun 2019. Maximum Likelihood digunakan sebagai estimator dalam analisis yang dilakukan dengan model logit. Hasil penelitian menunjukkan secara bersama-sama variabel status ekonomi keluarga, kepemilikan jaminan kesehatan, usia, status kawin, pendidikan, lama pendidikan ibu, pekerjaan, wilayah tempat tinggal dan kepemilikan rumah signifikan berpengaruh terhadap pemilihan fasilitas kesehatan sebagai tempat bersalin dengan nilai p-value < 0,05 pada hasil uji logit. Pemilihan faskes sebagai tempat bersalin 1,728 kali lebih tinggi pada wanita yang memiliki jaminan kesehatan (? = 0,000; 95% CI 1,641 – 1,819). Keputusan memilih faskes untuk tempat bersalin dipengaruhi cukup signifikan oleh faktor ada tidaknya jaminan kesehatan yang dimiliki oleh ibu. Faktor lain yang ikut berpengaruh adalah usia, pendidikan, jumlah tahun menjalani pendidikan, wilayah tempat tinggal, status bekerja, kepemilikan rumah, status kawin dan status ekonomi keluarga yang dibagi menjadi 5 kuintil.
BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) KOTA BEKASI TAHUN 2023 Cahyo Ari Prastiyo; Mila Tejamaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15560

Abstract

Pratik kerja dalam pendidikan teknologi dan kejuruan di Indonesia memiliki risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi para guru, siswa, teknisi serta dapat berdampak terhadap masyarakat sekitar. Kecelakaan kerja yang terjadi paling banyak disaat pembelajaran di sekolah yaitu cedera akibat mesin dan peralatan, electrical shock, limb cuts, benda jatuh, terbakar, jatuh dari ketinggian, faktor biologis dan keracunan serta belum terdapat data yang komprehensif mengenai implementasi K3 dan budaya K3. Penelitian ini akan mengkaji mengenai budaya K3 di enam SMK Kota Bekasi tahun 2023. Metode penelitian ini adalah deskriptif observasional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan pendekatan The Egg Aggregated Model (TEAM) guna menggambarkan budaya K3 yang terdiri dari tiga dimensi yaitu dimensi organisasi, dimensi teknologi dan dimensi manusia. Data pengukuran dimensi organisasi menggunakan pedoman wawancara, dimensi organisasi menggunakan observasi dan dimensi manusia menggunakan kuesioner online yang berisi pernyataan pengetahuan 5 butir, persepsi 10 butir, sikap 10 butir dan kesadaran berperilaku K3 10 butir. Kuesinoer telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Responden penelitian ini terdiri dari 1.505 siswa, 63 guru dan 6 tenaga pendidikan, sedangkan informan kunci yaitu kepala sekolah atau kepala program jurusan di SMK berjumlah 6 orang. Dalam penelitin ini, dimensi budaya K3 dikategorikan menjadi baik, cukup baik atau kurang baik. Penelitian ini menemukan bahwa budaya K3 di enam SMK Kota Bekasi sudah cukup baik untuk semua dimensi budaya K3. Dari 31 sub-dimensi yang belum dipenuhi seluruh sekolah yang diteliti adalah staf K3 dan penilaian risiko untuk dimensi organisasi serta petunjuk titik kumpul untuk dimensi teknologi.  
STRATEGI EFISIENSI RUMAH SAKIT DI ERA JKN: LITERATURE REVIEW May Rabiulyati; Atik Nurwahyuni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15562

Abstract

Sistem pembayaran dari sebelumnya fee for service berubah menjadi prospective payment system dengan tarif INA CBGs, mendorong RS menjadi lebih efisien dengan tetap menjaga mutu layanan. Data penelitian tahun 2017 sebanyak 65,9% RS di Indonesia secara teknis belum masuk kategori efisien dengan tarif JKN yang bernilai negatif, Hal ini harus diantisipasi oleh manajemen RS, agar pendapatan RS dari klaim BPJS dapat tetap bernilai positip bagi pengembangan RS kedepannya dengan berbagai strategi efisiensi yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dari penelitian sebelumnya strategi efisiensi apa saja yang dapat dilakukan RS untuk bertahan di era  JKN. literature review dengan pencarian data dari tiga database didapatkan 105 artikel. Panduan PRISMA melalui proses skrining, kesesuaian pembahasan strategi efisiensi yang terbit dari tahun 2018 hingga 2023. Didapatkan tujuh artikel penelitian pada RS di Indonesia terkait strategi efisiensi yang dapat RS lakukan di era JKN ini, agar tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga berkembang dengan layanan kesehatan yang lebih baik lagi. Strategi efisiensi yang dilakukan pada rumah sakit di Indonesia berdasarkan artikel yang dianalisis meliputi penerapan Lean Hospital, pengembangan sistem informasi, penerapan metode Balanced Scorecard, pengembangan aplikasi (inovasi berbasis teknologi), menggunakan analisis ABC-VEN untuk perencanaan logistik. Strategi efisiensi tersebut sudah terbukti berkontribusi pada efisiensi keuangan dan berpengaruh positif pada mutu pelayanan kesehatan di rumah salit. Kelima strategi efisiensi yang dilakukan RS di Indonesia perlu diterapkan oleh semua RS yang implementasinya disesuaikan kompetensi dan ketersediaan sumber daya yang ada.
EVALUASI DAMPAK BANJIR PADA KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KRAPYAK KOTA PEKALONGAN Kevin Reira Christian; Novirina Hendrasarie; Munawar Ali
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15566

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia, terutama di kota-kota besar yang memiliki daerah resapan air kurang memadai. Secara topografis, Kota Pekalongan terletak di dataran rendah pantai utara Pulau Jawa, akibatnya di beberapa kawasan Kota Pekalongan sering mengalami banjir setiap tahunnya. Banjir juga menjadi masalah dikarenakan banjir dapat mempengaruhi sector kehidupan masyarakat, khususnya kesehatan. Adapun permasalahan kesehatan yang muncul akibat adanya banjir antara lain diare, demam berdarah, penyakit leptospirosis, ISPA, penyakit kulit, penyakit saluran pencernaan, dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak banjir pada kesehatan masyarakat di Kelurahan Krapyak Kota Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode descriptive kuantitatif, dimana dengan menggunakan data jumlah masyarakat yang terdampak, dan jumlah keluhan penyakit. Dari hasil penelitian di dapatkan hasil yaitu nilai korelasi antara jumlah masyarakat (KK) yang terdampak banjir dengan jumlah keluhan penyakit pasca banjir adalah 0.887, yang berarti terdapat hubungan antara jumlah masyarakat yang terdampak banjir dengan jumlah keluhan penyakit pasca banjir. Dari hasil penelitian juga didapatkan adanya peningkatan jumlah keluhan penyakit pasca banjir 2 tahun terakhir masing – masing meningkat 5%, 25%, 25%. Oleh sebab itu perlunya sinergi antara pemerintah dan masyarakat untuk meminimalisir banjir dengan cara menjaga lingkungan dengan baik tidak mengganggu kondisi kesehatan masyarakat.

Page 90 of 435 | Total Record : 4346