cover
Contact Name
LIRA MUFTI AZZAHRI ISNAENI
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
jurnalkesehatantambusai@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Tambusai
ISSN : -     EISSN : 27745848     DOI : 10.31004/jkt.v1i2.1104
Core Subject : Health,
JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal kesehatan tambusai naskah dalam bentuk hasil penelitian baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Naskah yang diterima adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Kami berharap artikel-artikel pada edisi ini bermanfaat bagi dunia ilmu kesehatan
Articles 4,346 Documents
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT YANG MEMBERIKAN PELAYANAN COVID-19 Endra Amalia; Dona Immelya; Dia Resti Nanda Demur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15693

Abstract

Perawat memainkan peran penting di rumah sakit karena mereka lebih sering melihat pasien daripada dokter. Di rumah sakit, perawat memiliki banyak tugas dan tanggung jawab yang ditetapkan rumah sakit, sehingga pekerjaan perawat dapat mewakili beban kerja tertentu karena tugas dan tekanan yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara beban kerja dengan kinerja perawat pelaksana pelayanan Covid-19 di RS Otak M. Hatta Bukittinggi tahun 2022.  Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi hanya terdiri dari perawat yang memberikan pelayanan Covid-19 sebanyak 38 orang dan sampel penelitian sebanyak 38 orang. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara komputerisasi menggunakan statistik uji chi-square dengan taraf signifikansi 0,05. Bahan penelitian dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada masing-masing perawat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa untuk variable beban kerja, dari 38 orang perawat,  memiliki beban kerja ringan 55%, dan beban kerja sedang 29%  serta beban kerja berat 16%. Sedangkan untuk variable kinerja perawat, dari 38 orang perawat, memiliki kinerja baik 82%, dan  kinerja cukup 10%, serta  kinerja kurang 8%. Hasil uji statistic menunjukkan bahwa  P Value = 0,039 (p < 0,05), artinya beban kerja perawat secara signifikan berhubungan  dengan kinerja perawat yang memberikan pelayanan covid-19. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan beban kerja dengan kinerja perawat yang memberikan pelayanan covid-19 di Rumah Sakit Otak M. Hatta Bukittinggi tahun 2022. Disarankan, perawat untuk mempertahankan kinerja yang baik untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien.
ANALISIS FAKTOR MANUSIA DALAM KECELAKAAN TAMBANG Fadli Zuchri; Dadan Erwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15696

Abstract

Sektor pertambangan merupakan salah satu sektor industri dengan risiko keselamatan tertinggi yang ditunjukkan oleh tingginya angka kecelakaan di pertambangan. Berdasarkan data dari Minerba, telah terjadi 881 kecelakaan tambang pada periode 2013-2021 dan 195 dari kecelakaan tersebut berakibat kematian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor manusia dalam kecelakaan tambang. Metoda yang digunakan adalah literature review dengan menggunakan kata kunci faktor manusia, kecelakaan tambang, dan kecelakaan tambang akibat faktor manusia melalui database elektronik. Dari 16 jurnal yang ditinjau, faktor-faktor manusia dalam kecelakaan tambang adalah kepatuhan terhadap prosedur dan aturan, kompetensi, pengawasan kerja, kesadaran terhadap keselamatan kerja, perilaku keselamatan, kebugaran kerja, dan pengalaman. Dari tujuh faktor manusia tersebut, yang paling banyak muncul dalam 16 jurnal yang direview adalah ketidakpatuhan karyawan tambang terhadap prosedur dan aturan, karyawan tambang yang tidak memiliki kompetensi, kurangnya jumlah pengawas kerja dan kepengawasan kerja tidak efektif, serta rendahnya kesadaran terhadap keselamatan kerja.
TINJAUAN PELEPASAN INFORMASI MEDIS KEPADA PIHAK BPJS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BUTON TAHUN 2019 Sri Wahyuni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15711

Abstract

Pelepasan informasi medis pasien kepada pihak lain khususnya kepada pihak asuransi harus memiliki alur dan prosedur yang jelas, dikarenakan informasi medis pasien tersebut bersifat rahasia dan fasilitas pelayanan kesehatan bertanggung jawab untuk melindungi informasi medis pasien yang diberikan kepada pihak lain. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui bagaimana pelepasan Informasi Medis Kepada Pihak BPJS di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buton. Penelitian ini menggunakan  metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek penelitian  adalah kepala rekam medis dan petugas rekam medis. Objek penelitian adalah informasi medis pasien untuk keperluan klaim. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil yang diperoleh dari  penelitian  adalah pihak yang terlibat dalam pelepasan informasi medis adalah pasien, petugas pengklaiman, petugas koding dan direktur rumah sakit. Prosedur pelepasan informasi medis khususnya untuk klaim BPJS belum mempunyai kebijakan dan SPO yang tetap, dalam melakukan pelepasan informasi petugas hanya berpedoman pada hasil perjanjian kerjasama antara pihak rumah sakit dengan BPJS, persyaratan yang diperlukan dalam pelepasan informasi medis kepada pihak BPJS terdiri dari surat rujukan, Surat Eligibilitas Peserta (SEP), resume, lembar bukti pelayanan dan rincian biaya, dan laporan operasi kalau ada yang diperlukan dalam pelepasan informasi medis kepada pihak BPJS. Kesimpulan yang diperoleh dari  penelitian  adalah  dalam pelepasan klaim BPJS di RSUD Kabupaten Buton belum mempunyai kebijakan dan Standar Prosedur Operasional secara tertulis, Rumah Sakit hanya melaksanakan sesuai dengan hasil perjanjian kerjasama antara pihak rumah sakit dengan pihak BPJS.
PENGALAMAN PASIEN PASCA-STROKE USIA DEWASA DALAM MENJALANKAN REHABILITASI DIRUMAH (STUDI FENOMENOLOGI) Rinawati Kasrin; Faridah Mohd Said; Yendrizal Jafri; Mera Delima
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15712

Abstract

Stroke merupakan penyebab cacat badan terbesar dari seluruh penyakit di dunia, sehingga menyebabkan penurunan produktifitas kerja usia dewasa yang akhirnya dapat menjadi beban sosial bagi keluarganya maupun masyarakat. Pasien pasca-stroke memiliki beberapa dampak yang dapat menghambat dalam proses penyembuhan, maka penting bagi penderita untuk memahami pentingnya rehabilitasi. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi pengalaman pasien pasca-stroke dalam menjalankan rehabilitasi di rumah. Metoda penelitian adalah kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif yang dilakukan pada bulan Mai 2023 dengan 6 partisipan dipilih dengan purposive sampling dari total populasi 62 orang, selanjutnya data dianalisa dengan analisis sistematik. Hasil penelitian didapatkan 5 tema: kurang pengetahuan dan informasi, keterbatasan fisik, kurang dukungan keluarga dan lingkungan, kendala finansial, dan kendala psikologis dan emosional. Disimpulkan bahwa keluarga sudah memberikan dukungan kepada pasien pasca-stroke, namun keterbatasan informasi, waktu dan keuangan dapat berdampak terhadap kurangnya dukungan yang mereka berikan. Hambatan yang dialami pasien selama melakukan rehabilitasi di rumah masih membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama yang berkaitan dengan aktifitas fisik.  Untuk aktifitas sosial pasien perlu membentuk self help group pada kelompok pasca-stroke yang dapat menjadi sarana untuk berhubungan sosial dan saling memberikan dukungan. Petugas kesehatan khususnya perawat perlu meningkatkan komunikasi informasi edukasi terkait masalah kelemahan yang dialami pasien pasca-stroke dan memberikan panduan rehabilitasi di rumah.
CORRELATION OF INDIVIDUAL CHARACTERISTICS WITH WORK STRESS IN CALL CENTER AGENTS Evi Maulani Rizki; Noeroel Widajati; Ayu Nurjanah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15713

Abstract

A call center job in the service industry requires providing the best client service possible. Call Center agents experience a variety of potential sources of stress in the course of performing their duties. This study tries to discover whether there is a connection between individual characteristics and workplace stress. This type of analytic observational study with a cross-sectional design with a population of 187 people with a sample of 45 people using simple random sampling at call center agents at PT. Infomedia Humanika Surabaya. Secondary data from company profiles and primary data from preliminary studies and questionnaires using the Depression Anxiety and Stress Scales instrument are utilized to collect the data. (DASS-42). Using the cross-tabulation analysis method, the de Vaus contingency coefficient is subsequently utilized to interpret the data. There is severe work stress of  51.1% for most workers, the relationship between gender and work stress is moderate (0.407), the relationship between age and work stress is moderate (0.588), the relationship between education level and low work stress (0.175), the relationship between marital status and low work stress (0.395). There is a moderate correlation between gender, age, and work stress, whereas the correlation between education level, marital status, and work stress is low.
ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA AHLI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK BERDASARKAN BEBAN KERJA DENGAN WISN Sandiva Alifia Arifin; Alifia Salma Pangestika; Thinni Nurul Rochmah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15718

Abstract

Unit laboratorium sebagai bagian dari layanan penunjang medis membutuhkan jumlah pegawai yang memadai agar mampu memberikan kualitas pelayanan terbaik sehingga meningkatkan kepuasan pasien dan mengurangi beban kerja pegawai. Unit laboratorium Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya menghadapi beberapa kendala dalam pelaksanaan kerja bagi tenaga ahli teknologi laboratorium medik yang diantaranya tingginya beban kerja subjektif, terbatasnya jumlah tenaga, adanya rangkap tugas, serta kondisi tidak menentu di tengah pandemi COVID-19. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menganalisis jumlah kebutuhan optimal tenaga ahli teknologi laboratorium medik di unit laboratorium Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya berdasarkan beban kerja dengan metode Workload Indicator Staffing Need (WISN). Penelitian dilakukan dengan deskriptif observasional dan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode daily log untuk melihat beban kerja berdasarkan kejujuran pencatatan yang ditulis langsung oleh pegawai serta kuesioner waktu kegiatan untuk mengetahui standar kegiatan pegawai. Sampel penelitian ini menggunakan total populasi yang ada yaitu seluruh tenaga ahli teknologi laboratorium medik di Unit Laboratorium Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya yang berjumlah 13 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan perhitungan kebutuhan tenaga dengan metode WISN, jumlah ahli teknologi laboratorium medik yang tersedia di unit laboratorium Rumah Sakit Al-Irsyad Surabaya masih mengalami kekurangan tenaga sebanyak 2 orang dari jumlah total kebutuhan tenaga yaitu 15 orang.
FAKTOR RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDS) PADA PERAWAT : LITERATURE REVIEW Wenta Chris Omega Manik; Fatma Lestari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15734

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs)  telah menjadi salah satu masalah kesehatan paling serius yang dihadapi pekerja di berbagai industri dan pekerjaan, dan tidak hanya berdampak pada individu saja tetapi juga substansial beban ekonomi. MSDs telah diakui sebagai salah satu cedera akibat kerja yang paling umum, dan perawat di bidang pelayanan medis yang telah diidentifikasi sebagai kelompok berisiko tinggi untuk cedera tersebut. Apabila melihat persentase pekerja yang bekerja di rumah sakit, maka didapati bahwa 48% pekerja merupakan perawat sehingga apabila perawat terkena MSDs maka kinerja pelayanan, aktivitas, kualitas kerja perawat akan menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor risiko MSDs pada perawat.Terdapat banyak faktor risiko yang menyebabkan MSDs pada perawat. Penelitian ini menggunakan metode literature review  dengan mengakses database online dengan kata kunci “Musculoskeletal Disorder, Faktor Risiko, dan Perawat”. Selanjutnya, 5.730 diperoleh dari Google Scholar , 280 jurnal diperoleh  dari PubMed.Gov, dan 243 jurnal diperoleh dari Elsevier dengan total 6.253 jurnal. Kemudian dengan memperhatikan kriteria inklusi  dan eksklusi dalam proses screening maka diperoleh 18 jurnal yang memenuhi kriteria. Maka, berdasarkan dari jurnal yang telah terpilih diperoleh hasil mengenai faktor risiko dari MSDs adalah  postur janggal, jam kerja, masa kerja, riwayat kesehatan, umur, aktivitas fisik/olahraga, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan psikososial. Perlu dilakukan pengendalian untuk menurunkan kejadian MSDs pada perawat seperti berolahraga dengan cukup dan melakukan peregangan ketika bekerja.
BLOOD LEAD LEVELS AS RISK FACTOR FOR PREECLAMPSIA IN ASIAN CONTINENT: A SYSTEMATIC REVIEW Risha Meilinda Marpaung; Ema Hermawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15735

Abstract

Preeclampsia is a hypertensive disorder in pregnancy which complicates around 2-8% of all pregnancies in the world. Based on estimates from the World Health Organization (WHO), the prevalence of preeclampsia in developing countries is seven times higher than in developed countries. Preeclampsia also causes death of pregnant women in Africa and Asia, around 9%. Increased serum lead levels of pregnant women are associated with an increased risk of preeclampsia. This systematic review study aims to review articles discussing whether blood lead levels are a risk factor for preeclampsia in Asian Continent. This research is a systematic review using PRISMA guidelines. Articles were obtained from several scientific databases, such as Pubmed, Google Scholar, ProQuest, Scopus, and Science Direct (published between 2015 and 2022), using relevant keywords including ("Blood Lead" OR "Lead exposure") AND ("Risk factor") AND ("Preeclampsia") AND ("Pregnant women" OR "Pregnant mother"). Majority of article exposures have the same results regarding the effects of lead exposure in pregnant women with preeclampsia in various countries on the Asian Continent. Results showed that there was significant increase in blood lead levels in the group of pregnant women with preeclampsia compared to pregnant women without complications. We conclude that lead in the blood can be a risk factor for preeclampsia in pregnant women on the Asian Continent. Further research is highly expected to assess the relationship between lead exposure and preeclampsia in pregnant women through experimental studies with larger study samples in the exposed and unexposed groups.  
ANALISIS KARAKTERISTIK PEKERJA TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN APD DIBEBERAPA UNIT PT.X KOTA PALEMBANG Nur Afni Sulastina; Indri Lestari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15736

Abstract

Kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan derajat seseorang mau mengikuti aturan yang telah diatur oleh organisasi dalam menggunakan seperangkat alat keselamatan untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh dari bahaya dan penyakit akibat bekerja. Tujuan penelitian adalah diketahuinya karakteristik pekerja terhadap kepatuhan penggunaan alat pelindung diri di Beberapa Unit PT. X Kota Palembang. Desain penelitian ini kuantitatif deskriptif, dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 52 orang dan sampel penelitian yang diambil sebanyak 52 sampel, tehnik pengambilan sampel bersifat total sampling.Variabel penelitian yaitu usia dan pendidikan. Alat untuk pengumpulan data dan metode analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian adalah karakteristik pekerja terhadap kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri sebanyak 52 sampel sebanyak 30 sampel (42,3%) yang patuh. Berdasarkan usia ada 26 sampel (50%) berusia muda < 45 tahun dan 4 sampel (7,7%) berusia tua > 45 tahun yang patuh, p value = 0, 975 dan OR 0,974. Berdasarkan pendidikan ada 4 sampel (7,7%) pendidikan menengah bawah dan 26 sampel (50%) pendidikan menengah atas yang patuh, p value = 0,632 dan OR 1,444. Kesimpulannya tidak ada hubungan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri dengan usia dan pendidikan.
ANALISIS FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI KABUPATEN MOROWALI UTARA Dhanny E. P. Lagarense; Windy M. V. Wariki; Aaltje E. Manampiring
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.15739

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan masalah kesehatan serius yang harus segera ditangani oleh tenaga medis atau dikontrol oleh penderita itu sendiri. Secara global, prevalensi, insiden, dan kematian akibat DM tipe 2 terus meningkat. Deteksi dini faktor risiko diharapkan dapat menurunkan angka kejadian DM tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko usia, riwayat keluarga, pola makan, dan jenis kelamin dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 di Kabupaten Morowali Utara. Sampel pada penelitian ini berjumlah 94 responden, diambil dengan teknik simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Data yang diperoleh dianalis menggunakan analisis univariat, analisis bivariat, dan analisis multivariat. Hasil analisis hubungan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian DM tipe 2 (p=0,004), riwayat keluarga dengan kejadian DM tipe 2 (p<0,001), pola makan dengan kejadian DM tipe 2 (p<0,001) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian DM tipe (p=1,000). Secara simultan faktor risiko yang paling berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 adalah pola makan yang dikontrol oleh variabel confounding usia dan riwayat keluarga. Kesimpulan dalam penelitian yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara usia, riwayat keluarga dan pola makan dengan kejadian DM tipe 2 di Kabupaten Morowali Utara, dan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian DM tipe 2 adalah pola makan.

Page 92 of 435 | Total Record : 4346