cover
Contact Name
Otto Fajarianto
Contact Email
ofajarianto@gmail.com
Phone
+6281296890687
Journal Mail Official
ofajarianto@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pemuda Raya No.32, Sunyaragi, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Agroswagati : Jurnal Agronomi
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGROSWAGATI diterbitkan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati. JURNAL AGROSWAGATI tujuannya merupakan kumpulan karya tulis ilmiah hasil riset maupun konseptual bidang agronomi dengan ruang lingkup Budidaya tanaman, Aspek tanah, OPT, Mekanisasi, Pemuliaan, Ilmu dasar tanaman. JURNAL AGROSWAGATI menerima tulisan dari para akademisi maupun praktisi dengan proses blind review, sehingga dapat diterima disetiap kalangan dengan penerbitan jurnal ilmiah berkala terbit setiap dua kali dalam setahun periode Maret dan Oktober dengan nomor p-ISSN 2339-0085 serta e-ISSN 2580-5185.
Articles 169 Documents
PENGARUH KOMBINASI TAKARAN PUPUK UREA DAN SP-36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) Amran Jaenudin; Adib Nahdudin
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v2i1.1809

Abstract

The  objective  of  the  research  is  to  knowthe effects of the combination of Urea Fertilizer and SP-36 on growth and yield of onion (Allium fistulosum L.) and to determine dose combination of urea and SP-36 best effect, on growth and yield of onion (Allium fistulosum L.). The study was conducted from July to September 2013. The method used to experimental method with a Randomized Block Design (RBD) consists of two factors, namely urea and SP-36. Combination treatments with as much as 9 combination treatments was repeated 3 times, so there are 27 experimental units. Implementation of research activities include land preparation, seed preparation, planting, maintenance, and harvesting. Observed variables, namely : plant height (cm), number of leaves (pieces), number of tillers (fruit), fresh weight per clump (g), fresh weight per plot (kg), nett weight per clump (g), and the nett weight per plot (kg). Treatments dose the combination of Urea 300 kg/ha and SP-36 300 kg/ha, which shows real results, the highest number of tillers with an average 6.0 age 56 (Day After Plant), fresh weight of 137.0 g per clump, fresh weight of 6.14 kg per plot age 60 (Day After Plant), the nett weight of 132.0 g per clump, and the nett weight of 6.06 kg per plot age 60 (Day After Plant).The  objective  of  the  research  is  to  knowthe effects of the combination of Urea Fertilizer and SP-36 on growth and yield of onion (Allium fistulosum L.) and to determine dose combination of urea and SP-36 best effect, on growth and yield of onion (Allium fistulosum L.). The study was conducted from July to September 2013. The method used to experimental method with a Randomized Block Design (RBD) consists of two factors, namely urea and SP-36. Combination treatments with as much as 9 combination treatments was repeated 3 times, so there are 27 experimental units. Implementation of research activities include land preparation, seed preparation, planting, maintenance, and harvesting. Observed variables, namely : plant height (cm), number of leaves (pieces), number of tillers (fruit), fresh weight per clump (g), fresh weight per plot (kg), nett weight per clump (g), and the nett weight per plot (kg). Treatments dose the combination of Urea 300 kg/ha and SP-36 300 kg/ha, which shows real results, the highest number of tillers with an average 6.0 age 56 (Day After Plant), fresh weight of 137.0 g per clump, fresh weight of 6.14 kg per plot age 60 (Day After Plant), the nett weight of 132.0 g per clump, and the nett weight of 6.06 kg per plot age 60 (Day After Plant).
PENGARUH PEMANGKASAN PUCUK DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glicyne Max. L., Merril) VARIETAS ANJASMORO Sumiyanah Sumiyanah; Iman Sunkawa
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v6i1.1950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh pemangkasan pucuk dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine Max. L., Merril.) Varietas Anjasmoro, (2) panjang pemangkasan pucuk dan dosis pupuk nitrogen yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine Max. L., Merril.) Varietas Anjasmoro dan (3) korelasi antara komponen pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine Max. L., Merril.) Varietas Anjasmoro. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Pengembangan Benih Palawija Desa Plumbon Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon, dari bulan April sampai dengan bulan Juli 2017. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu panjang pemangkasan pucuk dan dosis pupuk nitrogen yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu panjang pemangkasan pucuk (P) terdiri dari tiga taraf yaitu: P1 (tanpa pemangkasan), P2 (pemangkasan satu ruas dari atas), dan P3 (pemangkasan 2 ruas dari atas). Faktor kedua yaitu dosis pupuk nitrogen (N) yang terdiri dari tiga taraf yaitu: N1 (Urea 50 kg/ha), N2 (Urea 100 kg/ha), dan N3 (Urea 150 kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat interaksi antara pemangkasan pucuk dan pupuk nitrogen pada parameter bobot bintil akar umur 35 HST dan bobot biji kering per petak. Perlakuan pemangkasan pucuk berpengaruh nyata secara mandiri terhadap tinggi tanaman umur 30, 37, dan 44 HST, jumlah daun trifoleat umur 30, 37, dan 44 HST, jumlah cabang umur 35, 42, dan 49 HST, jumlah cabang produktif,  jumlah bunga umur 37 HST, bobot polong per rumpun dan bobot polong per petak. Sedangkan perlakuan pupuk nitrogen secara mandiri berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 30, 37, dan 44 HST, jumlah daun trifoleat umur 37, dan 44 HST, volume akar umur 35 HST, (2) Perlakuan pemangkasan pucuk dan pupuk nitrogen menunjukkan interaksi yang nyata terhadap bobot biji kering per petak.  Interaksi pertama ditunjukkan oleh perlakuan tanpa pemangkasan (P1) dan pemberian dosis pupuk nitrogen 100 kg urea/ha (N2) dengan produksi 2.074,59 gram atau setara dengan 2,77 ton/ha, interaksi kedua ditunjukkan oleh perlakuan pemangkasan pucuk satu ruas dari atas (P2) dan pemberian dosis pupuk nitrogen 150 kg urea/ha (N3) dengan produksi 2.020,29 gram atau setara dengan 2,69 ton/ha, dan interaksi ketiga yang merupakan interaksi tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan pemangkasan pucuk dua ruas dari atas (P3) dan pemberian dosis pupuk nitrogen 100 kg urea/ha (N2) dengan produksi 2.116,04 gram atau setara dengan 2,82 ton/ha. Konversi ke tonase dengan asumsi luas lahan produksi efektif 80%, dan (3) Tidak terdapat korelasi secara nyata antara tinggi tanaman, jumlah daun trifoleat, jumlah cabang, jumlah cabang produktif, jumlah bunga, volume akar, bobot bintil akar, dan jumlah bintil akar dengan bobot biji kering per petak.
PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMBILAN KULTIVAR KEDELAI (Glycine max (L.) Merill) DALAM SISTEM TANAM TUMPANGSARI DENGAN JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata Strut) Lupi Anggraeni; Umi Trisnaningsih; Siti Wahyuni
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v8i1.4057

Abstract

Soybean cultivation can be done in monoculture or intercropping systems. The purpose of this study was to determine the growth and yield of soybean (Glycine max (L.) Merill) on intercropping with sweet corn (Zea mays Saccharata). This experiment was carried out in Getasan Village, Depok District, Cirebon Regency, from April to July 2019. The experimental method used was Randomized Complete Block Design (RCBD), with cultivars as treatments. The treatments consisted of nine soybean cultivars, namely: Agromulyo, Anjasmoro, Baluran, Burangrang, Dega 1, Ring 1, Devon 1, Grobogan, and Willis. The plot size used is 2m x 3m. Soybean spacing is 25 cm x 25 cm, whereas sweet corn is 75 cm x 25 cm. Corn is planted 10 days after planting soybeans. The results showed that there were significant effects of nine cultivars intercropped with sweet corn on the variables tested, except for the number of trifoliate leaves, stem diameter and leaf area. Grobogan's cultivar soybeans gave better growth and yields than other cultivars with a dry seed weight of 2.07 kg plot-1.
PENGARUH KONSENTRASI ZPT GA3 DAN LAMANYA PERENDAMAN BENIH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU (Phaseolus vulgari) VARIETAS SRITI Linda Permasi Dewi
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v3i1.809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT GA3 dan lamanya perendaman benih terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Kacang Hijau (Phaseolus vulgari) varietas sriti. Penelitian ini menggunakan metode percobaan yang dilaksanakan di lahan di BPBP Plumbon Kecamatan Plumbon Kabupaten Cirebon. Penelitian ini dilakukan pada bulan April sampai Agustus 2013. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial diulang dua kali dengan dua faktor, terdiri dari Giberellin (GA3) sebagai faktor pertama yang terdiri dari 4 taraf yaitu : G1 = 10 ppm, G2 = 20 ppm, G3 = 30 ppm, G4 = 40 ppm. Lamanya perendaman benih ebagai fktor yang kedua terdiri dari 4 taraf yaitu : R1 = 2 jam, R2 = 4 jam, R3 = 6 jam, R4 = 8 jam. Variabel yang diamati meliputi Daya Tumbuh, Tinggi Tanaman, Jumlah Cabang, Jumlah Daun, Jumlah Polong per Tanaman, Jumlah Biji per Tanaman, Bobot Biji Kering per Tanaman, Bobot Biji Kering per Petak, dan Bobot 100 Biji Kering. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya pengaruh interaksi antara Lamanya Perendaman Benih dan Giberellin (GA3) terhadap Daya Tumbuh 5 hst, Tinggi Tanaman umur 21 dan 28 hst, Jumlah Biji per Tanaman pada Kacang Hijau (Phaseolus vulgari) Varietas Sriti.Pengaruh mandiri konsentrasi ZPT GA3  dan Lamanya Perendaman Benih berpengaruh nyata terhadap Jumlah Polong per Tanaman, bobot Biji kering per Petak dan Bobot 100 Biji Kering. Terdapat Korelasi positif yang nyata antara Jumlah Daun (21 hst), dengan Bobot Biji Kering per Tanaman Kacang Hijau.
PENGARUH KOMBINASI TAKARAN PUPUK NITROGEN DAN PUPUK ORGANIK GRANULAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica parachinensis Bailey) KULTIVAR PAKCHOY Supriatna Supriatna; A Harijanto; Tety Sucianti
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v5i2.1919

Abstract

This study aims to determine the effect of Combination of Nitrogen Fertilizer and Granular Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Caisim (Brassica chinensis Bailey) Cultivator Pak Choy. The experiment was carried out on the experimental site of the Cigugur Fisheries and Forestry Extension Center (BP3K) in Cisantana Village, Cigugur Subdistrict, Kuningan Regency, West Java Province. Land in the experiment area includes latosol soil type, rainfall including medium type (D), and height of 700 meters above sea level (asl). The time of the research was conducted from September to October 2012.The experimental method used was using the experimental method with factorial randomized block design (RBD), consisting of 16 combinations, namely treatment A (nitrogen 45 kg / ha, 0 kg POG / ha), B (nitrogen 90 kg / ha, 0 kg POG / ha), C (nitrogen 135 kg / ha, 0 kg POG / ha), D (nitrogen 180 kg / ha, 0 kg POG / ha), E (nitrogen 45 kg / ha, 425 kg POG / ha), F (90 kg nitrogen / ha, 425 kg POG / ha), G (135 kg nitrogen / ha, 425 kg POG / ha), H (180 kg nitrogen / ha, 425 kg POG / ha), I (45 kg nitrogen / ha, 850 kg POG / ha), J (nitrogen 90 kg / ha, 850 kg POG / ha), K (nitrogen 135 kg / ha, 850 kg POG / ha), L (nitrogen 180 kg / ha, 850 kg POG / ha), M (45 kg nitrogen / ha, 1275 kg POG / ha), N (90 kg nitrogen / ha, 1275 kg POG / ha), O (nitrogen 135 kg / ha, 1275 kg POG / ha), P (180 kg nitrogen / ha, 1275 kg POG / ha). Each treatment was repeated 2 times, so 32 trial plots were obtained.The variables observed were plant height, number of leaves, gross weight per plant, gross weight per plot, net weight per plant, and net weight per plot. The results showed a significant effect of the dose of nitrogen fertilizer and granular organic fertilizer on plant age of 30 HST, number of leaves aged 10 and 30 HST, gross weight per plot, and net weight per plot. The dose of nitrogen fertilizer 90 kg / ha and granular organic fertilizer 850 kg / ha shows the best influence on net weight per plot which produces production of 20.70 kg / plot or equivalent to 82 tons / ha.
PENGARUH INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN KACANG MERAH R. Siti Mustika Ningsih
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v7i1.2844

Abstract

Red beans (Phaseolus vulgaris) is the plant that classified to the tribe papilionaceae or legums. Red beans is legume crop commodity which a lot of Indonesian people like. That process of red beans growth occur through three steps, that is germination, primary and secondary growth. Germination marked by the appearance of radicles or plumula from inside the seeds. Red beans germination marked by cotyledon removal and plumula to the ground. Elongation of red beans occur in hypocotyl. The next process is primary growth that occur the embryo growth, stem ends and root tips. The last step is secondary growth, this step is the activity of cambium that forming secondary xylem and phloem. This red beans growth can’t separate from various factors that influence one of factors that influential is light. Light is influential factor that plant needs for do photosynthesis. In the plant the more light obtained will cause obstruction growth from the plant because the light will broke the work of growth hormone (auxin). So, plant that get a good light have shorter stems than plant that doesn’t get light.
PENGARUH APLIKASI BEBERAPA PUPUK ORGANIK PABRIKAN DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG TERHADAP SERAPAN N, PERTUMBUHAN, DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS INPARI 19 Nurkholis Khasan
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v3i2.800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh interaksi antara aplikasi beberapa pupuk organik pabrikan dan jumlah bibit per lubang terhadap serapan N, pertumbuhan, dan hasil tanaman padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 19 (2)  pupuk organik apa dan jumlah bibit berapa yang menghasilkan serapan N, pertumbuhan, dan hasil padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 19 terbaik, dan (3) korelasi antara komponen pertumbuhan dengan hasil padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 19. Penelitian  dilaksanakan di lahan sawah Desa Sumuradem Timur Kecamatan Sukra Kabupaten Indaramayu Propinsi Jawa Barat, dari bulan Juli sampai dengan bulan Oktober 2013. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), pola faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu pupuk organik pabrikan dan jumlah bibit per lubang yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat pengaruh interaksi antara aplikasi beberapa pupuk organik pabrikan dan jumlah bibit per lubang terhadap tinggi tanaman per rumpun 3 dan 5 Minggu Setelah Pindah Tanam, jumlah anakan per rumpun umur 3 dan 7 MSPT, jumlah anakan produktif, dan gabah kering panen per petak. Aplikasi beberapa pupuk organik pabrikan dan jumlah bibit per lubang secara mandiri berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman per rumpun umur 7 MSPT dan jumlah bulir per malai, (2) perlakuan Pupuk Kujang atau Pupuk Petroganik 500 kg/ha dan 1 bibit per lubang memberikan hasil yang terbaik untuk gabah kering panen per petak sebesar 7,47 kg/petak (9,96 ton/ha) dan 7,45 kg/petak (9,93 ton/ha), (3) tidak terdapat hubungan positif yang signifikan nyata antara tinggi tanaman dan jumlah anakan per petak dengan hasil gabah kering giling per petak.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Kultivar Pasira Dan Lebat-3 A. Harijanto; Dudung Abd; Ipan Kurniawan
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v4i2.1856

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.) Kultivar Pasira dan Lebat-3. Percobaan dilaksanakan di lahan sawah UPT BP3K Jalaksana, Desa Manislor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan. Lokasi penelitian memiliki Jenis tanah lempung berliat, pH 5,88 (agak masam), suhu 220C – 260C, ketinggian 600 m dpl (di atas permukaan laut), kelembaban udara 60 % dan curah hujan 2030 mm/tahun. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2013 sampai dengan Agustus 2013. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan adalah konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari 5 taraf terhadap dua kultivar tanaman buncis, yaitu : 0 ml/l, 1 ml/l, 2 ml/l, 3 ml/l, dan 4 ml/l.Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah polong per rumpun, panjang polong, bobot polong per rumpun dan bobot polong per petak.  Hasil penelitian menunjukan bahwa kombinasi perlakuan pupuk organik cair dan kultivar buncis berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun per rumpun (30 HST, 35 HST dan 45 HST), jumlah polong, bobot polong per rumpun dan bobot polong per petak.Pada kultivar Pasira, pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 2 ml/l menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 214,2 cm pada umur 35 HST, 236,33 cm pada umur 40 HST, dan 237,27 cm pada umur 45 HST,  serta bobot polong per petak 3,22 kg/petak yang setara dengan 8,59 ton/ha. Sedangkan pada kultivar Lebat-3, pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 2 ml/l menghasilkan tinggi tanaman tertinggi yaitu 225,73 cm pada umur 35 HST, 253,93 cm pada umur 40 HST dan 254,53 cm pada umur 45 HST, serta bobot polong per petak 3,94 kg/petak yang setara dengan 10,51 ton/ha.Terdapat korelasi antara tinggi tanaman umur 35 HST, dengan bobot polong buncis per petak dan tidak terdapat korelasi antara jumlah daun dengan bobot polong buncis per petak pada Kultivar Pasira. Sedangkan pada Kultivar Lebat-3, terdapat korelasi antara tinggi tanaman umur 35 HST, 40 HST, dan 45 HST dengan bobot polong buncis per petak dan terdapat korelasi antara jumlah daun umur 35 HST dengan bobot polong buncis per petak.
Pengaruh Tinggi Genangan Air dan Macam Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil, Serapan Unsur Hara N, P dan K Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Kultivar Invari 10 Adi Oksifa Rahma Harti; - Alfandi
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v1i2.790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh tinggi genangan air dan macam pupuk organik pada pertumbuhan, hasil dan serapan unsur hara N, P dan K pada  tanaman padi (Oryza sativa. L) Kultivar Inpari 10, (2) tinggi genangan air berapa dan macam pupuk organik yang terbaik terhadap pertumbuhan,produksi dan serapan hara N, P dan K pada tanaman Padi (Oryza sativa. L) Kultivar Inpari 10 dan (3) hubungan antara serapan hara N, P dan K dengan produksi padi (Oryza sativa. L) Kultivar Inpari 10. Penelitian  dilaksanakan di Desa Tolengas, Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang. Percobaan dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Agustus 2012.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian terdiri atas sembilan kombinasi perlakuan tinggi genangan air dan macam pupuk organik yang diulang 3 kali. Kombinasi perlakuan: A (500 kg Petroganik/ha, tinggi genangan air 0 cm), B (500 kg Petroganik/ha, tinggi genangan air 4 cm), C (500 kg Petroganik/ha, tinggi genangan 8 cm), D (500 kg Kujang/ha, tinggi genangan 0 cm), E (500 kg Kujang/ha, tinggi genangan air 4 cm), F (500 kg Kujang/ha, tinggi genangan air 8 cm), G (500 kg ABG BIOS/ha, tinggi genangan air 0 cm), H (500 kg ABG BIOS/ha, tinggi genangan air 4 cm), dan I (500 kg ABG BIOS/ha, tinggi genangan air 8 cm),Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) kombinasi perlakuan tinggi genangan air dan macam pupuk organik berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, komponen hasil, hasil, serapan hara N, P dan K pada tanaman padi (Oryza sativa L) Kultivar Inpari 10, (2) tinggi genangan air 0 cm (macak-macak) yang dikombinasikan dengan pupuk organik petroganik memberikan jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, jumlah gabah hampa per malai, bobot gabah per pot, serta serapan N dan P terbaik, dan (3) terdapat hubungan positif yang signifikan antara serapan N, P dan K dengan bobot kering panen per pot.
PENGARUH BEBERAPA CARA PENGENDALIAN HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera exigua hubn) TERHADAP INTENSITAS SERANGAN DAN PERTUMBUHAN SERTA HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalocicum l.) KULTIVAR BIMA Wijaya Wijaya; Siti Wahyuni; Dendi Dendi
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v2i2.1823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh cara pengendalian hama hama ulat grayak (Spodopetra exigua), terhadap intensitas serangan serta pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, dan (2) cara pengendalian hama mana yang dapat menekan intensitass serangan hama Cara pengendalian hama ulat grayak (Spodopetra exigua) yang dapat menekan intensitas serngan, serta pertumbuhan dan hasil bawang merah yang paling baik. Percobaan dilaksanakan di Desa Pabedilan Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon, dari Mei sampai dengan bulan Juli 2013.           Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan, masing-masing diulang 5 kali. Perlakuan terdiri dari : A (Tanpa shading net dan pestisida), B (shading net putih), C (shading net biru), D (SE-NPV), dan E (pestisida).            Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Shading net dan SE-NPV memberikan pengaruh yang nyata terhadap penekanan hama ulat grayak (Spodopetra exigua), serta pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, dan (2) Shading net putih dan biru memberikan pengaruh paling baik terhadap penekanan ulat grayak, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, diameter umbi, bobot umbi segar per rumpun, bobot umbi kering per rumpun dan per petak. Shading net putih dn biru memberikan bobot umbi kering tertinggi yaitu 15,50 kg dan 14,45 kg per petak atau setara dengan 12,40 ton dan 11,56 ton per hektar 

Page 7 of 17 | Total Record : 169