cover
Contact Name
Nurmaladewi
Contact Email
Nurmaladewi@uho.ac.id
Phone
+6285399978338
Journal Mail Official
jkl-uho@uho.ac.id
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu Jln. H.E.A. Mokodompit
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 27235203     DOI : http://dx.doi.org/10.37887/jkl-uho
Core Subject : Health,
Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan Lingkungan Unversitas Halu Oleo berasal dari penelitian dalam bidang Kesehatan Lingkungan
Articles 129 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN DENGAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN KADIA KOTA KENDARI TAHUN 2022 Rindi Antika; Jumakil Jumakil; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i4.33213

Abstract

Permasalahan sampah seringkali terjadi di sekitaran sungai tidak terkecuali sungai Wanggu yang ada di Kota Kendari Kecamatan Kadia. Hal ini diakibatkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat yang tinggal disekitaran sungai tersebut tentang permasalahan sampah dan dampak yang dapat di timbulkan oleh sampah. Tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat dengan pengelolaan sampah di Kecamatan Kadia Kota Kendari Tahun 2022. Jenis penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif bersifat survei analitik dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi pada penelitian ini adalah Seluruh Masyarakat yang ada di kecamatan Kadia Kota Kendari. Adapun Sampel dalam penelitian ini menggunakan Simple random Sampling dengan jumlah Sampel 381 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi kemudian di analisis dengan uji Chi- Square.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan dengan pengelolaan sampah di kecamatan kadia memiliki status baik, hubungan sikap dengan pengelolaan sampah status baik,  hubungan tindakan dengan pengelolaan sampah di kecamatan kadia memiliki status baik dan hubungan dengan pengelolaan sampah di kecamatan kadia memiliki status baik. Terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara pengetahuan dengan pengelolaan sampah dengan p-value = 0,000 (p<0,005), Artinya semakin baik pengetahuan akan semakin baik pula pengelolaan sampah. Terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara sikap dengan pengelolaan sampah dengan p-value = 0,000 (p<0,005), artinya semakin baik sikap akan semakin baik pula pengelolaan sampah. Terdapat hubungan yang saling mempengaruhi antara tindakan dengan pengelolaan sampah dengan p-value = 0,001 (p<0,005), artinya semakin baik tindakan akan semakin baik pula pengelolaan sampah.
ANALISIS KUALITAS AIR MINUM PADA DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI KELURAHAN ANDUONOHU KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI Muthmainnah Muthmainnah; Jafriati Jafriati; Sri Tungga Dewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i3.32580

Abstract

Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat adalah melalui pemanfaatan air minum isi ulang (AMIU) dari depot air minum (DAM) sehingga usaha depot pengisian air minum tumbuh subur di mana-mana namun kualitas air minum tersebut belum tentu layak untuk dikonsumsi masyarakat, yang mana air minum yang layak konsumsi harus sesuai dengan persyaratan Permenkes RI Nomor 492 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kualitas Air Minum pada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) di Kelurahan Anduonohu Kecamatan Poasia Kota Kendari Tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif observasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan keseluruhan 13 (100%) DAMIU tidak berbau, berwarna, dan berasa. Keseluruhan 13 (100%) DAMIU keberadaan zat fluorida yaitu berada yaitu  1,5 mg/l, dan dari 13 DAMIU terdapat 2 (15,4%) DAMIU yang positif ditemukan bakteri Escherichia coli. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ditinjau dari kualitas fisik air minum yaitu bau, warna, dan rasa keseluruhan 13 DAMIU memenuhi syarat sesuai dengan Permenkes RI No.492/MENKES/PER/IV/2010, ditinjau dari keberadaan zat fluorida keseluruhan 13 DAMIU memenuhi syarat sesuai dengan Permenkes RI No.492/MENKES/PER/IV/2010, dan ditinjau dari keberadaan bakteri Escherichia coli sebagian besar telah memenuhi syarat sesuai dengan Permenkes RI No.492/MENKES/PER/IV/2010.
GAMBARAN SANITASI DASAR DI WILAYAH PESISIR LAMAPU KECAMATAN KOLONO KABUPATEN KONSEL Hartati Bahar; Febriana Muchtar
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i3.32654

Abstract

Kondisi sehat dapat diciptakan dengan lingkungan yang sehat di Rumah Tangga. Sanitasi lingkungan dasar meliputi penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, jamban, dan saluran pembuangan air limbah. Menurut data riskesdas 2018 sanitasi dasar yang paling tinggi proporsi masalahnya di Konawe Selatan adalah tempat pembuangan sampah yaitu 7,91 % ditanam dan diangkut, dan 73,44 persen dibakar. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran sanitasi dasar masyarakat di wilayah pesisir Lamapu. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif  dengan Jumlah sampel sebanyak 66 KK. Tehnik pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  91,3 % (63 KK) menggunakan sumur gali yang memenuhi syarat dalam memenuhi kebutuhan air bersihnya,  91,3% (63 KK)  tidak memiliki tempat pembuangan sampah,  42 % (29 KK)  tidak mempunyai jamban keluarga, 17 KK (37,8%) memiliki SPAL yang tidak memenuhi syarat. Keadaan sanitasi dasar yang paling banyak tidak memenuhi syarat adalah pembuangan tempat sampah. Disarankan agar dilakukan edukasi tentang pentingnya memiliki sarana kesehatan lingkungan yang memenuhi syarat utamanya kepemilikan tempat sampah.
ANALISIS KANDUNGAN METHANYL YELLOW PADA NASI KUNING DI AREA KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI Selin Adelia Mustawan; Nurmaladewi Nurmaladewi; Putu Eka Meiyana Erawan
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i4.33214

Abstract

Nasi kuning merupakan hidangan nasi berwarna kuning yang merupakan makanan khas Indonesia yang biasanya sering dikonsumsi masyarakat untuk sarapan pagi. Nasi kuning dibuat dengan memasak menggunakan beberapa bahan tertentu salah satunya menggunakan pewarna alami. Tetapi seiring berjalannya waktu banyak produsen yang mulai menggunakan pewarna yang bukan merupakan pewarna alami, yaitu salah satu contohnya methanyl yellow. Methanyl yellow adalah pemberi warna kuning, yang biasa digunakan untuk industri tekstil dan cat. Methanyl yellow dilarang untuk digunakan pada makanan karena senyawa ini bersifat iritan sehingga jika tertelan, dapat menyebabkan iritasi saluran cerna, mual, muntah, sakit perut, diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah tedapat kandungan methanyl yellow pada nasi kuning di area Kecamatan Abeli Kota Kendari Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Instrumen penelitian pada pemeriksaan laboratorium menggunakan tes kit methanyl yellow. Hasil pengamatan karakteristik nasi kuning yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo terhadap 30 sampel nasi kuning, terdapat 10 sampel nasi kuning yang mempunyai karakteristik warna kuning pucat, dan 20 sampel nasi kuning yang mempunyai karakteristik warna mencolok tidak berpendar. Hasil penelitian dari 30 sampel nasi kuning yaitu mendapatkan hasil  negatif Methanyl yellow. Kesimpulannya nasi kuning yang dijual di Kecamatan Abeli aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat karena menggunakan pewarna alamiyang sesuai dengan Permenkes RI Nomor 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan.
KONDISI FISIK SUMUR GALI DAN KANDUNGAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI DALAM AIR SUMUR GALI DI KELURAHAN ANGGALOMELAI KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI Sitti Shomadyna Zayarti; Asnia Zainuddin; Fithria Fithria
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i3.32581

Abstract

Air adalah salah satu sumber kebutuhan mahkluk hidup, baik manusia, hewan dan tumbuhan. Menurut laporan World Health Organization (WHO) dan UNICEF,  dari miliaran orang di seluruh dunia yang sering menderita dari buruknya akses ke air, sanitasi dan kebersihan, sekitar 2,2 miliar orang di seluruh dunia yang tidak memiliki layanan air minum yang di kelola dengan aman dan baik. Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air akan dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Dengan demikian kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain. Mulai dari kandungan yang terdapat dalam air tersebut hingga sumber dari air itu sendiri. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fisik sumur gali dengan  kandungan bakteri Escherichia coli dalam air sumur gali  di Kelurahan Anggalomelai Kecamatan Abeli Kota Kendari Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua sumur gali yang aktif digunakan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat di kelurahan anggalomelai kecamatan abeli yang berjumlah 45 buah sumur gali dan 10 sumur yang digunakan sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa dari ke-10 sampel air sumur gali yang berada di Kelurahan Anggalomelai, dimana 7 sumur gali  mengandung Escherichia Coli Sedangkan 3 sumur gali lainnya tidak mengandung bakteri Escherichi Coli dan masih memenuhi syarat yang sesuai dengan baku mutu Permenkes No.492/Menkes/Per/IV/2010 yaitu sumur 8,9 dan 10. Ditemukan bakteri Escherichia. Coli pada 7 air sumur gali yang berada di Kelurahan Anggalomelai dapat disebabkan oleh sumber baku air yang tercemar karena keadaan lingkungan yang kurang bersih.
GAMBARAN SARANA SANITASI LINGKUNGAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA WAWATU KECAMATAN MORAMO UTARA KABUPATEN KONAWE SELATAN Nurhalisa Nurhalisa; Fifi Nirmala G.; La Ode Ahmad Saktiansyah
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i4.33203

Abstract

Sanitasi lingkungan merupakan suatu usaha untuk mencapai lingkungan sehat melalui pengendalian faktor lingkungan fisik, khususnya hal-hal yang memiliki dampak merusak perkembangan fisik kesehatan dan kelangsungan hidup manusia. Masalah utama sanitasi lingkungan masyarakat Desa Wawatu adalah masih banyak masyarakat yang tidak mengerti tentang cara berperilaku hidup bersih dan sehat seperti kurangnya pengetahuan dan inisiatif dalam kebersihan wadah penampungan air minum ,sarana jamban keluarga , saluran pembuangan air limbah (SPAL) dan sarana pembuangan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sarana sanitasi lingkungan masyarakat pesisir di Desa Wawatu Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei observasional .Sampel yang digunakan yaitu 92 sampel. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sarana air minum memenuhi syarat kesehatan yakni sebanyak 68 orang (73,9%) serta  tidak memenuhi syarat yakni sebanyak 24 orang (26,1%), jamban keluarga yang memenuhi syarat yakni sebanyak 11 orang (12,0%) dan tidak memenuhi syarat sebanyak 81 orang (88,0 %), serta sarana pembuangan air limbah yang memenuhi syarat sebanyak 19 orang (20,7%) dan tidak memenuhi syarat sebanyak 73 (79,3%) adapun sarana pembuangan sampah yang memenuhi syarat sebanyak 11 orang (12,0%) dan tidak memenuhi syarat 81 orang (88 %). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sarana sanitasi lingkungan yaitu sarana air minum sudah memenuhi syarat sedangkan sarana jamban keluarga , pembuangan air limbah dan tempat pembuangan sampah yang ada di desa wawatu belum memenuhi syarat.
PERILAKU PENCEGAHAN DBD PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN KORUMBA KECAMATAN MANDONGA KOTA KENDARI Hartati Bahar; Farming Farming; Asriati Asriati; Cahyaning Teguh Fitria; Dinda Dinda; Rukmyasannah Rukmyasannah; Sri Rahmawati
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i4.33296

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit DBD biasanya muncul sepanjang tahun dan menyerang seluruh manusia di semua kalangan umur, terutama pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku pencegahan DBD pada masyarakat di Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga Kota Kendari  Sulawesi Tenggara. Metode penelitian inimenggunakan pendekatan deskriptif mengunakan kuesioner dengan jumlah sampel populasi sebanyak 42 orang (Satu RT) dan sampel sebanyak sebanyak 30 responden. Tehnik pengambilan dilakukan secara cluster random sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 30 responden yang diteliti, terdapat 3 variabel yang sangat di pengaruhi oleh pengetahuan,sikap,dan tindakan terhadap masyarakat Kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga kota kendari  Sulawesi Tenggara  tentang DBD yaitu dari tingkat pengetahuan responden masuk dalam kategori cukup sebesar (70,0%) 21 responden, dan pada sikap responden tergolong positive dengan kategori sebesar (80,0%) 24 responden, sedangkan pada tindakan responden di dapatkan hasil yang sama yaitu kategori baik sebesar (50,0%) 15 responden. Kesimpulan dari hasil penelitian didapatkan hasil yaitu tingkat pengetahuan dan sikap responden masuk dalam kategori cukup dan positive sedangkan pada tindakan responden memiliki hasil yang sama. 
ANALISIS KADAR TIMBAL (Pb) PADA AIR SUMUR GALI DI SEKITAR BEKAS TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH PUNGGOLAKA KOTA KENDARI Nurul Amaliyah; Siti Rabbani Karimuna; Harleli Harleli
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i3.32623

Abstract

Dampak timbal (Pb) merusak berbagai organ tubuh manusia, terutama sistem saraf, sistem pembentukan darah, sistem reproduksi, sistem jantung dan ginjal serta dapat menyebabkan anemia. Bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah tentunya telah menimbun berbagai jenis sampah, salah satunya logam berat diantaranya timbal. Timbal (Pb) merupakan salah satu logam berat yang beracun bagi manusia Bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Punggolaka merupakan tempat pembuangan akhir yang dulunya menggunakan sistem open dumping dalam teknik pengelolahan sampahnya. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kualitas air tanah di sekitarnya, diketahui bahwa masyarakat di sekitar TPA masih memanfaatkan air sumur gali sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar kandungan timbal (Pb) pada sumur gali masyarakat yang berada di sekitar bekas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Punggolaka Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 5 sumur gali yang dijadikan sampel memenuhi syarat berdasarkan standar baku mutu dan kualitas kondisi fisik sumur gali dari 5 sumur terdapat 3 sumur gali yang tidak memenuhi syarat. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas air sumur gali yang ditinjau dari kadar timbal (Pb) semuanya memenuhi syarat dan ditinjau dari kualitas kondisi fisik sumur gali sebagian besar tidak memenuhi syarat.
PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT DI RUANG ISOLASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARI Ilmayanti Rukmana; Siti Rabbani Karimuna; Jafriati Jafriati
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 4 (2023): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i4.33208

Abstract

Limbah medis yang dihasilkan selama pandemi di RSUD Kota Kendari pada Juli-Desember sebanyak 2045 kg, pada Januri-Juli 2022 sebesar 1034 kg, data menunjukan volume limbah medis semakin menurun selama berkurangnya pandemi Covid-19. Tujuan penelitian Untuk mengetahui cara pengelolaan limbah medis padat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari. Metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian yaitu Penanggung Jawab Pengelola Limbah Medis, Kepala Ruangan, Cleaning Service dan Perawat Petugas. Penelitian di Rumah Sakit Abunawas menunjukkan bahwa pemilahan sampah dari sumbernya sudah dilakukan, masing-masing ruangan telah disediakan wadah sampah medis dan non-medis yang diberi label infeksius dan non-infeksius serta safety box sebagai pewadahan limbah B3. Wadah limbah medis padat adalah tong sampah pijakan anti bocor dan kedap air, serta ditutup dengan kantong plastik berwarna kuning dan hitam bertanda limbah infeksius dan non-infeksius, safety box untuk limbah B3 seperti jarum suntik. limbah, Pengumpulan sampah medis dilakukan oleh perawat ruangan, limbah medis padat disimpan di kantong plastik kuning dan limbah non medis di simpan kantong plastik hitam sedangkan benda tajam di safety box. Pengangkutan dilakukan dengan menggunakan troli tertutup, anti bocor, tahan air dan tanpa sudut tajam. Penelitian menunjukan bahwa dalam pengelolaan sampah medis di RSUD Kota Kendari sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 1204/Menkes/SK/X/2004 terkait dengan proses pemilahan, pewadahan, pengumpulan dan pengangkutan.
GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN MASYARAKAT PESISIR DESA BHONTU-BHONTU KECAMATAN TOWEA KABUPATEN MUNA Nurseni Nurseni; Ramadhan Tosepu; Nurmaladewi Nurmaladewi
Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Lingkungan Universitas Halu Oleo
Publisher : FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jkl-uho.v3i3.32639

Abstract

Sanitasi dasar merupakan sanitasi minimum yang diperlukan dalam menyediakan lingkungan yang sehat dan memenuhi syarat kesehatan yang menitikberatkan pada pengawasan diberbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Masalah utama kesehatan lingkungan masyarakat Desa Bhontu-Bhontu yaitu jarak akses air bersih yang jauh, masih minimnya kepemilikan jamban,saluran pembuangan air limbah (SPAL) dan kepemilikan tempat sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran sanitasi lingkungan masyarakat pesisir Desa Bhontu-Bhontu Kecamatan Towea Kabupaten Muna. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu 95 kepala keluarga. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan men ggunkan metode simple random sampling. Hasil penelitian dari yang diteliti menunjukkan bahwa  kondisi sarana air bersih memenuhi syarat kesehatan yakni sebanyak 87 orang (91,6%) serta tidak memenuhi syarat kesehatan yakni 8 orang (8,4%), jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 11 orang (11,6%) serta tidak memenuhi syarat kesehatan yaitu sebanyak 84 orang (88,4%), Sarana pembuangan air limbah yang tidak memenuhi syarat kesehatan sebanyak 95 orang (100%), Sarana Tempat Sampah yang memenuhi syarat kesehatan sebanyak 3 orang (3,2%) serta tidak memenuhi syarat kesehatan sebanyak 92 orang atau 96,8%. Simpulan dalam penelitian ini yaitu sarana air bersih memenuhi syarat sedangkan sarana jamban keluarga, SPAL dan sarana tempat sampah belum memenuhi syarat. Saran dalam penelitian adalah diharapkan untuk edukasi pentingnya menjaga kondisi sanitasi lingkungan.

Page 8 of 13 | Total Record : 129