cover
Contact Name
Lutfatulatifah
Contact Email
jurnalequalita@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6282217654100
Journal Mail Official
lutfatulatifah@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Kota Cirebon 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 27456641     EISSN : 27756327     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/equalita.v2i2.
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles 138 Documents
Nilai-Nilai Qur'Ani Sebagai Paradigma Perlindungan Perempuan: Solusi Atas Femisida Dan Kekerasan Berbasis Gender Hamid, Abdul; Firdaus, Slamet; Gumiandari, Septi
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i1.19092

Abstract

The socio-cultural reality today continues to struggle with issues stemming from the marginalization of women, both in domestic and public spheres. Yet, Islamic history unequivocally opposes gender subordination. This study seeks to explore Qur’anic values that are pertinent to the protection of women, with the aim of contributing to the formulation of policies for women's protection and fostering greater societal awareness. The research adopts a descriptive qualitative approach using library research, with references categorized into primary and secondary sources. The findings reveal four key Qur’anic values that serve as safeguards against femicide: (1) Promoting intra-gender synergy as a reflection of human faith, (2) Acknowledging the contributions and roles of women, (3) Ensuring the protection of women's rights, (4) Rejecting the objectification and unjust judgment of women.
Pendidikan sebagai Alat Pembebasan Diskriminasi Gender: Tinjauan Pedagogik Kritis dalam Konteks Islam Fitria, Fildza Nardina; Putri, Zahra Aulia; Zaidaan, Muhammad
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i1.19579

Abstract

Abstrak : Tulisan ini mengkaji peran pendidikan sebagai alat pembebasan dari diskriminasi gender dalam perspektif pedagogik kritis yang berlandaskan prinsip Islam. Diskriminasi gender yang meliputi marginalisasi, subordinasi, kekerasan, dan beban ganda sering kali dipicu oleh interpretasi yang keliru terhadap teks agama, budaya patriarki, serta ketidaksetaraan dalam aspek ekonomi dan pendidikan. Pendidikan, khususnya yang bersifat inklusif dan berbasis kesetaraan gender, dipandang sebagai solusi efektif untuk mengatasi ketimpangan gender. Dengan menerapkan pendekatan pedagogik kritis, yang menekankan pada kesadaran kritis, dialog, dan keadilan sosial, tulisan ini mengusulkan bahwa pendidikan dapat menjadi alat pembebas yang mendorong keadilan dan kesetaraan gender sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan yang inklusif, relevan, dan sesuai dengan prinsip Islam mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, membangun masyarakat yang adil, dan mengurangi ketimpangan sosial.Kata Kunci: pendidikan, diskriminasi gender, pedagogik kritis, kesetaraan gender, Islam Abstract: This paper examines the role of education as a tool to liberate gender discrimination from the perspective of critical pedagogy rooted in Islamic principles. Gender discrimination, including marginalization, subordination, violence, and double burdens, is often triggered by misinterpretations of religious texts, patriarchal culture, and inequalities in economic and educational aspects. Education, particularly inclusive and gender-equitable education, is viewed as an effective solution to address gender disparities. Through the application of critical pedagogy, which emphasizes critical awareness, dialogue, and social justice, this study suggests that education can serve as a liberating tool that promotes justice and gender equality in alignment with Islamic values. The findings highlight that inclusive, relevant, and Islamically aligned education can produce quality human resources, foster a just society, and reduce social inequality.Keywords: education, gender discrimination, critical pedagogy, gender equality, Islam
Chatbot Terhadap Peran Gender Dalam Administrasi Pendidikan : Studi Bibliometrik VOSviewer Tresnayatna, Bayusandya; Nurdin, Enjang Ali; Wahyudin, Asep
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i1.19461

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini menganalisis tren penelitian tentang  chatbot dalam konteks peran gender di administrasi pendidikan menggunakan pendekatan bibliometrik. Data diambil dari Google Scholar dengan kata kunci dalam Bahasa Indonesia dan Inggris seperti " chatbot pada Peran Gender dalam Administrasi Pendidikan" dan " chatbots on Gender Roles in Educational Administration" untuk rentang waktu 2018-2024. Sebanyak 206 artikel dan 998 artikel dianalisis menggunakan perangkat lunak vosviewer untuk memetakan hubungan tematik, kluster utama, dan pola kolaborasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian tentang  chatbot dalam pendidikan dan gender bersifat multidisipliner, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, dan layanan pelanggan. Artikel berbahasa Inggris menunjukkan dampak akademik yang lebih besar dengan rata-rata 102,95 sitasi per artikel dan h-index 158 dibandingkan artikel berbahasa Indonesia yang memiliki rata-rata 11,20 sitasi per artikel dan h-index 11. Visualisasi menunjukkan fokus awal pada desain  chatbot dan isu kepercayaan, sedangkan penelitian terbaru lebih banyak mengarah pada aplikasi praktis dalam pembelajaran dan kesehatan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini mengungkapkan bahwa meskipun  chatbot memiliki peran signifikan dalam pendidikan, pengaruhnya terhadap peran gender di administrasi pendidikan masih kurang dieksplorasi. Studi ini memberikan landasan bagi penelitian lebih lanjut untuk menjembatani kesenjangan ini, khususnya dalam pengembangan  chatbot yang lebih inklusif dan sensitif terhadap kesetaraan gender.Kata Kunci:  chatbot; peran gender; administrasi pendidikan; bibliometrik; VOSviewer.ABSTRACT: This study analyzes research trends on  chatbots in the context of gender roles in educational administration using a bibliometric approach. Data were obtained from Google Scholar with keywords in Indonesian and English, such as " chatbot pada Peran Gender dalam Administrasi Pendidikan" and " chatbots on Gender Roles in Educational Administration," covering the period from 2018 to 2024. A total of 206 and 998 articles were analyzed using vosviewer software to map thematic relationships, key clusters, and collaboration patterns. The results indicate that research on  chatbots in education and gender is multidisciplinary, spanning fields such as education, healthcare, and customer service. English-language articles demonstrated greater academic impact, with an average of 102.95 citations per article and an h-index of 158, compared to Indonesian-language articles, which had an average of 11.20 citations per article and an h-index of 11. The visualization highlights an initial focus on  chatbot design and trust issues, while more recent studies emphasize practical applications in education and healthcare during the COVID-19 pandemic. This study reveals that while  chatbots play a significant role in education, their influence on gender roles in educational administration remains underexplored. It provides a foundation for further research to bridge this gap, particularly in developing  chatbots that are more inclusive and sensitive to gender equality.Keywords:  chatbot; gender roles; educational administration; bibliomteric; VOSviewer.
Transformasi Pedagogik sebagai Alat untuk Menghilangkan Stereotip Gender di Lembaga Pendidikan Indriani, Dayanti; Akmal, Mikdadul; Amrulloh, Riza; Sanusi, Muhamad Imam
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i1.19441

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi pedagogik sebagai strategi untuk menghilangkan stereotip gender dalam lembaga pendidikan. Stereotip gender, yang sering kali memperkuat ketidakadilan struktural, menjadi penghambat dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Melalui metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis bagaimana pendekatan pedagogik berbasis kesetaraan gender dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Transformasi ini melibatkan penguatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum yang responsif gender, serta kebijakan pendidikan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis kesetaraan gender tidak hanya mendukung pencapaian SDG 4 dan 5, tetapi juga mendorong perubahan budaya pendidikan yang menghormati keberagaman dan keadilan. Dengan penerapan strategi yang komprehensif, lembaga pendidikan dapat menjadi agen perubahan sosial dalam membangun masyarakat yang bebas dari bias gender.Kata kunci : Transformasi Pedagogik, Stereotip Gender, Pendidikan Inklusif, Kesetaraan Gender, SDG.
Kesetaraan Gender dan Teknologi dalam Manajemen Pendidikan: Studi Bibliometrik atas Literatur Terbaru Setiawati, Tita; Setiawan, Agus; Rozak, Rama Wijaya Abdul
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i1.19532

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kesetaraan gender dan teknologi dalam konteks manajemen pendidikan dengan menggunakan metode bibliometrik untuk menganalisis literatur terbaru. Penelusuran literatur dilakukan pada database akademik melalui google scholar menggunakan aplikasi publish or perish pada 10 tahun terakhir yakni dari tahun 2014 sampai 2024 dengan kata kunci equality in education management, technology for gender equality in education, dan gender and ICT in education. Analisis pada penelitian ini adalah analisis jaringan dengan menggunakan aplikasi bibliometrik VOSviewer. Tujuan utama dari analisis ini adalah untuk mengidentifikasi pola kolaborasi, struktur topik penelitian, serta hubungan antar elemen berdasarkan data bibliometrik. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa dominasi kata kunci seperti "woman," "ICT," dan "health" dengan ukuran node yang besar mencerminkan pentingnya topik ini dalam lanskap penelitian. Ukuran node yang lebih besar menunjukkan frekuensi kemunculan yang tinggi, menandakan bahwa isu kesetaraan gender dalam konteks teknologi (ICT) dan kesehatan menjadi perhatian utama para peneliti. Hal ini mengindikasikan bahwa upaya pemberdayaan perempuan melalui teknologi, serta hubungan antara gender dan kesehatan, mendapatkan sorotan khusus dalam berbagai kajian.Kata Kunci: Kesetaraan Gender; Manajemen Pendidikan; ICT; Bibliometrik; VOSviewer.ABSTRACT: This study explores the relationship between gender equality and technology in the context of education management using bibliometric methods to analyze the latest literature. A literature search was conducted in academic databases via Google Scholar using the Publish or Perish application, covering the last ten years (2014–2024). The keywords used included equality in education management, technology for gender equality in education, and gender and ICT in education. The analysis in this study is based on network analysis using the bibliometric application VOSviewer.The main objective of this analysis is to identify collaboration patterns, the structure of research topics, and the relationships between elements based on bibliometric data. The study results show that dominant keywords such as "woman," "ICT," and "health" with larger node sizes reflect the significance of these topics within the research landscape. Larger node sizes indicate high frequencies of occurrence, signifying that issues of gender equality in the context of technology (ICT) and health are of primary interest to researchers. This indicates that efforts to empower women through technology, as well as the relationship between gender and health, have garnered significant attention in various studies.Keywords: Gender Equality; Education Management; ICT; Bibliometric; VOSviewer.
Menggunakan Perspektif Feminis Post- Structualisme : Analisis Gender melalui Bermain Anjang-anjangan di Pendidikan Anak Usia Dini Ramdaeni, Suci
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i1.19574

Abstract

This study explores how forms of femininity in Sundanese culture are constructed through playing anjang-anjangan for girls. Through a post-structuralist feminist approach, this study attempts to explore how children in Early Childhood Education continue to produce forms of femininity through playing anjang-anjangan to strengthen the differences between boys and girls in PAUD. This study uses an ethnographic focus that was conducted for approximately 2 months. The results of this study indicate that the construction of forms of femininity through playing anjang-anjangan often harms girls and boys. Playing anjang-anjangan is very gendered, where girls have more opportunities to play anjang-anjangan, in contrast to boys. Especially boys who are interested in playing anjang-anjangan are often not given the opportunity or are treated as othered. This finding is expected to be a reflection for teachers and adults in Early Childhood Education that playing is a child's right for both girls and boys without exception playing anjang-anjangan.
Tujuan Konstruksi Gender : Terkait Pembagian Peran dan Tanggung Jawab Alfarel, Rizqi; Farah, Naila
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i1.19050

Abstract

The understanding of gender in today's media is very diverse due to misconceptions and is even often considered to be liberal. In the context of gender, the idea of liberté is understood as an unconditional freedom where individual freedom surpasses social rights and responsibilities. Thus, in this humorous era, we are allowed to identify ourselves as non-binary groups, such as transgender or homosexual individuals. Essentially, the purpose of gender construction is an effort to divide labor, which concerns the roles and responsibilities between men and women to work together in forming an ideal family unit. Instinctively, we are aware that there are general, widespread differences between men and women. Both are distinct entities or opposites, yet they create harmony. This is because the family is a moral institution, both in terms of instilling and developing moral values. The method used in this journal writing is a digital library study, where the process involves referencing articles and digital media content related to the discussed issue.
Penerapan Konseling Rasional Emotive Behaviour untuk Mengubah Konsep Diri Wanita Lesbian Triadhari, Imelda; Masriah, Masriah; Salsabila, Hana Haifa; Aminaturrahma, Aminaturrahma
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i1.19371

Abstract

Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) is an approach that requires humans to think and feel, although behavior is limited between the two, namely thoughts and feelings that influence at the same time. The counselee's problems are caused by a number of triggers, including the role of the mother who dominates home activities more than the father who has a tendency to be indifferent and rude to the counselee, associations that normalize sexual deviations and the counselee's partner who always hurts him. Since then the counselee stopped trusting the opposite sex and started trusting and liking the same sex. Finally, the condition of the counselee who experiences problems within himself is then supported by environmental conditions and situations that are not good, causing the counselee to fall into and follow these deviations. The purpose of using this case study research is to see an event or phenomenon in a person and do it in depth to find out the background of the event that happened to that person. Another goal is to make the counselee understand that his behavior in liking the same sex (lesbian) is something that deviates from the norms and rules that apply. Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) is an approach that requires humans to think and feel, although behavior is limited between the two, namely thoughts and feelings that influence at the same time. The counselee's problems are caused by a number of triggers, including the role of the mother who dominates home activities more than the father who has a tendency to be indifferent and rude to the counselee, associations that normalize sexual deviations and the counselee's partner who always hurts him. Since then the counselee stopped trusting the opposite sex and started trusting and liking the same sex. Finally, the condition of the counselee who experiences problems within himself is then supported by environmental conditions and situations that are not good, causing the counselee to fall into and follow these deviations. The purpose of using this case study research is to see an event or phenomenon in a person and do it in depth to find out the background of the event that happened to that person. Another goal is to make the counselee understand that his behavior in liking the same sex (lesbian) is something that deviates from the norms and rules that apply.Keywords: REBT, Lesbian, Counseling
Tren Menunda Pernikahan Pada Perempuan Generasi Z: Analisis Bibliometrik Isnaeni, Maylya
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i2.21668

Abstract

Pernikahan seharusnya menjadi tugas perkembangan dalam kehidupan seorang individu di masa dewasa, termasuk pada individu perempuan. Namun, kompleksitas kehidupan perempuan dewasa di perkembangan zaman sekarang dan karakteristiknya sebagai generasi Z yang memandang pernikahan sebagai pilihan opsional bukan lagi sebagai keharusan meningkatkan kemungkinan pengambilan keputusan untuk menunda pernikahan pada populasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tren penundaan pernikahan pada perempuan generasi Z. Metode bibliometrik digunakan untuk menganalisis literatur terbaru terkait penelitian penundaan pernikahan pada perempuan generasi Z. Penelusuran literatur dilakukan dengan menggunakan aplikasi Publish or Perish pada database akademik Google Scholar terkait penelitian pada lima tahun terakhir, yakni dari tahun 2020 sampai 2025 dengan kata kunci marriage postponement in generation Z women, marriage delay in generation Z women, dan waithood in generation Z women. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan analisis jalur yang menggunakan aplikasi bibliometrik VOSviewer. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa node dengan ukurang yang mendominasi "generation", "waithood", dan "young woman" menjadi topik yang sangat berkaitan dan sering diteliti pada penelitian terkait penundaan pernikahan dan menjadi perhatian utama oleh para peneliti. Hal tersebut mengindikasikan bahwa tren penundaan pernikahan telah terjadi di setiap generasi, termasuk di kalangan perempuan muda dengan berbagai faktor yang melatarbelakangi keputusannya menunda pernikahan.
Membongkar Bias dan Dinamika Standar Kecantikan dalam Ideologi Kulit Putih terhadap Perempuan Pakpahan, Amy Jesscia; Dini Fajriyah, Iklilah Muzayyanah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i2.20436

Abstract

Kulit putih telah lama melahirkan standar kecantikan sebagai keindahan utama. Standar tersebut mempengaruhi persepsi perempuan yang tidak memilikinya dan menempatkannya dalam posisi rendah. Konsep ini bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi juga ideologi yang memperkuat produksi komoditas dan terkait erat dengan kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi antara kulit putih yang diidealkan dan kulit hitam yang dianggap kotor. Sehingga, menggambarkan supremasi kulit putih yang dianggap ideal. Metode deskriptif kualitatif memungkinkan penulis untuk menjelajahi konteks kompleks fenomena sosial kulit putih melalui penelusuran literatur dan data pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan fenomena ini terus berkembang dan memberikan tekanan kepada perempuan untuk mengadopsi standar kecantikan kulit putih sebagai hal yang membahagiakan. Zaman pra-sejarah, sejarah, iklan dan media telah berkontribusi dalam hal ini. Produk pemutih kulit secara sadar masih digunakan oleh perempuan meskipun berbahaya. Selain itu, praktik ini menciptakan ketidaksetaraan dan diskriminasi pada perempuan kulit berwarna. Jalinan bias sejarah, taktik periklanan, dan hak istimewa dari memiliki kulit putih telah membentuk kerangka kompleks yang menopang ideologi kulit putih tersebut.