cover
Contact Name
Lutfatulatifah
Contact Email
jurnalequalita@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6282217654100
Journal Mail Official
lutfatulatifah@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Kota Cirebon 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 27456641     EISSN : 27756327     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/equalita.v2i2.
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles 138 Documents
Female Circumcision in the Perspective of Jurisprudence, History, Medical, and Psychology Nisrofah, Siti
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i2.21287

Abstract

ABSTRAK: Sunat perempuan merupakan hal yang umum dilakukan di Indonesia dan wilayah Muslim lainnya seperti Afrika dan Mesir. Masyarakat percaya bahwa sunat perempuan merupakan bagian dari hukum Islam yang bertujuan untuk menstabilkan hasrat perempuan. Selain itu, faktor tradisi juga menjadi alasan kuat praktik sunat perempuan masih berlangsung hingga saat ini. Penelitian ini akan menjelaskan lebih lanjut mengenai sunat perempuan dari sudut pandang fikih, sejarah, medis, dan psikologi. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penelusuran literatur dan sumber-sumber kepustakaan yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan dengan menelaah informasi yang diperoleh melalui pendekatan interkoneksi, kemudian memberikan argumentasi yang sesuai dengan pembahasan untuk menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah sunat perempuan tidak memiliki dalil naqli yang kuat. Secara historis, khitan perempuan merupakan tradisi Mesir kuno yang sarat dengan mitos ketidakadilan gender. Dalam pandangan medis dan psikologis, sunat perempuan dapat menyebabkan gangguan reproduksi, hilangnya kenikmatan seksual, dan trauma yang berkepanjangan. Sementara itu, dari sisi fikih, para ulama kontemporer sepakat melarang praktik sunat perempuan, bahkan jika mafsadatnya terlalu tinggi, maka mereka tidak segan-segan mengharamkannyaKata Kunci: Sunat Perempuan, Sejarah, Fikih, Medis, dan Psikologis.
Pola Adaptasi Gender dan Islam di Indonesia: Analisis Fenomenologi Etnik Madura Nasiruddin, Muhammad; Zaki, Ade Rosi Siti
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i2.21293

Abstract

ABSTRACT: The adaptation patterns of gender and Islam in the Madurese community involve various cultural, religious, and historical factors that have shaped the social order and values within the community. These factors have influenced the efforts to adapt gender and Islam concepts to ensure women's equal rights and participation in economic independence, education, and other aspects. The paper aims to analyze these adaptation patterns within the context of the Madurese community, known for its rich and unique cultural characteristics, including gender roles and Islamic practices. The study reveals that Madurese society adapts gender roles and Islamic practices in accordance with their culture, as well as the social, cultural, and historical factors that influence these patterns. The research employs the phenomenological method to uncover various unique adaptation patterns, including the influence of patriarchal culture, customary values, and local religious traditions. These findings provide new insights into the dynamics of gender and Islam within the Madurese ethnic context and their relevance in an increasingly modern and global society.Keywords: The adaptation patterns, Gender, Islam, ethnicity, the Madurese community
Perlindungan Hak-Hak Perempuan dan Anak Pascaperceraian Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif di Kabupaten Cirebon Leliya, Leliya; Mujahidin, Muhamad; Wildanuddin, Muhamad Dadan
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i1.19968

Abstract

Perceraian yang terjadi dalam rumah tangga sering kali menimbulkan dampak yang kompleks, khususnya bagi perempuan dan anak mengenai hak-hak mereka yang berkaitan dengan nafkah, hak asuh, dan perlindungan fisik serta mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan dan regulasi perlindungan hak-hak perempuan dan anak pascaperceraian di Kabupaten Cirebon, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambatnya, serta menjelaskan dampak perceraian terhadap perlindungan hak-hak tersebut. . Penelitian menggunakan metode pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi kebijakan dan regulasi perlindungan hak-hak perempuan dan anak pascaperceraian di Kabupaten Cirebon telah menunjukkan upaya yang signifikan, meskipun belum sepenuhnya efektif. Beberapa kebijakan dan peraturan telah diterapkan dengan adanya Peraturan Daerah Kabupaten Cirebon Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pemberdayaan dan Pelindungan Perempuan, namun pelaksanaannya masih terkendala oleh faktor-faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung mencakup adanya undang-undang dan peraturan daerah, kesadaran masyarakat yang semakin meningkat terhadap hak-hak perempuan dan anak, serta sinergitas pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat. Namun, terdapat pula faktor penghambat, seperti budaya patriarki, kurangnya pemahaman hukum di kalangan masyarakat, serta kelemahan dalam sistem perlindungan sosial. Dampak perceraian terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Cirebon cukup signifikan, baik dari aspek psikologis, ekonomi, sosial, serta dampak terhadap anak yang sering kali menyebabkan ketidakpastian pemenuhan hak-hak dasar mereka, termasuk hak atas perlindungan, pendidikan, dan kesejahteraan. Hal ini menekankan pentingnya penguatan sistem perlindungan hukum untuk memastikan hak perempuan dan anak terlindungi secara optimal pascaperceraian.
Kesehatan Mental Siswa Laki-laki dan Perempuan Korban Bullying (Studi Kasus pada Siswa SD Negeri Di Kota Malang) Salmiati, Salmiati; Hanurawan, Fattah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i2.18949

Abstract

This research aims to determine the form, impact and differences in impacts experienced by male and female students who are victims of bullying on the mental health of elementary school (SD) students. So the focus of this research study is (1) the forms of bullying that occur in Malang City Elementary Schools (SD) (2) the impact on mental health (3) the differences in impacts experienced by male and female students who are victims of bullying. This research uses qualitative research methods with a case study type. The research subjects who were the targets of the research were 2 elementary school students who were victims of bullying, namely 1 boy and 1 girl, the parents of each of the two victims and the teacher at school. Data collection through interviews and observations. The research results revealed that the forms of bullying that occurred at the research location were (a) physical bullying in the form of pushing friends, hitting, taking things and fighting. (b) verbal form in the form of calling friends with bad names, threatening and shouting. (c) a form of relational bullying in the form of isolating and slandering. The impacts experienced by victims due to bullying behavior are stress, trauma, difficulty concentrating on studying, unstable emotional conditions (tantrums, frequent crying), difficulties in socializing, fear of socializing, shutting down, lack of self-confidence, likes to be alone, anxiety. the high one. In general, the impacts experienced by male and female students who are victims of bullying do not show any differences. Keywords: Mental Health, Bullying, Elementary School Students
A Comparative Study of Family Literacy Practices in Middle-Upper and Lower Socio-Economic Households in Cirebon, Indonesia Aisyiyah, Muhsiyana Nurul; Yanuar, Ivo Dinasta
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i1.21111

Abstract

Family is the smallest scope but has a huge impact on a person's literacy development. This research aims to potray the literacy practices of families who come from two different SES categories, middle-upper SES and lower SES. This research used a qualitative descriptive research design. Data was collected by conducting semistructured interviews. The research results show that there are different patterns between literacy practices in families with -middle-upper SES and lower SES. Families from middle-upper SES provide a variety of reading books that can attract children's interest in reading, while families with lower SES have limitations in providing books. The literacy activities in the two categories are also quite different. Parents in the middle-upper SES category tend to prioritize interaction, meaning making, values, and reading culture through storytelling and shared reading habits. Meanwhile, parents from lower SES tend to prioritize formal literacy such as introducing letters, teaching spelling, and numbers. Furthermore, in families with middle-upper SES background, both fathers and mothers are actively involved in home literacy activities. Meanwhile, Meanwhile, in families with lower SES backgrounds, gaps in parental involvement in family literacy practices were found. Mothers take a greater role than fathers in providing children's literacy experiences.
Ketimpangan Representasi Stereotipe Perempuan Dalam Ruang Publik Sahyana, Anggi Fuja; Anggraini, Riska; Pertiwi, Adinda Putri; Karwati, Lilis
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i2.21294

Abstract

ABSTRACT: The purpose of this study is to examine various stereotypical representations of women in the public sphere. This research uses library research, as for the analysis method carried out, namely by selecting, comparing, combining, and sorting out relevant research results related to the inequality of stereotypical representation of women in public spaces, and then conclusions are drawn, so that relevance is found. The results of the research study show that women have begun to manipulate and actualize their role in various public spaces, the public spaces in question, namely politics and government, education and entertainment. Even in entertaiment the existence of females predominates compared to males. However, the reality is that women always get the advantage of actualizing themselves in various domains. Although women became dominant in the percentage of involvement of the entertaiment world, still public society gave a negative stereotypical representation for women as domestic beings who were only able to do homework, take care of children, serve their husbands, as objects of male sexuality, and figures considered weak, emotional, not credible and helpless.Keywords: women, gender, stereotypes, public
Studi Gender Dimasa Remaja Dalam Kajian Bimbingan Penyuluhan Islam Fatra, Edi; Subhi, Muhamad Rifai
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i2.21295

Abstract

ABSTRACT: Adolescence is a period when children move towards adulthood. During adolescence, a person experiences physical, mental and social development. Development during adolescence is a development that is sensitive to new things. They are more likely to be able to adapt to something that is easy to do and have the freedom which today is much influenced by the outside world. The problem that most often occurs in adolescence is sexuality. Adolescents carry out deviant actions so that they experience these problems which result in the reproductive system being disrupted. Many diseases attack the reproductive system such as syphilis, gonorrhea, Chlamydia, HIV and AIDS. Teenagers need to be able to recognize this disease and how to prevent it with the contribution of good education. Currently, the curriculum used is the Merdeka learning curriculum at the Merdeka campus which is expected to contribute to preventing Triad-KRR. The Merdeka campus Merdeka learning curriculum uses a learning system that is free and easy to learn in accordance with adolescence. In these prevention efforts, gender roles are the main factor in preventing Triad-KRR. Differences between men and women are not an obstacle in this effort. This research method uses qualitative methods which deepen these problems. With this research, it is hoped that gender and education during adolescence can be controlled and structured well so that teenagers are not vulnerable to experiencing social deviation. The educational curriculum must be an effort to prevent gender-oriented Triad-KRR in adolescenceKeywords: Curriculum; Teenager; Triad-KRR; Gender
Pernikahan Usia Muda sebagai Faktor Risiko dalam Ketahanan Ekonomi Keluarga Rahmah, Syifa Aulia; Achdiani, Yani
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i1.20017

Abstract

Pernikahan pada usia muda masih menjadi permasalahan yang cukup umum terjadi di berbagai daerah Indonesia, terutama di lingkungan pedesaan dengan tingkat pendidikan dan pendapatan masyarakat yang rendah. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pernikahan usia muda sebagai salah satu penyebab melemahnya ketahanan ekonomi dalam rumah tangga, dengan pendekatan kajian pustaka berdasarkan studi literatur. Hasil ini menunjukkan bahwa pernikahan dini membawa dampak serius terhadap kondisi ekonomi keluarga, ditandai dengan terbatasnya akses pendidikan, minimnya peluang pekerjaan yang layak, serta kurangnya keterampilan dalam mengelola keuangan keluarga. Pasangan muda juga rentan mengalami tekanan psikologis dan ketergantungan finansial terhadap keluarga besar. Selain itu, keterbatasan dalam mengakses bantuan sosial memperburuk ketahanan ekonomi mereka. Dalam jangka panjang, kondisi ini memperbesar risiko munculnya siklus kemiskinan antargenerasi. Studi ini merekomendasikan pentingnya peningkatan edukasi, pelatihan keterampilan hidup, serta kebijakan yang mendorong penundaan usia pernikahan sebagai langkah preventif. Kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, dan pemerintah sangat diperlukan dalam menciptakan sistem perlindungan dan pemberdayaan bagi remaja agar mampu mencapai kesiapan berumah tangga secara optimal, baik dari aspek psikologis maupun ekonomi.Kata Kunci: Pernikahan Muda; Ketahanan Ekonomi; Kesejahteraan Keluarga. Early-age marriage continues to be a significant social issue in many parts of Indonesia, particularly in rural communities with low levels of income and education. This study explores how early marriage contributes to weakened family economic stability by reviewing scientific literature published over the past five years. The analysis reveals that marrying young has a considerable negative impact on economic resilience. Contributing factors include limited educational attainment, lack of access to decent employment opportunities, and poor financial management skills. Young couples are also vulnerable to psychological stress and often remain financially dependent on their extended families. Furthermore, their inability to access formal social assistance worsens their household's financial condition. In the long term, these economic difficulties increase the risk of intergenerational poverty. This study recommends the importance of improving education, life skills training, and policies that promote delayed marriage as preventive measures. Cooperation among families, educational institutions, and government entities is necessary to establish systems that protect and empower youth so they can attain adequate readiness for marriage, both psychologically and economically.Keywords: Early-Age Marriage; Economic Resilience; Family Well-Being.
Kesetaraan Gender dalam Pendidikan melalui Pendekatan Pedagogis Henry: Analisis dan Relevansi Konseptual Az-Zahra, Muhammad Syahrul; Alfarizi, Vipaldi Desta; Novianto, Fauzan Akbar; Najili, Muhammad Hakin
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i1.19564

Abstract

Kesetaraan gender dalam pendidikan masih menjadi tantangan serius yang memerlukan pendekatan inovatif. Artikel ini menganalisis relevansi pedagogi kritis Henry Giroux dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan adil. Giroux melihat pendidikan tidak hanya sebagai proses transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai alat untuk transformasi sosial melalui kesadaran kritis. Pendekatan ini menekankan pentingnya dialog antara guru dan siswa untuk membongkar struktur sosial yang diskriminatif. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini mengeksplorasi hambatan yang dihadapi dalam mengimplementasikan pedagogi kritis, seperti resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan sumber daya. Kesimpulannya, pendidikan yang berbasis pedagogi kritis dapat menjadi sarana strategis dalam mengatasi diskriminasi gender dan menciptakan masyarakat yang lebih setara. Artikel ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan metode pembelajaran yang responsif gender.
Penafsiran pada Ayat Al-Qur'an yang Mengisyaratkan KDRT: Reinterpretasi Makna al-Dharbu pada Q.S An-Nisa ayat 34 Nurdin, Aldi; Farid, Ahmad; Zulaiha, Eni
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i1.18840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat al-Qur’an yang sering digunakan sebagai legitimasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), khususnya Q.S. An-Nisa: 34 dengan pendekatan tafsir feminis. Penelitian ini mengulas pandangan para mufassir klasik yang umumnya mengizinkan pemukulan terhadap istri sebagai bentuk disiplin, meskipun diiringi batasan tertentu. Namun, pendekatan feminis dalam tafsir menawarkan interpretasi alternatif yang lebih berfokus pada kesetaraan dan rekonsiliasi tanpa kekerasan, seperti yang diajukan oleh tokoh-tokoh seperti Musdah Mulia, Zaitunah Subhan, dan Husein Muhammad. Mereka mengkritisi tafsir bias gender yang patriarkal dan menyoroti perlunya reinterpretasi ayat untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga, sesuai dengan prinsip keadilan Islam dan maqashid syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tafsir feminis dapat menjadi pendekatan solutif untuk menghadapi kasus KDRT di masyarakat modern, dengan mengedepankan prinsip rahmatan lil 'alamin yang relevan dengan konteks sosial saat ini.