cover
Contact Name
Lutfatulatifah
Contact Email
jurnalequalita@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6282217654100
Journal Mail Official
lutfatulatifah@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Kota Cirebon 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 27456641     EISSN : 27756327     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/equalita.v2i2.
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles 138 Documents
Feminisme dan Pendidikan: Membangun Kesetaraan Gender di Lingkungan Sekolah Menengah Pertama Putri, Velisya Aulia; Ramadani, Alfira; Rahman, Rusyda Nasyita
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i2.20830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan nilai-nilai feminisme dalam konteks pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai upaya membangun kesetaraan gender. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya ketimpangan gender dalam praktik pendidikan, baik dalam kurikulum, interaksi guru-siswa, maupun budaya sekolah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur yang menganalisis sumber-sumber sekunder seperti buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketimpangan gender di sekolah muncul dalam bentuk bias materi ajar, stereotip dalam pembagian peran, serta minimnya pemahaman guru terhadap pendidikan sensitif gender. Upaya strategis seperti integrasi perspektif gender dalam kurikulum, penguatan budaya sekolah inklusif, serta pelatihan guru mengenai nilai-nilai feminisme menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang adil dan memberdayakan bagi seluruh peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan transformasi pedagogi yang kritis dan reflektif sebagai pendekatan yang relevan untuk membentuk kesadaran gender sejak usia dini.
Pakta Kesalingan terhadap Relasi Suami Istri di Batanghari Lampung Timur Studi Hukum Keluarga Islam Karomah, Annisa; Setiawan, Wahyu; Wijayati, Mufliha
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i2.21135

Abstract

Perjanjian perkawinan merupakan asas yang menekankan kerjasama, saling pengertian, dan perdamaian dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program perjanjian perkawinan terhadap hubungan suami istri di Kabupaten Batanghari, Lampung Timur. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan sumber data melalui wawancara mendalam terhadap enam pasangan, observasi partisipatif, dan analisis dokumen perjanjian perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realitas pelaksanaan perjanjian perkawinan dalam perkawinan di Batanghari menunjukkan bahwa keberadaannya belum memberikan dampak yang signifikan terhadap hubungan suami istri. Pemahaman pasangan terhadap perjanjian ini masih bersifat pemahaman dan formalistik, hanya sebatas pembacaan ikrar setelah akad nikah tanpa adanya pemahaman yang substantif. Sebagian besar pasangan bahkan tidak menjadikan perjanjian tersebut sebagai pijakan normatif dalam membangun hubungan yang adil dan setara, mengingat minimnya sosialisasi dan masih kuatnya pengaruh budaya patriarki yang masih dominan. Penelitian ini memberikan rekomendasi konkrit untuk meningkatkan sosialisasi, edukasi, dan pendampingan yang lebih intensif guna mengoptimalkan pelaksanaan perjanjian kesalingan dalam membangun hubungan suami istri yang harmonis dan setara.Kata Kunci: Perjanjian Perkawinan, Hubungan Suami Istri, Kantor Urusan Agama. 
Eliminating Child Labour in the Digital Era, Climate Change Situation, and Sustainable Business Sudarto, Aye; Oktiawati, Hevi; Mustofa, Muhammad Bisri
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i2.21373

Abstract

Child labour is a stark manifestation of severe social and economic inequality, as well as a reflection of weak social protection systems, limited access to education, and inadequate labour regulations in many countries. Data from the International Labour Organization (ILO) indicate that over 160 million children worldwide are engaged in labour, nearly half of whom are involved in hazardous work that threatens their safety, health, and development. The digital era presents both opportunities and challenges regarding this issue. On the one hand, digital technology can be leveraged to improve access to education, skills training, and the monitoring of fair labour practices. On the other hand, digitalization also creates new forms of employment that are not yet fully regulated by law, opening opportunities for the exploitation of child labour—especially in the informal economy, e-commerce, and online-based domestic industries. Child labour remains a serious challenge amid global changes in the world of work. To respond to this issue effectively in the future, a multidisciplinary approach is needed—one that integrates education, occupational health and safety, social protection, and cross-sector partnerships. By upholding the principles of social justice and the fundamental rights of workers, the world can advance toward the total elimination of child labour in line with the 2030 Sustainable Development Agenda.
Persepsi Masyarakat terhadap Penanganan Kekerasan dalam Rumah Tangga: Studi Kasus di Kota Dumai Putri, Nesa Ananda; Pasaribu, Lidia; Ilhamdi, Ilhamdi; Erlianti, Dila
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i2.21251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Kota Dumai. Fenomena KDRT masih dianggap sebagai masalah pribadi oleh sebagian masyarakat, yang menyebabkan rendahnya angka pelaporan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari warga Kota Dumai dengan berbagai latar belakang usia, jenis kelamin, dan status pernikahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami bahwa KDRT tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga verbal, psikologis, dan ekonomi. Faktor utama pemicu KDRT adalah tekanan ekonomi, budaya patriarki, kurangnya komunikasi, dan pengaruh lingkungan. Masyarakat cenderung pasif dalam menanggapi KDRT karena adanya anggapan bahwa hal tersebut merupakan urusan pribadi. Namun, sebagian informan menunjukkan adanya kesadaran dan keinginan untuk membantu korban. Dampak yang dialami korban mencakup trauma, kehilangan kepercayaan diri, isolasi sosial, hingga ketergantungan ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi masyarakat, pelibatan tokoh masyarakat, serta akses yang lebih luas terhadap layanan perlindungan korban.
Kekerasan terhadap Tokoh Perempuan dalam Novel “Lebih Putih Dariku” Karya Dido Michielsen Sabila, Rapika; Nuryanto, Tato; Widianti, Nurhannah
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i2.17187

Abstract

Studi ini bertujuan menguraikan dan menggali pengalaman kekerasan yang dialami oleh karakter perempuan dalam novel Lebih Putih Dariku karya Dido Michielsen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan bantuan teori feminisme postkolonialisme teori Spivak dan konsep kekerasan Johan Galtung. Data diperoleh melalui studi pustaka dengan metode membaca dan mencatat secara intensif, serta pengecekan data secara berlapis untuk memvalidasi hasil. Hasil penelitian mengidentifikasi 32 karakter perempuan dalam novel ini mengalami berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan langsung, struktural, dan kultural. Kekerasan langsung meliputi aspek fisik, verbal, dan seksual; kekerasan struktural mencakup dimensi sosial, ekonomi, dan politik; dan kekerasan kultural merujuk pada aspek agama, seni, bahasa, dan ideologi. Kekerasan langsung menjadi bentuk yang paling sering dialami, dipicu oleh struktur sosial feodal dan kolonial di Hindia Belanda abad 19. Penelitian ini memberikan wawasan lebih mendalam tentang representasi kekerasan terhadap perempuan dalam sastra, serta berkontribusi terhadap pemahaman teori feminisme dan pentingnya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dalam konteks sejarah dan sastra.
Analisis Peran Gender dalam Acara Clash Of Champions Ruangguru: Perspektif Kesetaraan dan Partisipasi dalam Meraih Prestasi Asih, Titi Murni; Ismiati, Nur; Lutfa, Asna
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i2.18651

Abstract

ABSTRAK: Permasalahan kesetaraan gender di Indonesia masih terus diperjuangkan hingga saat ini agar perempuan mendapatkan hak yang setara dengan laki-laki dalam berbagai hal, seperti pendidikan, pekerjaan, dan hak-hak lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis terkait kesetaraan gender pada video Clash of Champions yang diselenggarakan oleh Ruangguru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang menggunakan tiga teknik yaitu analisis konten, studi pustaka, dan menitik beratkan pada tinjauan semiotika dengan model Charles Sanders Pierce yang terdiri dari: tanda, objek, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui aplikasi Ruangguru, siapa saja bisa mendapatkan kesempatan belajar untuk bisa masuk pada perguruan tinggi tanpa memandang jenis kelamin. Dalam hal ini juga membuktikan, bahwa perempuan memiliki kesetaraan dalam bersaing untuk meraih prestasi dan kesuksesan. Tentunya, dalam tayangan episode pertama Clash of Champions peserta secara setara bersaing secara sehat untuk mencapai prestasi dalam hal pendidikan.Kata Kunci: Kesetaraan Gender, Ruang Guru, Semiotika, Kompetisi ABSTRACT: The issue of gender equality in Indonesia continues to be fought for to this day, ensuring that women have equal rights with men in various matters, such as education, employment, and other rights. The aim of this research is to analyze gender equality in the Clash of Champions video organized by Ruangguru. This research uses a descriptive qualitative method that employs three techniques: content analysis, literature study, and a focus on semiotic review using the Charles Sanders Pierce model, which consists of: signs, objects, and interpretation. The research results show that through the Ruangguru application, anyone can get the opportunity to learn to enter higher education regardless of gender. In this case it proves that women have equality in competing to achieve achievement and success, in first episode broadcast of Clash of Champions, participants compete equally in a fair manner to achieve educational achievement.Keywords: Gender Equality, Teacher Room, Semiotics, Competition
Habituasi Mendongeng sebagai Upaya Membangun Komunikasi Interpersonal antara Ibu Bekerja dan Anak Suherli, Elly; Putri, Salsabila Tiara
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i2.21896

Abstract

Mendongeng merupakan salah satu sarana interaksi yang efektif dalam membangun kedekatan emosional dan meningkatkan kualitas komunikasi antara ibu dan anak. Aktivitas ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian pesan moral yang mendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kebiasaan mendongeng dalam membentuk komunikasi interpersonal antara ibu bekerja dengan anaknya, serta menelaah dampak yang ditimbulkannya terhadap hubungan emosional keduanya. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi mendalam terhadap ibu bekerja di Perumahan Weru Permai yang secara konsisten mendongeng untuk anak mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan mendongeng berkontribusi signifikan dalam mempererat hubungan emosional, memperkaya interaksi, serta memperluas komunikasi verbal di tengah keterbatasan waktu yang dimiliki ibu bekerja. Oleh karena itu, mendongeng dapat dipandang sebagai metode efektif untuk meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal antara ibu dan anak.
Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana dalam Implementasi Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Aceh Barat Hildhah, Fitriah; Hajad, Vellayati; Ikhsan, Ikhsan; Liyana, Cut Irna
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i2.18202

Abstract

A Child-Friendly District is a form of mandatory government affairs that focuses on empowering women and protecting children to ensure every child gets their rights according to the Convention on Children's Rights, as regulated in West Aceh Regent Regulation Number 40 of 2018. This research aims to evaluate the role of the Women's Empowerment, Child Protection and Family Planning Service in implementing the Child-Friendly District concept in West Aceh Regency. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques through observation, interviews and documentation. There were six informants for this research. The research results show that implementing the concept of a Child-Friendly District in West Aceh Regency has not been optimal. Based on Biddle and Thomas' theory, the role as a policy has been running optimally, but the role as a strategy and communication tool has not been implemented well. The main obstacles include lacking human resources, facilities, budget, and communication between organizations and activity implementers. Apart from that, the lack of outreach and communication by the Women's Empowerment, Child Protection and Family Planning Services means that the public does not fully know the status of the Child-Friendly District in West Aceh Regency. In conclusion, although there are efforts to implement a child-friendly district in West Aceh Regency, improvements are still needed in various aspects to achieve optimal implementation.