cover
Contact Name
Lutfatulatifah
Contact Email
jurnalequalita@syekhnurjati.ac.id
Phone
+6282217654100
Journal Mail Official
lutfatulatifah@syekhnurjati.ac.id
Editorial Address
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Kota Cirebon 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak
ISSN : 27456641     EISSN : 27756327     DOI : http://dx.doi.org/10.24235/equalita.v2i2.
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak focuses on topics related to gender and child issues. We aim to disseminate research and current developments on these issues. We invite manuscripts on gender and child topics in any perspectives, such as religion, economics, culture, history, education, law, art, communication, politics, and theology, etc. We look forward to having contributions from scholars and researchers of various disciplines.
Articles 138 Documents
The Significance of Comprehensive Sexual Education in Preventing Adolescent Sexual Misconduct Karimullah, Suud Sarim
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i2.21289

Abstract

ABSTRACT: This study explores the urgency of comprehensive sexual education as a critical solution to the problem of sexual delinquency in adolescents. To gain an in-depth understanding of the importance of comprehensive sexual education in the Prevention of sexual delinquency in adolescents, this review applies an integrative and comprehensive literature analysis approach in reviewing various sources and related studies covering critical aspects of this topic. The results of the study stated that comprehensive sexual education is not just an option but a vital necessity in maintaining the well-being and future of the younger generation. In addition, sexual education also plays a role in shaping a culture that respects individual rights, promotes positive sexual health values, and creates a society that is more inclusive and concerned about sexuality issues. Thus, comprehensive sexual education becomes an indispensable part of efforts to protect adolescents and ensure that they can grow and develop healthily and responsibly in terms of their sexuality.Keywords: Comprehensive Sexual Education; Sexual Behavior; Youth Sexual Behavior.
Kesetaraan Gender Dalam Iklan Melaju Syantiek Dengan Grab Tahun 2024 (Analisis Semiotika Roland Barthes) Afrita, Witri; Corliana, Tellys; Yuliani, Magvira
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i1.20592

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi makna kesetaraan gender dalam iklan  Melaju Syantiek  oleh Grab tahun 2024 melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Subjek penelitian berupa iklan digital yang ada di platform YouTube, menampilkan perempuan dengan profesi pengemudi driver online, yang sebelumnya profesi tersebut didominasi oleh laki-laki. Metode analisis semiotika digunakan untuk mengungkap makna denotatif, konotatif, dan mitos dalam tanda visual dan verbal dalam iklan. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa iklan ini merepresentasikan kesetaraan gender secara ambivalen: di satu sisi, menampilkan kemandirian perempuan di ruang publik dan solidaritas gender; di sisi lain, tetap bersantai perempuan dengan ekspektasi tradisional, seperti mempertahankan feminitas ( syantiek ) dan tanggung jawab domestik. Iklan juga mengonstruksi mitos bahwa teknologi dan kerja platform menjadi solusi utama kesetaraan, meski mengabaikan hambatan struktural seperti ketimpangan peran domestik dan risiko ekonomi digital. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya transformasi sistemik, termasuk redistribusi tanggung jawab domestik dan kebijakan perlindungan pekerja, untuk mencapai kesetaraan gender yang substantif.Kata Kunci: Iklan Digital; Analisis Semiotika; Peran Ganda Perempuan.
Emansipasi Perempuan Dalam Membingkai Fiqih Sosial Romli, Muhammad
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i1.18967

Abstract

 ABSTRAK: Di Indonesia perjuangan emansipasi perempuan penuh dengan dinamika. Bentuk Gerakan maupun penekanan isunya selalu mengalami perubahan. Khusunya tinjauan beberapa dekade terakhir ini, telah muncul kesadaran baru dikalangan intelektual dan aktivitis perempuan bahwa paradigma lama dalam gerakan perempuan perlu ditinjau ulang. Fiqih yang selama ini hanya dipahami sebagai alat membaca untuk mengukur kebenaran ortodoksi (halal,haram), diera modernisasi seperti saat ini perlu memahami fiqih sebagai realitas sosial untuk kemudian mengambil sikap dan tindakan tertentu atas realitas sosial tersebut, konsep ini disebut fiqih sosial. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan penelitian pustaka (library research), yaitu penelitian yang penemuan objeknya dilakukan dengan menggali informasi kepustakaan, khususnya berupa teks yang terdapat pada buku-buku, ensiklopedi, jurnal ilmiyah, website dan dokumen lain. Berdasarkan hasil penelitian dan pengkajian dapat disimpulkan : Pertama, perlu adanya kontekstualisasi pemahaman terhadap fiqih, yang selama ini fiqih dijadikan sebatas sebagai madzhab tekstua(qauli), fiqih juga dijadikan sebagai madzhab manhaji(metodologis). Kedua, pemahaman fiqih terhadap perempuan perlu ditinjau ulang khususnya perannya dalam bidang sosial. Ketiga, perempuan memiliki lima peran penting, yaitu sebagai istri, ibu rumah tangga, pendidik, juru dakwah dan penggerak social. Keempat, Pendidikan sebagai akatualisasi nyata dalam memajukan perempuan..Kata kunci: Emansipasi perempuan, Fiqih sosialABSTRACT: In Indonesia, the struggle for women's emancipation is full of dynamics. The form of the movement and the emphasis on its issues are always changing. Especially reviewing the last few decades, a new awareness has emerged among women's intellectuals and activists that the old paradigm in the women's movement needs to be reviewed. Until now, fiqh has only been understood as a reading tool to measure the truth of orthodoxy (halal, haram), in the current era of modernization it is necessary to understand fiqh as a social reality to then take certain attitudes and actions regarding that social reality, this concept is called social fiqh. This research is descriptive qualitative with library research, namely research in which the object is discovered by exploring library information, especially in the form of texts found in books, encyclopedias, scientific journals, websites, and other documents. Based on the results of the research and study, it can be concluded: First, there is a need to contextualize the understanding of fiqh, while fiqh has so far been used only as a textual school of thought (qauli), fiqh has also been used as a manhaji (methodological) school of thought. Second, the understanding of women in jurisprudence needs to be reviewed, especially their role in the social field. Third, women have five important roles, namely as wives, housewives, educators, preachers, and social activists. Fourth, education is a real actualization in advancing women.Keywords: Women's emancipation, social fiqih
Problematika Keadilan dalam Praktik Poligami: Telaah Aksiologis atas Etika dan Estetika Ahsani, Muhammad Riyan; Samanta, Silva; Soleh, Achmad Khudori; Hakim, M Aunul
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i2.21453

Abstract

ABSTRAK: Poligami merupakan praktik perkawinan yang memicu polemik dan perdebataan, terutama dalam hal keadilan gender dan etika keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara filosofis bagaimana konsep keadilan dalam poligami dapat dinilai melalui kerangka aksiologi, khususnya dari dimensi etika dan estetika. Penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dengan pendekatan filosofis serta dianalisis secara deskriptif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam aspek hukum terdapat ketidak konsistenan antara Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dalam mengatur poligami, terutama terkait batas maksimal poligami, mekanisme persetujuan istri, dan pengawasan pemenuhan syarat keadilan. Dalam Hukum Islam keadilan poligami lebih menekankan aspek material (nafkah, pembagian waktu), tetapi kesulitan mengukur keadilan immateri (cinta, perhatian). Kemudian perspektif Aristoteles poligami sering bertentangan dengan prinsip keadilan sebagai kemanfaatan bersama, karena cenderung merugikan perempuan dan menimbulkan ketidakseimbangan dalam rumah tangga. Berdasarkan tinjauan aksiologi dari segi teleologi, poligami hanya dapat dibenarkan jika menghasilkan kebahagiaan kolektif, bukan individual. Sedangkan deontologi memandang poligami harus tunduk pada prinsip moral absolut tentang keadilan dan kesetaraan gender. Dari segi pandangan estetika poligami seringkali menimbulkan ketegangan sosial dan emosional dalam rumah tangga, sehingga mengurangi kemungkinan terciptanya harmoni. Kata Kunci: Poligami; Keadilan; Akisologi.
Efektivitas Pelaksanaan Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) di Kabupaten Jombang Utaminingsih, Alifiulahtin
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i2.21290

Abstract

ABSTRACT: This research analyzes how and effectiveness the Empowerment of Women Headed of Families (PEKKA) program is an empowerment program that involves women as the main target. This program was first introduced in 2000 as a "widows project" by the National Commission on Violence Against Women. The aim is to facilitate the development of life skills or life skills that are useful for being independent. The skills carried out are of economic value to empower women heads of families (PEKKA) in Jombang Regency. The method used is qualitative with a descriptive approach. The aim of this research is to analyze the effectiveness of the PEKKA program by the Family Planning, Women and Child Protection Population Control Service (DP3KBP3A) to empower female heads of families in Jombang Regency. The theory used is the Empowerment Theory by Sarah Cook and Steve Mcauly with the effevtiveness of  PEKKA concept. Qualitative descriptive research method and purposive sampling, with research informants all PEKKA active members in Jombang Regency. The results of the research show that the PEKKA program has not been running well, the efforts made are through mentoring in various areas in Jombang Regency and socialization and educational approaches.Keywords: Effective, Empowerment of Women, Head of Family
Transformasi Konsep Diri Perempuan dengan Orientasi Seksual Lesbian melalui Pendekatan Terapi Rational Emotive Behavior Therapy (REBT): Studi Kasus dan Analisis Psikologis Afridah, Mumtaz; Triadhari, Imelda; Azzakiyyah, Najwa
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i1.14825

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran terapi Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam mendukung transformasi konsep diri perempuan dengan orientasi seksual lesbian, terutama mereka yang memiliki latar belakang pengalaman traumatis dalam relasi heteroseksual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini menggali secara mendalam dinamika psikologis yang memengaruhi perubahan persepsi diri pada subjek. Temuan menunjukkan bahwa REBT secara efektif membantu individu mengidentifikasi dan menggugat keyakinan irasional yang terbentuk akibat pengalaman masa lalu. Melalui pendekatan ABCDE (Activating Event, Belief, Consequence, Disputing, Effect), REBT memfasilitasi rekonstruksi pola pikir yang lebih rasional, yang berdampak pada peningkatan aspek kognitif dan afektif dari konsep diri. Perubahan signifikan juga terlihat pada aspek hardiness, yaitu komitmen, kontrol diri, dan kesiapan menghadapi tantangan. Hasil ini mengindikasikan bahwa REBT dapat menjadi pendekatan intervensi psikologis yang relevan untuk membantu individu keluar dari trauma emosional dan membangun identitas diri yang lebih sehat dan positif.Kata Kunci: Rational Emotive Behavior Therapy, konsep diri, lesbian, trauma relasional, studi kasus, hardinessABSTRACT: This study aims to explore the role of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) in facilitating the transformation of self-concept among lesbian women who have experienced traumatic events in past heterosexual relationships. Employing a qualitative case study approach, the research delves deeply into the psychological dynamics underlying the subject’s evolving self-perception. The findings reveal that REBT effectively helps individuals identify and challenge irrational beliefs rooted in emotional trauma. By applying the ABCDE framework (Activating Event, Belief, Consequence, Disputing, Effect), the therapy enables the reconstruction of more rational thought patterns, thereby enhancing both cognitive and affective components of self-concept. Notable improvements were also observed in the subject’s psychological hardiness, particularly in the areas of commitment, control, and challenge. These results suggest that REBT is a relevant therapeutic method for supporting individuals in overcoming relational trauma and developing a healthier, more positive sense of identity.Keywords: Rational Emotive Behavior Therapy, self-concept, lesbian, relational trauma, case study, psychological hardiness
Mengurai Moderasi Beragama dalam Perspektif Gender: Potensi dan Tantangan Aliyah, Himmah; Faizah, Farichah Naily
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i1.18757

Abstract

Kasus radikalisme, ekstrimisme dan intoleransi masih marak terjadi di Indonesia. Radikalisme merupakan sebuah kenyataan yang muncul akibat kegagalan dalam mengatasi masalah-masalah yang ada bersamaan dengan modernitas. Seringkali gerakan modernisasi dianggap terlalu jauh dan tidak bisa dibendung dengan cara-cara moderat. Akibatnya lahirlah cara yang ekstrim ketika cara moderat tidak lagi mampu mengatasi masalah. Penelitian ini termasuk dalam kajian penelitian kualitatif yang akan memfokuskan tentang upaya dalam meredamkan kasus-kasus diskriminasi yang dialami kelompok minoritas dengan menggunakan metode kepustakaan. Bagaimana agama menilai potensi perempuan dalam konsep moderasi beragama yang dikenalkan Kementrian Agama baru-baru ini. Esensi moderasi agama harus melahirkan penghormatan kepada semua agama juga berdampak pada semua kelompok masyarakat termasuk perempuan. Berdasarkan penafsiran-penafsiran dan analisis yang moderat akan teks-teks agama yakni Al-Qur’an dan Hadist bahwa karakter dan nilai-nilai dari konsep moderasi beragama harus sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan yakni adil, toleransi dan musyawarah. Kaum perempuan memiliki peran dan potensi yang besar dalam mewujudkan masyarakat yang moderat seperti karakter yang tidak egosentris dan cenderung menolak kekerasan. Muslim yang moderat harus memiliki pemikiran yang luas dan terbuka, tidak menutup dan membatasi diri dari perbedaan. Mereka harus mampu beradaptasi, integrasi dan mengikuti perubahan terutama dorongan kesetaraan dan keadilan gender. Perempuan dan laki-laki memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam upaya mewujudkan Indonesia yang menjunjung tinggi moderasi beragama.
Gerakan Ekofeminisme dalam Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) Fuadi, Rusydan Fauzi; Sari, Ramadhanita Mustika
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i2.21291

Abstract

ABSTRACT: Ecofeminism is a movement that was born from the anxiety of women in various parts of the world and from various professions who oppose injustice against women who are always associated with unfounded myths. Therefore, women environmental activists continue to fight against the stigma that has spread in society and try to rise to play a role in saving the earth so that an ideal, environmentally friendly and women-friendly life is realised. The ecofeminism movement is in line with the Sustainable Development Goals (SDG's), of which two of the 17 pillars are the main focus of the ecofeminism movement, namely the Gender Equality pillar and the Climate Change Management pillar. In addition, Islam as a religion of rahmatan lil alamin views ecology and gender equality as an important element that is interconnected with each other so as to create Hablum minal Alam or a more harmonious relationship with nature.Keywords: Ecofeminism, Environment, Ecology, SDG's.
Cara Didik Orang Tua terhadap Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan Mulai Dari Aspek Fisik Hingga Mental pada Warga Pondok Ungu Permai Kabupaten Bekasi Rachman, Hasna Luthfiyah; Nabilah, Siti
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i1.19505

Abstract

Hubungan antara orang tua dan anak merupakan sebuah fenomena sosiologi yang menarik. Keluarga merupakan sebuah institusi sosial yang paling pertama hadir dan dapat membentuk kepribadian seorang individu dalam berperilaku di masyarakat luas. Aspek fisik yang tumbuh sebagaimana mental anak terbentuk dapat dikaitkan dengan gizi, tempat tinggal, dan pola asuh kedua orang tua. Tentunya, perkembangan zaman turut menghadirkan ilmu-ilmu baru kepada para orang tua guna mendidik anak-anaknya. Dalam hal ini, tidak menutup kemungkinan adanya perbedaan mencolok antara cara didik terhadap anak yang memiliki kebutuhan berbeda, seperti pada anak laki-laki dan anak perempuan yang tentunya menjadi penting untuk melihat garis pemisah yang mendeskripsikan perbedaan krusial tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan didukung dengan pendekatan kuantitatif melalui survei langsung berdasarkan pengisian kuesioner oleh warga sekitar, khususnya para orang tua yang memiliki anak laki-laki dan anak perempuan di wilayah terkait. Temuan atas penelitian ini menekankan pada pemahaman bagi seorang anak dalam melihat peran orang tuanya atas pembentukan kepribadian mereka sebagai aktor masyarakat, dimana orang tua maupun anak yang saling berkecimpung pada kelompok-kelompok sosial dapat menemukan kualitas yang setara.
Ekploitasi Buruh Perempuan pada Perusahaan Tekstil di Brebes Amalia, Tasya Diana; Musahwi, Musahwi; Farah, Naila
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v7i1.21004

Abstract

Artikel ini mengkaji secara mendalam mengenai eksploitasi pada buruh perempuan yang bekerja di PT. X, Kabupaten Brebes dengan status pekerja tidak tetap. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam pada buruh yang masih aktif bekerja dan mantan buruh yang pernah bekerja di PT. X. Penelitian ini fokus pada pengalaman eksploitasi buruh perempuan selama bekerja. Selain wawancara mendalam, data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan topik penelitian.  Hasil penelitian ini menunjukan bahwa buruh perempuan mengalami berbagai bentuk eksploitasi seperti jam kerja yang berlebihan, upah lembur yang tidak sesuai dengan regulasi, ketimpangan fasilitas kerja antar shift, jaminan sosial seperti BPJS yang tidak merata, status kerja yang tidak pasti sehingga buruh rentan mengalami pemutusan hubungan kerja secara sepihak dan juga kekerasan  simbolik melalui perkataan kasar. Kondisi ini memperlihatkan ketidakberdayaan buruh perempuan yang berstatus pekerja tidak tetap.

Page 11 of 14 | Total Record : 138