Articles
153 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA BANK UMUM SYARIAH (BUS) DAN UNIT USAHA SYARIAH (UUS)
Budiyah, Feriani
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Ag
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36908/esha.v10i1.1237
Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan penyajian laporan keuangan Bank Umum Syariah (BUS) dengan Unit Usaha Syariah (UUS) sebelum dan sesudah penerapan PSAK 401. Penelitian tersebut mengenai laporan keuangan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Permata dengan laporan keuangan sesuai PSAK No. 101 yang kini diubah menjadi PSAK 401 tentang Penyajian Laporan Keuangan Syariah. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Pada metode kuantitatif, peneliti menggunakan studi kasus laporan keuangan BSI sebagai BUS dan Bank Permata Syariah sebagai UUS. Untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan antara BUS dan UUS. Alat analisis yang digunakan adalah uji beda rata-rata statistik (independent sample t-test). Parameter yang digunakan untuk membandingkan kinerja kedua bank tersebut menggunakan rasio keuangan yaitu Return On Equity (ROE). Penelitian ini dilakukan terhadap laporan keuangan Laba Rugi Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Permata Syariah periode 2018-2023. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata atau mean ROE Bank BSI sebesar 8.100, sedangkan Bank Permata sebesar 4.380. Dapat dikatakan bahwa rata-rata nilai rasio ROE pada Bank Permata lebih kecil dibandingkan pada BSI, sehingga diketahui kinerja bank yang dilihat dari rasio ROE pada BSI lebih baik. Perubahan PSAK mendorong LKS memiliki ROE yang lebih baik karena berfokus pada kemampuan menghasilkan laba berdasarkan ekuitas/modal yang dimiliki perusahaan. Kemampuan menghasilkan keuntungan berdasarkan perubahan PSAK ini lebih baik bagi bank syariah yang berbentuk BUS dibandingkan UUS, sehingga diharapkan UUS dapat berubah menjadi BUS karena di BUS ekuitasnya sepenuhnya menjadi milik bank syariah, sedangkan pada BUS UUS terdapat campuran ekuitas antara bank induk dan anak perusahaan.
PENGARUH RETURN ON ASSET, CURRENT RATIO, DEBT TO ASSET RATIO, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERTANIAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2018-2022
Astuti, Fuji;
Dewi, Siska
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Ag
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36908/esha.v10i1.1238
The Ministry of Finance had the worst financial results across all industrial and agricultural sectors in 2019. The lack of corporate assets is a factor. The purpose of this study is to find empirical evidence regarding the effect of return on assets (ROA), current ratio (CR), debt to asset ratio (DAR), and company size on financial distress. The population used is the agricultural sub-sector companies listed on the IDX as many as 23 companies with 5 years of observation. This study used a purposive sampling method. The analytical techniques used in this study are descriptive statistics, logistic regression analysis, hypothesis testing, and determinant testing. The results showed that return on assets (ROA) had no effect on financial distress. Current ratio (CR), and firm size had a negative effect on financial distress. Debt to asset ratio (DAR) had a positive effect on financial distress. Simultaneously return on assets (ROA), current ratio (CR), debt to asset ratio (DAR), and company size affect financial distress in agricultural sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange.
KONTRIBUSI BANK WAKAF MIKRO TERHADAP UMKM DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI HALAL
Zulfikri, Zulfikri;
Umari, Zuul Fitriani
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Ag
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36908/esha.v10i1.1240
Perekonomian di Indonesia semakin berkembang dengan ditandai munculnya ragam lembaga keuangan. Lembaga keuangan memiliki peran yang strategis dalam perkembangan serta tumbuhnya perekonomian masyarakat dan industri. Lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) merupakan bentuk lembaga salah satu dalam kegiataannya yakni menghimpun dan menyalurkan dana. Salah satu Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang berkembang saat ini yaitu Bank Wakaf Mikro atau biasa di kenal dengan singkatan BWM, dalam pendiriannya atas izin Otoritas yang berdiri di lingkungan Pondok Pesantren. Penelitian ini bertitik tolak pada penggalian, pemaparan, penjelasan, penafsiran, dan estimasi terhadap gejala-gejala sosial dan fenomena empiris seperti: Kontribusi Bank Wakaf Mikro Terhadap UMKM Dalam Mengembangkan Industri Halal, dengan objek kajian Bank Wakaf Mikro di Sumatera Selatan. Bank Wakaf Mikro Nurul Huda hanya dalam posisi menyalurkan pembiayaan (financing) kepada nasabahnya dan tidak melakukan kegiatan menghimpun dana (finding). Berdasarkan hasil penelitian di atas juga dapat dilihat bahwa beberapa produk telah mengantongi izin sertifikat halal maka kehadiran Bank Wakaf Mikro memiliki pengaruh terhadap UMKM dalam mengembangkan industri halal.
REVIEW OF KHURSHID AHMAD'S THOUGHTS ON ISLAMIC ECONOMIC DEVELOPMENT
Hamzani, Achmad Irwan;
Soeharto, Achmad;
Taufiq, Taufiq;
Khasanah, Nur;
Aravik, Havis
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Fe
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36908/esha.v10i2.1320
The purpose of this study is to examine Khurshid Ahmad's Islamic economic thought, the philosophical foundations that were built, and the idea of Islamic economic development. This research is a type of library research, using secondary data, and a philosophical approach by looking at Khurshid Ahmad's idea as an ideal. The findings according to Khurshid, the existence of Islamic economy is different from conventional economy, both in the form of capitalist and socialist. The essence of Islamic economics is the application of sharia in economic activity. Economic philosophy is built and embodied the content of the Qur'an and al-Hadith. Islamic economic philosophy is based on the concept of a triangle: namely the philosophy of God, man and nature. Economic development is a multidimensional activity so that all efforts must be left to the balance of various factors and not create inequality. The ultimate goal of Islamic development is the welfare of mankind through the integration of social norms, ethical values, economics and politics. The value of the Study Khurshid's ideas on Islamic economic development have not been widely studied. With this research, Khurshid's idea can be studied that Islamic economics is a unique and distinctive economic concept and system, guided by Islamic teachings. As a system of life, Islamic teachings will not be optimally present as a map of life if they are not supported by economic sub-systems. The ultimate goal of Islamic development is the welfare of the world and the hereafter.
EFEKTIFITAS PASCA TERBIT SERTIFIKASI HALAL PADA UMKM DI KECAMATAN BANYUWANGI KABUPATEN BANYUWANGI
Masrohatin, Siti;
Hasanah, Hikmatul
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Fe
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36908/esha.v10i2.1328
Posisi UMKM dalam perekonomian nasional mempunyai kedudukan sangat strategis, sebab eksistensi UMKM mendominasi dalam perekonomian di Indonesia karena usaha mikro dan kecil mempunyai kelebihan pada penggunaan sumber daya alam serta padat karya. Di Kabupaten Banyuwangi sudah ada ribuan pelaku UMKM tersertifikasi halal (melalui skema) self declare. Ini bisa menjadi daerah percontohan di Indonesia, dalam percepatan sertifikasi halal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait efektifitas dari sertifikat halal yang telah di miliki oleh para pelaku UMKM di kecamatan Banyuwangi kabupaten Banyuwangi. Adapun pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan Jenis penelitian fenomenologi. Jenis ini digunakan untuk mengungkap pengalaman pelaku UMKM setelah memeiliki sertifikat halal pada semua produk makanan dan minuman hasil produksinya. Adapun hasilnya memberikan dampak positif yang signifikan terhadap keberlangsungan dan pertumbuhan UMKM di kecamatan Banyuwangi, serta dapat menciptakan ekosistem yang lebih sehat, kompetitif, dan berkelanjutan dalam industri makanan dan minuman, memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian, menjadikannya sebagai model yang bisa diadopsi oleh daerah lain, serta dapat berkontribusi terhadap suksesnya program pemerintah tentang kewajiban produk bersertifikat halal yang telah diamanahkan dalam Undang-undang.
PERAN BISNIS ISLAMI DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF; STUDI OBSERVASI TERHADAP PELAKU USAHA DI KOMUNITAS MUSLIM
Marsinah, Marsinah;
Fitri Indriani, RA Rodia;
Hatidah, Hatidah
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Fe
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36908/esha.v10i2.1348
Bisnis Islami memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kreatif, khususnya di komunitas Muslim. Penelitian ini mengangkat isu krusial berupa bagaimana prinsip-prinsip syariah seperti larangan riba, etika perdagangan, dan keberlanjutan ekonomi diterapkan dalam bisnis kreatif, serta dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Masalah utama yang dihadapi adalah minimnya inovasi, keterbatasan akses ke teknologi, dan tantangan dalam membangun daya saing di pasar global. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi bisnis Islami terhadap ekonomi kreatif serta mengidentifikasi tantangan dan peluangnya. Dengan pendekatan studi observasi natural, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi pelaku usaha kreatif berbasis Islami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bisnis Islami berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal melalui praktik yang etis dan inklusif, meskipun terkendala akses ke pasar global. Kesimpulan menunjukkan perlunya sinergi antara inovasi dan dukungan kebijakan untuk meningkatkan kontribusi sektor ini.
PRINSIP EKONOMI SYARIAH DALAM OPERASIONAL ONLINE SHOP: ANALISIS FATWA DSN-MUI No. 146/DSN-MUI/XII/2021 PERSPEKTIF SADD AL-DZARI’AH
Zuheri, Ahmad Ardian;
Ghozali, M. Lathoif
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Fe
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36908/esha.v10i2.1189
Studi ini menganalisis Fatwa DSN-MUI No. 146/DSN-MUI/XII/2021, yang membahas prinsip syariah dalam operasional toko online dari perspektif Sadd Al-Dzari’ah. Perdagangan online, meskipun menawarkan peluang besar, harus mematuhi prinsip syariah seperti keadilan, larangan riba, kehalalan produk, keterbukaan informasi, dan tanggung jawab sosial. Fatwa ini dikeluarkan sebagai pedoman untuk memastikan kepatuhan tersebut. Studi sebelumnya, seperti oleh Indriana et al. (2022), Setiawan et al. (2023), dan Nurhaidah & Batubara (2023), telah mengkaji aspek hukum dan ekonomi syariah dalam toko online. Penelitian ini menggunakan metode library research untuk menganalisis literatur terkait. Hasilnya menunjukkan pentingnya menerapkan prinsip syariah dalam setiap aspek bisnis toko online. Fatwa ini memberikan panduan komprehensif untuk memastikan operasional sesuai prinsip syariah dan perspektif Sadd Al-Dzari’ah berfungsi sebagai langkah preventif untuk menghindari kerugian dari transaksi online. Penelitian ini diharapkan membantu pertumbuhan ekonomi syariah dan keberlanjutan toko online.
TRANSISI PERILAKU KONSUMEN ISLAMI: TINJAUAN TERHADAP TREN BELANJA ONLINE DI ERA DIGITAL
Dewi, Fitri Kurnia;
Sari, Delvita;
Saripudin, Udin
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Fe
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36908/esha.v10i2.1370
Penelitian ini membahas isu transisi perilaku konsumen Islami dalam konteks belanja daring di era digital, yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi informasi dan tuntutan terhadap kepatuhan pada prinsip syariah. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor utama yang memengaruhi keputusan konsumen Muslim, seperti kesadaran syariah, norma sosial, dan kemudahan akses terhadap produk halal melalui platform e-commerce. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengintegrasikan teori perilaku Islami dengan dinamika teknologi digital untuk memberikan pemahaman yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen Muslim memiliki preferensi tinggi terhadap produk halal yang didukung oleh kepercayaan pada platform syariah yang transparan dan berkomitmen pada nilai-nilai Islami. Selain itu, norma sosial dan kemudahan teknologi digital terbukti memainkan peran penting dalam membentuk pola konsumsi Islami di era digital. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan utama, seperti perlunya edukasi konsumen tentang transaksi berbasis syariah dan pengembangan inovasi teknologi untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berkembang. Implikasi penelitian ini memberikan wawasan strategis bagi pengembangan e-commerce berbasis syariah yang kompetitif, etis, dan berkelanjutan di tengah persaingan global.
ISLAMIC BANKING'S CONTRIBUTION TO ECONOMIC GROWTH IN INDONESIA WITH PROFITABILITY AS AN INTERVENING VARIABLE
Christiana, Dina;
Putri, Rizky Nur Ayuningtyas
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Fe
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36908/esha.v10i2.1393
This study was conducted to determine the contribution of Islamic banking to economic growth in Indonesia by using profitability as an intervening variable. Using the nonprobability sampling method in the form of saturated samples, there were 32 samples obtained from Islamic banking financial reports and economic growth reports from 2016-2023. The results of the study indicate that total assets, financing and DPK do not affect the profitability of Islamic banking. NPF has a significant negative effect on the profitability of Islamic banking and FDR has a significant positive effect on the profitability of Islamic banking. Total assets, DPK and profitability do not affect economic growth. Financing has a significant positive effect on economic growth. NPF and FDR have a significant negative effect on economic growth. And profitability is unable to mediate the effect of total assets, financing, NPF, DPK and FDR on economic growth, this reflects that the profitability performance is still low and fluctuating. Challenges in managing banking assets and profitability need to be overcome. Although this study has limitations, this study can still be useful for bank management and be a reference for other researchers. In addition, this study is one of the initial studies that uses profitability to mediate the influence of total assets, financing, NPF, DPK and FDR on economic growth.
A COMPREHENSIVE LITERATURE REVIEW ON TIME VALUE OF MONEY AND ECONOMIC VALUE OF TIME FOR FINANCIAL DECISION-MAKING
Lahuri, Setiawan bin;
Wardani, Baiq Alfina Rahma;
Zuhroh, Ainun Amalia
Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Ekonomica Sharia : Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Ekonomi Syariah - Fe
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36908/esha.v10i2.1407
This study aims to analyze the concept of economic value of time as an answer to the distractions concept of time value of money by conventional views. The significance of comprehending the distinction between the temporal value of money and the economic value of time for the Muslim community to prevent entrapment in usurious transactions. Money in the conventional impacted to the continuous passage of time which requires an increase in face value to increase. This concept is referred to as the time value of money. As a result, this concept is related to the concept of discounting which in reality indirectly associates itself with the term "interest" that forbident for each muslim. Library analysis method used for this research through the data from literacy from book and previous article journal. According to the research's findings, the traditional understanding of money as having a time value (the "time value of money") holds that money today is worth more than money tomorrow and that the advantages of acquiring money now will outweigh those of acquiring benefits later. That's why this concept is not the best way out if applied in the economic process. Because this concept can give rise to a habit of people who will only save their money if the interest rate on the bank is at a high level, which is close to the act expected in Islam, namely usury. Therefore, Islam in this case holds that what is actually not money that has time value but time that has economic value of time.