cover
Contact Name
Cahyo Yusuf
Contact Email
cahyoyusuf@untidar.ac.id
Phone
+6281567820558
Journal Mail Official
cahyoyusuf@untidar.ac.id
Editorial Address
JL. DUKU 5 F/ PERUM KORPRI RT 006/ RW010, KELURAHAN KRAMAT SELATAN, KECAMATAN MAGELANG UTARA
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Repetisi)
Published by Universitas Tidar
ISSN : 27159612     EISSN : 27159612     DOI : 10.31002
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tidar. Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan keilmuan bidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. Artikel yang dimuat merupakan artikel hasil penelitian, kajian ilmiah kritis, dan isu penting terkini yang sesuai dengan focus dan scope jurnal. Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menjalin kerja sama dengan forum-forum mahasiswa ilmiah bidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia di tingkat regional, nasional, dan internasional yang sesuai dengan ketentuan spesifikasi artikel sesuai focus dan scope jurnal. Tata tulis mengikuti template yang sudah disediakan di OJS. Perlakuan sama dengan artikel yang masuk ke Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia . Focus dan Scope curriculum and materials development professional development policy and practice in assessment language skills and language components genre based language teaching and literature Indonesian language for foreign speakers technology enhance language learning literature studies linguistics studies
Articles 129 Documents
PERAN TOKOH ALFIE DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP MASYARAKAT PADA NOVEL ISRA’ MI’RAJ CINTA KARYA ROHMAT NURHADI ALKASTANI DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMA Rini Karyani Asmara; Yulia Esti Katrini; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2019): REPETISI Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan peran tokoh Alfie dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat pada novel Isra’ Mi’raj Cinta karya Rohmat Nurhadi Alkastani, serta mengimplementasikan pembelajaran peran tokoh Alfie dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat di SMA. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra. Metode dan teknik pengumpulan data menggunakan metode studi pustaka dilanjutkan dengan teknik kartu data. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode deskriptif analitik dan teknik analisis data yang disesuaikan dengan metode analisis data yaitu menganalisis teks dari novel. Hasil penelitian ini menunjukkan ada dua hal yang dilakukan oleh Alfie dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pertama, peran Alfie secara langsung yaitu sebagai pengamalan ilmu, tanggung jawab, penasihat, motivator, rela berkorban, penolong, dan pembimbing. Kedua, peran Alfie secara tidak langsung adalah sebagai orang bertanggung jawab, penasihat, penolong, motivator, inspirator, dan dermawan. Penelitian ini dapat diimplementasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA tepatnya dalam silabus kelas XII Kurikulum 2013 revisi tahun 2016 KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel dan KD 4.9 merancang novel atau novelet dengan memerhatikan isi dan kebahasaan yang difokuskan pada materi pembelajaran analisis unsur ekstrinsik dalam novel dengan tahap pembelajaran apresiasi sastra berupa mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan.Kata Kunci: Peran, Novel, Masyarakat, Implementasi Pembelajaran di SMA
KOMPOSITUM PADA NAMA-NAMA MINUMAN TRADISIONAL DAN PENGEMBANGANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DI SMA Destiana Rizqi Fauzia; Fransiscus Xaverius Samingin; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsi tipe-tipe kompositum subordinatif substantif pada nama-nama minuman tradisional dan menghasilkan pengembangan bahan ajar melalui kompositum subordinatif substantif pada nama-nama minuman tradisonal. Objek dalam penelitian ini berupa nama-nama minuman tradisional. Penyediaan data menggunakan metode simak (observasi) dan cakap (wawancara). Analisis data menggunakan metode dari Sudaryanto yaitu agih dan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL). Penyajian hasil analisis dengan metode deskriptif formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa tipe-tipe kompositum subordinatif substantif yang baru sebanyak tiga belas tipe. Pada nama-nama minuman tradisional didominasi oleh tipe leksem a nama tempat leksem b sebanyak 10 nama dan leksem a sasaran perbuatan leksem b sebanyak 5 nama. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan ajar di SMA berkaitan dengan teks laporan hasil observasi. Hal tersebut sesuai dengan silabus Kurikulum 2013 KD 3.2 menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi dan KD 4.2 mengonstruksi teks laporan dengan memerhatikan isi dan aspek kebahasaan baik lisan maupun tulis. Tipe-tipe kompositum pada nama-nama minuman tradisional dapat digunakan sebagai bahan ajar saat pembelajaran materi teks laporan hasil observasi.Kata Kunci: kompositum, nama-nama minuman tradisional, leksem, bahan ajar, teks laporan hasil observasi.
Pola Pikir Koplak dalam Novel Koplak karya Oka Rusmini dan Formulasinya sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di SMA Aprilia Dwi Sulistyaningsih; Fransiscus Xaverius Samingin; Imam Baihaqi
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi yang berjudul Pola Pikir Koplak dalam Novel Koplak karya Oka Rusmini dan Formulasinya sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di SMA ini dilatarbelakangi oleh pola pikir yang dialami oleh tokoh utama. Pola pikir yang dialami oleh Koplak merupakan pola pikir yang digunakan oleh masyarakat pada umumnya yaitu secara logis, realistis, dan kritis. Selain itu dalam menyampaikan pemikiran-pemikiran tersebut disajikan secara karikatural. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pola pikir Koplak tokoh utama dalam novel Koplak dan (2) memperoleh materi ajar tentang pola pikir tokoh utama dalam pembelajaran apresiasi sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan teori kategori wilayah pikir Sigmund Freud. Penyediaan data penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan dengan menggunakan teknik kartu data sekunder berupa teks baik dalam kata, kalimat, dan paragraf. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik analisis yang disesuaikan dengan metode analisis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 57 data dari 6 pola pikir yang dialami oleh Koplak. Dari ke-6 pola pikir yang ditemukan ini terdiri dari 8 data pola pikir tidak logis, 3 data pola pikir tidak realistis, 14 data pola pikir logis, 22 data pola pikir realistis, 4 pola pikir berdasarkan suara hati, dan 6 data pola pikir berdasarkan ego ideal. Dari hasil penelitian ini yang berupa deskripsi pola pikir tokoh utama dapat dijadikan sebagai materi ajar apresiasi sastra yang meliputi novel, unsur intrinsik dan unsuk ekstrinsik novel, dan kategori wilayah pikir serta bentuk-bentuk pola pikir tokoh utama dalam novel yang disesuaikan dengan KD 3.9 di kelas XII SMA.Kata Kunci: Pola pikir, materi ajar, psikologi sastra
KESANTUNAN BERBAHASA TOKOH DILAN DALAM NOVEL MILEA: SUARA DARI DILAN KARYA PIDI BAIQ DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR ULASAN BUKU FIKSI DI SMA Azizoel Metiadini; Yulia Esti Katrini; Asri Wijayanti
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2019): REPETISI Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan bentuk kesantunan berbahasa yang diterapkan oleh tokoh Dilan dalam novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq serta menyusun bahan ajar bagi pembelajaran di SMA. Data kebahasaan berwujud kata, frasa, kalimat, dan gugus kalimat yang mengandung unsur kesantunan berbahasa yang diterapkan oleh tokoh Dilan melalui narasi dan dialog pada novel Milea: Suara dari Dilan karya Pidi Baiq. Penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan teknik membaca, menandai, dan mengklasifikasikan data. Adapun analisis data yang digunakan adalah dengan metode deskriptif analitik dengan teknik yang disesuaikan dengan tujuan penelitian yakni penafsiran. Hasil penelitian berupa klasifikasi maksim yang didasarkan pada teori Geoffrey Leech. Klasifikasi maksim yang ditemukan terdiri atas maksim kebijaksanaan bermaksud untuk menjaga perasaan dan memberi kebebasan hak orang lain; maksim penerimaan bermaksud untuk mengambil risiko dan tulus; maksim kemurahan hati bermaksud untuk memuji, berterima kasih, dan menghargai; maksim kerendahan hati bermaksud untuk menyadari keterbatasan, merefleksi diri, dan menyesali perbuatan; maksim kecocokan bermaksud untuk menyesuaikan, menyetujui, dan menenangkan; serta maksim kesimpatian bermaksud untuk berbelasungkawa dan peduli.Kata Kunci: kesantunan berbahasa, maksim kesantunan, bahan ajar
REPRESENTASI SABAR DALAM NOVEL SEPATU DAHLAN KARYA KHRISNA PABICHARA (KAJIAN SEMIOTIK TERHADAP TOKOH AKU) Roechanatul Janah; Yulia Esti Katrini; Mursia Ekawati
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Representasi Sabar dalam Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara (Kajian Semiotik terhadap Tokoh Aku) bertujuan untuk (1) mendeskripsikan representasi sabar tokoh aku dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara, dan (2) menghasilkan rancang bangun representasi sabar tokoh aku dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara pada pembelajaran sastra di SMA. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode perpustakaan dan teknik kartu data. Metode analisis yang digunakan adalah metode semiotik Roland Barthes dengan teknik analisis data.Hasil penelitiaan tentang representasi sabar tokoh aku dalam novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara yaitu, pada kalimat dan teks yang mengandung representasi sabar tokoh aku yang meliputi (1) sabar dalam ketaatan, (2) sabar dalam musibah, dan (3) sabar dalam menerima takdir.Kata Kunci: representasi sabar, semiotik, pengajaran sastra  
PERBANDINGAN AMANAT PUISI PERAHU KERTAS KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DENGAN NOVEL PERAHU KERTAS KARYA DEWI LESTARI Ulfa Fakhiyatul Ailia; Yulia Esti Katrini; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018): REPETISI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dua karya sastra (novel dan puisi) yang mempunyai judul sama yaitu puisi Perahu Kertas karya Spardi Djoko Damono dengan novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Kedua karya sastra tersebut mempunyai persamaan dan perbedaan amanat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh rincian perbandingan amanat puisi Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono dan novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari. Pengambilan data penelitian ini dilakukan dengan metode simak. Tekniknya yaitu teknik kutip catat. Analisisnya menggunakan teknik analisis dan interpretasi data. Dari penelitian ini dapat diperoleh simpulan mengenai persamaan dan perbedaan dalam amanatnya. Terdapat 11 persamaan amanat, sedangkan perbedaannya terdapat 15 perbedaan amanat. Salah satu persamaan amanatnya Sapardi Djoko Damono dan Dewi Lestari, sama-sama mengungkapkan bahwa sesama anggota keluarga dan manusia harus saling menjaga. Pada puisi Perahu Kertas, Sapardi menggambarkan Nuh yang mengajak dan menjaga umatnya dari peristiwa air bah. Dewi Lestari, menggambarkan Oma Keenan yang menjaga Keenan dari ganasnya musim dingin. Untuk perbedaannya, salah satunya yaitu ada puisi Perahu Kertas, terdapat amanat tentang seseorang berserah diri atau bertawakal kepada Tuhan setelah melakukan usaha. Pada novel Perahu Kertas tidak ditunjukkan adanya tawakal kepada Tuhan.Kata kunci: Perbandingan, Amanat, Puisi, Novel.
KONFLIK BATIN TOKOH LASIH DALAM NOVEL MENGAPA AKU CANTIK KARYA WAHYU SUJANI DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA Anggun Fitria Anindhi; Mursia Ekawati; Dzikrina Dian Cahyani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan konflik batin yang dialami oleh tokoh Lasih dalam novel Mengapa Aku Cantik karya Wahyu Sujani (2) menyusun implementasi pembelajaran sastra tentang konflik batin tokoh Lasih dalam novel Mengapa Aku Cantik karya Wahyu Sujani di SMA. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan metode baca. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik catat dan teknik simak. Adapun analisis data penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan teknik analisisnya menggunakan teknik analisis isi. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 4 konflik mendekat-mendekat (approach-approach conflict), 4 konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance conflict), dan 2 konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance conflict). Selain itu secara keseluruhan tokoh cenderung memilih motif negatif. Serta hasil penelitian ini dapat diimplementasikan pada pembelajaran sastra di SMA dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kelas XII dengan KD 3.9 dan KI 4.1. Dalam RPP, unsur 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasi) dimasukkan dalam pembelajaran. Antara lain mencakup mulai dari siswa mengamati materi dari guru, siswa menanya tugas dari guru, siswa memahami tugas dari guru, siswa mencoba untuk menjawab tugas dari guru, dan siswa mengkomunikasikan dengan cara mempresentasikan hasil diskusi.Kata Kunci: konflik batin, psikologi sastra, implementasi
KALIMAT MAJEMUK DALAM JUDUL SERIAL SINETRON AZAB DI INDOSIAR DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARANNYA DI SMA Indah Cahya Rahmadani; Fransiscus Xaverius Samingin; Theresia Pinaka Ratna Ning Hapsari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) memperoleh deskripsi jenis kalimat majemuk yang digunakan dari  judul serial sinetron AZAB di Indosiar; (2) memperoleh deskripsi hubungan makna antarklausa kalimat majemuk dari judul serial sinetron AZAB di Indosiar, dan (3) mengimplementasikan pembelajaran teks ceramah yang dikembangkan dari judul serial sinetron AZAB di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sintaksis dari karakteristik kalimat majemuk dalam judul serial sinetron AZAB di Indosiar. Wujud data berupa kalimat yang merupakan jenis kalimat majemuk. Data dikumpulkan menggunakan metode simak dan teknik catat. Setelah data terkumpul, data dianalisis menggunakan metode agih dan teknik bagi unsur langsung (BUL) dengan teknik lanjutan baca markah. Berdasarkan hasil analisis, dari 3 jenis kalimat majemuk dan 14 jenis hubungan makna konjungsi dan antarklausa, ditemukan masing-masing 3 jenis kalimat majemuk dan 6 hubungan makna. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA yang berkaitan dengan materi teks ceramah. Materi tersebut sesuai dengan silabus kurikulum 2013 kelas XI pada Kompetensi Dasar (KD) 3.6 menganalisis isi, struktur dan kebahasaan teks ceramah dan 4.6 mengkonstruksi teks ceramah tentang permasalahan aktual dengan memerhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat. Judul serial sinetron AZAB dapat digunakan sebagai contoh kalimat majemuk dan juga digunakan sebagai tema untuk membuat teks ceramah pada saat pembelajaran materi teks ceramah.Kata Kunci: kalimat majemuk, hubungan makna, serial sinetron AZAB di Indosiar 
Citra Wanita dalam Kumpulan Cerpen Cinta Tak Pernah Menari Karya Asma Nadia sebagai Materi Ajar Apresiasi Sastra di SMA Shafi Nurjanah; Fransiscus Xaverius Samingin; Fifit Firmadani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ini dilatarbelakangi oleh sifat-sifat yang dimiliki oleh tokoh wanita dalam kumpulan cerpen. Masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) citra wanita apa saja yang terdapat dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari karya Asma Nadia ditinjau dari segi fisik, psikis, dan sosial dan (2) bagaimana bentuk materi ajar apresiasi sastra di SMA menggunakan citra wanita dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari karya Asma Nadia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi citra wanita yang ditinjau dari segi fisik, psikis, sosial dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari karya Asma Nadia dan memperoleh materi ajar apresiasi sastra di SMA berdasarkan citra wanita dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari karya Asma Nadia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Objek penelitian citra wanita dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari karya Asma Nadia yang berupa dialog, kalimat dan narasi yang mengandung citra wanita. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode studi pustaka dengan teknik membaca, menandai, dan mengklasifikasi data, sedangkan untuk menganalisis data digunakan metode deskripstif analisis dengan teknik analisis teks. Hasil dari penelitian ini berupa deskripsi-deskripsi tentang citra wanita dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari karya Asma Nadia yang ditinjau dari segi fisik, psikis, dan sosial. Citra wanita yang terdapat dalam kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari ini yaitu wanita cantik, wanita dewasa, wanita feminin, wanita menjaga harga diri, wanita pekerja keras, wanita sederhana, wanita kuat, wanita rajin, wanita hebat, peran wanita dalam keluarga, dan peran wanita dalam masyarakat. Hasil penelitian kemuadian dijadikan formula untuk menyusun bahan ajar di SMA, kelas XI pada KD 3.9 dan 4.9.Kata kunci: citra wanita, kumpulan cerpen Cinta Tak Pernah Menari, materi pembelajaran sastra di SMA.
Materi Ajar Membaca Teks Bermuatan Kesantunan:BIPA Level I Monica Refinanda Batu Bara; Cahyo Yusuf; Ayu Wulandari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2021): REPETISI VOLUME 4 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belum banyak materi-ajar bermuatan kesantunan mendukung dikonstruksinya materi-ajar kesantunan yang mengacu Kurikulum Kursus dan Pelatihan BIPA Tahun 2016  fokus keterampilan membaca. Capaian-belajar keterampilan membaca BIPA Level I dalam Kurikulum ini, bahwa pelajar BIPA Level I mampu membaca nyaring teks deskriptif sederhana berkaitan dengan informasi pribadi: nama, alamat, pekerjaan, negara asal, dan keluarga. Penelitian ini bertujuan memformula materi-ajar membaca teks bermuatan kesantunan bertutur (verbal), bersikap, dan bertindak saat perkenalan diri. Metode analisis data dalam penelitian ini ialah metode padan subjenis referensial kesantunan verbal berupa persona saya yang mereferensi orang pertama dalam situasi kelas, referensial gerak pada kesantunan bersikap berupa senyuman, serta tubuh sedikit membungkuk mereferensi kesantunan bertindak. Hasil analisis data menunjukkan: (1) lima pelajar mengimplementasikan kesantunan verbal kata saya digunakan dalam situasi formal; (2) empat pelajar BIPA mengimplementasikan kesantunan bersikap tersenyum saat perkenalan diri; serta (3) tiga pelajar BIPA mengimplementasikan kesantunan bertindak menempelkan kedua telapak tangan ke dada.Kata Kunci: Kesantunan, Kurikulum BIPA, materi-ajar membaca, dan perkenalan diri

Page 6 of 13 | Total Record : 129