cover
Contact Name
Cahyo Yusuf
Contact Email
cahyoyusuf@untidar.ac.id
Phone
+6281567820558
Journal Mail Official
cahyoyusuf@untidar.ac.id
Editorial Address
JL. DUKU 5 F/ PERUM KORPRI RT 006/ RW010, KELURAHAN KRAMAT SELATAN, KECAMATAN MAGELANG UTARA
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Repetisi)
Published by Universitas Tidar
ISSN : 27159612     EISSN : 27159612     DOI : 10.31002
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan jurnal ilmiah mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tidar. Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam cakupan keilmuan bidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. Artikel yang dimuat merupakan artikel hasil penelitian, kajian ilmiah kritis, dan isu penting terkini yang sesuai dengan focus dan scope jurnal. Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menjalin kerja sama dengan forum-forum mahasiswa ilmiah bidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia di tingkat regional, nasional, dan internasional yang sesuai dengan ketentuan spesifikasi artikel sesuai focus dan scope jurnal. Tata tulis mengikuti template yang sudah disediakan di OJS. Perlakuan sama dengan artikel yang masuk ke Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia . Focus dan Scope curriculum and materials development professional development policy and practice in assessment language skills and language components genre based language teaching and literature Indonesian language for foreign speakers technology enhance language learning literature studies linguistics studies
Articles 129 Documents
TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA SPANDUK DI MAGELANG Inayatul Fatonah; Fransiscus Xaverius Samingin; Mursia Ekawati
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018): REPETISI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Tindak Tutur Ilokusi pada Spanduk di Magelang dilatarbelakangi oleh terdapatnya kata-kata yang menarik, yakni kata-kata yang mampu membangkitkan minat untuk membaca yang sering digunakan dalam spanduk-spanduk. Spanduk digunakan banyak orang sebagai salah satu media komunikasi, menyampaikan ide, mengungkapkan perasaan, membujuk, bahkan memprovokasi pembaca. Rumusan masalah penelitian ini adalah, 1) jenis tindak tutur ilokusi apa saja yang terdapat pada wacana spanduk di wilayah Magelang, 2) bagaimana maksud tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam wacana spanduk di wilayah Magelang. penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan jenis wacana pada spanduk di wilayah Magelang, dan (2) mendeskripsikan maksud wacana pada spanduk di wilayah Magelang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode simak dan teknik catat. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif analitik dengan teknik sisip. Hasil analisis menemukan: (1) tindak tutur ilokusi asertif; memberitahukan dan menyatakan, (2) tindak tutur ilokusi direktif; memerintah, memohon, memberi nasihat, menyarankan, dan meminta, (3) tindak tutur ilokusi komisif; menjanjikan dan menawarkan, (4) tindak tutur ilokusi ekspresif; mengucapkan terimakasih dan mengucapkan selamat, dan (5) tindak tutur ilokusi deklarasi; memberi nama.Kata Kunci: Tindak tutur ilokusi, spanduk Magelang, materi ajar. 
Representasi Kemiskinan dalam Cerpen Perihal Orang Miskin yang Bahagia Karya Agus Noor dan Implementasinya pada Pembelajaran Sastra di SMA Botok Riana; Mursia Ekawati; Dzikrina Dian Cahyani
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu 1) mendeskripsikan representasi kemiskinan dalam cerpen Perihal Orang Miskin yang Bahagia karya Agus Noor dan 2) mengimplementasikan representasi kemiskinan dalam cerpen Perihal Orang Miskin yang Bahagia karya Agus Noor pada pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra Alan Swingwood yaitu 1) karya sastra sebagai refleksi sosial, 2) karya sastra dilihat dari proses produksi dan kepengarangan, dan 3) karya sastra dan hubungannya dengan kesejarahan. Metode yang digunakan dalam penyediaan data yaitu metode perpustakaan dan  teknik kartu data sekunder. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dan teknik deskriptif analisis teks. Hasil penelitian ini berupa 1)representasi kemiskinan ditinjau dari aspek ekonomi, 2) representasi kemiskinan ditinjau dari aspek sosial budaya, dan 3) representasi kemiskinan ditinjau dari aspek politik. Hasil penelitian tersebut diimplementasikan dalam pembelajaran sastra di SMA dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam Kompetensi Dasar 3.8 yaitu mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek yang dibaca dan 4.8 yaitu mendemonstrasikan salah satu nilai kehidupan yang dipelajari dalam cerita pendek.Kata Kunci : cerita pendek, representasi kemiskinan, pembelajaran sastra
TRADISI GEMBLAK DALAM NOVEL TEMBANG TOLAK BALA KARYA HAN GAGAS TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMA Siti Wahyu Wulandari; Budiono Budiono; Irsyadi Shalima
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tradisi gemblak yang terdapat dalam novel Tembang Tolak Bala karya Han Gagas, dan menyusun rancang bangun pembelajaran apresiasi sastra novel di SMA mengenai tradisi gemblak dalam novel Tembang Tolak Bala. Penelitian ini menggunakan tinjauan sosiologi sastra yang berfokus pada sastra sebagai cermin masyarakat didasarkan pada beberapa teori milik Ratna, Faruk, dan Wiyatmi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Tembang Tolak Bala karya Han Gagas. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dengan teknik simak catat. Metode analisis datanya menggunakan deskriptif analitik. Hasil penelitian ini berupa bentuk tradisi gemblak yang terdapat dalam novel Tembang Tolak Bala meliputi (1) eksistensi tradisi gemblak, (2) warok, (3) gemblak, (4) lamaran gemblak, (5) hubungan warok dan gemblak, (6) warok dan reog, (7) akhir status gemblak. Selain itu, hasil penelitian ini juga diimplementasikan dalam bentuk rancang bangun pembelajaran apresiasi satra yang berisi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)  kurikulum 2013 kelas XII semester genap menggunakan pendekatan saintifik. Tepatnya KD 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel, dan KD 4.9 merancang novel dengan memperhatikan isi dan kebahasaan.Kata Kunci: sosiologi sastra, tradisi gemblak, novel Tembang Tolak Bala
PENDEKATAN MIKROSTRUKTURAL DAN MAKROSTRUKTURAL PADA ALBUM LAGU “BEST OF THE BEST” KARYA EBIET G. ADE SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMA Khamimah Khamimah; Fransiscus Xaverius Samingin; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 2 (2018): REPETISI Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud kohesi gramatikal dan leksikal, konteks situasi dan sosial budaya, serta bentuk bahan ajar kohesi gramatikal dan leksikal pada album lagu “Best of the Best” karya Ebiet G. Ade. Metode pengumpulan data yang digunakan menggunakan metode simak dan teknik catat. Adapun metode analisis data yang digunakan menggunakan metode agih dan padan, serta teknik BUL (Bagi Unsur Langsung). Berdasarkan penelitian ini menunjukkan bahwa analisis mikrostruktural terdapat pengacuan, penyulihan, pelesapan, perangkaian, pengulangan, padan kata, lawan kata, sanding kata, dan kesepadanan. Adapun analisis makrostruktural pada album tersebut mengandung konteks situasi dan sosial budaya sebagai berikut: (1) Lirik lagu Untuk Kita Renungkan diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang terjadinya bencana berupa meletusnya gunung Galunggung di Tasikmalaya pada tahun 1982; (2) Lirik lagu Kupu-Kupu Kertas diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang adanya lokalisasi di daerah Kramat Tunggak yang mencapai puncak kejayaan dan menjadi lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara; (3) Lirik lagu Masih Ada Waktu diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang terjadinya kecelakaan Kereta Api di Bintaro tahun 1987 yang merenggut banyak korban Jiwa; (4) Lirik lagu Elegi Esok Pagi diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang pengalaman masa mudanya dulu yang mencintai seorang gadis; dan (5) Lirik lagu Nyanyian Rindu diciptakan oleh Ebiet dengan latar belakang kerinduan terhadap puteri kecilnya ketika Ebiet berada di pulau Bali dan jauh dari putrinya. Hasil analisis kohesi gramatikal dan leksikal digunakan sebagai bahan ajar kebahasaan di kelas XII SMA sesuai dengan Kurikulum 2013 Kompetensi Dasar (KD) 3.4 Menganalisis kebahasaan cerita atau novel sejarah, dan KD 4.4. Menulis cerita sejarah pribadi dengan memerhatikan kebahasaan.Kata Kunci: Lirik Lagu, Kohesi, Konteks Situasi dan Sosial Budaya
BENTUK INTERJEKSI PADA DIALOG DALAM NOVEL CRITICAL ELEVEN KARYA IKA NATASSA Fatma Fiana; Hari Wahyono; Ayu Wulandari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018): REPETISI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu banyak ditemukannya bentuk interjeksi pada dialog dalam novel Critical Eleven karya Ika Natassa. Penelitian ini bertujuan, yaitu (1) memperoleh deskripsi mengenai bentuk-bentuk interjeksi dalam novel Critical Eleven. Sumber data yang digunakan untuk penelitian ini, yaitu novel Critical Eleven karya Ika Natassa. Objek penelitian ini berupa data tulis sebagai data utama yang diteliti, yaitu yang berkaitan dengan bentuk interjeksi. Wujud data penelitian ini yaitu frasa, kata yang berasal dari setiap dialog dalam novel Critical Eleven karya Ika Natassa. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu metode simak, baca, tandai dan catat. Teknik penyediaan data, yaitu teknik kutip kemudian catat, sedangkan metode dan teknik analisis data yang digunakan yaitu, metode agih dengan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) teknik lanjutan yaitu teknik perluasan. Hasil penelitian ini berupa bentuk dan jenis interjeksi pada dialog dalam novel Crirtical Eleven karya Ika Natassa. Bentuk interjeksi terbagi atas tiga, yaitu (1) interjeksi asli yang terdiri atas kata eh, nah, ah, oh, yuk, yah, lah, ayo, ha, ih, hai, yay, bah, lho, wah, hei, cih, hah, hey, wow dan woi.(2) Interjeksi biasa yang terdiri atas kata aduh, masa, sialan, gila, asik buset, dan sinting. (3) Interjeksi ungkapan yang terdiri atas kata Alhamdulillah, astagfirullah, oh may god, dan Ya Allah.Kata kunci: bentuk interjeksi, dan novel Critical Eleven.
JENIS-JENIS WACANA PADA ARTIKEL SURAT KABAR SUARA MERDEKA EDISI SEPTEMBER DAN OKTOBER 2018 SEBAGAI MATERI AJAR PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA Putri Nugraheni Puspita; Fransiscus Xaverius Samingin; Mursia Ekawati
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Ini berfokus Jenis-jenis wacana pada Artikel Surat Kabar Suara Merdeka Edisi September dan Oktober 2018 Sebagai Materi Ajar di SMA. Rumusan masalah pada penelitian ini sebagai berikut: (1) Jenis wacana apa saja yang terdapat dalam surat kabar Suara Merdeka, (2) Bagaimana memformulasikan jenis-jenis wacana tersebut sebagai materi ajar di SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan berbagai jenis-jenis wacana pada surat kabar Suara Merdeka, (2) memformulasikan jenis-jenis wacana dari Suara Merdeka sebagai materi ajar di SMA. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wacana, ciri-ciri wacana jenis-jenis wacana, dan materi ajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskripsi analisis. Objek penelitian yang akan diteliti yaitu jenis-jenis wacana pada artikel surat kabar suara merdeka edisi September dan Oktober 2018 sebagai materi ajar di SMA. Teknik penyediaan menggunakan metode simak. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa dalam artikel Surat Kabar Suara Merdeka Edisi September dan Oktober 2018 terdapat jenis wacana sebagai berikut : (1) wacana narasi, (2) wacana deskripsi, (3) wacana eksposisi, dan (4) wacana argumentasi. Penelitian tentang jenis-jenis wacana dapat dijadikan materi ajar kelas X pada Kompetensi (KD) 3.3 mengidentifikasi (permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi secara lisan atau tulis dan Kompetensi Dasar (3.4)  menganalisis struktur dan kebahasaan teks eksposisi.Kata kunci: wacana, ciri-ciri wacana, jenis-jenis wacana, Surat Kabar Suara Merdeka
PENANDA DAN FUNGSI UJARAN SARKASME DALAM NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN SERTA PEMBELAJARANNYA DALAM TEKS CERAMAH DI SMA Siti Ngiyatul Lailiyah; Mursia Ekawati; Rangga Asmara
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 2 (2019): REPETISI VOLUME 2 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk (1) menghasilkan deskripsi penanda, fungsi, dan makna ujaran sarkasme para tokoh dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan, dan (2) mengimplementasikan pembelajaran teks ceramah kelas XI SMA yang dikembangkan dari penanda, fungsi, dan makna ujaran sarkasme dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode observasi, teknik simak catat. Metode dan teknik analisis data menggunakan metode padan referensial, dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP), serta teknik lanjutan HBSP yakni teknik hubung banding dengan menyamakan hal pokok. Analisis data menunjukkan bahwa penanda yang paling banyak muncul dalam novel Cantik Itu Luka adalah penanda kontradiksi sentimental, yakni berjumlah 50 data dengan persentase 69,4%. Ujaran sarkasme kategori penanda hiperbola berjumlah 22 dengan persantese 30,6%. Ujaran sarkasme dalam novel ini didominasi oleh tuturan dialog, dan hanya ditemukan satu data yang terdapat pada tuturan monolog. Fungsi komunikasi ujaran sarkasme kategori penanda kontradiksi sentimental meliputi fungsi mengkritik, mengeluh, sentimen pribadi, menghina, jengkel, dan mengingatkan. Perbedaannya dengan sarkasme kategori penanda hiperbola dalam penelitian ini yaitu tidak ditemukan fungsi komunikasi mengeluh. Hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam pembelajaran teks ceramah kelas XI pada KD 3.6 menganalisis isi, struktur, dan kebahasaan dalam ceramah dan KD 4.6 mengkonstruksi ceramah tentang permasalahan aktual dengan memperhatikan aspek kebahasaan dan menggunakan struktur yang tepat.Kata kunci: ujaran  sarkasme, Cantik Itu Luka, Eka Kurniawan, dan teks ceramah
Pengembangan Model Pembelajaran Discovery Learning Menggunakan Media Sempoa Kosakata untuk Meningkatkan Kemampuan Sintaksis Siswa Kelas III SD Siti Kholishotul Ilmiah; Mimi Mulyani; Ayu Wulandari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 1 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengembangan model discovery learning menggunakan sempoa kosakata untuk meningkatkan kemampuan sintaksis siswa kelas III SD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Data dalam penelitian ini berupa lembar kuesioner dan wawancara. Sumber data diperoleh dari guru dan siswa di enam sekolah dasar (SD) yang tersebar pada tiga kecamatan di wilayah Kota Magelang. Analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatif deskriptif dan kualitatif deskriptif. Analisis ini dimulai dengan mengubah penilaian dalam bentuk kualitatif menjadi kuantitatif sehingga diperoleh skor. Lalu menghitung skor rata-rata, mengubah skor rata-rata menjadi kualitatif, kemudian memaparkan data, pembahasan hasil penelitian, serta menyimpulkan.Setelah dilakukan penelitian, diperoleh hasil sebagai berikut : (1) berdasarkan analisis kebutuhan, model pembelajaran yang diharapkan oleh siswa maupun guru merupakan model yang melibatkan siswa secara aktif dan menumbuhkan rasa ingin tahu siswa untuk menemukan sesuatu. Sementara media pembelajaran yang dibutuhkan merupakan media yang murah, menarik, mudah digunakan, serta dapat menambah perbendaharaan kosakata siswa. (2) Prinsip penyusunan model pembelajaran terdiri atas prinsip motivasi, prinsip pengalaman, prinsip penemuan, prinsip kooperatif, prinsip kebahasaan, dan prinsip pengulangan. (3) Pengembangan model pembelajaran discovery learning menggunakan media sempoa kosakata menghasilkan produk berupa model dan media pembelajaran yang direalisasikan dalam bentuk buku panduan model. Model yang dihasilkan telah divalidasi oleh ahli model dengan rentang skor 1-5 dan menunjukkan nilai rata-rata sebesar 4,61. Sementara validasi  dari ahli materi memiliki rata-rata niali sebesar 4,87.Kata Kunci: Discovery learning, pengembangan, sempoa kosakata
KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM ANTOLOGI CERPEN SEPOTONG SENJA UNTUK PACARKU KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA DAN FORMULASI BAHAN AJARNYA DI SMA Choirunisa Dwi Astarini; Yulia Esti Katrini; Mursia Ekawati
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1, No 1 (2018): REPETISI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kelima makna kode semiotik Roland Barthes. Sumber data diperoleh dari antologi cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku bagian Trilogi Alina, objek penelitian yaitu makna kode hermeneutik, makna kode semik, makna kode simbolik, makna kode proaretik, dan makna kode gnomik. Wujud data berupa leksia pada teks cerpen. Penyediaan data menggunakan metode perpustakaan dan teknik kartu data. Analisis data menggunakan metode kualitatif dan teknik deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukan enigma makna senja sebagai bentuk harapan-harapan di masa depan bagi kaum marginal. Penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran sastra dengan memformulasikannya sebagai bahan ajar dalam kemampuan menulis siswa.Kata kunci : senja, kode semiotika Roland Barthes, formulasi bahan ajar.
Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di SMA Haniatul Isnaeni; Fransiscus Xaverius Samingin; Ayu Wulandari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3, No 2 (2020): REPETISI VOLUME 3 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di SMA ini dilatarbelakangi oleh terjadinya kontak bahasa antara satu masyarakat di suatu daerah dengan masyarakat lain yang berpengaruh kepada bahasa yang digunakan. Hal tersebut mengakibatkann banyak bahasa yang menyerap dari bahasa negara satu dengan bahasa negara lainnya. Salah satu bahasa asing yang pernah berhubungan langsung dengan bahasa Indonesia adalah bahasa Arab. Tujuan penelitian ini ialah: (1) memperoleh deskripsi mengenai proses kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia; (2) memperoleh deskripsi mengenai perubahan makna pada kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia; (3) menghasilkan bahan ajar kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia pada teks laporan hasil observasi di SMA. Data yang digunakan adalah kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan tentang proses penyerapan kata dan perubahan makna pada kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini ditemukan kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia pada buku mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK kelas X Oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2016. Dilihat dari jenis proses penyerapan kata ditemukan ada 25 kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yang terdiri dari; 7 data yang termasuk  ke dalam proses adopsi, 10 data yang termasuk ke dalam proses adaptasi, 8 data diluar proses adaptasi dan adopsi, dan tidak terjadi perubahan makna pada semua data yang ditemukan. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan sebagai bahan ajar kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.Kata Kunci: kata serapan bahasa Arab, perubahan makna.

Page 5 of 13 | Total Record : 129