cover
Contact Name
Wahyu Andy Nugraha
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
+6282234502425
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Jurusan Kelautan dan Perikanan, Universitas Trunojoyo Madura, Jl. Raya Telang PO. BOX 2 Kamal, Bangkalan, Jawa Timur, Indonesia 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan
ISSN : -     EISSN : 27237583     DOI : -
Juvenil: Journal of Marine and Fisheries Sciences, is a scientific journal in the field of marine and fisheries science published electronically and periodically four times a year by the Department of Marine Affairs and Fisheries, Trunojoyo University, Madura. This journal aim to become a medium of dissemination of high quality research and scientific note in the fiend of marine and fisheries. This journal can be accessed and downloaded freely for everyone. The article published in this journal have been pass the rigorious peer review by the expert reviewer. This journal accept every article that contain the following, but not limited to, scope: Juvenil: Journal of Marine and Fisheries Sciences, is a scientific journal in the field of marine and fisheries science published electronically and periodically four times a year by the Department of Marine Affairs and Fisheries, Trunojoyo University, Madura. This journal is expected to function as a medium for the dissemination of quality scientific research results as well as scientific rebuttal (notes) in the marine and fisheries sector which can be accessed online and free of charge by the Indonesian community and the international community. The articles (articles) published in this journal are articles that have passed peer-review (partner bebestari). This journal accepts every article which contains, but is not limited to, the scope: 1. Ecology and biology of marine and fisheries 2. Marine and Aquaculture 3. Marine and Aquatic Conservation 4. Marine Water Pollution 5. Management of marine and aquatic resources 6. Marine and fishery processing technology
Articles 276 Documents
Frekuensi Pemberian Pakan yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Rasio Konversi Pakan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Hendrahmat Ocktovian; Nasmia Nasmia; Novalina Serdiati
Juvenil Vol 5, No 3: Agustus (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i3.27168

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan frekuensi pemberian pakan dan mengetahui frekuensi pemberian pakan yang optimal untuk pertumbuhan dan Rasio Konversi Pakan (FCR) udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian dilaksanakan pada Bulan Januari 2024. Penelitian dilakukan di Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Kampal Instalasi Mamboro, Kelurahan Mamboro, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini didesain menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan, sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (Anova) dan uji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ), sedangkan data kualitas air dan kelangsungan hidup dianalisis secara deskriptif. Frekuensi pemberian pakan yang berbeda berpengaruh nyata (P0,05) terhadap pertumbuhan mutlak udang vanname (Litopenaeus vannamei) dan berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap pertumbuhan harian rata-rata udang vanname (Litopenaeus vannamei). Pertumbuhan mutlak dan pertumbuhan harian rata-rata pada frekuensi pemberian pakan 8 kali/hari lebih tinggi dibandingkan dengan frekuensi pemberian pakan 2 kali/hari, 4 kali/hari dan 6 kali/hari. Frekuensi pemberian pakan yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P0,01) terhadap rasio konversi pakan (FCR). FCR pada frekuensi pemberian pakan 8 kali/hari lebih rendah dibandingkan pada frekuensi pemberian pakan 2 kali/hari, 4 kali/hari dan 6 kali/hari. Tingkat kelangsungan hidup udang vaname (Litopenaeus vannamei) pada frekuensi pemberian pakan 4 kali/hari lebih tinggi dibandingkan dengan frekuensi pemberian pakan 8 kali/hari, 2 kali/hari dan 6 kali/hari. Frekuensi pemberian pakan yang baik yaitu pada frekuensi pemberian pakan 8 kali/hari yang menghasilkan pertumbuhan mutlak tinggi, pertumbuhan harian rata-rata tinggi dan FCR yang rendah.Kata Kunci: Vaname, Frekuensi, Pertumbuhan, FCRABSTRACTThis study aims to determine the effect of different feeding frequencies and determine the optimal feeding frequency for growth and Feed Conversion Ratio (FCR) of vaname shrimp (Litopenaeus vannamei). The research was conducted in December 2024. Located at the Beach Fish Seed Center (BBIP) Kampal Mamboro Installation, Mamboro Village, Palu City, Central Sulawesi Province. This study was designed using a completely randomized design (RAL) consisting of 4 treatments and 5 replicates, so that 20 experimental units were obtained. Data were analyzed using analysis of variance (Anova) and further test using honest real difference test (BNJ), while water quality and survival data were analyzed descriptively. Different feeding frequencies had a significant effect (P0.05) on absolute growth of vanname shrimp (Litopenaeus vannamei) and very significant effect (P0.01) on average daily growth of vanname shrimp (Litopenaeus vannamei). Absolute growth and average daily growth at a feeding frequency of 8 times/day higher than the frequency of feeding 4 times / day, 6 times/day and 2 times/day. Different feeding frequency had a very significant effect (P0.01) on feed conversion ratio (FCR). FCR at a feeding frequency of 8 times/day was lower than at a feeding frequency of 4 times/day, 6 times/day and 2 times/day. The survival rate of vaname shrimp (Litopenaeus vannamei) at a feeding frequency of 4 times/day is higher than the feedingfrequency of 8 times/day, 2 times/day and 6 times/day. The best feeding frequency is at a feeding frequency of 8 times/day which results in absolute growth, high average daily growth and low FCR. Keywords: Frequency, Growth, FCR
Pengaruh Variasi Dosis Bakteri Nitrifikasi Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Ichiro Evan Fawwaz; Nurul Hayati; Sumaryam Sumaryam
Juvenil Vol 5, No 1: Februari (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i1.22349

Abstract

ABSTRAKBahan organik dari pakan, plankton mati, dan feses pada budidaya perikanan menyebabkan terjadinya penumpukan senyawa amonia, nitrit dan nitrat, yang pada konsentrasi tertentu bersifat toksik bagi udang. Pada penelitian ini kandungan senyawa dari bahan organik berada pada kondisi optimal dengan adanya bakteri nitrifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dan mencari dosis yang tepat pada pemberian bakteri nitrifikasi khususnya bakteri nitrobacter dan nitrosomonas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dengan 6 ulangan. Kemudian dilakukan analisis varian satu arah (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan yang diberikan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (LSD). Pemberian bakteri nitrifikasi dengan berbagai variasi dosis memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot dan pertumbuhan panjang udang vannamei (Litopenaeus vannamei). Pemberian dosis terbaik adalah dosis 2,5 ppm yaitu dengan berat 1,6 gram dan panjang 6,5 cm. Pemberian variasi dosis bakteri nitrifikasi tidak berbeda nyata atau tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup udang vannamei. Kata Kunci: Litopenaeus vannamei, bakteri nitrifikasiABSTRACTOrganic matter from feed, dead plankton, and feces in aquaculture causes accumulation of ammonia, nitrite and nitrate compounds, at certain concentrations which are toxic to shrimp. In this study the content of compounds from organic materials remained at optimal conditions with nitrifying bacteria. which aims to determine the effect and find the right dose in the administration of nitrifying bacteria, especially nitrobacter and nitrosomonas bacteria. The method used in this study was the experimental method. The research design used a completely randomized design (CRD), with 4 treatments with 6 replications. Then a one way analysis of variance (ANOVA) was carried out to determine the effect of the treatment given on growth and survival rate, followed by the Least Significant Difference Test (LSD). The application of nitrifying bacteria with various dose variations had a significant effect on the weight growth and long growth of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei). The best dose at the treatment dose of 2.5 ppm with a weight of 1.6 grams and a length of 6.5 cm. Giving variations in the dose of nitrifying bacteria did not differ significantly or did not have a significant effect on the survival of vannamei shrimp. Keywords: Litopenaeus vannamei, nitrifying bacteria
Pengaruh Kombinasi Pakan Alternatif Dengan Presentase Yang berbeda Terhadap Pertumbuhan Berat Mutlak Benih Lobster Air tawar (Cherax quadricarinatus) Shelly Aprilia Faradela; Didik Budiyanto; Sri Oetami Madyowati; Achmad Kusyairi
Juvenil Vol 5, No 3: Agustus (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i3.24303

Abstract

ABSTRAK Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus) merupakan komoditas air tawar yang potensial untuk dibudidayakan. Harga jual yang relatif tinggi, sampai saat ini permintaan pasar lobster air tawar baik dalam keadaan hidup maupun beku cukuplah besar. Pertumbuhan lobster air tawar ditunjang oleh ketersediaan pakan dalam jumlah yang cukup. Saat ini, melonjaknya harga pakan menimbulkan dilema bagi pembudidaya. Salah satu alternatif untuk menekan biaya produksi adalah dengan memanfaatkan pakan alternatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi pakan alternatif nabati dan hewani manakah yang cocok untuk menghasilkan pertumbuhan benih lobster air tawar yang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental. Desain yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 (lima) perlakuan. Perlakuan terdiri dari; Perlakuan (A) Pakan Alternatif Nabati (100%) + Pakan Alternatif Hewani (0%), Perlakuan (B) Pakan Alternatif Nabati (75%) + Pakan Alternatif Hewani (25%), Perlakuan (C) Pakan Alternatif Nabati (50%) + Pakan Alternatif Hewani (50%), Perlakuan (D) Pakan Alternatif Nabati (25%) + Pakan Alternatif Hewani (75%), Perlakuan (E) Pakan Alternatif Nabati (0%) + Pakan Alternatif Hewani (100%). Benih LAT yang digunakan memiliki berat awal 10 gr degan panjang 12 cm. Parameter uji adalah pertumbuhan berat mutlak pada benih LAT yang dihitung pada awal dan akhir penelitian, serta disampling setiap minggu. Data yang diperoleh selama penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan D (Pakan Nabati 25% + Pakan Hewani 75%) menghasilkan pertumbuhan berat mutlak tertinggi sebesar 10 gram.Kata kunci: lobster air tawar, pakan alternatif, kombinasi pakan, berat mutlak.ABSTRACTFreshwater lobster (Cherax quadricarinatus) is a freshwater commodity that has potential for cultivation. The selling price is relatively high, so currently the market demand for freshwater lobsters, both live and frozen, is quite large. The growth of freshwater lobsters is supported by the availability of sufficient amounts of food. Currently, soaring feed prices are creating a dilemma for farmers. One alternative to reduce production costs is to use alternative feed. The aim of this research is to find out which combination of alternative plant and animal feeds is suitable for producing optimal growth of freshwater lobster seeds. The research method used is experimental research. The design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 5 (five) treatments. Treatment consists of; Treatment (A) Vegetable Alternative Feed (100%) + Animal Alternative Feed (0%), Treatment (B) Vegetable Alternative Feed (75%) + Animal Alternative Feed (25%), Treatment (C) Vegetable Alternative Feed (50% ) + Animal Alternative Feed (50%), Treatment (D) Vegetable Alternative Feed (25%) + Animal Alternative Feed (75%), Treatment (E) Vegetable Alternative Feed (0%) + Animal Alternative Feed (100%). The LAT seeds used had an initial weight of 10 grams with a length of 12 cm. The test parameter is the absolute weight growth of LAT seeds.Key words: freshwater lobster, alternative feed, combination of feed, absolute weigh.
Studi Proses Pengolahan Udang Vaname Mentah Beku (Litopenaeus vannamei) Bentuk Butterfly Tail On (BTO) Aldo Fito; A.S.F.Q.R. Mubarok
Juvenil Vol 5, No 2: Mei (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i2.24295

Abstract

ABSTRAKUdang vanamei (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Baik sebagai produk dalam negeri ataupun internasional. Untuk dapat dipasarkan salah satu cara untuk mengolah udang vanme adalah dengan cara pembekuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dari udang vaname beku bentuk butterfly tail on dan perhitungan neraca massa. Metode pembekuan yang digunakan untuk produk udang beku bentuk butterfly tail on adalah individual quick freezing (IQF). Hasil dari penelitian ini adalah proses pembekuan udang vaname beku bentuk butterfly tail on yang memiliki sembilan tahapan. Sembilan tahapan itu meliputi penerimaan bahan baku, pemotongan kepala, sortasi size, pengupasan butterfly tail on, perendaman, pembekuan IQF, metal detector, pengemasan dan penyimpan cold storage. Proses pengolahan udang vaname beku bentuk butterfly tail on menghasilkan rendemen produk akhir sebanyak 4.184 kg (52,3%).Kata Kunci: udang vaname, proses pengolahan, pengolahan udang beku, Neraca Massa.ABSTRACTVanamei shrimp (Litopenaeus vannamei) is a fishery commodity that has high economic value. Both as domestic and international products. To be marketable, one way to process vanme shrimp is by freezing. The aim of this research is to determine the process of frozen vaname shrimp in the butterfly tail shape and mass balance calculations. The freezing method used for butterfly tail on frozen shrimp products is individual quick freezing (IQF). The result of this research is the process of freezing frozen vaname shrimp in the form of butterfly tail on which has nine stages. The nine stages include receiving raw materials, cutting heads, size sorting, stripping butterfly tails on, soaking, IQF freezing, metal detector, packaging and cold storage. The processing of frozen vaname shrimp in the shape of butterfly tail on resulted in a final product yield of 4,184 kg (52.3%).Keywords: vaname shrimp, processing process, frozen shrimp processing, Mass Balance.
Efektifitas Rumput Laut (Glacilaria sp.) Terhadap Penurunan Nilai Kandungan Amonia Dari Air Limbah Tambak Udang di Socah Madura Al Kafi Ubaidillah Mubarok; Muhammad Zainuri
Juvenil Vol 5, No 1: Februari (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i1.24421

Abstract

ABSTRACTIntensive shrimp ponds have wastewater containing high ammonia values. Gracilaria sp. seaweed has a good enough role to reduce the ammonia value of shrimp pond water waste. The content of organic matter in shrimp pond wastewater is utilized by Gracilaria sp. seaweed for photosynthesis. Gracilaria sp. prefer ammonia and nitrates compared to nitrites. The purpose of this study was to determine the effect of the number of Gracilaria sp plants on the decrease in the value of ammonia in shrimp pond wastewater. Samples of shrimp pond wastewater were taken from the Socah Bangkalan shrimp pond, while Gracilaria sp. seaweed taken from Medoan Ayu Rungkut Surabaya seaweed cultivation. The treatments given included treatments A (0 gram Gracilaria sp.), B (50 g Gracilaria sp.), C (200 g Gracilaria sp.) and D (300 g Gracilaria sp.) in 20 liters of shrimp pond water. The research results were analyzed descriptively and statistically using analysis of variance (Anova). The results of the 21-day study showed that the percentage reduction in the ammonia value of treatment A 0 g Gracilaria sp. namely 61.29% -64.60%, B 50 g Gracilaria sp. namely 56.64% -68.02%, C 100 g Gracilaria sp. namely 70.98% -74.67%, and D 150 g Gracilaria sp. namely 74.44% -76.94%. The Anova test on D+7 showed a significant effect, whereas on H+14 and H+21 it showed no significant effect.Keywords: Ammonia, Gracilaria sp., Anova test ABSTRAKIntensifikasi dan ekstensifikasi tambak udang intensif menghasilkan limbah cair yang perlu mendapatkan perhatian serius, yaitu kandungan amonia yang tinggi. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan memanfaatkan rumput laut Gracilaria sp. Kandungan bahan organik pada air limbah tambak udang diharapkan dapat dimanfaatkan rumput laut Gracilaria sp. untuk fotosintesis.  Mengetahui pengaruh jumlah tanaman Gracilaria sp. terhadap penurunan nilai kandungan amonia pada limbah dari tambak udang menjadi tujuan dari penelitian ini, yaitu dengan mengambil sampel air limbah salah satu tambak udang di daerah Socah Bangkalan.  Rumput laut Gracilaria sp. Yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari budidaya rumput laut Medoan Ayu Rungkut Surabaya. Metode penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif eksperimen, yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL).  Perlakuan yang diberikan meliputi perlakuan A (0 gram Gracilaria sp), B (50 g Gracilaria sp.), C (100 g Gracilaria sp.) dan D (150 g Gracilaria sp.) masing-masing dimasukkan ke dalam 10 liter air limbah tambak udang. Data dari hasil eksperimen pada hari ke-7, ke-14 dan ke-21 dianalisa secara deskriptif kuantitatif dan uji statistik menggunakan analisa varian (Anova). Hasil penelitian menunjukkan, bahwa selama 21 hari penelitian, persentase penurunan nilai amonia perlakuan A (0 g) Gracilaria sp. adalah berkisar 61,29% - 64,60%, B (50 g) adalah berkisar 56,64% - 68,02%, C (100 g) adalah berkisar 70,98% - 74,67%, dan D (150 g) adalah berkisar 74,44% - 76,94%. Analisa statistik dengan Uji Anova menunjukkan, bahwa pada hari ke-7 (H+7) menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, sedangkan pada hari ke-14 (H+14) dan ke-21 (H+21) menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan.Kata Kunci: Amonia, Gracilaria sp., uji Anova
Tingkat Kerentanan Ekosistem Mangrove di Bangkalan Terhadap Variabel Oseanografi Fitria Hersiana Afifa; Farah Gustiana Jana; M. Latif
Juvenil Vol 5, No 3: Agustus (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i3.27267

Abstract

ABSTRAKWilayah pesisir memiliki tingkat pemanfaatan yang tinggi, namun di sisi lain wilayah ini sangat mudah mengalami perubahan sehingga dapat dikatakan wilayah pesisir merupakan wilayah yang sangat dinamis. Dinamis yang dimaksud yaitu sangat rentan terpengaruh oleh berbagai aktivitas yang terjadi. Apabila mendapat masukan material dari sungai, maka daerah tersebut akan mengalami penambahan luas wilayah atau disebut dengan akresi. Fenomena tersebut dapat terjadi karena ketidak seimbangan pergerakan sedimen dan menyebabkan kerentanan pada ekosistem. Kondisi pesisir di Kabupaten Bangkalan merupakan wilayah yang menjadi aktivitas manusia. Wilayah pesisir yang terdapat hutan mangrove juga terdapat kapal-kapal nelayan yang beraktivitas salah satunya ada di Kecamatan Socah. Penelitian dilakukan di pesisir Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan. Lokasi titik pengambilan data dilakukan di wilayah pesisir sehingga menjadi 4 (empat) stasiun pengamatan. Dasar penentuan dua stasiun di bagian timur yaitu dengan melihat daerah pesisir yang masih ditemukan vegetasi mangrove. Jenis Mangrove yaitu Stasiun pertama dan kedua ditemukan mangrove dengan jenis Rhizophora mucronata dan Avicennia alba, sedangkan pada stasiun ketiga dan stasiun keempat ditemukan mangrove dengan jenis Rhizophora mucronata, Avicennia alba dan Avicennia marina. Selain jenis mangrove, terdapat pengukuran lainnya seperti tekstur sedimen, laju sedimentasi, salinitas sedimen, nitrat dan fosfat sedimen. Metode yang digunakan dalam pengukuran indeks kerentanan mangrove yaitu menggunakan metode MVI (Mangrove Vulnerability Index) . Hasil yang diperoleh dari analisis indeks kerentanan yaitu berkisar antara peringkat 3.1 sampai dengan 3.4, hal ini menunjukan bahwa tingkat kerentanan pada ekosistem mangrove di Kecamatan Socah masuk dalam ketegori tinggi.Kata Kunci: Mangrove, Kerentanan, Pesisir, SocahABSTRACTCoastal areas have a high level of utilization, but on the other hand, this area is very easily subject to change, so it can be said that coastal areas are very dynamic areas. The dynamic is that it is very susceptible to being influenced by various activities that occur. If you receive material input from rivers, the area will experience an increase in area or what is called accretion. This phenomenon can occur due to imbalance in sediment movement and cause vulnerability to the ecosystem. Coastal conditions in Bangkalan Regency are areas subject to human activity. Coastal areas containing mangrove forests also have fishing boats active, one of which is in Socah District. The research was conducted on the coast of Socah District, Bangkalan Regency. The location of data collection points was carried out in coastal areas, resulting in 4 (four) observation stations. The basis for determining the two stations in the east is to look at coastal areas where mangrove vegetation is still found. Mangrove types, namely at the first and second stations, mangroves were found with the types Rhizophora mucronata and Avicennia alba, while at the third and fourth stations mangroves were found with the types Rhizophora mucronata, Avicennia alba and Avicennia marina. Apart from the type of mangrove, there are other measurements such as sediment texture, sedimentation rate, sediment salinity, sediment nitrate and phosphate. The  method  used  to  measure  the  mangrove  vulnerability  index  is the MVI (Mangrove Vulnerability Index) method. The results obtained from the vulnerability index analysis ranged from 3.1 to 3.4, this shows that the level of vulnerability in the mangrove ecosystem in Socah District is in the high category.Key words: Mangrove, Vulnerability, Coastal, Socah
Pola Distribusi Populasi Cypraea tigris Linnaeus 1758 Di Ekosistem Intertidal Pantai Bilik Taman Nasional Baluran Rendy Setiawan; Retno Wimbaningrum; Arif Pratiwi; Mufidatul Khoironiyah
Juvenil Vol 5, No 3: Agustus (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i3.23562

Abstract

ABSTRAKPerairan Indonesia memiliki keanekaragaman jenis organisme laut yang beragam dan salah satu contohnya adalah Gastropoda. Gastropoda merupakan hewan invertebrata dari Filum Moluska yang bercangkang tunggal (univalvia) atau tidak bercangkang. Salah satu Gastropoda bercangkang tunggal adalah Cypraea tigris. Cypraea tigris merupakan anggota famili Cypraeidae yang ditemukan hidup pada perairan dangkal hingga laut dalam di wilayah tropis dan subtropis. Biota ini memiliki peran ekologis antara lain sebagai detritivor, omnivor, dan hiperakumulator, serta memiliki peran ekonomis dapat dikonsumsi dagingnya dan dapat diperjualbelikan cangkangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan pola distribusi populasi C. tigris di ekosistem intertidal Pantai Bilik Taman Nasional Baluran. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode plot-transek dengan cara meletakkan plot pada garis transek. Analisis data menggunakan rumus kepadatan jenis dan Indeks Morisita. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan populasi C. tigris pada ekosistem ini adalah 0,04 individu/m2 yang tergolong kategori rendah dan tipe pola distribusinya adalah mengelompok.Kata Kunci: C. tigris, Pantai Bilik, Taman Nasional BaluranABSTRACTIndonesian waters have a wide diversity of marine organisms and one example is Gastropoda. Gastropods are invertebrate animals from the Mollusc Phylum that are single-shelled (univalvia) or non-shelled. One of the single-shelled Gastropods is Cypraea tigris. Cypraea tigris is a member of the Cypraeidae family found living in shallow to deep waters in tropical and subtropical regions. This biota has an ecological role, among others, as a detritivor, omnivore, and hyperaccumulator, and has an economic role that can be consumed for meat and can be traded for its shell. This study aims to determine the density and distribution pattern of the C. tigris population in the intertidal ecosystem of Bilik coastal, Baluran National Park. This research was conducted using the plot-transect method by placing plots on transect lines. Data analysis used the species density formula and Morisita Index. The results showed that the population density of C. tigris in this ecosystem was 0.04 individuals/m2 which was classified as low and the type of distribution pattern was clustered.Keywords: C. tigris, Bilik Coast, Baluran National Park
Pengaruh Penambahan Dosis Tepung Buah Pepaya (Carica papaya L.) Pada Pakan Komersial Terhadap Tingkat Kecerahan Warna Benih Ikan Koi (Cyprinus carpio) Ukuran 8 cm di Candra Kirana Farm Erika Nur Amalia Putri; Sumaryam Sumaryam; Muhajir Muhajir; Nurul Hayati
Juvenil Vol 5, No 1: Februari (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i1.22658

Abstract

ABSTRAKIkan koi (Cyprinus carpio) salah satu spesies ikan hias yang memiliki warna tubuh yang sangat indah. keindahan warna tubuh ikan koi telah menjadi komoditas yang digemari oleh masyarakat. Warna tubuh ikan koi sangat menarik karena mengandung pigmen yang bernama karotenoid. Salah satu bahan yang dapat dipakai untuk mencegah agar warna tubuhnya tidak berubah dan lebih indah adalah tepung buah pepaya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik penambahan tepung buah pepaya (Carica papaya L.) pada pakan komersial terhadap tingkat kecerahan warna benih ikan koi ukuran 8 cm. Penelitian ini menggunakan perlakuan penambahan dosis tepung buah pepaya pada pakan komersial, perlakuan A; 5% dari jumlah pakan/hari, perlakuan B; 10% dari jumlah pakan/hari, perlakuan C; 15% dari jumlah pakan/hari, perlakuan D; 20% dari jumlah pakan/hari dan perlakuan E; 25% dari jumlah pakan/hari. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C memberikan hasil terbaik terhadap tingkat kecerahan benih ikan koi ukuran 8 cm dengan point tertinggi 209,0. Data kualitas air diperoleh suhu air berkisar 26– 270C, derajad keasaman berkisar 6,5-6,7 dan oksigen terlarut berkisar 5,40-5,49 ppm.Kata kunci: Dosis tepung buah pepaya (Carica papaya L.), benih ikan koi (Cyprinus carpio), tingkat kecerahan warna tubuhABSTRACTKoi fish (Cyprinus carpio) is a species of ornamental fish that has a very beautiful body color. The beautiful body color of koi fish has become a popular commodity among the public. The body color of koi fish is very attractive because it contains pigments called carotenoids. One ingredient that can be used to prevent the color of the body from changing and make it more beautiful is papaya fruit flour. The research aims to determine the best dose of adding papaya fruit flour (Carica papaya L.) to commercial feed on the color brightness level of 8 cm koi fish seeds. This research used an additional dose of papaya flour in commercial feed, treatment A; 5% of the amount of feed/day, treatment B; 10% of the amount of feed/day, treatment C; 15% of the amount of feed/day, treatment D; 20% of the amount of feed/day and treatment E; 25% of the amount of feed/day. The results showed that treatment C gave the best results for the brightness level of koi fish seeds measuring 8 cm with a point of 209.0. Water quality data obtained from water temperatures ranged from 26 to 270C, acidity levels ranged from 6.5 to 6.7 and dissolved oxygen ranged from 5.40 to 5.49 ppm.Keywords: Doses papaya fruit powder (Carica papaya L.), koi fish seeds (Cyprinus carpio), body color brightness level
Pengaruh Padat Penebaran Yang Berbeda Terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Berat Mutlak Benih Ikan Gurami (Osphronemus gourame) Melinda Kustiana; Indra Wirawan; Didik Budiyanto; Angga Pratama Putra
Juvenil Vol 5, No 2: Mei (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i2.21874

Abstract

ABSTRAKIkan gurami sudah lama dibudidayakan oleh peternak ikan di Indonesia, namun masih banyak kendala yang dihadapi oleh peternak ikan tersebut adalah laju pertumbuhan yang sangat lambat bila dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Salah satu upaya untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan ikan yang sangat lambat antara lain dengan memberi perlakuan pada padat penebaran benih ikan. Padat penebaran benih ikan gurami optimal masih belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan berat mutlak benih ikan gurami (O. gouramy). Metode yang dilakukan adalah menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap), menggunakan 4 perlakuan, 6 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelulushidupan perlakuan A memberikan hasil tertinggi sebesar 91,6% dan pertambahan berat tertinggi terdapat pada perlakuan A hasil tertinggi sebesar 3.87 gram. Kualitas air dari seluruh perlakuan selama penelitian menunjukkan kisaran yang layak dan cukup baik untuk pertumbuhan ikan gurami yaitu pH berkisar antara 7,56 – 7,61, suhu berkisar antara 26,1 – 26,2°C, dan DO berkisar antara 5,19 – 5,29 ppm.Kata kunci: Padat tebar, benih ikan gurami, kelulushidupan, pertumbuhan berat mutlak.ABSTRACTGouramy has long been cultivated by fish breeders in Indonesia, but there are still many obstacles faced by these fish breeders, namely the very slow growth rate when compared to other freshwater fish. One effort to find out the factors that affect the slow growth rate of fish, among others, is to treat the stocking density of fish seeds. Not much is known about the optimal stocking density for gouramy seeds. This study aims to determine the effect of different stocking densities on survival and growth in absolute weight of gourami (O. gouramy) fry. The method used was using RAL (Completely Randomized Design), using 4 treatments, 6 replications. The results showed that the survival rate for treatment A gave the highest yield of 91.6% and the highest weight gain was found in treatment A with the highest yield of 3.87 grams. The water quality of all treatments during the study showed a decent and good enough range for the growth of gouramy, namely the pH ranged from 7.56 – 7.61, the temperature ranged from 26.1 – 26.2°C, and the DO ranged from 5.19 – 5.29 ppm.Keywords: Stocking density, gouramy seeds, survival, absolute weight growth. 
Analisis Usaha Pengolahan dan Strategi Pemasaran Produk Salai Dari Baung Putih (Hemibagrus capitulum) di Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara Firdaus Sheno Aji; Qoriah Saleha; Juliani Juliani
Juvenil Vol 5, No 1: Februari (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i1.23055

Abstract

ABSTRAKDesa Kota Bangun Ulu mempunyai satu pengolah ikan salai yang bernama Busu Asru. Ikan salai baung Busu Asru ini sudah dikenal oleh banyak masyarakat dan usaha tersebut sudah berjalan selama 17 tahun. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan dengan kriteria invesasi R/C, BEP, ROI, dan PP serta mengetahui strategi pemasaran yang dilakukan oleh pengolah ikan salai baung Busu Asru yang berada di Desa Kota Bangun Ulu Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 1 orang dengan menggunakan Metode Sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan usaha pengolahan ikan salai baung Busu Asru sebesar Rp. 4.803.754/bln dan usaha tersebut layak untuk dijalankan. Strategi pemasaran yang telah dilakukan dalam usaha pengolahan ikan salai baung Busu Asru yaitu, pengembangan produk dengan melakukan: pengecapan produk, cara pembungkusan dan penempelan etiket, jaminan dan jasa produk, teknik memperbesar penjualan dengan melakukan: penyampaian reklame harian, bentuk adverstising institutional adverstising, siasat harga dengan menerapkan: penetapan harga sesungguhnya (right price), pengaturan fisik dan cara-cara memperagakan barang secara close display.Kata Kunci: Analisis Kelayakan, Ikan salai, Kota Bangun Ulu, Strategi PemasaranABSTRACTKota Bangun Ulu village has one smoked catfish processor called Busu Asru smoked fish. Busu Asru smoked catfish is well known to many people and the business has been running for 17 years. This research was carried out with the aim of analyzing income and feasibility with investment criteria R/C, BEP, ROI and PP and knowing marketing strategy carried out by the Busu Asru smoked cattfish processor located in Kota Bangun Ulu Village, Kota Bangun District, Kutai Kartanegara Regency. This research was conducted from January 2022 to July 2023, located in Kota Bangun Ulu Village, Kota Bangun District, Kutai Kartanegara Regency. The sample in this study consisted of 1 person using the Census Method. The results of the research show that the revenue from the Busu Asru smoked fish processing business is IDR. 4,803,754/month and the business is feasible to run. The marketing strategy that has been carried out in the Busu Asru smoked fish processing business is product development by product tasting, packaging and affixing labels, product guarantees and services diversivikasi. Techniques for increasing sales by delivering daily advertisements, institutional advertising, pricing tactics by setting real prices (right prices), physical arrangements and ways of displaying goods in close displays.Keywords: Feasibility Analysis, Marketing Strategy, Salai fish, Kota Bangun Ulu