cover
Contact Name
Wahyu Andy Nugraha
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
+6282234502425
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Jurusan Kelautan dan Perikanan, Universitas Trunojoyo Madura, Jl. Raya Telang PO. BOX 2 Kamal, Bangkalan, Jawa Timur, Indonesia 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Juvenil: Jurnal Ilmiah Kelautan dan Perikanan
ISSN : -     EISSN : 27237583     DOI : -
Juvenil: Journal of Marine and Fisheries Sciences, is a scientific journal in the field of marine and fisheries science published electronically and periodically four times a year by the Department of Marine Affairs and Fisheries, Trunojoyo University, Madura. This journal aim to become a medium of dissemination of high quality research and scientific note in the fiend of marine and fisheries. This journal can be accessed and downloaded freely for everyone. The article published in this journal have been pass the rigorious peer review by the expert reviewer. This journal accept every article that contain the following, but not limited to, scope: Juvenil: Journal of Marine and Fisheries Sciences, is a scientific journal in the field of marine and fisheries science published electronically and periodically four times a year by the Department of Marine Affairs and Fisheries, Trunojoyo University, Madura. This journal is expected to function as a medium for the dissemination of quality scientific research results as well as scientific rebuttal (notes) in the marine and fisheries sector which can be accessed online and free of charge by the Indonesian community and the international community. The articles (articles) published in this journal are articles that have passed peer-review (partner bebestari). This journal accepts every article which contains, but is not limited to, the scope: 1. Ecology and biology of marine and fisheries 2. Marine and Aquaculture 3. Marine and Aquatic Conservation 4. Marine Water Pollution 5. Management of marine and aquatic resources 6. Marine and fishery processing technology
Articles 285 Documents
Kelimpahan Vibrio spp. di Perairan Pesisir Kabupaten Halmahera Barat Tamrin Tamrin; Joshian Nicolas William Schaduw; Haryani Sambali; Adnan Sjaltout Wantasen; Desy Maria Helena Mantiri; Rene Charles Kepel; Winda Mercedes Mingkid; Ockstan Jurike Kalesaran; Nurhalis Wahidin; Muhammad Aris; Taufiq Abdullah
Juvenil Vol 5, No 3: Agustus (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i3.23996

Abstract

ABSTRAKVibrio spp. adalah bakteri gram negatif yang biasa ditemukan di lingkungan estuari, pesisir, dan laut. Vibrio spp. merupakan patogen utama bagi kesehatan manusia dan organisme akuatik. Memahami kelimpahan Vibrio spp. sangat penting untuk dilakukan mengingat resiko terhadap kesehatan manusia, potensi kerusakan lingkungan serta ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kelimpahan Vibrio spp. di perairan pesisir Kabupaten Halmahera Barat. Terdapat sembilan kawasan pengamatan, yaitu Toniku, Tewe, Dodinga, Tuada, Porniti, Payo, Bobo, Sahu, dan Ibu. Sampel air dari bagian permukaan perairan sebanyak 100 ml dimasukan ke dalam botol steril. Pengamatan kelimpahan Vibrio spp. dilakukan dengan metode total plate count (TPC) pada media agar thiosulfate citrate bile salt sucrose (TCBS) yang diinkubasi selama 24 jam pada suhu 28°C. Hasil penelitian ini mengungkapkan Vibrio spp. pada perairan pesisir Kabupaten Halmahera Barat terdapat dalam 2 kelompok koloni, yaitu koloni hijau dengan kelimpahan 1,80 x 102 - 5,00 x 104 CFU/mL dan koloni kuning 2,20 x 103 - 3,08 x 105 CFU/mL. Kesimpulan penelitian ini adalah kelimpahan Vibrio spp. pada sembilan kawasan berkisar antara 102 - 105 CFU/mL.Kata kunci: Bakteri Vibrio spp., Koloni hijau, Koloni kuning, Total plate count.ABSTRACTVibrio spp. are gram-negative bacteria commonly found in estuary, coastal, and marine environments. Vibrio spp. are major pathogens to human health and aquatic organisms. Understanding the abundance of Vibrio spp. is very important given the risk to human health andpotential environmental and economic damage. This study explores the abundance of Vibrio spp. in the coastal waters of West Halmahera Regency. There were nine observation areas: namely Toniku, Tewe, Dodinga, Tuada, Porniti, Payo, Bobo, Sahu, and Ibu. Water samples from the surface waters, as much as 100 ml were put into sterile bottles. The abundance of Vibrio spp. was determined using the total plate count (TPC) method on thiosulfate citrate bile salt sucrose (TCBS) agar media, which were then incubated for 24 hours at 28°C. The results of this study revealed Vibrio spp. in coastal waters of West Halmahera Regency were found in 2 colony groups, namely green colonies with an abundance of 1.80 x 102 - 5.00 x 104 CFU/mL and yellow colonies 2.20 x 103 - 3.08 x 105 CFU/mL. The conclusion of this study is the abundance of Vibrio spp. in nine areas ranging from 102 - 105 CFU/mL.Keywords: Green colonies, Total plate count, Vibrio spp bacteria, Yellow colonies.
Pengaruh Pemberian Dosis Pakan Alami Cacing Darah (Chironomus larvae) Beku Terhadap Pertumbuhan Berat Mutlak Benih Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Umur 1-2 Bulan di Instalasi Perikanan Budidaya Mojokerto Provinsi Jawa Timur Ardhana Martadinata; Achmad Kusyairi; Muhajir Muhajir
Juvenil Vol 5, No 2: Mei (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i2.22620

Abstract

ABSTRAKPertumbuhan benih ikan mas koki oranda (Carassius auratus) sangat bergantung pada ketersediaan pakan alami baik kualitas maupun kuantitasnya. Cacing sutera (Tubifex sp) sebagai pakan alami utama benih ikan mas koki oranda tidak selalu tersedia setiap saat sehingga masih bergantung pada hasil tangkapan alam dan musim. Oleh karena itu perlu dicari penggantinya dengan tetap memperhatikan kandungan nutrisinya, salah satunya cacing darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pemberian cacing darah beku (larva Chironomus) yang terbaik terhadap pertumbuhan bobot absolut benih ikan mas umur 1-2 bulan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah pemberian dosis pakan alami untuk cacing darah, perlakuan A ; 4% dari berat biomassa hewan uji, perlakuan B; 6% dari berat biomassa hewan uji, perlakuan C; 8% dari berat biomassa hewan uji, perlakuan D; 10% dari berat biomassa hewan uji, perlakuan E; 12% dari berat biomassa hewan uji. Hewan uji adalah ikan oranda berumur 1-2 bulan dengan berat rata-rata 1 g/ekor. Kepadatan penebaran 2 ekor/liter dan media percobaan menggunakan air tawar dengan volume 3 liter/bak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C memberikan pertumbuhan pertumbuhan bobot absolut tertinggi pada benih ikan mas oranda umur 1-2 bulan sebesar 1,68 g. Data kualitas air diperoleh suhu air berkisar antara 26,80-28,10 0C, Derajat keasaman (pH) berkisar antara 7,40 – 7,71 dan oksigen terlarut berkisar antara 7,00 – 7,43 ppm.Kata Kunci: Dosis, Cacing Darah, Chironomus, Carassius auratus, Pertumbuhan Bobot Mutlak.ABSTRACTThe growth of Oranda goldfish (Carassius auratus) fry is very dependent on the availability of natural food, both quality and quantity. Silk worms (Tubifex sp) as the main natural food for Oranda goldfish seeds are not always available at all times so they still depend on natural catches and the season. Therefore, it is necessary to look for a replacement while still paying attention to the nutritional content, one of which is blood worms. This study aims to determine the best dose of frozen blood worms (Chironomus larvae) on the absolute weight growth of goldfish fry aged 1-2 months. This research used an experimental method with a completely randomized design consisting of 5 treatments with 5 replications. The treatment in this study was a dose of natural feed for blood worms, treatment A; 4% of the weight of test animal biomass, treatment B; 6% of the weight of test animal biomass, treatment C; 8% of the biomass weight of test animals, treatment D; 10% of the weight of test animal biomass, treatment E; 12% of the biomass weight of the test animal. The test animals were oranda fish aged 1-2 months with an average weight of 1 g/fish. The stocking density was 2 fish/liter and the experimental media used fresh water with a volume of 3 liters/tub. The results showed that treatment C provided the highest  absolute  weight  growth in 1-2  month old  Oranda  goldfish  fry of 1.68 g. Water  quality  data obtained from water temperature ranged from 26.80-28.10 0C, degree of acidity (pH) ranged from 7.40 – 7.71 and dissolved oxygen ranged from 7.00 – 7.43 ppm.Keywords: Dosage, Blood Worms, Chironomus, Carassius auratus, Absolute Weight Growth.
Pengaruh Perasan Biji Pepaya (Carica papaya) Dengan Konsentrasi yang Berbeda Sebagai Obat Herbal Terhadap Parasit Argulus indicus Pada Ikan Maskoki (Carassius auratus) Erina Puspita Sari; Didik Budiyanto; Indra Wirawan
Juvenil Vol 5, No 1: Februari (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i1.21056

Abstract

ABSTRAKIkan maskoki termasuk ikan hias dengan banyak penggemar karena strain yang beragam. Jenis parasit yang sering menyerang ikan air tawar adalah Trichodina sp. Dactylogyrus sp. Gyrodactylus sp. Ichtyopthirius mulrifilis sp. Lernaea sp. Argulus sp. dan Myxobolus sp. Kelebihan biji pepaya sebagai obat adalah tidak menimbulkan efek samping, mudah didapat dan harga terjangkau. Pemanfaatan biji pepaya yaitu dengan membuat perasan biji pepaya karena mudah, murah dan cepat. Biji pepaya mengandung alkaloid karpain yang bersifat sebagai insektisida nabati. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini dimana Argulus yang menempel dengan persentase paling sedikit dan ikan dapat bertahan hidup dengan metode dipping perasan biji papaya. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan : A Media uji tanpa perasan biji papaya konsentrasi 0 ml/l air, B Media uji dengan perasan biji pepaya konsentrasi 20 ml/l air, C Media uji dengan perasan biji pepaya konsentrasi 40 ml/l air, D Media uji dengan perasan biji pepaya konsentrasi 60 ml/l air. Perlakuan D dosis yang paling baik diantara perlakuan lainnya karena karpain bekerja menekan sistem saraf pusat. Karpain memiliki aktivitas menekan Central Nervous system dengan mengikat ion Na+ pada saraf. Ion Na+ berfungsi mengantarkan impuls saraf hingga terjadi aksi. Saraf Argulus berhubungan dengan sucker yang berfungsi untuk menempel. Saraf yang ditekan tidak dapat mengantar impuls saraf sampai ke sucker mengakibatkan Argulus tidak dapat menginfestasi ikan maskoki. Perasan biji papaya dengan konsentrasi berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap parasit Argulus, Pemeberian 60 ml/l (perlakuan D) dapat menekan Argulus yang sangat tinggi yaitu 30,56%, Pemeberian 40 ml/l (perlakuan C) dapat menekan Argulus yaitu 25% Pemeberian 20 ml/l (perlakuan B) dapat menekan Argulus yaitu 11,11% Pemeberian 0 ml (perlakuan A) tidak dapat menekan pertumbuhan Argulus atau sama halnya 0%.Kata kunci: Perasan Biji Pepaya, Obat Herbal, Parasit Argulus indicus, Ikan Maskoki Carassius auratusABSRACTGoldfish are ornamental fish with many fans because of their diverse strains. The type of parasite that often attacks freshwater fish is Trichodina sp. Dactylogyrus sp. Gyrodactylus sp. Ichtyopthirius mulrifilis sp. Lernaea sp. Argulus sp. and Myxobolus sp. The advantages of papaya seeds as medicine are that they do not cause side effects, are easy to obtain and are affordable. The use of papaya seeds is by making papaya seed juice because it is easy, cheap and fast. Papaya seeds contain carpain alkaloids which act as a botanical insecticide. The treatment used in this research was that Argulus was attached in the smallest percentage and the fish could survive using the papaya seed juice dipping method. The data collection method used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments: A Test media without papaya seed juice with a concentration of 0 ml/l water, B Test media with papaya seed juice with a concentration of 20 ml/l water, C Test media with papaya seed juice with a concentration of 40 ml/l water, D Test media with papaya seed juice with a concentration of 60 ml/l water. Treatment D is the best dose among other treatments because carpain works to suppress the central nervous system. Karpain has the activity of suppressing the Central Nervous system by binding Na+ ions to the nerves. Na+ ions function to deliver nerve impulses until action occurs. The Argulus nerve is connected to the sucker which functions to attach. The compressed nerve cannot transmit nerve impulses to the sucker, resulting in Argulus being unable to infest the goldfish. Papaya seed juice with different concentrations has a very significant effect on Argulus parasites. Giving 60 ml/l (treatment D) can suppress Argulus which is very high, namely 30.56%, giving 40 ml/l (treatment C) can suppress Argulus, namely 25%. 20 ml/l (treatment B) can suppress Argulus, namely 11.11%. Giving 0 ml (treatment A) cannot suppress the growth of Argulus or the same as 0%.Keywords: Papaya Seed Juice, Herbal Medicine, Argulus indicus Parasite, Goldfish Carassius auratus
Pola Distribusi Teripang di Perairan Kabupaten Bangkalan Febi Ayu Pramithasari; Arinda Widya Wardhana; Haryo Triajie
Juvenil Vol 5, No 3: Agustus (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i3.27301

Abstract

ABSTRAKTeripang merupakan salah satu invertebrata bentik penting dalam ekosistem laut serta memiliki nilai ekonomis. Biota ini juga tersebar di hampir seluruh habitat laut dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi substrat hidup teripang yang ditemukan di perairan Kabupaten Bangkalan serta menganalisis pola distribusi yang merupakan salah satu strategi teripang dalam beradaptasi. Penelitian ini dilakukan pada Agustus-September 2023 di perairan Kabupaten Bangkalan khususnya yang meliputi kecamatan Kamal hingga Socah. Pengambilan sampel meliputi sampel biota dan sedimen. Sedimen yang diperoleh dianalisis dengan metode pengayakan dan diplot mengikuti metode Folks. Sedangkan untuk mengetahui pola distribusi teripang dilakukan analisis dengan menggunakan Indeks Morisita. Terdapat 4 jenis teripang yang ditemukan yaitu Phyllophorus sp. (teripang lokal/bola), Acaudina leucoprocta (teripang blonyo), Phyllophorella spiculata (teripang gimbul), dan Colochirus quadrangularis (teripang merah) dengan komposisi terbesar adalah pada jenis Phyllophorus sp.. Sedimen di lokasi kajian termasuk tipe sedimen pasir halus kecuali pada 2 stasiun yang termasuk sedimen dengan tipe muddy sand (pasir berlumpur). Nilai indeks morisita keempat spesies berkisar 0.5517-0.8087. Nilai indeks morisita 0 menunjukkan pola distribusi yang Mengelompok (clumped). Kondisi ini diduga merupakan adaptasi atau strategi yang dilakukan oleh teripang untuk proses pencarian makanan, perlindungan terhadap predator, serta keberhasilan proses pemijahan.Kata kunci: bangkalan, indeks morisita, pola distribusi, teripangABSTRACTSea cucumbers are important benthic invertebrates in marine ecosystems and hold significant economic value. These organisms are widespread across nearly all marine habitats and exhibit the ability to adapt to various environmental conditions. This study aims to assess the substrate conditions where sea cucumbers are found in the waters of Bangkalan Regency and to analyze the distribution patterns as a strategy for adaptation. The research was conducted from August to September 2023 in the waters of Bangkalan Regency, specifically from the Kamal subdistrict to Socah. Sampling included both biota and sediment. Sediment samples were analyzed using sieving methods and plotted following the Folk's classification. The distribution patterns of sea cucumbers were analyzed using the Morisita Index. Four species of sea cucumbers were identified: Phyllophorus sp. (local sea cucumber/bola), Acaudina leucoprocta (blonyo sea cucumber), Phyllophorella spiculata (gimbul sea cucumber), and Colochirus quadrangularis (red sea cucumber), with Phyllophorus sp. being the most prevalent. The sediment at the study sites was predominantly fine sand, except at two stations where the sediment type was classified as muddy sand. The Morisita Index values for the four species ranged from 0.5517 to 0.8087. Morisita Index values greater than 0 indicate a clumped distribution pattern. This condition is hypothesized to be an adaptation or strategy employed by sea cucumbers for foraging, predator protection, and successful spawning.keyword: bangkalan, distribution pattern, morisita index, sea cucumber
Identifikasi Jenis Ektoparasit Pada Benih Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Dari Balai Benih Ikan Lokal Dan Pembudidaya di Wilayah Koya Barat Willem Hendry Siegers; Ralph A.N. Tuhumury; Fajaluddin Fajaluddin
Juvenil Vol 5, No 3: Agustus (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i3.22927

Abstract

ABSTRAKPermasalahan dalam budidaya ikan lele adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis ektoparasit dan mengkategorikan tingkat prevalensi, intensitas dan dominasi ektoparasit pada benih ikan lele sangkuriang. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juli 2022. Metode yang digunakan yaitu pengambilan sampel benih ikan lele sebanyak 80 ekor secara acak, pemeriksaan ektoparasit dan pengukuran kualitas air. Proses identifikasi ektoparasit dilakukan di laboratorium Balai Karantina Ikan Pengendalian dan Mutu kelas 1 Sentani. Hasil identifikasi ektoparasit diperoleh tiga jenis parasit yaitu Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., dan Trichodina sp.. Ektoparasit tersebut menyerang organ yang berbeda yaitu lendir, insang dan sirip. Parasit yang paling banyak ditemukan adalah dari ordo monogenea yaitu jenis Dactylogyrus sp. dengan tingkat prevalensi 60% dalam kategori Frequently (sangat sering). Sedangkan ektoparasit dengan prevalensi terendah yaitu Gyrodactylus sp. dan Trichodina sp. dengan tingkat prevalensi 30%. Kesimpulan dari penelitian adalah nilai rataan prevalensi Dagtylogyrus sp. sebesar 48,75%, Gyrodagtylus sp. sebesar 21,25% dan Tricodina sp. sebesar 21,25 %. Selanjutnya nilai rataan intensitas Dagtylogyrus sp. adalah 2,50 %, Gyrodagtylus sp. adalah 1,55 % dan Tricodina sp. adalah 1,64 %. Kemudian nilai rataan dominansi Dagtylogyrus sp. sebesar 64,73 %, Gyrodagtylus sp. sebesar 17,02 % dan Tricodina sp. sebesar 18,23%.  Kata kunci: benih ikan lele, ektoparasit, prevalensi, kualitas air.ABSTRACTThe problem in cultivating catfish is disease caused by parasitic infections. The aim of the research was to identify the types of ectoparasites and categorize the level of prevalence, intensity and dominance of ectoparasites in Sangkuriang catfish fry. This research was carried out in July 2022. The method used was random sampling of 80 catfish seeds, checking for ectoparasites and measuring water quality. The ectoparasite identification process was carried out in the Sentani class 1 Fish Control and Quality Quarantine Center laboratory. The results of ectoparasite identification showed three types of parasites, namely Dactylogyrus sp., Gyrodactylus sp., and Trichodina sp.. These ectoparasites attack different organs, namely mucus, gills and fins. The most common parasites found are from the order Monogenea, namely the type Dactylogyrus sp. with a prevalence rate of 60% in the Frequently category (very often). Meanwhile, the ectoparasite with the lowest prevalence is Gyrodactylus sp. and Trichodina sp. with a prevalence rate of 30%. The conclusion of the research is that the average prevalence value of Dagtylogyrus sp. of 48.75%, Gyrodagtylus sp. of 21.25% and Tricodina sp. amounting to 21.25%. Furthermore, the average intensity value of Dagtylogyrus sp. is 2.50 %, Gyrodagtylus sp. is 1.55% and Tricodina sp. is 1.64%. Then the average value of dominance of Dagtylogyrus sp. of 64.73%, Gyrodagtylus sp. amounted to 17.02% and Tricodina sp. amounting to 18.23%.Keywords: catfish seeds, ectoparasites, prevalence, water quality
Pola Pertumbuhan dan Faktor Kondisi Ikan Kurisi (Nemipterus japonicus) di Perairan Labuhan Maringgai, Lampung Endang Sri Utami; Arlin Wijayanti; M. Hadziq Qulubi
Juvenil Vol 5, No 1: Februari (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i1.24396

Abstract

ABSTRAKIkan kurisi merupakan hasil tangkapan yang cukup melimpah di Pelabuhan Perikanan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Harga ikan kurisi relatif terjangkau bagi masyarakat lokal ataupun internasional. Beralihnya masyarakat dari konsumsi daging merah ke ikan menyebabkan tingginya permintaan akan ketersediaan ikan kurisi. Peningkatan penangkapan ikan kurisi di Labuhan Maringgai menyebabkan diperlukannya langkah lebih lanjut terkait informasi aspek biologi ikan sehingga terbentuk pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan kurisi (Nemipterus japonicus) di Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Pengambilan data dilakukan pada Bulan November 2023 – Januari 2024 dengan tiga kali pengamatan. Sebaran frekuensi panjang total ikan kurisi di Labuhan Maringgai memiliki kisaran panjang dan berat masing-masing 115 – 230 mm dan 18 – 159 g. Ukuran panjang ikan terbanyak berada pada selang kelas 147 – 162 mm. Hasil analisis panjang berat menunjukkan pola pertumbuhan ikan kurisi memiliki sifat alometrik negatif dengan persamaan W = 0.004 L1.89. Fungsi fisiologis ikan kurisi di perairan Labuhan Maringgai berada pada kondisi yang baik berdasarkan nilai rata-rata faktor kondisi (Kn) sebesar 1.06. Hal ini menjelaskan bahwa ekosistem perairan sebagai habitat ikan berada dalam keadaan baik yang dimungkinkan karena cukupnya ketersediaan makanan dan faktor abiotik lainnya. Kata Kunci: faktor kondisi, ikan kurisi, Labuhan Maringgai, pola pertumbuhanABSTRACTJapanese threadfin bream (Nemipterus japonicus) is a fairly abundant catch at the Labuhan Maringgai Fishing Port, East Lampung. The species is relatively affordable for local and international community. Switching from red meat to fish consumption has led to a high demand for the availability of this species. The increase in threadfin bream fishing has required further steps related to information on biological aspects of species to ensure a sustainable fisheries management. This study aims to determine the growth patterns and condition factors of Japanese threadfin bream. Data were collected in November 2023 to January 2024 with three observations. The species frequency distribution has a length and weight range of 115 – 230 mm and 18 – 159 g, respectively. Most of the fish lengths were in 147 to 162 mm class interval. The results of length-weight analysis show the growth pattern of the species has a negative allometric (W = 0.004 L1.89). The physiological function of the species is in good condition based on the average condition factor (Kn) of 1.06. This explains the aquatic ecosystem as a fish habitat is in good condition, which is possible due to the sufficient availability of food and other abiotic factors.Key words: condition factor, growth pattern, Japanese threadfin bream, Labuhan Maringgai
Kandungan Limbah Pengolahan Rumput Laut dan Potensi Pemanfaatannya (Review) Wahyu Tri Handoyo; Bakti Berlyanto Sedayu; Sang Kompiang Wirawan; Arif Rahman Hakim
Juvenil Vol 5, No 2: Mei (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i2.25036

Abstract

ABSTRAKPada pengolahan rumput laut menyisakan limbah padat dan cair yang belum ditangani secara optimal. Padahal penanganan tersebut sangat penting untuk menjaga keberlanjutan dan menjauhkan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu strategi penanganan yang perlu dikembangkan adalah pemanfaatan limbah rumput laut yang dapat mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber penelitian mengenai kandungan limbah rumput laut dan potensi pemanfaatannya sehinga dapat mendukung pengembangan pengelolaan limbah rumput laut yang bernilai tambah. Sebagian besar penelitian yang telah dilakukan mengamati kandungan serat pada limbah rumput laut. Selain itu juga diamati komponen mineral dominan diantaranya mineral N, P, K, Ca, Mg. Hasil studi menunjukkan bahwa limbah tersebut memiliki kandungan serat yang cukup tinggi, namum hasilnya bervariatif. Hal yang sama juga terjadi pada kandungan mineral dominan. Kondisi ini diduga disebabkan oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Potensi pemanfaatan yang banyak dikaji adalah sebagai bahan baku bioetanol, biokomposit dan pupuk. Hasil penelitian menunjukkan tren yang positif karena didukung oleh teori yang kuat. Namun untuk saat ini sebagian besar penelitian masih dalam tahap pengembangan awal dan masih terbatas pada penelitian skala laboratorium walaupun ada beberapa penelitian yang sudah sampai pada tahap ujicoba lapang.Kata kunci: bioetanol, biokomposit, limbah rumput laut, pemanfaatan, pupukABSTRACTSeaweed processing leaves solid and liquid waste that has not been handled optimally. In fact, such handling is very important to maintain sustainability and avoid negative impacts on the environment. One handling strategy that needs to be developed is the utilization of seaweed waste that can support sustainable development goals. The purpose of this paper is to collect information from various research sources and literature regarding the content of seaweed waste and its potential utilization so that it can support the development of value-added seaweed waste management. Most of the research that has been done looks at the fiber content of seaweed waste. In addition, the dominant mineral components including minerals N, P, K, Ca, Mg were also observed. The results of the study showed that the waste has a fairly high fiber content, but the results varied. The same thing also happened to the dominant mineral content. This condition is thought to be caused by various factors both internal and external. The potential utilization that has been studied is as raw material for bioethanol, biocomposites and fertilizers. Research results show a positive trend because they are supported by strong theory. However, for now most of the research is still in the early development stage and is still limited to laboratory-scale research although there are some studies that have reached the field trial stage.Keywords: biocomposites, bioethanol, fertilizer, seaweed waste, utilization
Analisis Usaha Nelayan Tangkap dan Konstribusi Anggota Keluarga Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Desa Sungai Meriam Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara Melina Melina; Oon Darmansyah; Erwiantono Erwiantono
Juvenil Vol 5, No 2: Mei (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i2.24460

Abstract

ABSTRAKIstri nelayan di Desa Sungai Meriam selain menjadi ibu rumah tangga mereka juga ikut serta dalam membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Sebagai seorang nelayan pekerjaan ini bergantung dengan musim dan cuaca, sehingga kurang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Tujuan penelitian adalah menganalisis pendapatan usaha nelayan tangkap serta menganalisis kontribusi anggota keluarga terhadap pendapatan rumah tangga Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Meriam, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.Sampel yang digunakan adalah anggota keluarga nelayan tangkap di Desa sungai meriam yang berjumlah 14 rumah tangga (28 responden), pengambilan sampelmenggunakan metode sensus.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pendapatan dan kontribusi pendapatan keluarga.Hasil penelitian ini menunjukan bahwasanya hasil pendapatan dari usaha nelayan tangkap rata-rata sebesar Rp. 4.762.131/responden. Kontribusi pendapatan suami rata-rata 58%, kontribusi pendapatan istri dibidang perikanan rata-rata 34% dan dibidang non perikanan 24%, sedangkan kontribusi pendapatan anggota keluarga lain (anak) rata-rata 34%. Kata Kunci: analisis usaha, pendapatan, kontribusi pendapatan anggota keluarga.ABSTRACTThe wives of fishermen in Sungai Meriam Village, apart from being housewives, also participate in helping to improve the family economy. As a fisherman, this work depends on the season and weather, so it is not enough to meet family needs. The purpose of the study was to analyze the income of capture fishermen's business and analyze the contribution of family members to household income. The sample used was family members of capture fishermen in Sungai Meriam Village, Anggana District, Kutai Kartanegara Regency, totaling 14 households (28 respondents), sampling using the census method. The data analysis method used in this research is income analysis and family income contribution. The results of this study indicate that the income from the capture fishermen's business averages Rp. 4,762,131 / respondent. The contribution of husband's income averaged 58%, the contribution of wife's income in the fisheries sector averaged 34% and in the non-fisheries sector 24%, while the contribution of other family members' income (children) averaged 34%.Keywords: analysis of business, income, income contribution of family members.
Pengaruh Kepadatan Yang Berbeda Pada Transportasi Sistem Basah Tertutup Terhadap Kelulusan Hidup Benih Ikan Koi (Cyprinus carpio) Umur 50 Hari Adirahma Hartyanto; Maria Agustini; Indra Wirawan; Achmad Kusyairi
Juvenil Vol 5, No 1: Februari (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i1.24053

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk pengaruh kepadatan yang berbeda pada transportasi sistem basah tertutup terhadap kelulusan hidup benih ikan koi (Cyprinus carpio) umur 50 hari. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pengumpulam data yang dilakukan secara obsevatif langsung. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini berupa Rancang Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan kombinasi pakan pellet dan cacing sutra yang berbeda yaitu: perlakuan (A) : 75 ekor benih ikan koi, perlakuan (B) : 125 ekor benih ikan koi, perlakuan (C) : 175 ekor benih ikan koi, perlakuan (D) : 225 ekor benih ikan koi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelakuan terbaik yaitu terdapat pada perlakuan Perlakuan (B) kepadatan 125 ekor dengan kelulusan hidup 99.8%. Hasil penelitian pengamatan kualitas air menunjukkan bahwa keseluruhan masih dalam kadar yang optimal untuk mendukung kelangsungan hidup benih ikan koi (Cyprinus carpio) dengan Suhu 26.4°C – 27.5°C. pH 7.3 – 7.6. Oksigen terlarut 4.1 – 6.5 ppm.Kata kunci : kepadatan, transportasi, kelulusan hidup, benih, ikan koiABSTRACTThis study aims to determine the effect of different densities in closed wet transportation systems on the kelulusan hidup of koi fish (Cyprinus carpio) aged 50 days. The method in this study used an experimental method with direct observation of data collection. The experimental design used in this study was in the form of a Completely Randomized Design (CRD) with 4 different combinations of pelleted feed and silk worms, namely: treatment (A) : 75 koi fish fry, treatment (B) : 125 koi fish seeds, treatment (C): 175 koi fish seeds, treatment (D): 225 koi fish seeds. The results showed that the best treatment was in Treatment (B) at a density of 125 tails with a survival rate of 99.8%. The results of the observation of water quality showed that the whole was still at optimal levels to support the survival of koi fish (Cyprinus carpio) seeds with a temperature of 26.4°C – 27.5°C. pH 7.3 – 7.6. Dissolved oxygen 4.1 – 6.5 ppm.Keywords : density, transportation, survival rate, seeds, koi fish
Pengaruh Kombinasi Pakan Komersial Dengan Cacing Sutra (Tubifex sp) Terhadap Pertumbuhan Berat Mutlak Ikan Gurame (Osphronemus gouramy L) Pandu Wibowo; Nurul Hayati; Indra Wirawan; Maria Agustini
Juvenil Vol 5, No 3: Agustus (2024)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v5i3.24476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pakan komersial dengan cacing sutra (Tubifex sp) terhadap pertumbuhan bobot absolut ikan gurami (Osphronemus gouramy L). Metode dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pengumpulan data yang dilakukan secara obstruktif secara langsung. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini berupaRancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kombinasi pakan pellet dan ulat sutera yang berbeda, yaitu: Perlakuan (A) Pakan komersial (Pellet) 100%.; Perawatan (B) Pakan komersial (Pelet) 75% + 25% ulat sutera; Perawatan (C) Pakan komersial (Pelet) 50% + 50% ulat sutera; Pengobatan (D) Pakan komersial (Pelet) 25% + 75% ulat sutera; Pengobatan (E) ulat sutera 100%. Hasil penelitian yang memberikan nilai terbaik bagi pertumbuhan berat ikan mas (Osphronemus gouramy L). dalam perlakuan (D) pakan komersial (Pelet) 25% + 75%) dari 2gram. Hasil penelitian pengamatan kualitas air menunjukkan bahwa keseluruhan masih pada kadar optimal untuk mendukung kelangsungan hidup ikan mas (Osphronemus gouramy) dengan suhu 27 – 29 ºC. pH 7,1 – 7,5. Oksigen terlarut 5,3 - 5,7 ppm. Kata kunci: berat mutlak, ikan gurami, kombinasi, pakan