cover
Contact Name
Yogiek Indra Kurniawan
Contact Email
yogiek@unsoed.ac.id
Phone
+6285640661444
Journal Mail Official
jpmijournals@gmail.com
Editorial Address
Jl Kober No 915 RT 08 RW 04 Kelurahan Kober, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
ISSN : 27753034     EISSN : 27753026     DOI : https://doi.org/10.52436/1.jpmi.IDPaper
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. JPMI terbit dua bulan sekali, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember. JPMI terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2775-3034 dan E-ISSN : 2775-3026
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 550 Documents
Peran Posyandu Dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Cipetir, Kabupaten Sukabumi Dewi Lestari; Fachry Akbar; Lisna Nurfadilah; Muhammad Ryan Vacsal; Raihan Islami Meha; Santi Agustrianti; Sopiatunnisa Fauziah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.937

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Peran Posyandu dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu Dan Anak Di Desa Cipetir, Kabupaten Sukabumi. Dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat lewat posyandu dengan mengetahui Persepsi masyarakat terhadap Program Posyandu, Peran posyandu dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, dan Kendala  serta solusi posyandu dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, kajian ini mengunakan metode kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion, Participatory Rural Appraisal (PRA), dan studi pustaka. Narasumber dalam penelitian ini adalah, para kader PKK Desa, para kader posyandu,dan para anggota posyandu. Hasil penelitian menujukkan bahwa persepsi sebagian kecil masyarakat terhadap Program Posyandu cukup postif, sedang sebagian besar beranggapan negatif terhadap Posyandu akibat kepercayaan masyarakat terhadap mitos-mitos yang ada. Menyikapi hal ini, Peneliti melakukan tiga program yaitu sosialisasi, home care, dan posyandu award sebagai motivasi kader, dan terobosan dalam meningkatkan kesadaran warga dimana posyandu memiliki peranan penting dalam meningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak melalui proses pelayanan kesehatan.
Pemanfaatan Sumur Resapan Air Hujan Sebagai Penanggulangan Banjir Di Dusun Gumuk Candi Arya Satria Wibawa; Muhammad Fatihul Arifin; Rochmad Eko Prasetyaning Utomo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.941

Abstract

Kabupaten Banyuwangi terletak di ujung paling timur pulau Jawa. Kabupaten Banyuwangi memiliki 25 kecamatan dan 189 desa yang tersebar luas di seluruh Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya adalah Dusun Gumuk Candi terletak di Desa Songgon kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Daerah tersebut memiliki daya Tarik wisata yang tinggi bagi para wisatawan yang berkunjung. Banyaknya pembangunan tempat wisata membuat kawasan dusun Gumuk Candi memiliki risiko genangan air saat musim penghujan karena kurangnya resapan air, membuat daerah tersebut sering mengalami genangan air. Masalah lain yang dihadapi masyarakat Dusun Gumuk Candi yaitu kurang optimalnya dalam pengolahan sumber mata air. Solusi yang kami angkat berupa sumur resapan. Sumur ini berfungsi sebagai wadah air hujan yang jatuh di atau mengalir dari hulu dan di tampung ke dalam penampungan (SPAH). Sistem Pemanenan air hujan (SPAH) merupakan salah satu pememanfaatan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Prinsip dasarnya adalah air yang masuk ke sumur resapan diarahkan ke penampungan. Secara garis besar kegiatan ini adalah program pengadaan sumur resapan dengan tujuan membuat sarana pengadaan air bersih bagi warga Dusun Gumuk Candi dan juga tidak perlu takut akan genangan air pada saat musim hujan. Harapan kami dapat membantu kepada masyarakat Dusun Gumuk Candi, berupa pasokan air bersih yang dapat manfaatkan secara cuma-cuma.
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik (Bokashi) Berbasis Teknologi Fermentasi Memanfaatkan Mikroorganisme Efekttif Pada Masyarakat Petani di Desa Kananga Kecamatan Cimahi Kabupaten Kuningan Ilah Nurlaelah; Ina Setiawati; Handayani Handayani; Agus Prianto; Nila Alifah; Andini Andini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.949

Abstract

Kegiatan Pengabdian Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik (Bokashi) Berbasis Teknologi Fermentasi Memanfaatkan Mikroorganisme Efekttif Pada Masyarakat Petani di Desa Kananga Kecamatan Cimahi Kab Kuningan ini bertujuan  untuk melatih dan membekali skills masyarakat petani dalam pemanfaatan sumberdaya alam lingkungan yakni pemanfaatan limbah sayur/buah rumah tangga yang banyak dan belum dimanfaatkan secara optimal terutama penerapan aplikasi teknologi fermentasi yang masih belum dikenal ataupun diminati masyarakat untuk diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan ramah lingkungan memanfaatkan mikroorganisme efektif lokal. Selama ini masyarakat belum banyak perhatian yang intens ataupun kesadaran dalam mencari solusi alternatif yang dapat diterapkan dalam pemanfaatan sampah terutama sampah organik rumah tangga. Pupuk bokashi adalah pupuk organik yang dihasilkan dari fermentasi bahan-bahan organik semisal kompos dan pupuk kandang dengan memanfaatkan bantuan mikroorganisme pengurai seperti mikroba atau jamur fermenter. Hasilnya ialah berupa pupuk padat dalam kondisi sudah terurai sehingga mengandung lebih banyak unsur hara baik makro maupun mikro yang siap untuk diserap akar tanaman. Target kegiatan pengabdian masyaakat pada kegiatan pelatihan pembuatan pupuk bokashi ini adalah (1) Membekalkan dan melatih skills masyarakat dalam pengolahan material organik dari limbah rumah tangga (2) Mengenalkan kepada masyarakat teknologi fermentasi dalam pengolahan limbah organik. (3) Memberdayakan masyarakat yaitu petani agar memiliki jiwa inovatif dalam memecahkan permasalahan lingkungan. Metode pengabdian kepada masyarakat mencakup: (1) Pelatihan Peserta. (2) Praktek dan pendampingan terbimbing peserta. (3) Evaluasi terhadap seluruh kegiatan. Hasil pengambdian ini memberikan dampak positif terhadap pengetahuan dan keterampilan masyarakat petani dalam pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Hasil evaluasi dari data kuesioner diperoleh bahwa seluruhnya merasakan manfaat terhadap kegiatan pelatihan ini dan telah meningkatkan minat dan menambah pengetahuan baru serta bersedia mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.
Pelatihan Konselor Kreator untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Digital Riskiyana Prihatiningsih; Irene Maya Simon; Arbin Janu Setyowati; Rizka Apriani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.951

Abstract

Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dengan media tentunya membutuhkan penggunaan dan pemanfaatan teknologi sehingga proses layanan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Peningkatan kualitas layanan berbasis digital yang menarik dan dekat dengan tren yang diikuti oleh siswa. Menjadi konselor kreator, membutuhkan sebuah usaha dan pelatihan untuk mampu membuat layanan yang dekat dengan siswa dan menarik bagi siswa. Pelatihan konselor kreator untuk meningkatkan kualitas layanan BK berbasis digital merupakan upaya penyelesaian masalah yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini dengan memberikan kegiatan pelatihan kepada MGBK SMA Kota Malang. Pelatihan dilakukan secara berkala dengan kombinasi pertemuan daring dan luring dan intensive coaching melatih konselor menjadi konselor creator. Secara kesuluruhan berdasarkan hasil angket evaluasi yang diisikan oleh 8 orang dari 15 peserta pelatihan menyatakan bahwa pelatihan sangat menyenangkan dengan presentase 55,6% sangat menyenangkan dan 44,4% menyenangkan, dengan fasilitator yang cukup jelas dalam menyampaikan materi dengan metode yang tepat dengan presentase 55,6% sangat jelas dan 44,4% jelas. Sehingga konselor dapat mengembangan konten layanan BK berbasis digital berupa skenario konten layanan, video, dan microblog. Selanjutnya peserta pelatihan menyatakan bahwa pelatihan ini sangat memberikan manfaat dalam membantu konselor dalam mengembangkan media layanan BK.
Pelatihan dan Pendampingan Diversifikasi Produk Penanganan Sampah Rumah Tangga Bagi Santri Sri Slamet Mulyati; Irmawartini Irmawartini; Pujiono Pujiono
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.956

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu fasilitas umum di bidang pendidikan. Setiap fasilitas umum termasuk pondok pesantren wajib melakukan pengawasan kesehatan lingkungannya. Penyehatan tanah dan pengelolaan sampah padat merupakan upaya meningkatkan kualitas lingkungan. Apabila mengacu pada idealisme regulasi, sampah tidak boleh dibuang melainkan dikelola. Upaya minimal pengelolaan sampah minimal 3 R yaitu Reuse, Reduce, dan Recycle. Komposting merupakan salah satu contoh pengolahan sampah sederhana yang bisa diterapkan di lingkungan pondok pesantren. Para santri pondok pesantren Al-Musyahadah yang terbagi ke dalam 4 Pokja ( Kelompok Kerja) mampu melakukan komposting dengan metode Takakura setelah sebelumnya diberikan contoh oleh tim pengabdian masyarakat. Secara umum pengetahuan pengelolaan sampah para santri sudah sangat baik dengan nilai rerata 84,66%. Partisipasi santri laki-laki dan perempuan juga sangat baik yang ditunjukkan dengan keikutsertaan saat pengisian kuesioner, penyuluhan, demo alat, dan praktik komposting sampai menghasilkan kompos jadi. Perlu dilengkapi pelatihan sederhana lainnya seperti manajemen pemasaran produk kompos jadi dan cara packagingnya yang menarik sehingga menjadi “value” bagi pondok pesantren.
Upaya Pemberdayaan Kelompok Wanita Pesisir Poklahsar Dikranusa Melalui Pemanfaatan Ikan Hasil Tangkapan Sampingan di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Provinsi Banten Ririn Irnawati; Dini Surilayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.958

Abstract

Ikan hasil tangkapan sampingan (HTS) merupakan ikan non target yang ikut tertangkap pada alat tangkap. Jumlah ikan HTS cukup besar berkisar 25-74% dari total ikan hasil tangkapan. Ikan HTS hingga kini masih menjadi problem dan tantangan dalam pengelolaan perikanan karena minim pemanfaatan. Hal ini diperparah dengan pandemic covid-19 yang berlarut-larut yang menyebabkan permintaan ikan menurun, sehingga jumlah ikan yang tidak termanfaatkan menjadi bertambah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan diolah menjadi produk olahan, diantaranya pemindangan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode pelatihan dengan mitra Poklahsar Dikranusa. Mitra sasaran diberikan pelatihan dan pendampingan hingga mampu dan bisa memproduksi pindang secara mandiri. Tahap pembuatan pindang adalah penyiangan ikan; ikan dibungkus dengan daun pisang dengan diberi garam; ikan disusun dalam panci dan direbus selama 1,5-2 jam; pengangkatan ikan yang telah matang; dan pengemasan produk pindang. Pemindangan dapat menjadi alternatif kegiatan ekonomi tambahan bagi wanita pesisir diluar waktu melakukan pekerjaan domestik dan membantu suami memperbaiki jaring. Pemindangan ikan membutuhkan peralatan yang sederhana dan mudah dilakukan, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan baru bagi wanita pesisir. Mitra telah mampu memproduksi, mengemas dan menjual produk pindang yang dihasilkan. Nilai ekonomi dari produk ikan pindang jauh lebih tinggi dibandingkan jika hanya menjual ikan segar.
Metode Benchmarking untuk Meningkatkan Produksi Jambu Madu Deli Hijau (Syzygium Aqueum) Sebagai Model Pemberdayaan Aldi Setya Budi; Siti Nurlaela; Gunawan Yulianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.962

Abstract

Jambu madu deli merupakan komoditas yang sangat potensial di pasar, namun petani belum mampu memenuhi kebutuhan pasar karena produktivitas yang rendah. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknologi di kebun jambu air madu deli hijau milik Bapak Ruswanto. Kegiatan pemberdayaan dilaksanakan pada Januari – Juli 2022, menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data primer (wawancara, observasi partisipatif, dan FGD) dan data sekunder (dokumentasi). Proses pemberdayaan diawali dengan melakukan perbandingan/benchmarking untuk mengetahui penerapan teknologi pada petani yang lebih maju.  Hasil pemberdayaan menunjukkan bahwa dalam proses perbanyakan tanaman, persiapan media tanam. pengairan, dan pemupukan Keboen Hijau lebih unggul daripada Kebun Pak Ruswanto. Pada aspek penanaman, dan pembungkusan Pak Ruswanto lebih unggul. Pada aspek penyiangan, pemangkasan, pengendalian hama, dan pemanenan sama. Rencana peningkatan produksi dilakukan pada aspek yang masih kurang. Pemberdayaan masyarakat yang ada di sekitar kebun Pak Ruswanto dilakukan dengan pelatihan stek dan memberikan bibit gratis dan sarana awal untuk memulai usaha. Rencana pemasaran dilakukan seacra bersama-sama berbasis kelompok tani. 
Program Pijat Bayi dan Anak di Desa Kuala Gading Indragiri Hulu Dian Tri Utami; Putri Nuraini; Raihana Raihana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.963

Abstract

Program pijat bayi dan anak memegang peranan penting dalam pelayanan kesehatan dan kehidupan jangka Panjang. Kenyataannya, pijat bayi dan anak berpengaruh untuk tumbuh kembang anak usia dini, tentunya berbeda dengan pijat orang dewasa. Tujuannya meningkatkan kesehatan bayi dan anak yang akhirnya sebagai generasi penerus bangsa. Mitra dalam kegiatan ini adalah Posyandu Desa Kuala Gading yang berada di Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Saat ini pengurus Posyandu berjumlah 3 orang. Berdasarkan survey awal di Posyandu Desa Kuala Gading, pelayanan kesehatan yang diberikan yakni imunisasi, ukur berat badan anak, dan pemberian makanan tambahan serta pemberian vitamin A. Berdasarkan hasil wawancara mitra, bahwa permasalahan yang dihadapi, selama ini mitra dan masyarakat belum pernah mendapatkan pelatihan pijat bayi dan anak serta mereka belum pernah juga mendapatkan pelatihan mekanisme pemijatan bayi dan balita atau fisiologis pijat bayi dan anak yang bisa dijadikan program kerja posyandu. Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaan kegiatan PKM ini terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Dengan adanya pengabdian diharapkan meningkatkan kesejahteraan tingkat kehidupan masyarakat, baik dari kesehatan yakni pengabdian memberikan pelatihan pada kader posyandu untuk pijat bayi dan anak dijadikan program kerja posyandu dan dari segi ekonomi bisa menjadi salah satu bentuk profesi pekerjaan.
Optimalisasi Peran Pemuda Sebagai Kader Kesehatan Dalam Upaya Edukasi Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Komunitas Wonosobo Sehat Teguh Jati Prasetyo; Izzati Nur Khoiriani; Katri Andini Surjati; Triyadi Hendra Wijaya; Neva Widanita; Laeli Nur Hasanah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.969

Abstract

Indonesia masih menghadapi tingginya angka kematian ibu dan anak, yang diakibatkan oleh permasalahan gizi, penyakit infeksi, serta masalah kehamilan.  Data menunjukkan bahwa prevalensi status gizi balita gizi buruk sebesar 3,9%, gizi kurang 13,8% dan gemuk sebesar 8%. Prevalensi status gizi (indikator TB/U) anak dengan kategori stunting 30,8%.   Masa 1000 Hari pertama kehidupan merupakan periode yang sangat penting sejak janin sampai usia dua tahun. Jika pemenuhan gizi pada masa tersebut baik, maka proses pertumbuhan dan perkembangan dapat optimal. Status gizi balita dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya penyakit infeksi, asupan makan, pengetahuan ibu, usia penyapihan, berat badan lahir, pemberian makan terlalu dini, pola asuh, kesehatan lingkungan dan pelayanan kesehatan. Wonosobo sehat merupakan komunitas para relawan yang peduli terhadap masalah kesehatan. Fokus kegiatan yang dilakukan adalah edukasi dan promosi kesehatan pada empat bidang yaitu gizi, penyakit menular dan tidak menular, kesehatan mental serta kesehatan lingkungan.  Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peran pemuda dalam melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai kesehatan optimal. Ada tiga tahapan kegiatan yaitu: 1) Tahap penyusunan Media dan Materi pelatihan untuk pendampingan relawan; 2) Tahap Traning Of Trainer bagi relawan Wonosobo sehat tentang Core skill relawan; 3) Tahap workshop dan pemeriksaan kesehatan gratis oleh relawan Wonosobo sehat Bersama tim pengabdi.
Penguatan Masyarakat Melalui Pengorganisasian dan Peningkatan Organisasi PKK dalam Memanfaatkan Limbah Sawit Alexander Phuk Tjilen; Beatus Tambaip; Ruloff Fabian Yohanis Waas; Paul Adryani Moento; Erwin Nugraha Purnama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JPMI - April 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.982

Abstract

Gerakan masyarakat ini bertujuan untuk memperluas informasi dan keterampilan organisasi PKK dalam mengawasi tandan dan menyiapkan limbah sawit dan hewan. Tindakan ini didorong oleh kondisi Kampung Muting, sebagai kawasan yang berkembang pesat di wilayah Merauke. Wilayah Ini merupakan salah satu sasaran yang paling utama untuk diaktualisasikan secara serius dan serius dalam kebijakan perbaikan kelapa sawit di Merauke. Kondisi ini memiliki sasaran untuk ibu ibu rumah tangga. Muncul alamat bagaimana limbah kelapa sawit bisa dimanfaatkan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, dilakukan latihan persiapan dan penyuluhan dengan menggunakan metode persiapan dan penyuluhan administrasi terbuka dan Teknologi Tepat Guna (TTG) dilakukan dalam tandan dengan materi pengetahuan administrasi, administrasi dan inovasi limbah kelapa sawit dan hewan. Hasil berupa Pertama-tama, informasi dan kemampuan untuk mengawasi tandan. Kepiawaian dalam menangani limbah sawit dan ternak menjadi piring, tikar, briket dan pupuk. Perlakuan pemanfaatan limbah ini diharapkan dapat menjadi alternatif upah rumah tangga masyarakat dan petani kelapa sawit mandiri, terutama di tengah masa restorasi kelapa sawit (replanting).