cover
Contact Name
Yogiek Indra Kurniawan
Contact Email
yogiek@unsoed.ac.id
Phone
+6285640661444
Journal Mail Official
jpmijournals@gmail.com
Editorial Address
Jl Kober No 915 RT 08 RW 04 Kelurahan Kober, Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
ISSN : 27753034     EISSN : 27753026     DOI : https://doi.org/10.52436/1.jpmi.IDPaper
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. JPMI terbit dua bulan sekali, yaitu Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember. JPMI terdaftar di LIPI dengan P-ISSN : 2775-3034 dan E-ISSN : 2775-3026
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 550 Documents
Edukasi Kelor Antibakteri Herbal dan Pelatihan Teh Kelor untuk Warga Desa Simoangin Muhammad Taufiq Hidayat; Endah Prayekti; Maki Zamzam; Yauwan Tobing Lukiyono; Muhammad Afwan Romdloni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 4 (2023): JPMI - Agustus 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1529

Abstract

Infeksi bakteri dan resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang benar. Oleh karena itu, tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Analis Kesehatan UNUSA melakukan kegiatan “Edukasi dan Diseminasi Hasil Penelitian Kelor sebagai Antibakteri Herbal serta Pelatihan Pembuatan Teh Kelor untuk Warga Desa Simoangin-angin”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan penyakit bakteri menggunakan obat herbal kelor. Metode yang digunakan adalah seminar dan pelatihan. Seminar membahas potensi ekstrak kelor sebagai antibakteri berdasarkan hasil penelitian tim dan penerapannya yang bijak. Pelatihan membahas cara pembuatan teh kelor dan manfaatnya sebagai alternatif pengobatan. Brosur edukasi juga dibagikan kepada peserta kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada peningkatan pemahaman masyarakat tentang kelor sebagai antibiotik herbal dan penggunaan antibiotik yang bijak, serta ada peningkatan keterampilan masyarakat dalam pembuatan teh kelor. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat Desa Simoangin-angin. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan konsep MBKM (merdeka belajar kampus merdeka) dan mendukung pencapaian IKU (indikator kinerja utama perguruan tinggi) dengan memberikan pengalaman belajar di luar kampus bagi mahasiswa dan melibatkan dosen dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Edukasi Kesehatan Mental Remaja Saat Menarche Pada Masa Pubertas, di SD Intergal Luqman Al-Hakim Jember Faiqatul Hikmah; Dahlia Indah Amareta; Agustina Endah Werdiharini; Heri Warsito; Adhiningsih Yulianti; Dewi Nur Masita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JPMI - Oktober 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1535

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Fase remaja dikatakan sebagai fase yang rentan terkena gangguan Kesehatan mental, dikarenakan pada fase ini remaja sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Kecemasan yang timbul pada remaja awal yang akan memasuki masa pubertas tidak jarang akan mempengaruhi kesehatan mental remaja tersebut. Pengabdian masyarakat ini dibuat untuk memberikan edukasi kepada remaja putri  untuk mengedukasi mengenai kesehatan mental saat memasuki masa menstruasi pertama dalam menghadapi masa pubertas. Metode yang digunakan adalah metode penyuluhan. Peserta merupakan siswi kelas 4 dengan usia 9-10 tahun. Materi yang disampaikan tentang kesehatan mental kecemasan menjelang pubertas, gejala gangguan kesehatan mental, pencegahan untuk menjaga kesehatan mental. Penyuluhan kesehatan masyarakat membatu memberikan informasi yang benar sehingga siswi dapat mengambil keputusan yang tepat akan kesehatannya sehingga mampu mengurangi kecemasan atau gangguan mental yang sering kali timbul saat memasuki masa pubertas.
Pelatihan Daur Ulang Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Sebagai Produk Unggulan Ramah Lingkungan Di Desa Pereng Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar Desy Nurcahyanti; Yayan Suherlan; Novia Nur Kartikasari; Joko Lulut Amboro; Novita Wahyuningsih; Nooryan Bahari; Setyo Budi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JPMI - Oktober 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1540

Abstract

Minyak jelantah atau minyak goreng bekas merupakan penyebab pemcemaran air terbesar setelah limbah kimia pabrik. Regulasi Pemerintah perihal pembuangan sisa industri dan sampah rumah tangga telah diatur dalam peraturan nasional oleh Kementerial Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam PP 74 Tahun 2001 tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun; PP 81 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga; dan PP 101 Tahun 2014 tentang pengelolaan limbah bahan baku berbahaya dan beracun. Desa Pereng yang terletak di Kecamatan Mojogedang Kabupaten Karanganyar memiliki potensi UMKM sebagai penghasil makanan ringan kerupuk rambak; hasil olahan hasil bumi desa. Produksi harian menghasilkan minyak bekas penggorengan/jelantah sebanyak 6 – 8 liter untuk satu kwintal kerupuk rambak perhari. Ide daur ulang minyak Jelantah menjadi produk lilin aromaterapi adalah solusi tepat dan menjanjikan dari segi perekonomian. Kegiatan daur ulang minyak jelantah di Desa Pereng melibatkan PKK dan Karang Taruna dengan metode workshop. Tiga tahapan utama diterapkan dalam implementasinya, antara lain: (1) Persiapan, (2) Pelaksanaan, dan (3) Evaluasi & Pelaporan. Masing-masing tahap dilakukan koordinasi serta komunikasi berkesinambungan antara Tim Pelaksana dan Peserta Pelatihan yakni masyarakat Desa Pereng. Keterlibatan penuh masyarakat sebagai upaya realisasi Desa Kreatif dengan produk unggulan ramah lingkungan edukatif dan bernilai jual tinggi.
Pengembangan Teh Dari Daun Kopi Organik Pada Desa Suka Jaya Lampung Barat Kusuma Handayani; Wawan Setiawan; Mohamad Kanedi; Dzul Fitrhia; Rochmah Agustrina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JPMI - Oktober 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1559

Abstract

Kopi organik dapat dikatakan sebagai tanaman organik jika pertanian kopi tersebut setidaknya menanam kopi mereka selama tiga tahun tanpa menggunakan bahan kimia sama sekali. Standar tiga tahun diperlukan agar kondisi kebun kopi benar-benar teruji bersih dari sentuhan kimiawi. Legalitas sertifikat organik juga mewajibkan durasi penanaman tiga tahun ini. Sehingga Teh Daun Kopi merupakan olahan yang bermanfaat baik dari segi ekonomi maupun segi Kesehatan. Teh daun kopi adalah sebuah teh herbal yang terbuat dari dedaunan tanaman kopi (Coffea robusta atau             Coffea arabica). Setelah dibakar, dedaunan tersebut dapat dikumpulkan, kemudian diseduh atau direndam ke air panas dalam bentuk mirip teh. Tujuan kegiatan ini dilakukan adalah untuk mengenalkan pada masyarakat adanya manfaat dan nilai jual dari daun kopi, sehingga tidak hanya menjadi tumpukan sampah organik saja. Setelah kegiatan ini berlangsung dapat dilihat antusias warga pekon Suka jaya untuk melakukan pengembangan pengolahan produk teh yang berasal dari daun kopi.
Meningkatkan Kesadaran Anak SD-SMP RW 10, Kelurahan Urug Terhadap Pengelolaan Sampah TPA Oca Kosasi; Pipin Pipin; Nur Fitria; Resha Rosmayanti; Muhammad Rifki Almas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JPMI - Oktober 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1643

Abstract

Sampah bekas manusia kerap kali menyebabkan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Hal tersebut terjadi di lingkungan Kelurahan Urug RW 10. Tidak adanya tempat penampungan mengakibatkan sampah bertumpuk terus menerus yang berdampak buruk bagi lingkungan. Selain itu, erat juga kaitannya dengan kesadaran dari manusia itu sendiri. Kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah merupakan salah satu penyebabnya. Masih banyak masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan, rasa malas untuk buang sampah pada tempatnya. Sehingga, sampah terus menumpuk akibat tidak adanya penampungan dan seringkali orang yang bukan penduduk membuang sampah ke kali begitu saja. Mereka tidak memikirkan dampak yang akan terjadi selanjutnya. Metode yang digunakan yaitu pelaksanaan gerakan Mingsih (Minggu Bersih) dan edukasi pemilahan sampah. Target luaran yang diharapkan adalah untuk memberikan ide/gagasan sebagai alternatif strategi bagi warga desa akan pentingnya pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berbasis pemberdayaan masyarakat melalui gerakan Mingsih di RW 10, Kelurahan Urug, Kota Tasikmalaya.
Pengolahan Limbah Kulit Buah dan Sayuran Menjadi Obat Luka Budi Basuki Subagio; Arif Nursyahid; Muhlasah Novitasari Mara; Rizkha Ajeng Rochmatika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JPMI - Oktober 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1644

Abstract

Di Indonesia, total sampah mencapai 19,14 juta ton pada tahun 2022. Mayoritas sampah tersebut berupa sisa makanan. Data global menunjukkan bahwa sampah buah dan sayuran adalah penyumbang terbesar limbah makanan dunia. Ternyata sampah organik juga, memiliki dampak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik, seperti menghasilkan gas berbahaya seperti gas metana. Kejadian ledakan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah pada 2023 adalah contoh buruk dari pengelolaan sampah organik dan menghasilkan gas metana. Untuk mengatasi hal ini, umumnya sampah organik diolah  menjadi kompos, tetapi kurang diketahui bahwa sampah organik, terutama buah dan sayuran, dapat digunakan sebagai penyembuh luka alami melalui eco enzyme. Oleh karena itu, tim pengabdian mendampingi ibu-ibu rumah tangga di Semarang dalam mengolah sampah organik menjadi eco enzyme yang bisa membantu penyembuhan luka, termasuk pada penderita diabetes. Kegiatan ini dilakukan selama 6 bulan, melibatkan persiapan, pengadaan bahan, pendampingan pembuatan eco enzyme, monitoring, sosialisasi, dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mampu mengolah sampah organik menjadi eco enzyme yang berguna sebagai penyembuh luka alami, yang dapat membantu penderita diabetes. Ini adalah langkah positif dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan sambil membantu mereka yang membutuhkan penyembuhan luka yang lebih baik.
Evaluasi Pemenuhan Kriteria Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik Pada UKM Bakso Beku di Kabupaten Malang Erryana Martati; Lailatul Zahro Ausaf
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JPMI - Oktober 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1654

Abstract

Usaha kecil menengah bakso beku (UKM“X”) yang berlokasi di Kabupaten Malang belum memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). UKM”X” harus menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan Yang Baik (CPPOB). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah pendampingan UKM”X” dalam pemenuhan kriteria CPPOB untuk menjamin keamanan bakso beku. Metode kegiatan ini adalah observasi, evaluation sarana produksi, analisis kesenjangan kondisi UKM dengan kriteria pada CPPOB, perbaikan sarana produksi, penyusunan kelengkapan dokumen dan evaluasi kembali sarana produksi untuk pemenuhan kriteria CPPOB. Analisis cemaran bakteri koliform juga dilakukan. Hasil evaluasi menemukan 23 ketidaksesuaian minor dan 16 mayor dengan bobot nilai 55 (rating C-Kurang). Setelah perbaikan sarana produksi dan kelengkapan dokumen maka dilakukan evaluasi kembali. Hasil evaluasi masih didapatkan sedikit temuan yang bersifat minor dengan dengan bobot nilai 6 (rating A-Sangat Baik). Hasil analisis cemaran bakteri koliform bakso beku adalah 3,0 MPN/g yang masih memenuhi persyaratan SNI 3818 : 2014 syarat mutu bakso. UKM disarankan untuk melakukan pengawasan, monitoring dan juga dokumentasi secara konsisten. Hasil pendampingan menghasilkan perbaikan, sehingga diharapkan UKM“X” bisa mengurus izin penerapan CPPOB dengan sukses dan selanjutnya dapat mendaftarkan produk bakso bekunya.
Implementasi Peningkatan Minat Literasi Anak Usia Dini Melalui Program Pojok Literasi : Studi Kasus SPS TAAM Arrafi’i Kota Tasikmalaya Nabiilah Amatullah; Riska Resti Fauzi; Aura Azzahra Padilah; Fariz Ramadhan; Clarrissa Dhea Pavita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JPMI - Oktober 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1666

Abstract

Pengabdian masyarakat ini berfokus pada program pojok literasi yaitu merupakan kegiatan bimbingan belajar mengajar, sekaligus menyediakan media belajar literasi. sebagai upaya untuk meningkatkan minat literasi pada anak usia dini, khususnya anak-anak yang bersekolah di SPS TAAM Arrafi’i.  Hal ini dilakukan karena masih kurangnya minat literasi pada anak usia dini serta kurangnya fasilitas media buku juga mainan edukasi di SPS TAAM Arrafi’i. Metode pengabdian ini menggunakan kualitatif dengan cara fun literasi yang terdiri dari membaca, menulis, dan berhitung. Dengan adanya fun literasi ini membuat anak-anak dapat menikmati proses pembelajaran tanpa merasa kesulitan dan jenuh serta dengan diberikan fasilitas berupa media literasi seperti buku bacaan dan mainan edukasi yang mengasah motorik serta kefokusan pada anak di sekolah tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program ini dapat memberikan pemahaman mengenai literasi dan bertambahnya fasilitas yang memadai untuk kegiatan literasi di SPS TAAM Arrafi’i Pengabdian ini penting dilakukan untuk menumbuhkan motivasi dan antusiasme pada anak-anak juga staf pengajar untuk selalu gemar berliterasi.
Peningkatan Spiritualitas Masyarakat melalui Kaifa Tushalli dengan Pendekatan PAR di Desa Medowo Akhmad Hasan Saleh; Riza 'Aliyata Rahma; Aisya Dyva Rahmanita; Dewi Iqlima Oktaviana; Arofatul Hikmah; Halimatussa’diyah Halimatussa’diyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JPMI - Oktober 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1677

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan spiritualitas masyarakat desa Medowo melalui kegiatan Kaifa Tushalli (Tuntunan Sholat Menurut Riwayat Hadist). Masalah utama peneliti temukan berdasarkan observasi dan interview beberapa warga setempat, yaitu kurangnya pemahaman warga terhadap tata cara shalat yang benar sesuai riwayat hadist Rasulullah SAW. Model penelitian yang digunakan yaitu Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan penelitian untuk menerapkan informasi ke dalam aksi sebagai solusi dari masalah yang telah ada. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan spiritualitas warga dengan diadakannya pembinaan Kaifa Tushalli, dan akan lebih maksimal jika telah diterapkan secara berkala.
Peningkatan Pengetahuan Kader dan Masyarakat tentang Perlunya Pencegahan Stunting pada Anak Amelia Dewi; Rifki Alfi Fauzan; Agnestasia Ramadhani Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 3 No 5 (2023): JPMI - Oktober 2023
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.1700

Abstract

Permasalahan status gizi merupakan salah satu indikator yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Salah satu permasalahan kesehatan dan gizi di Indonesia yang mulai banyak diperbincangkan dalam dekade ini yaitu balita yang memiliki postur tubuh pendek (stunting). Tingginya angka stunting perlu diimbangi dengan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu hamil, dukungan keluarga dan kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting sedini mungkin atau dalam 1000 hari pertama kehidupan anak. Namun, masih terdapat banyak miskonsepsi terkait stunting dan pencegahannya. Pemecahan masalah yang dapat dilakukan oleh tim KKN-T UPI Tasikmalaya yaitu dengan cara pendekatan Promosi Kesehatan. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah. Hasil dari kegiatan yang dilakukan pada Program yang dilakukan Oleh tim KKN-T Univesitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya berjalan dengan baik. Program yang dilakukan berupa Penyuluhan terkait pentingnya pencegahan Stunting pada balita dan pola asuh ibu dalam mengasuh Balita supaya terhindar dari Stunting. Peserta yang hadir sekitar 30 orang yang terdiri dari Para kader dan Ibu-ibu PKK perwakilan  setiap RW dari kelurahan Cigantang Kota Tasikmalaya.