cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2023)" : 19 Documents clear
Cognitive Conflict Strategy: Mathematical Representation Based on Cognitive Style Mohamad Salam
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.2134

Abstract

Kajian ini bermaksud untuk mendeskripsikan jenis representasi matematis siswa berdasarkan gaya kognitif dalam menyelesaikan masalah integral setelah diberikan pembelajaran strategi konflik kognitif. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Halu Oleo angkatan tahun 2021 yang terdiri dari satu mahasiswa dengan gaya kognitif reflektif and satu mahasiswa dengan gaya kognitif impulsif. Data penelitian diperoleh melalui teknik pemberian tes and wawancara, and dianalisis secara kualitatif. Hasil yang diperoleh adalah siswa yang memiliki gaya kognitif reflektif dalam menyelesaikan masalah integral setelah diajarkan strategi konflik kognitif adalah melakukan representasi gambar atau representasi geometri, representasi verbal and representasi simbolik, serta melakukan penerjemahan dari berbagai jenis representasi, yaitu dari representasi geometri ke representasi verbal, and kemudian ke representasi simbolik serta sebaliknya. Seandgkan, siswa dengan gaya kognitif impulsif melakukaan representasi simbolik, melakukan representasi geometrik tetapi salah, tidak melakukan representasi verbal, tidak melakukan representasi matematis, and tidak melakukan penerjemahan dari berbagai jenis representasi. This study aimed to describe  types of students' mathematical representations based on the cognitive style in solving integral problems after learning cognitive conflict strategies. This exploratory research used a descriptive-qualitative approach. The participants were two students of Mathematics Education Department at Halu Oleo Universit,  class of 202,  consisting of one student with a reflective cognitive style and one student with an impulsive cognitive style. The research data were obtained through tests and interviews, and analyzed qualitatively. The findings pointed out that the student with a reflective cognitive style performed images or geometric representations, verbal representations, and symbolic representations, as well as translated various types of representations, starting from geometric representations to verbal representations, and then to symbolic representation and vice versa. Meanwhile, the student with an impulsive cognitive style performed symbolic representations, inaccurate geometric representations, but lacked of verbal representations, mathematical representations, and translation of various types of representation.
Analysis of Middle School Students' Mathematical Representation Ability on Triangle Material Based on Learning Style Sekar Ayu Rahmayani; Susanto Susanto; Abi Suwito
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.2384

Abstract

Perlu adanya penelitian yang dapat mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari gaya belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah 20 siswa kelas VII-D SMPN 4 Jember. Pengambilan sampel subjek dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui angket gaya belajar, tes kemampuan representasi matematis dan wawancara. Analisis data dilakukan dalam tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Siswa yang memiliki gaya belajar visual dominan pada kemampuan representasi visual, dan siswa yang memiliki gaya belajar auditori dominan pada kemampuan representasi verbal. Sedangkan pada siswa yang memiliki gaya belajar kinestetik terlihat dominan pada kemampuan simbolik. Sehingga pembelajaran matematika yang memperhatikan gaya belajar siswa diperlukan, agar dapat mempermudah guru untuk memberikan stimulus yang tepat pada setiap kelompok sehingga memperoleh respon positif dari siswa dalam merepresentasikan ide-ide matematikanya. There is a need for research that can describe students' mathematical representation abilities in terms of their learning styles. This study uses a descriptive qualitative approach. The subjects of this study were 20 students of class VII-D SMPN 4 Jember. The subject sampling was by using purposive sampling technique. Data collection techniques through learning style questionnaires, mathematical representation ability tests and interviews. There were 3 steps of data analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Students who have a visual learning style are dominant in visual representation abilities, and students who have an auditory learning style are dominant in verbal representation abilities. Meanwhile, students who have a kinesthetic learning style are dominant in symbolic abilities. So that learning mathematics that pays attention to student learning styles is needed, in order to make it easier for teachers to provide the right stimulus to each group so as to get a positive response from students in representing their mathematical ideas.
Students' Computational Thinking Ability in Calculating an Area Using The Limit of Riemann Sum Approach Enjun Junaeti; Tatang Herman; Nanang Priatna; Dadan Dasari; Dadang Juandi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.2480

Abstract

Melatih kemampuan berpikir komputasional mahasiswa membuka peluang untuk lebih menguasi konsep, menganalisis permasalahan, dan membangun solusi dunia nyata. Tujuan penelitian adalah menganalisis kemampuan berpikir komputational mahasiswa Pendidikan Ilmu Komputer berupa kemampuan abstraksi, dekomposisi, berpikir algoritmik, dan generalisasi. Metode penelitian yaitu studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pembelajaran dilakukan kepada 40 mahasiswa semester 1 (satu) secara kolaboratif dalam penyelesaian masalah luas daerah dengan pendekatan limit. Pada akhir pembelajaran mahasiswa diberikan soal tes kemampuan berpikir komputasional mahasiswa. Jawaban tes setiap mahasiswa dianalisis dari segi sisi fungsi mental yang muncul untuk mengetahui karakteristik akusisi kemampuan penyelesaian masalah. Pada penelitian yang telah dilakukan mahasiswa dikategorikan dalam kelompok novice, advanced beginner, competent, proficient, dan expert berdasarkan karakter penyelesaian masalahnya. Pada umumnya setiap mahasiswa telah memiliki kemampuan berpikir algoritmik. Sebagian besar mahasiswa (kecuali kategori novice) juga telah mampu mengabstraksi dan mendekomposisi permasalahan. Sedangkan kemampuan pengenalan pola baru terlihat pada mahasiswa dengan kategori competent, proficient, dan expert. Training students' computational thinking ability provides opportunities to comprehend concepts, analyse problems, and build solutions in real-life contexts. The purpose of the study was to analyse the computational thinking abilities of Computer Science Education students, i.e., abstraction, decomposition, algorithmic thinking, and generalization abilities. The research method used was a case study with a descriptive qualitative approach. The learning process was conducted by 40 students for semester 1 (one) semester collaboratively in solving area problems using the limit approach. At the end of the lesson, the students were tested through students' computational thinking abilities. Each student's answers were analyzed in terms of the mental functions that emerged to determine the characteristics of the acquisition of problem-solving ability. In this study, the students were categorized into groups of novices, advanced beginner, competent, professional, and expert based on the natures of their problem solving. In general, every student had the ability to think algorithmically. Most students (except the novice category) were able to abstract and unravel the problems. Meanwhile, the ability to recognize new patterns were demonstrated by the students in the competent, professional, and expert categories.
Math Teachers' Perceptions Regarding Financial Literacy Eka Fitri Puspa Sari; Zulkardi Zulkardi; Ratu Ilma Indra Putri; Darmawijoyo Darmawijoyo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.1910

Abstract

Secara umum covid-19 berdampak diberbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang finansial. Kurangnya pengetahuan individu mengenai finansial menyebabkan masalah terhadap kehidupan. Kenyataannya literasi finansial sudah terdapat di dalam kurikulum. Hal ini mendorong penelit untuk mengetahui persepsi guru matematika terhadap literasi finansial. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah semua guru matematika di SMP Negeri 18 Palembang yang berjumlah 6 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu triangulasi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket tipe terbuka. Berdasarkan hasil analisis data angket didapatkan bahwa kurangnya pengetahuan guru-guru matematika mengenai literasi finansial. Oleh sebab itu penelitian ini merupakan penelitian awal bagi peneliti untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai literasi finansial.  Covid-19 has affected various aspects of life, especially in the financial sector. The lack of financial literacy causes problems in life. In fact, financial literacy has already been infused in the curriculum. This prompted this study to find out the perception of math teachers on financial literacy. This descriptive qualitative study involved six teachers at SMP Negeri 18 Palembang. The method used in the study was triangulation. The data was collected through an open-type questionnaire. Based on the results of the questionnaire data analysis, it was found that mathematics teachers lacked knowledge regarding financial literacy. Therefore, this study was a preliminary study for other studies to further investigate financial literacy.
Analysis of Students' Creative Thinking Ability in Solving HOTS Problems Viewed from Numeration Ability Nining Setyaningsih; Mila Novita Kustiana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.2620

Abstract

Salah satu tujuan pembelajaran matematika untuk memecahkan masalah matematika dengan lebih dari satu penyelesaian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan kemampuan berhitung tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal SPLDV. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII.7 SMP Negeri 3 Surakarta yang berjumlah 32 siswa. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes berhitung, tes berpikir kreatif matematis, dan pedoman wawancara. Indikator kemampuan berpikir kreatif matematis yang diukur meliputi kelancaran, keluwesan, orisinalitas, dan elaborasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga cara untuk menganalisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berhitung siswa dengan kategori tinggi memiliki kemampuan berpikir kreatif yang baik. Siswa dapat memenuhi aspek kelancaran, keluwesan, orisinalitas, dan elaborasi. Kemampuan berhitung siswa dengan kategori sedang memiliki kemampuan berpikir kreatif yang relatif baik. Siswa dapat memenuhi aspek kelancaran, keluwesan, dan elaborasi tetapi belum memenuhi aspek orisinalitas. Kemampuan berhitung siswa dengan kategori rendah memiliki kemampuan berpikir kreatif yang kurang baik. Siswa belum memenuhi aspek kelancaran, keluwesan, orisinalitas, dan elaborasi. Dapat disimpulkan bahwa kemampuan berhitung menentukan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. One of the goals in learning mathematics to solve mathematical problems with more than one solution. This research aims to describe the mathematical creative thinking ability of students with high, medium, and low numeracy skills in solving SPLDV problems. The subject of this study were 32 students of grade VIII.7 at SMP Negeri 3 Surakarta. The approach to this study is a qualitative description. The instruments used in this research were a numeracy test, a mathematical creative thinking test, and an interview guideline. Mathematical creative thinking ability indicators measured include fluency, flexibility, originality, and elaboration. The data analysis technique used in this study uses three ways to analyze data, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the numeracy ability of students with high categories has good creative thinking skills. Students can meet the aspects of fluency, flexibility, originality, and elaboration. The numeracy ability of students with medium categories has a relatively good creative thinking ability. Students can meet the aspects of fluency, flexibility, and elaboration but have not fulfilled the originality aspect. The numeracy ability of students with low categories has poor creative thinking skills. Students have not met the aspects of fluency, flexibility, originality, and elaboration. It can be concluded that numeracy skills determine students' mathematical creative thinking ability.
Realistic Mathematics Textbook Toward The Students’ Mathematical Generalization Skills Fevi Rahmawati Suwanto; Ariyadi Wijaya; Aprisal Aprisal; Asri Fauzi; Yunda Victorina Tobondo
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.2617

Abstract

Generalisasi merupakan ciri siswa dapat berpikir matematis. Guru dapat mengembangkan bahan ajar berbentuk buku teks untuk memfasilitasi kemampuan generalisasi. Penelitian ini merupakan hasil pengembangan model ADDIE yaitu tahap penerapan dan evaluasi, dengan produk berupa buku teks matematika kelas VIII semester genap yang berorientasi pada kemampuan generalisasi matematis siswa. Buku teks dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (RME) ini memuat lima prinsip meliputi eksplorasi fenomenologi, menjembatani dengan instrumen vertikal, kontruksi dan produksi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan. Melalui alur kegiatan pemberian lebih dari satu konteks permasalahan, identifikasi kesamaan pola atau strategi hingga penarikan kesimpulan terkait materi, serta pemberian latihan soal pemodelan, buku teks ini telah memfasilitasi kemampuan generalisasi matematis. Berdasarkan hasil penerapan buku teks yang melibatkan 30 siswa kelas VIII salah satu SMP Negeri di Yogyakarta, persentase banyaknya siswa pada kategori good memenuhi batas minimal 75% yaitu mencapai 93,33%.  Generalization is a feature that students can think mathematically. Teachers can develop teaching materials in the form of textbooks to facilitate generalization abilities. This study was the developmental stage of ADDIE model, namely the implementation and evaluation. The study produced a textbook for 8th grade even semester which was oriented to students' mathematical generalization skills. The textbook integrating a realistic mathematics education approach contained five principles including phenomenological exploration, bridging by vertical instruments, pupils’ own constructions and productions, interactivity, and intertwining. The flow of activities provided more than one problem context, identifying similarities in patterns or strategies to draw conclusions related to the material as well as modeling exercises to facilitate students' mathematical generalization abilities. Based on the results of textbook implementation involving 30 8th grade students from one of a state junior high school in Yogyakarta, the percentage of students in good category met the minimum point of 75%, which reached 93.33%.
Phet Assisted Trigonometric Worksheet for Students’ Trigonometric Adaptive Thinking Rina Oktaviyanthi; Usep Sholahudin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.2569

Abstract

Fakta menunjukkan kesulitan dalam belajar geometri di universitas yaitu kesulitan menentukan fungsi Trigonometri untuk sudut negatif atau lebih besar dari 90 derajat, dan kesulitan menerjemahkan beberapa representasi fungsi Trigonometri. Masalah yang melibatkan kemampuan berpikir Trigonometri dapat diselesaikan dengan menampilkan perekayasaan informasi gambar, diagram atau animasi. Salah satu media dengan yang dapat menstimulasi berpikir Trigonometri adalah PhET Simulation. Media digital dapat menunjukkan performa yang lebih baik jika didukung lembar kerja untuk memandu proses pengikatan ilmu pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana proses perancangan worksheet yang mengintegrasikan pemanfaatan media interaktif Phet Simulation. Penelitian pengembangan dijadikan sebagai pendekatan penelitian yang meliputi tiga bagian yakni problem and design solution analysis, product specification and development, serta prototype evaluation and limited test. Pengujian validator ahli memiliki indikasi bahwa lembar kerja yang dikembangkan memenuhi standar pengujian ahli untuk digunakan dalam menyelesaikan masalah Trigonometri. Pengujian terbatas pada subjek penelitian menunjukkan instrumen yang diuji memenuhi standar valid dan reliabel. The facts show that the difficulties in learning geometry at university was difficulty to determine Trigonometry functions for negative angles or greater than 90 degrees, and difficulty to translate some representations of Trigonometry functions. Problems involving Trigonometry thinking skills are most likely solved by presenting manipulated images, diagrams and animations. One media to stimulate Trigonometry thinking is PhET Simulation. Additionally, a digital media is believed to improve the performance if it is supported by worksheets to guide the knowledge construction process. Therefore, the purpose of the study was to investigate the designing process of integrating the use of interactive media Phet Simulation. Developmental research was used as the research approach encompassing three sections, namely problem and design solution analysis, product specification and development, and prototype evaluation and limited test. The expert validator tests indicated the worksheet developed met the requirement as a solution in solving Trigonometry problems. Limited test to the research subjects confirmed that the instruments were tested valid and reliable.
The Influence of RME-Based Teaching Media Assisted by Pixton Application on Students' Mathematics Problem Solving Ability Novika Sukmaningthias; Yunisyah Hasyanah; Novita Sari; Zuli Nuraeni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.2298

Abstract

Kemampuan pemecahan matematika siswa di Indonesia tergolong rendah, guru perlu menerapkan media pembelajaran yang dapat melatih kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, yang salah satu media tersebut adalah media ajar berbasis RME (Realistic Mathematics Education) berbantuan aplikasi pixton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media ajar berbasis RME berbantuan aplikasi pixton terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen menggunakan desain The Pretest-Posttest Non-Equivalent Control Group, yang dilakukan di salah satu SMP Negeri Kota Palembang. Sampel yang digunakan yaitu siswa kelas VIII.6 sebanyak 33 orang dan siswa kelas VIII.2 sebanyak 31 orang, dengan menggunakan instrumen tes. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan bantuan SPSS. Hasil analisis data diperoleh kesimpulan terdapat pengaruh media ajar berbasis RME berbantuan aplikasi pixton terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.  Students' mathematical solving abilities in Indonesia are relatively low, teachers need to apply instructional media that can train students' mathematical problem-solving abilities, one of which is RME (Realistic Mathematics Education)-based teaching media assisted by the pixton application. The purpose of this study was to determine the effect of RME-based teaching media assisted by the Pixton application on students' mathematical problem solving abilities. This research is a quantitative study with a quasi-experimental method using The Pretest-Posttest Non-Equivalent Control Group design, which was conducted at one of Palembang City Public Middle Schools. The samples used were 33 students in class VIII.6 and 31 students in class VIII.2, using a test instrument. Data analysis technique using t-test with the help of SPSS. The results of the data analysis concluded that there was an influence of RME-based teaching media assisted by the pixton application on students' mathematical problem solving abilities. 
Digital Learning Media Integrated with Malay Culture to Improve Students’ Numeration Ability and Motivation Nofriyandi Nofriyandi; Abdurrahman Abdurrahman; Dedek Andrian
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.2646

Abstract

Media pembelajaran yang terintegrasi dengan budaya suatu daerah merupakan sarana penting dalam mentransfer materi dan melestarikan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Media Pembelajaran Matematika Digital Terpadu Budaya Melayu. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap dan dimodifikasi menjadi tiga tahap yaitu Analysis, Design, dan Development. Produk yang dikembangkan adalah media pembelajaran Adobe Animate CC yang akan diimplementasikan melalui materi spasial. Subyek penelitian adalah seluruh siswa sekolah dasar di Pekanbaru Provinsi Riau. Instrumen penelitian berupa lembar validasi untuk melihat apakah media pembelajaran sudah valid dan praktis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif untuk melihat apakah media yang dikembangkan valid dan praktis sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh ahli pengembangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa media pembelajaran digital yang terintegrasi dengan budaya melayu adalah valid dan praktis. Menurut para ahli dan praktisi, media pembelajaran mengandung nilai-nilai budaya melayu yang dapat meningkatkan motivasi dalam pembelajaran budaya, meningkatkan kemampuan berhitung siswa. Learning media that is integrated with the culture of a region is an essential means of transferring material and preserving a culture. This study aims to develop Malay Culture Integrated Digital Mathematics Learning Media. The research method used in this study is the research and development (R&D) method. The development model used is the ADDIE model consisting of 5 stages and modified into three stages: Analysis, Design, and Development. The product being developed is Adobe Animate CC learning media which will be implemented through spatial materials. The research subjects were all elementary school students in Pekanbaru, Riau Province. The research instrument is a validation sheet to see whether the learning media is valid and practical. The data analysis technique used in this research is descriptive quantitative to see whether the media developed is valid and practical according to the criteria set by development experts. The analysis results show that digital learning media integrated with Malay culture is valid and practical. According to experts and practitioners, learning media contain Malay cultural values, which can increase motivation in a learning culture, improve students' numeracy skills.
Innovation in The Development of an Electronic Practicum Book of IT-Based Learning Media Oriented to The Team-Based Project Budi Halomoan Siregar; Kairuddin Kairuddin; Abil Mansyur; Nazhatul Sahima Mohd Yusoff
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i2.2244

Abstract

Belum terdapat buku praktikum yang memenuhi standar kualitas tinggi (valid, praktis dan efektif) yang dapat digunakan sebagai panduan belajar untuk mengembangkan media IT. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan satu buku praktikum media IT yang terintegrasi dengan prinsip-prinsip pembelajaran Team-Based Project yang memenuhi standar. Untuk menghasilkan produk yang diinginkan, maka dilakukan penelitian R&D dengan model 4D yang terdiri dari empat fase: pendefinisian, desain, pengembangan dan penyebarluasan. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa calon guru pada matakuliah media pembelajaran berbasis IT yang terdiri dari 63 orang (kelas A dan B). Untuk memperoleh data yang diperlukan, maka digunakan beberapa instrumen: lembar observasi, lembar validasi, lembar kepraktisan, dan lembar keefektifan berupa essay test dan lembar respon mahasiswa, kemudian data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, buku tersebut memenuhi 3 standar kualitas yang ditentukan, dan terbukti adanya peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan produk media IT yang relevan dengan kebutuhan siswa sebagai yang termasuk pada warga digital. There are no practicum books that are valid, practical, and of good quality that can be utilized as study aids for creating IT media. This study aims to create an IT media practicum book that is integrated with team-based project principles that meet quality standards. R&D research is conducted using a 4D model, which consists of four processes, to produce the desired product: (1) define, (2) design, (3) develop and (4) disseminate. The subjects of this research are students who are prospective mathematics teachers and are taking IT-based learning media courses consisting of 63 people (classes A and B). The research data was obtained through several instruments: (1) observation sheets, (2) validation sheets, (3) practicality sheets, and (4) effectiveness sheets in the form of essay tests and student response sheets, then the data were analyzed qualitatively and quantitatively. Based on the research findings, the book has met the three specified quality standards, and it is proven that there is an increase in students' ability to understand development concepts and create IT media that are relevant to the needs of native digital learners.

Page 1 of 2 | Total Record : 19


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 7, No 1 (2018) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 2, No 1 (2013) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue