Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 9 No. 2 (2020): Mei"
:
15 Documents
clear
Pola Pembinaan Olimpiade Sains Nasional Matematika SMP di Kabupaten Ponorogo
Suhendar, Uki;
Ekayanti, Arta;
Merona, Senja P
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.602
Masih banyak guru yang kebingungan menentukan pola pembinaan yang harusnya mereka lakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika SMP di Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pemilihan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Pola pembinaan OSN Matematika SMP di Kabupaten Ponorogo dilakukan dalam tiga pola pembinaan, yakni otoriter, permisif, dan demokratis. Pada pola otoriter, terlihat dari kebijakan sekolah dalam menyusun program pembinaan, proses seleksi, hingga reward yang diberikan ketika lolos seleksi OSN tingkat Kabupaten. Pola permisif terlihat dari kegiatan pembinaan yang memberikan kesempatan bagi siswa secara terbuka untuk menambah kemampuan di luar pembinaan di sekolah. Terakhir adalah pola demokratis, yang terlihat saat sebagian besar proses pembinaan diawali pemberian materi, lalu siswa diberi kesempatan menyelesaikan soal latihan. Selanjutnya dilakukan pembahasan soal yang telah dikerjakan siswa. There are still many teachers who are confused about determining the pattern of coaching they should do. This research aims to determine the pattern of fostering the National Mathematical Science Olympiad (OSN) Junior High School in the Ponorogo Regency. This is qualitative descriptive research. The sample selection is done by purposive sampling. The instrument used was an interview sheet. Data analysis was performed descriptively qualitatively. The pattern of fostering the OSN Mathematics Junior High School in the Ponorogo Regency is carried out in three coaching patterns, namely authoritarian, permissive, and democratic. In the authoritarian pattern, it can be seen from the school's policy in developing a coaching program, the selection process, to the rewards given when passing OSN selection at the district level. Permissive patterns can be seen from coaching activities that openly provide opportunities for students to add skills beyond coaching at school. The last is a democratic pattern, which is very visible when most of the coaching process begins with the provision of material, then students are allowed to complete practice questions. Then a discussion on the questions the students have done is only done.
Exploring of Student’s Algebraic Thinking Process Through Pattern Generalization using Similarity or Proximity Perception
Nurmawanti, Iva;
Sulandra, I Made
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.603
Students' algebraic thinking skills must continue to be developed because they can support success in mathematics. Algebraic thinking relates to generalizing patterns learned at the junior secondary level. During the process of generalizing students use the perception of similarity or proximity. Therefore, the purpose of this study is to describe the algebraic thinking process of junior high school students in generalizing patterns. The approach used is qualitative with 3 research subjects who have different algebraic thought processes. The results showed that junior high school students carried out algebraic thought processes by perceiving images, representing, looking for functional relationships, making generalizations, and applying general formulas. The difference in perception is used early in the activity and in the search for functional relationships. The results of this study can be used in developing mathematics learning strategies so that students' algebraic thinking skills develop. Kemampuan berpikir aljabar siswa harus terus dikembangkan karena dapat mendukung kesuksesan dalam matematika. Berpikir aljabar generalisasi dengan generalisasi pola yang dipelajari pada tingkat SMP. Pada saat proses melakukan generalisasi siswa menggunakan persepsi similarity atau proximity. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses berpikir aljabar siswa SMP dalam melakukan generalisasi pola. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif dengan 3 subjek penelitian yang memiliki proses berpikir aljabar yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMP melakukan proses berpikir aljabar dengan mempersepsikan gambar, merepresentasikan, mencari hubungan fungsional, melakukan generalisasi, dan mengaplikasikan rumus umum. Perbedaannya persepsi digunakan di awal kegiatan dan pada kegiatan pencarian hubungan fungsional. Hasil penelitian ini dapat digunakan dalam mengembangkan strategi pembelajaran matematika agar kemampuan berpikir aljabar siswa berkembang.
Efektifitas Model Problem Based Learning dan Model Group Investigation dalam Meningkatkan Karakter Anti Korupsi
Trisnawati, Nika F;
Sundari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.604
Pendidikan anti korupsi merupakan salah satu cara mencegah perilaku korupsi sejak dini, kesuksesan dalam membangun karakter mahasiswa merupakan salah satu indikator kesuksesan dalam membangun Negara. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan peningkatan karakter anti korupsi pada proses pembelajaran dengan melakukan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan Group Investigation (GI), kemudian dibandingkan antara keefektifan pembelajaran PBL dan GI terhadap peningkatan karakter anti korupsi. Merupakan penelitian Quasi Experiment dengan Non-Equivalent Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa semester VI Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Sorong dengan dua kelas sebagai sampel acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika menggunakan PBL maupun GI efektif meningkatkan karakter anti korupsi mahasiswa, dan berdasarkan uji T2 Hotelling’s menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara keduanya. Penelitian ini sangat berguna untuk mengetahui model-model pembelajaran yang efektif dalam menerapkan pendidikan karakter dalam perkuliahan di kelas. Anti-corruption education is one way to prevent corrupt behavior from an early age, success in building student character is one indicator of success in developing the country. The research objective is to determine the effectiveness of increasing anti-corruption character in the learning process by applying the Problem Based Learning (PBL) and Group Investigation (GI) models, then comparing the effectiveness of PBL and GI learning towards improving anti-corruption character. This is a Quasi-Experimental study with Non-Equivalent Pretest-Posttest Design. The study population was all sixth-semester students of Mathematics Education at the University of Muhammadiyah Sorong with two classes as a random sample. The results showed that mathematics learning using PBL and GI was effective in enhancing students' anti-corruption character, and based on the Hotteling's T2 test stated that there was no difference between the two. This research is very useful to find out effective learning models in implementing character education in lectures in class.
Peningkatan Pemahaman Konsep Bilangan Bulat Melalui Cerita Si Unyil Berbasis ICT
Lisnani;
Pranoto, Yohanes H
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.605
Hasil belajar siswa yang dibawah standar menunjukkan siswa kurang memahami konsep pada materi bilangan bulat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi bilangan bulat melalui penggunaan media pembelajaran yaitu cerita Si Unyil berbasis ICT, yang terlihat dari peningkatan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Siklus yang terjadi dalam PTK terdiri dari dua siklus, dimana tiap siklus terdiri dari empat tahapan: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIIA SMP Xaverius 6 Palembang yang berjumlah 26 orang. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisa data observasi dan dokumentasi. Sedangkan deskriptif kuanlitatif yaitu menganalisa hasil tes. Hasil dari penelitian ini berupa peningkatan pemahaman konsep terlihat dari meningkatnya hasil belajar siswa dari siklus pertama sebesar 57,84 meningkat pada siklus kedua menjadi 71,19. Under-standard learning outcomes of students show students do not understand the concepts in integer material. This study aims to increase students' understanding of the concepts of integers through the use of instructional media, namely the ICT-based Si Unyil story, which can be seen from the increase in student learning outcomes. This type of research is qualitative research, Classroom Action Research (CAR). The cycle that occurs in CAR consists of two cycles, where each cycle consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects of the study were the students of class VIIA Xaverius 6 Palembang Junior High, totaling 26 people. Research data were collected using observation sheets, tests, and documentation. Qualitative descriptive is used to analyze observation and documentation data. While quantitative descriptive analysis of test results. The results of this study in the form of an increased understanding of the concept can be seen from the increase in student learning outcomes from the first cycle of 57.84 increased in the second cycle to 71.19.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika yang Menggunakan Pendekatan PMRI
Cahirati, Pius E P;
Makur, Alberta P;
Fedi, Sebastianus
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.606
Penelitian ini bertujuan untuk membahas 1) kesulitan belajar matematika seperti apa yang dialami siswa dalam pembelajaran yang menerapkan PMRI; 2) alasan mengapa siswa mengalami kesulitan belajar matematika dalam Pembelajaran Matematika menggunakan PMRI? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesulitan yang dialami oleh siswa, disertai dengan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan matematika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan 23 siswa yang menunjukkan kesulitan dalam belajar matematika. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah jenis kesulitan belajar yang dialami siswa, yaitu kesulitan dalam memahami konsep sistem persamaan dua variabel dan tiga variabel, kesulitan menghitung angka dalam sistem persamaan linear untuk dua variabel dan tiga variabel, dan kesulitan memecahkan masalah dalam masalah cerita dalam materi SPLDV dan SPLTV. This research is aimed to discuss 1) what kind of mathematics learning difficulties students experience in PMRI learning; 2) the reasons why students are having difficulty learning mathematics in Mathematics Learning using PMRI? This study aims to describe the types of difficulties experienced by students, accompanied by factors causing mathematical difficulties. This study is a descriptive qualitative study with 23 students who indicated difficulties in learning mathematics. The technique used to collect data is observation, interviews, questionnaires, documentation, and field notes. Data analysis is done by data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study are the types of learning difficulties experienced by students, namely difficulties in understanding the concepts of system of two-variable and three-variable linear equations, difficulties in calculating numbers in a system of linear equations for two variables and three variables, and the difficulty of solving problems in story problems in SPLDV and SPLTV material.
Mendesain Soal Berbasis Masalah untuk Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Calon Guru
Afriansyah, Ekasatya Aldila;
Herman, Tatang;
Turmudi;
Dahlan, Jarnawi A
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.607
Mahasiswa calon guru yang memiliki kemampuan berpikir kritis matematis diharapkan dapat memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan konsep matematika ataupun konsep didaktiknya. Fokus keterampilan berpikir kritis matematis pada mahasiswa calon guru adalah kemampuan untuk mengidentifikasi permasalahan, mencari strategi, melakukan refleksi kembali, dan menganalisis permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain soal berbasis masalah yang valid dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis mahasiswa calon guru dalam berbagai materi pendidikan menengah. Penelitian ini mengambil jenis penelitian pengembangan, terdiri dari studi literatur, observasi, dan pengembangan soal. Kesimpulan dari penelitian ini hasil validasi expert menunjukan nilai validitas muka 80,35% dan nilai validitas isi 86,85%. Hal ini berarti soal-soal berbasis masalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematis dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran dalam mata kuliah Kapita Selekta Matematika Pendidikan Dasar 1 untuk mahasiswa calon guru. Prospective teacher students who can think critically mathematically are expected to be able to solve problems related to mathematical concepts or didactic concepts. The focus of mathematical critical thinking abilities on prospective teacher-students is the ability to identify problems, find strategies, reflect, and analyze mathematical problems. This study aims to design a valid and practical problem-based activity question to improve students' mathematical critical thinking abilities of prospective teachers in various secondary education materials. This research takes the type of Research and Development, consisting of a study of literature, observation, and development of questions. The conclusion from this study the results of expert validation showed an advance validity value of 80.35% and a value of content validity of 86.85%. This means that problem-based activity questions to improve mathematical critical thinking abilities can be used as learning material in the Kapita Selekta Mathematics Basic Education 1 course for prospective teacher students.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Mahasiswa Berdasarkan Motivasi Belajar
Yenni;
Sukmawati, Rika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.608
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan representasi mahasiswa berdasarkan level motivasi mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah tes dan non tes. Tes terdiri dari soal-soal yang menuat indikator representasi matematis, sedangkan non tes berupa angket motivasi belajar dan pedoman wawancara. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi PGPAUD Universitas Muhammadiyah Tangerang kelas 3A2, yang berjumlah 29 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada mahasiswa yang memiliki motivasi belajar level rendah. Sebanyak 55,17% mahasiswa dapat menjawab dengan baik untuk indikator menyajikan data dalam berbagai bentuk. Sedangkan pada indikator penyimbolan terdapat 44,83%. Mahasiswa dengan motivasi tinggi mampu menyelesaikan permasalahan matematika pada statistika dengan baik sesuai yang diharapkan. Sedangkan pada mahasiswa dengan motivasi sedang, terungkap mahasiswa kurang teliti dalam mengerjakan soal sehingga menyebabkan skor yang diperoleh tidak sempurna. This study aims to describe the ability of student representation based on the level of student motivation. The method used is descriptive qualitative. The instruments used were tests and non-tests. The test consisted of questions that raised mathematical representation indicators, while the non-test consisted of a learning motivation questionnaire and interview guidelines. The research subjects were students of the PGPAUD study program at the Muhammadiyah University of Tangerang in class 3A2, totaling 29 students. The results showed that there were no students who had a low level of motivation to learn. As many as 55.17% of students can answer well for indicators presenting data in various forms. While the symbolic indicators are 44.83%. Students with high motivation can solve mathematical problems in statistics as well as expected. While the students with moderate motivation, it was revealed that the students were less thorough in working on the problems so that the scores obtained were not perfect.
Analisis Kemampuan Penalaran dan Komunikasi Matematis Siswa
Rismen, Sefna;
Mardiyah, Ainil;
Puspita, Ega M
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.609
Latar belakang penelitian adalah rendahnya kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa kelas XI MIA (Matematika dan Ilmu Alam) SMAN 1 Koto Salak Kabupaten Dharmasraya. Metode penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan berupa tes, wawancara, dan observasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIA SMAN 1 Koto Salak sebanyak 27 orang. Hasil penelitian menunjukkan kriteria kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa sangat baik sebanyak 3 orang, baik sebanyak 6 orang, cukup sebanyak 7 orang, kurang sebanyak 9 orang, dan sangat kurang sebanyak 2 orang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran dan komunikasi matematis siswa kelas XI MIA SMAN 1 Koto Salak dominan berada pada kriteria kurang baik. The background of the research is the low mathematical reasoning and communication skills of students. This study aims to assess the mathematical reasoning and communication skills of students of class XI in the Science program of Senior High School No 1 (SMAN 1) in Koto Salak, Dharmasraya Regency. The research method used was a descriptive study with a qualitative approach while the instruments used are in the form of tests, interviews, and observations, with 27 students as the research subjects. The results showed that the criteria of students’mathematical reasoning and communication skills as follows; very good as many as 3 people, good as many as 6 people, fairly good as many as 7 people, bad as many as 9 people, and very bad as many as 2 people. Therefore, it can be concluded that the mathematical reasoning and communication skills of students in class XI in the Science Program of Senior High School No. 1 Koto Salak are in poor criteria.
Proses Metakognisi Siswa SMP dalam Pemecahan Masalah Perbandingan Senilai dan Berbalik Nilai
Setyaningrum, Defi U;
Mampouw, Helti L
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.610
Proses metakognisi yakni awareness, regulation, dan evaluation menjadi bagian penentu keberhasilan siswa dalam memecahkan masalah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses metakognisi siswa SMP dalam memecahkan masalah perbandingan senilai dan berbalik nilai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswa SMP Negeri 2 Tengaran yang masing-masing berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan proses awareness ketiga subjek adalah mampu menggunakan pengetahuan awal yang dapat membantunya untuk memecahkan masalah. Proses regulation subjek berkemampuan matematika tinggi dan sedang sama-sama mampu merencanakan dan berfikir ulang langkah yang akan digunakan untuk memecahkan masalah, di mana hal ini tidak muncul pada subjek berkemamuan matematika rendah. Pada proses evaluation, subjek berkemampuan tinggi mampu memiliki cara lain dalam pemecahan, subjek berkemampuan matematika sedang mampu menyelesaikan masalah dan merevisi beberapa kesalahan, sedangkan subjek berkemampuan matematika rendah tidak mengalami proses ini dan tidak menyadari kesalahannya dalam memecahkan masalah perbandingan berbalik nilai. The metacognition process, namely awareness, regulation, and evaluation, is a critical determinant of student success in solving problems. The purpose of this study is to describe the process of metacognition of junior high school students in solving problems of comparative worth and turn around values. This research is a qualitative descriptive study. The subjects of the study consisted of 3 students from SMP Negeri 2 Tengaran, each with high, medium, and low mathematical abilities. Data collection was carried out using tests and interviews. The results showed that the awareness process of the three subjects was able to use initial knowledge that could help him to solve problems. The process of regulation of subjects with high mathematical ability and being equally able to plan and rethink steps that will be used to solve problems, where this does not appear on subjects with low mathematical ability. In the evaluation process, high-skilled subjects can have other ways of solving, mathematical-capable subjects can solve problems and revise some errors, while low-mathematical-capable subjects do not experience this process and are unaware of their mistakes in solving the problem of reversing value comparison.
Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita pada Materi Aritmatika Sosial Menurut Polya
Pitriani, Yesi;
Ocktaviaini, Nuke N
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2020): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v9i2.611
Kesalahan siswa dalam memecahkan suatu persoalan matematika dalam bentuk cerita pada matematika dipengaruhi oleh kurangnya dalam memahami masalah dan konsep materi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan-kesalahan siswa dalam materi aritmatika sosial dengan tes berbasis pemecahan masalah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif, dengan mengambil siswa yang sudah mempelajari materi aritmatika sosial disalah satu SMP di Kota Cimahi. Selanjutnya dipilih secara purposive sampling 3 siswa yang memiliki kemampuan tinggi, kemampuan sedang dan kemampuan rendah. Hasil penelitian menunjukan adanya beberapa kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal, disebabkan oleh kesalahan dalam menuliskan angka, kesalahan dalam menyelesaikan soal yang disebabkan kurangnya memamahi soal, dan konsep pada materi yang berkaitan. Student mistakes in solving a mathematical problem in the form of a story in mathematics are influenced by a lack of understanding of the problem and the concept of the material. The purpose of this study was to determine students' mistakes in social arithmetic material with problem-based test questions. The method used is a descriptive qualitative method, by taking a class that has studied social arithmetic material in one of the City of Cimahi. Furthermore, from one class selectively selected 3 students with low, medium, and high ability. The results of the study showed that there were some errors of students in doing the problems, which were caused by errors in writing the calculation of numbers, and students' errors in solving the questions due to lack of understanding of the concepts and problems in the related material.