cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
Buku Saku Digital Berbasis STEM: Pengembangan Media Pembelajaran terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Anita, Yuyun; Thahir, Andi; Anita, Komarudin; Suherman; Rahmawati, Novia Dwi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.672

Abstract

Pembelajaran di abad 21 sangat memerlukan berbagai inovasi media pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai alat bantu pendidik dalam melaksanakan kurikulum. Buku saku digital berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM) bertujuan agar dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran yang layak dan menarik terhadap kemampuan pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah Reseach and Depelovment (R&D) dengan menggunakan model ADDIE. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif serta kuantitatif. Proses uji coba dilakukan setelah validasi ahli materi dan ahli media yang menunjukkan bahwa buku saku berbasis STEM memiliki kriteria menarik untuk digunakan. Namun uji efektivitas media pembelajaran buku saku digital tidak dapat terlaksana disebabkan adanya pandemi covid-19 yang mengakibatkan kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Adanya kebijakan tersebut mengakibatkan penelitian ini hanya terlaksana sampai pada tahap development atau pengembangan. The 21st century needs a variety of learning media innovations that can be used as a device in implementing the curriculum. The goal of digital pocketbooks based on science, technology, engineering, and mathematics (STEM) is to develop into worthy and interesting learning media on mathematical problem-solving skills. The research method used Research and Development (R&D) using the ADDIE model. Data analysis techniques use qualitative and quantitative descriptive techniques. The process was conducted after validation of material experts and media experts who showed that STEM-based pocketbooks had interesting criteria to use. However, the effectiveness of digital pocketbook learning media cannot be carried out due to the covid-19 pandemic that resulted in learning activities being conducted online or online. The existence of this policy resulted in this research only being carried out to the stage of development or development.
Penerapan Video Media Pembelajaran Penjumlahan Bilangan Bulat Tristanti, Lia Budi; Ernawati, Wiwik; Hidayati, Wiwin Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.673

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan proses pembelajaran matematika dengan media video pada materi penjumlahan bilangan bulat dan kemampuan siswa dalam menjumlahkan bilangan bulat sebelum dan sesudah pemanfaatan media video materi penjumlahan bilangan bulat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Sebelum melaksanakan penelitian, video media pembelajaran penjumlahan bilangan bulat telah divalidasi dan dinyatakan layak digunakan oleh ahli materi dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menjumlahkan bilangan bulat sebelum dan sesudah pemanfaatan media video terdapat perbedaan yang cukup signifikan yaitu dari 0% menjadi 96%. Artinya sebelum penerapan media video pembelajaran tidak ada siswa yang memenuhi indikator penjumlahan bilangan bulat yang sudah ditetapkan. Sedangkan, setelah penerapan media video pembelajaran terdapat 25 dari 26 siswa yang memenuhi 5 indikator penjumlahan bilangan bulat. Walaupun begitu, pembelajaran matematika menggunakan media video pada materi penjumlahan bilangan bulat belum mencapai ketuntasan kelas yaitu 100%. The purpose of this study is to describe the process of learning mathematics with video media on the material of adding integers and students' ability to add integers before and after using video media for adding integers. This study uses a qualitative approach. Methods of data collection using tests and documentation. Before carrying out the research, the instructional media video for adding integers has been validated and declared suitable for use by material and media experts. The results showed that the students' ability to add integers before and after the use of video media had a significant difference, from 0% to 96%. This means that before the application of instructional video media there were no students who met the predetermined integer addition indicators. Meanwhile, after the application of instructional video media, there were 25 out of 26 students who met 5 indicators of adding integers. Even so, learning mathematics using video media on the addition of integers has not yet reached class completeness, which is 100%.
Pengembangan Board Game TITUNGAN untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Widiyanto, Joko; Yunianta, Tri Nova Hasti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.674

Abstract

Berpikir kreatif adalah salah satu komponen penting dalam mengembangkan berpikir unggul untuk menciptakan manusia unggul. Melatih kemampuan berpikir kreatif dapat menggunakan board game. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan suatu produk berupa board game TITUNGAN yang valid, praktis dan efektif digunakan untuk melatih kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian pengembangan ini menggunakan contoh pengembangan ADDIE sebagai metode penelitian. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 8 siswa SMP Negeri 3 Tanjung Bintang. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket daftar isian (checklist) dan tes untuk menguji kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil dari persentase rata-rata kevalidan sebesar 92,67% (lebih dari 90%) yang termasuk dalam kategori sangat Valid dan persentase rata-rata kepraktisan sebesar 80,9% (lebih dari 80%) yang termasuk dalam kategori Praktis, sedangkan hasil uji paired t-test menghasilkan perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Dapat disimpulkan bahwa board game TITUNGAN dapat dikatakan valid, praktis dan efektif digunakan untuk melatih kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Creative thinking is one of the important in developing superior thinking to create superior humans. Creative thinking skills can be trained using board games. This study aims to develop a TITUNGAN board game that is valid, practical, and effective in trained students’ mathematical creative thinking ability. This development research uses the example of ADDIE development as a research method. The subject in this study were 8 students of SMP Negeri 3 Tanjung Bintang. The research instruments were a checklist questionnaire and a test to test the validity, practicality, and effectiveness. The result of validity obtained an average percentage of 92,67% (more than 90%) which is included in the very valid category and an average percentage of the practicality of 80,9% (more than 80%) which is included in the practical category, while the result of paired t-test that there is a significant difference between the pretest and posttest scores. It can be concluded that the TITUNGAN board game can be valid, practical, and effective to train students’ mathematical creative thinking ability.
Proses Berpikir Kritis Matematis Siswa Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Ekstrovert dan Introvert Rudianti, Rindu; Rudianti, Aripin; Muhtadi, Dedi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.675

Abstract

Penelitian dilakukan mengingat pentingnya memperhatikan kemampuan berpikir kritis dan tipe kepribadian untuk menunjang keberhasilan belajar matematika. Penelitian ini mendeskripsikan proses berpikir kritis matematis siswa ditinjau dari tipe kepribadian ekstrovert dan introvert. Metode penelitian yaitu kualitatif eksploratif, dengan subjek sebanyak empat siswa kelas XII teknik busana butik salah satu SMK Negeri di Rajadesa. Instrumen yang digunakan yaitu tes kemampuan berpikir kritis matematis, wawancara, dan angket tipe kepribadian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek ekstrovert lebih cepat dibandingkan dengan introvert dalam menyelesaikan masalah, tetapi kurang teliti dalam menyelidiki permasalahan. Subjek ekstrovert juga menggunakan konsep yang salah ketika menarik kesimpulan, mereka tidak tepat dalam mengaitkan informasi yang ada dengan pengetahuan yang dimilikinya. Sedangkan subjek introvert, cenderung tenang, teliti, hati-hati, dan memikirkan kembali solusi sebelum menarik kesimpulan. Siswa introvert mampu mengembangkan argumen dengan mengembangkan informasi yang ada dan memberikan pernyataan yang mengarah pada langkah-langkah yang diambil dalam menyelesaikan masalah, meskipun tidak dapat menuliskannya dengan tepat. The research was conducted considering the importance of paying attention to critical thinking skills and personality types to support the success of learning mathematics. This study describes students' mathematical critical thinking processes in terms of extrovert and introvert personality types. The research method is qualitative exploratory, with the subject as many as four students of class XII fashion boutique engineering one of the SMK in Rajadesa. The instruments used are mathematical critical thinking ability tests, interviews, and personality type questionnaires. The results showed that extroverted subjects were faster than introverts in solving problems but less thorough in investigating problems. Extroverted subjects also use the wrong concept when concluding, they are not right in relating the existing information to the knowledge they have. While introverted subjects tend to be calm, thorough, careful, and rethink solutions before concluding. Introverted students can develop arguments by developing existing information and providing statements that lead to the steps taken in solving problems, even though they cannot write them down correctly.
Pembelajaran Matematika dengan Media Software GeoGebra Materi Dimensi Tiga Maf’ulah, Syarifatul; Wulandari, Suci; Jauhariyah, Lia; Ngateno
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.676

Abstract

Kesulitan siswa dalam memahami materi dimensi tiga perlu diatasi. Misalnya dengan menggunakan bantuan media pembelajaran yang tepat seperti Software GeoGebra. Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran dan hasil belajar matematika menggunakan software GeoGebra. Penelitian deskriptif kualitatif ini terdiri dari 19 subjek kelas XII IPS salah satu MA swasta di Jombang. Instrumen penelitian yaitu lembar observasi, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa proses pembelajaran dengan media software GeoGebra diawali dengan menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengingatkan materi sebelumnya, menjelaskan unsur-unsur bangun ruang, memperkenalkan software GeoGebra, menjelaskan fungsi masing-masing menu, menjelaskan materi dimensi tiga menggunakan software GeoGebra, dan memberikan penguatan serta menyimpulkan inti materi yang telah dipelajari. Hasil penelitian lainnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemanfaatan GeoGebra. Software GeoGebra cocok digunakan untuk membantu siswa memahami materi dimensi tiga dengan baik. Students' difficulties in understanding three-dimensional material need to be overcome. For example, by using the help of appropriate learning media such as GeoGebra Software. The purpose of this research was to describe the learning process and learning outcomes of mathematics using GeoGebra software. This qualitative descriptive study consisted of 19 subjects of class XII IPS, one of the private MA in Jombang. The research instruments are observation sheets, tests, and documentation. Based on the results of the study, it is known that the learning process using the GeoGebra software media begins with conveying the learning objectives and reminding the previous material, explaining the elements of spatial structure, introducing the GeoGebra software, explaining the function of each menu, explaining the Three-Dimensional material using the GeoGebra software, and closing with providing reinforcement and conclude the core material that has been studied. The results of other studies indicate that there are significant differences in student learning outcomes between before and after the use of GeoGebra. GeoGebra software is suitable to help students understand three-dimensional material well.
Hubungan Keyakinan dan Noticing dari Calon Guru Sekolah Dasar Mengenai Asesmen Matematika Tamba, Kimura Patar
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.677

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pandangan bahwa keyakinan mengenai asesmen mempengaruhi praktek asesmen di dalam kelas. Sementara itu, noticing adalah komponen penting dalam pengembangan kemampuan calon guru untuk memahami praktek asesmen. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki dan mendeskripsikan hubungan antara keyakinan dengan kemampuan noticing dari calon guru sekolah dasar mengenai asesmen matematika. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional terhadap 68 calon guru sekolah dasar. Data keyakinan mengenai asesmen matematika dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Sementara data noticing asesmen dikumpulkan dengan video task analysis. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial.. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat korelasi signifikan antara keyakinan mengenai asesmen dan noticing asesmen. Hasil penelitian juga menunjukkan karateristik noticing cenderung fokus pada aspek “mengajukan pertanyaan” dan tidak komprehensif. Selain itu, calon guru juga cenderung memegang keyakinan produktif namun tidak konsisten. This research is motivated by the view that assessment beliefs affect assessment practice in a classroom. Meanwhile, noticing is an important component in the development of assessment practice. The purpose of this study was to investigate and describe the relationship between mathematics assessment beliefs and noticing mathematics assessment. This research is quantitative with a correlational study involving 68 pre-service elementary teachers. Mathematics assessment belief data were collected using a questionnaire. Meanwhile, noticing mathematics assessment data was collected using video task analysis. Data were analyzed using descriptive and inferential statistics The results showed that there was no significant correlation between mathematics assessment belief and noticing mathematics assessment. The results also showed that noticing characteristics tended to focus on the "questioning" aspect and were not comprehensive. Pre-service elementary teachers also tend to hold productive but inconsistent beliefs.
Perbedaan Kemampuan Pemecahan Masalah dari Penerapan Problem Solving dan Problem Posing pada Siswa SMA Sari, Meta Yulia; Prihatnani, Erlina
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.678

Abstract

Pentingnya kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika belum diikuti dengan pencapaian yang baik. Penelitian ini bertujuan menerapkan model pembelajaran Problem Solving dan Problem Posing serta menguji ada tidaknya perbedaan kemampuan pemecahan masalah dari kedua model tersebut. Penelitian dilaksanakan pada kelas X salah satu SMA Negeri di Salatiga dengan materi trigonometri. Sampel sebanyak 53 siswa, terbagi dalam dua kelompok eksperimen. Penelitian ekperimen semu ini menggunakan desain randomaized control group pretest-postest design, dengan instrumen berbentuk tes kemampuan pemecahan masalah dan lembar observasi. Analisis data menggunakan kovariansi pada taraf signifikan ???? = 5% dengan kemampuan awal sebagai variabel kovarian. Hasil uji hipotesis menyimpulkan bahwa dengan mengontrol kemampuan awal siswa didapat bahwa siswa yang melaksanakan model pembelajaran Problem Posing secara signifikan memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik dibandingkan siswa yang melaksanakan model pembelajaran Problem Solving. Hasil ini menunjukkan pembelajaran hendaknya tidak hanya melatih siswa menyelesaikan masalah tetapi juga mengkonstruksi permasalahan. The importance of problem-solving abilities in mathematics learning has not been automatically followed by good achievement. This study aims to apply Problem Solving and Problem Posing learning models and to test whether there are differences in the problem-solving abilities of the two learning models. This research was conducted in class X mathematics learning at one of the public high schools in Salatiga on Trigonometry material. This quasi-experimental study used a randomized control group pretest-posttest design, with instruments in the form of problem-solving ability tests and observation sheets. The data analysis used was the covariance test at the significant level α = 5% with the initial ability as a covariate variable. The results of hypothesis testing with covariance analysis concluded that by controlling students' initial abilities it was found that there were significant differences in mathematical problem-solving abilities between the application of the two models. Students who carry out the Problem Posing learning model significantly have better mathematical problem-solving abilities than students who carry out the Problem-Solving learning model. These results indicate that learning should not only train students to solve problems but also construct problems.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa SMP pada Materi Statistika Silviani, Endah; Mardiani, Dian; Sofyan, Deddy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.679

Abstract

Kemampuan representasi matematis sangat penting dalam pembelajaran matematika, akan tetapi dalam kenyataannya siswa cenderung meniru langkah guru dalam menyelesaikan masalah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan representasi verbal, representasi gambar, dan representasi simbol, serta pemahaman dari siswa SMP pada materi statistika. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada indikator kemampuan representasi verbal dan indikator kemampuan representasi gambar atau visual ketiga subjek yang diteliti sudah cukup menguasai. Pada indikator kemampuan representasi simbol hanya dua subjek yang sudah menguasai, sedangkan satu subjek lainya kurang memahami representasi simbol. Pada pemahaman mengenai materi statistika, rata-rata dari ketiga subjek yang diteliti sudah cukup menguasai materi statistika. Saran penulis bagi guru adalah upayakan guru berusaha memberikan metode dalam penyampaian materi yang membuat siswa bersemangat misalnya memberikan materi melalui video supaya siswa tidak merasa bosan. The ability of mathematical representation is very important in learning mathematics, but in reality, students tend to imitate the teacher's steps in solving problems. The purpose of this study was to describe the ability of verbal representation, image representation, and representation of symbols, as well as an understanding of junior high school students on statistical material. This study uses descriptive research methods. The conclusions obtained from this study are the indicators of verbal representation capabilities and indicators of the capabilities of the representation of the image or visual three subjects studied have been quite mastered. In indicators, the ability of the symbolic representation is only two subjects that have mastered, while the other subjects do not understand the representation of the symbol. In an understanding of statistical material, the average of the three subjects studied has sufficiently mastered statistical material. The author's advice for teachers is to try the teacher trying to provide a method in delivering material that makes students vibrant for example giving material through video so that students don't feel bored.
Penggunaan Model Pembelajaran Snow Cube Throwing Berbasis Eksplorasi dalam Meningkatkan Kemampuan Intuisi Matematis Siswa Sari, Nenden Mutiara
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.680

Abstract

Model pembelajaran snow cube throwing dikembangkan untuk melatih kemampuan intuisi siswa melalui kegiatan menebak/memperkirakan pola dari masalah-masalah eksplorasi yang diberikan. Sesuai dengan kekhasan model pembelajaran ini, siswa dapat berlatih banyak soal berbasis eksplorasi. Banyaknya soal-soal eksplorasi yang diberikan akan membantu siswa dalam mempertajam kemampuan intuisinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan intuisi matematis yang mendapat pembelajaran SCTBE, eksploratif dan ekspositori ditinjau secara keseluruhan dan berdasarkan kategori sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent pre-test and post-test control-group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII dari tiga sekolah di Kota Cimahi. Pemilihan sampel dalam penelitian kuantiatatif didasarkan pada teknik strata dan kelompok. Tes kemampuan intuisi matematis yang digunakan berbentuk uraian yang terdiri dari 5 soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Secara keseluruhan peningkatan kemampuan intuisi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran snow cube throwing berbasis eksplorasi lebih baik dari siswa yang memperoleh pembelajaran eksploratif dan ekspositori; ditinjau berdasarkan kategori sekolah, pembelajaran snow cube throwing berbasis eksplorasi lebih cocok digunakan pada sekolah kategori tengah yang memiliki karakteristik aktif dan mandiri. The snow cube throwing learning model was developed to practice students' intuition ability through guessing/predicting patterns of the given exploration problems. Following the uniqueness of this learning model, students can practice many exploration-based questions. The number of exploratory questions given will help students sharpen their intuitive abilities. This study aims to analyze the improvement of mathematical intuition ability that obtained SCTBE, explorative, and expository learning reviewed as a whole and based on school categories. This research was a quasi-experimental study with a non-equivalent pre-test and post-test control-group design. The study population was class VIII students from three schools in Cimahi City. Sample selection in quantitative research is based on strata and group techniques. The mathematical intuition ability test used is in the form of a description consisting of 5 questions. The results showed that: Overall improvement in mathematical intuition ability of students who obtained snow cube throwing based on exploration learning was better than students who obtained explorative and expository learning; based on the school category, snow cube throwing based on exploration learning is more suitable for middle category schools that have active and independent characteristics.
Analisis Kesalahan Siswa Kelas XI SMA Pada Materi Matriks Khairani, Bella Putri; Gustianingrum, Kartini
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.681

Abstract

Kebanyakan siswa SMA mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika sehingga menyebabkan siswa melakukan kesalahan-kesalahan dalam penyelesaian soal. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam mengerjakan soal pada materi matriks. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen pada penelitian ini adalah instrumen tes. Subjek penelitian yaitu 30 siswa XI MIA 1 SMAN 15 Pekanbaru. Hasil analisis kesalahan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa siswa melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika berupa kesalahan fakta, kesalahan konsep, kesalahan prinsip dan kesalahan operasi. Persentase kesalahan yang dilakukan siswa pada kesalahan fakta sebesar 18,3%, persentase pada kesalahan konsep sebesar 26,1%, persentasi pada kesalahan prinsip sebesar 25,6%, dan persentase pada kesalahan operasi sebesar 25%. Jenis kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh siswa adalah kesalahan konsep. Kesalahan konsep terjadi disebabkan siswa belum memahami konsep materi sehingga menyebabkan siswa kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika. Most high school students have difficulty in solving math problems, causing students to make mistakes in solving problems. This study aimed to analyze students' mistakes in working on the problem in the matrix material. This type of research is descriptive qualitative research. The instruments in this study are test instruments. The research subjects were 30 students of XI MIA 1 SMAN 15 Pekanbaru. The error analysis results showed that students made mistakes in solving math problems in factual errors, concept errors, principle errors, and operating errors. Students' percentage of errors on factual errors was 18.3%, the percentage on conceptual error was 26.1%, the percentage on principle error was 25.6%, and the percentage on operating errors was 25%. The most common type of mistake made by students is a conceptual error. The concept error occurs because the student does not understand the material's concept, causing students difficulty in solving math problems.

Page 74 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 3, No 1 (2014) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 2, No 1 (2013) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue