cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,006 Documents
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa melalui Soal PISA Masfufah, Risma; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.662

Abstract

Pada zaman sekarang, pembelajaran semakin menigkat. Begitu pula pada pelajaran matematika. Siswa lebih dituntut untuk bukan hanya sekadar mampu berhitung saja, tapi mampu mengaplikasikannya dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemapuan literasi matematis siswa SMP kelas VIII di Kp. Panawuan Rt.02/Rw.10. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriftif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang yang diambil secara acak. Berdasarkan hasill penelitian, meskipun soal yang diberikan adalah soal-soal standar atau rutin dan tergolong mudah karena mengambil level 1 dan 2. Seluruh subjek penelitiannya merasa kewalahan dan kesulitan dalam menafsirkan dan mengaplikasikan rumus yang sudah mereka ketahui dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Simpulan yang dapat diambil adalah kemampuan literasi matematis siswa dalam penelitian ini masih terbilang rendah karena siswa masih merasa kesulitan dalam menghadapi soal PISA dengan level 1 dan 2. In this day and age, learning is increasing. Likewise in math lessons. Students are more required to not only be able to count, but also be able to apply it in solving problems in everyday life. This study aims to analyze the mathematical literacy skills of the VIII grade junior high school students at Kp. Panawuan Rt.02 / Rw. 10. The research method used is descriptive qualitative. The research subjects consisted of 4 people who were taken randomly. Based on the research results, although the questions given are standard or routine and are relatively easy because they take levels 1 and 2. All research subjects feel overwhelmed and have difficulty in interpreting and applying the formulas they already know in solving the problems given. The conclusion that can be drawn is that students' mathematical literacy skills in this study are still low because students still find it difficult to face PISA questions with levels 1 and 2.
Pengembangan Media pembelajaran Multimedia Interaktif Alat Masak Tradisional Berbasis Etnomatematika Faqih, Ahmad; Nurdiawan, Odi; Setiawan, Andi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.663

Abstract

Anggapan mempelajari budaya merupakan hal yang membosankan dan tidak berguna perlu diperbaiki. Menciptakan kombinasi kebudayaan dengan pembelajaran, khususnya pada pelajaran yang dianggap sulit serta membosankan, seperti matematika dapat menjadi solusi. Etnomatematika merupakan salah satu jembatan antara matematika dan kebudayaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran multimedia interaktif berbasis etnomatematika pada materi bangun datar dan bangun ruang dengan pendekatan four-D model. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan pendekatan four-D model, terdiri dari tahap define, design, develop, dan desseminate. Subjek penelitian yaitu siswa kelas 5 SD Negeri Gamel. Berdasarkan proses dan hasil penelitian pengembangan dapat diketahui proses produksi bahan ajar dilakukan dalam rangka mengembangkan bahan ajar matematika untuk siswa sekolah dasar dengan materi bangun datar dan ruang. Deskripsi hasil validasi pada tahap pengembangan dan validasi ahli isi atau materi menunjukkan bahwa hasil validasi dari ahli media dalam kategori valid. Bahan ajar layak digunakan dalam pembelajaran. The notion that studying culture is boring and useless needs to be corrected. Creating a cultural combination with learning, especially in subjects that are considered difficult and boring, such as mathematics can be a solution. Ethnomatematics is one of the bridges between mathematics and culture. This study aims to develop interactive multimedia learning media based on ethno-mathematics on plane and solid figure using the four-D model approach. The research method used experimental with a four-D model approach, namely the stages of define, design, develop, and Desseminate. The research subjects were students in grade 5 at SD Negeri Gamel. Based on the process and the results of development research, it can be seen that the production process of teaching materials is carried out in order to develop mathematics teaching materials for elementary school students with flat and room building materials. The description of the validation results at the development stage and the content or material expert validation shows that the validation results from the media experts are in the valid category and worth it to use.
Faktor-Faktor Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Perbandingan dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual Agnesti, Yuni; Amelia, Risma
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.664

Abstract

Mempelajari matematika dianggap sulit oleh mayoritas siswa. Solusinya, peneliti menerapkan sebuah pendekatan pembelajaran kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki faktor-faktor penyebab kesulitan siswa dalam mempelajari materi perbandingan. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan instrumen soal cerita berjumlah 3 soal. Subjek penelitian adalah 24 orang siswa yang dipilih secara purposive sampling pada salah satu SMP di Kabupaten Bandung Barat. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan wawancara. Hasil penelitian kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMP Pasundan Rongga belum sepenuhnya mencapai target yang diharapkan. Siswa masih banyak yang mengalami kesulitan untuk menyelesaikan soal cerita. Kesulitan siswa yang dominan dapat dikategorikan ke dalam tiga bentuk, yaitu kurangnya pemahaman konsep, tergesa-gesa menyelesaikan soal, dan kurangnya memahami soal. Berdasarkan hasil wawancara, penyebab kesulitan tersebut karena siswa belum terbiasa diberikan soal berbentuk cerita. Soal cerita perlu lebih sering diberikan kepada siswa guna menambah pengalaman belajarnya. Learning mathematics is considered difficult by the majority of students. The solution, researchers apply a contextual learning approach. This study aims to investigate the factors that cause students' difficulties in studying comparative material. This qualitative descriptive study used three-story questions as instruments. The research subjects were 24 students who were selected by purposive sampling at one of the junior high schools in West Bandung Regency. Data collection was carried out using tests and interviews. The research results were then analyzed descriptively to achieve the research objectives. The results showed that the students of SMP Pasundan Rongga had not fully achieved the expected targets. There are still many students who have difficulty solving story questions. The students' dominant difficulties can be categorized into three forms, namely a lack of understanding of the concept, rushing to solve the problem, and a lack of understanding the problem. Based on the results of the interview, the cause of the difficulty was because students were not used to being given questions in the form of stories. Story questions need to be given to students more often in order to increase their learning experience.
Penggunaan Jurnal Reflektif pada Pembelajaran Matematika untuk Melatih Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Yanti, Aning Wida; Novitasari, Nabella Ayu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.665

Abstract

Banyak siswa mengalami kesulitan dalam belajar matematika, namun guru tidak mempunyai banyak informasi, sehingga guru tidak dapat memberikan solusi yang terbaik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan respon siswa, hasil belajar siswa, serta mndeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan jurnal reflektif. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan subjek siswa kelas VII-E di SMPN 6 Sidoarjo. Instrumen yang digunakan meliputi angket respon siswa, tes hasil belajar, dan wawancara. Analisis data kemampuan komunikasi (tulis, lisan) diperoleh dari skor yang diperoleh masing-masing subjek berdasarkan rubrik komunikasi matematis tulis dan lisan, kemudian ditentukan level kemampuan komunikasi matematis siswa. Berdasarkan hasil dan pembahasan didapat bahwa ketuntasan hasil belajar siswa 75% (rerata 78,6), respon siswa baik (3,36), kemampuan komunikasi matematis siswa rendah, sedang dan tinggi masing-masing pada tingkat 3, 4 dan 5. Penggunaan jurnal reflektif dalam pembelajaran matematika dapat melatih kemampuan komunikasi matematis dan hasil belajar siswa. Many students have difficulty learning mathematics, but the teacher does not have much information, so the teacher cannot provide the best solution. The purpose of this study was to describe student responses, student learning outcomes, and to describe students' mathematical communication skills in mathematics learning using reflective journals. The research method used is descriptive with a qualitative and quantitative approach with the subject of class VII-E students at SMPN 6 Sidoarjo. The instruments used include student response questionnaires, learning outcomes tests, and interviews. Data analysis on communication skills (written, oral) was obtained from the scores obtained by each subject based on written and oral mathematical communication rubrics, then determined the level of students' mathematical communication skills. Based on the results and discussion, it was found that the completeness of student learning outcomes was 75% (mean 78.6), student responses were good (3.36), students' mathematical communication skills were low, medium, and high at levels 3, 4 and 5 respectively. reflective in mathematics learning can train mathematical communication skills and student learning outcomes.
Pembelajaran Berbasis Masalah dan Inkuiri dalam Kemampuan Representasi Matematis Maryati, Iyam; Monica, Vera
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 2 (2021): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.666

Abstract

Urgensi kemampuan representasi matematis dalam kehidupan nyata mendorong dilakukannya penelitian ini. Penerapan kegiatan proses pembelajaran yang tepat sangat diperlukan dalam peningkatan kemampuan representasi matematis ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbandingan kemampuan representasi dan peningkatan matematis siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Pembelajaran berbasis Masalah dan model pembelajaran Inkuiri, menganalisis sikap siswa terhadap pembelajaran matematika yang mendapatkan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran Inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen pada pokok bahasan Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X pada salah satu SMA di Kabupaten Garut sebanyak 66 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan representasi matematis siswa, lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran Inkuiri. Dapat dikatakan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan representasi matematis siswa. The urgency of the ability of mathematical representation in real life drives the life of this research. The application of appropriate learning activities is very necessary for increasing the ability of this mathematical representation. The purpose of this study was to analyze the mathematical representation and improvement abilities of students who received the Problem-based learning model and the Inquiry learning model, to analyze students' attitudes towards mathematics learning who received the problem-based learning model and the Inquiry learning model. The research method used is quasi-experimental on the subject of Two-Variable Inequality Systems. The population in this study were all class X students at one of the high schools in Garut Regency for the 2019/2020 academic year with a total sample of 66 students. The instruments used were tests of students' mathematical representation abilities, observation sheets, and questionnaires. The results of the study concluded that the mathematical representation abilities of students who received the problem-based learning model were better than those who received the Inquiry learning model. It can be said that Problem Based Learning has a positive influence on students' mathematical representation abilities.
Analisis Pengetahuan Matematika, Didaktika, dan Teknologi Calon Guru Sekolah Dasar Menggunakan Rasch Model Putra, Zetra Hainul; Hermita, Neni; Alim, Jesi Alexander
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.667

Abstract

Pengetahuan matematika, didaktika, dan teknologi yang harus dimilik oleh calon guru dan guru, sebelumnya diukur dengan metode classical test theory (CTT), namun memiliki keterbatasan. Penelitian bertujuan mengetahui pengetahuan tersebut dengan metode yang diprekdiksi lebih akurat yaitu item response theory (IRT) dari rasch model. Metode penelitian meliputi survey pengetahuan matematika dan didaktika serta survey pengetahuan teknologi menggunakan angket. Subjek penelitian yaitu 38 mahasiswa tahun kedua calon guru sekolah dasar dari sebuah institusi pendidikan guru sekolah dasar di Pekanbaru. Hasil studi menunjukkan calon guru sekolah dasar memiliki pengetahuan matematika dan teknologi cukup baik, namun pengetahuan didaktika sangat rendah. Analisis pengetahuan calon guru menggunkan rasch model mampu memberikan gambaran tingkat kesulitan soal/item yang diberikan, tingkat pengetahuan responden, dan interaksi antar responden dan antar soal. Institusi pendidikan perlu mengembangkan pembelajaran bagi calon guru sekolah dasar yang mampu mendukung penguatan dan pengembangan pengetahuan matematika, didaktika, dan teknologi. Knowledge of mathematics, didactics, and technology that must be owned by pre-service and in-service teachers, previously measured by the classical test theory (CTT) but has limitations. Study aims to determine that knowledge with a more accurate prediction method using the item response theory (IRT) from the Rasch model. Study used a survey of mathematical and didactic knowledge, and a survey of technological knowledge with a scale. The subjects were 38 second-year students from an elementary school teacher education institution in Pekanbaru. This study indicates that pre-service teachers have relatively sufficient mathematics and technological knowledge, but they lacked didactic knowledge. Analysis of pre-service teachers’ knowledge using the Rasch model can provide an overview of the difficulty level of the items given, the level of pre-service teachers’ knowledge, and the interaction between respondents and between questions. Institutions need to develop learning instruction for pre-service teachers that can support the strengthening and development of their mathematical, didactic, and technological knowledge.
Literasi Matematika Siswa IPS dalam Menyelesaikan Soal PISA Konteks Saintifik Purnomo, Bagus Wahyu; Sari, Anisa Fatwa
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.668

Abstract

Hasil penelitian literasi matematika di Indonesia tidak secara spesifik mengungkap literasi matematika siswa dengan mempertimbangkan latar belakang keilmuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa IPS dalam menyelesaikan soal PISA. Literasi matematika yang diungkap berfokus pada pemahaman siswa IPS terhadap konteks saintifik. Penelitian deskriptif ini melibatkan 3 siswa IPS di salah satu SMA di Jawa Timur. Setiap subjek penelitian yang memiliki tingkat kemampuan matematika berbeda diberikan soal tes kemampuan literasi matematika kemudian diwawancarai. Hasil tes dan wawancara dianalisis menggunakan kerangka kerja PISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa IPS memiliki tingkat pemahaman yang baik tentang konteks saintifik pada soal PISA. Dari 3 soal yang diberikan, siswa IPS hanya terkendala di satu soal sehingga tidak semua indikator pemahaman terhadap konteks PISA dapat dipenuhi oleh dua siswa. The results of research on mathematical literacy in Indonesia do not specifically reveal students' mathematical literacy by considering students' scientific backgrounds. This study aims to describe the mathematical literacy skills of social studies students in solving PISA questions. The mathematical literacy revealed focuses on the social studies students' understanding of the scientific context. This descriptive study involved 3 social studies students in one high school in East Java. Each research subject who has a different level of mathematical ability is given a mathematical literacy ability test question and then interviewed. The results of the tests and interviews were analyzed using the PISA framework. The results showed that social studies students had a good level of understanding of the scientific context on PISA questions. Of the 3 questions given, social studies students were only constrained in one question so that not all indicators of understanding the PISA context could be met by two students.
Pola Asuh Orang Tua Siswa dengan Motivasi Belajar Matematika Tingkat Tinggi pada Masa Pandemi Covid-19 Hendrawan, Dhita Nabilah; Hendriana, Benny
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.669

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi motivasi belajar anak. Terkait hal tersebut, bimbingan dan didikan dari orang tua akan mempengaruhi motivasi belajar anak, yang pada akhirnya menjadi salah satu penentu keberhasilan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola asuh yang diterapkan orang tua pada siswa yang memiliki motivasi belajar matematika tinggi di kelas 8 SMP. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan instrumen penelitian berbentuk angket dan wawancara. Subyek penelitian yaitu 38 siswa kelas 8A dengan fokus 5 siswa pada salah satu SMP Negeri di Tambun Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 5 siswa yang mempunyai tingkat motivasi belajar matematika kategori tinggi, terdapat 3 orang tua yang menggunakan tipe pola asuh demokratis dan terdapat 2 orang tua yang menggunakan tipe pola asuh permisif. Kedua pola asuh tersebut dapat digunakan untuk menumbuhkan motivasi belajar matematika yang tinggi pada siswa. Parenting patterns are one of the factors that can affect children's learning motivation. Parenting. Related to this, the guidance and upbringing of parents will affect children's learning motivation. This study aims to determine how parenting styles are applied by parents to have high motivation to learn mathematics in grade 8 junior high school. This research used descriptive analysis method and the research instrument used questionnaires and interviews. The research subjects were 38 students of grade 8A with a focus of 5 students in one of the public junior high schools in Tambun Selatan. The results of the study from 5 students who had a high level of motivation to learn mathematics showed that 3 parents used the democratic parenting type and there were 2 parents who used the permissive parenting type. Both parenting patterns can be used to grow students' high motivation to learn mathematics.
Pengungkapan Aspek Matematis pada Aktivitas Etnomatematika Produksi Ecoprint di Butik El Hijaaz Puspasari, Ratih; Rinawati, Anis; Pujisaputra, Anung
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.670

Abstract

Butik El Hijaaz merupakan pengrajin kain ecoprint di Tulungagung yang mengembangkan teknik ecoprint menggunakan bahan alam sebagai pewarna kain dan pencetak motif yang ramah lingkungan. Penelitian dilakukan untuk mengungkap aspek matematika yang terkandung dari proses pembuatan kain ecoprint, seperti membilang, mengukur, mendesain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap aspek-aspek matematis dan aktivitas-aktivitas fundamental matematis yang terdapat dalam aktivitas ecoprint di butik El Hijaaz Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi yakni observasi, wawancara, dokumentasi. Subjek penelitian yaitu karyawan butik dan pemilik Butik El Hijaaz. Lokasi penelitian yaitu di butik El Hijaaz Kabupaten Tulungagung. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) aktivitas fundamental yang ditemukan pada proses pembuatan kerajinan kain ecoprint di Galery El Hijaaz antara lain counting, measuring, design, locating, playing dan explaining. 2) Konsep matematis yang dapat diungkap adalah perbandingan, konversi waktu, konversi suhu, konsep membilang, himpunan, konsep pecahan, konsep pengukuran, refleksi, kesebangunan, kongruensi, program linier, aritmatika sosial. Butik El Hijaaz is an ecoprint fabric craftsman in Tulungagung who develops ecoprint techniques using natural materials as fabric dyes and prints environmentally friendly motifs. The research was conducted to reveal the mathematical aspects contained in the process of making ecoprint fabrics, such as counting, measuring, designing. The purpose of this research is to reveal the mathematical aspects and mathematical fundamental activities contained in the ecoprint activity at El Hijaaz boutique Tulungagung. This study uses a qualitative approach with ethnographic methods namely observation, interviews, documentation. The research subjects are boutique employees and El Hijaaz Boutique owners. The research location is the El Hijaaz boutique, Tulungagung Regency. The results of the study show that: 1) the fundamental activities found in the process of making ecoprint fabrics at the El Hijaaz Gallery include counting, measuring, design, locating, playing and explaining. 2) Mathematical concepts that can be revealed are comparison, time conversion, temperature conversion, counting concept, set, fraction concept, measurement concept, reflection, similarity, congruence, linear program, social arithmetic.
Analisis Kelengkapan RPP Matematika pada Guru SMAN 5 Tapung Abdullah, Tomy; Maimunah; Roza, Yenita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 3 (2021): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i3.671

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih adanya guru yang menjadikan RPP hanya sebagai syarat administrasi tanpa memperhatikan tentang kelengkapan RPP yang sesuai dengan Permendikbud 103 tahun 2014. Penelitian ditujukan untuk mendeskripsikan kesesuaian kelengkapan 3 RPP dari 3 guru matematika yang menggunakan Kurikulum 2013 pada SMA 5 Tapung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sasaran penelitian ini adalah 3 RPP dengan materi Nilai Mutlak. Hasil dari analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif memberikan hasil dengan rata-rata 77,2% termasuk dalam kategori sesuai dengan Kurikulum 2013. Berdasarkan rata-rata yang diperoleh maka dapat dikatakan bahwa guru matematika di SMA 5 Tapung telah sadar dan sangat memperhatikan tentang aturan Permendikbud 103 tahun 2014. The background of this research is that there are still teachers who make RPP only as an administrative requirement without paying attention to the completeness of the RPP following Permendikbud 103 of 2014. The research is aimed at describing the suitability of the completeness of 3 RPP from 3 mathematics teachers who use the 2013 Curriculum at SMA 5 Tapung. This study uses a qualitative descriptive method, the target of this research is 3 lesson plans with Absolute Value material. The results of data analysis using descriptive qualitative methods gave results with an average of 77.2% included in the category according to the 2013 Curriculum. Based on the average obtained, it can be said that the mathematics teacher at SMA 5 Tapung has been aware and very concerned about the rules of Permendikbud 103 of 2014.

Page 73 of 101 | Total Record : 1006


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue