cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 167 Documents
PENGELOLAAN SARANA PRASARANA DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DI SMK Khotibuziddan, Amrul; Indra, Syukri; Maryani, Novi
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6500

Abstract

This study aims to provide an in-depth description of the management of educational facilities and infrastructure in supporting technology-based learning at SMK Al-Watasi, Bogor Regency. The research is grounded in the importance of systematic, adaptive, and targeted facility management to enhance the effectiveness of digital learning amid the current transformation in education. A qualitative case study approach was employed, utilizing in-depth interviews, participatory observations, and documentation to capture the ongoing managerial processes in the school. Informants included the principal, vice principal for facilities, IT operator, teachers, and students. The findings revealed that the management process is carried out in five main stages: planning, procurement, inventory, maintenance, and disposal. Although the school has implemented a functional management pattern, several challenges persist, such as limited budget, inadequate digital inventory systems, and unequal distribution of resources among departments. This study recommends the implementation of a technology-based asset management system, improved digital literacy among educators, and active stakeholder involvement as a collective effort to achieve efficient, accountable, and adaptive infrastructure management that supports 21st-century learning competencies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pengelolaan sarana dan prasarana dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi di SMK Al-Watasi, Kabupaten Bogor. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya manajemen fasilitas pendidikan yang sistematis, adaptif, dan terarah guna menunjang efektivitas pembelajaran digital di era transformasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap proses manajerial yang berlangsung di sekolah. Informan terdiri dari kepala sekolah, waka sarpras, operator IT, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sarpras dilakukan dalam lima tahap utama: perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan, dan penghapusan. Proses ini sudah menunjukkan pola manajerial yang fungsional, meskipun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan anggaran, belum optimalnya sistem digitalisasi inventaris, dan ketimpangan distribusi fasilitas antarjurusan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penerapan sistem manajemen berbasis teknologi, peningkatan literasi digital pendidik, serta pelibatan aktif seluruh pemangku kepentingan sebagai upaya kolektif untuk mewujudkan pengelolaan sarana dan prasarana yang efisien, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
PERBANDINGAN HASIL JADI TEKNIK PRINTING SUBLIMASI PADA KAIN MAXMARA DENGAN KAIN TOYOBO DI PRINTKAINMU SURABAYA Ahadah, Alfina Mahfudhotin; Karyanto, Yunus; Mukti, Ria Andriani
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6702

Abstract

Over time, the fashion industry now uses its main materials through the sublimation printing process first to make it look more attractive. The sublimation technique was chosen because of its ability to produce prints with high resolution and good durability. With the above limitations, the formulation on this problem can be taken from 1) the quality of the color results and 2) the comparison of fashion on maxmara fabric and toyobo fabric. This research aims to 1). To find out the quality of color and motif results in sublimation printing techniques on Maxmara fabrics and toyobo fabrics at Printkainmu Surabaya, 2). To find out the comparison of the quality of the results, the sublimation printing technique on clothes made of Maxmara and toyobo fabrics at Printkainmu Surabaya. This study uses an experimental method with a quantitative approach. The data collection method is through a questionnaire questionnaire with 12 instruments. Data was collected through a questionnaire questionnaire with 12 questions using a slap of 38 fashion design students who had or were taking printing courses. Data analysis was carried out by normality, homogeneity, and one-way ANOVA tests to determine whether there is a significant influence between treatments of printing ink. The results of the study show 1). The results of sublimation printing on maxmara fabric are more than 65% 2). And the sublimation printing results on Toyobo fabrics are 35% less 3). And the results of printing fabrics after being used as clothes are as much as 50% as good as both maxmara fabric and toyobo fabric depending on how the shape of the clothing is. This research shows that printing tactics on fabrics have the potential to become an alternative raw material in the manufacture of industrial clothing while supporting the use of technology over time. ABSTRAKSeiring berjalannya waktu, industri fashion kini menggunakan bahan utamanya melalui proses printing sublimasi terlebih dahulu agar semakin terlihat menarik. Teknik sublimasi dipilih karena kemampuannya menghasilkan cetakan dengan resolusi tinggi dan ketahanan yang baik. Dengan batasan diatas, maka rumusan pada masalah ini dapat diambil dari 1) kualitas hasil warna dan 2) perbandingan busana pada kain maxmara dan kain toyobo. Penelitian ini bertujuan 1). Untuk mengetahui kualitas hasil warna dan motif pada teknik printing sublimasi pada kain Maxmara dan kain toyobo di Printkainmu Surabaya, 2).  Untuk mengetahui perbandingan kualitas hasil jadi teknik printing sublimasi pada busana berbahan kain Maxmara dan toyobo di Printkainmu Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data melalui angket kuisioner dengan 12 instrumen. Data dikumpulkan melalui angket kuisioner dengan 12 pertanyaan dengan menggunakan sampal sebanyak 38 mahasiswa tata busana yang pernah atau sedang mengambil mata kuliah printing. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, homogenitas, ANOVA satu arah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh signifikan antar perlakuan dari tinta printing. Hasil penelitian menunjukkan 1). Hasil printing sublimasi pada kain maxmara lebih banyak 65% 2). Dan hasil printing sublimasi pada kain Toyobo lebih sedikit 35% 3). Dan hasil kain printing setelah dijadikan busana sebanyak 50% sama bagusnya baik kain maxmara maupun kain toyobo tergantung dari bagaimana bentuk busana tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa taknik printing pada kain sangat berpotensi menjadi bahan baku alternatif dalam pembuatan busana industri sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi dengan seiring berjalannya waktu.
PERAN TEACHING FACTORY DALAM MEMBENTUK KOMPETENSI GLOBAL (6C) DAN PRESTASI AKADEMIK SISWA SMK Abdillah, Fuad
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6734

Abstract

In order for graduates to be able to adapt in the competitive world of work, vocational education currently demands technical skills and global capabilities (6C). This study aims to analyze the effect of Factory learning on global capabilities (6C) and learning achievement of grade XII students in the Machining Practice training course at SMKN 1 Semarang. This is because, although the Learning Factory (TEFA) is designed as a learning model that integrates the world of work into schools, it still needs a comprehensive study on how it functions in shaping global capabilities and learning achievement. This study was conducted using a quantitative approach with an ex-post facto design and involved 86 students who were selected proportionally at random. Data were collected through a questionnaire to measure TEFA implementation and student proficiency globally. Furthermore, documentation of practical grades was used to measure learning achievement. Data analysis was conducted using descriptive statistics, simple linear regression, and the Chi-Square normality test. The results showed that TEFA did not have a statistically significant impact on both variables, despite a descriptive increase in global proficiency (mean = 75.11) and learning achievement (from 7.35 to 8.73). However, there was a significant correlation between the two variables (r > 0.99). Ineffective TEFA implementation, such as limited production and industry partnerships, contributed to this ineffectiveness. This study makes an important contribution by demonstrating that TEFA's success depends not only on the model's adoption but also on its depth and authenticity in application, which forms technically and professionally talented graduates. ABSTRAKAgar lulusan mampu beradaptasi di dunia kerja yang kompetitif, pendidikan vokasi saat ini menuntut keterampilan teknis dan kemampuan global (6C). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran Pabrik terhadap kemampuan global (6C) dan prestasi belajar siswa kelas XII pada mata diklat Praktik Pemesinan di SMKN 1 Semarang. Ini karena, meskipun Teaching factory (TEFA) dirancang sebagai model pembelajaran yang mengintegrasikan dunia kerja ke dalam sekolah, masih perlu dikaji secara menyeluruh tentang bagaimana ia berfungsi dalam membentuk kemampuan global dan prestasi belajar. Studi ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex-post facto dan melibatkan 86 siswa yang dipilih secara proporsional secara acak. Data dikumpulkan melalui angket untuk mengukur penerapan TEFA dan kemampuan siswa di seluruh dunia. Selain itu, dokumentasi nilai praktik digunakan untuk mengukur prestasi belajar. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linier sederhana, dan uji normalitas Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa TEFA tidak berdampak signifikan secara statistik terhadap kedua variabel tersebut, meskipun peningkatan deskriptif pada kemampuan global (mean = 75,11) dan prestasi belajar (dari 7,35 menjadi 8,73). Namun, ada korelasi yang signifikan antara kedua variabel tersebut (r > 0,99). Tidak efektifnya penerapan TEFA, seperti keterbatasan produksi dan kemitraan industri, menyebabkan ketidakefektifan ini. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dengan membuktikan bahwa keberhasilan TEFA tidak hanya tergantung pada adopsi model, tetapi juga pada kedalaman dan keasliannya dalam penerapan, yang membentuk lulusan yang berbakat secara teknis dan profesional.
PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DALAM STRATEGI PENJUALAN HASIL JADI PRAKTIKUM SISWA JURUSAN KULINER DI SMK DHARMA WANITA GRESIK Octavia, Azzarah Kaneishia; Evawati, Diana
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6870

Abstract

This study was conducted to analyze the influence of entrepreneurship learning on the sales strategies of culinary students' practicums at Dharma Wanita Vocational High School in Gresik. The background of this study highlights the importance of integrating culinary practice skills with an understanding of entrepreneurship to produce job-ready and entrepreneurial vocational high school graduates. Through a quantitative approach using surveys, questionnaires, practicum observations, and documentation, this study shows that entrepreneurship learning has a significant positive impact on product quality, student creativity, self-confidence, and their ability to sell. Practice-based learning was found to improve students' strategic abilities in directly marketing practicum products. The results of theoretical studies and empirical data confirm that sales strategies implemented in the school environment are very effective in developing entrepreneurial character in students. These strategies include promotional techniques, pricing, packaging, and customer service, which are part of the learning process. Teachers and schools play an important role as facilitators in fostering students' creativity and entrepreneurial mindset from an early age. Overall, it can be concluded that integrating entrepreneurship learning with sales strategies for practicum products is an effective learning model. This not only improves the quality of students' practicums but also strengthens their readiness to enter the workforce or even start their own businesses. This research is expected to form the basis for developing a practice-based entrepreneurship curriculum in vocational schools, particularly in culinary majors. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kewirausahaan terhadap strategi penjualan hasil jadi praktikum siswa jurusan kuliner di SMK Dharma Wanita Gresik. Latar belakang penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi keterampilan praktik kuliner dengan pemahaman kewirausahaan untuk membentuk lulusan SMK yang siap kerja dan memiliki jiwa wirausaha. Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei, angket, observasi praktikum, dan dokumentasi, penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kewirausahaan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas hasil produk, kreativitas siswa, rasa percaya diri, serta kemampuan mereka dalam melakukan penjualan. Pembelajaran berbasis praktik ternyata mampu meningkatkan kemampuan strategis siswa dalam memasarkan hasil produk praktikum secara langsung. Hasil kajian teori dan data empiris memperkuat bahwa strategi penjualan hasil jadi yang diterapkan di lingkungan sekolah sangat efektif dalam membentuk karakter wirausaha pada siswa. Strategi ini mencakup teknik promosi, penetapan harga, kemasan, dan pelayanan konsumen yang menjadi bagian dari proses belajar. Guru dan sekolah memainkan peran penting sebagai fasilitator untuk menumbuhkan kreativitas dan mental kewirausahaan siswa sejak dini. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa integrasi pembelajaran kewirausahaan dengan strategi penjualan hasil jadi praktikum merupakan model pembelajaran yang efektif. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas hasil praktik siswa tetapi juga memperkuat kesiapan mereka untuk terjun langsung ke dunia kerja atau bahkan menciptakan usaha sendiri. Penelitian ini diharapkan menjadi landasan pengembangan kurikulum kewirausahaan berbasis praktik nyata di SMK, khususnya pada jurusan kuliner.
PENGARUH PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL KETERAMPILAN DAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN SISWA KELAS XI KULINER DALAM MATA PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN DI SMKN 8 SURABAYA Rohmawati, Ovik Azahra; Evawati, Diana
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6871

Abstract

This study aims to determine the effect of the Project Based Learning (PjBL) model on the skills and knowledge learning outcomes of Grade XI Culinary students in the subject of Creative Products and Entrepreneurship at SMKN 8 Surabaya. The background of this research is based on the importance of implementing active, contextual, and student-centered learning models to improve practical skills and conceptual understanding in vocational education. The PjBL model was chosen because it is considered capable of building meaningful learning experiences, encouraging collaboration, and fostering students’ creativity and responsibility in completing real-life projects. The research employed a quantitative approach with an ex post facto design. The sample consisted of 60 students from two Grade XI Culinary classes, selected randomly. Data were collected through questionnaires, practical skills observation sheets, and cognitive tests. The data analysis techniques included validity tests, reliability tests, normality tests, homogeneity tests, and paired t-tests to determine significant differences between the results before and after learning using the PjBL model. The results showed that the application of the Project Based Learning model had a significant effect on improving students’ skills and knowledge learning outcomes. Students who participated in learning with the PjBL approach demonstrated better improvement compared to those who did not use this model. Therefore, the PjBL model can be an effective alternative for improving the quality of learning in the Creative Products and Entrepreneurship subject at vocational high schools, particularly in practical skills and cognitive mastery. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terhadap hasil keterampilan dan hasil belajar pengetahuan siswa kelas XI Kuliner dalam mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di SMKN 8 Surabaya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penerapan model pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa guna meningkatkan keterampilan praktik dan pemahaman konsep dalam pendidikan vokasional. Model PjBL dipilih karena dinilai mampu membangun pengalaman belajar yang bermakna, mendorong kolaborasi, serta melatih kreativitas dan tanggung jawab siswa dalam menyelesaikan proyek nyata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 siswa dari dua kelas XI program keahlian kuliner yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, lembar observasi keterampilan praktik, dan tes kognitif. Teknik analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan uji t berpasangan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan model PjBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Project Based Learning berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil keterampilan dan hasil belajar pengetahuan siswa. Siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan PjBL menunjukkan peningkatan yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang tidak mengikuti model tersebut. Dengan demikian, model PjBL dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di SMK, khususnya dalam aspek keterampilan praktik dan penguasaan materi secara kognitif.
KREATIVITAS DAN INOVASI BELAJAR SISWA XI KEAHLOAN KULINER PADA MATA PELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN DI SMKN 6 SURABAYA Af’idah, Nurul; Evawati, Diana
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6872

Abstract

This study aims to determine and analyze the level of creativity and learning innovation of grade XI students of the culinary expertise program in the subject of Creative Products and Entrepreneurship at SMKN 6 Surabaya. The background of this study is based on the importance of strengthening entrepreneurial character since school level through learning that is not only theoretical, but also encourages creative and innovative thinking skills. The subject of Creative Products and Entrepreneurship has great potential to develop these skills, but the integration between creativity, innovation, and the teaching and learning process remains a challenge. This study uses a descriptive quantitative approach. The population in this study were all grade XI students majoring in culinary at SMKN 6 Surabaya. The data collection technique was carried out by distributing closed questionnaires to respondents, and the data were analyzed using descriptive statistics with the help of calculating average scores and assessment categories. The questionnaire instrument used has gone through validity and reliability tests to ensure the accuracy of the results. The results of the study indicate that both students' creativity and innovation levels in learning are high. Students' creativity in learning is reflected in their ability to generate new ideas, solve problems, and develop concepts independently. Meanwhile, students' innovation in learning is evident in their use of technology in the learning process, their ability to create new products, and their active attitude in evaluating and modifying their work. These findings suggest that creativity- and innovation-based learning can be an effective approach to fostering students' interest and readiness to enter the business world. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kreativitas dan inovasi belajar siswa kelas XI program keahlian kuliner pada mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan di SMKN 6 Surabaya. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya penguatan karakter wirausaha sejak jenjang sekolah melalui pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga mendorong kemampuan berpikir kreatif dan inovatif. Mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan memiliki potensi besar untuk menumbuhkan keterampilan tersebut, namun integrasi antara kreativitas, inovasi, dan proses belajar mengajar masih menjadi tantangan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI jurusan kuliner di SMKN 6 Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket tertutup kepada responden, dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan perhitungan skor rata-rata dan kategori penilaian. Instrumen angket yang digunakan telah melalui uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan keakuratan hasil.Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik tingkat kreativitas maupun inovasi belajar siswa berada dalam kategori tinggi. Kreativitas belajar siswa tercermin dari kemampuan mereka dalam menghasilkan ide-ide baru, menyelesaikan masalah, dan mengembangkan gagasan secara mandiri. Sementara itu, inovasi belajar siswa terlihat dari penggunaan teknologi dalam proses belajar, kemampuan menciptakan produk baru, serta sikap aktif dalam mengevaluasi dan memodifikasi hasil karya. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis kreativitas dan inovasi dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam menumbuhkan minat dan kesiapan siswa untuk terjun ke dunia usaha.
ANALISIS HIDROLIKA SALURAN BERKELOK PADA SISTEM IRIGASI PERMUKAAN D.I. HARITI UNTUK EVALUASI EFISIENSI PENGALIRAN AIR Arifin, Arifin
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6964

Abstract

This research is motivated by the potential for inefficient water flow in the surface irrigation system in the Hariti Irrigation Area (DI) due to the presence of meandering channels. This condition can cause energy loss, turbulence, and sedimentation, which disrupt water distribution to agricultural land. Therefore, this study focuses on an in-depth analysis of the hydraulic characteristics of meandering channel segments to evaluate water flow efficiency. As a crucial step, this study uses a quantitative-descriptive approach that includes field surveys, channel geometry measurements, and actual discharge measurements using the float method. The obtained data are then analyzed using the Manning formula to compare the hydraulic performance between straight and meandering segments. The main findings indicate that sharp bend geometry significantly reduces flow efficiency. At the point of the sharp bend, flow efficiency drops drastically to only 66.5%, much lower than in straight channel segments. In conclusion, suboptimal bend shape is the main cause of irrigation system inefficiency. Technical improvements such as increasing the bend radius, lining the canal walls, and routine maintenance are recommended to improve hydraulic performance and ensure even water distribution. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi inefisiensi pengaliran air pada sistem irigasi permukaan di Daerah Irigasi (D.I.) Hariti akibat adanya saluran yang berkelok. Kondisi ini dapat menimbulkan kehilangan energi, turbulensi, dan sedimentasi yang mengganggu distribusi air ke lahan pertanian. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis secara mendalam karakteristik hidrolika pada segmen saluran berkelok guna mengevaluasi efisiensi pengaliran air. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif yang meliputi survei lapangan, pengukuran geometri saluran, dan pengukuran debit aktual menggunakan metode apung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan rumus Manning untuk membandingkan performa hidrolika antara segmen lurus dan berkelok. Temuan utama menunjukkan bahwa geometri kelokan yang tajam secara signifikan menurunkan efisiensi pengaliran. Pada titik kelokan tajam, efisiensi aliran turun drastis menjadi hanya 66,5%, jauh lebih rendah dibandingkan segmen saluran lurus. Kesimpulannya, bentuk kelokan yang tidak optimal menjadi penyebab utama inefisiensi sistem irigasi. Direkomendasikan perbaikan teknis seperti memperbesar radius tikungan, pelapisan dinding saluran, dan pemeliharaan rutin untuk meningkatkan performa hidrolika dan menjamin distribusi air yang merata.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA POSITIF TERINTEGRASI BUDAYA INDUSTRI Ariani, Dian; Yoto, Yoto
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6998

Abstract

ABSTRACT The leadership of a school principal plays a central role in shaping the direction, quality, and overall atmosphere of the school culture, particularly in building a positive environment that is integrated with the demands of the industrial world. This article focuses on the leadership of the principal of SMKN 1 Boyolangu in constructing a positive school culture aligned with industrial culture as a strategic response to the challenges of globalization and workplace competition. The study is motivated by the observed gap between existing school culture and the work ethics required by industry, which calls for leadership capable of bridging both spheres. This research applies a descriptive qualitative approach using data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted through reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the principal plays a strategic role in fostering values of discipline, responsibility, integrity, and collaboration as core elements of school culture. Furthermore, systematic efforts have been made to harmonize school programs with industrial standards, such as competency-based curriculum development, strengthening partnerships with business and industry (DUDI), and creating a learning environment that emphasizes professional work ethics. The main conclusion highlights that visionary, participatory, and adaptive leadership successfully builds a positive school culture that not only supports students’ character development but is also relevant to industrial culture, thereby equipping graduates with better readiness to face the challenges of the workforce. ABSTRAK Kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran sentral dalam menentukan arah, kualitas, sekaligus atmosfer budaya yang berkembang di lingkungan sekolah, khususnya dalam membangun budaya positif yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri. Artikel ini berfokus pada kepemimpinan kepala sekolah SMKN 1 Boyolangu dalam mengkonstruksi budaya positif yang selaras dengan budaya industri, sebagai upaya menjawab tantangan era globalisasi dan persaingan kerja. Penelitian dilatarbelakangi oleh fenomena masih ditemukannya ketimpangan antara budaya sekolah dengan tuntutan budaya kerja industri, sehingga dibutuhkan strategi kepemimpinan yang mampu menjembatani keduanya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran strategis dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, integritas, dan kolaborasi sebagai bagian dari budaya sekolah. Selain itu, terdapat upaya sistematis dalam menyinergikan program sekolah dengan standar industri, seperti penyusunan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta penciptaan lingkungan belajar yang menekankan etos kerja profesional. Simpulan utama penelitian ini adalah kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, partisipatif, dan adaptif mampu membangun budaya positif yang tidak hanya mendukung perkembangan karakter peserta didik, tetapi juga relevan dengan budaya industri, sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
PERANCANGAN ANTARMUKA PENGGUNA SISTEM PEMESANAN DIGITAL UNTUK OPTIMALISASI PROSES TRANSAKSI PADA KEDAI KOPI Sandria, Muhammad Yaries; Pramesta, Zulfan Andrya; Tsaqiif, Zahraan Dzakii; Khadijah, Khadijah
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.7068

Abstract

The rapid growth in the number of coffee shops is in line with the increase in domestic coffee consumption. This growth reflects competition in the world of the coffee industry. To remain relevant in the midst of competition, an application-based digital service is needed that simplifies the coffee ordering process. This research aims to design a user interface and evaluate the prototype design of a flexible and modular web-based digital coffee ordering application. The research focuses on user experience and the segmentation needs of the coffee market. The application design not only meets the needs of basic orders (takeaway, delivery, dine-in), but also supports advanced settings (manual brew and batch brew) as part of the research gap. The Design Thinking approach  is used to identify user needs, find innovations and evaluate the user experience through five stages: emphatize, define, ideate, prototype, and test. The test was carried out using The Thinking Aloud and Hallway Testing methods  on 17 respondents with a sampling approach. The respondents have an age range of 17-20 years and are domiciled in Bogor and its surroundings with the most gender, namely men. This method was chosen because it is considered the most representative because it takes random users informally where users can be frank about their thoughts after trying to use the prototype design of the application. The test results showed that the app received a positive response, especially in terms of ease of navigation (? = 4.24) and visual design (? = 4.65). The advanced brew feature still needs improvement in terms of interface and user education (? = 3.65). This research shows that a user-based approach and modular features can add value to digital ordering systems for coffee shops. ABSTRAKPertumbuhan jumlah kedai kopi yang pesat seiring dengan meningkatnya konsumsi kopi domestik. Pertumbuhan ini mencerminkan persaingan di dunia industri kopi. Untuk tetap relevan di tengah persaingan, diperlukan layanan digital berbasis aplikasi yang mempermudah proses pemesanan kopi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang antarmuka pengguna dan melakukan evaluasi terhadap desain prototype aplikasi pemesanan kopi digital berbasis web yang fleksible dan modular. Fokus penelitian pada pengalaman pengguna dan kebutuhan segmentasi pasar kopi. Rancangan aplikasi tidak hanya memenuhi kebutuhan pesanan dasar (takeaway, delivery, dine-in), namun juga mendukung pengaturan lanjutan (manual brew dan batch brew) sebagai bagian dari gap penelitian. Pendekatan Design Thinking digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna, menemukan inovasi dan mengevaluasi pengalaman pengguna melalui lima tahapan: emphatize, define, ideate, prototype, dan test. Pengujian dilakukan dengan metode Thinking Aloud dan Hallway Testing terhadap 17 responden dengan pendekatan rendom sampling. Responden memiliki rentang usia 17-20 tahun dan berdomisili di Bogor dan sekitarnya dengan gender terbanyak yaitu laki-laki. Metode ini dipilih karena dianggap paling representatif karena mengambil pengguna acak secara informal dimana pengguna dapat berterus terang terhadap pemikirannya setelah mencoba menggunakan desain prototype aplikasi. Hasil pengujian menunjukkan aplikasi mendapat respons positif, terutama dalam aspek kemudahan navigasi (? = 4,24) dan desain visual (? = 4,65). Fitur advanced brew masih membutuhkan penyempurnaan dari sisi antarmuka dan edukasi pengguna (? = 3,65). Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis pengguna dan fitur modular dapat memberikan nilai tambah pada sistem pemesanan digital untuk kedai kopi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TITL INSTALASI MOTOR LISTRIK Pangaila, Paul Matheos
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i4.7277

Abstract

This study aims to determine the effect of using the Jigsaw Cooperative Learning Model on Student Learning Outcomes in the subject of Electric Motor Installation for Class XI TITL (Electrical Power Installation Technique) at SMK Negeri 3 Tondano. The research method used was a quasi-experiment with a Non-Equivalent Control Group Design. The study population was all students of Class XI TITL, with the sample consisting of an experimental class taught using the Jigsaw Model and a control class taught using conventional learning. Learning outcome data were collected through objective tests and analyzed using the t-test. The analysis results indicated that there was a significant difference in the improvement of learning outcomes between the experimental group and the control group. The mean post-test score of the experimental group was significantly higher than the control group. This suggests that the Jigsaw Cooperative Learning Model has a positive and significant effect on improving students' learning outcomes in the subject of Electric Motor Installation. The implementation of the Jigsaw model encourages students to be more active, engage in discussion, and take responsibility for the material studied, consequently impacting their understanding and academic achievement. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar Siswa pada mata pelajaran Instalasi Motor Listrik di Kelas XI TITL (Teknik Instalasi Tenaga Listrik) SMK Negeri 3 Tondano. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI TITL, dengan sampel terdiri dari kelas eksperimen yang diajar menggunakan Model Jigsaw dan kelas kontrol yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Data hasil belajar dikumpulkan melalui tes objektif yang dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Rata-rata nilai post-test kelompok eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Instalasi Motor Listrik. Implementasi model Jigsaw mendorong siswa untuk lebih aktif, berdiskusi, dan bertanggung jawab terhadap materi yang dipelajari, sehingga berdampak pada peningkatan pemahaman dan pencapaian akademik.