cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 167 Documents
PERAN KEPEMIMPINAN DIGITAL DI ERA PENDIDIKAN 4.0 DALAM MENGELOLA SMK: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW TENTANG PELUANG DAN TANTANGAN Harahap, Armina Sari; Nasution, Fadhillah Riski Aisyah; Siregar, Nanda Sari; Jalinus, Nizwardi; Ernawati, Ernawati
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i2.5783

Abstract

In the era of education 4.0, digital leadership is crucial for vocational school management to adapt to technological changes and industry needs. This systematic study identified the potential and challenges faced by school principals when implementing digital leadership in vocational schools (SMK). The research findings indicate that digital leadership can enhance graduate quality, promote industry collaboration, and drive educational innovation. However, infrastructure, limited digital literacy, and resistance to change remain major issues. These findings highlight the importance of adopting a sustainable approach to enhance the digital competencies of school principals and the entire school ecosystem. Data from the Ministry of Education and Culture indicates that only 35% of SMKs in Indonesia have adequate digital infrastructure. Meanwhile, 72% of industries report that the demand for workers with digital skills has increased by 2.3 times over the past five years. According to a 2023 UNESCO survey of 1,200 vocational high school teachers in Southeast Asia, 58% of educators still face challenges integrating technology into teaching. However, 89% of educators recognize the importance of digital transformation. Conversely, a World Bank study shows that secondary schools with strong digital leadership have a 40% higher graduate absorption rate in industry compared to conventional schools. These facts highlight the importance of enhancing the digital capabilities of school principals, especially in remote areas, where only 22% of people have stable internet access. ABSTRAKDi era pendidikan 4.0, kepemimpinan digital sangat penting untuk manajemen SMK agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kebutuhan industri. Studi sistematis ini menemukan potensi dan hambatan yang dihadapi kepala sekolah saat menerapkan kepemimpinan digital di sekolah menengah kejuruan (SMK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital dapat meningkatkan kualitas lulusan, mendorong kerja sama industri, dan mendorong inovasi pembelajaran. Namun, infrastruktur, keterbatasan literasi digital, dan resistensi terhadap perubahan masih menjadi masalah utama. Temuan ini menunjukkan betapa pentingnya menggunakan pendekatan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi digital kepala sekolah dan seluruh ekosistem sekolah. Data Kemdikbud menunjukkan bahwa hanya 35% SMK di Indonesia memiliki infrastruktur digital yang memadai. Sementara itu, 72% industri mengatakan bahwa kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kemampuan digital telah meningkat 2,3 kali lipat dalam lima tahun terakhir. Menurut survei yang dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2023 terhadap 1.200 guru di sekolah menengah kejuruan di Asia Tenggara, 58% pendidik masih mengalami kesulitan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Namun, 89% pendidik menyadari pentingnya transformasi digital. Sebaliknya, studi Bank Dunia menunjukkan bahwa sekolah menengah dengan kepemimpinan digital yang kuat memiliki tingkat penyerapan lulusan 40% lebih tinggi di industri dibandingkan dengan sekolah konvensional. Fakta-fakta ini menunjukkan betapa pentingnya meningkatkan kemampuan digital kepala sekolah, terutama di daerah tertinggal, di mana hanya 22% orang memiliki akses internet yang stabil.
PENGARUH SUPERVISI KLINIS TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMK: SUATU META-ANALISIS Siregar, Nanda Sari; Harahap, Armina Sari; Ambiyar, Ambiyar; Usmeldi, Usmeldi
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i2.5784

Abstract

Using meta-analysis, this study examines the effect of clinical supervision on improving the quality of learning in vocational high schools (SMK). The background to this issue lies in the need to improve the quality of learning in SMKs, which is very important for producing graduates who are ready to enter the workforce. The focus of this study is to evaluate a number of empirical studies that discuss the effectiveness of clinical supervision in SMK learning. To determine the extent of the impact of clinical supervision on learning quality, data were collected from various relevant research articles and then analyzed statistically. The meta-analysis results indicate that clinical supervision positively and significantly improves learning quality, both in terms of teaching methods, teacher competence, and student learning outcomes. These findings suggest that clinical supervision can be systematically utilized to enhance educational quality in SMK. Therefore, clinical supervision should be fully integrated into teacher development practices at SMKs as it is an important component supporting the improvement of learning quality. This study recommends that policymakers and education practitioners enhance clinical supervision programs as part of efforts to improve the quality of vocational education. ABSTRAKDengan menggunakan metode meta-analisis, penelitian ini mengkaji pengaruh supervisi klinis terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Latar belakang masalah terletak pada kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK, yang sangat penting untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja. Fokus penelitian ini adalah mengevaluasi sejumlah studi empiris yang membahas seberapa efektif supervisi klinis dalam pembelajaran SMK. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh supervisi klinis terhadap kualitas pembelajaran, data dikumpulkan dari berbagai artikel penelitian yang relevan, dan kemudian data tersebut dianalisis secara statistik. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa supervisi klinis meningkatkan kualitas pembelajaran secara positif dan signifikan, baik dalam hal metode pengajaran, kemampuan guru, maupun hasil belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa supervisi klinis dapat digunakan secara sistematis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMK. Jadi, supervisi klinis harus dimasukkan sepenuhnya ke dalam praktik pembinaan guru di SMK karena merupakan salah satu komponen penting yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Studi ini menyarankan pengambil kebijakan dan praktisi pendidikan untuk meningkatkan program supervisi klinis dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan kejuruan.
ANALISIS FENOMENOLOGIS PENGGUNAAN AI DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR MATA KULIAH PENDIDIKAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN Rahmandan, Hafid; Badu, Mohamad Riyandi; Umara, Andi Maga
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6070

Abstract

The advancement of artificial intelligence (AI) has brought significant changes to higher education, including the process of completing final course assignments. This study aims to analyze the patterns of AI utilization by Mechanical Engineering Education students at Universitas Negeri Gorontalo in completing their final course assignments and to identify the emerging ethical challenges. Employing a qualitative approach with a phenomenological method, data were collected through triangulation techniques, including interviews, observations, and analysis of students' assignment documents. The findings reveal that students utilize AI as a multifunctional tool to enhance academic efficiency. However, its use can trigger cognitive offloading, which poses the risk of diminishing students' critical thinking and creativity, particularly in engineering fields that require strong analytical skills. Moreover, the absence of clear institutional policies regarding the boundaries of AI usage compels students to establish their own ethical standards, often influenced by academic pressure and workload. These findings highlight the importance of developing ethical guidelines for AI use and strengthening digital literacy within the campus environment. It is recommended that higher education institutions design curricula that foster critical and ethical understanding of technology, as well as encourage academic tasks based on analysis and originality. In this way, AI can serve as a strategic partner in responsibly supporting the development of students' competencies. The study emphasizes the need for critical and ethical AI literacy within the curriculum to ensure responsible use of technology without compromising students' integrity and core competencies. ABSTRAKPerkembangan kecerdasan buatan (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan tinggi, termasuk dalam proses penyelesaian tugas akhir matakuliah. Penelitian ini bertujuan untuk mennganalisis pola pemanfaatan AI oleh mahasiswa Pendidikan Teknik Mesin Universitas Negeri Gorontalo dalam penyelesaian tugas akhir mata kuliah, serta mengidentifikasi tantangan etika yang muncul. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, data dikumpulkan melalui Teknik triangulasi yang mencakup wawancara, observasi, dan analisis dokumen tugas mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan  mahasiswa memanfaatkan AI sebagai alat bantu multifungsi untuk meningkatkan efisiensi kerja akademik. Namun, pemanfaatannya menjadikan pemicu cognitive offloading berisiko menurunkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas mahasiswa, khususnya dalam bidang teknik yang menuntut kemampuan analitis tinggi. Selain itu, belum adanya kebijakan institusional yang jelas mengenai batasan penggunaan AI mendorong mahasiswa untuk menetapkan standar etika secara pribadi, yang kerap kali dipengaruhi oleh tekanan akademik dan beban tugas. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penyusunan kebijakan etis penggunaan AI serta penguatan literasi digital di lingkungan kampus. Disarankan agar institusi pendidikan tinggi merancang kurikulum yang menanamkan pemahaman kritis dan etis tentang teknologi, serta mendorong tugas akademik yang berbasis analisis dan orisinalitas. Dengan demikian, AI dapat berperan sebagai mitra strategis dalam mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa secara bertanggung jawab. Rekomendasi ditekankan pada pengembangan literasi AI yang kritis dan etis dalam kurikulum untuk memastikan teknologi dimanfaatkan secara bertanggung jawab tanpa mengorbankan integritas dan kompetensi inti mahasiswa.
MANAJEMEN KERJA SAMA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DENGAN INDUSTRI DAN DUNIA KERJA Amrullah, Abdullathif Karim; Susatya, Edhy; Biddinika, Muhammad Kunta
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6095

Abstract

Vocational high school education is more effective and efficient if vocational high schools and industries closely. In fact, it is not easy for vocational high schools to obtain cooperation partners with industry and the world of work, the cooperation relationship certainly does not just happen without going through a long process. This study aims to analyze the management of vocational high school cooperation with industry and the world of work including planning, implementation, and evaluation of cooperation. The results show that cooperation planning is based on; (1) potential mapping, (2) regulations, (3) objectives, (4) urgency, and (5) cooperation strategies. The implementation of cooperation is based on; (1) exploration, (2) communication and coordination, (3) forms of activities, and (4) stakeholder involvement in cooperation. Evaluation of cooperation is based on; (1) monitoring and evaluation, (3) activity reporting, (4) supporting factors, (5) inhibiting factors, (6) efforts to overcome obstacles, (7) goal achievement, (8) benefits, and (9) cooperation development. Supporting factors for vocational high school cooperation with industry and the world of work are in the form of positive support that is effectively communicated by all related parties in carrying out commitments to achieve common goals. Factors inhibiting cooperation in the form of a negative mindset and lack of awareness of harmony in achieving common goals. Efforts to overcome obstacles to cooperation in the form of increasing awareness of commitment to achieving common goals with open dialog using the principles of coordination and effective communication that is collaborative. ABSTRAKPendidikan SMK lebih efektif dan efisien apabila SMK dengan IDUKA melakukan kerja sama yang erat. Kenyataanya tidak mudah bagi SMK untuk memperoleh mitra kerja sama dengan IDUKA, hubungan kerja sama tentu tidak terjadi begitu saja tanpa melalui proses panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen kerja sama SMK dengan IDUKA meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kerja sama. Hasil penelitian menunjukan perencanaan kerja sama didasarkan pada; (1) pemetaan potensi, (2) peraturan, (3) tujuan, (4) urgensi, dan (5) strategi kerja sama. Pelaksanaan kerja sama didasarkan pada; (1) penjajakan, (2) komunikasi dan koordinasi, (3) bentuk kegiatan, dan (4) keterlibatan stakeholder dalam bekerja sama. Evaluasi kerja sama didasarkan pada; (1) monitoring dan evaluasi, (3) pelaporan kegiatan, (4) faktor pendukung, (5) faktor penghambat, (6) upaya mengatasi hambatan, (7) ketercapaian tujuan, (8) manfaat, dan (9) pengembangan kerja sama. Faktor pendukung kerja sama SMK dengan IDUKA berupa dukungan positif yang dikomunikasikan efektif seluruh pihak terkait dalam menjalankan komitmen untuk mencapai tujuan bersama. Faktor penghambat kerja sama berupa mindset negatif dan kurangnya kesadaran terhadap keselarsan dalam mencapai tujuan bersama. Upaya mengatasi hambatan kerja sama berupa meningkatkan kesadaran komitmen untuk mencapai tujuan bersama dengan dialog terbuka menggunakan prinsip koordinasi dan komunikasi efektif yang bersifat kolaboratif.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP GREEN SKILL (KETERAMPILAN HIJAU) MAHASISWA JURUSAN TEKNIK INDUSTRI Badu, Mohamad Riyandi; Sholihah, Mar’atus; Aspar, Fathir; Umara, Andi Maga; Rahmandan, Hafid
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6096

Abstract

Environmental issues and sustainable education motivated this research. This study aims to determine the relationship between green skill knowledge and attitudes among students in the Industrial Engineering department. A correlational research design was employed to examine the relationship between variables. The study population consisted of 368 Industrial Engineering students, comprising 143 students from the Mechanical Engineering Education program and 225 students from the Industrial Engineering program. The sample size was determined using the Taro Yamane formula, and simple random sampling was utilized as the sampling technique. Data analysis involved normality testing using the Kolmogorov-Smirnov test and linearity assessment using the Spearman Rank Test. The Kolmogorov-Smirnov test yielded a significance value (sig.) of 0.000 (p < 0.05), indicating that the data were not normally distributed. Consequently, nonparametric statistical analysis, specifically Spearman's rank-order correlation (Spearman's rho), was applied. The Spearman's rho analysis resulted in a significance value (sig.) of 0.048 (p < 0.05). This finding indicates a statistically significant relationship between the knowledge variable and the attitude variable. ABSTRAKIsu lingkungan serta pendidikan yang berkelanjutan menjadi alasan peneliti dalam melaksanakan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap green skill mahasiswa jurusan teknik industri. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian korelasi, yang berfungsi untuk melihat hubungan antar variabel. Adapun populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa jurusan teknik industri sejumlah 368 mahasiswa yang terdiri dari 143 mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Mesin dan 225 mahasiswa prodi Teknik Industri. Penentuan banyak sampel menggunakan formula Taro Yamane. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Analisis data terdiri dari uji normalitas dengan teknik kolmogorov smirnov dan uji linearitas menggunakan Uji Spearman Rank. Berdasarkan hasil analisis uji normalitas, diperoleh nilai sig. Kolmogorov-Smirnov Test sebesar 0.000 < 0.05, sehingga dapat disimpulkan data tidak berdistribusi normal. Oleh karena itu, analisis menggunakan statistik nonparametrik, dalam hal ini menggunakan spearman rank. Berdasarkan hasil analisis Spearman Rank, diperoleh nilai sig.  Spearman's rho sebesar 0.048 < 0.05, sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dan variabel sikap.
PERAN DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI INTRINSIK MAHASISWA CALON GURU VOKASI Umara, Andi Maga; Badu, Mohamad Riyandi; Rahmandan, Hafid
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6001

Abstract

Intrinsic motivation is an important factor that encourages students to learn and develop independently, without relying on external factors. In the context of vocational education, especially at the Vocational High School (SMK) level, intrinsic motivation greatly determines the readiness and commitment of students as prospective professional teachers. One factor that is believed to play a role in shaping this motivation is the role of academic supervisors. This study aims to analyze the influence of the role of academic supervisors on the intrinsic motivation of prospective teacher students in the Mechanical Engineering Education Study Program, Gorontalo State University (UNG). The approach used is quantitative with a survey method. The population in this study were all students in semesters 2, 4, and 6, with samples determined through purposive sampling techniques. The research instrument was a questionnaire compiled based on indicators of the role of academic supervisors and indicators of intrinsic motivation. Data were analyzed using descriptive statistical techniques and simple linear regression tests. The results of the statistical analysis showed that both the role of academic supervisors (mean = 3.95) and students' intrinsic motivation (mean = 4.09) were in the high category. The results of the regression test showed a positive and significant influence between the role of academic supervisors on students' intrinsic motivation with an R² value of 0.530, and a significance value of academic guidance = 0.000 or <0.05, meaning that academic guidance has a significant effect on increasing students' intrinsic motivation. This finding confirms that academic guidance plays a strategic role in shaping the psychological readiness and professional orientation of prospective vocational teacher students. Therefore, increasing the capacity of lecturers in terms of strengthening self-efficacy and developing a reflective guidance approach is an important step that is recommended. ABSTRAK Motivasi intrinsik merupakan faktor penting yang mendorong mahasiswa untuk belajar dan berkembang secara mandiri, tanpa ketergantungan pada faktor eksternal. Dalam konteks pendidikan vokasi, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), motivasi intrinsik sangat menentukan kesiapan dan komitmen mahasiswa sebagai calon guru profesional. Salah satu faktor yang diyakini berperan dalam membentuk motivasi ini adalah peran dosen pembimbing akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran dosen pembimbing akademik terhadap motivasi intrinsik mahasiswa calon guru di Program Studi Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester 2, 4, dan 6, dengan sampel yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun berdasarkan indikator-indikator dari peran dosen pembimbing akademik dan indikator-indikator motivasi intrinsik. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa baik peran dosen pembimbing akademik (rerata = 3,95) maupun motivasi intrinsik mahasiswa (rerata = 4,09) berada pada kategori tinggi. Hasil uji regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara peran dosen pembimbing akademik terhadap motivasi intrinsik mahasiswa dengan nilai R² = 0,530, dan nilai signifikasi pembimbingan akademik = 0,000 atau < 0,05 artinya pembimbingan akademik berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan motivasi intrinsik mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa pembimbingan akademik memainkan peran strategis dalam membentuk kesiapan psikologis dan orientasi profesional mahasiswa calon guru vokasi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dosen dalam aspek penguatan self-efficacy dan pengembangan pendekatan pembimbingan yang reflektif menjadi langkah penting yang direkomendasikan.
WAKAF SEBAGAI INSTRUMEN KEMANDIRIAN EKONOMI SEKOLAH: STUDI PADA SMK IB KHALIFAH BANGSA METRO (PINK CAMPUS) Istikomah, Annisa; Aristianti, Desta Ayu; Wati, Cahyani Dwi Era; Muda, Rini Agustin; Aulia, Amanda; Zulaikha, Siti
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6056

Abstract

Waqf is one of the important instruments in Islamic economics that has great potential in supporting development, especially in the field of education. This study aims to analyze the role and benefits of waqf in developing economic independence at SMK IB Khalifah Bangsa Metro (Pink Campus). This study uses a descriptive qualitative methodology. Data were collected through comprehensive interview methods, observation, and documentation. Informants in this study include the school, principal, teachers, and the community. The data used consists of primary and secondary sources. Primary data includes interviews and observations. Meanwhile, secondary data includes scientific texts, including journals and other publications. The results of the study indicate that productive waqf management at SMK IB Khalifah Bangsa is able to support the operational needs of the school, finance educational programs, and encourage student entrepreneurial activities. In addition, this waqf management also has a positive impact on the economic empowerment of the surrounding community. These findings indicate that waqf can be a strategic resource in creating economic independence for educational institutions based on Islamic values. This study recommends strengthening productive waqf management as part of the sustainability strategy of educational institutions. ABSTRAK Wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam ekonomi Islam yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan manfaat wakaf dalam pengembangan kemandirian ekonomi di SMK IB Khalifah Bangsa Metro (Kampus Pink). Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui metode wawancara komprehensif, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi pihak sekolah, kepala sekolah, guru, dan masyarakat. Data yang digunakan terdiri dari sumber primer dan sekunder. Data primer meliputi wawancara dan observasi. Sementara itu, data sekunder meliputi teks ilmiah, termasuk jurnal dan publikasi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan wakaf secara produktif di SMK IB Khalifah Bangsa mampu menopang kebutuhan operasional sekolah, membiayai program pendidikan, serta mendorong aktivitas kewirausahaan siswa. Selain itu, pengelolaan wakaf ini juga berdampak positif pada pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Temuan ini menunjukkan bahwa wakaf dapat menjadi sumber daya strategis dalam menciptakan kemandirian ekonomi lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan manajemen wakaf produktif sebagai bagian dari strategi keberlanjutan lembaga pendidikan.
KEMITRAAN SEKOLAH DAN DUNIA USAHA DAN INDUSTRI: STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DAN KESIAPAN KERJA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) Zohratuddini, Dira; Suhardi, Muhamad; Antari, Diana Nofia; Amna, Amna; Sansiska, Yela Amelia; Nabil, M. Aufan
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i1.6354

Abstract

ABSTRACT The partnership between schools and the business/industrial sector (DU/DI) is a vital strategy in enhancing the quality of vocational education and the job readiness of graduates. Through this collaboration, schools can adapt their curriculum, learning methods, and training facilities to align with the evolving needs of the workforce. This study aims to examine the role of school collaboration with DU/DI and the implementation of internship programs in shaping student competencies that align with the needs of the workforce. This research employs a literature review method, a qualitative approach conducted by analyzing various sources to gain an in-depth understanding of the partnership between schools and the business and industrial sectors (DUDI). The findings indicate that hands-on experience through internships significantly contributes to the improvement of students’ technical skills, professional work attitudes, and career insights. Furthermore, the quality of internship implementation, evaluation systems, teacher support, and students’ internal motivation are key success factors for the program. Therefore, a strong synergy between schools and DU/DI must continuously be strengthened to ensure that graduates are well-prepared, competent, and competitive in entering the workforce. ABSTRAK Kemitraan antara sekolah dan dunia usaha/dunia industri (DU/DI) menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan kesiapan kerja lulusan. Melalui kolaborasi ini, sekolah dapat menyesuaikan kurikulum, metode pembelajaran, serta fasilitas pelatihan agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kerja sama sekolah dengan DU/DI serta pelaksanaan program magang dalam membentuk kompetensi siswa yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, yaitu pendekatan kualitatif yang dilakukan dengan mengkaji berbagai sumber pustaka untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai kemitraan antara sekolah dan dunia usaha serta industri (DUDI). Hasil kajian menunjukkan bahwa pengalaman langsung melalui magang memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keterampilan teknis, sikap kerja profesional, serta wawasan karier siswa. Selain itu, kualitas pelaksanaan magang, sistem evaluasi, dukungan guru, dan motivasi internal siswa menjadi faktor penentu keberhasilan program tersebut. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara sekolah dan DU/DI perlu terus ditingkatkan agar lulusan memiliki kesiapan yang optimal untuk memasuki dunia kerja secara kompeten dan berdaya saing.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN DALAM EKSTRAKURIKULER SMK NEGERI Haipi, Kristian; Yunus, Rasid; Adhani, Yuli
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6498

Abstract

This study aims to analyze the implementation of disciplinary character education through extracurricular activities such as Scouting and OSIS (Battalion) at SMK Negeri 1 Popayato. The research is motivated by the importance of holistic character development in students, especially discipline, which is fundamental to academic success and social life. Using a qualitative approach and data collection techniques including observation, interviews, and documentation, the study illustrates how extracurricular activities promote disciplined habits such as marching practice, school pickets, and annual camping events. The results show that character formation is achieved through routine training, the application of educational sanctions, and the assignment of structured responsibilities to students. Supporting factors include principal support, adequate facilities, and active roles of supervisors. Inhibiting factors involve a lack of student responsibility, peer influence, and budget constraints. In conclusion, extracurricular activities positively contribute to the development of student discipline when implemented consistently and guided by an educational approach oriented toward moral awareness and personal responsibility. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter disiplin melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan OSIS (Batalyon) di SMK Negeri 1 Popayato. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter peserta didik secara holistik, khususnya nilai kedisiplinan yang menjadi pondasi keberhasilan belajar dan kehidupan sosial. Melalui pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menggambarkan bentuk kegiatan ekstrakurikuler yang mendorong pembiasaan disiplin seperti latihan baris-berbaris, piket sekolah, dan perkemahan tahunan. Hasilnya menunjukkan bahwa pembentukan karakter disiplin dilakukan melalui latihan rutin, penerapan sanksi edukatif, serta pemberian tanggung jawab yang terukur kepada siswa. Faktor pendukung implementasi antara lain adalah dukungan kepala sekolah, fasilitas memadai, dan peran pembina yang aktif. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya tanggung jawab siswa, pengaruh pertemanan, dan keterbatasan anggaran. Kesimpulannya, kegiatan ekstrakurikuler memiliki kontribusi positif terhadap pembentukan karakter disiplin siswa jika dilaksanakan secara konsisten, dengan pendekatan edukatif yang berorientasi pada kesadaran moral dan tanggung jawab.
MANAJEMEN FASILITAS BELAJAR DALAM OPTIMALISASI MUTU PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL STUDI KASUS DI SMK Nawawi, Muhamad; Indra, Syukri; Lathifah, Zahra Khusnul
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6499

Abstract

This study aims to describe the implementation of learning facilities management in enhancing the quality of education in the digital era, with a particular focus on SMK Bhakti Insani in Bogor City. The research explores various aspects, including planning, procurement, inventory, utilization, maintenance, and disposal of educational facilities. Using a qualitative approach with a case study method, data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis involving the principal, vice principal of facilities, curriculum coordinator, IT operator, and students. The findings reveal several challenges, such as the absence of digital inventory systems, lack of written standard operating procedures (SOPs), and unequal distribution of facilities across departments. However, the school exhibits promising practices, including the use of simple technologies and strong community participation through a culture of mutual cooperation. The results underscore the need for a more professional and data-driven management system. In conclusion, SMK Bhakti Insani has the internal capacity to develop adaptive and participatory facility management that aligns with the demands of digital-based learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan manajemen fasilitas belajar dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di era digital, dengan fokus khusus pada SMK Bhakti Insani Kota Bogor. Aspek yang dikaji meliputi perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemanfaatan, pemeliharaan, dan penghapusan sarana belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sarpras, wakil kurikulum, operator IT, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat keterbatasan seperti belum adanya sistem inventarisasi digital, ketiadaan SOP tertulis, dan kurangnya pemerataan fasilitas antarjurusan, sekolah menunjukkan inisiatif melalui pemanfaatan teknologi sederhana dan budaya gotong royong. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penerapan sistem manajemen fasilitas belajar yang lebih profesional dan berbasis data. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa SMK Bhakti Insani memiliki potensi untuk mengembangkan tata kelola fasilitas pembelajaran yang adaptif, partisipatif, dan mendukung kebutuhan pembelajaran digital di masa kini dan mendatang.