cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 167 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISTEM KONTROL ELEKTROMEKANIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PBL SISWA KELAS XI TEKNIK OTOMASI INDUSTRI Saada, Christofel Jeiver
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i4.7278

Abstract

This study aims to enhance students’ engagement and learning outcomes through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model in classroom instruction. The research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected using several instruments, including student activity observation sheets, interviews, end-of-cycle test results, field notes, and documentation of learning activities. The findings revealed a significant improvement in both student participation and academic achievement after the application of the PBL model. In Cycle I, the average level of student learning activity reached 55.2%, with a mean score of 46.9. After the refinement of instructional strategies in Cycle II, student activity increased to 82%, while the average test score improved to 71.04. During the first cycle, some students still scored below the Minimum Mastery Criterion (MMC) of 65; however, in the second cycle, all students achieved mastery, with the lowest score being 67. These results demonstrate that the Problem Based Learning approach effectively fosters a more interactive and reflective learning environment, encourages critical thinking, and promotes active student participation. The increase in engagement was directly correlated with higher learning outcomes, indicating the success of PBL in improving both cognitive and behavioral aspects of learning. Therefore, the PBL model can be considered an effective instructional strategy for enhancing learning quality, particularly in Industrial Automation Engineering courses such as Electromechanical Control Systems. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada kegiatan pembelajaran di kelas. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi aktivitas siswa, wawancara, hasil tes akhir, catatan lapangan, serta dokumentasi kegiatan belajar. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan yang nyata pada aspek aktivitas dan hasil belajar setelah penerapan model PBL. Pada siklus I, tingkat aktivitas belajar siswa mencapai 55,2% dengan rata-rata nilai hasil belajar sebesar 46,9. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II, tingkat aktivitas meningkat menjadi 82%, sedangkan nilai rata-rata hasil belajar naik menjadi 71,04. Jika pada siklus pertama masih terdapat siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM (65), maka pada siklus kedua seluruh siswa telah mencapai ketuntasan dengan nilai terendah 67. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif, menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, serta meningkatkan partisipasi aktif siswa selama pembelajaran berlangsung. Dengan meningkatnya keterlibatan siswa, capaian hasil belajar pun mengalami peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu, model PBL dapat dianggap efektif dalam mengoptimalkan proses belajar khususnya pada pembelajaran Teknik Otomasi Industri di mata pelajaran Sistem Kontrol Elektromekanik.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIP PDF CORPORATE EDITION PADA PEMBELAJARAN MEKANIKA TEKNIK 2 KELAS X DPIB Hidayat, Nur; Kusuma, Muhammad Surya Wijaya; Syamsudin, Rudi Nur; Wahyuni, Indah; Asmarawati, Dhian Fitri
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i4.7298

Abstract

ABSTRACT The limited relevance of existing teaching materials in Engineering Mechanics 2 and the low level of student engagement in the Building Modeling and Information Design Expertise Concentration at SMK Negeri 1 Seyegan present significant challenges in the learning process. The purpose of the research is to develop an interactive E-module to increase learning interest in the subject. The research uses the Research and Development (RnD) method with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data were obtained through interviews and observations, then analyzed descriptively. Validation was carried out by material experts, media experts, and student responses. The validation results show that the E-module is suitable for use: material experts are included in the “Feasible” category, media experts are included in the “Very Feasible” category, and student responses to the content, language, graphics and usefulness aspects are included in the “Very Feasible” category. Thus, the developed Engineering Mechanics 2 E-module was declared suitable as a teaching material for teachers as well as a learning medium that increases learning interest for students. E-modules have the advantage of interactivity so that students can use them as independent learning media. ABSTRAK Penelitian ini dilaksanakan sebagai respon terhadap adanya keterbatasan media pembelajaran pada mata pelajaran Mekanika Teknik 2 yang dinilai belum sejalan dengan kemajuan teknologi, serta rendahnya minat belajar peserta didik Konsentrasi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMK Negeri 1 Seyegan. Tujuan utama penelitian adalah untuk mengembangkan e-modul interaktif yang dapat mendorong peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran tersebut. Metode penelitian mengacu pada metode Research and Development (RnD) dengan mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Data diperoleh melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, serta respon peserta didik. Hasil validasi menunjukkan E-modul layak digunakan: ahli materi termasuk kategoti “Layak”, ahli media termasuk kategori “Sangat Layak”, serta respon peserta didik pada aspek isi, kebahasaan, kegrafikan dan kemanfaatan termasuk kategori “Sangat Layak”. Dengan demikian, E-modul Mekanika Teknik 2 yang dikembangkan dinyatakan layak sebagai bahan ajar bagi guru sekaligus media belajar yang meningkatkan minat belajar bagi peserta didik. E-modul mempunyai keunggulan dari sisi interaktivitas sehingga peserta didik dapat menggunakannya sebagai media pembelajaran mandiri.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA DIGITAL TERHADAP EFEKTIVITAS PELAKSANAAN MANAJEMEN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Rahman, Aulia; Tananda, Opi; Sari, Bella Fitria; Jalinus, Nizwardi; Ernawati, Ernawati
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i1.5856

Abstract

This study aims to examine in depth the influence of digital media use on increasing the effectiveness of management implementation in Vocational High Schools (SMK). The background of this study is based on the urgency of educational transformation in the digital era, where technology-based school governance is a necessity to replace manual systems that are no longer efficient and responsive to change. The method used is the Systematic Literature Review (SLR) of 20 reputable national journal articles indexed in SINTA, which are systematically analyzed to synthesize empirical evidence. The results of the study show that the use of digital media, such as management information systems, administration applications, and online collaboration platforms, has a significant positive impact. This influence clearly supports four main managerial functions: planning becomes more data-driven, organizing resources is more efficient, task implementation is more coordinated through instant communication, and the evaluation and supervision process becomes more transparent and accountable. The main conclusion is that comprehensive digital media integration must be a priority. The implications of these findings can be a strategic basis for developing policies and designing more effective and sustainable digital systems in the vocational education management ecosystem. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh penggunaan media digital terhadap peningkatan efektivitas pelaksanaan manajemen di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi transformasi pendidikan di era digital, di mana tata kelola sekolah berbasis teknologi menjadi sebuah keniscayaan untuk menggantikan sistem manual yang tidak lagi efisien dan responsif terhadap perubahan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 20 artikel jurnal nasional bereputasi yang terindeks dalam SINTA, yang dianalisis secara sistematis untuk mensintesis bukti-bukti empiris. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital, seperti sistem informasi manajemen, aplikasi administrasi, dan platform kolaborasi daring, memberikan dampak positif yang signifikan. Pengaruh ini secara nyata mendukung empat fungsi utama manajerial: perencanaan menjadi lebih berbasis data (data-driven), pengorganisasian sumber daya lebih efisien, pelaksanaan tugas lebih terkoordinasi melalui komunikasi instan, serta proses evaluasi dan pengawasan menjadi lebih transparan dan akuntabel. Simpulan utamanya adalah integrasi media digital secara menyeluruh harus menjadi prioritas. Implikasi temuan ini dapat menjadi dasar strategis bagi pengembangan kebijakan dan perancangan sistem digital yang lebih efektif serta berkelanjutan dalam ekosistem manajemen pendidikan vokasi.
PERAN SUPERVISI AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMK TELKOM PEKANBARU Sari, Bella Fitria; Tananda, Opi; Ambiyar, Ambiyar; Usmeldi, Usmeldi
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i1.6237

Abstract

Student discipline and learning motivation are fundamental pillars in achieving quality education, especially in Vocational High Schools (SMK). This study focuses on an in-depth analysis of how the role of academic supervision can effectively improve student discipline and learning motivation. This case study was conducted at SMK Telkom Pekanbaru. The research method used is a descriptive qualitative approach, which aims to understand the meaning and direct experience of the research subjects. Important stages include purposive selection of subjects consisting of teachers and students, as well as comprehensive data collection through in-depth interviews, participatory observations in class, and analysis of documentation related to the learning and supervision process. The results of the study indicate that academic supervision has a very crucial and strategic role. Supervision that is carried out effectively with a systematic, reflective, and participatory approach has been proven to be able to improve teacher professional competence. This has a direct impact on the creation of a positive classroom climate, where student discipline increases due to the clarity of structure and consistency, while learning motivation grows through a more enjoyable and relevant learning approach. It is concluded that quality academic supervision is not just administrative control, but a main instrument for quality development that must be a priority in managing education in SMK. ABSTRAKKedisiplinan dan motivasi belajar siswa merupakan pilar fundamental dalam mencapai kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai bagaimana peran supervisi akademik dapat secara efektif meningkatkan kedisiplinan dan motivasi belajar siswa. Studi kasus ini dilaksanakan di SMK Telkom Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk memahami makna dan pengalaman langsung dari subjek penelitian. Tahapan pentingnya meliputi pemilihan subjek secara purposif yang terdiri dari guru dan siswa, serta pengumpulan data komprehensif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif di kelas, dan analisis dokumentasi terkait proses pembelajaran dan supervisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik memiliki peran yang sangat krusial dan strategis. Supervisi yang dilaksanakan secara efektif dengan pendekatan yang sistematis, reflektif, dan partisipatif terbukti mampu meningkatkan kompetensi profesional guru. Hal ini berdampak langsung pada terciptanya iklim kelas yang positif, di mana kedisiplinan siswa meningkat karena adanya kejelasan struktur dan konsistensi, sementara motivasi belajar tumbuh melalui pendekatan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan relevan. Disimpulkan bahwa supervisi akademik berkualitas bukan sekadar kontrol administratif, melainkan sebuah instrumen utama pengembangan mutu yang harus menjadi prioritas dalam pengelolaan pendidikan di SMK.
PENGEMBANGAN MODUL MENULIS PUISI MODEL ACTIVE LEARNING BERBANTUAN AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS X SMK Megasari, Ferika; Rahman, Elmustian
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6490

Abstract

Poetry writing learning in Vocational High Schools still faces challenges in terms of less innovative learning approaches and low student motivation. This research aims to develop a poetry writing module using Active Learning model assisted by audio visual for grade X SMK students through qualitative approach with library research method. Literature review was conducted on eight relevant studies from 2019-2025 discussing the use of audio visual media and active learning models in poetry writing learning. Research results show that module design integrating Active Learning principles with audio visual media has great potential in improving students' poetry writing skills. Previous research proved the effectiveness of audio visual media with strong correlation (rxy = 0.64) and learning motivation improvement up to 97.14%. Active Learning model enables active student participation through discussion, exploration, and collaborative practice. Audio visual media functions as creative stimulus that helps develop ideas and writing inspiration. Module feasibility can be ensured through validation by material, media, and pedagogical experts considering curriculum suitability and learning approach effectiveness. Research implications show that this module can become an innovative solution for transforming poetry writing learning in SMK and a model for developing teaching materials for other subjects. ABSTRAKPembelajaran menulis puisi di Sekolah Menengah Kejuruan masih menghadapi tantangan dalam hal pendekatan pembelajaran yang kurang inovatif dan rendahnya motivasi siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul menulis puisi model Active Learning berbantuan audio visual untuk siswa kelas X SMK melalui pendekatan kualitatif dengan metode library research. Kajian pustaka dilakukan terhadap delapan penelitian relevan dari tahun 2019-2025 yang membahas penggunaan media audio visual dan model pembelajaran aktif dalam pembelajaran menulis puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain modul yang mengintegrasikan prinsip Active Learning dengan media audio visual memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa. Penelitian terdahulu membuktikan efektivitas media audio visual dengan korelasi kuat (rxy = 0,64) dan peningkatan motivasi belajar hingga 97,14%. Model Active Learning memungkinkan partisipasi aktif siswa melalui diskusi, eksplorasi, dan praktik kolaboratif. Media audio visual berfungsi sebagai stimulus kreatif yang membantu pengembangan ide dan inspirasi menulis. Kelayakan modul dapat dipastikan melalui validasi ahli materi, media, dan pedagogis dengan mempertimbangkan kesesuaian kurikulum dan efektivitas pendekatan pembelajaran. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa modul ini dapat menjadi solusi inovatif untuk transformasi pembelajaran menulis puisi di SMK dan model pengembangan bahan ajar untuk mata pelajaran lain.
KONTRIBUSI TEACHING FACTORY DAN PEMBELAJARAN PKWU TERHADAP KESIAPAN BEKERJA SISWA SMK NEGERI 2 JOMBANG Sari, Dian Puspita; Misbahuddin, Agus Ridwan; Asmaul, Rina
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6491

Abstract

This study aims to analyze the Contribution of Teaching Factory (TEFA) and Craft and Entreprenurship Learning (PKWU) to students' work readiness in Vocational High Schools (SMK). TEFA is a production-based learning approach that integrates theory with direct industrial practice,, aiming to equip students with technical skills according to world of work standards. PKWU, on the other hand, aims to develop students' creativity, innovation, and entrepreneurial spirit so that they are able to face the challenges of the world of work or créate business opportunities. This study uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis teshniques to measure the contribution of each variable. Data were obtained from 103 grade XII students in several vocational schools that implement the TEFA and PKWU programs through structured questionnaires. The results of the study showed that TEFA has a significant contribution to improving students' technical skills, such as the ability to use tools according to industry standards and completing work according to targets. Meanwhile, PKWU has a major influence on strengthening soft skills, including creativity, time management, and the courage to take risks. Simultaneously, TEFA and PKWU contribute 75% to students' work readiness, covering aspects of hard skills and soft skills. This finding confirms the importance of implementing TEFA and PKWU in an integrated manner to produce competitive graduates in the job market. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kontribusi Teaching Factory (TEFA) dan Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) terhadap kesiapan bekerja siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). TEFA adalah pendekatan pembelajaran berbasis produksi yang mengintregasikan teori dengan praktik industri secara langsung, bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan teknis sesuai standar dunia kerja. PKWU, di sisi lain, bertujuan mengemlbangkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan siswa agar mampu menghadapi tantangan dunia kerja atau menciptakan peluang usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier berganda untuk mengukur kontribusi masing-masing variable. Data diperoleh dari 103 siswa kelas XII di beberapa SMK yang menerapkan program TEFA dan PKWU melalui kuesioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TEFA memiliki kontribusi signifikan terhadap peningkatan keterampilan teknis siswa, seperti kemampuan menggunakan alat sesuai standar industri dan penyelesaian pekerjaan sesuai target. Sementara itu, PKWU memberikan pengaruh besar terhadap penguatan soft skills, termasuk kreativitas, manajemen waktu, dan keberanian mengambil risiko. Secara simultan, TEFA dan PKWU berkontribusi sebesar 75% terhadap kesiapan bekerja siswa, mencakup aspek hard skills dan soft skills. Temuan ini menegaskan pentingnya implementasi TEFA dan PKWU secara terintelgrasi untuk meghasilkan lulusan yang kompetitif di pasar kerja.
EFFECTIVENESS OF TEACHING FACTORY IMPLEMENTATION IN PRODUCTIVE LEARNING: AN EVALUATION FROM VOCATIONAL TEACHERS' PERSPECTIVES Gumelar, Agung; Nugraha, Hari Din; Pratama, David; Utami, Salsa Belladinna Putri; Sutrisno, Himawan Hadi
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6809

Abstract

Studi ini mengevaluasi efektivitas implementasi Teaching Factory (TEFA) dalam pembelajaran produktif dari perspektif guru kejuruan dan mengidentifikasi prioritas berbasis data untuk perbaikan pada tingkat butir soal. Survei potong lintang dilakukan terhadap 19 guru mata pelajaran produktif dari sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri dan swasta di Jakarta yang telah menerapkan TEFA, menggunakan instrumen versi guru yang terdiri dari 31 butir soal tipe Likert (1–4) yang mencakup Produk (16 butir soal), Kompetensi Pedagogis (6 butir soal), dan Lulusan Siap Kerja (9 butir soal). Validitas isi telah ditetapkan selama pengembangan instrumen melalui tujuh penilai ahli, dengan semua butir soal melebihi ambang batas minimum Aiken’s V sebesar 0,76. Analisis mencakup rata-rata dan simpangan baku per dimensi dan per butir soal (diperingkat), interval kepercayaan 95% untuk rata-rata keseluruhan menggunakan uji t Student, dan alfa Cronbach untuk setiap dimensi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata keseluruhan M = 3,63 (SD = 0,30, 95% CI [3,49, 3,77]), Produk M = 3,58 (SD = 0,34, ? = 0,88), Kompetensi Pedagogis M = 3,81 (SD = 0,26, ? = 0,65), dan Lulusan Siap Kerja M = 3,60 (SD = 0,39, ? = 0,88). Peringkat item menyoroti kekuatan dalam memahami dan menerapkan gambar, kepatuhan terhadap SOP, supervisi guru, dan keterlibatan siswa dalam pengendalian mutu, sementara area dengan peringkat lebih rendah meliputi waktu penyelesaian, biaya (bahan/harga), dan pemecahan masalah teknis mandiri. Temuan ini menyiratkan penguatan SOP dan pengendalian mutu, pengaturan keseimbangan waktu takt/lini, perluasan peningkatan keterampilan berbasis industri dan penilaian autentik bagi guru, serta integrasi biaya dan pemecahan masalah teknis terstruktur ke dalam proyek TEFA untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. ABSTRACTThis study evaluates the effectiveness of Teaching Factory (TEFA) implementation in productive learning from the perspective of vocational teachers and identifies data?driven priorities for improvement at the item level. A cross?sectional survey was conducted with 19 productive?subject teachers from public and private vocational high schools (SMK) in Jakarta that have implemented TEFA, using a teacher?version instrument comprising 31 Likert?type items (1–4) across Product (16 items), Pedagogical Competence (6 items), and Job?Ready Graduates (9 items). Content validity had been established during instrument development through seven expert raters, with all items exceeding the minimum Aiken’s V acceptance threshold of 0.76. Analyses included means and standard deviations by dimension and by item (ranked), a 95% confidence interval for the overall mean using Student’s t, and Cronbach’s alpha for each dimension. Results showed an overall mean of M = 3.63 (SD = 0.30, 95% CI [3.49, 3.77]), Product M = 3.58 (SD = 0.34, ? = 0.88), Pedagogical Competence M = 3.81 (SD = 0.26, ? = 0.65), and Job?Ready Graduates M = 3.60 (SD = 0.39, ? = 0.88). Item rankings highlight strengths in understanding and applying drawings, adherence to SOPs, teacher supervision, and student involvement in quality control, while lower?ranked areas include turnaround time, costing (materials/pricing), and independent technical problem?solving. The findings imply strengthening SOPs and quality control, arranging takt time/line balancing, expanding industry?based upskilling and authentic assessment for teachers, and integrating costing and structured technical problem?solving into TEFA projects to support evidence?based decision?making.
DESAIN KURIKULUM BERBASIS MULTIKULTURAL DI SEKOLAH MENENGAH NEGERI 1 SELAKAU TIMUR Mas’ula, Mas’ula; Wahyuni, Sri
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6853

Abstract

This research is motivated by the importance of multicultural education in Vocational High Schools (SMK) as a response to the diversity of student backgrounds and the demands of an increasingly global workplace. The gap between the curriculum, which tends to be uniform, and the reality of diverse students, drives the need for innovation. Therefore, this research focuses on analyzing the design, strategies, and challenges of implementing a multicultural-based curriculum at SMKN 1 Selakau Timur. This research uses a qualitative approach with literature study methods and analysis of school policy documents. The research stages include identifying key concepts from various scientific sources, analyzing the school's vision, mission and curriculum structure, and evaluating ongoing implementation practices. Key findings indicate that the curriculum at SMKN 1 Selakau Timur is designed based on five main principles: inclusivity, equity, social relevance, critical thinking, and collaboration. Its implementation is carried out through the integration of cultural materials into various subjects, the use of interactive learning methods such as PjBL, and culturally themed extracurricular activities. It was concluded that despite facing challenges such as limited teacher understanding, this multicultural curriculum has proven effective in creating an inclusive learning environment, instilling values ??of tolerance, and preparing graduates who are adaptive and globally competitive. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan multikultural di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai respons terhadap keberagaman latar belakang siswa dan tuntutan dunia kerja yang semakin global. Adanya kesenjangan antara kurikulum yang cenderung seragam dengan realitas siswa yang majemuk mendorong perlunya inovasi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada analisis desain, strategi, dan tantangan implementasi kurikulum berbasis multikultural di SMKN 1 Selakau Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis dokumen kebijakan sekolah. Tahapan penelitian meliputi identifikasi konsep utama dari berbagai sumber ilmiah, analisis visi-misi dan struktur kurikulum sekolah, serta evaluasi praktik implementasi yang telah berjalan. Temuan utama menunjukkan bahwa kurikulum di SMKN 1 Selakau Timur dirancang berdasarkan lima prinsip utama: inklusivitas, keadilan, relevansi sosial, berpikir kritis, dan kolaborasi. Implementasinya dilakukan melalui integrasi materi budaya ke dalam berbagai mata pelajaran, penggunaan metode pembelajaran interaktif seperti PjBL, serta kegiatan ekstrakurikuler bertema budaya. Disimpulkan bahwa meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru, kurikulum multikultural ini terbukti efektif menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, menanamkan nilai toleransi, dan mempersiapkan lulusan yang adaptif serta berdaya saing global.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI TERHADAP NILAI MATA PELAJARAN INSTALASI MOTOR LISTRIK DI SMK NEGERI 1 TOMOHON Assa, Rexi Ruli; Seke, Fransiskus Royke; Ridwan, Ridwan
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6854

Abstract

The teaching and learning process is a combination of the student learning process and the teacher's teaching activities as an instructor. The use of learning media has an important role in influencing the process and learning outcomes in a field of study. This study aims to determine the effect of animated learning media on the value of the electric motor installation subject at SMK Negeri 1 Tomohon. The method used is a quantitative experimental research with a static-group comparison approach, involving 63 grade XI students divided into a control group and an intervention group. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The results of the study showed that the average value of the control group increased from 65.39 (pre-test) to 69.03 (post-test), while the intervention group increased from 76.03 to 78.13. The Wilcoxon test produced a p-value of 0.001 <? = 0.05, which means there is a significant effect of the use of animated media on learning outcomes. Therefore, animated learning media needs to be continuously developed and updated according to technological advances to facilitate students' understanding of the subject. ABSTRAKProses belajar mengajar merupakan perpaduan dari proses belajar siswa dan kegiatan mengajar guru sebagai ini instruktur. Penggunaan media pembelajaran memiliki peran penting dalam memengaruhi proses serta hasil belajar pada suatu bidang studi. Penelitan ini bertujuan  mengetahui pengaruh media pembelajaran animasi terhadap nilai mata pelajaran instalasi motor listrik di SMK Negeri I Tomohon. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif eksperimen dengan pendekatan static-group Comparison, melibatkan 63 siswa kelas XI yang terbagi dalam kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoson. Hasil penelitian  nilai rata-rata kelompok kontrol meningkat dari 65,39 (pre-test) menjadi 69,03 (post-test), sedangkan kelompok intervensi naik dari 76,03 menjadi 78,13. uji Wilcoxon menghasilkan p-value 0,001 < ?=0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan media animasi terhadap hasil belajar. Oleh sebab itu, media pembelajaran animasi perlu terus dikembangkan dan diperbarui sesuai kemajuan teknologi agar mempermudah pemahaman siswa terhadap mata pelajaran.
PENGARUH METODE MISE EN PLACE MENINGKTKAN HASIL BELAJAR PRAKTIKUM TATA HIDANG SISWA KELAS XI KULINER DI SMKN 8 SURABAYA Payadnya, Mahesa Wangsa; Evawati, Diana; Aini, Iut Nur
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6855

Abstract

This research is motivated by the gap between the expected competencies and the learning outcomes of students in the culinary arts practicum at SMKN 8 Surabaya, where students are often less efficient and structured. To address this problem, this study focuses on analyzing the effect of the application of the mise en place method—a systematic work preparation approach—on improving the learning outcomes of class XI Culinary students. This study uses a quantitative correlational method involving 60 students as respondents. Data collection was carried out through a Likert-scale questionnaire to measure the variables of regularity, preparation time, and suitability of tools, which were then analyzed using descriptive analysis and multiple linear regression. The results showed that the application of the mise en place method had a significant effect on student learning outcomes, with the average practicum score reaching 88.71. The regression analysis also confirmed that the three variables in mise en place together and partially had a significant positive effect (sig. 0.000 < 0.05). It was concluded that the mise en place method is an effective learning strategy to improve the readiness, efficiency, and learning outcomes of culinary arts practicums, as well as to shape a professional work attitude. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kompetensi yang diharapkan dengan hasil belajar praktikum tata hidang siswa di SMKN 8 Surabaya, di mana siswa seringkali kurang efisien dan terstruktur. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini berfokus untuk menganalisis pengaruh penerapan metode mise en place—sebuah pendekatan persiapan kerja yang sistematis—terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas XI Kuliner. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan melibatkan 60 siswa sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert untuk mengukur variabel keteraturan, waktu persiapan, dan kesesuaian alat, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode mise en place berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa, dengan perolehan nilai rata-rata praktikum mencapai 88,71. Analisis regresi juga menegaskan bahwa ketiga variabel dalam mise en place secara bersama-sama maupun parsial memiliki pengaruh positif yang signifikan (nilai sig. 0,000 < 0,05). Disimpulkan bahwa metode mise en place merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kesiapan, efisiensi, dan hasil belajar praktikum tata hidang, serta membentuk sikap kerja yang profesional.