cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 227 Documents
ANALISIS FAKTOR PENDORONG MAHASISWA DEPARTEMEN TEKNIK MESIN FT-UNP DALAM MENGIKUTI PROGRAM MAGANG BERDAMPAK Herdika Febrilian; Nelvi Erizon; Primawati Primawati; Fathir Aspar
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.13426

Abstract

ABSTRACT Student participation in the Impactful Internship Program is one of the indicators of the successful implementation of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy because it provides contextual learning experiences while strengthening students’ readiness to enter the workforce. However, student participation levels are influenced by various factors that need to be examined within different higher education contexts. This study aims to analyze the effects of parental support, self-efficacy, facilities, curiosity, environment and peers, interest, and motivation on student participation in the Impactful Internship Program. This study employed a quantitative approach using a survey method involving 77 students from the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang, selected through purposive sampling. Data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with the assistance of SmartPLS software. The results showed that motivation, self-efficacy, interest, curiosity, and parental support had positive and significant effects on student participation, while facilities and environment and peers did not have significant effects. Motivation was identified as the most dominant factor influencing student participation. These findings indicate that the success of the Impactful Internship Program requires strengthening students’ psychological factors and social support, enabling higher education institutions to develop more effective strategies for increasing student participation in MBKM implementation. ABSTRAK Partisipasi mahasiswa dalam Program Magang Berdampak menjadi salah satu indikator keberhasilan implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) karena memberikan pengalaman belajar kontekstual sekaligus memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja. Namun, tingkat partisipasi mahasiswa dipengaruhi oleh berbagai faktor yang perlu dikaji sesuai konteks perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dukungan orang tua, efikasi diri, fasilitas, keingintahuan, lingkungan dan teman sebaya, minat, serta motivasi terhadap partisipasi mahasiswa dalam Program Magang Berdampak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 77 mahasiswa Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, efikasi diri, minat, keingintahuan, dan dukungan orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi mahasiswa, sedangkan fasilitas serta lingkungan dan teman sebaya tidak berpengaruh signifikan. Motivasi menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan Program Magang Berdampak perlu didukung oleh penguatan faktor psikologis mahasiswa dan dukungan sosial, sehingga perguruan tinggi dapat merancang strategi peningkatan partisipasi yang lebih efektif dalam implementasi MBKM.
PENGARUH KONSELING INDIVIDU TERHADAP BULLYING PADA SISWA KELAS XI Takdir Ali Mukti; Suharyani Suharyani; Ni Made Sulastri
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i4.9792

Abstract

ABSTRACT Bullying behavior remains a common problem in educational environments and can have negative impacts on students’ psychological well-being, learning comfort, and social relationships. This condition highlights the importance of appropriate intervention through guidance and counseling services in schools, particularly individual counseling, which allows students to receive more personal and focused assistance. This study aims to determine the effect of individual counseling services on bullying behavior among eleventh-grade students at SMKN 1 Batukliang Utara in the 2019/2020 academic year. The research employed a quantitative approach with a simple experimental design using a one-group pre-test and post-test model. The population of this study consisted of 118 students, while the sample included 8 students selected based on specific characteristics related to bullying behavior. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, while interviews and documentation were used as supporting data. Data analysis was conducted using the t-test statistical method to examine differences in bullying behavior before and after the implementation of individual counseling services. The results showed that the t-value (5.559) was higher than the t-table value (2.365) at a significance level of 5%. These findings indicate a decrease in bullying behavior after students participated in individual counseling services, leading to the rejection of the null hypothesis and the acceptance of the alternative hypothesis. Therefore, it can be concluded that individual counseling services have a significant effect in reducing bullying behavior among eleventh-grade students at SMKN 1 Batukliang Utara. ABSTRAK Perilaku bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang sering muncul dalam lingkungan pendidikan dan dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis, kenyamanan belajar, serta hubungan sosial antar peserta didik. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya penanganan yang tepat melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya konseling individu yang memungkinkan siswa mendapatkan pendampingan secara lebih personal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling individu terhadap perilaku bullying pada siswa kelas XI di SMKN 1 Batukliang Utara Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen sederhana berupa one group pre-test dan post-test. Populasi penelitian berjumlah 118 siswa, sedangkan sampel penelitian sebanyak 8 siswa yang dipilih berdasarkan karakteristik perilaku bullying tertentu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, sedangkan wawancara dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik t-test untuk mengetahui perbedaan tingkat perilaku bullying sebelum dan sesudah pemberian layanan konseling individu. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t-hitung sebesar 5,559 lebih besar daripada t-tabel sebesar 2,365 pada taraf signifikansi 5%. Temuan ini menunjukkan adanya penurunan perilaku bullying setelah siswa mengikuti layanan konseling individu, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa layanan konseling individu berpengaruh signifikan dalam membantu mengurangi perilaku bullying pada siswa kelas XI di SMKN 1 Batukliang Utara.
STUDENTS’ ENGLISH LANGUAGE CHALLENGES AND IMPROVEMENT STRATEGIES AT POLITEKNIK ELBAJO COMMODUS, LABUAN BAJO: A DESCRIPTIVE SURVEY STUDY Natalia Dellarosa Halim; Dominikus Seno; Maria Beatrix Rahinart Wellalangi; Layliyatul Faiqiyah
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.11909

Abstract

English proficiency is an essential competency for vocational higher education students, particularly in tourism destinations; however, studies simultaneously examining students' English language challenges and improvement strategies within vocational contexts remain limited. This study aims to identify the major challenges encountered by students in using English and analyze the strategies they expect to improve their English proficiency. A descriptive survey employing a mixed-methods approach was conducted with 86 students from eight study programs at Politeknik eLBajo Commodus. Data were collected through open-ended questionnaires and analyzed using thematic analysis supported by descriptive statistics. The findings reveal that the primary challenges include lack of confidence and fear of making mistakes (68%), limited vocabulary (63%), weak grammar skills (41%), lack of a supportive English-speaking environment (37%), and pronunciation and listening difficulties (26%). Students recommended increasing speaking practice, implementing consistent English use on campus, establishing conversation clubs, and strengthening lecturers' encouragement during classroom interaction. This study offers a comprehensive mapping of psychological, linguistic, and environmental barriers alongside students' proposed improvement strategies, providing evidence for developing communicative learning practices and institutional policies to enhance English proficiency in vocational higher education. ABSTRAK Kemampuan berbahasa Inggris merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa pendidikan tinggi vokasi, khususnya di kawasan pariwisata, namun penelitian yang mengkaji secara bersamaan tantangan penggunaan bahasa Inggris dan strategi peningkatannya berdasarkan persepsi mahasiswa pada konteks vokasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan utama penggunaan bahasa Inggris serta menganalisis strategi yang diharapkan mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Penelitian menggunakan desain survei deskriptif dengan pendekatan mixed methods. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka yang diberikan kepada 86 mahasiswa dari delapan program studi di Politeknik eLBajo Commodus dan dianalisis menggunakan analisis tematik yang didukung statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi kurangnya rasa percaya diri dan takut melakukan kesalahan (68%), keterbatasan kosakata (63%), kelemahan tata bahasa (41%), kurangnya lingkungan berbahasa Inggris (37%), serta kesulitan pelafalan dan menyimak (26%). Mahasiswa mengusulkan peningkatan praktik berbicara, penerapan penggunaan bahasa Inggris secara konsisten di kampus, pembentukan klub percakapan, dan penguatan peran dosen. Penelitian ini menawarkan pemetaan terpadu mengenai hambatan psikologis, linguistik, dan lingkungan beserta strategi perbaikannya sebagai dasar pengembangan pembelajaran komunikatif dan kebijakan institusi untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris mahasiswa vokasi.
EFEKTIVITAS MODEL COLLABORATIVE LEARNING TIPE BUZZ GROUP BERBANTUAN GOOGLE CLASSROOM DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK MESIN KELAS X DI SMK NEGERI 1 PARIAMAN Muhammad Rizky Elfades; Arwizet K; Nelvi Erizon; Fathir Aspar
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.13892

Abstract

ABSTRACT The increasing demands of industry require vocational high school graduates to possess not only technical competencies but also collaborative skills. However, students' learning outcomes in the Basic Mechanical Engineering course at SMK Negeri 1 Pariaman remained unsatisfactory, as most students failed to achieve the Minimum Learning Mastery Criteria. This study aimed to analyze the effectiveness of the Collaborative Learning model using the Buzz Group technique assisted by Google Classroom in improving students' learning outcomes. A quantitative approach with a quasi-experimental method and a Nonequivalent Control Group Design was employed. The study involved 67 tenth-grade Mechanical Engineering students, consisting of 33 students in the experimental class and 34 students in the control class. Data were collected through achievement tests and analyzed using the Independent Samples t-test, N-Gain, and effect size. The findings revealed that the experimental class achieved a significantly higher posttest mean score (86.93) than the control class (73.99) (p < 0.05). The experimental class also obtained a high N-Gain score (0.7149), while the control class achieved a moderate score (0.4047). Furthermore, Cohen's d of 1.7256 indicated a large practical effect. Therefore, the proposed learning model effectively improved students' learning outcomes in Basic Mechanical Engineering. ABSTRAK Tuntutan dunia industri mengharuskan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan memiliki kompetensi teknis sekaligus kemampuan kolaboratif, namun hasil belajar mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Mesin di SMK Negeri 1 Pariaman masih belum optimal karena sebagian besar siswa belum mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan model Collaborative Learning tipe Buzz Group berbantuan Google Classroom dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 67 siswa yang terdiri atas 33 siswa kelas eksperimen dan 34 siswa kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test, N-Gain, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 86,93 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 73,99 dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,7149 termasuk kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,4047 berkategori sedang. Nilai Cohen's d sebesar 1,7256 menunjukkan pengaruh yang besar. Dengan demikian, model pembelajaran tersebut efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Teknik Mesin.
EFEKTIVITAS MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN VIDEO PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK NEGERI 1 PADANG Yumu Rora Yahya; Arwizet K; Waskito Waskito; Eko Indrawan
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.13893

Abstract

ABSTRACT Vocational education plays a crucial role in preparing graduates with competencies aligned with industrial demands. However, students' learning outcomes on lathe cutting parameter materials remain suboptimal due to teacher-centered instruction and the limited use of technology-based learning media. This study aimed to analyze the effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) assisted by instructional videos on students' learning outcomes and to compare its effectiveness with conventional instruction. A quantitative approach employing a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design was used. The participants consisted of 50 eleventh-grade machining engineering students at SMK Negeri 1 Padang, divided into an experimental class and a control class. Data were collected using a multiple-choice achievement test and analyzed through the Shapiro–Wilk normality test, Levene's homogeneity test, Independent Samples t-test, and N-Gain analysis. The results revealed a significant difference in learning outcomes between the two groups (p = 0.000), with the experimental class achieving a higher posttest mean score than the control class. Furthermore, the experimental class attained a high N-Gain score (0.701), while the control class achieved a moderate N-Gain score (0.419). These findings indicate that PjBL assisted by instructional videos is an effective instructional approach for improving students' learning outcomes on lathe cutting parameter materials. ABSTRAK Peningkatan kompetensi siswa pada pendidikan vokasi memerlukan pembelajaran yang mampu menghubungkan pemahaman konseptual dengan penerapan praktik. Namun, hasil belajar siswa pada materi parameter pemotongan mesin bubut masih belum optimal karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan Project Based Learning (PjBL) berbantuan video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa serta membandingkannya dengan pembelajaran konvensional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 50 siswa kelas XI Teknik Pemesinan di SMK Negeri 1 Padang yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, kemudian dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk, uji Levene, Independent Sample t-test, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelas (Sig. = 0,000), dengan rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Nilai N-Gain kelas eksperimen berada pada kategori tinggi (0,701), sedangkan kelas kontrol berada pada kategori sedang (0,419). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan PjBL berbantuan video pembelajaran efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi parameter pemotongan mesin bubut.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERAMPILAN 5C PADA MATA PELAJARAN CNC KELAS XI TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 1 SUMATERA BARAT Bima Syahrilla Putra; Arwizet K; Rifelino Rifelino; Fitrah Qalbina
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.13930

Abstract

ABSTRACT Vocational education is expected to produce graduates who possess not only technical competencies but also 21st-century skills. However, Computer Numerical Control (CNC) learning at SMK Negeri 1 Sumatera Barat has been predominantly implemented through Direct Instruction, resulting in suboptimal learning outcomes and 5C skills among students. This study aimed to analyze the effectiveness of implementing Project-Based Learning (PjBL) in improving learning outcomes and 5C skills of Grade XI Machining Engineering students. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Pretest–Posttest Control Group Design. The participants consisted of 52 students, including 27 students in the experimental class and 25 students in the control class. Data were collected using learning achievement tests and 5C observation sheets, then analyzed using the Independent Sample t-test and N-Gain analysis. The findings revealed that the experimental class achieved significantly higher learning outcomes than the control class (t = 7.442; p = 0.000), with a high N-Gain score (0.7128). Furthermore, the experimental class demonstrated significantly better 5C skills (t = 115.231; p = 0.000). Therefore, Project-Based Learning is effective in enhancing both learning outcomes and 5C skills in CNC learning at vocational high schools. ABSTRAK Pendidikan vokasi dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai kompetensi teknis, tetapi juga memiliki keterampilan abad ke-21. Namun, pembelajaran Computer Numerical Control (CNC) di SMK Negeri 1 Sumatera Barat masih didominasi Direct Instruction, sehingga hasil belajar dan keterampilan 5C peserta didik belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan hasil belajar dan keterampilan 5C peserta didik kelas XI Teknik Pemesinan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Pretest–Posttest Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 52 peserta didik yang terdiri atas 27 peserta didik kelas eksperimen dan 25 peserta didik kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan lembar observasi keterampilan 5C, kemudian dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (t = 7,442; Sig. = 0,000), dengan nilai N-Gain kategori tinggi (0,7128). Keterampilan 5C kelas eksperimen juga lebih baik dibandingkan kelas kontrol (t = 115,231; Sig. = 0,000). Dengan demikian, penerapan Project Based Learning efektif meningkatkan hasil belajar dan keterampilan 5C pada pembelajaran CNC di SMK.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MINAT MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI PADA SISWA KELAS XI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK MESIN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Rahmat Lusia Putra; Eko Indrawan; Budi Syahri; Fathir Aspar
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.14118

Abstract

ABSTRACT The low participation of vocational high school graduates in pursuing higher education remains a major challenge in Indonesian vocational education, despite the important role of higher education in improving graduates' competencies and competitiveness. Learning motivation is considered one of the internal factors associated with students' intention to continue their studies. This study aimed to examine the relationship between learning motivation and the intention to pursue higher education among eleventh-grade Mechanical Engineering students at SMKN 1 Sumatera Barat. A quantitative correlational design was employed. The sample consisted of 79 students selected using simple random sampling and proportional random sampling techniques. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive statistics, normality and linearity tests, and Pearson Product Moment correlation with IBM SPSS Statistics 23. The findings revealed a positive and significant relationship between learning motivation and students' intention to pursue higher education (r = 0.612, p = 0.000). These findings indicate that strengthening students' learning motivation may enhance their educational aspirations. Therefore, schools should implement academic guidance, career counseling, and higher education information programs to foster students' motivation and encourage them to continue their studies. ABSTRAK Rendahnya partisipasi lulusan SMK dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi masih menjadi tantangan pendidikan vokasi di Indonesia, meskipun pendidikan tinggi berperan penting dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan. Salah satu faktor internal yang diduga berkaitan dengan minat melanjutkan studi adalah motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada siswa kelas XI Program Keahlian Teknik Mesin di SMKN 1 Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 79 siswa yang dipilih melalui simple random sampling dan proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, serta korelasi Pearson Product Moment menggunakan IBM SPSS Statistics 23. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan minat melanjutkan studi (r = 0,612; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi belajar berpotensi memperkuat orientasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Oleh karena itu, sekolah perlu mengembangkan program yang mampu meningkatkan motivasi belajar melalui bimbingan akademik, layanan karier, dan penyediaan informasi pendidikan tinggi.