cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Vocational : Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan
ISSN : 27750019     EISSN : 27746283     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 215 Documents
ANALISIS PENGARUH ABU BATU SEBAGAI PENGGANTI PASIR DENGAN CAMPURAN SERBUK KAYU TERHADAP UJI KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PADA PAVING BLOCK Muslim, Imam; Nurjanah, Nurjanah; Lukma, Hazairin Nikmatul
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.10831

Abstract

Paving blocks are basically made of a mixture of cement, aggregate and water with or without additives. There are many types of inventions about modification of paving blocks, one of which is paving blocks made from a mixture of used sengon wood powder where all wood powder can be mixed together with fine aggregates (stone ash instead of sand). The purpose of this study was to compare the compressive strength and absorbency of the paving block normally 0% (with cement, water, and rock ash as a substitute for sand). Paving blocks of sengon wood powder mixture with variations of 3%, 6%, and 9% at the age of 7, 14, and 28 days and describe the effect of adding credits in the paving block mixture with variations of 0%, 3%, 6%, and 9% at the age of 7, 14 and 28 days, the reference of this test refers to (SNI 03-0691-1996). The results that can be stated in this study are paving blocks with the addition of the maximum compressive strength value credit obtained is 16.81 MPa after  the paving block  treatment period for 28 days with a variation in the addition of wood powder of 3% of the cement weight. This value has met the SNI-03–0691–1996 standard, which is at least 7.10 MPa. Based on SNI 03-0691-1996, 3% wood powder mixture paving blocks with a compressive strength value of 16.81 kg/cm2 have entered the classification of paving blocks of C quality used for pedestrians or parks and other uses, and the results of the paving block absorption test are 4.16%, 5.60%, 6.74%, and 7.20% respectively. Based on the results of the test, it was also revealed that the compressive strength produced is inversely proportional to the absorbency, the higher the compressive strength of the paving block, the lower the absorbency, and vice versa. ABSTRAK Paving block pada dasarnya terbuat dari campuran semen, agregat dan air dengan atau tanpa bahan tambahan. Banyak jenis penemuan tentang modifikasi terhadap paving block salah satunya adalah paving block yang terbuat dari campuran serbuk kayu sengon bekas pengergajian yang mana semua serbuk kayu dapat di campur menjadi satu dengan agregat halus (abu batu sebagai pengganti pasir). Tujuan penelitian ini adalah perbandingan kuat tekan dan daya serap paving block normal 0% (dengan camuran semen, air, dan abu batu sebagai pengganti pasir). Paving block campuran serbuk kayu sengon dengan variasi 3%, 6%, dan 9% pada umur 7, 14, dan 28 hari serta mendeskripsikan pengaruh penambahan SKS dalam campuran paving block dengan variasi 0%, 3%, 6%, dan 9% pada masing-masing umur pengujian 7, 14 dan 28 hari, rujukan pengujian ini mengacu pada (SNI 03-0691-1996). Hasil yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah paving block dengan penambahan SKS nilai kuat tekan terbesar yang diperoleh adalah sebesar 16,81 MPa setelah masa perawatan paving block selama 28 hari dengaan variasi penambahan serbuk kayu sebesar 3% dari berat semen. Nilai ini sudah memenuhi standar SNI–03–0691–1996 yaitu minimal 7,10 MPa. Berdasarkan SNI 03-0691-1996 paving block campuran serbuk kayu 3% dengan nilai kuat tekan sebesar 16,81 kg/cm2 sudah memasuki dalam klasifikasi paving block mutu C yang digunakan untuk pejalan kaki atau  taman dan penggunaan lainnya, dan hasil pengujian daya serap paving block berturut-turut sebesar 4,16%, 5.60%, 6,74%, dan 7,20%. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, terungkap pula kuat tekan yang dihasilkan berbanding terbalik dengan daya serap, semakin tinggi kuat tekan paving block semakin rendah daya serapnya, begitu pula sebaliknya.    
MONITORING INFRASTRUKTUR JENKINS BERBASIS PROMETHEUS DAN GRAFANA Satria, Handi; Suryaningrat, Suryaningrat
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.10832

Abstract

As system complexity in DevOps environments increases, the need for effective and real-time monitoring becomes increasingly important, especially in Continuous Integration and Continuous Delivery (CI/CD) systems. Jenkins, as a CI/CD platform, is widely used to automate build, testing, and deployment processes, but still has limitations in terms of integrated and centralized monitoring. This study aims to analyze and implement a Jenkins infrastructure monitoring system by integrating Prometheus and Grafana to improve system observability. The method used in this study is the Software Development Life Cycle (SDLC) approach with the V-Model model. Prometheus is used as a time-series database to collect and store system metrics, while Grafana is used to visualize data in the form of an interactive dashboard. The results of the study show that the monitoring system built is able to improve real-time visibility of system conditions, simplify the performance analysis process, and accelerate problem detection and handling. Thus, this system contributes to improving system reliability and operational efficiency in the PT Herza Digital Indonesia environment. ABSTRAK Seiring dengan meningkatnya kompleksitas sistem dalam lingkungan DevOps, kebutuhan akan monitoring yang efektif dan real-time menjadi semakin penting, khususnya pada sistem Continuous Integration dan Continuous Delivery (CI/CD). Jenkins sebagai salah satu platform CI/CD banyak digunakan untuk mengotomatisasi proses build, testing, dan deployment, namun masih memiliki keterbatasan dalam hal monitoring yang terintegrasi dan terpusat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengimplementasikan sistem monitoring infrastruktur Jenkins dengan mengintegrasikan Prometheus dan Grafana guna meningkatkan observabilitas sistem. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model V-Model. Prometheus digunakan sebagai time-series database untuk mengumpulkan dan menyimpan metrik sistem, sedangkan Grafana digunakan untuk memvisualisasikan data dalam bentuk dashboard interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring yang dibangun mampu meningkatkan visibilitas kondisi sistem secara real-time, mempermudah proses analisis performa, serta mempercepat deteksi dan penanganan masalah. Dengan demikian, sistem ini berkontribusi dalam meningkatkan keandalan sistem serta efisiensi operasional di lingkungan PT Herza Digital Indonesia.  
PROGRAM PENGUATAN KARAKTER BERBASIS TOYOTA WAY DAN 5R PADA PENDIDIKAN VOKASI DI AKADEMI KOMUNITAS TOYOTA INDONESIA (AKTI) Kamil, Imanuddin
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i2.10913

Abstract

ABSTRACT The industrial world requires a workforce that not only possesses technical competence, but also a strong work character. The need for competent human resources in terms of expertise and at the same time possessing integrity, discipline, and social responsibility is crucial in this increasingly competitive era of globalization. Vocational institutions as educational institutions that produce human resources ready to work in the industrial world have a strategic role in preparing graduates who are ready to adapt to industrial culture and have strong character. This study aims to describe and develop a character strengthening model based on the Toyota Way values ​​(continuous improvement (kaizen) and respect for people) and the 5R culture (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) at the Toyota Indonesia Community Academy (AKTI). The research design used an action research method with a mixed method approach. The research subjects included AKTI students and lecturers. Data collection techniques were carried out through interviews, questionnaires, observation, and documentation. Data analysis used qualitative descriptive analysis and quantitative descriptive statistics. The results of the study indicate that the integration of Toyota Way values ​​and the 5R culture in learning and campus activities has an impact on the character formation of students who are more disciplined, responsible, and have a work ethic and adaptive attitude that is in accordance with the needs of the industrial world. This character-building program has the potential to become a practical model for character development in industrial-culture-based vocational education. ABSTRAK Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki kompetensi teknik, tetapi juga karakter kerja yang kuat. Kebutuhan akan SDM yang kompeten secara keahlian dan sekaligus memiliki integritas, kedisiplinan dan tanggung jawab sosial sangatlah penting di era globalisasi yang semakin kompetitif ini. Institusi vokasi sebagai lembaga pendidikan yang mencetak SDM siap kerja di dunia industri mempunyai peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang siap beradaptasi dengan budaya industri dan berkarakter kuat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan mengembangkan model penguatan karakter berbasis nilai Toyota Way (continuous improvement (kaizen) and respect for people) dan budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) di Akademi Komuntitas Toyota Indonesia (AKTI). Desain penelitian menggunakan metode action research dengan pendekatan mixed method. Subjek penelitian meliputi mahasiswa dan dosen AKTI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, angket, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Toyota Way dan budaya 5R dalam pembelajaran dan aktivitas kampus berdampak pada pembentukan karakter mahasiswa yang lebih disiplin, bertanggung jawab serta memiliki etos kerja dan sikap adaptif yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Program penguatan karakter ini berpotensi menjadi model pembinaan karakter yang aplikatif dalam pendidikan vokasi berbasis budaya indutri.
HUBUNGAN ANTARA KETERAMPILAN KOMUNIKASI DENGAN SELF CONFIDENCE SISWA SMK Rahman, Rizal; Mustakim, Mustakim; Anam, M. Chairul
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i4.10958

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the importance of communication skills in developing students’ self-confidence within the school environment. Poor interpersonal communication skills may affect students’ courage to express opinions, engage in social interactions, and demonstrate their potential optimally. The purpose of this study was to determine the relationship between communication skills and self-confidence among eleventh-grade students at SMKN 1 Batulayar in the 2019/2020 academic year. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The population consisted of 80 students, and all members of the population were used as research subjects. Data were collected using questionnaires as the primary method, while observation, interviews, and documentation were used as supporting methods. Data analysis was conducted using the Product Moment correlation technique. The findings revealed a significant positive relationship between communication skills and students’ self-confidence. These findings indicate that better communication skills are associated with higher levels of self-confidence in social interaction and adaptation within the school environment. This study implies that improving communication skills can be an important strategy in enhancing students’ self-confidence through guidance and counseling services at school. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan komunikasi dalam membangun kepercayaan diri siswa pada lingkungan sekolah. Kurangnya kemampuan komunikasi interpersonal dapat memengaruhi keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat, berinteraksi sosial, dan menampilkan potensi diri secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan komunikasi dengan kepercayaan diri (self confidence) siswa kelas XI di SMKN 1 Batulayar Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 80 siswa dan seluruh populasi dijadikan subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebagai metode utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai metode pelengkap. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara keterampilan komunikasi dan self confidence siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik keterampilan komunikasi siswa, maka semakin tinggi pula tingkat kepercayaan dirinya dalam berinteraksi dan menyesuaikan diri di lingkungan sekolah. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pengembangan keterampilan komunikasi dapat menjadi salah satu upaya penting dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
PENERAPAN MEDIA JOBSHEET PRAKTIKUM UKUR TANAH MENGGUNAKAN WATERPASS (AUTOLEVEL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PSIKOMOTORIK SISWA KELAS X DPIB SMK Ghufron Mu’ti; Heri Suryaman
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.11014

Abstract

This study is based on the low practical skills in land surveying caused by lecture-centered instruction without structured guidance. The research aims to determine student responses and examine the effectiveness of a jobsheet in improving psychomotor learning outcomes in waterpass (auto level) practicum. The theoretical review includes learning media, jobsheet, waterpass, and the psychomotor learning domain. Previous studies indicate that jobsheets support skill-based learning in vocational schools.The method used is a quasi-experimental Posttest-Only Control Group design. The subjects were 60 tenth-grade DPIB students (30 experimental and 30 control). Data were collected using student response questionnaires and psychomotor observation sheets, and analyzed using normality, homogeneity, and independent t-test. Results show very positive student responses (89%). The average psychomotor score of the experimental class was 81.9 compared to 70.7 for the control class. The t-test revealed a significant difference (Sig. 0.000 < 0.05), indicating that the jobsheet effectively improves practical performance. It is concluded that the jobsheet enhances psychomotor achievement in waterpass practicum. Continued implementation and broader investigation of other learning domains are recommended. ABSTRAK Penelitian ini di latarbelakangi oleh rendahnya keterampilan praktik ukur tanah karena pembelajaran masih berpusat pada ceramah tanpa panduan tertulis. Penelitian bertujuan mengetahui respons siswa dan efektivitas jobsheet dalam meningkatkan hasil psikomotorik pada praktikum ukur tanah dengan waterpass (Autolevel). Landasan teori pada penelitian ini mencakup media pembelajaran, jobsheet, waterpass, dan ranah psikomotorik. Penelitian terdahulu menunjukkan jobsheet mendukung pembelajaran praktik di SMK. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen desain Posttest-Only Control Group. Subjek penelitian 60 siswa kelas X DPIB (30 eksperimen dan 30 kontrol). Data diperoleh melalui angket respons dan lembar observasi psikomotorik, dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, dan independent t-test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan respons siswa sangat baik (89%). Nilai rata-rata psikomotorik kelas eksperimen 81,9 dan kontrol 70,7. Uji t membuktikan perbedaan signifikan (Sig. 0,000 < 0,05), sehingga jobsheet efektif meningkatkan kemampuan praktik. Dari penelitian ini di simpulkan bahwa jobsheet meningkatkan keterampilan psikomotorik pada praktikum waterpass. Disarankan penerapan berkelanjutan dan kajian lebih luas pada ranah lain.
TREN PENELITIAN PROJECT BASED LEARNING PENDIDIKAN SMK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KESIAPAN KERJA LULUSAN: KAJIAN LITERATUR Bhamana Artantyo; Moch. Pandu Wicaksono; Muhammad Salik El Dawamudz Dzikri; Muhammad Nur Rafi; Faizal Alwalliyu Rizki; Arjuna Jamihadi; Mohammad Wildan Habibi
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.10923

Abstract

This study aims to analyze research trends in Project-Based Learning (PjBL) within Vocational High School (SMK) education and its implications for graduates’ work readiness. The method employed is a literature review by analyzing 30 scientific articles published between 2020 and 2025 from various journal databases. The findings indicate a significant increase in PjBL research publications, accompanied by a shift in research focus from primarily emphasizing academic learning outcomes toward the development of students’ employability skills and work readiness. The implementation of PjBL has proven to be effective in enhancing both technical skills and soft skills, including critical thinking, creativity, communication, and collaboration, which directly contribute to improving graduates’ work readiness from a low to a very good category. Recent trends also show a growing integration of PjBL with other approaches such as STEM and teaching factory to strengthen the relevance of learning to industry needs. However, the effectiveness of PjBL still faces challenges, particularly in terms of limited facilities, teacher readiness, and curriculum alignment with industry demands. This study concludes that PjBL has strong strategic potential in supporting the work readiness of vocational high school graduates, but requires systemic support and strong synergy with the industrial sector. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian Project Based Learning (PjBL) dalam pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta implikasinya terhadap kesiapan kerja lulusan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) dengan menganalisis 30 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2020–2025 dari berbagai basis data jurnal. Hasil kajian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam publikasi penelitian PjBL yang disertai dengan pergeseran fokus kajian, dari yang semula menitikberatkan pada hasil belajar akademik menuju pengembangan keterampilan kerja dan employability siswa. Implementasi PjBL terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis serta soft skills (berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi) yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan kesiapan kerja lulusan dari kategori rendah menjadi sangat baik. Tren terkini juga menunjukkan dominasi integrasi PjBL dengan pendekatan lain seperti STEM dan teaching factory untuk memperkuat relevansi pembelajaran dengan kebutuhan dunia industri. Meskipun demikian, efektivitas PjBL masih menghadapi kendala pada aspek keterbatasan fasilitas, kesiapan guru, dan penyelarasan kurikulum dengan industri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PjBL memiliki potensi strategis dalam mendukung kesiapan kerja lulusan SMK, namun memerlukan dukungan sistemik dan sinergi yang kuat dengan dunia industri.
PENGARUH LINGKUNGAN KAMPUS DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP KESIAPAN KERJA MAHASISWA OTOMOTIF Yazid Zabian; Wahid Munawar
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.11076

Abstract

ABSTRACT The transformation of the automotive industry toward digitally based working systems in the era of Industry 4.0 and Society 5.0 requires vocational education graduates to possess work readiness that is more adaptive to technological developments. However, the persistent gap between graduate competencies and industrial demands indicates that students’ work readiness is influenced not only by technical abilities but also by the quality of the learning environment and digital literacy skills. This study aims to analyze the influence of the campus environment and digital literacy on the work readiness of students in the Automotive Engineering Education Program at Universitas Pendidikan Indonesia, both partially and simultaneously. The study employed a quantitative approach using an explanatory survey design with an ex-post facto approach. The respondents consisted of 35 fourth- and sixth-semester students selected through a saturated sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire distributed via Google Forms and analyzed through multiple linear regression using IBM SPSS 25. The findings revealed that both the campus environment and digital literacy had a positive and significant effect on students’ work readiness. Digital literacy emerged as the most dominant variable, particularly in supporting technological adaptation, digital information management, and readiness to face technology-based modern working systems. In addition, both variables simultaneously contributed strongly to the development of students’ work readiness in the automotive field. These findings emphasize that the development of vocational automotive education should be directed toward strengthening industry-oriented learning environments and integrating digital literacy into the learning process to produce graduates who are more competitive, adaptive, and relevant to the needs of the modern automotive industry. ABSTRAK Perubahan industri otomotif menuju sistem kerja berbasis digital pada era industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut lulusan pendidikan vokasi memiliki kesiapan kerja yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Namun, masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri menunjukkan bahwa kesiapan kerja mahasiswa tidak hanya dipengaruhi kemampuan teknis, tetapi juga faktor lingkungan belajar dan penguasaan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan kampus dan literasi digital terhadap kesiapan kerja mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif Universitas Pendidikan Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori dan pendekatan ex-post facto. Responden penelitian berjumlah 35 mahasiswa semester 4 dan 6 yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert berbasis Google Form dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kampus dan literasi digital sama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja mahasiswa. Literasi digital menjadi variabel yang memiliki pengaruh paling dominan, terutama dalam mendukung kemampuan adaptasi teknologi, pengelolaan informasi digital, dan kesiapan menghadapi sistem kerja modern berbasis teknologi. Selain itu, kedua variabel secara simultan memberikan kontribusi kuat terhadap pembentukan kesiapan kerja mahasiswa otomotif. Temuan penelitian menegaskan bahwa pengembangan pendidikan vokasi otomotif perlu diarahkan pada penguatan lingkungan belajar berbasis industri dan integrasi literasi digital agar lulusan lebih kompetitif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri modern.
IMPLEMENTASI ESTIMASI TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN DIASTOLIK BERBASIS DEEP LEARNING DARI SINYAL PPG MENGGUNAKAN ARSITEKTUR CNN-BiLSTM Muhamad Azis; Sri Mulyono
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.11103

Abstract

ABSTRACT Cardiovascular disease, particularly hypertension, is a leading cause of global mortality, highlighting the need for accurate and continuous blood pressure monitoring methods. However, conventional cuff based methods have limitations in comfort and continuous monitoring. Photoplethysmography (PPG) signals offer a more practical non invasive alternative because they can be used in real time through wearable devices. This study developed a systolic blood pressure (SBP) and diastolic blood pressure (DBP) estimation model from PPG signals using a CNN-BiLSTM deep learning architecture. The dataset used was the MIMIC-III PPG Dataset consisting of 50,000 signal segments, which were divided into training, validation, and testing data. The preprocessing stage included bandpass filtering for noise reduction, Z-score normalization, and clinical outlier removal. The CNN model extracted local signal features, while BiLSTM modeled bidirectional temporal dependencies. The model was optimized using the Adam optimizer and evaluated using MAE, RMSE, and R², as well as validated based on BHS and AAMI standards. The results showed MAE values of 5.12 mmHg (SBP) and 3.87 mmHg (DBP), with R² values of 0.89 and 0.91, respectively. The low error values and R² values close to 1 indicate good model performance in predicting blood pressure. The model has the potential to be implemented in wearable devices for continuous blood pressure monitoring and can be further developed to improve prediction accuracy. ABSTRAK Penyakit kardiovaskular, khususnya hipertensi, merupakan penyebab utama kematian global sehingga diperlukan metode pemantauan tekanan darah yang akurat dan berkelanjutan. Namun, metode konvensional berbasis manset memiliki keterbatasan dalam kenyamanan dan pemantauan kontinu. Sinyal photoplethysmography (PPG) menjadi alternatif non invasif yang lebih praktis karena dapat digunakan secara real time pada perangkat wearable. Penelitian ini mengembangkan model estimasi tekanan darah sistolik (SBP) dan diastolik (DBP) dari sinyal PPG menggunakan arsitektur deep learning CNN-BiLSTM. Dataset yang digunakan adalah MIMIC-III PPG Dataset dengan 50.000 segmen sinyal, yang dibagi menjadi data pelatihan, validasi, dan pengujian. Tahap preprocessing meliputi bandpass filtering untuk mengurangi noise, normalisasi Z-score, dan penghapusan outlier klinis. Model CNN mengekstraksi fitur lokal sinyal, sementara BiLSTM memodelkan dependensi temporal dua arah. Model dioptimasi menggunakan Adam optimizer dan dievaluasi menggunakan MAE, RMSE, dan R², serta divalidasi berdasarkan standar BHS dan AAMI. Hasil menunjukkan MAE 5,12 mmHg (SBP) dan 3,87 mmHg (DBP), serta R² sebesar 0,89 dan 0,91. Nilai kesalahan yang rendah dan R² yang mendekati 1 menunjukkan performa model yang baik dalam memprediksi tekanan darah. Model berpotensi diterapkan pada perangkat wearable untuk pemantauan tekanan darah secara kontinu dan dapat dikembangkan lebih lanjut guna meningkatkan akurasi model.
MEDIA PEMBELAJARAN SISTEM STARTER DI PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN OTOMOTIF Andi Supriyanto; Tri Kuat; Edhy Susatya
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.11377

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of students in the subject of Light Vehicle Electrical Maintenance, where 17 out of 20 students in grade XI obtained scores below the minimum completion criteria due to conventional learning dominated by lecture methods. The focus of this research problem is directed at the development and testing of the feasibility of learning media in the form of a starter system stand containing interactive electrical diagrams for students of the Automotive Light Vehicle Engineering Expertise Program at SMK Muhammadiyah Wanareja. The research strategy implemented adopts the Research and Development (R&D) method by implementing the ADDIE development model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and product evaluation. Data collection was carried out through initial observations, filling out expert validation questionnaires, and assessment response sheets from students as respondents. The research findings show that the validation results from the media expert component obtained a classification score of no revision, while the assessment from the material expert aspect fell into the qualification of sufficient. The main conclusion of the study confirms that the use of this starter system demonstration stand has proven effective in significantly improving technical competence, motor activity, and understanding of automotive electrical material for students in field trials with the final result being categorized as no revision. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pemeliharaan Kelistrikan Kendaraan Ringan, di mana 17 dari 20 siswa kelas XI memperoleh nilai di bawah kriteria ketuntasan minimum akibat pembelajaran konvensional yang didominasi metode ceramah. Fokus masalah riset ini diarahkan pada pengembangan dan pengujian kelayakan media pembelajaran berbentuk stand sistem starter yang memuat diagram kelistrikan interaktif bagi siswa Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif di SMK Muhammadiyah Wanareja. Strategi penelitian yang diterapkan mengadopsi metode Research and Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, hingga evaluasi produk. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi awal, pengisian angket validasi ahli, serta lembar respon penilaian dari peserta didik selaku responden. Temuan riset menunjukkan bahwa hasil validasi dari komponen ahli media mendapatkan skor klasifikasi tidak revisi, sementara penilaian dari aspek ahli materi masuk ke dalam kualifikasi cukup layak. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa penggunaan stand alat peraga sistem starter ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi teknis, aktivitas motorik, serta pemahaman materi kelistrikan otomotif siswa secara signifikan pada uji coba lapangan dengan hasil akhir berkategori tidak revisi.    
PENGARUH PENGALAMAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI DAN KOMPETENSI KEAHLIAN TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA KELAS XII DPIB DI SMK NEGERI TRUCUK BOJONEGORO Siswahyu Kurnia Pradita; Gde Agus Yudha Prawira Adistana
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i3.11378

Abstract

Work readiness is an individual’s ability encompassing the knowledge, skills, and work attitudes required to perform a job effectively. These three aspects can be acquired by students through industrial work placements and the level of technical competence each student possesses. The objective of this study is to determine the extend to wich industrial work placement experience and technical competence influence work readiness. This studi employs a quantitative approach using an ex-post facto method. The population consist of 30 Grade XII DPIB students at SMK Negeri Trucuk Bojonegoro. The sampling technique used is total sampling, in wich the entire population is included as the sample. Data were collected through questionnaires and documentation. The data analysis techniques include descriptive analysis, prerequisite analysis, and hypotesis testing. The results of the descriptive analysis indicate that the level of work readiness among Grade XII DPIB students at SMK Negeri Trucuk Bojonegoro is as follows: 32,5% of students have a very good level of work readiness, 63,3% have a good level, 3,1% have a fairly good level, and the remaining 1,0% have a lower level of work readiness. The results oof the hypotesis testing show that 82,0% (R2 = 0,820) of industrial work placement experience and technical competence simultaneously have a positive and significant effect on student’s work readiness. This indicates that industrical work placement experience and technical competence jointly account for 82,0% of the variance in the work readiness of Grade XII DPIB students at SMK Negeri Trucuk Bojonegoro. ABSTRAK Kesiapan kerja adalah kemampuan seseorang yang meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan hasil yang baik. Tiga aspek tersebut dapat diperoleh siswa melalui praktik kerja industri dan tingkat kompetensi keahlian yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Tujuan dilaksanakan penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengalaman praktik kerja industri dan kompetensi keahlian terhadap kesiapan kerja siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode ex-post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII DPIB SMK Negeri Trucuk Bojonegoro yang berjumlah 30 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, sehingga jumlah seluruh populasi merupakan jumlah sampel. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif, uji prasyarat analisis, uji hipotesis. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat kesiapan kerja siswa XII DPIB SMK Negeri Trucuk Bojonegoro adalah sebesar 32,5% siswa memiliki tingkat kesiapan kerja yang sangat baik, 63,3% siswa memiliki kesiapan kerja yang baik, 3,1% siswa memiliki kesiapan kerja yang cukup baik, dan 1,0% lainnya memiliki tingkat kesiapan kerja yang kurang baik. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa sebesar 82,0% (R2 = 0,820)  pengalaman praktik kerja industri dan kompetensi keahlian secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII DPIB di SMK Negeri Trucuk Bojonegoro. Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman praktik kerja industri dan kompetensi keahlian secara bersama-sama mampu mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII DPIB di SMK Negeri Trucuk Bojonegoro sebesar 82,0%.