cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 12 Documents clear
PENERAPAN TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII SMP CERDAS MURNI Siregar, Monggun Maulidiya; Nasution, Nova Muhairani; Harahap, Safinatul Hasanah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7331

Abstract

The purpose of this study is to describe learning in the classroom by applying digital technology in the form of learning media in class VII SMP Cerdas Murni, Medan. The method used in this research is descriptive qualitative by using interview, observation, documentation, and questionnaire techniques. The objects used are students of SMP Cerdas Murni class VII. This study obtained results in the form of the application of several digital technologies by teachers which were used as learning media in the classroom as seen from the results of observations. The learning media used by the teacher in the classroom are in the form of Power Point (PTT), Sway Office, Google Form, Padlet, Quizizz, WhatsApp, and Youtube videos. The application of digital technology as a learning medium is used to assist teachers in delivering material in class. The application of digital learning media is able to provide maximum assessment results for students. This is done by the teacher when learning in the classroom or at the final score of learning. There are factors that influence the application of digital learning media used in learning . ABSTRAKTujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pembelajaran di dalam kelas dengan menerapkan teknologi digital dalam bentuk media pembelajaran pada kelas VII SMP Cerdas Murni, Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Objek yang digunakan yaitu siswa SMP Cerdas Murni kelas VII. Penelitian ini mendapatkan hasil yaitu berupa penerapan beberapa teknologi digital oleh guru yang digunakan sebagai media pembelajaran di dalam kelas yang dilihat dari hasil observasi. Media pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam kelas yaitu berupa Power Point (PTT), Sway Office, Google Form, Padlet, Quizizz, WhatsApp, dan video Youtube. Penerapan teknologi digital sebagai media pembelajaran digunakan untuk membantu guru dalam menyampaikan materi di kelas. Penerapan media pembelajaran digital tersebut mampu memberikan hasil penilaian yang maksimal pada siswa. Hal tersebut dilakukan oleh guru saat pembelajaran di dalam kelas atau pada pengambilan nilai akhir pembelajaran. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan media pembelajaran dgital yang digunakan dalam pembelajaran.
PENGARUH KEBIASAAN BAHASA GAUL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS BAHASA INDONESIA YANG BENAR Silaban, Desclaudia; Silva, Silva; Harahap, Safinatul Hasanah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7332

Abstract

Students' habit of using slang impacts their ability to write Indonesian correctly. Teenagers use slang extensively in everyday interactions and on social media. However, excessive use is feared to negatively impact students' ability to write according to standard Indonesian language rules. This study was conducted using a quantitative approach and designed as a descriptive survey. The study sample consisted of fifty randomly selected high school students. Data were collected using a slang habits questionnaire and an Indonesian writing test. The results showed that the more slang students used, the more likely they were to make writing errors, both in terms of spelling, vocabulary, and sentence structure. Furthermore, data analysis indicated that formal reading and writing practice is crucial as a balancing factor that can mitigate the impact of slang. This study concluded that slang is not inherently bad, but it needs to be controlled through contextual awareness and consistent Indonesian language learning. It is hoped that these findings can help teachers, parents, and policymakers improve Indonesian language learning in the digital age. ABSTRAKKebiasaan siswa menggunakan bahasa gaul berdampak pada kemampuan mereka menulis bahasa Indonesia dengan benar. Remaja menggunakan bahasa gaul secara luas dalam interaksi sehari-hari dan di media sosial. Namun, penggunaan yang berlebihan dikhawatirkan akan berdampak negatif pada kemampuan siswa untuk menulis sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia standar. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan dirancang sebagai  survei deskriptif. Sampel penelitian terdiri dari lima puluh siswa sekolah menengah atas yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket kebiasaan berbahasa gaul dan tes menulis bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak bahasa gaul yang digunakan siswa, semakin besar kemungkinan mereka melakukan kesalahan penulisan, baik dalam hal ejaan, kosa kata, maupun struktur kalimat. Selain itu, analisis data menunjukkan bahwa latihan membaca dan menulis formal sangat penting sebagai faktor penyeimbang yang dapat mengurangi dampak bahasa gaul. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bahasa gaul tidak sepenuhnya buruk, tetapi perlu dikendalikan melalui kesadaran kontekstual dan pembelajaran bahasa Indonesia yang konsisten. Diharapkan temuan ini dapat membantu guru, orang tua, dan pembuat kebijakan memperbaiki pembelajaran bahasa Indonesia di era digital.
PEMBELAJARAN SASTRA SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KARAKTER DAN LITERASI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) Sitepu, Ayu Wandira br; Sitinjak, Yolanda Vera Nicole; Harahap, Safinatul Hasanah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7333

Abstract

Literature education in junior high schools plays an important role in shaping students' character and improving their literacy skills. However, in practice, literature education often focuses on cognitive aspects and text structure analysis, so that the moral and humanitarian values contained in literary works are not fully explored. This study aims to examine how literature education can be an effective means of developing the character and literacy of junior high school students through a literature study approach. The method used is a literature review based on the results of research from national and international journals over the last five to ten years (2018–2024). The results of the study show that literature learning that integrates character values and literacy activities can increase students' empathy, responsibility, and creativity. A contextual, participatory, and local literature-based learning approach has proven to be more effective in fostering reading interest and strengthening students' cultural identity. Thus, literature learning is not only a means of language and aesthetic appreciation, but also a medium for character education that is relevant to the needs of 21st-century education. ABSTRAKPembelajaran sastra di Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kemampuan literasi siswa. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran sastra sering kali masih berfokus pada aspek kognitif dan analisis struktur teks, sehingga nilai-nilai moral dan kemanusiaan yang terkandung di dalam karya sastra kurang tergali. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pembelajaran sastra dapat menjadi sarana efektif dalam pengembangan karakter dan literasi siswa SMP melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka berdasarkan hasil penelitian dari jurnal-jurnal nasional dan internasional selama lima hingga sepuluh tahun terakhir (2018–2024). Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran sastra yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter serta kegiatan literasi mampu meningkatkan empati, tanggung jawab, dan kreativitas siswa. Pendekatan pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan berbasis karya sastra lokal terbukti lebih efektif dalam menumbuhkan minat baca serta memperkuat identitas budaya siswa. Dengan demikian, pembelajaran sastra bukan hanya menjadi sarana apresiasi bahasa dan estetika, tetapi juga media pendidikan karakter yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN PUISI DI SEKOLAH MENENGAH : STUDI LITERATUR Sinuraya, Yosi Aunike; Sihombing, Maretta; Harahap, Safinatul Hasanah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7334

Abstract

Poetry learning in secondary schools is often still conventional and teacher-centered, so that students are less actively involved in expressing their ideas and feelings. In fact, poetry plays an important role in shaping aesthetic sensitivity, imagination, and creative language skills. This study aims to analyze the effectiveness of the contextual approach (Contextual Teaching and Learning/CTL) in poetry learning in secondary schools through a literature review of twenty scientific articles published between 2017 and 2024. The research used a literature study method with a descriptive qualitative approach, which involved the process of collecting, classifying, analyzing the content, and synthesizing the results of previous studies. The results of the study show that the application of CTL has been proven to significantly improve students' writing and poetry appreciation skills. This approach facilitates students to relate poetry themes to their life experiences, social environment, and local culture, making learning more meaningful and reflective. In addition, CTL also fosters learning motivation, creativity, and humanistic values through an active and collaborative learning process. The findings of this study confirm that CTL is not only a learning strategy but also a pedagogical paradigm relevant to modern literature learning. ABSTRAKPembelajaran puisi di sekolah menengah sering kali masih bersifat konvensional dan berpusat pada guru, sehingga siswa kurang terlibat aktif dalam mengekspresikan ide dan perasaannya. Padahal, puisi memiliki peran penting dalam membentuk kepekaan estetika, daya imajinasi, dan kemampuan berbahasa kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) dalam pembelajaran puisi di sekolah menengah melalui kajian literatur terhadap dua puluh artikel ilmiah terbitan 2017–2024. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan proses pengumpulan, klasifikasi, analisis isi, serta sintesis terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan CTL terbukti mampu meningkatkan kemampuan menulis dan apresiasi puisi siswa secara signifikan. Pendekatan ini memfasilitasi siswa untuk mengaitkan tema puisi dengan pengalaman hidup, lingkungan sosial, dan budaya lokal, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan reflektif. Selain itu, CTL juga menumbuhkan motivasi belajar, kreativitas, serta nilai-nilai humanistik melalui proses belajar yang aktif dan kolaboratif. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa CTL bukan hanya strategi pembelajaran, tetapi juga paradigma pedagogik yang relevan dalam pembelajaran sastra modern
DESAIN PERANGKAT PEMBELAJARAN SASTRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN APRESIASI SASTRA SISWA Saragih, Honey Syahida Br; Rembulan, Rembulan; Harahap, Safinatul Hasanah
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7335

Abstract

The ability to appreciate literature is one of the essential aspects of language and literature education in Indonesian schools. However, in practice, literature learning in classrooms often remains theoretical and fails to engage students in direct aesthetic experiences. This study aims to examine various research findings on the design of literary learning materials that can enhance students’ literary appreciation skills. The research method employed is a literature review by analyzing 20 national and international scholarly articles published over the past ten years. Data were obtained through a systematic review of journals discussing the development of literary learning materials based on project-based, contextual, and digital approaches. The findings indicate that learning materials designed with an integrative approach combining literary theory, creative practice, and digital learning media can foster students’ interest, aesthetic sensitivity, and understanding of humanistic values. Therefore, the development of literary learning materials should consider the integration of cognitive, affective, and psychomotor aspects to cultivate a holistic appreciation of literature. ABSTRAKKemampuan apresiasi sastra menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di sekolah. Namun, kenyataannya, proses pembelajaran sastra di kelas masih sering bersifat teoretis dan kurang melibatkan pengalaman estetis siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah berbagai hasil studi mengenai desain perangkat pembelajaran sastra yang dapat meningkatkan kemampuan apresiasi sastra siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah 20 artikel ilmiah nasional dan internasional dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Data diperoleh melalui telaah sistematis terhadap jurnal yang membahas pengembangan perangkat pembelajaran sastra berbasis proyek, kontekstual, dan digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dirancang dengan pendekatan integratif yang menggabungkan teori sastra, praktik kreatif, serta media pembelajaran digital mampu menumbuhkan minat, kepekaan estetik, dan pemahaman nilai-nilai humanistik dalam diri siswa. Dengan demikian, pengembangan desain perangkat pembelajaran sastra harus memperhatikan keterpaduan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk menumbuhkan apresiasi sastra secara utuh.
AN ANALYSIS OF STUDENTS' DISCIPLINARY IN ENGLISH TEACHING LEARNING PROCESS AT SEVENTH GRADE OF SMP NEGERI 3 SOGAE'ADU Lawolo, Arni Yanti; Waruwu, Yaredi; Zebua, Elwin Piarawan; Harefa, Trisman
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7336

Abstract

This study aims to analyze the level of student discipline in the English learning process and the strategies used by teachers in managing student discipline in the seventh grade at SMP Negeri 3 Sogae'adu. Student discipline issues such as lack of attention to lessons, tardiness, and lack of responsibility in completing assignments are the main focus of this study. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, semi-structured interviews, and documentation. The research subjects consisted of 18 students and one English teacher. The results showed that most students had a good level of discipline, as seen from their punctuality, compliance with class rules, and responsibility and active participation in learning activities. Teachers implement three types of strategies to foster and maintain discipline, namely preventive strategies (establishing rules and positive habits), supportive strategies (giving gentle reprimands, rewards, and empathy to students), and corrective strategies (dealing with violations with a reflective and educational approach). Consistent application of these strategies, accompanied by positive relationships between teachers and students, has been shown to create a comfortable and safe learning environment that supports effective English language learning. This study concludes that student discipline is greatly influenced by teachers' humanistic and communicative strategies in classroom management, which have a direct impact on student engagement and learning achievement. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat disiplin siswa dalam proses pembelajaran bahasa Inggris dan strategi yang digunakan oleh guru dalam mengelola disiplin siswa di kelas tujuh SMP Negeri 3 Sogae'adu. Masalah disiplin siswa seperti kurangnya perhatian terhadap pelajaran, keterlambatan, dan kurangnya tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas menjadi fokus utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 18 siswa dan satu guru Bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat disiplin yang baik, terlihat dari ketepatan waktu, kepatuhan terhadap aturan kelas, serta tanggung jawab dan partisipasi aktif dalam kegiatan belajar. Guru menerapkan tiga jenis strategi untuk menumbuhkan dan mempertahankan disiplin, yaitu strategi pencegahan (menetapkan aturan dan kebiasaan positif), strategi pendukung (memberikan teguran lembut, hadiah, dan empati kepada siswa), dan strategi korektif (menangani pelanggaran dengan pendekatan reflektif dan edukatif). Penerapan konsisten strategi-strategi ini, disertai dengan hubungan positif antara guru dan siswa, telah terbukti menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan aman yang mendukung pembelajaran bahasa Inggris yang efektif. Studi ini menyimpulkan bahwa disiplin siswa sangat dipengaruhi oleh strategi humanis dan komunikatif guru dalam manajemen kelas, yang memiliki dampak langsung pada keterlibatan siswa dan pencapaian belajar.
PEMBELAJARAN IPS BERBASIS PROYEK PEMBUATAN MAKANAN TRADISIONAL UNTUK MENUMBUHKAN KEWIRAUSAHAAN DAN MEMPERKUAT DIMENSI PROFIL LULUSAN Yuliyanti, Ekani; Geasill, Lendra Yuspi J
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7357

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of Social Studies (Ilmu Pengetahuan Sosial – IPS) learning through a project-based approach involving the creation of traditional foods made from tubers to foster students’ entrepreneurial spirit and strengthen the Pancasila Student Profile dimensions in junior high school. The research employed a mixed-method design using a one-group pretest–posttest model with 78 eighth-grade students from SMP Negeri 1 Pejawaran. Data were collected through entrepreneurship questionnaires, student profile rubrics, learning activity observations, and reflective journals. The results of the paired sample t-test revealed a significant improvement (p < 0.05) across all indicators, particularly in communication (+0.54), creativity (+0.48), and independence (+0.40). Qualitative findings indicated that students’ participation in the planning, production, and marketing of local products encouraged the growth of collaboration, social responsibility, and spiritual values. The project-based learning model proved effective in integrating knowledge, skills, and character within a contextual framework, reinforcing the dimensions of communication, creativity, independence, and citizenship in alignment with the faith and piety values emphasized in the Merdeka Curriculum. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis proyek pembuatan makanan tradisional berbahan dasar umbi-umbian sebagai sarana penguatan jiwa kewirausahaan dan pengembangan Profil Pelajar Pancasila pada siswa SMP. Metode yang digunakan ialah mixed methods dengan desain one-group pretest–posttest yang melibatkan 78 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Pejawaran. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kewirausahaan, rubrik penilaian profil pelajar, observasi aktivitas belajar, serta jurnal reflektif peserta didik. Hasil uji statistik paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan (p < 0,05) pada seluruh indikator profil, terutama pada aspek komunikasi (+0,54), kreativitas (+0,48), dan kemandirian (+0,40). Temuan kualitatif mengindikasikan bahwa keterlibatan siswa dalam proses perencanaan, produksi, hingga penjualan produk lokal mendorong tumbuhnya nilai kolaboratif, tanggung jawab sosial, serta sikap spiritual. Pembelajaran berbasis proyek ini terbukti efektif dalam mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan karakter secara kontekstual, sekaligus memperkuat dimensi komunikasi, kreativitas, kemandirian, dan kewargaan yang sejalan dengan nilai-nilai iman dan takwa dalam arah kebijakan Kurikulum Merdeka.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PEDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KURIKULUM MERDEKA BELAJAR Anwar, Roni Khoerul; Nurseha, Afif
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7100

Abstract

This study aims to determine how the implementation of Islamic religious education and moral character learning based on the Merdeka Belajar curriculum is carried out, including the planning, execution, evaluation, and results of the implementation for students in Class X at SMA IT Darussu'ud Cisalak. This research uses a qualitative method with a case study strategy. The instruments used in this study are non-participatory observation, structured interviews, documentation, and a modified Likert scale questionnaire that eliminates neutral responses, aimed at assessing the implementation results of Islamic religious education and moral character in Class X at SMA IT Darussu'ud Cisalak. The results of the implementation of the PAIBP learning were successfully demonstrated by the responses from class X students, which were obtained from the questionnaire, indicating that most students chose to agree or strongly agree. In conclusion, the implementation of Islamic education and character education based on the Merdeka Learning Curriculum in class X of SMA IT Darussu'ud Cisalak has been successfully carried out, in accordance with the standards for implementing the Merdeka Learning Curriculum in PAIBP learning, as per the learning and assessment guidelines for the Merdeka Learning Curriculum. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti berbasis kurikulum merdeka belajar, baik itu perencanaan pembelajaranya, pelaksanaanya pembelajaranya, evaluasinya, dan hasil implementasi pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti berbasis kurikulum merdeka belajar pada siswa kelas X SMA IT Darussu'ud Cisalak. Metode penelitian kualitatif. dengan strategi studi kasus. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dengan pendekatan non participation, menggunakan wawancara tersruktur, dokumentasi dan penggunaan angket skala likert yang telah dimodifikasi dengan penghilangan respon netral yang gunanya untuk mengetahui hasil implementasi pembelajaran pendidikan agama dan budi pekerti di kelas x SMA IT Darussu''ud Cisalak. Hasil implementasi pembelajaran PAIBP tersebut berhasil itu dibuktikan dari respon siswa kelas x yang diperoleh dari hasil angket bahwa siswa kebanyakan memilih setuju, dan sangat setuju.kesimpulanya bahwa impelementasi pembelajaran pendidikan agama islam dan budi pekerti berbasis kurikulum merdeka belajar di kelas x SMA IT Darussu''ud Cisalak, berhasil di implementasikan dengan baik, sesuai dengan standar pengimpelentasian kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran PAIBP sesuai dengan panduan pembelajaran dan assesment kurikulum merdeka belajar.
INTEGRASI EKOLITERASI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMP NEGERI 1 PEJAWARAN UNTUK MENDUKUNG SDGS Prasanty, Arum Berliana; Suroso, Eko
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7267

Abstract

This study aims to describe and analyze the integration of ecoliteracy values in Indonesian language learning at SMP Negeri 1 Pejawaran, as well as their connection with SDG 4 (Quality Education) and SDG 13 (Climate Action). The study employs a descriptive qualitative approach with subjects including Indonesian language teachers, students from grades VII–IX, and school administrators. Data were collected through observation, interviews, and document analysis, then analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the integration of ecoliteracy encompasses three domains: (1) Cognitive, in the form of understanding ecological concepts through environment-themed texts; (2) Affective, through the enhancement of empathy and ecological responsibility; and (3) Psychomotor, through tangible actions such as literacy projects and sustainability campaigns. The learning strategies include Contextual Teaching and Learning (CTL), Project Based Learning (PjBL), and the reflective collaborative approach integrated into the co-curricular project with the theme of Sustainable Lifestyles. This integration has been proven to enhance writing skills, ecological awareness, and student participation in environmental actions. Indonesian language learning based on ecoliteracy effectively fosters students' ecological literacy and supports the implementation of sustainable education in schools. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis integrasi nilai-nilai ekoliterasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Pejawaran, serta keterkaitannya dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek guru Bahasa Indonesia, siswa kelas VII–IX, dan pihak sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa integrasi ekoliterasi mencakup tiga ranah: (1) Kognitif, berupa pemahaman konsep ekologis melalui teks bertema lingkungan; (2) Afektif, melalui penguatan empati dan tanggung jawab ekologis; dan (3) Psikomotor, melalui aksi nyata seperti proyek literasi dan kampanye keberlanjutan. Strategi pembelajaran meliputi Contextual Teaching and Learning (CTL), Project Based Learning (PjBL), dan pendekatan kolaboratif reflektif yang terintegrasi dalam proyek kokurikuler bertema Gaya Hidup Berkelanjutan. Integrasi ini terbukti meningkatkan kemampuan menulis, kesadaran ekologis, dan partisipasi siswa dalam aksi lingkungan. Pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis ekoliterasi efektif menumbuhkan literasi ekologis siswa dan mendukung implementasi pendidikan berkelanjutan di sekolah.
PENGUATAN KARAKTER ANTI BULLYING MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FABEL DIGITAL PADA SISWA SMP Mashudi, Mashudi; Suroso, Eko
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.7679

Abstract

ABSTRACT Cases of non-physical bullying (verbal and relational) that are difficult to detect remain a major issue at SMP Negeri 3 Kawunganten. Students’ reluctance to report incidents makes it challenging for the school to monitor covert bullying behaviors. Pre-observation results from five classes (7A–7E) revealed a discrepancy between the low number of reports on physical bullying and the high occurrence of non-physical bullying, while the school lacks a specific instructional program focused on bullying prevention. Based on these problems, this study aims to examine the process and effectiveness of implementing Digital Fable Learning as an intervention to strengthen anti-bullying character. This research employed a qualitative case study approach using observation, interviews, and documentation. The intervention used a digital fable titled “The Patient Duck”, implemented through three stages: planning, implementation, and reflection/follow-up. The findings indicate that digital fable learning is an effective and structured method for developing anti-bullying character. The intervention strengthened five core character aspects: empathy, respect and tolerance, responsibility, self-control, and moral courage. The conflict narratives in the fable stimulated students’ affective and cognitive awareness and encouraged bystander moral responsibility to report incidents and act fairly. These outcomes help the school identify non-physical bullying cases that are often hidden. The study recommends integrating digital fable learning into the curriculum and supporting it with a more structured digital reporting system. ABSTRAK Kasus bullying nonfisik (verbal dan relasional) yang sulit terdeteksi masih menjadi persoalan utama di SMP Negeri 3 Kawunganten. Minimnya keberanian siswa untuk melaporkan insiden membuat sekolah kesulitan memantau perilaku bullying yang bersifat terselubung. Hasil pra-observasi pada lima kelas (7A–7E) menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara rendahnya laporan bullying fisik dan tingginya kasus bullying nonfisik, sementara sekolah belum memiliki program pembelajaran spesifik yang berfokus pada pencegahan bullying. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mengkaji proses dan efektivitas implementasi Pembelajaran Fabel Digital sebagai intervensi penguatan karakter anti-bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan melalui fabel digital “Bebek yang Sabar” yang diterapkan dalam tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, serta refleksi dan tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fabel digital merupakan metode yang efektif dan terstruktur dalam membangun karakter anti-bullying. Intervensi ini memperkuat lima aspek karakter utama, yakni empati, respek dan toleransi, tanggung jawab, kontrol diri, dan keberanian moral. Narasi konflik dalam fabel mampu memicu kesadaran afektif dan kognitif siswa, serta mendorong tanggung jawab moral saksi (bystander responsibility) untuk melapor dan bertindak adil. Temuan ini membantu sekolah dalam mengidentifikasi kasus bullying nonfisik yang selama ini sulit terlihat. Penelitian merekomendasikan integrasi pembelajaran fabel digital ke dalam kurikulum serta dukungan sistem pelaporan digital yang lebih terstruktur.

Page 1 of 2 | Total Record : 12