cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2026)" : 38 Documents clear
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN BEHAVIORAL AND COGNITIVE ENGAGEMENT SISWA PADA PEMBELAJARAN DESAIN PRODUKSI BUSANA Putri, Rahmadina Dwi; Lubis, Siti Isma Sari; Ernawati, Ernawati; Putri, Elviza Yeni
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10570

Abstract

ABSTRACT This research was conducted due to the varying degrees of student engagement found in Fashion Production Design learning, which emphasizes active involvement and ongoing cognitive activity. The novelty of the study focuses on exploring the connection between learning motivation and two specific dimensions of engagement, namely behavioral and cognitive engagement, within vocational education contexts that have not been widely investigated together. The study aimed to examine how learning motivation relates to and contributes to both forms of student engagement. A quantitative research method with an ex post facto correlational approach was employed in this study. The participants consisted of 66 students from the eleventh-grade Fashion Design Program at SMKN 2 Bukittinggi in the 2025/2026 academic year, selected using a total sampling method. Data were gathered through Likert-scale questionnaires that had met validity and reliability standards, then processed using descriptive and inferential statistical analysis. The results indicated that both learning motivation and student engagement were at a good and high-level category. In addition, the findings demonstrated a strong positive association between learning motivation and students’ behavioral as well as cognitive engagement. This suggests that learning motivation has an essential role in promoting student participation and enhancing the depth of learning activities. Therefore, implementing motivation-centered instructional strategies is necessary to strengthen engagement in vocational education and to contribute to the development of theoretical studies on student engagement in skill-based learning. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan berdasarkan adanya perbedaan tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran Desain Produksi Busana yang memerlukan keaktifan serta kemampuan berpikir secara berkesinambungan. Kebaruan penelitian terletak pada pengkajian hubungan motivasi belajar terhadap dua aspek keterlibatan siswa, yaitu behavioral engagement dan cognitive engagement, dalam konteks pendidikan vokasi yang masih jarang diteliti secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan serta kontribusi motivasi belajar terhadap kedua dimensi keterlibatan tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan korelasional ex post facto. Seluruh siswa kelas XI Program Keahlian Tata Busana SMKN 2 Bukittinggi tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 66 orang dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar dan keterlibatan siswa berada pada kategori baik dengan tingkat kecenderungan tinggi. Temuan penelitian juga memperlihatkan adanya hubungan positif yang kuat antara motivasi belajar dengan keterlibatan perilaku maupun keterlibatan kognitif siswa. Hal tersebut menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki peran penting dalam meningkatkan keaktifan serta kualitas proses belajar siswa. Oleh karena itu, penerapan strategi pembelajaran yang mampu memperkuat motivasi belajar perlu dikembangkan guna meningkatkan keterlibatan siswa dalam pendidikan vokasional serta memperluas kajian tentang student engagement berbasis keterampilan.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA PADA PROGRAM KEAHLIAN MANAJEMEN PERKANTORAN DAN LAYANAN BISNIS: STUDI KASUS DI SMK NEGERI 9 SEMARANG Charen, Charen; Saeroji, Ahmad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10275

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum in Vocational High Schools (SMK) represents a significant transformation in Indonesia's national education system. This study aims to describe the implementation of the Merdeka Curriculum in the Office Management and Business Services (MPLB) program at SMK Negeri 9 Semarang, identify supporting and inhibiting factors, and analyze teacher and student responses. A qualitative descriptive approach was employed with data collected through in-depth interviews, non-participant observation, and documentation. Informants comprised the Vice Principal for Curriculum, two productive subject teachers, and six Grade XII students. Findings reveal that SMK Negeri 9 Semarang has implemented the Merdeka Curriculum since 2022/2023 using a phased approach, integrating Project-Based Learning (PBL) and the Deep Learning pedagogical approach across all subjects. Two P5 co-curricular projects were implemented: batik ciprat making (Class X, 180 JP, 359 students) and a digital campaign on waste management (Class XI, 144 JP, 355 students). Supporting factors include institutional training, the Skandilan learning community, university and industry partnerships, and ICT facilities. Inhibiting factors include heavy teacher workloads, time management challenges in PBL, and technology adaptation difficulties among senior teachers. Students responded positively, recognizing that PBL is more engaging and relevant to workplace experience. These findings contribute empirical evidence on Merdeka Curriculum implementation in the Office Administration field. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan transformasi besar dalam sistem pendidikan nasional Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka pada Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) di SMK Negeri 9 Semarang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis respons guru dan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari Waka Kurikulum, dua guru produktif MPLB, dan enam siswa kelas XII. Hasil menunjukkan bahwa SMK Negeri 9 Semarang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka sejak 2022/2023 secara bertahap, mengintegrasikan Project-Based Learning (PBL) dan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di seluruh mata pelajaran. Dua proyek kokurikuler P5 dilaksanakan: pembuatan batik ciprat (kelas X, 180 JP, 359 siswa) dan kampanye digital pengelolaan sampah (kelas XI, 144 JP, 355 siswa). Faktor pendukung meliputi pelatihan institusional, komunitas belajar Skandilan, kemitraan DUDI dan perguruan tinggi, serta fasilitas teknologi. Faktor penghambat mencakup beban kerja guru, manajemen waktu PBL, dan adaptasi teknologi guru senior. Siswa merespons positif karena PBL lebih menarik dan relevan dengan pengalaman kerja.  
THE EFFECTIVENESS OF PARTNER READING STRATEGY IN READING TEACHING: PERSPECTIVES FROM STUDENTS AND TEACHERS AT MTs SWASTA AL-FALAH CIKAUM Gunawan, Dea Guchi Putri; Purnama, Dody Wahyudi; Sibarani, Jufrianto
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10294

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the partner reading strategy in improving students’ reading skills and to explore students’ and teachers’ perceptions of its implementation in classroom practice. The study is grounded in the issue of students’ low reading proficiency and limited engagement in reading activities, which are often dominated by conventional teaching approaches. A mixed-methods approach was employed, combining a quasi-experimental design using a pretest–posttest format with qualitative data collected through questionnaires, observations, and interviews. The participants consisted of 30 seventh-grade students and several teachers at MTsS Al Falah Cikaum. The findings revealed a significant improvement in students’ reading performance, as indicated by the increase in mean scores from pretest to posttest. In addition, both students and teachers responded positively to the implementation of the partner reading strategy, particularly in enhancing engagement, interaction, and learning motivation. However, several challenges were identified, including unequal participation and differences in students’ reading abilities. It can be concluded that the partner reading strategy is effective in improving students’ reading skills when implemented in a structured manner and supported by appropriate teacher facilitation. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas strategi partner reading dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa serta mengeksplorasi persepsi siswa dan guru terhadap implementasinya dalam pembelajaran. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan membaca siswa serta kurangnya keterlibatan aktif dalam kegiatan membaca di kelas yang masih didominasi oleh pendekatan konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain kuasi-eksperimen melalui pretest-posttest, serta didukung oleh data kualitatif yang diperoleh melalui angket, observasi, dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari 30 siswa kelas VII dan beberapa guru di MTsS Al Falah Cikaum. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan membaca siswa setelah penerapan strategi partner reading, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari pretest ke posttest. Selain itu, siswa dan guru memberikan respons yang cenderung positif terhadap strategi ini, khususnya dalam meningkatkan keterlibatan, interaksi, dan motivasi belajar. Meskipun demikian, beberapa kendala seperti ketidakseimbangan partisipasi dan perbedaan kemampuan siswa masih ditemukan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi partner reading efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa apabila diimplementasikan secara terstruktur dan didukung oleh fasilitasi guru yang optimal.  
EVALUASI IMPLEMENTASI BI’AH LUGHAWIYYAH DALAM PENGEMBANGAN MAHĀRAH AL-KALĀM SANTRI PEMULA DI PESANTREN MAWARIDUSSALAM Ginting, Zulkifli Ismail; Setiyadi, Alif Cahya; Najib, Ahmad Farhan Rif'an
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10296

Abstract

The language environment, or bi’ah lughawiyyah, is a crucial element in second language acquisition, particularly speaking skills. However, its management in many Islamic boarding schools is often inconsistent and lacks systematicity. This study focuses on evaluating the implementation of bi’ah lughawiyyah at the Mawaridussalam Islamic Boarding School in Deli Serdang and analyzing its contribution to the speaking skills of novice students. Using a qualitative case study approach, the research stages include participant observation, semi-structured interviews, and documentation, with data analysis techniques based on the Miles and Huberman model. The research findings reveal that the implementation of the language environment is carried out through a structured system supported by a hierarchical driving organization, involving teachers and student organizations. Featured programs include ilqā’ al-mufradāt (learning to read and understand the language), disciplinary control through the Language Court, and expressive activities such as the Arabic Club and Language Expo. The integration of organizational structure, communication habits, and strict supervision creates an active and consistent communication ecosystem. The main conclusion confirms that systematically managed bi'ah lughawiyyah provides an intensive practice space for novice students to interact using Arabic in everyday life. The success of this model lies in the synergy between disciplinary regulations and creative activities that motivate students to speak freely. Thus, this language ecosystem provides a strong foundation for accelerating students' speaking skills from an early age in an effective, comprehensive, and sustainable manner within the Islamic boarding school environment, supporting the quality of their communicative competence. ABSTRAK Lingkungan bahasa atau bi’ah lughawiyyah merupakan elemen krusial dalam pemerolehan bahasa kedua, khususnya keterampilan berbicara, namun pengelolaannya di banyak pesantren sering kali tidak konsisten dan kurang sistematis. Penelitian ini berfokus mengevaluasi implementasi bi’ah lughawiyyah di Pesantren Mawaridussalam Deli Serdang serta menganalisis kontribusinya bagi kemampuan berbicara santri pemula. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, tahapan penelitian meliputi observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dengan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi lingkungan bahasa dilaksanakan melalui sistem terstruktur yang didukung organisasi penggerak berjenjang, melibatkan guru dan organisasi santri. Program unggulan mencakup ilqā’ al-mufradāt, muhādatsah, kontrol disiplin melalui Mahkamah Bahasa, serta kegiatan ekspresif seperti Arabic Club dan Language Expo. Integrasi antara struktur organisasi, pembiasaan komunikasi, dan pengawasan ketat menciptakan ekosistem komunikasi yang aktif dan konsisten. Simpulan utama menegaskan bahwa bi’ah lughawiyyah yang dikelola secara sistematis memberikan ruang praktik intensif bagi santri pemula untuk berinteraksi menggunakan bahasa Arab dalam keseharian. Keberhasilan model ini terletak pada sinergi antara regulasi disiplin dan kegiatan kreatif yang memotivasi santri berbicara tanpa beban. Dengan demikian, ekosistem bahasa ini menjadi fondasi kuat dalam mengakselerasi kemahiran berbicara santri sejak dini secara efektif, komprehensif, dan berkelanjutan di lingkungan lembaga pendidikan pesantren tersebut guna menunjang kualitas kompetensi komunikatif mereka.  
PENGARUH KEPERCAYAAN DIRI DAN RESILIENSI MATEMATIS TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS Aryanti, Ananda Nasywa Salsabila; Wibowo, Ari; Pembangunan, Heldy Ramadhan Putra; Astuti, Wiwin
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10517

Abstract

Mathematical critical thinking skills play a crucial role in meeting the demands of 21st-century learning, although these skills remain low among some students. This study aims to analyze the influence of mathematical self-confidence and resilience on students’ mathematical critical thinking skills. The study employed a quantitative approach with an associative-causal design. The population consisted of all 127 eighth-grade students at MTs Al-Manshur Popongan Klaten, with a sample of 101 students selected using cluster random sampling. The research instruments included questionnaires on mathematical self-confidence and resilience, as well as an essay test of mathematical critical thinking skills. Data analysis was conducted using multiple linear regression with IBM SPSS Statistics 21 software, after meeting prerequisite tests such as normality, linearity, multicollinearity, and heteroscedasticity. The results indicate that mathematical self-confidence and mathematical resilience simultaneously have a significant effect on mathematical critical thinking skills. Partially, self-confidence did not have a significant effect, whereas mathematical resilience had a significant positive effect. These findings underscore the importance of mathematical resilience in enhancing mathematical critical thinking skills, thus necessitating its development through challenging and meaningful learning. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis matematis memiliki peran yang penting dalam memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21, meskipun kemampuan tersebut masih rendah pada sebagian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan diri dan resiliensi matematis terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausalitas. Populasi mencakup seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Manshur Popongan Klaten yaitu 127 siswa, dengan sampel 101 siswa yang dtentukan melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari angket kepercayaan diri dan resiliensi matematis, serta tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan software IBM SPSS Statistics 21, setelah memenuhi uji prasyarat seperti normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan resiliensi matematis secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Secara parsial, kepercayaan diri tidak berpengaruh signifikan, sedangkan resiliensi matematis memiliki pengaruh positif yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya resiliensi matematis dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis, sehingga perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang menantang dan bermakna.    
PENGARUH MEDIA VIRTUAL TOUR MUSEUM RANGGAWARSITA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SEJARAH PESERTA DIDIK DI KELAS X SMA Aisyah, Rania Dhiyaulhaq; Amin, Syaiful
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10534

Abstract

This study was motivated by the low learning motivation and learning outcomes of students in history learning, which are still dominated by lecture-based methods, making the learning process less engaging and less contextual. Therefore, an innovative learning media is needed to increase student engagement, one of which is through the use of the Ranggawarsita Museum Virtual Tour. This study aims to determine the effect of using the Ranggawarsita Museum Virtual Tour media on students' learning motivation and history learning outcomes of tenth-grade students at SMA Teuku Umar Semarang on the Prehistoric material. This research employed a quantitative method with a quasi-experimental design, specifically the Nonequivalent Control Group Design. The research subjects consisted of two classes: an experimental class a and a control class. Data collection techniques included a learning motivation questionnaire and pretest and posttest to measure cognitive learning outcomes. Data analysis was conducted through normality tests, homogeneity tests, Independent Sample t-test, and N-Gain Score analysis to determine the improvement in learning outcomes. The results showed that the use of the Ranggawarsita Museum Virtual Tour media had a significant effect on students' motivation and learning outcomes. This is indicated by the t-test significance value of 0.000 < 0.05 and an average N-Gain score of 0.8653, which falls into the high category with a percentage of 86.5%, categorized as effective. Therefore, the Ranggawarsita Museum Virtual Tour media is proven to be effective in improving students' motivation and history learning outcomes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran sejarah yang masih didominasi oleh metode ceramah sehingga proses pembelajaran menjadi kurang menarik dan kurang kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan inovasi media pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, salah satunya melalui pemanfaatan media Virtual Tour Museum Ranggawarsita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Virtual Tour Museum Ranggawarsita terhadap motivasi belajar dan hasil belajar sejarah peserta didik kelas X SMA Teuku Umar Semarang pada materi Praaksara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar serta tes pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar kognitif. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis Independent Sample t-test, serta uji N-Gain Score untuk mengetahui peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Virtual Tour Museum Ranggawarsita berpengaruh signifikan terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi uji t sebesar 0,000 < 0,05 serta nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,8653 yang termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase 86,5% yang tergolong efektif. Dengan demikian, media Virtual Tour Museum Ranggawarsita terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar sejarah peserta didik.  
ANALYSIS OF STUDENTS' PROCEDURAL ERRORS IN SOLVING GEOMETRIC TRANSFORMATION PROBLEMS BASED ON PROCEDURAL FLUENCY Nazwa, Putri; Rehana, Rehana; Rambe , Yarti Melvina; Aprilia , Yesnita; Siregar, Budi Halomoan
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10625

Abstract

This study aims to analyze students' procedural errors in solving geometric transformation problems based on Kilpatrick's (2001) indicators of procedural fluency, which include accuracy, efficiency, and flexibility. The approach used is qualitative descriptive with quantitative data support. The research subjects were 32 tenth-grade students at a private high school in Medan who had studied geometric transformation material. Data collection was conducted through a 5-question essay test analyzed using a scoring rubric for each indicator of procedural fluency. The results showed that the average student procedural fluency ability was in the low category with a score of 0.84 on a 4.00 scale. A total of 64.29% of students were in the very low category, 25% in the low category, 7.14% in the moderate category, and only 3.57% in the high category. The flexibility indicator was the weakest, with an average score of 0.39 (very low), while accuracy and efficiency were 0.95 (low) each. The dominant errors in accuracy included errors in basic concepts (78.6%), formula substitution (67.9%), and algebraic operations (64.3%). In terms of efficiency, students tended to repeat steps (71.4%) and use overly long procedures (67.9%). Regarding flexibility, 96.4% of students used only one method of solution, and 89.3% were unable to write down the transformation matrix. These findings indicate the need for instruction that places greater emphasis on procedural flexibility and reinforces conceptual understanding. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan prosedural siswa dalam menyelesaikan masalah transformasi geometri berdasarkan indikator kelancaran prosedural dari Kilpatrick (2001), yaitu akurasi, efisiensi, dan fleksibilitas. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas X di salah satu SMA swasta di Medan yang telah mempelajari materi transformasi geometri. Pengumpulan data dilakukan melalui tes esai sebanyak 5 soal yang dianalisis menggunakan rubrik penilaian untuk setiap indikator kelancaran prosedural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan kelancaran prosedural siswa berada pada kategori rendah dengan skor 0,84 dari skala 4,00. Sebanyak 64,29% siswa berada pada kategori sangat rendah, 25% pada kategori rendah, 7,14% pada kategori sedang, dan hanya 3,57% pada kategori tinggi. Indikator fleksibilitas merupakan yang terlemah dengan rata-rata skor 0,39 (sangat rendah), sedangkan akurasi dan efisiensi masing-masing sebesar 0,95 (rendah). Kesalahan dominan pada akurasi meliputi kesalahan konsep dasar (78,6%), substitusi rumus (67,9%), dan operasi aljabar (64,3%). Pada efisiensi, siswa cenderung mengulang langkah (71,4%) dan menggunakan prosedur yang terlalu panjang (67,9%). Pada fleksibilitas, 96,4% siswa hanya menggunakan satu metode penyelesaian dan 89,3% tidak dapat menuliskan matriks transformasi. Temuan ini menunjukkan perlunya pembelajaran yang lebih menekankan pada fleksibilitas prosedural dan memperkuat pemahaman konseptual.
ANALISIS IMPLEMENTASI METODE QIRO’AH DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB SISWA KELAS IX C DI MTs IRSYADUN NASYI’IN Ramadhani, Muhammad Zidan; Kafi, Fina Aunul
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10641

Abstract

This study was motivated by the low ability of students to understand Arabic texts in Arabic language learning for class IX C at MTs Irsyadun Nasyi’in. Students still experienced difficulties in reading, comprehending texts, and mastering basic Arabic grammar such as nahwu and sharaf. This study aimed to describe the implementation of the Qiro’ah method in Arabic language learning and to identify the obstacles and teacher strategies in improving students’ reading skills. This study employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of an Arabic language teacher and students of class IX C. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was examined using source triangulation and technique triangulation. The findings revealed that the implementation of the Qiro’ah method was carried out through planning, implementation, and evaluation stages. The teacher applied vocabulary and grammatical approaches by emphasizing the mastery of nahwu and sharaf as the foundation for understanding Arabic texts. The implementation of the Qiro’ah method gradually improved students’ participation and reading ability. However, several obstacles were still found, including low learning motivation, limited vocabulary mastery, weak understanding of Arabic grammar, and limited learning media and Arabic-speaking environment. To overcome these obstacles, the teacher conducted reading habituation, provided learning motivation, and applied more varied learning strategies. Therefore, the Qiro’ah method can be considered an alternative learning method to improve students’ Arabic reading skills and text comprehension. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik dalam memahami teks bahasa Arab pada pembelajaran bahasa Arab kelas IX C di MTs Irsyadun Nasyi’in. Peserta didik masih mengalami kesulitan dalam membaca, memahami isi bacaan, serta menguasai kaidah dasar bahasa Arab seperti nahwu dan sharaf. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Qiro’ah dalam pembelajaran bahasa Arab serta mengetahui hambatan dan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas guru mata pelajaran bahasa Arab dan peserta didik kelas IX C. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Qiro’ah dilakukan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Guru menerapkan pendekatan mufrodat dan gramatikal dengan menekankan penguasaan nahwu dan sharaf sebagai dasar memahami teks bahasa Arab. Penerapan metode Qiro’ah mampu meningkatkan keaktifan dan kemampuan membaca peserta didik secara bertahap. Namun, masih ditemukan beberapa hambatan, seperti rendahnya motivasi belajar, keterbatasan penguasaan kosakata, lemahnya pemahaman kaidah bahasa Arab, serta keterbatasan media dan lingkungan berbahasa Arab. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru melakukan pembiasaan membaca, memberikan motivasi belajar, dan menggunakan strategi pembelajaran yang lebih variatif. Dengan demikian, metode Qiro’ah dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang membantu meningkatkan kemampuan membaca dan pemahaman teks bahasa Arab peserta didik.
PENGARUH PENDEKATAN GAMIFIKASI DALAM PEMBELAJARAN IPAS TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA Harefa, Okteli Kristian; Waruwu, Toroziduhu; Harefa, Agnes Renostini; Gulo, Hardikupatu
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10661

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the effect of a gamification approach in teaching Integrated Science and Social Studies (IPAS) on students’ learning interest and learning outcomes in grade X at SMK Negeri 1 Gunungsitoli. The research problem arises from low student learning interest and suboptimal learning outcomes. Gamification is applied as an innovative instructional strategy that integrates game elements to enhance student engagement. This study employs a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design. The sample consists of grade X students selected through purposive sampling. Data were collected using a learning interest questionnaire and learning outcome tests administered before and after the treatment, and then analyzed using a paired sample t-test. The results indicate that the implementation of gamification significantly improves students’ learning interest and learning outcomes, as evidenced by an increase in the average learning interest scores from pretest to posttest and a significance value of p < 0.05. In addition, the average student learning outcomes also improved, indicating the effectiveness of gamification in enhancing academic achievement. These findings confirm that gamification is an effective instructional strategy to improve students’ learning interest and outcomes in IPAS subjects. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan gamifikasi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) terhadap minat dan hasil belajar siswa kelas X di SMK Negeri 1 Gunungsitoli. Permasalahan penelitian berangkat dari rendahnya minat belajar serta pencapaian hasil belajar yang belum optimal. Pendekatan gamifikasi digunakan sebagai strategi pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan elemen permainan untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental jenis one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui angket minat belajar dan tes hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji-t (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gamifikasi secara signifikan meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata skor minat belajar dari pretest ke posttest serta nilai signifikansi uji-t sebesar p < 0,05. Selain itu, rata-rata hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yang menunjukkan efektivitas gamifikasi dalam meningkatkan pencapaian akademik. Temuan ini menegaskan bahwa gamifikasi efektif sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS X SMA PADA SOAL BERBASIS ETNOMATEMATIKA Purba, Erlanda Samuel; Pane, Nurul Azmira; Siburian, Venesya Pitta Rezeki; Sagala, Marcelly Claudia; Fauzi, KMA
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10667

Abstract

Low mathematical problem-solving ability among students on contextual questions serves as the primary background of this study. Ethnomathematics is regarded as an approach with the potential to create more meaningful learning experiences. This study aims to analyze the mathematical problem-solving ability of grade X high school students on ethnomathematics-based problems using a descriptive quantitative design. A total of 31 students were involved as subjects, each completing 5 essay questions embedded with local cultural contexts, analyzed based on Polya's problem-solving indicators. The findings indicate that students' abilities generally fall within the moderate category, with the largest proportion reaching 38.71%. The problem comprehension stage was relatively well-mastered; however, significant difficulties emerged in mathematical modeling, strategy formulation, procedural execution, and particularly in interpreting the final results. High-complexity problems proved more challenging to solve as they required the simultaneous integration of multiple concepts. The ethnomathematics approach helped students understand the problem context due to its relevance to daily life, yet it has not optimally fostered higher-order thinking skills. A more structured learning design is therefore needed to train mathematical modeling and reflective thinking in problem-solving. ABSTRAK Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada soal kontekstual menjadi latar belakang utama penelitian ini. Etnomatematika dipandang sebagai pendekatan yang berpotensi menciptakan pembelajaran lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas X SMA pada soal berbasis etnomatematika menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sebanyak 31 siswa dilibatkan sebagai subjek, masing-masing mengerjakan 5 butir soal uraian bermuatan konteks budaya lokal yang dianalisis berdasarkan indikator pemecahan masalah Polya. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan siswa secara umum berada pada kategori sedang dengan proporsi terbesar 38,71%. Tahap pemahaman masalah relatif dikuasai dengan baik, namun hambatan signifikan muncul pada pemodelan matematis, penyusunan strategi, pelaksanaan prosedur, dan terutama penafsiran hasil akhir. Soal berkompleksitas tinggi terbukti lebih sulit diselesaikan karena menuntut integrasi beberapa konsep sekaligus. Pendekatan etnomatematika membantu siswa memahami konteks permasalahan karena dekat dengan kehidupan sehari-hari, namun belum secara optimal mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi. Diperlukan rancangan pembelajaran yang lebih terstruktur untuk melatih pemodelan matematis dan refleksi dalam penyelesaian masalah.

Page 1 of 4 | Total Record : 38